cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
ANALISIS EKONOMI RAWAI DASAR DENGAN J HOOK DAN CIRCLE HOOK DI PPI UJUNGBATU JEPARA JAWA TENGAH Wijayanti, Aryany Chandra Wahyu; Boesono, Herry; Bambang, Azis Nur
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.114 KB)

Abstract

Ikan demersal merupakan target dari alat tangkap rawai dasar. Rawai dasar banyak digunakan nelayan di Kabupaten Jepara, khususnya nelayan di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Ujungbatu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan alat tangkap rawai dasar dengan mata pancing J dan mata pancing circle. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pendapatan dari rawai dengan mata pancing J dan mata pancing circle, total biaya dan keuntungandari alat tangkap rawai dasar dengan mata pancing J dan mata pancing circle di PPI Ujungbatu, Jepara. Penelitian ini dilakukan pada 11 Oktober sampai dengan 29 November 2014 di Desa Ujungbatu. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode experimental. Analisis data meliputi homogenitas, normalitas dan uji t. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan jenis mata pancing yang berbeda bisa memberikan dampak yang signifikan terhadap pendapatan dan keuntungan. Circle hook lebih menguntungkan dibanding J hook. Analisis ekonomi rawai dasar dengan J hook dan circle hook membutuhkan modal Rp. 15.000.000,- untuk J hook dan circle hook, sedangkan untuk pendapatan diperoleh rata-rata Rp 219.871,- untuk J hook dan Rp. 276.675,- untuk circle hook, rata-rata keuntungannya Rp. 158.371,- untuk J hook dan Rp 215.175,- untuk circle hook. The demersal fishes as the fish target of bottom longline. It is mostly used by the fisherman in Jepara regency, especially in Fish Leanding Center (PPI) Ujungbatu.This research was conducted by using bottom longline with j hook and circle hook. The objective of this research to analyze the different income between bottom longline of J hook and circle hook, to calculate cost and profit fishing gear of bottom longline with J hook and circle hook in PPI Ujungbatu, Jepara. This research conducted on 11 October  to 29 November 2014 in Ujungbatu village. Experimental method was used in this research. Data analyzed by homogeneity, normality and t test. The research result showed that the use of different types of hook did significantly effect the income and profit. This research show that circle hook more profit than J hook. The economic analysis with J hook and circle hook requires a capital of Rp 15 million for the J hook and  for the circle hook , the average earned income of Rp 219 871 , - for J hook and Rp 276.675 , - for circle hook , the average profit is Rp 158.371 , - for J hook and Rp 215.175 , - for the circle hook.
ANALISIS TEKNIS DAN FINANSIAL USAHA PENANGKAPAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DENGAN ALAT TANGKAP BUBU LIPAT (TRAPS) DI PERAIRAN TEGAL Shalichaty, Shiffa Febyarandika; Mudzakir, Abdul Kohar; Rosyid, Abdul
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.313 KB)

