cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalempati@live.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Soedarto SH Tembalang Semarang Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal EMPATI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 2337375X     EISSN : 28291859     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 1,454 Documents
BERI AKU KESEMPATAN Studi Fenomenologis Pengalaman Penyesuaian Diri pada Penderita Kusta setelah Kembali ke Lingkungan Masyarakat Ganesha Efka Putri Wibriani Soenoe; Ika Febrian Kristiana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.63 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15206

Abstract

Kusta merupakan penyakit menular kronis yang dalam kasusnya sangat berkaitan dengan stigma yang berkembang di masyarakat. Penderita kusta yang selesai menjalani medikasi harus kembali ke lingkungan masyarakat dengan berbagai stigma yang berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang pengalaman penyesuaian diri pada penderita kusta pasca kembali ke lingkungan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumen audio, dan dokumen resmi. Subjek penelitian berjumlah tiga orang dewasa madya yang terdiri dari dua orang pria dan satu orang wanita dengan karakteristik telah menderita kusta selama minimal empat tahun, telah menjalani medikasi, telah dinyatakan tidak menular dan kembali ke lingkungan masyarakat, dan bersedia menjadi subjek penelitian. Hasil penelitian mengungkap bahwa penderita kusta yang kembali ke lingkungan masyarakat akan menemui stigma dan diskriminasi dari masyarakat. Pada penderita kusta yang kembali menjalani hidupnya dengan masyarakat ditemukan adanya perasaan sedih, pasrah, sakit hati, dan menarik diri dalam menghadapi respon negatif masyarakat. Kemampuan penderita kusta untuk dapat bangkit dari keterpurukan dan menyesuaikan diri dipengaruhi oleh dukungan keluarga, kemampuan kontrol diri, keterikatan dengan masyarakat, penilaian terhadap diri sendiri, dukungan sosial, dan usaha untuk kembali menjalin hubungan dengan masyarakat.
Hubungan Antara Citra Diri (Self Image) dengan Perilaku Konsumtif Dalam Pembelian Produk Kosmetik Pada Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang Sunastiko, Kharina Putrie; N.R.H, Frieda; Putra, Aldriandy
Empati Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.968 KB)

Abstract

Mahasiswi merupakan salah satu kelompok dalam masyarakat yang cenderung berorientasi konsumtif dan senang mencoba hal-hal baru. Mereka terus berupaya membeli produk-produk trend terbaru untuk mengubah penampilan mereka seperti pakaian, asesoris, tas, sepatu dan juga kosmetik untuk menjadi lebih menarik dan memperkuat identitas mereka di lingkungan sosial.Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku konsumtif pada mahasiswi adalah citra diri(self image). Menjadi cantik dan menarik ialah harapan dan sangat penting untuk seorang wanita. Rasa cantik bagi seorang wanita dapat dikatakan sebagai sebuah kebutuhan, sehingga dalamperkembangannya, wanita selalu mempunyai keinginan untuk memperbaiki kekurangan yang dimiliki. Sehingga, keputusan untuk memakai produk kosmetik dengan alasan ingin terlihat lebih menarik tidak dapat ditolak lagi.            Penelitian ini melibatkan mahasiswi di fakultas HukumUniversitas Diponegoro Semarang dengan karakteristik subjek adalah remaja puteri berusia 18-20 tahun. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik kuota incidental  sampling. Metode analisis data yang digunakan yaitu metode analisis regresi linear sederhana dengan bantuan program komputer StatisticalPackages for Social Science (SPSS) for windows evaluation version 18.0. Alat ukur yang digunakan adalah skala citra diri (self image) dengan jumlah aitem 30 (α = 0,900) dan skala perilaku konsumtif dengan jumlah aitem 30 (α = 0,919) yang disusun oleh peneliti.            Hasil analisis regresi sederhana mendapatkan rxy = -0,467 dengan p = 0,000 (p<0,05), berarti terdapat hubungan negatif antara citra diri (self image) dengan perilaku konsumtif dalam pembelian produk kosmetik pada mahasiswi di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro. Artinya semakin tinggi citra diri (self image) maka semakin rendah perilaku konsumtif dalam pembelian produk kosmetik pada mahasiswi.            Koefisien determinasi sebesar 0,218, berarti faktor citra diri (self image) memberikan kontribusi sebesar 21,8% pada perilaku konsumtif dalam pembelian produk kosmetik pada mahasiswi .
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN AGRESIVITAS PADA SISWA KELAS XI SMK ISLAMIYAH ADIWERNA KABUPATEN TEGAL Ayunnisa, Ulya; Indriana, Yeniar
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.929 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.23435

