Jurnal EMPATI
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Articles
1,454 Documents
PENGALAMAN PROSES COMING OUT TRANSGENDER PADA KELUARGA DAN LINGKUNGAN
Amalia Adhandayani;
Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (184.787 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2015.14356
Individu transgender tentunya memiliki pengalaman yang berbeda-beda mengenai proses pengakuan dirinya (coming out) pada keluarga dan lingkungan mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengalaman proses coming out terhadap keluarga dan lingkungan yang terjadi pada individu transgender. Coming out adalah proses memberikan pemahaman kepada diri sendiri, kemudian kepada orang lain mengenai perasaan sebagai transgender atau cross-gender. Subjek penelitian ini berjumlah tiga orang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan IPA (Interpretative Phenomenologycal Analysis). Pengambilan data dilakukan dengan proses wawancara. Analisis data dilakukan dengan teknik IPA yang digambarkan sebagai siklus interaktif dan deduktif yang meliputi beberapa proses. Hasil dari penelitian ini mendeskripsikan pengalaman transgender sebagai proses yang penuh konflik sebelum sampai kepada coming out yang disampaikan dalam dua cara, yaitu dalam bentuk verbal (ucapan) maupun non-verbal (transisi). Keberhasilan coming out pun memiliki dampak pada perasaan dan emosi subjek. Pengalaman yang unik setiap individu dilihat dari bagaimana cara subjek melakukan coming out pada lingkungan dan keluarga. Selain menjadi sumbangsih bagi minimnya teori mengenai coming out pada transgender, hasil ini akan berpengaruh pada kejelasan perkembangan identitas transgender di dalam budaya Indonesia.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA MAHASISWA D III ALIH PROGRAM PKN STAN
Syamatha Puspa Devi;
Dinie Ratri Desiningrum
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (340.825 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.20025
Every human being undergoes a transition to his new environment. When they become students, they will move from school to school or work to school, which requires social skills. This study aims to determine the relationship between emotional and social adjustment of the first year Diploma III transform program student PKN STAN. The subject of this research is the third student of the first year Diploma III transform program student PKN STAN. The sample used 145 students with cluster sampling technique. The measuring instrument used is the emotional intelligence scale (33 valid items, with α = .85) and Social Adjustment Scale (45 valid items, with α = .92) that have been tested in 110 of the first year Diploma III transform program student PKN STAN. The simple regression coefficient between emotional intelligence and social adjustment is 0.83 with p = 0,000 (p <.001). These results indicate the hypothesis proposed by the Researcher, that there is a positive relationship between emotional intelligence and social adjustment of the first year Diploma III transform program student PKN STAN is acceptable. Value of the coefficient of determination of .70 means that emotional intelligence has an effective contribution of 70% in improving student social adjustment, while the remaining 30% is determined by other factors not measured in this study. Suggestions for future researchers to examine other factors of social adjustment.
PENGARUH METODE BERMAIN PERAN TERHADAP PEMAHAMAN BACAAN BERBAHASA JAWA PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR
Monika Aprilia Dwi Astuti;
Siswati Siswati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (164.426 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7518
Memahami dan menangkap inti bacaan dibutuhkan proses yang kompleks, dibutuhkan adanya interaksi dengan teks dan pengetahuan kosakata yang memadai. Siswa yang memiliki sedikit kosakata Bahasa Jawa akan lebih sulit dalam memahami bacaan berbahasa Jawa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh metode bermain peran terhadap peningkatan pemahaman bacaan pada siswa kelas V Sekolah Dasar. Penelitian dilakukan terhadap siswa kelas V Sekolah Dasar yang berusia 10-11 tahun. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuasi dengan desain eksperimen nonrandomized pretest-posttest control group design. Subyek penelitian berjumlah 22 orang. Perlakuan berupa metode bermain peran dilakukan selama enam kali pertemuan, setiap pertemuan berdurasi 90 menit. Hasil pengujian hipotesis dengan teknik statistik nonparamatrik Wilcoxon test pada kelompok eksperimen menunjukkan tidak ada perbedaan pemahaman bacaan berbahasa Jawa antara sebelum dengan sesudah diberikan perlakuan. Hasil perhitungan Mann Whitney test pada kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menunjukkan ada perbedaan pemahaman bacaan berbahasa Jawa sesudah diberikan perlakuan. Pemahaman bacaan berbahasa Jawa akan lebih mudah jika siswa terbiasa membaca bacaan Bahasa Jawa.