Abstract

Usaha penangkapan ikan merupakan kegiatan ekonomi yang dipengaruhi oleh faktor produksi dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan. Usaha penangkapan dikatakan berhasil apabila mendapatkan keuntungan yang maksimal bagi pelaku usahanya. Bubu lipat adalah alat tangkap yang banyak digunakan oleh nelayan Tegal untuk menangkap rajungan. Rajungan merupakan komoditi perikanan yang memiliki nilai jual tinggi, baik sebagai komoditi lokal maupun komoditi ekspor. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk menganalisa aspek teknis alat tangkap bubu lipat (Traps) di Perairan Tegal, menganalisa pendapatan, biaya dan keuntungan usaha penangkapan, menganalisa tingkat kelayakan finansial usaha penangkapan rajungan dengan alat tangkap bubu lipat (Traps)  di Perairan Tegal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2013 hingga Januari 2014 di Desa Suradadi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan metode pengambilan sampel snowball sampling. Model analisis data menggunakan analisis kelayakan usaha dengan menggunakan beberapa indikator diantaranya NPV, B/C Ratio, IRR, dan payback period. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pendapatan usaha penangkapan menggunakan bubu lipat sebesar Rp 73.867.733 per tahun dan keuntungan rata-rata sebesar Rp. 12.971.844 per tahun. Usaha penangkapan tersebut layak untuk dijalankan, karena nilai NPV usaha tersebut bernilai positif dengan nilai NPV Rp 34.025.723 – Rp 52.554.963  (rata-rata Rp. 42.178.564); IRR 53 % - 66 % (rata-rata 61 %); payback period 3,7 – 5,0 tahun (rata-rata 4,4 tahun); dan B/C Ratio 0,13 – 1,18 (rata-rata 1,15). Hal ini membuktikan bahwa usaha penangkapan tersebut layak dijalankan. Fishery is an economic activity affected by a production factors which aimed to gain profit. Fishery can be categorized as successful if the fisherman can gain the maximum profit. Traps is fishing gear catching used by people in Tegal to catch blue swimming crab. Blue swimming crab is a fishing commodity with high economic value, either for local and export. The purpose of this research were to analyze the technical aspect in form fishing gear catching traps in Tegal, to analyze the income, to expense and profit, and to analyze the financial feasibility of traps in Tegal. This research was conducted from December 2013 to January 2014 in Suradadi village. The method used descriptive qualitative and quantitative. Sampling method used  snowball sampling. This research used  variables of business feasibility including NPV, B/C Ratio, IRR, and payback period. The value of NPV is Rp 34.025.723 – Rp 52.554.963 (the average is Rp 42.178.564). The value of  IRR is 53 % - 66 % (the average is 61 %). The value of payback period is 3,7 – 5,0 years (the average is 4,4 years) and the value of B/C Ratio is 0,13 – 0,18 (the average is 0,15). This research proved of blue swimming crab fisheries are feasible and profitable. 
ANALISIS FINANSIAL USAHA PERIKANAN JARING KLITIK (GILL NET DASAR) DAN JARING NILON (GILL NET PERMUKAAN) DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) TANJUNGSARI KABUPATEN PEMALANG, JAWA TENGAH Gunawan, Adhi Achmad; Ismail, -; Jayanto, Bogi Budi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 2: April, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.837 KB)

Abstract

Dari beberapa jenis alat tangkap yang ada di PPI Tanjungsari, alat tangkap yang mendominasi adalah alat tangkap jaring klitik (Gill net dasar) dan jaring nilon (Gill net permukaan). Terdapat perbedaan antara kedua alat tangkap tersebut terkait dengan aspek teknis terutama aspek finansial. Oleh karena itu, perlu dianalisis tentang finansial usaha perikanan dari kedua alat tangkap tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan studi kasus. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah masing-masing responden per alat tangkap 15 orang. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis finansial yaitu; NPV, B/C ratio, IRR, dan Payback Periode (PP).  Hasil  menunjukan bahwa usaha perikanan tangkap Gill net dasar adalah sebagai berikut; NPV dengan nilai Rp. 111.986.427,-, B/C ratio adalah 1,44,  IRR dengan nilai 47% , dan PP adalah 3,45 tahun yang berarti usaha perikanan Gill net dasar dikategorikan layak. Sedangkan, usaha perikanan tangkap Gill net permukaan adalah sebagai berikut; NPV dengan nilai Rp. 158.869.200,-, B/C ratio adalah 1,66,  IRR dengan nilai 36%, dan PP adalah 4,19 tahun yang berarti usaha perikanan Gill net permukaan dikategorikan layak. Oleh karena itu, kedua unit usaha perikanan Gill net dasar dan Gill net permukaan dapat terus dilanjutkan.   Some types of fishing gear that is in PPI Tanjungsari, fishing gear is dominated klitik net fishing gear (bottom Gill net) and nylon net (surface Gill net). There are differences between the two gears are related to technical aspects, especially the financial aspects.Therefore, need to be analyzed on fishing effort financially from the second gear. The method used is descriptive and case studies. The sampling method using purposive sampling method with the number of respondents per each gear 15 people. The analytical method used is the financial method that NPV, B / C ratio, IRR, and Payback Period (PP). Results showed that the efforts of fisheries bottom Gill net is as follows; NPV value of Rp. 111 986 427, -, B / C ratio is 1.44, with a value of 47% IRR and PP was 3.45 years, which means Gill net fishing businesses categorized as feasible basis. Meanwhile, surface Gill net fishery business is as follows; NPV value of Rp. 158 869 200, -, B / C ratio is 1.66, with a value of 36% IRR and PP was 4.19 years, which means surface Gill net fishing businesses categorized decent. Therefore, both business units bottom Gill net and surface Gill net can be continued. 
ANALISIS PENGEMBANGAN PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) ASEMDOYONG PEMALANG JAWA TENGAH DITINJAU DARI FASILITAS FUNGSIONAL DAN PENUNJANG Caksono, Thohir Aji; Rosyid, Abdul; Ismail, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.361 KB)

