cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
Perbedaaan Lama Penarikan dan Hasil Tangkapan pada Pengoperasian Bubu Rajungan (Portunus sp.) dengan Rancang Bangun Alat Penarik Tali Utama di Desa Betahwalang Kabupaten Demak Ubaidillah, Faishol; Boesono, Herry; Pramonowibowo, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 2: April 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.676 KB)

Abstract

Teknologi penangkapan ikan yang banyak dioperasikan di Desa Betahwalang yaitu pada industri penangkapan menggunakan alat tangkap bubu, yaitu alat penangkap ikan yang menggunakan umpan dan dipasang secara tetap di dalam air. Hasil tangkapan utama pada bubu ini adalah rajungan (Portunus sp.). Untuk mengefektifkan dan mengefisienkan operasi penangkapan rajungan menggunakan bubu yang dirangkai sedemikian rupa, dipandang perlu menambahkan alat bantu penangkapan ikan. Alat bantu tersebut berupa mesin bantu penarik yang sesuai dengan kebutuhan operasi bubu rajungan. Mesin bantu penarik ini bekerja secara manual yang berfungsi untuk mengangkat rangkaian bubu rajungan dengan kecepatan optimal dengan konstruksi yang sederhana, kuat, serta ergonomis untuk postur tubuh nelayan. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang bangun alat bantu penarik tali utama bubu rajungan, dan menganalisis kecepatan waktu hauling menggunakan alat dan tidak menggunakan alat bantu penarikan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober  2013 di sekitar perairan Demak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Kesimpulan yang didapat dalam penelitian ini adalah konstruksi alat bantu penarik tali utama bubu rajungan ini terbuat dari besi, serta analisis waktu hauling dianalisis menggunakan SPSS 19 didapatkan nilai signifikan masing-masing sebesar 0,001 < α (0,05) yang berarti bahwa penggunaan alat bantu penangkapan mempunyai pengaruh terhadap waktu hauling. Fishing technology which many are operated in Betahwalang Village that is using bubu/traps, is fishing gear with bait and fitted permanently in the water. The main catches in traps are small crab (Portunus sp.). To streamline and make the crab catching operations efficient using traps that arranged in such a way, it is necessary to add fishing auxiliary tool. That helping tool is in the form of auxiliary puller engine that fit the needs of small crab trap operation. This puller auxiliary engine works manually which serves to lift the small crab traps series with optimum speed and a simple, strong, and ergonomic construction for fishermen’s posture. The purposes of this research are to design the main rope puller tool of small crab traps, and to analyze the speed of hauling time using or without using the auxiliary tool. This research was conducted in October 2013 in Demak waters. The method used in this research is the experimental method. The conclusion of this research are the constructions of the main rope auxiliary puller tool of traps is made of iron, and the analysis of hauling time using SPSS 19 is obtained significant value each about 0,001 < α (0,05) which means the use of fishing auxiliary tools has influence to the hauling time.
PENGARUH PERBEDAAN HANGING RATIO DAN LAMA PERENDAMAN JARING INSANG TERHADAP HASIL TANGKAPAN BETUTU (Oxyeleotris marmorata) DI WADUK SERMO, KULONPROGO Nugroho, Dwi Prasetya; Pramonowibowo, -; Setiyanto, Indradi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 1: Januari 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.478 KB)