HUBUNGAN ANTARA ADVERSITY INTELLIGENCE DENGAN KETERBUKAAN DIRI PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK AUTISME DI KOTA SURAKARTA
Asti Andiani;
Nailul Fauziah
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (317.323 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.15407
Keterbukaan diri merupakan kemampuan individu untuk menyampaikan informasi yang bersifat pribadi secara verbal kepada orang lain yang didalamnya meliputi informasi yang luas, mendalam, bernilai positif atau negatif, timbal balik, dan relevan terhadap topik yang dibicarakan. Individu dengan tingkat keterbukaan diri tinggi mampu menyampaikan kesulitan atau permasalahan kepada orang lain sehingga dapat bertahan dan menghadapi situasi sulit. Kemampuan dalam bertahan dan menghadapi situasi sulit merupakan ciri-ciri dari adversity intelligence. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan adversity intelligence dengan keterbukaan diri pada ibu yang memiliki anak autisme di Kota Surakarta. Subjek penelitian ini adalah 145 ibu yang memiliki anak autisme. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster sampling. Pengumpulan data menggunakan skala adversity intelligence yang terdiri dari 38 aitem (α = 0,911) dan skala keterbukaan diri yang terdiri dari 25 aitem (α = 0,879). Analisa data menggunakan analisis regresi sederhana dengan hasil rxy = 0,357 dengan p = 0,000 (p<0,001), artinya terdapat hubungan yang signifikan positif antara kedua variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ibu yang memiliki anak autisme di Kota Surakarta memiliki keterbukaan diri yang tinggi karena memiliki adversity intelligence yang baik. Adversity intelligence memberikan sumbangan efektif sebesar 12,8% sedangkan 87,2% sisanya berasal dari faktor-faktor lain yang tidak diungkapkan dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA CITRA TUBUH DENGAN HARGA DIRI PADA SISWI SMA KESATRIAN 2 SEMARANG
Samarah Zhafirah;
Adi Dinardinata
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (267.383 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.21705
Masa remaja dicirikan oleh perhatian yang berlebih terhadap tubuh maupun penampilan fisik, terutama pada remaja perempuan. Masa remaja merupakan masa yang rentan terjadinya penurunan tingkat harga diri. Mereka mengevaluasi harga diri berdasarkan bentuk tubuh dan penampilan fisik mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara citra tubuh dengan harga diri pada siswi SMA Kesatrian 2 Semarang dengan landasan Teori Self-Discrepancy. Hipotesis penelitian yang diajukan, yaitu ada hubungan positif antara citra tubuh dengan harga diri pada siswi SMA Kesatrian 2 Semarang. Populasi pada penelitian ini adalah siswi kelas X, XI, dan XII SMA Kesatrian 2 Semarang sebanyak 230 siswi dengan sampel penelitian sebanyak 172 siswi. Penelitian ini menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala psikologi, yaitu Skala Harga Diri dan Skala Citra Tubuh. Skala Harga Diri terdiri dari 21 aitem valid (α=0,855) dan Skala Citra Tubuh terdiri dari 16 aitem valid (α=0,898) yang telah diujicobakan pada 46 siswi. Analisis data dilakukan dengan metode analisis regresi sederhana. Hasil analisis data menunjukkan ada hubungan positif antara citra tubuh dengan harga diri (rxy = 0,233; p = 0,002). Sumbangan efektif citra tubuh terhadap harga diri sebesar 5,4% sedangkan 94,6% berasal dari faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