Abstract

Masa remaja adalah masa dimana individu akan mengalami perubahan yang dapat memicu terjadinya agresivitas. Oleh karena itu, dibutuhkan peran kecerdasan emosional agar dapat mengendalikan dorongannya saat menghadapi konflik.  Agresivitas merupakan kecenderungan seseorang untuk menjadi agresif. Kecerdasan emosional adalah kemampuan memahami dan mengelola emosi diri sendiri maupun orang lain dan menggunakan perasaan tersebut untuk memandu pikiran dan tindakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan agresivitas pada remaja. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Islmiyah Adiwerna yang berjumlah 399 dengan sampel penelitian 199. Siswa yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Data yang dikumpulkan menggunakan dua buah skala yaitu skala agresivitas (20 aitem valid, α = 0,899) dan skala kecerdasan emosi (24 aitem, α = 0,888). Hasil penelitian ini menunjukkan koefisien korelasi rxy = -0,700 dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan diterima, yaitu terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara variabel kecerdasan emosional dengan agresivitas. Semakin tinggi kecerdasan emosional maka semakin rendah agresivitas. Sumbangan efektif yang diberikan oleh kecerdasan emosional terhadap variabel agresivitas sebesar 49 % dan sisanya 51 % dipengaruhi oleh sosial, kebudayaan, situasional, sumber daya dan media massa.
PENGARUH METODE MIND MAP TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM TERPADU PADA SISWA KELAS VII Mei Linda Wati; Siswati Siswati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.964 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.13672

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mind map dalam meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPA Terpadu pada siswa kelas VII SMP Institut Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen kuasi, yaitu non-randomized pretest posttest control group design. Subjek penelitian dibagi menjadi dua kelompok secara non-randomized berdasarkan usia dan kelas yang tersedia. Pengambilan data melalui pretest dan posttest. Pretest dan posttest dilakukan menggunakan tes hasil belajar yang mengacu pada silabus yang digunakan oleh SMP Institut Indonesia. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Institut Indonesia. Berdasarkan hasil Wilcoxon test diketahui terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest pada kelompok eksperimen (p=0,020). Sebaliknya, pada kelompok control tidak ditemukan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest (p = 0,595). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa mindmap dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPA terpadu.
HUBUNGAN PENGUNGKAPAN DIRI DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA SANTRI PUTRI KELAS X MADRASAH ALIYAH PONDOK PESANTREN MODERN ISLAM (PPMI) ASSALAAM SUKOHARJO ZAHRAH, NABILA AZ; Rusmawati, Diana
Empati Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.736 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengungkapan diri dengan motivasi belajar pada remaja. Populasi dari penelitian ini adalah santri putri kelas X Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam Sukoharjo berjumlah 84 orang yang terbagi atas kelas X IPA 3, X IPA 4, dan X IPS 2. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling, sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Skala Motivasi Belajar berjumlah 35 aitem (α = 0,91) dan Skala Pengungkapan Diri berjumlah 31 aitem (α = 0,86). Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi sederhana dengan bantuan program Statistical Packages for Social Science (SPSS) versi 21.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara pengungkapan diri dengan motivasi belajar pada santri putri kelas X Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam Sukoharjo (r = 0,501 p < 0,001). Berdasarkan penelitian tersebut disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat pengungkapan diri maka semakin tinggi motivasi belajar yang dimiliki. Sebaliknya, semakin rendah tingkat pengungkapan diri maka semakin rendah pula motivasi belajar yang dimiliki. Variabel pengungkapan diri memberikan sumbangan efektif sebesar 25,1% terhadap motivasi belajar.  
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN ASERTIVITAS PADA SISWA SMA MARDISISWA SEMARANG Agustinus Yogy Dwicahyo Nugroho; Sri Hartati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.794 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7495

