Jurnal EMPATI
Jurnal EMPATI is a scientific publication media that will be published six times a year in February, April, June, August, October, and December. Jurnal EMPATI is a scientific publication that accommodates scientific articles and empirical studies in Clinical Psychology, Developmental Psychology, Industrial & Organizational Psychology, Educational Psychology, Social Psychology, Psychometry, Experimental Psychology, and Applied Psychology.
Articles
1,454 Documents
HARGA DIRI DITINJAU DARI KEBUTUHAN AFILIASI DAN STATUS PERKAWINAN
Nadya Ariyani Hasanah Nuriyyatiningrum;
Prasetyo Budi Widodo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 (Agustus 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (258.99 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7548
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebutuhan afiliasi dengan harga diri dan perbedaan harga diri wanita ditinjau dari status perkawinan. Kebutuhan afiliasi adalah usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk dapat bersama dengan orang lain dengan cara mendekatkan diri, mempertahankan, dan memperbaiki hubungan. Harga diri merupakan penilaian individu terhadap dirinya sendiri baik secara positif maupun negatif. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling insidental.Populasi dalam penelitian ini adalah wanita di Kabupaten Pati dan Grobogan.Sampel penelitian berjumlah 282.Alat pengumpul data yang digunakan adalah skala kebutuhan afiliasi dan skala harga diri. Kedua skala disusun berdasarkan teori psikologi yang ada dan melalui proses uji coba. Proses tersebut menunjukkan koefisien reliabilitas skala kebutuhan afiliasi sebesar α=0,846 dan skala harga diri sebesar α=0,872. Analisis data menggunakan uji regresi linier sederhana dan independent t-test. Hasil yang diperoleh adalah ada hubungan yang signifikan antara kebutuhan afiliasi dengan harga diri dengan koefisien korelasi (rxy) sebesar 0,682 dan p=0,000 (p
HUBUNGAN ANTARA IKLIM ORGANISASI DENGAN KOMITMEN ORGANISASI PADA PETUGAS PEMASYARAKATAN KELAS I SEMARANG
Nuari Rahmawati;
Anggun Resdasari Prasetyo
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (375.415 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.15131
Komitmen organisasi merupakan suatu sikap yang membuat individu sebagai anggota organisasi memiliki hasrat untuk bertahan dalam organisasi, loyal terhadap organisasi, dan keinginan untuk terlibat dalam pekerjaan. Lingkungan kerja dalam suatu organisasi dapat memberikan dampak pada kinerja individu yang kemudian akan mempengaruhi sikap dan perilakunya dalam mempertahankan keanggotannya dalam organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara iklim organisasi dengan komitmen organisasi pada pegawai Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang. Populasi penelitian sebanyak 118 orang pegawai Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang. Uji coba diberikan kepada 35 orang pegawai dan penelitian dilakukan kepada 60 orang pegawai, yang ditentukan dengan menggunakan teknik random sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Skala Komitmen Organisasi (34 aitem, α = .907) dan Skala Iklim Organisasi (46 aitem, α = .944). Dari hasil uji statistik non-parametrik Kendall’s Tau menunjukkan adanya hubungan antara iklim organisasi dengan komitmen organisasi (r = .590; p = .000). Hal ini menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara iklim organisasi dengan komitmen organisasi pada pegawai petugas pemasyarakatan Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang. Iklim organisasi memberikan sumbangan efektif sebesar 70,8% terhadap komitmen organisasi.
HUBUNGAN ANTARA KOMITMEN ORGANISASI DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA KARYAWAN PT X
Bagas Adi Wicaksono;
Achmad Mujab Masykur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (278.52 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.21842
Perusahaan membutuhkan karyawannya untuk dapat melakukan perilaku extra role (tambahan). Organizational Citizenship Behavior adalah perilaku tambahan dalam bekerja yang ditunjukkan lewat sportmanship, civic virtue, helping behavior, organizational loyalty, organizational compliance, individual initiative, dan self development. Perilaku tambahan dalam bekerja patut diduga merupakan hasil dari adanya Komitmen Organisasi karyawan kepada perusahaannya. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui hubungan antara Komitmen Organisasi dengan Organizational Citizenship Behavior pada PT X. Sampel penelitian berjumlah 52 karyawan dengan pengumpulan data menggunakan Skala Organizational Citizenship Behavior (32 aitem valid, (α) = .880) dan Skala Komitmen Organisasi (35 aitem valid, (α) = .912). Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi (rxy) = .495 dengan nilai p = .000 (p< .001). Hasil terseebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti terbukti, yaitu terdapat hubungan positif yang signifikan antara variabel Komitmen Organisasi dengan Organizational Citizenship Behavior. Semakin positif Komitmen Organisasi maka akan semakin tinggi juga Organizational Citizenship Behavior. Sumbangan efektif yang diberikan pada penelitian ini sebesar 24,5%. Sebagian sisanya sejumlah 75,5% disebabkan oleh faktor lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini.
