Jurnal EMPATI
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Articles
1,376 Documents
HUBUNGAN ANTARA STUDENT ENGAGEMENT (KETERLIBATAN SISWA) DENGAN PRESTASI AKADEMIK MATA PELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 9 SEMARANG
Ulfatus Sa'adah;
Jati Ariati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (322.135 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.20148
Prestasi akademik merupakan indikator keberhasilan pembelajaran di sekolah. Sebagai remaja, siswa SMA mengalami perubahan sebagai tugas perkembangan dan memiliki banyak tantangan pendidikan sebagai syarat kelulusan, sehingga diperlukan Student Engagement (Keterlibatan siswa) dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara Student Engagement dengan prestasi akademik Mata Pelajaran Matematika pada siswa SMA. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 9 Semarang berjumlah 347 dan sampel penelitian berjumlah 234 siswa yang diperoleh dengan teknik Cluster sampling. Pengumpulan data menggunakan skala Student Engagement (21 aitem; α = 0,814) dan nilai prestasi akademik ujian tengah semester Mata Pelajaran Matematika. Analisis data menggunakan teknik korelasi Rank Spearman yang menunjukkan nilai (rs = 0,142; p = 0,030). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara Student Engagement dengan prestasi akademik. Penelitian ini juga menemukan adanya perbedaan Student Engagement pada jurusan IPA dan IPS, dimana Student Engagement pada jurusan IPA lebih tinggi dibanding jurusan IPS (MdnIPA = 59; MdnIPS = 56; p < 0,000).
THE RELATIONSHIP BETWEEN SELF-CONCEPT WITH ASSERTIVENESS IN CLASS X STUDENTS KESATRIAN 2 SENIOR HIGH SCHOOL SEMARANG
Anindyta Pusparani;
Achmad Mujab Masykur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (64.718 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7560
Assertiveness is important for teenagers, that allows teens to put themselves and perform the strategic, directed, controlled and steady activities, so teens can avoid the negative behavior. Assertiveness is consist of by several factors, one of which is influenced by self-esteem. A person with a positive self-esteem has a positive self-concept. This study aims to empirically examine the relationship of self-concept with assertiveness in class X Kesatrian 2 Semarang High School. The samples in this study using cluster random sampling technique and obtained a sample of 104 students. Data mining method using two scales of psychology. 36-item scale with a valid Assertiveness Scale (α = 0.922) and the Self-Concept Scale 36-item valid (α = 0.932). Data were analyzed using simple linear regression. The results showed a correlation coefficient (rxy) of 0.706 with p = 0.000 (p
KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS DITINJAU DARI STATUS PEKERJAAN IBU BEKERJA DAN IBU TIDAK BEKERJA PADA SISWA DI SMA ISLAM HIDAYATULLAH SEMARANG
Dwi Astuti;
Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (228.278 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.15151
Kesejahteraan psikologis adalah kemampuan individu untuk menerima dirinya dilihat dari norma yang berlaku di masyarakat, sehingga individu mampu merumuskan tujuan hidup dan memiliki keinginan untuk mengembangkan dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesejahteraan psikologis ditinjau dari status pekerjaan ibu bekerja dan ibu tidak bekerja pada siswa di SMA Islam Hidayatullah Semarang. Sampel penelitian berjumlah 109 siswa-siswi kelas X dan XI SMA Islam Hidayatullah Semarang yang diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Skala Kesejahteraan Psikologis (30 aitem valid, α = 0,897). Hasil analisis data menggunakan uji ANOVA menunjukan ada perbedaan kesejahteraan psikologis ditinjau dari status pekerjaan ibu bekerja dan ibu tidak bekerja pada siswa di SMA Islam Hidayatullah Semarang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ibu yang bekerja lebih berpengaruh terhadap kesejahteraan psikologis siswa dibandingkan ibu tidak bekerja (Mibubekerja = 91,13; Mibutidakbekerja= 75,49). Status pekerjaan ibu membantu siswa dalam menentukan tujuan dalam hidup siswa.
HARDINESS PADA SINGLE MOTHER (INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS PADA BURUH PABRIK BULU MATA PALSU DI KABUPATEN PURBALINGGA)
Dessi Nurpuspita;
Yeniar Indriana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (262.737 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.21855
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan memahami tentang hardiness pada single mother yang menjadi buruh pabrik bulu mata palsu di Kabupaten Purbalingga. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif fenomenologis dengan metode analisis interpretative phenomenological analysis. Partisipan dalam penelitian ini dipilih dengan teknik purposive. Berjumlah tiga orang yang merupakan single mother dan bekerja sebagai buruh pabrik bulu mata palsu. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan sebelumnya partisipan diberikan informed consent. Hasil penelitian menunjukan jika ketiga subjek memiliki kemampuan yang baik dalam menghadapi kehidupannya saat ini. Hal tersebut dapat dilihat dari dinamika kehidupan single mother dalam keluarga serta keadaan pekerjaannya saat ini.
