cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalempati@live.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Soedarto SH Tembalang Semarang Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal EMPATI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 2337375X     EISSN : 28291859     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 1,376 Documents
PENGALAMAN SAKIT PADA PENDERITA LUPUS : INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS Siti Azifatul Laeli; Karyono Karyono
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.956 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15409

Abstract

Penyakit lupus merupakan salah satu penyakit yang belum diketahui secara jelas penyebabnya. Rata-rata penderita penyakit lupus adalah wanita yang sedang pada masa produktif yaitu antara usia 15-40 tahun. Beberapa obat-obatan yang diberikan kepada penderita lupus hanya berfungsi untuk mengendalikan imun dan belum terdapat obat yang dapat menyembuhkan penderita dari penyakit lupus. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan pengalaman sakit yang dialami oleh penderita lupus serta upaya yang dilakukan selama kondisi sakit lupus. Subjek dalam penelitian ini yaitu dua wanita yang menderita lupus dengan usia antara 15-40 tahun dan telah mendapatkan penanganan medis minimal selama dua tahun. Penelitian kualitatif-fenomenologis ini menggunakan teknik analisis data Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sakit lupus membuat subjek khawatir tidak dapat memiliki keturunan dan juga menjalankan perannya sebagai istri maupun ibu. Di sisi lain, penderita lupus juga khawatir jika suami/calon suami tidak dapat menerima sakit lupus yang dideritanya. Proses pemeriksaan dalam rangka menegakkan diagnosa yang tepat membutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 6-12 bulan, karena gejala dari penyakit lupus yang menyerupai dengan penyakit lain. Selama menjalani pemeriksaan, subjek berharap bahwa sakit yang dialami bukan penyakit berat. Saat terdiagnosa lupus, subjek menolak kondisi tersebut. Penyakit lupus juga mengakibatkan penderitanya sulit untuk menjalankan aktifitas outdoor, mudah lelah dan juga menurunnya rasa percaya diri karena terjadi perubahan fisik seperti munculnya ruam di wajah dan juga kebotakan. Saat terjadi kambuh, subjek merasa pasrah atas kondisinya dan berharap Tuhan memberikan kesembuhan atas sakit lupus yang diderita. Subjek berharap pengobatan medis dan alternatif yang dijalani dapat membuat kondisi fisiknya semakin membaik. Dukungan dari keluarga dan kerabat membuat subjek menerima kondisi sebagai penderita lupus dan semakin termotivasi untuk sembuh.
PROFESI GURU YANG DIJALANI PENYANDANG TUNARUNGU Evi Pujiyanti; Kartika Sari Dewi; Costrie Ganes Widayanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.142 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.7358

Abstract

Keterbatasan pendengaran yang dimiliki penyandang tunarungu berpengaruh terhadap tugas perkembangan hidupnya, namun hal tersebut ternyata tidak menghalangi penyandang tunarungu untuk dapat berprofesi sebagai guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mengenai profesi guru yang dijalani oleh penyandang tunarungu.Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumen. Subjek kasus penelitian ini adalah penyandang tunarungu yang berprofesi guru, laki-laki dewasa madya yang telah berkeluarga, memenuhi kriteria diagnosis tunarungu serta tidak memiliki gangguan psikopatologis selain tunarungu,.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyandang tunarungu pernah menjalani jenis profesi lain sebelum berprofesi sebagai guru. Profesi guru diperoleh setelah melakukan pendekatan terhadap siswa dan mengajukan diri langsung ke sekolah. Profesi guru yang dipilih penyandang tunarungu muncul karena motivasi intrinsik seperti rasa pesimis bekerja di tempat lain, kepedulian dan keinginan memajukan penyandang tunarungu, serta motivasi ekstrinsik, yakni tuntutan kepala keluarga sebagai pencari nafkah dan status PNS. Tantangan internal yang dihadapi selama menjadi guru yaitu,rasa terpaksa, kesejahteraan kurang terpenuhi, dan reaksi emosi berupa marah dan kesal terhadap siswa. Tantangan eksternal yang dihadapi ialah hambatan diangkat PNS, keterbatasan komunikasi siswa, dan gangguan tambahan siswa penyandang tunarungu. Keputusan bertahan menjadi guru dipengaruhi oleh faktor internal, yakni penyesuaian diri, komitmen, spiritual focus coping, bangga serta tenang menjadi guru dan PNS. Kesempatan memperoleh gaji yang lebih besar ketika diangkat PNS kelak merupakan faktor eksternal untuk bertahan menjadi guru.Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa lingkungan memandang profesi guru yang dijalani penyandang tunarungu sebagai bentuk pengabdian, pemberdayaan alumni, prestasi, dan jalan untuk mencari nafkah.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN KEPERCAYAAN DIRI PADA PEMAIN FUTSAL UNIVERSITAS DIPONEGORO Sulistiyowati, Sulistiyowati; Indrawati, Endang Sri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.271 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.23569

