cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 3: Agustus, 2015" : 8 Documents clear
ANALISIS TEKNIS DAN EKONOMIS KAPAL PURSE SEINE BERPENDINGIN FREEZER DAN ES DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) BAJOMULYO KECAMATAN JUWANA, KABUPATEN PATI Winarsita, Niken; Wijayanto, Dian; Setiyanto, Indradi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 3: Agustus, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.597 KB)

Abstract

Pelabuhan Perikanan Pantai Bajomulyo adalah salah satu Pelabuhan Perikanan yang terletak di Provinsi Jawa Tengah. Kapal purse seine di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Bajomulyo menggunakan sistem pendingin freezer dan es, akan tetapi nelayan sekitar banyak yang beralih yang dulunya menggunakan sistem pendingin es menjadi pendingin freezer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara teknis antara kapal purse seine berpendingin freezer dengan es, mengetahui secara ekonomis antara kapal purse seine berpendingin freezer dengan es, dan mengetahui kualitas mutu ikan hasil tangkapan antara kapal purse seine berpendingin freezer dengan es. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Dalam pengolahan data menggunakan analisa statistik (uji beda nyata)  uji-t. Hasil penelitian menujukkan kebutuhan BBM kapal berpendingin freezer 152833 liter/tahun sedangkan kapal berpendingin es 35800 liter/tahun. Pada variabel lama melaut kapal berpendngin freezer adalah 243 hari/tahun dan kapal berpendingin es 335 hari/tahun. Sedangkan variabel kualitas mutu ikan dengan uji organoleptik pada kapal purse seine berpendingin freezer memiliki selang kepercayaan sebesar 7,825 < µ <8,178 dan pada kapal purse seine berpendingin es memiliki selang kepercayaan sebesar 7,456 <µ< 7,809 dengan nilai µ= 7(SNI 01-2346.1-2006) sehingga kedua sample ikan hasil tangkapan kapal purse seine tersebut layak di konsumsi. Pada variabel pendapatan kapal berpendingin freezer sebesar Rp.5.168.996.000/tahun dan kapal berpendingin es sebesar Rp3.268.073.333/tahun. Bajomulyo Fishing Port is one of Fishing Port in Central Java. Purse Seiner base in Bajomulyo use cooling system frezzer and ice. Most of purse seiner fisherman in Bajomulyo change their ice cooling system to freezer. The purposes of this research is to analysis the technically between purse seiner which use freezer refrigeration system and ice cooling system, and to economical analysis between purse seiner use freezer refrigeration system and ice cooling system, and also to analysis the fish quality between purse seiner use freezer refrigeration system and ice cooling system. Descriptive method is used in this research. Data analysis used T-test. The results proved if purse seiner use freezer refrigeration system is better than purse seiner use ice cooling system. Purse seiner use freezer system needs fuel as152833 liters/year compare with ice cooling system needs fuel as 35800 liters/year. Fishing trip of purse seiner use freezer refrigeration system is 243 days/year compare with ice cooling system is 335 days/year. While the fish quality of purse seiner use freezer system have confidence interval of 7.825 <μ <8.178 compare with ice cooling system have confidence interval of 7.456 <μ <7.809 with the value of μ = 7 (SNI 01-2346.1- 2006). So both of the fish samples is feasible to human consumption. Fisherman income of purse seiner use frezzer refrigeration system is Rp.5.168.996.000/year and compare with ice cooling system is Rp3.268.073.333/year.
ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN NELAYAN BUBU DESA BETAHWALANG DENGAN POLA WAKTU PENANGKAPAN BERBEDA Almaida, Sheila; Wijayanto, Dian; Ghofar, Abdul
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 3: Agustus, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.87 KB)