REGULASI EMOSI PERAN IBU DARI ANAK SINDROM DOWN: Penelitian Kualitatif Fenomenologis pada Ibu dari Anak dengan Sindrom Down
Sarah Halimah;
Farida Hidayati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (195.781 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2015.13134
Seorang ibu yang mengetahui anaknya menyandang Sindrom Down akan merasakan berbagai reaksi emosional dalam dirinya. Emosi-emosi tersebut dapat mempengaruhi pikiran ibu dan pengasuhan terhadap anak Sindrom Down sehingga harus dikelola dengan baik. Kemampuan ibu mengelola emosi yang dirasakannya disebut regulasi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran regulasi emosi ibu dengan anak Sindrom Down. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif pendekatan fenomenologis. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumen rekaman dan catatan lapangan. Hasil penelitian menemukan bahwa ibu dengan anak Sindrom Down merasakan kesedihan yang mendalam saat mengetahui kondisi anak. Ketiga subjek mengelola emosi dengan cara yang beragam, yaitu mengelola emosi dengan bantuan dorongan positif dari keluarga, atau mengaji dan menenangkan diri selama beberapa bulan. Ketiga subjek berusaha memenuhi kebutuhan khusus anak melalui kegiatan terapi atau menyekolahkan anak. Ketiga subjek memahami keterbatasan pada anak Sindrom Down sehingga mengasuh anak dengan kesabaran. Ketiga subjek berhasil menerima kondisi anak dan memiliki harapan positif terhadap masa depan anak.
HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA SISWA SMP MUHAMMADIYAH 7 SEMARANG
Linawati, Rusda Aini;
Desiningrum, Dinie Ratri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (331.096 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.19738
Psychological well-being merupakan hal yang penting untuk dimiliki setiap individu, tidak terkecuali usia remaja. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi psychological well-being adalahreligiusitas.Religiusitas dapat mengendalikan tingkah laku anak yang beranjak pada usia remaja.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan psychological well-being pada siswa SMP Muhammadiyah 7 Semarang. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VII dan kelas VIII SMP Muhammadiyah 7 Semarang. Sampel penelitian berjumlah 49 siswa dengan menggunakan teknik stratifedcluster random sampling.Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi yaitu skala religiusitas (28 aitem, α = .85) dan skala psychological well-being (27 aitem, α = .87 ). Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukan koefisien korelasi rxy = 0,756 dengan p = .000 (p < .001) yang berarti terdapat hubungan positif antara religiusitas dengan psychological well-being. Semakin tinggi religiusitas maka semakin tinggi pula psychological well-being. Religiusitas memberikan sumbangan efektif sebesar 57,2 % terhadap psychological well-being siswa SMP Muhammadiyah 7 Semarang, 42,8 % sisanya ditentukan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP KUALITAS PRODUK DENGAN INTENSI MEMBELI BATIK QONITA PADA IBU-IBU PENGURUS BHAYANGKARI SEMARANG
Risnamasari Risnamasari;
Endah Mujiasih;
Nofiar Aldriandy Putra
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (291.778 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2013.7426
Batik Qonita merupakan batik yang banyak dikenal orang, karena gerainya belum tersebar diseluruh kota-kota besar, menjadikan banyak orang belum mengetahui motifnya. Kualitas produk merupakan kemampuan produk untuk memenuhi bahkan melebihi harapan konsumen. Baik dan berkualitas suatu produk karena adanya persepsi terhadap produk dalam diri konsumen. Persepsi yang terbentuk menyebabkan konsumen mempunyai kesan dan memberikan penilaian yang sesuai dengan apa yang dipersepsikannya. Keyakinan yang dimiliki oleh seorang konsumen terhadap produk membuat konsumen mempunyai kecenderungan untuk mengevaluasi dengan cara mendukung (positif) atau tidak mendukung (negatif). Sikap inilah yang pada akhirnya akan menciptakan niat dalam diri konsumen apakah memiliki intensi tinggi atau intensi rendah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap kualitas produk dengan intensi membeli batik Qonita pada ibu-ibu Bhayangkari Semarang. Sampel penelitian berjumlah 76 orang dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan simple random sampling yaitu pengambilan sampel secara random sederhana yang dilakukan dengan undian, yaitu mengundi nama-nama subjek dalam populasi. Pengambilan data menggunakan skala intensi membeli batik Qonita (30 aitem valid dengan α=0,907) dan skala persepsi terhadap kualitas produk (25 aitem valid dengan α=0,892) yang telah diujicobakan pada 35 ibu-ibu.Analisis regresi sederhana menunjukkan nilai koefisien korelasi persepsi terhadap kualitas produk dengan intensi membeli batik Qonita sebesar 0,541 dengan p=0,000 (p<0,005). Hipotesis yang diajukan peneliti, yaitu terdapat hubungan positif antara persepsi terhadap kualitas produk dengan intensi membeli batik Qonita pada ibu-ibu Bhayangkari Semarang dapat diterima. Persepsi terhadap kualitas produk memberikan sumbangan efektif sebesar 29,3% pada intensi membeli batik Qonita dan sebesar 70,7% dipengaruhi faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