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara dukungan teman sebaya dengan kepercayaan diri pada pemain futsal Universitas Diponegoro. Populasi penelitian ini berjumlah 210 pemain futsal Universitas Diponegoro, dengan sampel penelitian berjumlah 149 orang yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala psikologi model likert yang terdiri dari dua skala, yaitu skala dukungan teman sebaya (41 aitem, α = 0,928)  dan skala kepercayaan diri  (35 aitem, α = 0,933). Analisis data menggunakan analisis regresi sederhana dengan bantuan SPSS versi 21.0. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara dukungan teman sebaya dengan kepercayaan diri pada pemain futsal Universitas Diponegoro (rxy = 0,441, p = 0,000). Semakin positif dukungan teman sebaya maka kepercayaan diri semakin tinggi. Sebaliknya, semakin negatif dukungan teman sebaya maka kepercayaan diri semakin rendah. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,195, artinya dukungan teman sebaya memberikan sumbangan efektif sebesar 19,5 % pada kepercayaan diri. 
RELIGIUSITAS DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN MEMAKAI JILBAB GAUL PADA MAHASISWI UNIVERSITAS DIPONEGORO Nuha‘ Azizah Mas’ud; Prasetyo Budi Widodo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.719 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.14362

Abstract

Jilbab telah menjadi budaya baru masyarakat muslim Indonesia. Jilbab banyak digunakan oleh muslimah dari berbagai kalangan seperti mahasiswa, pelajar, dan karyawan. Model jilbab yang berkembang di Indonesia terdiri dari dua macam yaitu jilbab syar’i dan jilbab yang kurang syar’i yang biasa disebut jilbab gaul. Jilbab gaul kini telah banyak dipakai oleh mahasiswa dan para remaja. Bagi muslimah memilih model pakaian merupakan masalah yang penting dikarenakan dalam ajaran Islam terdapat aturan mengenai pakaian muslimah. Pengambilan keputusan memakai jilbab gaul salah satunya dipengaruhi oleh religiusitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan pengambilan keputusan memakai jilbab gaul pada mahasiswi Universitas Diponegoro. Teknik sampling yang digunakan yaitu cluster purposive sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mahasiswi Fakultas Psikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik sebanyak 275 subjek. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi yaitu skala religiusitas dan skala pengambilan keputusan memakai jilbab gaul. Analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara religiusitas dengan pengambilan keputusan memakai jilbab gaul pada mahasiswi Universitas Diponegoro (r = -0,251, p < 0,05), yang berarti bahwa semakin tinggi religiusitas maka semakin rendah pengambilan keputusan mamakai jilbab gaul. Religiusitas memberikan sumbangan efektif sebanyak 6,3% terhadap pengambilan keputusan memakai jilbab gaul.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN MOTIVASI BELAJAR DALAM PROGRAM SEKOLAH LIMA HARI DI SMAN 5 SEMARANG DIO WIRA PRATAMA; Diana Rusmawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.12 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.20059

Abstract

This study aims to determine the correlation between peers social support and the motivation of learning in Senior High School students 5, Semarang. Motivation to learn is a psychological condition that generates, moves, directs and maintains the behavior so that individuals do better and more creative so the students will be able to complete the task given by the teacher. Subjects in this study consisted of 119 students of class X which consisted mostly of middle and late adolescents. The sampling technique used by researcher is cluster sampling. This study uses two scales as a measuring tool: Peer Social Support scale (42items; α = 0,926) and Learning Motivation Scale (33 items; α = 0,916). The result of regression analysis shows a significant positive relationship between peer social support and learning motivation. (r = 0,500; p <0.001) Peer social support provides an effective contribution of 25% towards learning motivation.   
HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KOMPENSASI FINANSIAL DENGAN JOB INVOLVEMENT PADA PEGAWAI NEGERI SIPIL DI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH Rizky Meutia Ramadita; Harlina Nurtjahjanti
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.201 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7524

