cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalempati@live.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Soedarto SH Tembalang Semarang Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal EMPATI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 2337375X     EISSN : 28291859     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 1,376 Documents
HUBUNGAN ANTARA TIPE KEPRIBADIAN TERINTEGRASI DENGAN KEPUASAN HIDUP PADA PAGUYUBAN LANJUT USIA SEHAT PMI SEMARANG Mugi Dwita Rahmanida; Dinie Ratri Desiningrum
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.022 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7602

Abstract

Kemampuan interaksi sosial lansia dipengaruhi oleh tipe kepribadian yang mereka miliki. Lansia dengan tipe kepribadian terintegrasi memiliki kemampuan untuk mengatur aktivitas dan selektif mengenai interaksi sosial, sehingga akan lebih memungkinkan untuk menerima kondisi dirinya, lebih aktif, dan lebih memungkinkan untuk beradaptasi akan kehilangan karena penuaan. Hal tersebut membantu lansia untuk mencapai kepuasan hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Tipe kepribadian terintegrasi dengan Kepuasan Hidup pada paguyuban lanjut usia sehat PMI Semarang. Populasi penelitian ini adalah 150 lanjut usia dengan sampel penelitian berjumlah 105 lansia. Penentuan sampel menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan 26 aitem valid skala Kepuasan Hidup terdiri (α=0,868)dan 23 aitem valid skala Tipe kepribadian terintegrasi (α=0,905).Kedua variabel diuji menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara Tipe kepribadian terintegrasi dengan Kepuasan Hidup pada Lansia yang ditunjukkan oleh angka korelasi rxy = 0,783 dengan p = 0,000 (p
PENGALAMAN MENIKAH PADA PEREMPUAN USIA REMAJA (Sebuah Studi Kualitatif Fenomenologi) Dalilatunnisa Qoniah; Karyono Karyono
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.813 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15207

Abstract

Pernikahan usia remaja masih banyak terjadi pada masyarakat Indonesia. Pada remaja yang organ-organ reproduksi seksual primer telah matang terdapat dorongan kuat untuk menjalin hubungan dengan lawan jenis. Salah satu tugas perkembangan remaja adalah mempersiapkan pernikahan dan kehidupan rumah tangga, akan tetapi ada beberapa remaja yang memilih atau terpaksa menikah dan memiliki anak. Tidak semua pernikahan remaja berjalan harmonis, beberapa remaja berstatus janda. Peneliti tertarik melakukan penelitian tentang pengalaman menikah perempuan usia remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis. Subjek dalam penelitian ini tiga remaja dengan usia pernikahan minimal satu tahun dan istri berusia 16-19 tahun. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, perekaman, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan pengalaman subjek 1 dan 2 yang dapat menjalani pernikahan secara harmonis, utuh, dan rukun. Hal ini dibuktikan dengan kemampuan subjek 1 dan 2 yang dapat menjalin komunikasi yang baik dengan pasangan, dapat saling memahami, dan mengutamakan keluarga. Pada subjek 3 harapan memiliki keluarga yang harmonis tidak terwujud. Hal ini dikarenakan setelah menikah subjek 3 langsung dijatuhkan talak dengan alasan pasangan hanya ingin merasakan menikah. Walaupun kecewa dan sedih, subyek 3 tidak menyerah dan tetap menjalani kehidupan rumah tangga. Ketika subjek 3 ditalak yang ketiga, subjek memutuskan menggugat cerai pasangan secara sah di pengadilan agama.
MOTIVASI BERPRESTASI DITINJAU DARI DUKUNGAN SOSIAL DAN TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA PADA SISWA RSBI SMA NEGERI 1 KAJEN KABUPATEN PEKALONGAN Harmifa Yanuarini; Imam Setyawan; Dinie Ratri Desiningrum
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.123 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.5252