MELAWAN SENDU, MEMELUK ASA (STUDI FENOMENOLOGIS MENGENAI POST-TRAUMATIC GROWTH PADA PASIEN PASCA STROKE)
Qonita Laras;
Imam Setyawan
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (176.929 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2019.26496
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika post-traumatic growth pada pasien pasca stroke dan mengeksplorasi faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi serta bagaimana proses post-traumatic growth pada pasien pasca stroke. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan metode fenomenologis dan teknik analisis yang digunakan adalah Deskripsi Fenomenologi Individual (DFI). Subjek yang dilibatkan dalam penelitian berjumlah tiga pasien pasca stroke yang dipilih menggunakan metode purposeful sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara semi-terstruktur. Temuan dari penelitian ini adalah pengalaman ketiga subjek mengalami post-traumatic growth di mana proses yang terjadi tidak mudah. Pada saat terserang stroke ketiga subjek memahami bahwa stroke adalah penyakit yang mengancam kehidupan sehingga mengalami tekanan batin dan krisis dalam kehidupan. Seiring waktu berjalan, subjek menilai bahwa stroke merupakan ujian dari tuhan sehingga ketiga subjek perlahan berusaha mengatasi krisis yang dialami. Post-traumatic growth yang muncul tidak terlepas dari faktor lingkungan subjek berupa dukungan dari keluarga maupun lingkungan sosial lainnya kepada subjek. Faktor internal juga berperan besar dalam pertumbuhan positif subjek seperti optimisme dan pengalaman spiritual yang terjadi pada masing-masing subjek. Ketiga subjek mengalami perubahan dalam hal peningkatan spiritual, hubungan kedekatan dengan keluarga dan sosial, kemungkinan baru dalam hidup, penghargaan hidup, dan kekuatan yang ada pada diri menunjukan adanya post-traumatic growth.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUANTENTANG LUPUS DENGAN KECENDERUNGANMEMBERIKAN DUKUNGAN SOSIAL KEPADAODAPUS (ORANG DENGAN LUPUS) PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 9 SEMARANG
One Meidyana Putri Suryani;
Annastasia Ediati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (233.292 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.14985
Penyakit Lupus termasuk penyakit yang tidak banyak dikenal di masyarakat. Jumlah penderita lupus cukup tinggi karena lebih banyak dari penderita AIDS. Namun, tingginya jumlah penderita lupus tidak diiringi dengan pengetahuan masyarakat tentang lupus, sehingga masyarakat cenderung kurang berperan banyak sebagai sumber dukungan sosial bagi penderita lupus. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara tingkat pengetahuan remaja tentang lupus dan kecenderungannya memberikan dukungan sosial kepada Odapus. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 9 Semarang. Sampel penelitian berjumlah 173 siswa yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Kecenderungan Memberikan Dukungan Sosial kepada Odapus (25 aitem; α = 0,911) dan Kuesioner Tingkat Pengetahuan tentang Lupus (20 aitem; α = 0,829). Analisis Kendall-tau menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang lupus dengan kecenderungan memberikan dukungan sosial kepada odapus (r = 0,031; p = 0.565). Penelitian ini juga menemukan adanya perbedaan gender dalam kecenderungan memberikan dukungan sosial kepada odapus, dimana remaja perempuan memiliki kecenderungan yang lebih tinggi dibanding remaja laki-laki (Mdnperempuan = 56; Mdnlaki-laki = 51; p < 0,001). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti ditolak dan terdapat perbedaan kecenderungan memberikan dukungan sosial kepada Odapus ditinjau dari perbedaan gender.
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN HARDINESS PADA MAHASISWA YANG MENGERJAKAN SKRIPSI DI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS DIPONEGORO
Della Widiastuti;
Yeniar Indriana
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (151.518 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.20245
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan hardiness pada mahasiswa yang mengerjakan skripsi di Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro Semarang. Hardiness adalah serangkaian sikap individu yang menggambarkan pola pemikiran, perasaaan serta tindakan individu agar dapat bertahan menghadapi masalah, yang ditandai dengan adanya komitmen terhadap aktivitas yang dilakukan, memiliki keyakinan dapat mengontrol kejadian dan hal-hal yang tidak terduga, serta memiliki pandangan bahwa perubahan dan masalah yang terjadi adalah suatu kewajaran dan merupakan tantangan. Populasi penelitian sebanyak 156 orang mahasiswa fakultas psikologi Universitas Diponegoro yang dalam proses menyelesaikan skripsi. Penelitian dilakukan kepada 60 orang mahasiswa yang masih dalam proses menyelesaikan skripsi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah insidental sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitan ini adalahskalahardiness(23aitem,α=0,859)danskalakonsepdiri(25aitem,α=0,910).Analisisdata yangdigunakanpadapenelitianinianalisisregresisederhana.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif signifikan antara konsep diri dengan hardiness dengan rxy= .531 p=.000 (p<0.05). Konsep diri memberikan sumbangan efektif sebesar 28,2% terhadap hardiness.