Abstract

Nelayan di area waduk Sermo yang tergabung dalam kelompok nelayan “PAGAR RINDU” menggunakan alat tangkap jaring insang dalam usaha menangkap ikan, namun sebagian besar menggunakan jaring insang dengan ukuran hanging ratio kecil dan belum spesifik untuk satu ikan target. Ikan betutu merupakan ikan komoditas ekspor yang bernilai ekonomis tinggi, belum ada penelitian di waduk Sermo untuk menentukan besarnya ukuran hanging ratio yang selektif menangkap ikan betutu. Untuk itu penyusun melakukan penelitian menggunakan ukuran hanging ratio sebesar 0,68 dan 0,83 yang didapat dari pengukuran lingkar tubuh ikan betutu matang gonad pertama dengan lama perendaman berbeda yaitu 6 jam, 9 jam dan 12 jam. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan 12 kali pengulangan pada tiap variabel. Analisa data menggunakan korelasi dan regresi dengan menggunakan ms.excel. Hasil analisa data diperoleh 0,04 untuk hubungan antara hanging ratio dan mesh size dengan lingkar tubuh ikan betutu yang tertangkap, hasil tersebut menunjukkan H0 ditolak (<0,05) sehingga terdapat interaksi antara kedua variabel dan 0,12 untuk hubungan antara lama perendaman dengan jumlah hasil tangkapan, hasil tersebut menunjukkan H0 diterima (>0,05) sehingga tidak terdapat interaksi antara kedua variabel tersebut. Fishermen in Sermo reservoir area belonging to groups of fishermen "PAGAR RINDU" using a gill net fishing gear in an attempt to catch fish, but mostly using gill nets hanging ratio to the size of the small and not specific for the target fish. Betutu fish is a fish export commodities of high economic value, there has been no research on Sermo reservoir to determine the size of the hanging ratio of selective fishing betutu. To the author conducts research using size hanging ratio of 0.68 and 0.83 were obtained from measurements of the circumference of the body of the fish betutu first ripe gonads with different soaking time is 6 hours, 9 hours and 12 hours. The method used is experiment with 12 repetitions on each variable. Data were analyzed using correlation and regression using Ms.Excel. Results of analysis of data obtained 0.04 for the relationship between the ratio and mesh size of the circumference of the body hanging betutu fish are caught, these results indicate H0 (<0.05), so there is interaction between the two variables and 0.12 for relations between the long soaking the number of catches , these results indicate H0 (> 0.05) so that there is no interaction between the two variables.
ANALISIS DISTRIBUSI PEMASARAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI DESA BETAHWALANG KABUPATEN DEMAK Agustina, Edwi Ria; Mudzakir, Abdul Kohar; Yulianto, Taufik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.985 KB)

Abstract

Rajungan (Portunus pelagicus) merupakan salah satu komoditas ekspor yang mempunyai nilai jual tinggi. Rata-rata produksi sumberdaya rajungan yang didaratkan di Desa Betahwalang 176 ton/tahunnya. Rajungan ditangkap menggunakan tiga alat tangkap, yaitu bubu lipat, arad, dan gillnet. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis  distribusi pemasaran, margin pemasaran di masing-masing lembaga pemasaran dan efisiensi pemasaran rajungan di Desa Betahwalang, Kabupaten Demak. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Kasus yang diteliti pada penelitian ini adalah pemasaran hasil tangkapan rajungan (Portunus pelagicus) di Desa Betahwalang selama bulan Desember 2013-Januari 2014. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Metode pengambilan data menggunakan metode observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 2 bentuk distribusi pemasaran. Rajungan yang memenuhi standar ekspor (first grade) dipasarkan ke pasar ekspor Amerika sedangkan rajungan dengan kualitas second grade dipasarkan ke pasar lokal Indonesia. Marjin pemasaran rajungan paling besar adalah marjin dari mini plant A ke eksportir sebesar Rp 10.119/kg rajungan. Lembaga pemasaran yang paling efisien pada distribusi pemasaran rajungan adalah pedagang pengumpul dengan nilai efisiensi sebesar 0,03 karena biaya pemasarannya yang sedikit. Blue swimming crab (Portunus pelagicus) is one of export commodities which have high value. Average production swimming crab resources are landed by fisherman in Betahwalang Village is 176 ton/years. Blue swimming crabs are catched by three fishing gears, include traps, mini trawl, and gillnet. The purposes of this research were to analysis marketing distribution, margin dan profit in each marketing agencies of blue swimming crab and marketing efficiency in Betahwalang Village, Distric of Demak. This research use descriptive method with approach of case study. The case of this research is marketing of blue swimming crabs in Betahwalang during December 2013 until Januari 2014. The analysis method of sampling is purposive sampling. The data required has been collected through observation and interview method. The result of this research is showed that two form of blue swimming crab marketing distribution. Blue swimming crabs that have export standart (first grade) are distributed to export market in Amerika. Blue swimming crabs that have second grade quality are distributed in local market in Indonesia. Marketing margins are highest obtained by mini plant A to exporter of Rp 10,119/kg blue swimming crab. The marketing agencies have the most value of marketing efficiency was found in collector with the value is 0.03 because it have smaller marketing cost.
PENGARUH PARAMETER SUHU PERMUKAAN LAUT DAN KLOROFIL-A TERHADAP CPUE IKAN TENGGIRI (Scomberomorus commersoni) DENGAN ALAT TANGKAP PANCING ULUR DI PERAIRAN KARIMUNJAWA Prabowo, Dibyo Agung; Triarso, Imam; Kunarso, Kunarso
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1099.402 KB)