Abstract

Penelitian ini memiliki dua tujuan, yang pertama untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan motivasi berprestasi, dan kedua untuk mengetahui perbedaan motivasi berprestasi berdasarkan tingkat pendidikan orang tua.Subjek penelitian adalah siswa program RSBI di SMA Negeri 1 Kajen, dengan rincian 64 siswa digunakan dalam try out dan 173 siswa digunakan dalam penelitian. Pemilihan subjek dilakukan secara cluster random sampling.  Pengambilan data menggunakan dua skala  yaitu skala motivasi berprestasi yang terdiri dari 27 aitem dan skala dukungan sosial orang tua yang terdiri dari 29 aitem serta tingkat pendidikan orang tua yang terlampir dalam identitas subjek. Analisis data dengan menggunakan Korelasi Spearman Rank dan Anava.Hipotesis pertama diterima, ditunjukkan koefisien korelasi rxy= 0,473 dengan tingkat signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Hasil analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara variabel dukungan sosial orang tua dengan variabel motivasi berprestasi pada siswa program RSBI di SMA Negeri 1 Kajen. Artinya semakin positif dukungan sosial orang tua maka semakin tinggi pula motivasi berprestasinya atau semakin negatif dukungan sosial orang tua maka semakin rendah motivasi berprestasinya.Hipotesis yang kedua diperoleh hasil p.ayah=0,336 dan p.ibu=0,728 (p<0,05). Hasil tersebut dapat diartikan bahwa motivasi berprestasi yang dimiliki siswa berdasarkan tingkat pendidikan orang tua memiliki perbedaan yang tidak signifikan. Artinya siswa dengan tingkat pendidikan orang tua dasar, menengah, maupun tinggi memiliki motivasi berprestasi yang sedikit berbeda.
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN KECEMASAN SISWA KELAS XII SMA NEGERI 3 TUBAN DALAM MENGHADAPI UJIAN NASIONAL BERBASIS KOMPUTER Qonita Pranasari; Yeniar Indriana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.83 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.23436

Abstract

Pengadaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) merupakan salah satu syarat untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih baik di jenjang berikutnya. Namun, walau adanya UNBK sudah diterapkan berulang kali, kekurangan dari sistem tersebut tetap dapat memicu timbulnya kecemasan pada siswa. Berdasarkan hal tersebut, untuk menanggulangi kecemasan, diperlukan adanya efikasi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan kecemasan siswa kelas XII dalam menghadapi UNBK. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XII SMA Negeri 3 Tuban berjumlah 230 dengan sampel penelitian 139 siswa yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan dua buah skala yaitu skala kecemasan (31 item valid, α = 0, 938) dan skala efikasi diri (31 item valid, α = 0,920). Hasil penelitian ini menunjukkan koefisien korelasi (rxy) = -0,711 dengan nilai p = 0,000 ( p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan diterima, yaitu terdapat hubungan negatif dan signifikan antara variabel efikasi diri dengan kecemasan. Semakin tinggi efikasi diri maka semakin rendah kecemasan. Sumbangan efektif yang diberikan oleh efikasi diri terhadap variabel kecemasan adalah sebesar 50,5% dan sisanya 49,5% ditentukkan oleh variabel lain yang tidak disebutkan dalam penelitian ini. 
ASERTIVITAS DAN PENYESUAIAN DIRI PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA FAKULTAS KEDOKTERAN Dias Amartiwi Putri Gavinta; Sri Hartati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.75 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.13673

Abstract

Menjadi mahasiswa kedokteran adalah impian banyak orang, namun bukan hal yang mudah untuk menjalani aktivitas sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran. Mahasiswa dituntut untuk mampu menyesuaikan diri dengan perubahan dalam sistem pembelajaran yang berbeda ketika berada di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asertivitas dengan penyesuaian diri pada mahasiswa tahun pertama Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa tahun pertama yang berjumlah 156 mahasiswa. Sampel penelitian berjumlah 85 mahasiswa yang diperoleh dengan convenience sampling. Data dikumpulkan dengan Skala Penyesuaian Diri (36 aitem; α= 0,89) dan Skala Asertivitas (20 aitem; α= 0,85). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara asertivitas dengan penyesuaian diri ( = 0,55; p < 0,001). Sumbangan efektif asertivitas terhadap penyesuaian diri sebesar 30%.
HUBUNGAN ANTARA IKLIM ORGANISASI DENGAN DISIPLIN KERJA PADA PEGAWAI Gaza Pahlevi; Anita Listiara
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.348 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.19983

Abstract

Disiplin kerja adalah sikap pegawai yang dapat berupa ketaatan maupun kepatuhan terhadap peraturan yang dibuat oleh organisasi. Iklim organisasimerupakan pandangan pegawai terhadap lingkungan dimana individu bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara iklim organisasi dengan disiplin kerja pada pegawai. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik convenience sampling sebanyak71 orang.Penelitian ini menggunakan dua skala sebagai alat ukur, yaituskaladisiplin kerja(36 aitem valid dengan α = 0,933) dan skala iklim organisasi (36 aitem valid dengan α = 0,953).Berdasarkan metode analisis regresi sederhana didapatkan hasil bahwa rxy = 0,710dengan p = 0,000 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara iklim organisasi dengan disiplin kerja. Semakin positif iklim organisasi maka akan semakin tinggi disiplin kerja. Sebaliknya, semakin negatif iklim organisasi maka disiplin kerja yang ditunjukkan pegawai akan semakin rendah. Besar sumbangan efektif (R Square) yang dihasilkan dari analisis regresi sederhana sebesar 0,503.   
PENGALAMAN PROSES KREATIF SENIMAN: SEBUAH PENDEKATANINTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS Aloisius Ganjar Sudibyo; Yohanis Franz La Kahija
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.701 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7496

