cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalempati@live.undip.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof Soedarto SH Tembalang Semarang Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal EMPATI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 2337375X     EISSN : 28291859     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 1,376 Documents
HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY DENGAN MOTIVASI BERWIRAUSAHAPADA MAHASISWA D III JURUSAN TEKNIK KIMIAUNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Sujatmoko, Mega Bagus; Karyono, Karyono
Empati Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi
Publisher : Empati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program D III lebih  banyak mengembangkan skill dengan memberikan praktik lebih banyak sehingga menjadikan mahasiswa lulusan D III menjadi tenaga kerja mandiri yang berkualitas dalam dunia usaha atau industri.Untuk mewujudkannya jurusan D III Teknik Kimia setiap waktunya berusaha meningkatkan kompetensi lulusan agar mampu bersaing dalam dunia kerja,dengan membekali mahasiswanya kemampuan berbahasa inggris,komputer,dan bidang kewirausahaan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dengan motivasi berwirausaha pada mahasiswa D III jurusanTeknik Kimia UNDIP.Karakteristik sampel pada penelitianini adalah mahasiswa D III Teknik Kimia UNDIP angkatan 2012  yang masih aktif. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 63 mahasiswa, diambil dengan menggunakan cluster random sampling.Alatukur penelitian yang digunakan adalah Skala Motivasi Berwirausaha dengan 22 aitem (α =0,858) dan Skala Self Efficacy dengan jumlah 26 aitem (α = 0,920 ).Hasil analisis data dengan menggunakan uji statistik parametrik, teknik regresi sederhana diperoleh koefisien korelasi rxy = 0,710, dengan p = 0,000.Hasil analisis menyatakan bahwa hipotesis diterima. Hasiltersebut menunjukkan terdapat hubungan positif antara motivasi berwirausaha dengan self efficacy.Semakin tinggi self efficacy individu maka semakin tinggi pula motivasi dalam berwirausaha, demikian juga sebaliknya. Variabelself efficacy memberikan sumbangan efektif sebesar50,4% sedangkan sisanya sebesar 49,6% lainya dipengaruhi oleh faktor lain  yang tidak dibahas dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA SELF-COMPASSION DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA PERAWAT INSTALASI RAWAT INAP RSUD KABUPATEN JOMBANG Dewi Sawitri; Siswati Siswati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.551 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.24410

Abstract

Psychological well-being adalah keadaan individu dalam mencapai keseimbangan psikis berdasarkan penilaian fungsi positif pada diri individu yang ditandai dengan penerimaan diri, relasi sosial yang positif, tujuan hidup, pengembangan diri, penguasaan lingkungan, dan otonomi. Self-compassion adalah penerimaan terhadap kekurangan pribadi, kesulitan, dan penderitaan yang dialami oleh individu dengan cara memberikan belas kasih dan kebaikan terhadap diri sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dengan psychological well-being pada perawat instalasi rawat inap RSUD Kabupaten Jombang. Populasi dalam penelitian ini yaitu 150 perawat dan sampel penelitian sebanyak 105 perawat inap di RSUD Kabupaten Jombang yang didapatkan dengan teknik cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala self-compassion (24 aitem valid α=0,882) dan skala psychological well-being (33 aitem valid α=0,887). Hasil analisis data menggunakan analisis regresi sederhana menunjukkan koefisien korelasi rxy=0,734 dengan p=0,000 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis diterima, yaitu terdapat hubungan positif antara self-compassion dengan psychological well-being pada perawat instalasi rawat inap RSUD Kabupaten Jombang, dengan sumbangan efektif sebesar 53,9%.
SELF-REGULATED LEARNING DAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 2 PURWOKERTO Windriya Sri Santika; Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.019 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.14946