Abstract

Penginderaan jarak jauh hadir sebagai solusi tercepat untuk menyediakan informasi mengenai daerah penangkapan ikan melalui pendekatan parameter oseanografi seperti suhu permukaan laut dan klorofil-a. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola distribusi bulanan SPL dan klorofil-a di perairan Karimunjawa serta menganalisis hubungan pamareter SPL dan klorofil-a terhadap CPUE ikan Tenggiri (Scomberomorus commerson) dengan alat tangkap pancing Ulur di perairan Karimunjawa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pengambilan sampel SPL menggunakan metode purposive sampling. Data penelitian meliputi SPL, klorofil-a, kecepatan angin, curah hujan yang diperoleh dari citra satelit serta data SPL, hasil tangkapan dan koordinat tangkapan secara insitu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran temporal suhu permukaan laut tertinggi cenderung terjadi pada musim Peralihan (Maret-Mei dan September-November). Sebaran temporal konsentrasi klorofil-a menunjukkan nilai cenderung tinggi pada musim Barat (Desember-Februari) dan musim Timur (Juni-Agustus). Sebaran suhu permukaan laut cenderung memiliki pola semakin dingin menuju perairan lepas pantai dan semakin hangat menuju perairan pesisir pantai. Sebaran spasial konsentrasi klorofil-a memiliki pola cenderung lebih kecil di perairan lepas pantai dan semakin meningkat kearah pesisir pantai. Secara umum korelasi antara SPL dan klorofil-a terhadap CPUE ikan Tenggiri rendah. Korelasi antara suhu permukaan laut dan klorofil-a terhadap CPUE ikan tenggiri rendah masing – masing sebesar 0,309 dan -0,288. Korelasi konsentrasi klorofil-a terhadap CPUE ikan Tenggiri pada lag time 2 bulan dengan periode Januari – Juli berkisar 0,46-0,64, sedangkan suhu permukaan laut berkisar 0,02 - (-)0,84. Korelasi tersebut dikategorikan rendah. Hubungan positif menunjukkan hubungan yang berbanding lurus, begitupun sebaliknya.
ANALISIS BIOEKONOMI IKAN PELAGIS PADA USAHA PERIKANAN TANGKAP DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI TAWANG KABUPATEN KENDAL Rahman, Dhiya Rifqi; Triarso, Imam; -, Asriyanto
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 1: Januari, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.208 KB)