Abstract

Tujuan penelitian dengan studi fenomenologis ini, adalah untuk memahami pengalaman proses kreatif seniman. Dalam penelitian ini, proses kreatif didefinisikan sebagai munculnyasuatu tindakan atas produk baru yang tumbuh baik dari keunikan individu di satu pihak maupun dari kejadian, orang-orang, dan riwayat hidupnya dilain pihak.Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Interpretative Phenomenologycal Analysis (IPA). Metode ini dipilih karena adanya prosedur yang rinci dalam menganalisis data. Prosedur yang detail tersebut membuahkan kedalaman makna terhadap berbagai latar belakang, pengalaman, peristiwa unik, dan pemikiran yang dimiliki subjek melalui wawancara. Peneliti menemukan bahwa penghayatan dalam berkesenian merupakan wujud kristalisasi perjalanan proses kreatif sebagai titik tolak dalam diri seniman untuk memperkaya jalan proses kreatif. Temuan ini didasari atas pokok perjalanan melalui pembentukan diri, penciptaan karya, pendalaman profesi seniman, dan penghayatan dalam berkesenian merupakan bagian-bagian yang tidak bisa dipisahkan. Tema-tema tersebut telah menjadi kesatuan dalam memahami pengalaman proses kreatif secara utuh. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan berguna bagi perkembangan keilmuan psikologi dalam bidang indegeneous and cultural psychology.
HUBUNGAN ANTARA NEGATIVE EMOTIONAL STATE DENGAN RESILIENSI PADA WARGA BINAAN NARKOTIKA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KEDUNGPANE SEMARANG Tsara Firdaus; Dian Veronika Sakti Kaloeti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.853 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.26534

Abstract

Kasus narkotika merupakan kasus terbesar di Indonesia, baik pengguna atau pengedar maupun bandar. Efek penggunaan narkotika dan tinggal di lapas menuntut warga binaan narkotika untuk memiliki kemampuan bertahan dan bangkit kembali setelah mengalami keterpurukan yang disebut sebagai resiliensi. Kemampuan ini dapat digunakan sebagai upaya pencegahan memburuknya kondisi psikologis warga binaan narkotika berupa negative emotional state (depresi, kecemasan, stres). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara negative emotional state dengan resiliensi pada warga binaan narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Kedungpane, Semarang. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 880 warga binaan, sebanyak 211 warga binaan diambil untuk sampel penelitian dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian terdiri dari dua skala yaitu DASS 21 (21 aitem dengan α = 0,916) dan Skala Resiliensi (34 aitem dengan α = 0,889). Hasil penelitian dengan analisis korelasional Spearman’s rho menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara negative emotional state dengan resiliensi dengan rxy = -0,308 dan p = 0,000 (p<0,01), artinya semakin rendah negative emotional state pada warga binaan narkotika maka resiliensi semakin tinggi, begitu pula sebaliknya.Temuan unik yang didapat yaitu negative emotional state pada warga binaan narkotika Lapas Kedungpane, Semarang berada pada taraf normal dimana penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan kondisi lapas yang cukup menekan psikologis.Program mapenaling dan detoksifikasi membantu negative emotional state pada warga binaan narkotika berada pada taraf normal.
PENGALAMAN MENJADI ABDIDALEM PUNOKAWAN KERATON NGAYOGYAKARTA HADININGRAT: Studi Kualitatif dengan Interpretative Phenomenological Analysis Priatama Gani Susila; Zaenal Abidin
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.383 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15062