STUDI KASUS PADA KELUARGA MANTAN TKI WANITA
Auliya Ulil Irsyadiyah;
Achmad Mujab Masykur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14710/empati.2015.12991
Keluarga merupakan sebuah kelompok yang terbentuk dari hubungan laki-laki dan perempuan melalui sebuah perkawinan yang sah. Idealnya, keluarga terdiri dari ayah, ibu dan anak, dimana masing-masing individu tersebut mempunyai tugas dan tanggungjawab yang berbeda. Salah satu fungsi keluarga adalah sebagai tempat jaminan dan keamanan ekonomi bagi para anggotanya. Tuntutan ekonomi dalam keluarga yang semakin tinggi, menjadi salah satu alasan bagi seorang wanita, untuk bekerja membantu suami memenuhi kebutuhan keluarga. Salah satu caranya dengan menjadi Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri. Hal tersebut ditempuh oleh para wanita, karena dirasa lebih mudah mendapatkan uang dengan jumlah yang lebih banyak. Tenaga Kerja Indonesia wanita adalah tiap wanita yang memenuhi syarat untuk bekerja di luar negeri dalam hubungan kerja untuk jangka waktu tertentu untuk menerima upah. Beberapa faktor yang mempengaruhi kepergian wanita menjadi TKI selain karena ekonomi, yaitu ingin mencari pengalaman, hubungan rumah tangga yang sebelumnya kurang baik sehingga menjadikan seseorang mencari kenyamanan di tempat lain. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi sebagai pendukung data. Subjek penelitian adalah sebuah keluarga dengan istri atau ibu yang pernah bekerja sebagai TKI di luar negeri, yang diperoleh menggunakan teknik purposif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi keluarga dengan wanita yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri memiliki kecenderungan tidak harmonis. Adanya perselingkuhan yang dilakukan baik suami maupun istri, anak yang kekurangan kasih sayang dan perekonomian keluarga yang tidak begitu banyak mengalami perubahan ke arah yang membaik, menjadi salah satu dampak negatif bagi keluarga.
KECENDERUNGAN AGRESIVITAS REMAJA DITINJAU DARI JENIS KELAMIN PADA SISWA SMP DI SEMARANG
Mochamad Rizky Hutomo;
Jati Ariati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (224.996 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.15425
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecenderungan agresivitas remaja ditinjau dari jenis kelamin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif komparasi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP Muhammadiyah 1 Semarang dengan jumlah subjek 133 terdiri dari 68 siswa laki-laki dan 65 siswa perempuan, teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan cluster random sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Skala Kecenderungan Agresivitas (17 aitem valid, α = 0,807), yang telah diujicobakan pada siswa SMP Muhammadiyah 1 Semarang. Data yang didapatkan berdasarkan hasil uji t menunjukkan nilai thitung= 0,990 (p <0,05) menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan pada kecenderungan agresivitas ditinjau dari jenis kelamin pada siswa SMP Muhammadiyah 1 Semarang.
HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY DENGAN INTENSI BERWIRAUSAHA PADA SISWA KELAS XI SMK NEGERI 3 JEPARA
Zuhrotul Aisyah;
Frieda NRH;
Endah Mujiasih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (106.981 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2013.7384
Keyakinan (self efficacy) secara tidak langsung berhubungan dengan usaha. Orang yang memiliki self efficacy tinggi cenderung akan mengembangkan usahanya untuk sukses. Individu yang memiliki kemampuan yang tinggi didapat dari pengalaman sukses sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dengan intensi berwirausaha pada siswa kelas XI SMK Negeri 3 Jepara. Pengumpulan data menggunakan Skala Intensi Berwirausaha (37 aitem) dan Skala Self Efficacy (31 aitem). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMK Negeri 3 Jepara yang berusia diatas 17 tahun sebanyak 130 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dan didapatkan sampel penelitian sebanyak 95 siswa kelas XI SMK Negeri 3 Jepara. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif yang signifikan antara self efficacy dengan intensi berwirausaha pada siswa kelas XI SMK Negeri 3 Jepara. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis regresi sederhana yang menghasilkan koefisien korelasi rxy = 0,680 dengan p = 0,000 (p<0,05). Nilai rxy yang positif menunjukkan arah hubungan positif, yang berarti semakin tinggi self efficacy maka semakin tinggi intensi berwirausaha siswa, sebaliknya semakin rendah self efficacy maka semakin rendah intensi berwirausaha siswa. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian diterima. Analisis data juga menunjukkan koefisien determinasi sebesar 0,462. Angka tersebut menjelaskan bahwa sumbangan efektif self efficacy terhadap intensi berwirausaha sebesar 46,2%, sedangkan sisanya sebesar 53,8% ditentukan oleh faktor-faktor lain
PENGALAMAN REMAJA SEBAGAI SINGLE MOTHER (STUDI FENOMENOLOGI PADA REMAJA PEREMPUAN YANG MENGALAMI MARRIED BY ACCIDENT
Yulianingsih, Arti Dwika;
Masykur, Achmad Mujab
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (165.732 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2019.23595
Masa remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Remaja akan membentuk interaksi yang lebih akrab dengan teman-teman,bahkan menjalin hubungan romantis dengan lawan jenis. Aktivitas hubungan romantis yang negatif dapat menimbulkan salah satu dampak yang negatif yaitu kehamilan di luar nikah yang berdampak pula pada pernikahan dini dan perceraian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalaman menjadi single mother pada remaja perempuan yang mengalami married by accident, serta untuk mengetahui bagaimana subjek memaknai pengalamannya menuju gerbang usia dewasa awal. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif fenomenologis dengan metode analisis eksplikasi data. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara kepada subjek penelitian yaitu remaja single mother usia 18-21 tahun yang menjadi single parent akibat married by accident. Hasil penelitian ditemukan faktor utama yang menjadi penyebab remaja menjadi single mother adalah pernikahan dini, ketidaksiapan dalam berumah tangga, konflik, perceraian, dan tidak adanya dukungan dari keluarga. Kendala yang dihadapi remaja single mother adalah kondisi ekonomi dan pendidikan yang rendah, omongan negatif orang lain, dan penyesalan masa lalu. Faktor yang mendukung remaja single mother adalah dukungan dari lingkungan sosial, kehadiran anak, motivasi, dan harapan yang dimiliki menuju usia dewasa awal.Â
PENGALAMAN PENYESUAIAN SOSIAL MAHASISWA ETNIS PAPUA DI KOTA SEMARANG
Stevan Krisyogi Barimbing;
Yohanis Franz La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (357.295 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2015.14900
Tujuan dari penelitian fenomenologis ini adalah memahami pengalaman penyesuaian sosial mahasiswa etnis Papuadi kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif fenomenologis. Subjek dalampenelitian merupakan tiga mahasiswa etnis Papua. Pemilihan subjek menggunakan purposive sampling dengankriteria-kriteria subjek yang telah ditetapkan oleh peneliti. Data dianalisis dengan menggunakan InterpretativePhenomenological Analysis (IPA). Pendekatan analisis data IPA dipilih karena adanya prosedur yang rinci dalammenganalisis data sehingga menghasilkan kedalaman makna terhadap berbagai latar belakang dari pengalaman unikyang dimiliki oleh subjek melalui wawancara. Metode wawancara yang digunakan adalah wawancara semiterstruktur. Pelaksanaan penelitian memperhatikan kode etik psikologis untuk menjamin kerahasian data subjek.Peneliti menemukan tiga tema super-ordinat dalam penelitian, yaitu; kesulitan membina hubungan sosial, kebutuhanakan penerimaan sosial, dan upaya pembenahan diri. Hasil penelitian ini menunjukkan pemaknaan kehidupan subjekmelalui pembenahan diri. Puncak dari pemaknaan tersebut adalah kepedulian sosial serta berbagi pengalamanpembenahan diri melalui kehidupan spiritual terhadap komunitas seetnis.