SEKS PRANIKAH BAGI REMAJA: Studi Fenomenologis pada Remaja yang Melakukan Hubungan Seksual Pranikah
Fisabella Dea Migiana;
Dinie Ratri Desiningrum
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 (Januari 2015)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (271.819 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2015.13122
Intimacy relationship pada remaja memiliki kecenderungan untuk melakukan seks pranikah. Berdasarkan data yang diperoleh dari BKKBN (2014), terdapat 46% remaja berusia 15-19 tahun sudah berani melakukan hubungan seksual pranikah. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan pengalaman remaja yang melakukan hubungan seksual pranikah, serta mengetahui faktor-faktor dan dampak yang dialami remaja yang melakukan hubungan seksual pranikah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Data diperoleh melalui wawancara dengan subjek penelitian. Karakteristik subjek penelitian adalah remaja berusia 18-21 tahun dan sudah pernah melakukan hubungan seksual pranikah. Berdasarkan hasil penelitian, kedua subjek memiliki latar belakang keluarga yang hampir sama, yaitu kurang terjalin kelekatan dengan orang tua. Kedua subjek merasa nyaman dan lebih terbuka dengan pacar, sehingga pacar dijadikan sebagai objek lekat. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya hubungan seksual pranikah adalah kurang terbukanya orang tua mengenai masalah seksual, adanya kesempatan untuk melakukan hubungan seksual pranikah, sumber informasi yang salah mengenai seksualitas, rasa ingin tahu yang tinggi, kebutuhan biologis, rangsangan seksual, dan pengaruh lingkungan pertemanan. Dampak dari berhubungan seksual dengan pacar membuat Subjek 1 ketagihan dan mengganggu pikirannya, sedangkan intensitas beribadah Subjek 2 menjadi kurang akibat berhubungan seksual dengan pacar.
HUBUNGAN ANTARA EMOTIONAL LABOR DENGAN BURNOUT PADA PEGAWAI BADAN PUSAT STATISTIK (BPS) KOTA SEMARANG
Sheila Amalia Hanum;
Siswati Siswati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 (April 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (344.477 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2017.19726
Burnout adalah suatu kondisi kelelahan baik secara fisik, mental, maupun emosional yang dihasilkan oleh kerja yang berlebihan. Emotional labor merupakan kemampuan individu dalam melakukan kontrol untuk mengelola emosi dengan menampilkannya secara profesional sesuai dengan tuntutan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara emotional labor dengan burnout pada pegawai BPS Kota Semarang. Subjek dalam penelitian ini adalah pegawai BPS Kota Semarang yang berjumlah 41 orang. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh dengan mengambil seluruh anggota populasi sebagai sampel. Penelitian ini menggunakan dua skala sebagai alat ukur, yaitu skala burnout (29 aitem, α = 0,906) dan skala emotional labor (27 aitem, α = 0,886). Berdasarkan analisis regresi sederhana didapatkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara emotional labor dengan burnout (rxy = -0,490 dengan p = 0,001). Semakin tinggi emotional labor maka akan semakin rendah burnout. Sebaliknya, semakin rendah emotional labor maka burnout yang dirasakan pegawai akan semakin tinggi. Emotional labor memberikan sumbangan efektif sebesar 24 % terhadap burnout.