Abstract

Pelabuhan Perikanan Pantai Asemdoyong merupakan pelabuhan yang sedang dalam tahap pengembangan dimana sebelumnya pelabuhan ini adalah pangkalan pendaratan ikan. Mengingat fungsinya yang sangat strategis sebagai pusat kegiatan dan perekonomian masyarakat sekitar, sehingga perlu adanya pengkajian pengembangan fasilitas yang berkelanjutan sehingga Pelabuhan Perikanan Pantai Asemdoyong dapat melayani kegiatan di pelabuha secara maksimal.  Penelitian bertujuan untuk mengetahui kondisi fasilitas-fasilitas, menganalisa estimasi perkembangan kebutuhan di pelabuhan, dan melakukan analisa strategi pengembangan Pelabuhan Perikanan Pantai Asemdoyong Pemalang untuk diterapkan dalam pengembangan PPP Asemdoyong dengan kondisi saat ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif serta menggunakan analisa data yaitu analisa tingkat pemanfaatan fasilitas, analisis estimasi dan analisis SWOT. Hasil penelitian diperoleh bahwa fasilitas-fasilitas yang ada di Pelabuhan Perikanan Asemdoyong kondisi fisiknya masih baik namun ada beberapa yang kurang berfungsi, dengan tingkat pemanfaatan alur pelayaran 75%, dermaga 81%, TPI 90% dan luas parkir 91%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa Optimalisasi fasilitas dasar dan fungsional keseluruhan belum termanfaatkan secara optimal. Hasil analisis SWOT didapatkan hasil 3,63 ; 2,63 sehingga penerapannya menggunakan strategi S-O (Strength-opportunity). Strategi ini dibuat dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan  peluang sebesar-besarnya. Asemdoyong Coastal Fishing Port is the under development port where previously was a fish landing base. Considering the highly strategic function as a center of economic activity and the surrounding communities, so it is necessary for continuous study of the facility development that Asemdoyong Coast fishing port can serve maximally. The research aims to determine the condition of the facilities, to estimate the development requirement in the port, and to analyze the strategy of port development of Asemdoyong Coastal Fisheries located in Pemalang to be applied in the development of PPP Asemdoyong with current conditions . The method used in this research is descriptive method, using the data analysis  of the level of facilities utilization, SWOT analysis, and its estimation. The result showed that the existing facilities at the fishing port Asemdoyong is still good , but there are some less function, with a utilization rate of 75 % shipping channel , pier 81 % , TPI  90% and parking area 91 %. From these results, it can be concluded that the optimization of the overall function and basic facilities have not utilized optimally. The results of the SWOT analysis showed 3.51 ; 2.57 so that the application using the strategy SO ( Strength - opportunity) , which means strategy in its application to take advantage of an opportunity.
ANALISIS KOMODITAS UNGGULAN PERIKANAN TANGKAP DI KABUPATEN PEMALANG Yusrin, Fildah Latifi; Mudzakir, Abdul Kohar; Sardiyatmo, Sardiyatmo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.101 KB)