Abstract

Prokrastinasi akademik merupakan suatu hal yang patut diwaspadai oleh seluruh siswa, salah satunya yaitu oleh siswa kelas XI, karena dapat berdampak pada penurunan prestasi akademiknya. Untuk mengurangi dampak tersebut, perlu adanya kontrol diri dalam belajar yang dapat menunjang dalam pencapaian tujuan belajarnya dengan cara mengatur dan mengendalikan sistem belajar yang dikenal dengan self-regulated learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-regulated learning dengan prokrastinasi akademik pada siswa kelas XI SMA Negeri 2 Purwokerto. Hipotesis penelitian ini adalah ada hubungan negatif dan signifikan antara self-regulated learning dengan prokrastinasi akademik pada siswa kelas XI di SMA Negeri 2 Purwokerto. Populasi penelitian adalah 299 siswa kelas XI dan sampel penelitian berjumlah 162 siswa. Sampel ditentukan dengan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan skala prokrastinasi akademik (30 aitem, α = .89) dan skala self-regulated learning (35 aitem, α = .90). Analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara self-regulated learning dengan prokrastinasi akademik (rxy = -.82 dengan p < 0.01), yang berarti bahwa semakin tinggi self-regulated learning maka semakin rendah prokrastinasi akademik. Self-regulated learning memberikan sumbangan efektif sebesar 67% terhadap prokrastinasi akademik. Bagi peneliti selanjutnya yang tertarik untuk mengadakan penelitian dengan topik yang sama disarankan agar lebih memperhatikan subjek penelitian dengan cara melakukan penelitian terhadap populasi yang lebih luas.
HUBUNGAN ANTARA KONFLIK PEKERJAAN-KELUARGA DENGAN PERILAKU KEWARGAAN ORGANISASI PADA GURU WANITA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI DI KECAMATAN SEMARANG TIMUR KOTA SEMARANG Fbyana Darcy Paat; Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.981 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.20191

Abstract

Guru wanita merupakan tenaga pendidik profesional yang memiliki peran di sekolah dan di keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konflik pekerjaan-keluarga dengan perilaku kewargaan organisasi pada guru wanita sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) di Kecamatan Semarang Timur Kota Semarang. Perilaku kewargaan organisasi merupakan perilaku individu di luar tanggung jawab yang dilakukan sukarela dan dilakukan untuk kemajuan organisasi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru wanita SMKN di Kecamatan Semarang Timur Kota Semarang. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 95 guru wanita yang didapatkan menggunakan teknik cluster random sampling. Penelitian ini menggunakan alat ukur Skala Konflik Pekerjaan-Keluarga (44 aitem, α= 0,973) dan Skala Perilaku Kewargaan Organisasi (43 aitem, α= 0,948). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara konflik pekerjaan-keluarga dengan perilaku kewargaan organisasi pada guru wanita SMKN di Kecamatan Semarang Timur Kota Semarang (rxy=-0,785; p<0,001). Sumbangan efektif konflik pekerjaan-keluarga terhadap perilaku kewargaan organisasi sebesar 61,6% dan 38,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini.  
LURUHNYA SILA KEDUA PANCASILA Hilda Maulika Ayudya
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.95 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7579

Abstract

Tawuran pelajar yang melibatkan tindakan kekerasan sudah menjadi sorotan publik yang tidak bisa dianggap sebagai hal ringan. Indonesia adalah negara berdasarkan Pancasila. Banyaknya tawuran hingga menelan korban merefleksikan sudah mulai luruhnya nilai-nilai luhur Pancasila. Tawuran merupakan perilaku yang bertentangan dengan nilai kemanusiaan khususnya pada Pancasila, yaitu sila kedua. Remaja mengalami ketegangan emosi yang tinggi sebagai wujud transisi dari jiwa anak-anak menuju dewasa. Salah satu unsur kepribadian yang penting dalam menghadapi tuntutan-tuntutan lingkungan adalah kecerdasan emosi. Kecerdasan emosi merupakan kemampuan mengenali perasaan diri sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, serta kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri maupun dalam berhubungan dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kecerdasan emosi pada pelajar pelaku tawuran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan fenomenologis. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek dipilih menggunakan teknik snowball dengan jumlah subjek semakin lama semakin besar. Hasil penelitian ditemukan bahwa gambaran kecerdasan emosi pelaku tawuran menunjukkan ketiga subjek menunjukkan sikap mudah terpengaruh dan memiliki dorongan belajar yang kurang karena sering membolos. Ketiga subjek memiliki solidaritas yang tinggi terhadap teman kelompoknya apabila menjadi korban tawuran. Subjek 1 dan 2 menunjukkan sikap pemalu, subjek 3 menunjukkan sikap kurang percaya diri. Subjek 1 dan 3 tertutup apabila memiliki masalah, subjek 2 terbuka dengan orang lain apabila ada masalah. Subjek 1 melampiaskan emosinya dengan bermain, subjek 2 dengan tidur, dan subjek 3 dengan minum minuman keras. Faktor pembentuk kecerdasan emosi pada ketiga subjek yang paling berpengaruh adalah lingkungan. Faktor lain yang mempengaruhi antara lain pola asuh, pengalaman, kepribadian, peraturan sekolah, dan usia.
GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, JENIS GENERASI, DAN PSYCHOLOGICAL EMPOWERMENT PADA KARYAWAN PT. X KARAWANG Mangundjaya, Werdhi H; Ratnaningsih, Ika Zenita
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.148 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15185

