cover
Contact Name
Wahyudi
Contact Email
transient@elektro.undip.ac.id
Phone
+628122823417
Journal Mail Official
transient@elektro.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sudharto, SH – Tembalang, Semarang Jawa Tengah 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26850206     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro (e-ISSN:2685-0206) diterbitkan oleh Departemen Teknik Elektro Universitas Diponegoro. Pertama kali terbit pada tahun 2012. TRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerima artikel ilmiah dari pakar dan peneliti baik dari industri maupun akademisiTRANSIENT: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro menerbitkan makalah ilmiah berbahasa Indonesia untuk bidang Teknik Elektro meliputi Ketenagaan, Telekomunikasi, Elektronika, Sistem Kendali, Instrumentasi, Biomedika, Komputer dan Teknologi Informasi, serta topik-topik yang terkait. Jadwal penerbitan setiap tiga bulan sekali (Maret, Juni, September dan Desember). Artikel yang terbit akan diberikan nomer identifier unik (DOI/Digital Object Identifier) dan tersedia serta bebas diunduh dari website ini. Penulis tidak dipungut biaya baik untuk pengiriman artikel maupun pemrosesan artikel. Transient telah terindeks di Google Scholar, Garuda, Dimensions.
Articles 1,063 Documents
PERANCANGAN APLIKASI PENGENALAN CHORD INSTRUMEN TUNGGAL MENGGUNAKAN TRANSFORMASI WAVELET DAN KEY DETECTION Pangerang, Andi; Hidayatno, Achmad; Zahra, Ajub Ajulian
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.759 KB) | DOI: 10.14710/transient.4.1.31-38

Abstract

Abstrak Chord atau akor adalah susunan tiga nada atau lebih yang dibunyikan serempak sehingga menghasilkan suara yang harmonis. Kepekaan pendengaran manusia dan pengetahuan musik tidak dimiliki semua orang khususnya pemula, sehingga diperlukan sistem yang dapat mengenali chord. Pengenalan chord adalah bentuk transkripsi masukan file audio menjadi chord yang dapat mengiringi lagu. Tujuan penelitian ini adalah membuat perangkat lunak yang dapat mendeteksi chord instrument tunggal dengan keluaran berupa histogram Pitch Class Profile (PCP). Tahapan pertama adalah perekaman suara, kemudian prapengolahan: pengkonversian format stereo-to-mono, crop data dan normalisasi data. Selanjutnya file yang sudah dikonversi ke bentuk digital diekstraksi menggunakan transformasi Wavelet. Selanjutnya dilakukan key detection: mengubah spektrum dekomposisi paket wavelet menjadi spektrogram, chromagram dan histogram PCP. Apabila ada salah satu pitch yang sama dengan pitch suatu chord dari tiga pitch tertinggi yang terdeteksi, maka chord dikelompokkan sesuai dengan chord yang dibandingkan.  Penelitian ini dibuat menggunakan bahasa pemrograman Matlab dengan masukan 120 sinyal chord mayor dan minor dari 12 pitch berbeda. Ukuran frame yang digunakan: 256, 512, 1024, 2048, dan 4096 sampel. Hasil pengujian menunjukkan dengan parameter: tingkat dekomposisi kesembilan, indukan wavelet Symlet, dan ukuran frame 1024 sampel, tingkat keberhasilan rata-rata sistem mengenali chord mayor dan minor berturut-turut adalah 92,67% dan 94,1%. Kata Kunci : Chord, Instrumen Tunggal, Wavelet, Key Detection  Abstract Chord or Accord is arrangement of three or more notes played simultaneously, thus produce harmonic sound. Good human hearing sensitivity and musical knowledge is not common especially beginners. Therefore, it is necessary to create a system which is detecting chord well. Chord recognition is audio input transcription from audio file into chord used to accompany the song. The purpose of research is to make a software to recognize single instrument chord producing Pitch Class Profile (PCP) histogram. First step is sound recording, preprocessing i.e. stereo-to-mono conversion, data cropping and data normalization. Afterward, digital file would be extracted using Wavelet Transformation. Later, key detection process: change wavelet packet decomposition spectrum to spectrogram, chromagram and PCP histogram. If there is one of highest three pitches detected similiar with a pitch of chord, therefore chord is classified by comparing chord. research based on Matlab language programming and 120 major and minor chord signal from 12 various pitches as input. It uses five frame sizes i.e. 256, 512, 1024, and 4096 samples per frame. Test result showed, major and minor chord recognition success rate is 92,67% and 94,1% with parameters: ninth decomposition level, Motherwavelet Symlet and frame size 1024 samples. Keywords : Chord,  Single Instrument, Wavelet, Key Detection
PERANCANGAN KONVERTER ARUS SEARAH TIPE PENURUN TEGANGAN DENGAN MOSFET SINKRON DAN TANPA MOSFET SINKRON Dzakwan, Muhammad Irfan; Setiawan, Iwan; Warsito, Agung; Andromeda, Trias
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1219.476 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.1.160-165