Abstract

Kesadaran akan pentingnya peran sumber daya manusia pada era globalisasi ini memiliki kontribusi yang tak kalah penting dalam pembangunan nasional. Salah satu strategi dilakukan dengan memperbaiki dan meningkatkan kinerja birokrasi atau organisasi publik. Keberhasilan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam menjalankan tugasnya di organisasi publik dapat ditinjau dari sikap pegawai pada pekerjaannya yang disebut dengan keterlibatan kerja. Faktor yang berpengaruh terhadap keterlibatan kerja atau job involvement di antaranya pemberian stimulasi berupa kompensasi finansial.      Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kepuasan kompensasi finansial dengan job involvement pada PNS di Badan Kepegawaian Daerah, Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana serta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Jawa Tengah. Populasi penelitian ini berjumlah 343 orang dengan sampel penelitian sebanyak 40 orang. Penentuan sampel menggunakan teknik  purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan skala job involvement terdiri dari 27 aitem (α = 0,875) dan skala kepuasan kompensasi finansial terdiri dari 33 aitem (α = 0, 910).      Hasil analisis regresi sederhana diperoleh rxy = 0, 395 dengan p = 0,006 (p<0,05), artinya ada hubungan positif yang signifikan antara kepuasan kompensasi finansial dengan job involvement. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi kepuasan kompensasi finansial maka semakin tinggi tingkat job involvement dan sebaliknya. Kepuasan kompensasi finansial memberikan sumbangan efektif terhadap variabel job involvement sebesar 15,6 % sedangkan 84,4 % berasal dari faktor-faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
MOTIVASI BERAFILIASI DAN MINAT MENJADI PASKIBRAKA PADA SISWA SMKN Andriani Andriani; Endang Sri Indrawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.63 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15098

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi berafiliasi dengan minat menjadi paskibraka. Hipotesis penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara Motivasi Berafiliasi dengan Minat Menjadi Paskibraka, artinya semakin tinggi Motivasi Berafiliasi maka semakin tinggi Minat Menjadi Paskibraka, dan sebaliknya. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini berupa dua skala, yaitu. Skala Motivasi Berafiliasi dan Minat Menjadi Paskibraka. Skala Minat Menjadi Paskibraka terdiri atas 28 aitem (α = 0,967). Skala Motivasi Berafiliasi terdiri atas 26 aitem (α = 0,943) Populasi penelitian ini berjumlah 80 siswa yang terdiri dari kelas 1-3 di SMKN 11 Semarang. Sampel penelitian adalah siswa kelas 1-3 di SMK N 11 Semarang, ditentukan dengan menggunakan teknik insidental sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linier. Berdasarkan analisis data yang dilakukan diperoleh nilai koefisien korelasi (rxy ) sebesar 0,806 dengan p =0,000 (p<0,01) Artinya hipoteis yang ada hubungan yang positif antara motivasi berafiliasi dengan minat menjadi paskibraka, dapat diterima. Nilai koefisien determinasi motivasi berafiliasi memberikan sumbangan efektif sebesar 64.9% hal menandakan bahwa menjadi paskibraka siswa dipengaruhi sebesar 64.9% oleh motivasi berafiliasi.
HUBUNGAN ASERTIVITAS DENGAN KONFORMITAS PADA MAHASISWA ANGGOTA ORMADA YANG BERLATAR BELAKANG BUDAYA JAWA DI UNIVERSITAS DIPONEGORO Yus Reza Fajriana; Anita Listiara
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.522 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21711

Abstract

 Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asertivitas dan konformitas pada mahasiswa yang berlatar belakang budaya Jawa di Universitas Diponegoro. Konformitas adalah kemampuan individu untuk menyesuaikan diri dengan cara merubah berbagai hal seperti: cara berbicara, berpakaian, dan penampilan agar individu diterima di dalam suatu lingkungan baru. Asertivitas adalah kemampuan seseorang untuk mengungkapkan pendapatnya dengan jelas tanpa melukai perasaan orang lain serta tidak mengabaikan hak-hak orang lain. Subjek penelitian 91 mahasiswa anggota ormada yang berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur yang didapatkan dengan teknik cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah skala konformitas (21 aitem, α = 0,835) dan skala asertivitas (23 aitem, α = 0,817). Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara asertivitas dengan konformitas (r = -0,237; p = 0,024  (p<0,05). Asertivitas memberikan sumbangan efektif sebesar 5,6%terhadap konformitas. 
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI POLA ASUH AUTORITATIF DENGAN INTENSI WIRAUSAHA PADA MAHASISWA UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Rifky Nugroho; Karyono Karyono
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2015.12997