Abstract

Kepemimpinan merupakan hal penting dalam sebuah perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan transformasional dan psychological empowerment, serta melihat generasimana yang memiliki psychological empowerment tinggi. Psychological empowerment adalah keadaan kognisi yang aktif dirasakan individu, terdiri dari kumpulan konstruk kognitif seperti motivasi, pengalaman, persepsi, dankeyakinan diri individu dalam mengontrol tujuan dan cara untuk mencapai tujuan tersebut yang dibentuk oleh lingkungan sosial dan politik individu. Sampel dalam penelitian ini adalah 100 karyawan PT. X yang terdiri darilima divisi, yaitu Paper – Rotogravure, Offset, Admin, Marketing. Teknik sampling yang digunakan adalah convenience sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Gaya Kepemimpinan Transformasional dari Bassdan Avolio (MLQ 5X) (19 aitem, α = .92) dan Skala Psychological Empowerment dari Spreitzer (16 aitem, α = .90). Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara gaya kepemimpinan transformasional dan psychological empowerment (r xy = .47; ( p < .001), yang berarti bahwa semakin tinggi gaya kepemimpinan transformasional atasanmaka semakin tinggi psychological empowerment yang ditunjukkan karyawan. Gaya kepemimpinan transformasional memberikan sumbangan efektif sebesar 22% terhadap psychological empowerment. Sisa 78% merupakan sumbangan faktor-faktor lain yang tidak disebutkan dalam penelitian ini.Uji t menunjukan t(98)=.54 p = 0,59 (p>.05) sehingga tidak terdapat perbedaan nilai psychological empowerment yang signifikan pada generasi X dan Y. Saran untuk peneliti selanjutnya agar mempertahankan keutuhan aitem dalam skala adaptasi.
RELATIONSHIP BETWEEN THE PERCEPTION CURRICULUM CREDIT SEMESTER SYSTEM (SKS) WITH ACADEMIC ACHIEVEMENT MOTIVATION IN STUDENTS OF SMAN 78 JAKARTA Fajriati Nurhidayah; Prasetyo Budi Widodo; Dinie Ratri Desiningrum
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.99 KB) | DOI: 10.14710/empati.2012.423

Abstract

School education has a major role in improving the quality of eduvation  ,00aitems through the students academic achievement motivation. Students academic achievement motivation can be seen by the student perception of the curriculum semester credit system is applied in schools. This research was conducted to determine the relationship between perceptions of curriculum semester credit system with academic achievement motivation in students of SMAN 78 Jakarta.The population was 324 students with 177 students as the sample. Determination of the sample using cluster random sampling technique.  Cluster random sampling procedures are sampling conducted by randomization to the group. Data collection using academic achievement motivation scale consists of 35 aitems (α=0,855) and scale perception of curriculum semester credit system, which consists of 33 aitems (α=0,858).Simple regression analysis showed rxy=0,354 and p=0,000 (p<0,05), meaning that there is a significant positive relationship between perceptions of curriculum semester credit system with students academic achievement motivation SMAN 78 Jakarta. These result indicate that the positive perception of the curriculum semester credit system, the higher the academic achievement motivation. Conversely, the more negative perceptions of curriculum semester credit system, the lower the academic achievement motivation. The result of this study indicate that students academic achievement motivation SMAN 78 Jakarta are ini the high category and have a positive perception curriculum semester credit system. Perceptions of achievement motivation variable rate of 12,5%, while 87,5% came from other factors that are not disclosed in this study
HUBUNGAN ANTARA KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK E-COMMERCE DAN KOHESIVITAS KELOMPOK DENGAN SELF-ESTEEM PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA DI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS DIPONEGORO Sulton Firhanida; Frieda Nuzulia Ratna Hadiyati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.599 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.23420