Abstract

Kendal Regency Seawaters is one of distribution area of potential pelagical fish. If there is no control in the resources utilization, the resources will be threaten. This research aims were to analyze biological and economic aspect of the utilization of the pelagic fish in Tawang fishing port Kendal Regency Seawaters which includes Catch per Unit Effort (CPUE), Maximum Sustainable Yield (MSY), Maximum Economic Yield (MEY), and Open Access Equilibrium (OAE). This research conducted in March-April 2012. Research material was unit of fishing industries was put pelagical fish target in Tawang fishing port. Research method was case study descriptive method. Sampling method was purposive sampling with 30 samples obtained. Data analysis method used time series and bioeconomic method – Gordon-Schaefer Model. This study showed that the average of Catch per Unit Effort (CPUE) pelagical fish potency rate for 2007-2011 in Tawang fishing port Kendal Regency Seawaters is 0, 417 tonnes/trip. The optimum product (Copt) of the Maximum Sustainable Yield (MSY) was 307,168 tonnes per year with optimum effort (Eopt) was 490 trip per year. The optimum product (Copt) of the Maximum Economic Yield (MEY) was 307,008 tonnes per year with optimum effort (Eopt) was 479 trip per year. The optimum product (Copt) of the Open Access Equilibrium (OAE) was 27,342 tonnes per year with optimum effort (Eopt) was 958 trip per year. The pelagical fish resource utilization rate during the last 5 years in Tawang fishing port Kendal Regency has an average rating of 85,57%.
ANALISIS MODIFIKASI BUBU DENGAN CELAH PELOLOSAN MENGGUNAKAN UMPAN BERBEDA TERHADAP HASIL TANGKAPAN KEPITING BAKAU (Scylla serrata) DI PERAIRAN REMBANG Nadhifa, Isna; Pramonowibowo, -; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 1: Januari, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.073 KB)

Abstract

Kepiting (Scylla serrata) merupakan salah satu jenis komoditas hasil laut di wilayah mangrove yang cukup penting dari usaha  penangkapan di laut. Tujuan dari penelitian yaitu untuk menganalisis Pengaruh pemberian celah kelolosan pada alat tangkap bubu, dengan pemberian umpan ikan petek (Leiognathus sp.)  dan ikan buntal (Tetraodon sp.), hubungan interaksi antara pemberian celah kelolosan pada bubu dan pemberian umpan. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2014 di Perairan Rembang. Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimental, menggunakan SPSS 16. Hasil tangkapan kepiting bakau menggunakan bubu bercelah dengan umpan ikan  petek sebanyak 6 ekor, bubu bercelah dengan umpan ikan buntal sebanyak 7 ekor, bubu tanpa celah pelolosan dengan umpan ikan petek sebanyak 14 ekor dan bubu tanpa celah dengan umpan ikan buntal sebanyak 12 ekor. Hasil tangkapan kepiting bakau terbanyak dengan menggunakan umpan ikan petek sebanyak 20 ekor, dan hasil tangkapan pada umpan ikan buntal sebanyak 19 ekor. Hasil analisis data yaitu signifikasi 0,48 kurang dari α=0,05, hasil uji F (ANNOVA), Fhitung sebesar 4,5 lebih besar dari Ftabel, sebesar 4,1 sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak, sehingga  umpan ikan petek berpengaruh terhadap hasil tangkapan kepiting bakau. Commodity Crabs mangrove, the one of marine products from mangrove area quite necessary in catching fishery. This researched aim to analysis about effected escaped-gap to the fishing gear of traps or pots, while used two kinds of baits ponny fish and blow fish, within correlation in used escaped-gap of pots and baits. This researched hold last May 2014 in Rembang waters area, Central Java. Experiment method in this researched used SPSS 16. Catching Crabs mangrove used pots with two kinds of escaped gap inside, namely baits from ponny fish in amount 6 pieces and others baits from blow fish in amount 7 pieces, whereas pots NON escaped-gap there were into differenced baits from ponny fish in amount 14 pieces and baits from blow fish 12 pieces. Catching Crabs mangrove used baits from ponny fish more higher than blow fish, in amount 20 pieces and 19 pieces. The conclusion analysis these data namely in these value,  significance-value 0.48 < α-value 0,05, F Test (ANNOVA), Fcount-value 4.5 > Ftable-value 4.1 with conclusion H0 was rejected, so that in these researched baits from ponny fish affected in fishing Crabs mangrove.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENANGKAPAN IKAN PADA ALAT TANGKAP POLE AND LINE DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) LABUHAN LOMBOK Wiratama, Andika; Wijayanto, Dian; Jayanto, Bogi Budi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 3: Agustus 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.941 KB)