Abstract

Siswa SMA berada pada masa peralihan antara masa peralihan menuju masa dewasa yang harus memiliki konsep diri dan perilaku asertif agar terhindar dari perilaku menyimpang. Siswa SMA seringkali mengalami kesulitan belajar yang berkaitan dengan kesulitan mengungkapkan pendapat, ide, maupun menanggapi suatu topik dalam pembelajaran. Asertivitas sangat penting bagi siswa sekolah menengah atas untuk membantu dan meningkatkan prestasi belajar, serta menyikapi perubahan fisik, psikis, sosioemosional yang sedang dialami siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara empiris hubungan antara konsep diri dengan asertivitas pada siswa SMA Mardisiswa Semarang.Subjek penelitian berjumlah 240 orang siswa kelas X dan Kelas XI SMA Mardisiswa Semarang. Penentuan sampel menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode skala. Asertivitas diukur dengan menggunakan Skala Asertivitas yang terdiri dari 22 aitem valid. Konsep Diri diukur dengan menggunakan Skala Konsep Diri yang terdiri dari 21 aitem valid.Hasil analisis data dengan metode analisis regresi sederhana menghasilkan koefisien korelasi (rxy) sebesar 0,788 dengan p = 0,000 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan arah hubungan positif yang signifikan antara konsep diri dengan  asertivitas pada siswa SMA Mardisiswa Semarang. Konsep diri memberikan sumbangan efektif sebesar 62% pada asertivitas siswa SMA Mardisiswa Semarang.
HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS DENGAN PERILAKU PROSOSIAL PADA SISWA SMP KY AGENG GIRI DI PONDOK PESANTREN GIRIKESUMO, MRANGGEN DEMAK Rahmawati, Alfiyani; Kustanti, Erin Ratna
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.236 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.26533

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara konformitas dengan perilaku prososial pada siswa SMP Ky Ageng Giri di Pondok Pesantren Girikesumo, Mranggen Demak. Perilaku prososial dapat diartikan suatu tindakan yang dimaksudkan untuk membantu, menolong, atau memberi keuntungan bagi orang lain tanpa adanya keuntungan langsung bagi dirinya sendiri. Konformitas merupakan suatu perubahan tingkah laku atau kepercayaan yang dilakukan oleh individu agar selaras dapat dengan orang lain. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu siswa SMP Ky Ageng Giri di Pondok Pesantren Girikesumo yang berada di kelas VII, VIII, dan IX yang berjumlah 200 orang dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 124 orang dan jumlah sampeltryout yang digunakan sebanyak 63 orang. Teknik yang digunakan untuk pengambilan sampel yaitu dengan menggunakan  teknik simple random sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan menggunakan Skala Perilaku Prososial (22 aitem, α= 0,850). dan Skala Konformitas (19 aitem,  α= 0,828). Analisis data menggunakan metode non parametrik Spearman’s Rho dengan memperoleh peroleh nilai rs = 0,202; dengan p=0,025 (p<0,05), sehingga terdapat hubungan positif antara konformitas dengan perilaku prososial pada siswa SMP Ky Ageng Giri di Pondok Pesantren Girikesumo. Artinya semakin tinggi tingkat konformitas siswa, maka semakin tinggi pula tingkat perilaku prososialnya.
COPING TERHADAP STRESS KERJA PADA PERAWAT YANG PERNAH MENANGANI PASIEN HIV/AIDS Annisa Laras; Anggun Resdasari Prasetyo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.649 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15216

Abstract

Perawat merupakan seseorang yang bekerja dengan beban kerja yang berat, ditambah adanya ketakutan tertular penyakit dari pasien. Penyakit HIV/AIDS dengan cara penularan melalui cairan tubuh manusia tentunya tidak dapat dihindari oleh perawat yang setiap harinya berhubungan dengan hal tersebut. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan menjelaskan coping stress pada perawat ketika banyaknya tekanan yang muncul akibat beban kerja dan ketakutan tertular virus HIV/AIDS. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode fenomenologi dengan teknik Deskripsi Fenomena Individual (DFI). Pendekatan ini dipilih karena melihat bagaimana cara coping terhadap stres kerja yang digunakan oleh perawat. Pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara semi terstruktur dengan kriteria subjek penelitian yaitu tiga orang perawat dengan latar belakang tugas pekerjaan yang berbeda yaitu perawat rawat inap (24), kepala keperawatan (49) dan perawat ruang operasi (23). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis coping yang sering digunakan subjek adalah emotion focus coping, subjek selalu mengingat motivasi dalam bekerja dan memanfaatkan waktu libur untuk keluarga disaat mengalami stres kerja.
PENGARUH COLORING MANDALA TERHADAP NEGATIVE EMOTIONAL STATE PADA MAHASISWA Ayu Kurnia S.; Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.457 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21680