Abstract

Sistem elektronika  saat ini membutuhkan sumber daya yang memiliki efisiensi tinggi. Konverter  arus searah berfungsi untuk mengkonversi tegangan masukan arus searah menjadi tegangan keluaran arus searah dengan nilai yang berbeda, selain itu dapat juga digunakan untuk mengatur tegangan keluaran terhadap variasi beban. Peningkatan efisiensi pada konverter arus searah dapat dilakukan dengan mengganti saklar pasif yang berupa dioda dengan saklar aktif yang berupa MOSFET. Konverter arus searah yang telah menggunakan MOSFET sebagai pengganti dari dioda bisa disebut sebagai konverter arus searah sinkron. Pada penelitian  ini merancang sebuah konverter arus searah tipe penurun tegangan. Perancagan alat pada penelitian ini akan mengaplikasikan metode sinkronisasi MOSFET dengan cara mengaktifkan kedua MOSFET secara bergantian dan bekerja pada besaran frekuensi yang sama. Pada penelitian ini akan dilakukan perbandingan efisiensi antara konverter arus searah dengan MOSFET sinkron dan tanpa MOSFET sinkron. Pada konverter arus searah tipe penurun tegangan tanpa MOSFET sinkron semakin tinggi duty cycle maka akan semakin tinggi nilai efisisiensinya. Pada konverter arus searah dengan MOSFET sinkron nilai efisiensi cenderung stabil pada duty cycle berapapun. Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa konverter arus searah tipe penurun tegangan dengan MOSEFT sinkron lebih efisien daripada konverter arus searah tipe penurun tegangan tanpa MOSFET sinkron.
SISTEM PENGENALAN IRIS MATA MENGGUNAKAN METODE PHASE ONLY CORRELATION Tunjung, Bondhan; Isnanto, R. Rizal; Hidayatno, Achmad
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.27 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.1.183-186