Abstract

Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Labuhan Lombok adalah satu-satunya pelabuhan yang memiliki status pelabuhan sebagai PPP tipe C di Kabupaten Lombok Timur. Alat tangkap yang beroperasi diantaranya pancing ulur, pancing tonda dan pole and line (huhate). Terdapat dua perusahaan di PPP Labuhan Lombok yang melakukan kegiatan penangkapan menggunakan alat tangkap pole and line dengan ukuran kapal < 30 GT yang memiliki target tangkapan ikan cakalang. Penelitian dilakukan pada Bulan Desember 2016 yang bertujuan menganalisis aspek teknis penangkapan, aspek keuangan dan aspek finansial pada usaha perikanan tangkap pole and line. Analisis kelayakan usaha penangkapan pole and line  meliputi aspek pemasaran, aspek operasional dan aspek regulasi. Hasil perhitungan finansial pada kedua kapal yang beroperasi di PPP Labuhan Lombok, KM Cendana Wangi dengan nilai NPV Rp 207.289.467,00,- , IRR sebesar 26%, B/C ratio 1,08 dan PP selama 5,08 (5 tahun 8 hari) sedangkan pada KM Bintang Omega nilai NPV sebesar Rp 207.193.725,00,- , IRR sebesar 26%, B/C ratio 1,07 serta Payback Period selama 5,07 (5 tahun 7 hari). Faktor diskonto yang digunakan sebesar 9% berdasarkan bunga deposito yang berlaku ditempat penelitian. Berdasarkan perhitungan NPV, IRR, B/C dan PP usaha penangkapan ikan pole and line di PPP Labuhan Lombok layak untuk dijalankan dan dikembangkan dengan adanya pengelolaan yang profesional.
ANALISIS PERBEDAAN JENIS UMPAN DAN LAMA WAKTU PERENDAMAN PADA ALAT TANGKAP BUBU TERHADAP HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN DI PERAIRAN SURADADI TEGAL Catur Putri, Rizqi Laili; Purnama Fitri, Aristi Dian; Yulianto, Taufik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.518 KB)

Abstract

Operasi penangkapan rajungan umumnya menggunakan bubu. Bubu adalah alat tangkap yang berbentuk persegi panjang dengan rangka terbuat dari besi dan dapat dilipat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan penggunaan jenis umpan (ikan petek segar dan asin) dan lama waktu perendaman (8, 15 dan 24 jam) terhadap hasil tangkapan rajungan di perairan Suradadi Tegal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode experimental fishing dengan 2 variabel yaitu jenis umpan dan lama waktu perendaman dengan 6 perlakuan. Analisis data menggunakan uji kenormalan data dan uji ANOVA dengan SPSS 16.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan penggunaan jenis umpan dan lama waktu perendaman tidak berpengaruh terhadap hasil tangkapan rajungan. Namun penggunaan jenis umpan ikan petek segar dengan lama waktu perendaman 8 jam menghasilkan hasil tangkapan yang paling banyak yaitu 29 ekor rajungan. Pengujian interaksi menunjukkan terdapat interaksi antara jenis umpan dan lama waktu perendaman.
ANALISIS EFISIENSI TEMPAT PELELANGAN IKAN DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA BRONDONG, LAMONGAN Fatmawati, Hildani Yulia; Bambang, Azis Nur; Rosyid, Abdul
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.103 KB)