Abstract

Desa Betahwalang adalah salah satu desa di Kabupaten Demak yang merupakan desa penghasil rajungan. Alat tangkap yang paling banyak digunakan untuk menangkap rajungan adalah bubu lipat. Rajungan merupakan salah satu komoditi perikanan bernilai ekonomis tinggi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan pemerintah untuk tetap melestarikan sumberdaya rajungan adalah dengan memberi kebijakan pembatasan waktu penangkapan rajungan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui aspek teknis perikanan rajungan dengan alat tangkap bubu; menganalisis produksi, biaya, pendapatan dan keuntungan nelayan bubu di Desa Betahwalang; dan mengestimasi dampak pola waktu penangkapan yang berbeda terhadap produksi, biaya, pendapatan dan keuntungan nelayan bubu di Desa Betahwalang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat kualitatif dan kuantitatif. Metode analisis yang digunakan adalah menggunakan uji t (paired sample t test) dengan asumsi uji normalitas dan uji homogenitas.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai residual data produksi, biaya, pendapatan dan keuntungan memiliki varians yang sama dan terdistribusi normal (uji normalitas dan uji homogenitas). Pola waktu penangkapan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 12 bulan (313 trip), 11 bulan (287 trip), 10 bulan (261 trip) dan 9 bulan (234 trip). Estimasi perhitungan terhadap produksi, biaya dan pendapatan nelayan bubu di Desa Betahwalang diperoleh nilai tertinggi pada 12 bulan penangkapan, akan tetapi keuntungan maksimal yang diperoleh nelayan bubu di Desa Betahwalang terdapat pada 10 bulan penangkapan. Betahwalang is one of village in Demak where produces blue swimming crab. Fishing gear which mostly used to catch blue swimming crab is trap. Blue swimming crab is one of the economical fishery commodity. Government could conserve blue swimming crab resources by giving time restriction policy to catch blue swimming crab. The purpose of this study is to understand technical aspect of blue swimming crab fishery by using trap; to analyze production, cost, revenue and profit of Betahwalang trap fisherman; to analyze the impact of time catching restriction to production, cost, revenue and profit of Betahwalang trap fisherman. The method used in this study are descriptive qualitative and quantitative methods. The analysis method used is financial analysis with t test (paired sample t test) with assumption normality test and homogeneity test. Time capture model which used in this study is 12 months (313 trips), 11 months (287 trips), 10 months (261 trips) and 9 months (234 trips). Counting estimation of production, cost and revenue of Betahwalang trap fishermen shows the highest score on 12 months catching, while maximum profit which Betahwalang trap fishermen can gain is on 10 months catching.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL PRODUKSI UNIT PENANGKAPAN JARING CUMI (CAST NET) DI PPN KEJAWANAN CIREBON, JAWA BARAT Anggraeni, Lia; Ismail, -; Hapsari, Trisnani Dwi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 3: Agustus, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.638 KB)