Abstract

Abstrak Iris mata manusia memiliki pola yang sangat unik, berbeda pada tiap individu sehingga sangat mungkin digunakan sebagai basis sistem pengenalan biometrik. Untuk mengenali tekstur yang ada pada suatu citra, metode analisis tekstur dapat digunakan. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai sejauh mana metode tersebut dapat digunakan untuk mengenali ciri-ciri pada iris mata manusia.  Pada penelitian ini, perangkat lunak yang mampu melakukan pengenalan iris mata menggunakan analisis tekstur telah dikembangkan. Citra iris mata yang akan diolah terlebih dahulu dipisahkan dari citra mata untuk selanjutnya dilakukan peningkatan kualitas citra menggunakan ekualisasi histogram. Proses selanjutnya adalah segmentasi citra iris mata dengan Transformasi Hough, yang mampu melokalisasi derah iris dan daerah pupil. Kemudian citra hasil segmentasi dinormalisasi ke dalam bentuk rectangular dengan unuran tetap. Langkah terakhir adalah proses pengenalan dengan metode Phase Only Correlation.  Dari hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa sistem pengenalan iris mata ini menunjukkan hasil pengenalan yang bagus. Pengenalan yang paling baik adalah saat mata membuka sempurna jadi semua pola iris bisa dicocokan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pengenalan misalnya adanya derau berupa kelopak mata dan bulu mata yang bisa mengurangi pola iris mata. Dari 100 citra iris mata yang dijui, sebanyak 85 citra iris mata behasil dikenali benar. Jadi dapat diimpulkan bahwa tingkat pengenalan system ini sebesar 85%. Hasil ini menunjukkan bahwa pengenalan iris adalah teknologi biometrik yang akurat. Kata-kunci : biometrik, analisis tekstur, phase only correlation     Abstract Human iris has a very unique pattern which is different for each person so it is possible to use it as a basic of biometric recognition. To identify texture in an image, texture analysis method can be used. For this reason, it is necessary to perform further research on how far this method is able to identify the feature on human iris.  In this research, a software which capable to recognize human iris using texture analysis  have been developed. The image of iris is first segmented from eye image then enhanced with histogram equalization. The next step is segementation system based on the Hough Transform and able to localize the circular iris and pupil region. The segmented iris region was then normalized into a rectangular block with constant dimension. The final step is recognition system using Phase Only Correlation. As the result, the system is performed with good recognition. The best recognition when the eye images are fully opened so the pattern of the iris are complete. There are many factors effect this recognition such as eyelids and eyelashes within the iris region corrupting the iris pattern.  From 100 eye images have been tested, 85 eye images are correctly recognized. For that the conclusion is the system resulted true recognition rate 85%. These results show that iris recognition is a reliable and accurate biometric technology. Keywords: biometrics, texture analysis, phase only correlation
PERANCANGAN ANTENA DUAL CIRCULAR LOOP SEBAGAI PENERIMA SIARAN TELEVISI DIGITAL PADA RENTANG FREKUENSI UHF (ULTRA HIGH FREQUENCY) Hanardi Satrio; Imam Santoso; Teguh Prakoso
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.335 KB) | DOI: 10.14710/transient.v4i4.972-978

Abstract

Antena dual circular loop merupakan pengembangan dari antena loop lingkaran dengan tambahan beberapa elemen. Antena loop memiliki beberapa keunggulan yaitu berbentuk sederhana, mudah untuk dibuat, berpita lebar, gain yang relatif tinggi, memiliki polarisasi dan Front-to-Back Ratio (FBR) yang rendah. Parameter penting antena yang perlu diperhatikan seperti Voltage Standing Wave Ratio (VSWR), frekuensi resonansi, frekuensi operasi, return loss, lebar pita, gain dan pola radiasi. Pada penelitian ini dilakukan perancangan antena dual circular loop dengan frekuensi resonansi 620,8 MHz. Fabrikasi antena berjari-jari 7,5 cm menggunakan aluminium pejal dengan ketebalan 10 mm. Berdasarkan optimasi pada CST Studio Suite 2011, pemilihan celah feed point 2 cm, panjang feed point 5 cm, ukuran reflektor 15 cm x 30 cm, dan jarak antena dengan reflektor 27 cm. Hasil pengujian antena dual circular loop didapatkan nilai VSWR sebesar 1,02 lebih baik dari antena pembanding PF Indoor HD 14 yang menghasilkan nilai VSWR 1,28. Pengolahan data uji didapatkan frekuensi resonansi 530 MHz dan 610 MHz, frekuensi operasi 480 MHz – 710 MHz, lebar pita 230 MHz, gain 7,05 dB, dan pola radiasi directional. Hasil pengujian sebagai penerima siaran televisi digital, kinerja antena dual circular loop lebih baik daripada antena pembanding PF Indoor HD 14 dan PF200 Indoor.
PERANCANGAN HOME AUTOMATION BERBASIS NodeMCU Arifaldy Satriadi; Wahyudi Wahyudi; Yuli Christyono
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.044 KB) | DOI: 10.14710/transient.v8i1.64-71