Abstract

Self-esteem adalah keseluruhan penilaian diri mahasiswa mengenai perasaan keberhargaan dan kesejahteraan dirinya yang berdasarkan pada tingginya membership esteem, private collective self-esteem, public collective self-esteem, dan identity. Keputusan pembelian produk e-commerce adalah keputusan pembeli mengenai produk yang akan dibeli secara elektronik berdasarkan pada merek, penjual, jumlah produk, waktu pembelian, dan cara pembayaran. Kohesivitas kelompok adalah perasaan mahasiswa untuk bersatu dalam kelompok yang terlihat berdasarkan pada komponen sosial, tugas, kesadaran, dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keputusan pembelian produk e-commerce dan kohesivitas kelompok dengan self-esteem pada mahasiswa tahun pertama di Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro. Sampel penelitian sebanyak 144 mahasiswa yang dipilih dengan teknik cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala self-esteem (16 item valid, α = .843), skala keputusan pembelian produk e-commerce (16 item, α = .872), dan skala kohesivitas kelompok (16 item, koefisien reliabilitas sebesar .889). Hasil penelitian menunjukan bahwa self-esteem, keputusan pembelian produk e-commerce, dan kohesivitas kelompok subjek berada pada kategori yang tinggi. Berdasarkan hasil analisis statistik menggunakan analisis regresi linier berganda didapatkan koefisien korelasi untuk keputusan pembelian produk e-commerce dengan self-esteem sebesar .773 dengan p=.000 (p<.001). Sedangkan untuk kohesivitas kelompok dengan self-esteem sebesar .291 dengan p=.000 (p<.001). Lalu untuk keputusan pembelian produk e-commerce dan kohesivitas kelompok dengan self-esteem sebesar .780, dengan tingkat signifikansi sebesar p=.000 (p<0,001). Nilai koefisien korelasi menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan, antara keputusan pembelian produk e-commerce dan kohesivitas kelompok dengan self-esteem. Nilai koefisien determinasi sebesar .602, artinya keputusan pembelian produk e-commerce dan kohesivitas kelompok bersama-sama memberikan pengaruh sebesar 60,2% pada self-esteem.
KONSEP DIRI DENGAN KECENDERUNGAN BULLYING PADA SISWA KELAS XI SMK Maretha Ayu Saraswati; Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.335 KB) | DOI: 10.14710/empati.2015.13553

Abstract

Siswa kelas XI berada pada usia remaja yang ingin mencoba banyak hal baru. Pengalaman yang siswa peroleh akan membentuk konsep diri pada diri siswa. Remaja yang memiliki konsep diri yang positif, akan mampu untuk menghargai diri dan juga lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan kecenderungan bullying pada siswa kelas XI SMK Negeri 11 Semarang. Konsep diri adalah penilaian individu mengenai kemampuan dirinya serta  melakukan evaluasi dari lingkungan di sekitarnya. Kecenderungan bullying adalah keinginan yang mengarah pada keinginan untuk menyakiti orang lain yang lebih lemah, baik secara fisik maupun verbal dan non-verbal yang dilakukan secara berulang. Populasi penelitian terdiri atas 173 siswa kelas XI yang terdiri dari 6 kelas, dengan sampel penelitian adalah 84 siswa dari 3 kelas yang diperoleh dengan menggunakan cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Skala Konsep Diri (31 aitem; α= 0,91) dan Skala Kecenderungan Bullying (32 aitem; α=0,90). Hipotesis yang diajukan adalah adanya hubungan negatif dan signifikan antara konsep diri dan kecenderungan bullying. Analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan negatif dan signifikan antara konsep diri dengan kecenderungan bullying(rxy= -0,30; p < 0,001). Konsep diri memberikan sumbangan efektif sebesar 9% terhadap kecenderungan bullying, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lainnya.
JIWA-JIWA TENANG BERTABIR IMAN: STUDI FENOMENOLOGI PADA MAHASISWI BERCADAR DI UNIVERSITAS NEGERI UMUM KOTA YOGYAKARTA Dwi Retno Cahyaningrum; Dinie Ratri Desiningrum
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.134 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.19757