Abstract

Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan yang berada di Kota Cirebon, Jawa Barat merupakan pelabuhan yang memproduksi cumi-cumi dengan skala besar yaitu mencapai 2.300 ton pada tahun 2013. Produksi cumi-cumi mengalami peningkatan selama kurun waktu 5 tahun, volume produksi yang cukup besar 681 ton pada tahun 2010 dan meningkat drastis menjadi 2.000 ton pada tahun 2011. Dengan volume produksi yang terus meningkat menyebabkan alat tangkap jaring cumi (cast net) di PPN Kejawanan Cirebon menjadi unit penangkapan dominan dan menjadi andalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor produksi yang berperan  penting dan mengestimasi hubungan antara produksi dengan faktor produks di PPN Kejawanan Kota Cirebon, Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus bersifat deskriptif dan metode pengambilan sampel purposive sampling. Metode analisis yang digunakan berupa uji asumsi klasik, koefisien determinasi (R2), uji F, uji t-student, dan fungsi produksi Cobb-Douglas. Faktor-faktor yang berperan nyata pada unit penangkapan jaring cumi di PPN Kejawanan terdapat enam faktor dari delapan variabel, diantaranyaPanjang API (X1), jumlah BBM (X3), lama trip (X4), jumlah watt lampu (X6), jumlah ABK (X7), PK mesin kapal (X8).Hubungan antara faktor-faktor produksi dengan produksi unit penangkapan jaring cumi di PPN Kejawanan Cirebon dapat direpresentasikan dalam model fungsi Cobb-Douglas, yaitu sebagai berikut: ln Y = 94,815 + 2,017 X1 – 1,383 X2 + 1,487 X3 – 7,545 X4+ 2,761 X5 + 1,766 X6. Dari persamaan model regresi berganda Cobb-Douglas yang diperoleh tidak semua variabel bebas berpengaruh dalam meningkatkan hasil produksi cumi-cumi, akan tetapi terdapat dua variabel yang dapat menurunkan hasil produksi unit penangkapan jaring cumi di PPN Kejawanan Cirebon, yaitu variabel jumlah BBM dan jumlah watt lampu. Kejawanan National Fishing Port which  is located in the city of Cirebon, West Java is the port which produces squid with large scale reaching 2,300 tons in 2013. Production of squid increased during the period of 5 years, a large enough volume of production 681 tons in 2010 and increased dramatically to 2,000 tons in 2011. With the increasing production volumes caused the net squid fishing gear (cast net) in Kejawanan National Fishing Port Cirebon become the dominant fishing gear and become a mainstay. This research is purpose to assess the performance of technical squid nets and factors of production, estimates the relationship between production by a factor of production, as well as business profit analysis unit, determines the net catching squid (Cast net) in Kejawanan National Fishing Port Cirebon, West Java. The method used in this research is descriptive case studies and purposive sampling method. The analytical method used in the form of classic assumption test, the coefficient of determination (R2), F test, Student's t-test, the Cobb-Douglas production function and profit analysis effort. there are six factors of eight variables, including length of API (X1), the amount of fuel (X3), a long trip (X4), the amount of wattage lamp (X6), number ABK (X7), ship engines (X8).The relationship between the factors of production with the production of unit catching squid nets in Kejawanan National Fishing Port, Cirebon can be represented in the model of the Cobb-Douglas function, as follows: ln Y = 94,815 + 2,017 ln X1 – 1,383 ln X2 + 1,487 ln X3 – 7,545 ln X4+ 2,761 ln X5 + 1,766 ln X6. From equation regression models obtained Cobb-Douglas is not all independent variables influence in increasing the production of squid, but there are two variables which can reduce production unit net catching squid in Kejawanan National Fishing Port, the variable amount of fuel and the amount of wattage lamp.
TINGKAT PEMANFAATAN DAN OPTIMALISASI FASILITAS DASAR DAN FUNGSIONAL DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI SADENG GUNUNGKIDUL DALAM MENUNJANG PENGEMBANGAN PERIKANAN TANGKAP Riandani, Putri Ayu; Bambang, Azis Nur; Ismail, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 3: Agustus, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.051 KB)