AGRESIVITAS DITINJAU DARI KONTROL DIRI PADA REMAJA PEMAIN GAME ONLINE DI KOTA SEMARANG
Meytha Fitri Hapsari;
Endang Sri Indrawati;
Dinie Ratri Desiningrum
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (53.278 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2013.7414
Popularitas game online jenis agresif memberikan dampak sosial yaitu perilaku kekerasan dalam kehidupan nyata. Hal itu sejalan dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa game online jenis agresif menimbulkan perilaku agresif khususnya remaja laki-laki dan dewasa muda yang merupakan pemain yang paling setia game online. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kontrol diri dengan agresivitas. Karakteristik sampel pada penelitian ini yaitu remaja pemain game online di Kota Semarang. Jumlah sampel pada saat pelaksanaan penelitian berjumlah 60 orang yang diambil dengan menggunakan metode insidental sampling. Alat ukur penelitian yang digunakan adalah skala kontrol diri dengan 35 aitem (α = 0,880) dan skala agresivitas dengan 33 aitem (α = 0,892). Kedua skala tersebut disusun dengan penskalaan model Likert dan analisis statistik menggunakan komputer dengan program SPSS versi 20.0. Hasil analisis regresi sederhana diperoleh rxy = -0,538, dengan p = 0,000 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara kontrol diri terhadap agresivitas. Semakin tinggi kontrol diri maka agresivitas akan rendah.
PENGARUH PELATIHAN SELF-REGULATED LEARNING TERHADAP PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA SMP NEGERI 33 SEMARANG
Fikrotul Hanifah;
Diana Rusmawati
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 (April 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (354.352 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2019.24411
Penelitian ini bertujuan untuk menguji adanya penurunan perilaku prokrastinasi akademik pada siswa SMP Negeri 33 Semarang setelah diberikan pelatihan self-regulated learning. Metode yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Subjek penelitian berjumlah 56 siswa SMP Negeri 33 Semarang yang dibagi kedalam dua kelompok yaitu kelompok kontrol yang tidak diberi intervensi dan kelompok eksperimen yang diberi intervensi berupa pelatihan self-regulated learning. Pelatihan self-regulated learning disusun dengan mengacu pada aspek self-regulated learning dari Zimmerman (dalam Chen, 2002). Alat ukur yang digunakan adalah Skala Prokrastinasi Akademik (38 aitem, α = 0,900) yang disusun berdasarkan aspek yang dikemukakan oleh Schouwenburg (dalam Ferrari, 1995). Analisis dalam penelitian ini menggunakan Independent T-Test, perhitungan dilakukan dengan gain score dari pretest dan posttest skala prokrastinasi akademik. Hasil Uji Independent T-Test didapatkan nilai p (signifikansi) adalah 0,007 (p < 0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Selanjutnya dilakukan penghitungan efek pelatihan yang dilakukan terhadap penurunan tingkat prokrastinasi akademik dihitung dengan rumus Cohen, didapatkan angka 0,761 yang menurut klasifikasi Cohen (dalam Becker, 2000) termasuk dalam kategori memiliki efek yang besar dengan persentase 76%.
DINAMIKA PSIKOLOGIS MAHASISWA BERPRESTASI: Studi Kualitatif Deskriptif
Reza Muhammad Gusti;
Achmad Mujab Masykur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (226.229 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2016.14947
Mahasiswa berprestasi adalah mahasiswa yang berhasil mencapai prestasi tinggi, baik kurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai perjalanan hidup menjadi seorang mahasiswa berprestasi. Perjalanan hidup menjadi mahasiswa berprestasi berisi pengalaman dan peristiwa yang dialami sebelum menjadi mahasiswa berprestrasi yaitu dari masa kecil hingga pada saat meraih gelar mahasiswa berprestasi. Metode yang digunakan adalah deskriptif. Tujuan dari pendekatan deskriptif adalah membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu variabel, gejala, atau keadaan. Data dikumpulkan melalui wawancara terhadap subjek dan dianalisis dengan metode eksplikasi data. Subjek berjumlah tiga orang yang diperoleh dengan dengan cara purposif, yaitu mahasiswa berprestasi program sarjana tingkat perguruan tinggi tahun 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses menjadi mahasiswa berprestasi yang dialami ketiga subjek dimulai dari episode sebelum menjadi mahasiswa, menuju episode menjadi mahasiswa dan episode menjadi mahasiswa berprestasi. Episode sebelum mahasiswa dimulai dari pengasuhan yang dilakukan oleh orang tua yang membentuk karakter prestatif masing-masing subjek melalui pengasuhan yang mendorong untuk mandiri dan berprestasi baik secara akademik maupun non-akademik sampai dengan menjalani pendidikan dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas yang semakin memperkaya pengalaman subjek untuk berprestasi. Memasuki perguruan tinggi merupakan episode menjadi mahasiswa, yang menggambarkan usaha-usaha mewujudkan prestasi, baik melalui kegiatan akademik maupun non-akademik hingga subjek dapat terpilih menjadi mahasiswa berprestasi. Episode menjadi mahasiswa menjelaskan bagaimana subjek memaknai gelar yang diraih sebagai mahasiswa dan memaknai prestasi yang telah di raih. Subjek pertama menilai bahwa menjadi mahasiswa berprestasi dapat membuktikan diri sekaligus dapat menjadi inspirasi bagi adik tingkat. Subjek kedua memaknai gelar mahasiswa berprestasi terdapat sebuah tanggungjawab di baliknya. Begitu pula subjek ketiga, memaknai bahwa menjadi mahasiswa berprestasi merupakan salah satu cara membahagiakan orang tua dan cara yang dapat membimbing adik tingkat agar dapat berprestasi lebih di bidangnya.