Abstract

Negative emotional state adalah perasaan negatif berupa depresi, kecemasan, dan stres yang dapat melibatkan rangsangan fisiologis, pengalaman sadar, dan ekspresi. Prevalensi negative emosional state pada mahasiswa di Indonesia mencapai 52.7%. Penelitian ini bertujuan untuk melihat ada tidaknya penurunan tingkat negative emotional state serta menjelaskan pengalaman subjek setelah memperoleh intervensi coloring mandala selama 7 hari berturut-turut.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan randomized pretest-posttest control group design dengan mixed method. Subjek penelitian berjumlah 89 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro angkatan 2015-2017 yang dari hasil skrining menunjukkan tingkat extremely severe pada salah satu skor DASS 21.Kelompok eksperimen terdiri dari32 individu dan 49 individu kelas kontrol yang dipilih secara random.Pengumpulan data hasil eksperimen dengan menggunakan Depression Anxiety Stres Scale 21(DASS 21) versi Indonesia, sedangkan data kualitatif menggunakan FGD dan wawancara.Hasil analisis Paired Sample T-testmenunjukkan adanya penurunan yang signifikan pada skor depresi, kecemasan, danstres setelah subjek mendapatkan coloring mandala selama tujuh hari berturut-turut, Skor depresi menunjukkan rata-rata penurunan 6,13 (= 16,81dan = 10,68), skor kecemasan menunjukkan rata-rata penurunan 8,43 (= 24,43dan ), dan skor stres menunjukkan rata-rata penurunan 7,9 (= 26,12dan = 17,12) (P<0,05). Hasil analisa kualitatif menunjukkan bahwa pengalaman yang dirasakan individu saat melakukan coloring mandala antara lain individu merasakan tenang saat proses mewarnai, individu menjadikan coloring mandala sebagai media untuk meluapkan emosi saat terjadi masalah dan senang saat melihat hasil mewarnai seolah telah membuat sebuah karya. 
HUBUNGAN ANTARA KONFORMITAS TERHADAP TEMAN SEBAYA DENGAN INTENSI MEMBELI SMARTPHONE PADA SISWA KELAS XI SMA N 5 SEMARANG Fredi Juli Saputro; Anita Listiara
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2015.12968

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konformitas terhadap teman sebaya dengan intensi membeli smartphone pada siswa kelas XI SMA N 5 Semarang. Konformitas terhadap teman sebaya adalah penyesuaian sikap atau tingkah laku individu dengan norma yang berlaku di dalam kelompok teman yang memiliki usia yang sama. Intensi membeli smartphone adalah niat individu dalam penggunaan uang untuk memperoleh ponsel dengan fitur komputer yang dapat mengakses internet, menggunakan email, dan menyimpan data. Populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas XI SMA N 5 Semarang dengan total 300 siswa yang terdiri dari 12 kelas, sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian sebanyak 149 siswa yang terdiri dari 6 kelas. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian adalah cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi yaitu skala intensi membeli smartphone (28 aitem valid, α = 0,866) dan skala konformitas terhadap teman sebaya (25 aitem valid, α = 0,859). Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ialah korelasi Pearson atau Product Moment Correlation (rxy). Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi rxy  = 0,224 dengan p = 0,006 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti diterima, yaitu terdapat hubungan positif dan signifikan antara konformitas terhadap teman sebaya dengan intensi membeli smartphone. Semakin tinggi konformitas terhadap teman sebaya, maka semakin tinggi intensi membeli smartphone, demikian pula sebaliknya semakin rendah konformitas terhadap teman sebaya, maka semakin rendah intensi membeli smartphone

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Jurnal Empati: Volume 15, Nomor 01, Tahun 2026 (Februari 2026) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 6, Tahun 2025 (Desember 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 5, Tahun 2025 (Oktober 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 4, Tahun 2025 (Agustus 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 3, Tahun 2025 (Juni 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 2, Tahun 2025 (April 2025) Jurnal Empati: Volume 14, Nomor 1, Tahun 2025 (Februari 2025) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 6, Tahun 2024 (Desember2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 5, Tahun 2024 (Oktober 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 4, Tahun 2024 (Agustus 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 6, Tahun 2023 (Desember 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 5, Tahun 2023 (Oktober 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 1, Tahun 2023 (Februari 2023) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 6, Tahun 2022 (Desember 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 4, Tahun 2022 (Agustus 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 6, Tahun 2021 (Desember 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 (April 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021) Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 06, Desember 2021 Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 05, Oktober 2021 Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 6, Tahun 2020 (Desember 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 (Februari 2020) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019) Jurnal Empati, Volume 9, Nomor 1, Februari 2020 Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019) Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 3, Agustus 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 2, April 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018) Jurnal Empati, Volume 7, Nomor 4, Oktober 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 3, Agustus 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 2, April 2018 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017) Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015) Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015 Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015) Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014) Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014 Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014) Vol 3, No 2 (2014): Empati Fak. Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 (April 2013) Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012) More Issue