cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jppt@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Marine Research
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 24077690     DOI : 10.14710/jmr.v9i4.28340
Core Subject : Science,
The Journal of Tropical Fisheries Management is managed by the Department of Water Resource Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Bogor Agricultural University aims to publish the results of basic, applied research in the scope of fisheries resources, fish stock studies, and population dynamics, fish biodiversity, fisheries technology, industrialization and fish trade, fisheries management, and fisheries development policies in the tropics, especially Indonesia. The scope of the area includes: Marine Fisheries Coastal Fisheries Inland Fisheries The focus and scope of this publication are expected to contribute thoughts for the government to strengthen the science of fisheries management
Arjuna Subject : -
Articles 687 Documents
PENENTUAN KANDUNGAN PIGMEN FIKOBILIPROTEIN EKSTRAK Spirulina platensis DENGAN TEKNIK EKSTRAKSI BERBEDA DAN UJI TOKSISITAS METODE BSLT Farihah, Shofa; Yulianto, Bambang; Yudiati, Ervia
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.52 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i2.5411

Abstract

Spirulina platensis merupakan mikroalga dengan kandungan pigmen tertinggi yaitu fikosianin. Pemanfaaatan fikosianin sebagai bahan baku industri sudah banyak digunakan. Lebih jauh lagi, keberhasilan ekstraksi pigmen fikosianin mengarah kepada potensinya sebagai antitumor, antiinflamasi, antimikroba, dan antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kandungan pigmen fikobiliprotein mikroalga Spirulina platensis strain BBPBAP dan menentukan konsentrasi dan nilai LC50 ekstrak mikroalga Spirulina platensis strain BBPBAP dengan metode uji BSLT dengan teknik ekstraksi waktu freezing  yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan analisis data secara deskriptif. Uji kandungan pigmen fikobiliprotein dilakukan dengan uji spektrofotometri dan uji toksisitas ekstrak Spirulina platensis dilakukan dengan menghitung nilai LC50-24 jam dengan metode uji BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Hasil uji kandungan pigmen fikobiliprotein Spirulina platensis strain BBPBAP Jepara didapatkan pigmen fikobiliprotein tertinggi yaitu pigmen allo-fikosianin serta perlakuan tanpa freezing (K) memiliki kandungan tertinggi di antara dua perlakuan lain, yaitu sebesar fikoeritrin = 28 mg/ml, fikosianin = 81 mg/ml, dan allo-fikosianin = 97 mg/ml. Hasil uji toksisitas BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) ekstrak Spirulina platensis dengan pelarut aquades memperlihatkan bahwa nilai LC50-24 jam sebesar 0,176 ppm.
Kajian Kawasan Rehabilitasi Mangrove Di Desa Ketitang Wetan Dan Desa Raci Kecamatan Batangan Kabupaten Pati Mishbach, Imam; Pribadi, Rudhi; Santoso, Adi
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.646 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v7i1.25889