HUBUNGAN ANTARA REGULASI DIRI DENGAN ACADEMIC SELF-HANDICAPPING PADA MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS DIPONEGORO YANG SEDANG MENGERJAKAN TUGAS AKHIR
Kalista Vidyadhara;
Dian Ratna Sawitri
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (270.281 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2018.20192
Kewajiban mahasiswa untuk menyelesaikan tugas akhir sebagai syarat kelulusan, telah menyebabkan munculnya indikasi strategi pertahanan harga diri yang justru merugikan mahasiswa. Academic self-handicapping adalah salah satu bentuk strategi perlindungan harga diri yang dapat menurunkan kualitas hidup dan prestasi akademik. Pada sisi lain, regulasi diri terbukti memiliki hubungan positif dengan pencapaian akademik yang dibutuhkan mahasiswa, terutama mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara regulasi diri dan academic self-handicapping. Populasi penelitian ini adalah 1914 mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Diponegoro yang sedang mengerjakan tugas akhir dan 144 orang diambil sebagai sampel menggunakan convenience sampling. Pengukuran dalam penelitian ini dilakukan menggunakan Skala Regulasi Diri (41 aitem; α = 0,914) dan Skala Academic Self-Handicapping (27 aitem; α = 0,858). Uji korelasi Spearman-Brown menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara regulasi diri dengan academic self-handicapping yang ditunjukkan dengan rxy = -0,229 dan p = 0,006 (p < 0,01). Semakin tinggi regulasi diri, maka semakin rendah academic self-handicapping. Mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir diharapkan dapat meminimalisir academic self-handicapping dengan menerapkan regulasi diri selama mengerjakan tugas akhir.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING CAREGIVER PENDERITA GANGGUAN SKIZOFRENIA
Ignatia Widyanita Vania;
Kartika Sari Dewi
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 (Oktober 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (210.452 KB)
|
DOI: 10.14710/empati.2014.7580
Gangguan skizofrenia tidak hanya menimbulkan penderitaan bagi individu penderitanya, tetapi juga menimbulkan stresor berat dan cenderung dirasakan sebagai beban bagi keluarga sebagai caregiver. Dukungan sosial yang dirasakan caregiver diharapkan dapat berfungsi sebagai strategi preventif untuk mengurangi stres dan konsekuensi negatif akibat merawat anggota keluarga dengan gangguan skizofrenia. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial yang dirasakan dengan psychological well-being pada caregiver penderita gangguan skizofrenia, dan mengetahui tipe dukungan sosial yang memberikan pengaruh paling signifikan terhadap psychological well-being pada caregiver penderita gangguan skizofrenia. Subjek penelitian adalah caregiver penderita gangguan skizofrenia. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik quota sampling, dengan sampel penelitian sebanyak 60 orang. Pengambilan data penelitian menggunakan dua skala, yaitu Skala Psychological Well-Being dan Skala Dukungan Sosial. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara dukungan sosial yang dirasakan terhadap psychological well-being pada caregiver penderita gangguan skizofrenia, dengan nilai F hitung sebesar 30,850 dengan taraf signifikansi sebesar 0,000 (p