Abstract

Kegiatan perikanan tangkap di Kabupaten Gunungkidul dimulai sejak tahun 1980-an dan mulai berkembang pada tahun 2000 didominasi oleh nelayan dari Cilacap dan Jawa Timur. Sadeng merupakan salah satu sentra perikanan tangkap di Kabupaten Gunungkidul dan merupakan salah satu Daerah Istimewa Yogyakarta yang memiliki potensi sumberdaya perikanan yang besar. Namun potensi perikanan yang besar belum didukung oleh fasilitas pelabuhan yang optimal serta pengelolaan yang maksimal, kondisi fasilitas di PPP Sadeng beberapa diantaranya lumpuh ataupun tidak difungsikan seperti lumpuhnya pabrik es, peran koperasi, serta showchase ikan yang tidak difungsikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fasilitas di PPP Sadeng, menganalisa tingkat pemanfaatan dan kebutuhan fasilitas dasar dan fungsional, serta melakukan analisis strategi pengembangan PPP Sadeng dalam menunjang perikanan tangkap. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2015 di PPP Sadeng. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif bersifat studi kasus, analisis tingkat pemanfaatan  digunakan untuk mengetahui tingkat pemanfaatan fasilitas dan analisis SWOT digunakan untuk strategi pengembangan PPP Sadeng. Hasil penelitian diperoleh bahwa fasilitas dasar dan fungsional yang terdapat di Pelabuhan Perikanan Pantai Sadeng memiliki tingkat pemanfaatan panjang dermaga 93%, kolam pelabuhan > 5 GT (luas kolam 52 %, kedalaman kolam 76%, dan dibutuhkan kolam putar 40 m), kolam pelabuhan < 5 GT (luas kolam 62 %, kedalaman kolam 51 %, dan dibutuhan kolam putar 22 m), alur pelayaran dengan kedalaman 85 % dan lebar alur 50 %, serta tingkat pemanfaatan TPI 72%. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat pemanfaatan dan kebutuhan fasilitas dasar dan fungsional keseluruhan masih memadai untuk saat ini, namun memerlukan penambahan kapasitas beberapa fasilitas untuk 5 tahun mendatang. Hasil analisis SWOT didapatkan hasil penerapan strategi S-O (Strength-opportunity) yang artinya Strategi dalam penerapannya digunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang dengan kebijakan yang bersifat agresif. Fisheries activities in Gunungkidul began in the 1980s and began to develop in 2000 was dominated by fishermen from Cilacap and East Java.Sadeng is one of the centers of fisheries in Gunungkidul and is one of the Special Region of Yogyakarta, which has great potential fishery resources. However, the potential for great fishing port facilities have not been supported by optimal and maximum manageability, condition of facilities in PPP Sadeng some are paralyzed or not functioned as the collapse of the ice factory, the role of cooperatives, as well as fish showchase are not enabled. The reserch objective  to determine the condition of the facilities analyze of level utilization and optimalitation analysis of PPP Sadeng development strategy in supporting fisheries. This study was conducted in January 2015 in PPP Sadeng. This study was conducted on  January 2015 in PPP Sadeng. The method used in this study was descriptive method  with case study, utilization level analysis were used to know utilization rate of facilities and SWOT analysis were used to development strategy of PPP Sadeng. The research results show that the existing facilities at the Port of Fisheries Sadeng with a utilization rate of wharf at 93%, the pool area > 5 GT (wide pool at 52%, depth of the pool  at 76%, lap pool and needed 40 m), the pool area < 5 GT (wide pool at  62%, depth of the pool at 51%, and needed 22 m to lap pool), rate of  deep water ways utilization at 85% and rate of  widht water ways utilization at 50%, and utilization rate of TPI at 72%. These results can be concluded that the level of utilization and the need of basic and functional still sufficient for now, but some facilities require additional capacity for the next five years. SWOT analysis results showed the application of SO strategy (Strength-opportunity) which means that strategy in practice were used force to take advantage of an opportunity to be aggressive policy.
PENGARUH PERBEDAAN JENIS UMPAN DAN LAMA PERENDAMAN BUBU TERHADAP HASIL TANGKAPAN LOBSTER (Panulirus sp.) DI PERAIRAN ARGOPENI KABUPATEN KEBUMEN Rahman, Fahrur; Asriyanto, -; Pramonowibowo, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 3: Agustus, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.836 KB)