Abstract

Komoditas unggulan merupakan komoditas andalan yang memiliki posisi strategis untuk dikembangkan disuatu wilayah yang ditetapkan secara teknis maupun sosial ekonomi. Jenis ikan di Kabupaten Pemalang yang memiliki jumlah produksi tertinggi pada tahun 2015 yaitu ikan Julung-julung, Kuro, Teri dan Tembang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui komoditas unggulan, kontribusinya terhadap perekonomian daerah serta mengetahui upaya keberlanjutan komoditas unggulan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan metode pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Data produksi perikanan digunakan untuk menganalisis komoditas unggulan dan data primer digunakan menentukan keberlanjutan dan peningkatan komoditas unggulan. Analisis data yang digunakan yaitu Analisis Location Quotiens (LQ) untuk mengetahui komoditas basis atau nonbasis. Analisis Shift Share (ASS) untuk mengetahui tingkat perkembangan produk disuatu daerah. Analisis Spesialisasi (SI) untuk mengetahui produk spesialisasi produksi. Multidimentional Scalling (MDS) untuk menentukan keberlanjutan produk. Hasil yang diperoleh dari analisis LQ, ASS dan SI dapat diketahui bahwa jumlah komoditas perikanan tangkap Kabupaten Pemalang sebanyak 33 spesies dengan komoditas unggulannya adalah Tenggiri (Scomberomorus commersoni), Kembung (Rastrelliger brachysoma) dan Tembang (Sardinella sp.) dengan LQ burtutut-turut: 2,11; 1,22 dan 3,23 nilai ASS sebesar 58,01; 181,8 dan 1122,65 serta nilai SI sebesar 1,5%, 1,46% dan 17,78%. Ketiga ikan tersebut di distribusikan melalui lelang TPI, kemudian di jual ke pengepul, selanjutnya dipasarkan ke supermarket atau eksport. Olahannya berupa pindang, ikan asap. Berdasarkan pemetaan MDS diperoleh bahwa Tenggiri, Tembang, dan Kembung memiliki 2 karakteristik yang sama yaitu kualitas ikan yang baik dan kecukupan produksi.
ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN NELAYAN PEMILIK DAN NELAYAN BURUH PADA PERIKANAN GILL NET DI DESA KARANGSONG KABUPATEN INDRAMAYU Rinanto, Dicky; Bambang, Azis Nur; M.Pi., Pramonowibowo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 2: April, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Territorial waters of Indramayu District is part of Indonesia territorial waters, which became the basis of fishing activities for fishermen. Indramayu district had HDI score of 69.45 in 2011. This reflects low quality of people at district of Indramayu. The purposes of this research was to analyze welfare level of Gill net owners and labours at Karangsong village Indramayu district with measuring the Human Development Index (HDI) and analyzed welfare levels in terms of the income Gill net owners and labours at Karangsong village Indramayu District. Research was conducted in April-May 2012. Research method used descriptive method, data collected includes welfare indicator which measures life expectancy (e0), measure the length of the average school population, mean years of schooling (MYS) and the literacy rate (Lit), and measure the economic capacity of Gill net fishermen reflected the value of purchasing power parity index (PPP). The results showed significant differences between the welfare level of Gill net owners and labour at Karangsong village Indramayu District. Life expectancy index Gill net owners and labours 62.15; education index owners and labour, respectively for 88.32 and 75.87; owners income index 98.27 and 61.69 for the labours, and IPM for the owner at 82.69 (high category), while HDI labours were 66.35 (middle high category).
ANALISIS TINGKAT PENDAPATAN RUMAH TANGGA PERIKANAN (RTP) NELAYAN JARING MILENIUM (NYLON MULTI MONOFILAMENT GILL NET) DI KELURAHAN MANGUNHARJO KOTA SEMARANG Ardhan, Muhammad Isa; Wibowo, Bambang Argo; Boesono, Herry
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 2: April, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.299 KB)