Abstract

ABSTRAK : Kegiatan rehabilitasi mangrove sudah sering dilakukan namun menghadapi beberapa masalah seperti penanaman kembali tanpa adanya monitoring dan evaluasi keberhasilan, kurangnya koordinasi antar lembaga yang terkait dan lemahnya partisipasi masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi eksisting struktur dan komposisi vegetasi mangrove serta mengkaji kegiatan rehabilitasi mangrove di Desa Ketitang Wetan dan Desa Raci, Kecamatan Batangan Kabupaten Pati.Metode Penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif eksploratif dengan analisa data struktur dan komposisi vegetasi mangrove dan presentasi peran masyarakat dan peran lembaga pemerintah/non pemerintah setempat. Pengambilan data vegetasi dilakukan dengan metode stratified random sampling dan setiap stasiun dibuat plot sampling. Setiap individu pohon (tree) (plot 10 m x 10 m) dan anakan (sapling) (subplot 5 m x 5 m) diidentifikasi dan diukur diameternya setinggi dada (±1,3 m). Sementara semai (seedling) dihitung jumlah masing-masing spesies dan persentase penutupannya (subplot 1 m x 1 m) untuk rehabilitasi dan pengumpulan data lain melalui wawancara dan kuisioner. Hasil penelitian di Desa Ketitang Wetan dan Desa Raci ditemukan 7 spesies mangrove yang didominasi spesies Avicennia marina di semua kategori. Secara umun kerapatan kategori pohon (tree) di Lokasi I berkisar 2767 ind/ha – 3267 ind/ha sementara di Lokasi II berkisar 3267 ind/ha – 3567 ind/ha. Kerapatan kategori anakan (sapling) di Lokasi I berkisar 2222 ind/ha – 3333 ind/ha sementara di Lokasi II berkisar 89 ind/ha – 6333 ind/ha. Kerapatan kategori semai (seedling) di Lokasi I berkisar 26.667 ind/ha – 140.000 ind/ha sementara di Lokasi II berkisar 23.333 ind/ha – 40.000 ind/ha. Peran masyarakat dan peran lembaga pemerintah/non pemerintah di Desa Raci lebih baik jika dibandingkan Desa Ketitang Wetan. Indeks Keanekaragaman (H’) dan Keseragaman (J’) mangrove Desa Ketitang Wetan dan Desa Raci, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati tidak dilakukan perhitungan, karena hanya ditemukan satu spesies yaitu Avicennia marina. ABSTRACT : Mangrove rehabilitation activities are often made but faced some problems such as reforestation in the absence of monitoring and evaluation of the succeed, the lack coordination between relevant institutions and weak community participation. The purpose of this study to determine the existing condition of mangrove vegetation structure and composition review the mangrove rehabilitation activities in Ketitang Wetan village and Raci village, Batangan District, Pati regency. The research method used is descriptive method with exploratory data analysis mangrove vegetation structure, composition and presentase the role of society and the role of government institution / non-local government. Vegetation data retrieval is done by stratified random sampling method and each station is made plot sampling. Each individual tree (tree) (plot 10 m x 10 m) and saplings (sapling) (subplot 5 m x 5 m) are identified and measured in diameter at breast height (± 1.3 m). While seedlings (seedling) calculated the amount of each species and the percentage of closure (subplots 1 m x 1 m) for rehabilitation and other data collection by interview and questionnaires. Research in Rural Ketileng Wetan village and Raci village discovered 7 species of mangrove species. Avicennia marina is dominated in all categories. In general, the density of the category tree in the location I ranged 2767 ind/ha - 3267 ind / ha while in location II ranges from 3267 ind/ha - 3567 ind/ha. Seedling density category sapling in the location I ranges from 2222-3333 ind/ha while in location II ranges from 89-6333 ind/ha. The density category seedlings in the location I ranges from 26.667-140.000 ind/ha while in location II ranges from 23.333–40.000 ind / ha. The role of society and the role of government agencies/non-government Raci village better than Ketitang Wetan village. Diversity Index (H') and uniformity (J') mangrove Ketitang Wetan village and Raci village in Batangan District. In Pati regency is not calculated, since only found one species (Avicennia marina).
STRUKTUR DAN KOMPOSISI VEGETASI MANGROVE DI TRACKING MANGROVE KEMUJAN KEPULAUAN KARIMUNJAWA Kurniawan, Cahyadi Adhe; Pribadi, Rudhi; Nirwani, Nirwani
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.043 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i3.6007