Abstract

Kemajuan teknologi kini memicu pola pikir manusia untuk dapat menciptakan inovasi-inovasi untuk memudahkan pekerjaan demi kinerja yang lebih baik. Pada saat ini telah dikembangkan sistem Internet of Things (IoT) yang lebih memudahkan manusia untuk mengakses perangkat-perangkat elektronik melalui jaringan internet. Ketika sedang dalam bepergian, terkadang seseorang lupa untuk mematikan peralatan elektronik seperti lampu, kipas angin, dan air conditioner (AC). Oleh karena itu pada penelitian ini dibuatlah perancangan home automation berbasis NodeMCU yang dapat mengontrol lampu, kipas, AC yang disimbolkan oleh tiga buah lampu, dan juga pintu pagar yang dikendalikan oleh Motor DC melalui web server. Web server menggunakan situs hosting jogjahost.com dan menggunakan bahasa pemrograman web PHP dan menggunakan sinyal HSPA+ dan 4G sebagai koneksi internet pada NodeMCU ESP-12E. Pengujian yang telah dilakukan membuktikan bahwa sistem ini dapat bekerja dengan baik dengan tanggapan waktu yang sangat cepat pada sinyal 4G.
PERANCANGAN PROTOTIPE SISTEM INFORMASI BERBASIS JAVA EE 7 UNTUK SISTEM KP DAN TA TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS DIPONEGORO U, Bagus Satrio; Somantri, Maman; Sudjadi, Sudjadi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.511 KB) | DOI: 10.14710/transient.3.1.1-7

Abstract

Abstrak Sistem pemrosesan informasi manual yang dulunya merupakan satu – satunya cara dalam memproses informasi semakin ditinggalkan dan tergantikan oleh sistem informasi berbasis komputer. Namun, tidak semua sistem informasi yang berjalan berfungsi dengan baik dan optimal. Bertujuan untuk memberi rancangan prototipe pengembangan dari sistem KP dan TA Elektro Universitas Diponegoro yang tergolong dalam sistem yang disebutkan sebelumnya, diangkat judul penelitian ini. Menggunakan JSR 345: Enterprise JavaBeans sebagai jantung dari teknologi Java EE, sistem akan lebih baik dalam menanggapi beban client dan juga lebih baik pada sisi user experience, yang gagal dicapai sistem sebelumnya. Sistem informasi yang diimplementasikan menggunakan rancangan arsitektur 3-tier berbasis web dan merupakan aplikasi yang web berdiri sendiri pada server tunggal. Dengan penggunaan framework Java Enterprise Edition dari platform Java Web yang sudah teruji tangguh pada kelas Enterprise. Sistem Informasi yang dibangun tentu akan terjamin berjalan dengan baik dan teruji bebas dari masalah. Pada segi user experience, sisi ini tetap dijaga dengan membuat sistem yang mudah digunakan, eye-catching dan memiliki dukungan HTML5, CSS3, serta AJAX yang modern, yang diliputi pada JSR 127: Java Server Faces pada Presentation Layer. Singkatnya, sistem informasi ini merupakan sistem yang memiliki fitur massive, dengan tetap menjaga kemudahan penggunaan untuk user dari sistem. Kata Kunci: Sistem Informasi, Pengembangan Web Enterprise, Java EE, 3 Tier. Abstract Manual information processing system which on the past is the one and only solution, turns to be impractical and getting replaced by the computer-based ones. However, not all of this information systems that runs are functioning and well optimized. Therefore, intended for providing prototype designs of KP and TA systems on Electrical Engineering Department of Diponegoro University which is considered belongs to the systems mentioned before, this title is taken. With JSR 345: Enterprise JavaBeans as the core of Java EE technology, the system will be better at managing client loads and also scores better on the user experience, which failed to achieve on the past system. The implemented information system uses web-based 3-tier architecture design and poses as a standalone web application hosted on a singular server. With the use of Java Enterprise Edition framework of the Java Web platform, which is tested as robust and stable framework. On the user experience side of the system, is kept by making the system easy to use, eye-catching, and having support of modern HTML5, CSS3, and AJAX, under JSR 127: Java Server Faces on the presentation layer. Shortly described, this information system is a system with massive features, but also keeping track for the ease of use of the system. Keywords: Information System, Enterprise Web Development, Java EE, 3 Tier.
OPTIMISASI PENEMPATAN RECLOSER PADA SISTEM DISTRIBUSI JARINGAN RADIAL PENYULANG PDP-03 MENGGUNAKAN ANT COLONY OPTIMIZATION (ACO) D, Abraham Bayu; Handoko, Susatyo; Winardi, Bambang
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.615 KB) | DOI: 10.14710/transient.6.2.223-227