Abstract

Lobster (Panulirus sp.) termasuk komoditas ekspor penting. Jumlah produksi tahun 2014 di Kabupaten Kebumen sebanyak 8.571 kg (Rp 3.397.000.000.00). Alat tangkap yang digunakan adalah jaring insang dan krendet. Penelitian dilaksanakan Januari 2015 di perairan Argopeni Kabupaten Kebumen dengan tujuan menganalisis pengaruh perbedaan umpan dan lama perendaman terhadap jumlah dan berat hasil tangkapan Lobster (Panulirus sp.) serta pengaruh kedua faktor tersebut terhadap hasil tangkapan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental fishing dan metode deskriptif studi kasus. Metode systematic simple random digunakan untuk penentuan lokasi penelitian. Analisis data menggunakan SPSS 14 dan uji t-Test. Hasil penelitian menunjukkan lama perendaman 12 jam terhadap umpan krungken dan kulit sapi, nilai signifikan jumlah dan berat hasil tangkapan adalah 0,191 > α (0,05) dan 0,599 > α (0,05) Ho ditolak. Lama perendaman 18 jam terhadap umpan krungken dan kulit sapi, nilai signifikan jumlah dan berat hasil tangkapan adalah 0,792 > α (0,05) dan  0,834 > α (0,05) Ho ditolak. Lama perendaman antara 12 jam dan 18 jam menggunakan umpan krungken, nilai signifikan jumlah dan berat hasil tangkapan adalah 0,177 > α (0,05) Ho ditolak dan 0,049 < α (0,05) Ho diterima. Penggunaan umpan kulit sapi, nilai signifikan jumlah dan berat hasil tangkapan adalah 0,747 > α (0,05) dan 0,117 > α (0,05) Ho ditolak. Ho diterima menunjukkan kedua kelompok memiliki rata-rata yang sama, sedangkan Ho ditolak menunjukkan kedua kelompok memiliki rata-rata yang berbeda. Kesimpulannya adalah jenis umpan dan lama perendaman berpengaruh terhadap jumlah dan berat hasil tangkapan. Jenis umpan yang baik digunakan adalah krungken. Lama perendaman alat tangkap yang baik adalah 12 jam. Tidak terdapat interaksi antar jenis umpan dan perbedaan lama perendaman  terhadap hasil tangkapan Lobster (Panulirus sp.). Lobster (Panulirus sp.) including an important export commodity. Total production in 2014 in Kebumen much as 8,571 kg of Rp 3.397.000.000.00. Fishing gear used is a gill net and krendet.The experiment was conducted in January 2015 in the waters Argopeni Kebumen with the purpose to determine the effect of different feed and soaking on the number and weight of the catch lobster (Panulirus sp.) and  as well as the influence of these two factors on the catch. The method used is an experimental method of fishing and descriptive case study method. And the simple random method is used to study the location decision. Analysis of the data used is SPSS 14 and test t - Test.The results show for soaking 12 hours to feed and cowhide krungken significant amount of catches value and weight is 0.191 > α (0.05) and 0.599 > α (0.05) so that Ho rejected. For 18 hours soaking time to feed and cowhide krungken significant amount of catches value and weight is 0.792 > α (0.05) and 0.834 > α (0.05) so that Ho is rejected. Treatment soaking time between 12 hours and 18 hours using a significant amount of value krungken bait catches and weight is 0.177 > α (0.05) so Ho is rejected and 0.049 < α (0.05) Ho is accepted . To use bait cowhide significant number of catches value and weight is 0.747 > α (0.05) and 0.117 > α (0.05) so that Ho is rejected. Ho received showed both groups had the same average, while Ho is rejected showed both groups have different average.The conclusion is the kind of feedback effect on the number and weight of the catch, the type of bait to use is the old bait and soaking time krungken effect on the amount of heavy draft haul, long time immersion gear well done is 12 hours. There is no interaction between the type of bait and soaking time difference to catch lobster (Panulirus sp.).
ANALISIS KINERJA KUD MINA KARYA BAHARI DALAM USAHA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN DI KOTA CIREBON Handayani, Pertiwi; Ismail, -; Pramonowibowo, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 3: Agustus, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.708 KB)