Abstract

Komunitas mangrove menempati area diantara darat dan laut yang memiliki kondisi lingkungan berbeda satu sama lain. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji struktur dan komposisi vegetasi mangrove di Tracking Mangrove Kemujan Kepulauan Karimunjawa. Penelitian di Tracking Mangrove Kemujan dilakukan di 8 stasiun yang dibagi menjadi 3 lokasi, yaitu Lokasi 1 dekat daratan (Stasiun 1 dan Stasiun 8), Lokasi 2 daerah peralihan (Stasiun 2, Stasiun 3, Stasiun 6 dan Stasiun 7)  dan Lokasi 3 dekat laut (Stasiun 4 dan Stasiun 5).Pengambilan data vegetasi dilakukan dengan metode purposive sampling dan setiap stasiun dibuat plot sampling. Setiap individu pohon (plot 10 m x 10 m) dan anakan (subplot 5 m x 5 m) diidentifikasi dan diukur diameternya setinggi dada (±1,3 m). Sementara semai dihitung jumlah masing-masing spesies dan persentase penutupannya (subplot 1 m x 1 m). Hasil penelitian di Tracking Mangrove Kemujan ditemukan 17 jenis mangrove.Secara umum vegetasi pohon mangrove di lokasi penelitian memiliki rata – rata kerapatan 2127 ind/ha yang didominansi Ceriops tagal. Kategori anakan memiliki rata – rata kerapatan 4499 ind/ha, dimana jenis Ceriops tagal mendominansi pada Stasiun 2, 3, 6, 7 dan 8, jenis Lumnitzera racemosa mendominansi pada Stasiun 1, jenis Rhizophora mucronata mendominansi pada Stasiun 4, dan jenis Rhizophora apiculata mendominansi Stasiun 5. Kategori semai, memiliki rata – rata kerapatan 128.333 ind/ha, dimana pada hampir semua stasiun didominansi oleh jenis Ceriops tagal, yang meliputi Stasiun 1, 2, 3, 7 dan 8, sedangkan pada Stasiun 4, 5 dan 6 didominansi oleh jenis Rhizophora stylosa dan Rhizophora apiculata. Indeks Keanekaragaman (H’) dan Keseragaman (J’) mangrove di Tracking Mangrove Kemujan Kepulauan Karimunjawa, termasuk dalam kategori rendah
Kelimpahan Echinodermata Pada Zona Intertidal di Pantai Krakal dan Pantai Kukup, Gunungkidul YogYakarta Triatmojo, Aldhian; Ario, Raden; Widianingsih, Widianingsih
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.015 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v7i4.25925

Abstract

ABSTRAK : Pantai Krakal dan Pantai Kukup merupakan dua dari sekian banyak Pantai yang berada di kawasan Gunungkidul, Jogjakarta. Echinodermata merupakan biota yang terdapat di Pantai Krakal dan Pantai Kukup. Echinodermata dapat hidup di rataan terumbu, padang lamun, koloni karang hidup dan karang mati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi kelimpahan, keanekaragaman dan pola sebaran Eechinodermata di Pantai Krakal dan Pantai Kukup, Gunungkidul Jogjakarta.Penelitian ini dilakukan pada tanggal 28-30 Oktober 2015 di Pantai Krakal dan Pantai Kukup, Gunungkidul Jogjakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode exploratif dan penentuan lokasi penelitian dilakukan secara Purpossive Sampling Method. Metode pengamatan yang digunakan yaitu metode Hand Sorting. Analisis data meliputi frekuensi kehadiran, kelimpahan jenis, kelimpahan relative, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, indeks dominansi, sebaran dan pola penyebaran, indeks kesamaan komunitas. Jenis Echinodermata yang ditemukan selama penelitian terdiri dari 7 spesies yaitu Ophiocoma erinaceus, O. scolopendrina, O. affinis, Echinometra mathei, E. oblonga, E. viridis dan Stomopneustes variolaris. Spesies O. scolopendrina  merupakan spesies yang mempunyai nilai kelimpahan tertinggi 5,69 (ind/m2) di Pantai Krakal sedangkan spesies E. oblonga mempunyai nilai kelimpahan tertinggi 14,6 (ind/m2)  di Pantai Kukup. Indeks keanekaragaman Echinodermata di Pantai Krakal menunjukan rata rata dengan kategori sedang (1.41) dan di Pantai Kukup Kategori sedang (1,54). Indeks keseragaman Echinodermata di Pantai Krakal rata rata dengan kategori yang stabil (0,92) dan di Pantai Kukup kategori yang stabil (0,99). Indeks dominansi Echinodermata Pantai Krakal rata rata tidak ada yang mendominansi (0,28) dan Pantai Kukup tidak ada yang mendominansi (0,22). Pola sebaran Echinodermata di Pantai Krakal dan Pantai Kukup paling sering di jumpai adalah pola sebaran Agregat/berkelompok (C). ABSTRACT : Krakal and Kukup Beach are two of many beaches that placed in the area of Gunungkidul, Jogjakarta. Echinodermata is biota, which can be found in Krakal and Kukup Beach. Echinodermata is able to live in reef, sea grass beds, live coral colonies and dead coral. The purpose of this research is to gain information about the abundance of diversity and distribution pattern of Echinodermata in Krakal and Kukup Beach, Gunungkidul Jogjakarta. This research was conducted in October 28th – 30th 2015 at Krakal and Kukup Beach, Gunungkidul Jogjakarta. Methodology that is used in this research is explorative methods and location determination is conducted by Purpossive Sampling Method. An observation method that is used is Hand Sorting Methods. Data analysis involves presence frequency, species abundance, relatively abundance, diversity index, domination index, distribution and distribution pattern, similarity community index. The species of Echinodermata discovered during the research consists of 7 species which are Ophiocoma erinaceus, O. scolopendrina, O. affinis, Echinometra mathei, E. oblonga, E. viridis and Stomopneustes varioaris. O. scolopendrina species is the species that possess the highest abundance value of 5,69 (ind/m2) in Krakal Beach while E. oblonga species possess the highest abundance value of 14,6 (ind/m2) in Kukup Beach. Echinodermata diversity index in Krakal Beach showed the average with moderate category (1.41) and in Krakal Beach the average with constant category (0,92) and in Kukup Beach stable category (0,99). Krakal Beach Echinodermata dominance index the average with no single one dominates (0,28) and Kukup Beach with no dominance (0,22). The most frequently found of Echinodermata distribution pattern in Krakal and Kukup Beach is Agregat/Colony (C) distribution pattern.
STUDI KANDUNGAN LOGAM BERAT BESI (Fe) DALAM AIR, SEDIMEN DAN JARINGAN LUNAK KERANG DARAH (Anadara granosa Linn) DI SUNGAI MOROSARI DAN SUNGAI GONJOL KECAMATAN SAYUNG, KABUPATEN DEMAK Firmansyaf, Dhimas; Yulianto, Bambang; Sedjati, Sri
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.171 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v2i2.2350