Abstract

Abdidalem adalah seseorang yang melakukan pengabdian dengan tulus ikhlas untuk Keraton dan dalam pengabdiannya tersebut mereka mengharapkan berkah dari Keraton berupa rasa perlindungan dan ketentraman dalam menjalani kehidupan. Penelitian ini bertujuan memahami dunia pengalaman dan apa yang melatarbelakangi subjek menjadi abdidalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, serta mengetahui apa yang dirasakan abdidalem selama mengabdi pada Keraton. Subjek dalam penelitian ini berjumlah tiga orang laki-laki. Peneliti mendasarkan diri pada pendekatan fenomenologis, khususnya IPA (Interpretative Phenomenological Analysis). Peneliti menemukan tiga pokok inti dalam penelitian ini, yang terdiri dari: perjalanan menjadi abdidalem; dinamika kehidupan abdidalem; dan penghayatan menjadi abdidalem. Tahapan yang harus dilalui subjek untuk dapat diterima sebagai abdidalem adalah sowan bekti dan magang. Menjadi abdidalem merupakan sebuah pilihan dalam hidup subjek. Dorongan subjek untuk mengabdi adalah mencari perlindungan Keraton dan keinginan mendapatkan berkah Keraton berupa kesehatan dan rasa ketentraman. Keinginan melestarikan budaya Jawa dan mendapatkan wawasan seputar Keraton menjadi faktor pendorong lainnya. Subjek sangat berkomitmen terhadap kewajibannya sebagai abdidalem di Keraton. Dalam kehidupannya, abdidalem tetap aktif bersosialisasi dan memberikan pelayanan sosial untuk masyarakat sekitarnya. Abdidalem senang bisa menjadi bagian dari Keraton. Sifat nrimo dimiliki abdidalem dalam menerima kehidupannya dan mensyukuri nikmat yang diberikan padanya. Puncak pemaknaan terhadap pengalaman sebagai abdidalem adalah transformasi diri. Subjek merasakan perubahan yang berguna bagi diri serta kehidupannya. Subjek juga merasakan berkah ketentraman dalam menjalani hidup. Abdidalem juga mendapat wawasan tentang kebudayaan di Keraton. Makna Keraton bagi subjek adalah sebagai tempat mengharap berkah dan meminta perlindungan. Selain itu, Keraton juga sebagai sumber ilmu pengetahuan kebudayaan khususnya budaya Jawa.
HUBUNGAN ANTARA PARENTING SELF-EFFICACY DAN KONFLIK PEKERJAAN-KELUARGA PADA IBU BEKERJA YANG MEMILIKI ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI PT. “X” CIREBON Rizqi Amalia Rahmawati; Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.78 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21681

Abstract

Parenting self-efficacy adalah keyakinan diri orangtua terhadap kompetensinya dalam merawat dan memberikan pengasuhan pada anak yang secara positif memengaruhi perilaku dan perkembangan anak. Konflik pekerjaan-keluarga adalah penilaian terhadap ketidakmampuan ibu bekerja dalam menjalani tuntutan antara peran pekerjaan dan peran keluarga secara bersama-sama sehingga muncul konflik dimana urusan pekerjaan mengganggu keterlibatan dalam peran keluarga dan urusan keluarga mengganggu pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara parenting self-efficacy dan konflik pekerjaan-keluarga pada ibu bekerja yang memiliki anak usia sekolah dasar di PT. “X” Cirebon. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik convenience sampling dengan jumlah sampel sebanyak 47 karyawan wanita yang memiliki anak Sekolah Dasar (SD). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Skala Parenting Self-Efficacy (40 aitem, α = 0,957) dan Skala Konflik Pekerjaan-Keluarga (36 aitem, α = 0,947). Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara parenting self-efficay dan konflik pekerjaan-keluarga pada ibu bekerja di PT. “X” Cirebon (rxy = - 0,472; p<0,05) Parenting self-efficacy memiliki sumbangan efektif sebesar 22,3% terhadap konflik pekerjaan-keluarga dan 77,7% lainnya ditentukan faktor-faktor lain yang tidak di ukur dalam penelitian ini.

Page 20 of 138 | Total Record : 1376


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 6, Tahun 2024 (Desember2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 5, Tahun 2024 (Oktober 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 4, Tahun 2024 (Agustus 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 6, Tahun 2023 (Desember 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 5, Tahun 2023 (Oktober 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 1, Tahun 2023 (Februari 2023) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 6, Tahun 2022 (Desember 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 4, Tahun 2022 (Agustus 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 6, Tahun 2021 (Desember 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 (April 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021) Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 06, Desember 2021 Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 05, Oktober 2021 Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 6, Tahun 2020 (Desember 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 (Februari 2020) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019) Jurnal Empati, Volume 9, Nomor 1, Februari 2020 Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019) Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 3, Agustus 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 2, April 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018) Jurnal Empati, Volume 7, Nomor 4, Oktober 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 3, Agustus 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 2, April 2018 Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016) Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015 Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015) Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014) Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014) Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014) Vol 3, No 2 (2014): Empati Fak. Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 (April 2013) Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012) More Issue