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi pola asuh autoritatif dengan intensi wirausaha pada Mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang. Persepsi pola asuh Autoritatif adalah Persepsi terhadap pola interaksi yang digunakan orangtua terhadap remajanya yang ditandai dengan penerimaan dan kontrol dalam menghargai individualitas namun dengan tetap memberi batasan yang sesuai dengan norma yang ada sedangkan Intensi Wirausaha adalah niat yang ada pada individu untuk melakukan ataupun memulai kegiatan berwirausaha serta mencapai keberhasilan dalam berwirausaha. Populasi penelitian ini adalah Mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang yang terdiri dari Fakultas Ilmu Sosial dan politik serta Fakultas Psikologi. Sampel penelitian berjumlah 50 orang yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah Skala Psikologi, yaitu Skala Intensi Wirausaha (41 aitem valid, α = 0.782) dan Persepsi pola asuh autoritatif (26 aitem valid, α = 0.867). Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi 0,609 dengan p=0,000 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti, yaitu terdapat hubungan positif antara pola asuh autoritatif dengan intensi wirausaha dapat diterima. Semakin tinggi persepsi pola asuh autoritatif maka semakin tinggi pula intensi wirausaha , sebaliknya semakin rendah persepsi pola asuh autoritatif maka semakin rendah pula intensi wirausaha yang dimiliki.
HUBUNGAN ANTARA EMPATI DENGAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA SUAMI YANG MEMILIKI ISTRI BEKERJA Sari, Anggit Nurmalita; Fauziah, Nailul
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.96 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15432

Abstract

Kepuasan pernikahan merupakan penilaian subjektif mengenai kualitas hubungan pernikahan, yang didalamnya terdapat beberapa aspek yang harus terpenuhi oleh masing-masing pasangan, sehingga pasangan merasa puas akan pernikahannya. Individu dengan kepuasan pernikahan yang tinggi tandanya memiliki komunikasi, pemecahan masalah dan beberapa aspek dalam kepuasan pernikahan yang bagus dengan pasangan. Komunikasi yang bagus antar pasangan dapat dicapai dengan empati yang dimiliki antar pasangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara empati dengan kepuasan pernikahan pada suami yang memiliki istri bekerja. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 106 karyawan dengan sampel penelitian 52 karyawan. Penentuan sampel menggunakan cluster random sampling yaitu melakukan randomisasi terhadap kelompok. Pengumpulan data menggunakan Skala Empati dan Skala Kepuasan Pernikahan yang masing-masing terdiri dari 24 aitem dengan nilai α = 0.879 untuk Skala Empati dan α = 0.842 untuk Skala Kepuasan Pernikahan. Analisa data menggunakan analisis regresi sederhana yang menunjukkan hasil rxy = 0.476 pada p = 0,000 (p<0,001), artinya terdapat hubungan yang signifikan positif antara kedua variabel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa suami yang memiliki istri bekerja memiliki kepuasan pernikahan yang rendah, salah satunya dikarenakan memiliki empati yang rendah. Empati memberikan sumbangan efektif sebesar 22,7% sedangkan 77,3% sisanya berasal dari faktor-faktor lain yang tidak diungkapkan dalam penelitian ini.

Page 31 of 138 | Total Record : 1376


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 6, Tahun 2024 (Desember2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 5, Tahun 2024 (Oktober 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 4, Tahun 2024 (Agustus 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 6, Tahun 2023 (Desember 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 5, Tahun 2023 (Oktober 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 1, Tahun 2023 (Februari 2023) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 6, Tahun 2022 (Desember 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 4, Tahun 2022 (Agustus 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 6, Tahun 2021 (Desember 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 (April 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021) Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 06, Desember 2021 Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 05, Oktober 2021 Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 6, Tahun 2020 (Desember 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 (Februari 2020) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019) Jurnal Empati, Volume 9, Nomor 1, Februari 2020 Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019) Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 3, Agustus 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 2, April 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018) Jurnal Empati, Volume 7, Nomor 4, Oktober 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 3, Agustus 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 2, April 2018 Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016) Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015 Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015) Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014) Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014) Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014) Vol 3, No 2 (2014): Empati Fak. Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 (April 2013) Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012) More Issue