Abstract

This study aimed to determine: Fe metal content and Fe pollution levels in water, sediment, and blood cockle (Anadara granosa) in Morosari River and Gonjol River, and coastal adjacent, Prefecture Sayung, Demak Regency. Sampling was carried out based on different time periods or seasons, i.e. July 2010 and November 2011. The research method applied was the case study method. While the selection of sampling locations, using the method of judgment (purposive sampling method). Heavy metal analysis performed using Atomic Absorbtion Spectrophotometry (AAS). The results of Fe metal content in the water showed, in July 2010: the highest at Station A4 = 25.29 mg/l and the lowest at Station B2 = 1.35 mg/l; in November 2011: the highest at Station A3 = 3.23 mg/l and the lowest at Station A2 = 0.42 mg/l. Fe metal content in the sediment, in July 2010: the highest at station B6 = 32477.34 mg/kg and the lowest at Station B1 = 14017.14 mg/kg, while in November 2011: the highest at Station A5 = 68065.87 mg/kg and lowest at Station B1 = 33667.39 mg/kg. Fe metal contents in soft tissue blood clam (Anadara granosa) in July 2010: the highest at station B5 = 2068.22 mg/kg, while in November 2011: the highest value found in the A4 station at 8.25 mg/kg.
Penentuan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Rumput Laut Ulva sp. dari Pantai Krakal-Yogyakarta Kurniasih, Setia Devi; Pramesti, Rini; Ridlo, Ali
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.77 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i4.11423

Abstract

Ulva sp. merupakan salah satu rumput laut hijau yang belum banyak dimanfaatkan. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidanekstrakmetanol dan ekstrak n-heksanUlva sp. yang dinyatakan dalam nilai IC50, sertamenentukan kadarfenolat, klorofil a, klorofil b, dan karotenoid. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif eksploratif. Materi yang digunakan adalah rumput laut hijau Ulva sp. dari Pantai Krakal, Gunungkidul-Yogyakarta.Penentuan aktivitas antioksidandilakukan dengan metode penangkapan radikal DPPH(1,1-diphenyl-2-picryhidrazyl) pada λ=517 nm. Kadar fenolatdiuji menggunakan metode Folin-Ciocalteu dengan asam galat sebagai standar pada λ=725 nm. Kadar klorofildiukur pada λ=663 nm dan λ=646 nm dan karotenoid diukur pada λ=470 nm.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IC50 ekstrak n-heksan sebesar 448,659 ppm, sedangkan ekstrak metanol sebesar 515,631 ppm.Kadar fenolat (82,683 mgGAE/g ekstrak), kadar klorofil a (2,674 mg/g), klorofil b (1,978 mg/g) dan karotenoid (1,078 mg/g) pada ekstrak n-heksan lebih tinggi dibanding ekstrak metanol. Senyawa fenolat,klorofil a, klorofil b, dan karotenoid pada ekstrak n-heksan Ulva sp. berpotensi sebagai penyumbang aktivitas antioksidan, dimana tergolong dalam antioksidan sangat lemah (>200 ppm).
STUDI HABITAT PENELURAN PENYU HIJAU (Chelonia mydas) DI PANTAI PANGUMBAHAN SUKABUMI JAWA BARAT Bara, Duduh Abdul; Redjeki, Sri; Hariadi, Hariadi
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.308 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v2i3.3143