Abstract

Produksi perikanan Perairan Mangunharjo pada tahun 2014 adalah 80 ton dengan nilai produksi Rp886.800.000. RTP di Kelurahan Mangunharjo memiliki beberapa pekerjaan sampingan seperti bertani dan buruh tani, buruh bangunan, beternak kambing, berdagang, dan budidaya (bandeng dan udang putih). Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat pendapatan utama dan sampingan nelayan jaring milenium di Kelurahan Mangunharjo Kota Semarang serta mengetahui aspek teknis alat tangkap jaring milenium yang digunakan nelayan di Kelurahan Mangunharjo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat studi kasus. Metode pengambilan sampel adalah metode sensus dengan responden sejumlah 64 nelayan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan utama rata-rata nelayan jaring milenium per tahun adalah Rp9.600.063 dan pendapatan sampingan rata-rata nelayan jaring milenium per tahun adalah Rp7.129.307.  The fisheries production in Mangunharjo 2014 was 80 tons with a production value was Rp886.800.000. Households fishermen in the Mangunharjo village have some alternative jobs such as farming and agricultural labour, construction workers, goat farming, trade, and embankment. The purpose of this research was to analyze the level of primary and alternative income “Jaring Milenium” fishermen households in Mangunharjo Semarang and was to determine the technical aspects of “Jaring Milenium” fishing gear which is used by fishermen in Mangunharjo. The research method were descriptive method and case study. The sampling method was census by interviewing 64 fishermen as respondents. The results showed that the average primary income of “Jaring Milenium” fishermen per year was Rp9.600.063 and the average alternative income of “Jaring Milenium” fishermen per year was Rp7.129.307.
ANALISIS SEBARAN DAERAH PENANGKAPAN IKAN PELAGIS KECIL DENGAN ALAT TANGKAP BAGAN PERAHU DI PERAIRAN KABUPATEN BELITUNG Sani, Agus Rosadi; Pramonowibowo, Pramonowibowo; Triarso, Imam
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.237 KB)

Abstract

Penentuan daerah penangkapan merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasilan operasi penangkapan ikan. Dalam menentukan daerah penangkapan ikan nelayan pada umumnya masih menggunakan cara yang sederhan seperti melihat tanda-tanda alam atau berdasarkan naluri. Salah satu cara yang lebih maju dalam menentukan daerah penangkapan ikan adalah dengan menggunakan penginderaan jauh melalui sebaran oseonografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran daerah penangkapan ikan dengan alat tangkap bagan perahu dan hasil tangkapan ikandi perairan Kabupaten Belitung, mengidentifikasi faktor oseonografi yang berpengaruh terhadap kedalaman, suhu, salinitas, dan kecepatan arus, terhadap variasi jumlah hasil tangkapan. Metode yang digunakan dalam penelitian in adalah metode deskriftif dan metode analisis data spasial. Pengolahan data menggunakan parameter sebaran dari hasil tangkapan ikan pelagis kecil dan parameter oseonografi, didukung dengan citra satelit Landsat ETM7 serta  program aplikasi Er Mapper 7.0. Hasil penelitian berupa peta daerah penangkapan bagan perahu, dari 34 titik stasiun daerah penangkapan ikan di peroleh sebagai berikut: kedalaman perairan 20-34 meter, salinitas 29-40‰, kecepatan arus 0,06-0,83,suhu 26-29,9⁰C. Hasil tangkapan berupa ikan selar (Trevallies) 2005,6 kg, ikan tembang (Clupea sp) 2010.5 kg, cumi-cumi (Loligo sp) 56.5 kg, Alu-alu , ikan Kembung (Rastrelliger sp) 700.5 kg  dan ikan petek (Leiognathus sp) 256 kg.
ANALISIS KINERJA PENGELOLAAN PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) TEGALSARI KOTA TEGAL DALAM PELAYANAN USAHA PERIKANAN TANGKAP Wicaksono, Nur Adhi; Rosyid, Abdul; Wibowo, Bambang Argo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.591 KB)