Abstract

Koperasi adalah badan hukum yang didirikan oleh orang perseorangan atau badan hukum koperasi, dengan pemisahan kekayaan para anggotanya sebagai modal untuk menjalankan usaha, yang memenuhi aspirasi dan kebutuhan bersama di bidang ekonomi, sosial, dan budaya sesuai dengan nilai dan prinsip koperasi.Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi program dan unit-unit usaha KUD Mina Karya Bahari, Menganalisis kinerja KUD Mina Karya Bahari dalam usaha pemberdayaan masyrakat nelayan, dan Menyusun strategi KUD Mina Karya Bahari dalam rangka pemberdayaan masyarakat nelayan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan cara observasi langsung ke lapangan.Dari program yang berjalan di Koperasi Unit Desa Mina Karya Bahari adalah TPI (tempat pelelangan ikan) dan jasa penyaluran BBM; Melalui analisis kinerja balanced scorecard didapatkan bahwa dalam programnya Koperasi Unit Desa Mina Karya Bahari termasuk dalam kategori berhasil; Pelanggan Koperasi Unit Desa Mina Karya Bahari menyatakan bahwa adanya ketidakmerataan dalam pelayanan, selain itu kurangnya program yang mendukung kegiatan untuk penyediaan bahan baku nelayan untuk menangkap ikan.; dan Untuk bahan rujukan dan perbandingan Koperasi Unit Desa Mina Karya Bahari matrik SWOT dapat diketahui bahwa strategi yang dipilih adalah strategi pada kuadran I yaitu strategi S-O (Strength – Opportunity). Strategi ini dibuat dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya yang digunakan dalam upaya mengembangkan Koperasi Unit Desa Mina Karya Bahari. Cooperative is a legal entity established by a natural person or legal entity cooperative, with the separation of the wealth of its members as capital to run the business, which meets the aspirations and needs together in the economic, social, and cultural fit with the values and principles of cooperatives.The purpose of this study is to identify programs and business units KUD Mina Karya Bahari, analyze the performance of KUD Mina Bahari work in an effort to empower the community of fishermen, and Develop strategies KUD Mina Bahari work in order to empower fishing communities. The method used in this research is descriptive method by means of direct observation in the field.Of programs running in KUD Mina Karya Bahari is TPI (the fish auction) and fuel distribution services; Community empowerment is based on the respondents found that the value of the interval of the customer satisfaction index is not satisfied. Because in the category of 165 - 297. Customers KUD Mina Karya Bahari claimed that the existence of inequality in service, in addition to the lack of programs that support the activities for the supply of raw materials fishermen to catch fish .; and For reference materials and comparison KUD Mina Karya Bahari SWOT matrix can be seen that the chosen strategy is the strategy in the first quadrant is SO strategy (Strength - Opportunity). This strategy is made to exploit all the power to seize and exploit opportunities as possible were used in an attempt to develop KUD Mina Karya Bahari.
ANALISIS TINGKAH LAKU KEPITING BAKAU (Scylla serrata) PADA UMPAN DAN STADIA UMUR YANG BERBEDA (SKALA LABORATORIUM) Supadminingsih, Fahresa Nugraheni; Fitri, Aristi Dian Purnama; Asriyanto, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 3: Agustus, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.483 KB)

Abstract

Tingkah laku kepiting bakau (Scylla serrata) dalam mencari makan menjadi dasar dalam aplikasi operasi penangkapan. Stadia umur yang berbeda pada kepiting memiliki respon berbeda pada tiap stimulus (umpan). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui interaksi faktor perbedaan umpan dan stadia umur terhadap waktu respon kepiting; faktor perbedaan umpan terhadap waktu respon kepiting dan faktor perbedaan stadia umur terhadap waktu respon kepiting. Materi penelitian adalah  kelompok umur kepiting muda (lebar karapas 8 cm) dan dewasa (lebar karapas11 cm) serta jenis umpan berupa umpan kepala ayam, ikan petek dan keong mas segar. Metode penelitian ini menggunakan eksperimen di laboratorium dengan 3 variabel umpan dan 2 stadia umur dengan 6 perlakuan. Analisis data menggunakan uji normalitas One Sample Kolmogorov-Smirnov, uji ANOVA RAL faktorial dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukan terdapat interaksi antara faktor perbedaan umpan dan stadia umur tehadap waktu respon. Umpan kepala ayam memberikan waktu respon tercepat jika dibandingkan umpan ikan petek dan keong mas. Kepiting stadia dewasa memberikan waktu respon tercepat jika dibandingkan kepiting muda khusus pada umpan kepala ayam. The Mud Crab’s (Scylla serrata) behavior in feeding habits becomes the base of operation application of fish capturing in the field. The different mud crab’s life stage provides the different responses to each stimulus (bait). The purpose of this study is to know the interaction between the different types of bait and life stage factor towards the response  speed of  mud crab; the different types of  bait towards response speed of mud crab and the different life stage towards the response speed of mud crab factor. The materials used  in this research are sub-adult (carapace width 8 cm) and adult (carapce 11 cm) mud crab and the types of  fresh bait in the form of chicken’s head, leiognathus fish, and golden snail. The methods used in this reasearch are experimental laboratory  and the method analysis with two variables: the types of bait and life stage with six treatments. The data analyses used are One-Sample Kolmogorov-Smirnov normality test, RAL factorial ANOVA test and Duncan test. The result of this research shows the interaction between the different types of bait and life stage factor towards the response speed of mud crab. The bait in the form of chicken’s head gives the fastest response among the liognathus fish and the golden snail bait. The  life stage of adult mud crab gives the  faster response than the sub-adult mud crab special for chicken’s head bait.
ANALISIS HUBUNGAN PRODUKSI DAN HARGA CUMI-CUMI (Loligo sp.) DENGAN ALAT TANGKAP BOUKE AMI DI PPN KEJAWANAN, CIREBON Sari, Vivera Avrodita Chandra; Bambang, Azis Nur; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 3: Agustus, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.322 KB)