Abstract

All sorts of turtle have registered in the list of Apendik I CITES (Convention on International Trade of Endangered Spesies). The convention forbid the international trade of all products/result of turtle: neither the egg, meat or caravas.The purpose of this research is to know the nesting of Green Turtle (Chelonia mydas) reviewed from the physical aspect and biology of Pangumbahan Beach, Sukabumi , West Java. The research was did on January 5th-7th 2011. The method that used is Descriptive Exploratory Method. The research material that used is Green Turtle (Chelonia mydas), the nesting of turtle that include the outside vegetation, predator, the long and wide of beach, the temperature, the slope of beach, the moisture of substrate, and the composition of sand. There is 6 station based on Association of The Green Turtle Cultivation. Data collection was did by direct observation in locates. Based on the research result, the Green turtle (Chelonia mydas) in Pangumbahan Beach achieve 19. The width of Pangumbahan Beach is about 72 - 92 m and the length is about 3000 m. The slope of the beach is about 2.4% - 2.8%. The measured result of the sand temperature is about 28 ËšC - 29.3 ËšC. The composition moisture of surface sediments is about 0.05% - 1.13%, and the moisture inside sediments (50cm) about 0.26% - 4.1%. The sand particle of Pangumbahan Beach is dominated by the medium sand with percentage in each more than 25%. The vegetation that dominate is Pandanus (Pandanus tectorius), meanwhile kind of predators that find in the locate are Wild Dogs (Canis lupus), Red Ants (Oechophylla smaragdina), Crab (Ocypoda sp).
Morfometri Portunus pelagicus Linnaeus, 1758 (Malacostraca : Portunidae) Pada Fase Bulan Yang Berbeda Di Perairan Betahwalang, Demak Putra, Errizal Machmud; Pramesti, Rini; Santosa, Gunawan Widi
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.283 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v8i2.25104

Abstract

Rajungan (Portunus pelagicus) merupakan komoditas unggulan Indonesia. Perairan Betahwalang, Kabupaten Demak memiliki sumberdaya rajungan yang  potensial dengan tingkat eksploitasi yang tinggi. Rajungan ini ditangkap setiap hari tanpa memperhatikan faktor alam berupa fase bulan yang menyebabkan menurunnya populasi. Informasi penangkapan berdasarkan fase bulan diperlukan agar populasi rajungan dapat terjaga. Tujuan Penelitian ini adalah mengkaji jumlah dan sebaran morfometri rajungan yang tertangkap pada fase bulan purnama dan bulan baru di perairan Betahwalang. Penelitian ini dilakukan dari November 2017 sampai Februari 2018 di perairan Betahwalang. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif. Penentuan lokasi penelitian berdasarkan area penangkapan rajungan di perairan Betahwalang. Pengambilan data dilakukan 8 kali dari tanggal 5 November 2017 sampai 18 Februari 2018. Pengambilan data berupa jumlah, lebar karapas, berat, jenis kelamin rajungan, dan parameter lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan total rajungan tertangkap yaitu 448 ekor, 296 ekor pada Bulan Purnama dan 152 ekor pada Bulan Baru. Morfometri rajungan ukuran ≤ 10 cm pada Bulan Purnama 190 ekor lebih banyak dari Bulan Baru 90 ekor. Rajungan ukuran > 10 cm pada Bulan Baru 106 ekor lebih banyak dari Bulan Baru 62 ekor. Blue Swimming Crab (Portunus pelagicus) is Indonesia's flagship commodity. The waters of Betahwalang, Demak Regancy have potential Blue Swimming Crab resources with high levels of exploitation.  The crabs are catched every day regardless of natural factors, such as the moon phase that causes the population to decline. Blue Swimming Crab catch’s information based on the moon phase is required for the population to sustaine. The purpose of this research is to study the amount and distribution of Blue Swimming Crab morphometry catched on the full and new moon phase in Betahwalang waters. The study was conducted from November  2017 till February 2018 in the waters of Betahwalang. The research method used was descriptive method. Determination of research location based on Blue Swimming Crab catching area in Betahwalang waters. The data were collected 8 times from November 5, 2017 till February 18, 2018. Data were collected in number, width of carapace, weight, sex, and environmental parameters. The results showed total of catched crabs, were 296 crabs on Full Moon, and 152 crabs on New Moon. Blue Swimming Crab morphometry size ≤ 10 cm on Full Moon was 190 crabs more than New Moon was 90 crabs. Then, in Size> 10 cm on New Moon was 106 crabs more than New Moon was 62 crabs.
Studi Kelimpahan Juvenil Ikan Pada Ekosistem Padang Lamun Di Perairan Karimunjawa, Kabupaten Jepara Wizurai, Praressha; Redjeki, Sri; Hartati, Sri Turni
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.492 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v1i2.2014