Abstract

Pembangunan dan pengembangan sarana dan prasarana pelabuhan perikanan salah satunya dengan cara meningkatkan peran efisiensi dan optimalisasi fasilitas penunjang yaitu tempat pelelangan ikan. TPI Brondong merupakan salah satu sarana fasilitas yang dimiliki Pelabuhan Perikanan kelas II, namun sistem pemasaran hasil tangkapan tidak melakukan proses lelang, tetapi langsung menjual kepada konsumen/supplier. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengidentifikasi sarana dan prasarana TPI lama Brondong, mengukur presentase ikan yang dijual di luar TPI, dan menganalisis tingkat efisiensi TPI. Penelitian ini dilaksanakan di TPI Brondong bulan Februari 2015. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif pendekatan studi kasus. Metode analisis untuk menghitung efisiensi menggunakan skoring berdasarkan KEP.01/MEN/2007 tentang Persyaratan Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Pada Proses Produksi, Pengolahan dan Distribusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identifikasi sarana dan prasarana di TPI Brondong lama yaitu lantai lelang masih banyak yang berlubang, fasilitas sanitasi drainase dan kebersihan kurang berfungsi dan masih banyak kendaraan masuk ke area TPI. Sistem pemasaran di TPI Brondong tidak melalui sistem lelang, akan tetapi retribusi tetap berjalan. Tidak ada ikan yang dijual diluar TPI atau 100% ikan dijual di TPI Brondong dan hasil analisis efisiensi TPI Brondong belum cukup efisien. Alur pemasaran diperbaiki agar proses lelang/jual beli berjalan cepat dan efisien. Pencapaian efisiensi yang sempurna memerlukan peningkatan fasilitas teknis dan kebijakan otoritas TPI Brondong. The development of fishing port’s facilities and infrastructure is to increase the efficiency and optimalize supporting facilities, fish auction. Brondong fish auction is one of facility which by fishing port class II, the marketing system of fish catch is not through the auction process, but selling the fishing catch to consumer/supplier directly. The purpose of this study is to identify the facilities and infrastructure, to measure the presentage of  fishing catch that selling outside the fishing auction, and analyze the efficiency of fish auction. The research method in this research is case study. The metode analysis to measure of the fish auction efficiency used by KEP.01/MEN/2007 concern to Quality and Safety of Fish Product in Production Process, Cultivation and Distribution. The research result show that existing the facilities and infrastructure in Brondong fish auction the auction floor is perforated, sanitation facility of drainage and auction clean facilities are  useless  and there are many vehicles enter the fish auction. The efficiency analysis of fish auction is  inefficiency. To achieve perfect efficient score  is repair the marketing chain, techniccal facilities and policy authority of Brondong fish auction are needed.
Tingkat Pendapatan Nelayan Rajungan Gill Net, Bubu, Arad Di Desa Betahwalang Kabupaten Demak Kecamatan Bonang Wicaksana, Ilyas Surya; Wijayanto, Dian; Ghofar, Abdul
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 2: April 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Betahwalang adalah desa penghasil rajungan. Alat tangkap rajungan adalah gill net, bubu, serta arad. Rajungan merupakan salah satu komoditi perikanan bernilai ekonomis tinggi. Penelitian ini bertujuan untukmendeskripsikan aspek teknis penangkapan rajungan, menganalisis perbandingan pendapatan gill net, bubu serta arad di Desa Betahwalang.Metode penelitian menggunakan metode deskriptif bersifat studi kasus dengan jumlah sampel 60 nelayan. Metode pengambilan sampel menggunakan snowball sampling.Metode analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan. Hasil tangkapan rajungan rata rata pertahun oleh alat tangkap gill net 1747 kg, bubu 2942 kg, arad 2596 kg. Hasil analisis tingkat pendapatan usaha penangkapan rajungan alat tangkap gill net, bubu, serta arad di Desa Betahwalang, menujukankeuntungan rata-rata pada usaha penangkapan rajungan dengan alat tangkap gill net sebesar Rp. 36.066.028,- per tahun, bubu sebesar Rp. 42.478.064,- per tahun sedangkan arad sebesar Rp. 28.252.778,- per tahun.

Page 3 of 41 | Total Record : 404