Abstract

Semakin meningkatnya kebutuhan tenaga listrik menuntut sistem distribusi tenaga listrik mempunyai tingkat keandalan yang baik. Untuk meningkatkan keandalan sistem tenaga listrik, PT. PLN Area Semarang banyak menggunakan penutup balik otomatis (recloser) pada jaringan listriknya. Saat ini, penentuan posisi recloser sangat penting dalam keandalan sistem tenaga listrik. Indeks keandalan yang umum digunakan pada sistem distribusi adalah SAIFI dan SAIDI. Nilai SAIFI dan SAIDI dapat dihitung berdasarkan waktu pemadaman dan tingkat kegagalan yang terjadi dalam satu tahun. Keandalan dapat disimpulkan lebih baik jika nilai SAIFI dan SAIDI lebih kecil. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan penempatan lokasi recloser yang optimal pada jaringan tenaga listrik di penyulang PDP 03 GI Pudak Payung. Metode yang digunakan untuk penempatan lokasi recloser adalah Ant Colony Optimization (ACO) dengan menggunakan bantuan Software Matlab R2014a. Dari hasil simulasi dapat disimpulkan bahwa nilai keandalan sebelum dan setelah penempatan recloser berubah. SAIFI dan SAIDI sebelum penempatan recloser 1,0172 kali/tahun dan 2,5435 jam/tahun. Lokasi penempatan yang optimal untuk 1 recloser berada pada lokasi 4 dengan nilai SAIFI dan SAIDI adalah 0,3361 kali/tahun dan 1,0456 jam/tahun. Sedangkan untuk 2 recloser berada pada lokasi 2 dan 7 dengan nilai SAIFI dan SAIDI adalah 0,26755 kali/tahun dan 0,86069 jam/tahun.
OPTIMISASI PENJADWALAN EKONOMIS PADA UNIT PEMBANGKIT PLTG DI PLTGU PT INDONESIA POWER TAMBAK LOROK MENGGUNAKAN SIMULATED ANNEALING ALGORITHM Ramadhani, Muhammad Ghiffari; Handoko, Susatyo; Karnoto, Karnoto
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.508 KB) | DOI: 10.14710/transient.7.2.350-358

Abstract

Energi listrik merupakan kebutuhan primer yang sudah sangat merekat pada penduduk urban. Penggunaan bahan bakar sebagai pembangkit energi listrik menyumbang biaya terbesar dalam hal pengoperasian pembangkitan. Perlunya penjadwalan ekonomis penggunaan bahan bakar dibutuhkan guna meminimalisasi biaya pembangkitan. Untuk mendapatkan pengoperasian pembangkit yang optimal diperlukan adanya penjadwalan operasi pembangkit. Simulated Annealing Algorithm (SAA) diusulkan sebagai metode penjadwalan ekonomis pembangkit pada Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok. Metode SAA merupakan metode pencarian yang terinspirasi dari proses penguatan suatu bahan dengan menaikkan lalu menurunkan suhu bahan tersebut secara bertahap. Untuk melihat performa dari simulasi SAA maka metode ini dibandingkan dengan metode Lagrange Multiplier sebagai validasi. Hasil simulasi optimisasi dengan SAA menunjukkan performa yang baik dengan hasil simulasi identic dengan metode Lagrange Multiplier, sedangkan dalam keadaan operasi sistem dan keadaan diskret tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Berdasarkan hasil simulasi dengan dua metode operasi berbeda menggunakan algoritma SA, didapatkan bahwa pada metode operasi diskret didapat rata-rata penghematan biaya sebesar 1916,316 $/jam dan pada metode operasi sistem algoritma SA didapat rata-rata penghematan biaya sebesar 1915,768 $/jam yang menandakan bahwa operasi pembangkit yang optimal sudah didapat.
PENGENDALIAN ROBOT BERKAKI ENAM PENJEJAK DINDING MENGGUNAKAN METODE KONTROL PROPORSIONAL DERIVATIF Nashrullah, Erwin; Triwiyatno, Aris; Setiyono, Budi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.463 KB) | DOI: 10.14710/transient.2.2.308-315