Abstract

Pro kontra terhadap pemakaian cadar yang digunakan oleh para muslimah untuk menutupi bagian wajah dan hanya menampakkan sepasang mata memicu adanya stereotip negatif yang telah lama berkembang di ranah domestik maupun internasional. Penelitian fenomenologi ini dilakukan untuk memahami pengalaman hidup empat orang mahasiswi bercadar di universitas negeri umum di Yogyakarta. Data diperoleh dari hasil wawancara semi terstruktur yang mendalam (indepth interview) dan diolah menggunakan prosedur eksplikasi data (Subandi, 2009). Hasil penelitian mengungkapkan dua faktor utama yang mendorong para partisipan untuk menggunakan cadar, yaitu pencarian jati diri dalam kehidupan beragama dan modeling terhadap figur wanita bercadar. Faktor internal dan eksternal juga diketahui telah memotivasi partisipan untuk memakai cadar. Kurangnya dukungan keluarga membuat para partisipan cenderung menyembunyikan identitas dirinya sebagai wanita bercadar di lingkungan keluarga dan kampung halamannya. Dukungan sosial dari kelompok wanita bercadar mendukung para partisipan untuk menunjukkan eksistensi dirinya di lingkungan Yogyakarta meskipun tiga orang partisipan pernah mengalami diskriminasi verbal dari masyarakat sekitar. Keputusan untuk bercadar merupakan proses konversi agama yang mengarahkan para partisipan untuk semakin mendalami kehidupan religius dan meningkatkan perilaku positif sebagai implementasi dari nilai-nilai agama yang diyakini, hal ini juga memengaruhi penyesuaian diri dan gambaran diri ideal partisipan terhadap pemenuhan tugas perkembangan di masa dewasa awal.

Page 36 of 138 | Total Record : 1376


Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 6, Tahun 2024 (Desember2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 5, Tahun 2024 (Oktober 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 4, Tahun 2024 (Agustus 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 3, Tahun 2024 (Juni 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 2, Tahun 2024 (April 2024) Jurnal Empati: Volume 13, Nomor 1, Tahun 2024 (Februari 2024) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 6, Tahun 2023 (Desember 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 5, Tahun 2023 (Oktober 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 4, Tahun 2023 (Agustus 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 3, Tahun 2023 (Juni 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 2, Tahun 2023 (April 2023) Jurnal Empati: Volume 12, Nomor 1, Tahun 2023 (Februari 2023) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 6, Tahun 2022 (Desember 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 5, Tahun 2022 (Oktober 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 4, Tahun 2022 (Agustus 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 3, Tahun 2022 (Juni 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 2, Tahun 2022 (April 2022) Jurnal Empati: Volume 11, Nomor 1, Tahun 2022 (Februari 2022) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 5, Tahun 2021 (Oktober 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 6, Tahun 2021 (Desember 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 4, Tahun 2021 (Agustus 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 (April 2021) Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021) Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 06, Desember 2021 Jurnal Empati, Volume 10, Nomor 05, Oktober 2021 Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 6, Tahun 2020 (Desember 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 (Agustus 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 (April 2020) Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 (Februari 2020) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019) Jurnal Empati, Volume 9, Nomor 1, Februari 2020 Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019) Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019) Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 3, Agustus 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 2, April 2019 Jurnal Empati, Volume 8, Nomor 1, Januari 2019 Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018) Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018) Jurnal Empati, Volume 7, Nomor 4, Oktober 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 3, Agustus 2018 Jurnal Empati Volume 7, Nomor 2, April 2018 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 (Oktober 2017) Vol 6, No 4 (2017): Oktober 2017 Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 (Juli 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017) Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016) Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016) Vol 4, No 4 (2015): Oktober 2015 Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 (Oktober 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 (Agustus 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 (April 2015) Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015) Vol 4, No 1 (2015): Januari 2015 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014) Vol 3, No 4 (2014): Oktober 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014) Vol 3, No 3 (2014): Agustus 2014 Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014) Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 (Januari 2014) Vol 3, No 2 (2014): Empati Fak. Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013) Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 (April 2013) Vol 2, No 4 (2013): Empati Fak. Psikologi Vol 2, No 3 (2013): Empati Fak. Psikologi Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012) More Issue