Abstract

Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari dibangun dengan fasilitas-fasilitas, salah satu fasilitas yang telah ada yaitu fasilitas fungsional dimaksudkan untuk mempermudah nelayan melelang ikan hasil tangkapan, posisi penawaran nelayan yang selama ini dikenal memiliki posisi tawar yang selalu lemah karena terkait dengan sifat ikan yang mudah rusak.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sumberdaya perikanan tangkap di PPP Tegalsari, mengetahui tingkat kinerja pengelolaan PPP Tegalsari, dan menganalisis tingkat kinerja pengelolaan PPP Tegalsari terhadap kepuasan nelayan pegawai di PPP Tegalsari.Metode yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode deskriptif yaitu suatu metode pengambilan data secara langsung di lapangan serta melakukan pengumpulan data dengan memusatkan perhatian pada suatu kasus secara intensif dan mendetail sehingga mendapatkan gambaran yang menyeluruh sebagai hasil dari pengumpulan data dan analisis data dalam jangka waktu tertentu dan terbatas pada daerah tertentuTingkat kepuasan masyarakat pengguna jasa layanan PPP Tegalsari beragam dari berbagai unsur dimensi kualitas pelayanan. Kesesuaian tersebut antara lain dimensi daya tanggap yang memiliki tingkat kesesuaian sebesar 81,38% yang berarti tingkat kinerja baik dan sesuai dengan harapan yang tinggi. Dimensi Kehandalan dengan nilai 81,15% yang berarti tingkat kinerja yang baik dan sesuai dengan tingkat harapan yang sangat tinggi. Dimensi empati dengan nilai 81,01% artinya tingkat kinerja yang baik dan sesuai dengan harapan yang sangat tinggi dan yang terakhir yaitu dimensi bukti langsung dengan nilai 71,88% yang berarti tingkat kinerja kurang baik dan tidak sesuai dengan harapan yang sangat tinggi.
PENGARUH AKLIMATISASI KADAR GARAM TERHADAP NILAI KEMATIAN DAN RESPON PERGERAKAN IKAN WADER (Rasbora argyrotaenia) UNTUK UMPAN HIDUP IKAN CAKALANG Arianto, Richard Maco; Purnama Fitri, Aristi Dian; Jayanto, Bogi Budi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 2: April 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.787 KB)

Abstract

Aklimatisasi merupakan proses penyesuaian dua kondisi lingkungan yang berbeda sehingga kondisi tersebut tidak menimbulkan stress bagi ikan. Aklimatisasi bertujuan untuk membuat objek dapat bertahan pada perubahan salinitas yang diuji. Ikan wader merupakan ikan air tawar yang memiliki warna keperakan dan dapat beradaptasi dengan cepat pada perubahan salinitas. Umpan hidup (Live baits) merupakan komponen penting di dalam kegiatan Pole and Line.Penelitian dilakukan pada Bulan Agustus 2017 yang bertujuan membuat alternatif stock umpan hidup ikan cakalang dikarenakan stock umpan hidup yang digunakan mulai menipis. Metode yang dilakukan adalah metode eskperimen dengan pengamatan survival rate. Analisis data meliputi skorsing ikan wader pada uji lapangan dan laboratorium. Pengamatan setiap 7 hari selama 30 hari dengan penambahan salinitas 1 ppt setiap 12 jam hingga mencapai 14 ppt. Hasil analisis penilaian skorsing survival rate pada ikan wader sebesar 93%

Page 5 of 41 | Total Record : 404