Abstract

Abstrak Sistem navigasi robot seperti menjejak dinding merupakan salah satu masalah penting pada sistem robot mobile terutama pada saat robot difungsikan pada lingkungan yang tidak dimodelkan. Algoritma menjejak dinding secara sederhana dapat digambarkan sebagai pengendalian pergerakan pada sistem navigasi 2-D terhadap nilai referensi.  Tugas Akhir menyajikan suatu proses perancangan dan pembuatan robot hexapod beserta algoritma pengendaliannya. Pada robot hexapod ini digunakan sebuah sensor ultrasonik (PINGTM) sebagai masukan untuk mendeteksi jarak kanan dan jarak depan robot terhadap dinding. Mikrokontroler ATmega32 digunakan sebagai  komponen pengendali dari sistem dan digunakan bahasa C sebagai bahasa pemrogramannya, 18 motor servo standar dan 1 buah  servo mini digunakan sebagai penggerak dengan 3 buah servo dipasang pada tiap kakinya. Sebuah servo mini digunakan untuk memindahkan posisi dari sensor ultrasonik pada saat proses pemindaian jarak untuk mendapatkan nilai jarak kanan dan jarak depan. Metode kontrol proporsional dan derivatif digunakan untuk mengendalikan sinyal belok berdasarkan nilai kesalahan terhadap referensi yang dihasilkan. Pengujian dilakukan dengan memberikan variasi sudut tikungan dan bentuk dinding pada proses menjejak dinding. Berdasarkan hasil pengujian, robot hexapod dengan pengendali proporsional dan derivatif dapat menjejak dinding dengan baik  dengan sudut ketajaman antara 70° sampai dengan 210° dengan nilai parameter Kp=4, Kd=4 dan jarak kanan referensi yang diberikan sejauh 20 cm dari dinding kanan.   Kata kunci: hexapod, proporsional derivatif, sensor ultrasonik, ATmega32, motor servo  Abstract Self-sufficiency in robotics motivates the need for continual improvement in autonomous navigation for mobile robots. Robot navigation such us wall following are from the most important problems in mobile robots, especially in unknown environments. Wall-following provides a simplification of 2-D navigation problems by providing a reference. The aim of this project is designing and constructing hexapod robot that can follow the wall using proportional derivative control with no map of the environment is used and walls are not modelled. This paper presents designing and constructing process of hexapod robot and its algoritm control process. This hexapod robot use a single ultrasonic sensor (PINGTM) as input which is used to detect  right distance and front distance of the robot to the wall. ATmega32 microcontroller is used to control the process with the C language as a programming language, 18 standard servo motors and a single mini servo are used as actuators with 3 servo on each leg. A single mini servo is used to move the ultrasonic sensor positions when the scanning process to get right distance and front distance value. Proportional derivative is used to control the turn signal control based on the value of the resulting error. Reported experiments include testing process by giving variation of wall angles and shapes which will be follow by hexapod robot. Based on the experiment results, hexapod robot with proportional derivative control can tracks unexpected corners well ranging from 70°  to 210° with the value of Kp = 4, Kd =4 and setting point = 20 cm. Keywords: hexapod, proportional derivative, ultrasonic sensor,  ATmega32, servo motor
IDENTIFIKASI PARAMETER SISTEM PADA PLANT ORDE DENGAN METODE GRADIENT Dewanta, Larasaty Ekin; Setiyono, Budi; Sumardi, Sumardi
Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro TRANSIENT, VOL. 5, NO. 1, MARET 2016
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.162 KB) | DOI: 10.14710/transient.5.1.29-34