Abstract

Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan (PPNK) terletak di Kota Cirebon, kegiatan pelelangan ikan di PPNK sendiri sudah tidak ada lagi. Distribusi hasil perikanan dilakukan langsung dari nelayan ke perusahaan yang ada di Kejawanan. Salah satu produk perikanan yang ada adalah cumi-cumi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2014 sampai Januari 2015 di PPNK, Cirebon. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi distribusi pemasaran cumi-cumi (Loligo sp.) dan menganalisis hubungan jumlah produksi cumi-cumi dengan harga cumi-cumi (Loligo sp.). Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Responden dalam penelitian ini adalah eksportir PT (Perseroan Terbatas) Horizon. Metode analisis yang digunakan adalah analisis linier dan non linier dengan asumsi uji normalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi pemasaran cumi-cumi (Loligo sp.) berasal dari nelayan ke PT (Perseroan Terbatas) Horizon dimana harga cumi-cumi telah ditetapkan oleh PT (Perseroan Terbatas) Horizon kemudian cumi-cumi (Loligo sp.) di proses untuk dikemas dalam bentuk beku setiap 10Kg dan diekspor ke berbagai  negara seperti Jepang dan Cina melalui Jakarta. Hubungan jumlah produksi (X) dan harga (Y) cumi-cumi (Loligo sp.) pada model linier Y = 24.343,026 + 0.009 X, sedangkan pada model non linier adalah LnY = 3.216 + 0.601 LnX. Hasil analisis korealsi hubungan antara jumlah produksi dan harga cumi-cumi (Loligo sp.) termasuk hubungan yang  sangat lemah dengan nilai R= 0,13 dan 0,81. Kejawanan national fishing port (PPNK) is located in the town of Cirebon, the activity of fish auction in PPNK is not available. Distribution of fisheries products is directly from fishermen to the companies in Kejawanan. One of fisheries products there is squid. The research was conducted from December 2014 to January 2015 in PPNK, Cirebon. The objective of the research is to identify the marketing distribution of squid (Loligo sp.)and to analyze the relationship between the amount of production at a price of squid (Loligo sp.). Case study method was used in this research. Respondent in this research is fish exporter Horizon Ltd. The analytical method was used is linear and non-linear with the assumtion of normality test. The results showed that marketing distribution of squid (Loligo sp.) is from fishermen to Horizon Ltd that the price is fixed by Horizon Ltd after that squid (Loligo sp.) were in the process to be packed in every 10Kg and exported to various countries such as Japan and China through Jakarta. Relations of price (Y) and production quantity (X) of squid (Loligo sp.) on the linear model Y = 24.343,026 + 0.009 X,while the non-linear models are LnY = 3.216 + 0.601 LnX. The results of correlation analysis between the production and the price of squid is a very weak correlation with the value of R= 0,13 and 0,81.

Page 1 of 1 | Total Record : 8