Abstract

Seagrass ecosystem of high organic productivity, with a high diversity of biota. On these ecosystems, diverse marine life such as fish juvenile, crustaceans, mollusks (Pinna sp, Lambis sp, Strombus sp), echinoderms (Holothuria sp, sp Synapta, Diadema sp, Arcbaster sp, Linckia sp) and worms (Polichaeta) (Bengen, 2001). The research was conducted at 10 stations. Sampling was conducted two times each observation station parallel to the shoreline and perpendicular to the shoreline using a small beam trawl. The results showed that the juvenile was found 27 species from 14 family. abundance average - average is 0.484 ind/m2 juvenile fish and the highest abundance at station 9 with the abundance of juvenile fish reaching ind/m2 1.40 and the lowest abundance found at station 3 and station 10 to the abundance of only 0.04 ind/m2 . The pattern of distribution of juvenile fish species tend to be random this is because in each station has similar characteristics.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK RUMPUT LAUT Sargassum cinereum (J.G. Agardh) DARI PERAIRAN PULAU PANJANG JEPARA TERHADAP BAKTERI Escherichia coli DAN Staphylococcus epidermidis Alamsyah, Heru Kurniawan; Widowati, Ita; Sabdono, Agus
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.526 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i2.4966

Abstract

Munculnya sifat resistensi dan infeksi patogenitas bakteri membuat para ilmuwan berupaya untuk menemukan obat baru. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemanfaatan organisme laut sebagai agen antibakteri alami. Beberapa penelitian melaporkan aktivitas biologis Sargassum sp. dalam bidang farmakologi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak Sargassum cinereum terhadap bakteri E.coli dan S. epidermidis serta mengetahui golongan senyawa dan toksisitas ekstrak S.cinereum. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling methods. Pengeringan sampel dilakukan secara kering angin (air drying). Ekstraksi dilakukan secara bertingkat dengan menggunakan tiga pelarut yang berbeda kepolarannya. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi agar (Kirby-bauer) konsentrasi 100, 50, 25, 15, 5, 1, 0,5, dan 0,1 µg/disc dengan 3 kali pengulangan. Analisis fitokimia dilakukan secara deskriptif kualitatif berdasarkan perubahan warna serta karakteristik fisika kimia suatu golongan. Uji toksisitas dilakukan menggunakan larva A. salina umur 48 jam (instar III/IV). Nilai toksisitas akut (LC50) dilakukan dengan menggunakan persamaan regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak S. cinereum pelarut etil asetat memiliki aktivitas antibakteri terbaik dengan zona hambat 5,08 ± 0,56 (bakteri E. coli) dan 6,69 mm ± 0,14 (bakteri S. epidermidis) serta memiliki aktivitas bakteriosidal. Hasil analisis fitokimia menunjukkan ekstrak Sargassum cinereum mengandung senyawa alkaloid (pelarut etil asetat), steroid (ketiga pelarut), saponin dan tanin (pelarut metanol). Hasil uji toksisitas menunjukkan ekstrak S.cinereum pelarut etil asetat memiliki toksisitas yang sangat toksik dengan nilai LC50-24 jam sebesar 24,25 ppm (sangat toksik kategori kronik).