Abstract

Dalam sistem kontrol diperlukan pengetahuan dan analisis plant yang akan dikendalikan untuk merancang sistem kendalinya. Analisis sebuah sistem akan lebih mudah jika diketahui persamaan model matematisnya. Salah satu cara untuk mengetahui persamaan model matematis adalah menggunakan proses identifikasi sistem. Identifikasi sistem merupakan usaha untuk mendapatkan sebuah informasi berupa model matematis yang didapat dari hasil analisis data masukan dan keluaran plant. Pada penelitian ini dilakukan identifikasi secara online dengan plant simulator yang telah terhubung. Sistem yang diidentifikasi adalah sistem orde 1, orde 2, orde 3, dan orde 4. Metode identifikasi yang digunakan adalah metode Gradient dengan variasi struktur model. Nilai masukan dan keluaran pada plant simulator akan diidentifikasi menggunakan variasi struktur model Auto Regressive (AR), Moving Average (MA), dan Auto Regressive Moving Average (ARMA) untuk mendapatkan hasil nilai MSE terkecil. Berdasarkan hasil identifikasi menggunakan variasi struktur model, didapatkan persamaan model matematis dari setiap plant. Setiap plant memiliki kecenderungan masing-masing terhadap struktur model. Sistem  orde 1, 2, 3 seri, 3 feedback, 4 parallel, dan 4 feedback memberikan nilai MSE paling kecil dengan struktur model AR. Sistem orde 3 parallel dan 4 seri nilai MSE paling kecil ketika dikombinasikan dengan struktur model ARMA, dengan laju konvergensi 0,01.

Page 50 of 107 | Total Record : 1063


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue TRANSIENT, VOL. 13, NO.3, SEPTEMBER 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.2, JUNI 2024 TRANSIENT, VOL. 13, NO.1, MARET 2024 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 4, DESEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 3, SEPTEMBER 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO. 2, JUNI 2023 TRANSIENT, VOL. 12, NO.1, MARET 2023 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 4, DESEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 3, SEPTEMBER 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 2, JUNI 2022 TRANSIENT, VOL. 11, NO. 1, MARET 2022 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 3, SEPTEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 4, DESEMBER 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 2, JUNI 2021 TRANSIENT, VOL. 10, NO. 1, MARET 2021 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 4, DESEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 3, SEPTEMBER 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 2, JUNI 2020 TRANSIENT, VOL. 9, NO. 1, MARET 2020 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 4, DESEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 3, SEPTEMBER 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 2, JUNI 2019 TRANSIENT, VOL. 8, NO. 1, MARET 2019 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 4, DESEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 3, SEPTEMBER 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 2, JUNI 2018 TRANSIENT, VOL. 7, NO. 1, MARET 2018 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 4, DESEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 3, SEPTEMBER 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 2, JUNI 2017 TRANSIENT, VOL. 6, NO. 1, MARET 2017 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 4, DESEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 3, SEPTEMBER 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 2, JUNI 2016 TRANSIENT, VOL. 5, NO. 1, MARET 2016 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 4, DESEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 3, SEPTEMBER 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 2, JUNI 2015 TRANSIENT, VOL. 4, NO. 1, MARET 2015 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 4, DESEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 3, SEPTEMBER 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 2, JUNI 2014 TRANSIENT, VOL. 3, NO. 1, MARET 2014 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 4, DESEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 3, SEPTEMBER 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 2, JUNI 2013 TRANSIENT, VOL. 2, NO. 1, MARET 2013 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 4, DESEMBER 2012 TRANSIENT, VOL. 1, NO. 3, SEPTEMBER 2012 More Issue