cover
Contact Name
livana ph
Contact Email
livana.ph@gmail.com
Phone
+6289667888978
Journal Mail Official
livana.ph@gmail.com
Editorial Address
Jln Laut 31 Ngilir, Kendal
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Perawat Profesional
ISSN : 27149757     EISSN : 27156885     DOI : https://doi.org/10.37287/jppp
Core Subject :
Jurnal Penelitian Perawat Profesional merupakan sarana publikasi karya ilmiah bagi para peneliti kesehatan khususnya perawat profesional. Jurnal Penelitian Perawat Profesional diterbitkan oleh Global Health Science Group. Jurnal Penelitian Perawat Profesional menerbitkan artikel-artikel yang merupakan hasil penelitian dalam lingkup keperawatan yang berfokus pada temuan ilmiah yang menunjang keperawatan dan (10) pilar keperawatan, meliputi: keperawatan anak, keperawatan maternitas, keperawatan medikal-bedah, keperawatan kritis, keperawatan gawat darurat, keperawatan jiwa, keperawatan komunitas, keperawatan gerontik, keperawatan keluarga, dan kepemimpinan dan manajemen keperawatan
Arjuna Subject : -
Articles 388 Documents
Hubungan Pemberian MP-ASI Dini dengan Kejadian Gizi Kurang pada Bayi Usia 6-12 Bulan Desi Ariyanti; Nur Chamisah; Elviana Kartika; Ratna Sari; Muliza Muliza; Tiarnida Nababan
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 4 (2025): Agustus 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i4.72

Abstract

Gizi optimal sangat penting bagi tumbuh kembang bayi, salah satunya dipengaruhi oleh pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). MP-ASI yang diberikan terlalu dini sebelum usia 6 bulan dapat meningkatkan risiko terjadinya gizi kurang. Tujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian MP-ASI dini dengan kejadian gizi kurang pada bayi usia 6–12 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Gandapura Kabupaten Bireuen tahun 2024. Penelitian ni menggunakan desain kuantitatif deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ni adalah seluruh bayi usia 6–12 bulan di wilayah kerja tersebut yang berjumlah 64 bayi, dan seluruh populasi dijadikan sampel (total sampling). Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dokumentasi catatan status gizi bayi. Analisis univariat menunjukkan bahwa dari 26 bayi yang menerima MP- ASI tidak sesuai usia, sebanyak 16 bayi (61,5%) mengalami gizi kurang. Pendidikan bu yang rendah ditemukan pada 22 responden, dengan 10 di antaranya (45,5%) memiliki bayi dengan status gizi kurang. Sebanyak 27 keluarga memiliki pendapatan rendah, dan 13 di antaranya (48,1%) bayinya mengalami gizi kurang. Pengetahuan ibu tentang gizi yang kurang ditemukan pada 28 orang, dan 16 di antaranya (57,1%) bayinya mengalami gizi kurang. Uji chisquare menunjukkan bahwa seluruh variabel memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian gizi kurang (p< 0,05). Faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi antara lain tingkat pendidikan bu, pendapatan keluarga, dan pengetahuan bu tentang gizi. Pentingnya pemberian MP-ASI yang sesuai usia untuk mencegah terjadinya gizi kurang. Edukasi kepada bu mengenai waktu dan cara pemberian MP-ASI yang tepat perlu ditingkatkan untuk menurunkan risiko gangguan gizi pada bayi.
Analisis Tahapan Pelaksanaan Baby SPA Yusmaniar Yusmaniar; Nur Adnen; Zulfayani Zulfayani; Hanisah Hanisah; Cut Baren; Debora Paninsari
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 4 (2025): Agustus 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i4.73

Abstract

Periode seribu hari pertama kehdupan, mula dari dalam kandungan hingga usia dua tahun, merupakan masa yang sangat penting dan krusial dalam menentukan kualitas tumbuh kembang anak. Masa ini dikenal sebagai Golden Period, Wndow of Opportunty, dan Critical Period, dimana otak dan kemampuan motorik anak berkembang dengan sangat pesat. Pada masa ini stimulasi eksternal sangat dibutuhkan agar anak mencapai tumbuh kembang yang optmal. Salah satu bentuk stimulas yang dapat diberikan adalah melalui pelayanan Baby Spa. Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional, serta menggunakan analisis univarat dan bivarat untuk melihat distribusi data dan hubungan antar variabel. Analisis univarat menunjukkan bahwa dari 46 responden, sebanyak 29 orang (63%) telah melaksanakan tahapan Baby Spa secara lengkap. Sebagian besar pelaksana memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi (43,5%) dan mayoritas tempat pelaksanaan memiliki sarana prasarana yang lengkap (54,3%). Hasil analisis bivarat menunjukkan adanya hubungan yang signifkan antara tingkat pengetahuan pelaksana dengan kelengkapan tahapan Baby Spa (p=0,000), serta hubungan yang signifikan antara ketersediaan sarana dan prasarana dengan kelengkapan pelaksanaan Baby Spa (p=0,000).
Analisis Perbandingan Hasil Penelitian tentang Pengaruh Pijat Oksitosin terhadap Percepatan Involusi Uterus Shinta Ayu Nani; Desi Wijayanti Eko Dewi; Shinta Ika Sandhi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 4 (2025): Agustus 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i4.76

Abstract

Tingginya prevalensi komplikasi pascapersalinan akibat keterlambatan involusi uterus menjadi tantangan utama dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan maternal, sehingga memerlukan intervensi yang tidak hanya efektif dan terjangkau, tetapi juga berbasis pada evidensi ilmiah. Di antara alternatif nonfarmakologis yang kini mulai banyak dikaji adalah pijat oksitosin, meskipun temuan mengenai efektivitasnya masih menunjukkan ketidakkonsistenan antar studi. Oleh karena itu, artikel ini berfokus pada analisis komparatif terhadap efektivitas teknik pelaksanaan pijat oksitosin yang mencakup aspek waktu pemberian, frekuensi pelaksanaan, dan durasi intervensi dalam mendukung percepatan proses involusi uterus pada ibu dalam masa nifas. Penelitian ini mengadopsi pendekatan systematic literature review dengan metode deskriptif kualitatif. Sumber data terdiri dari enam artikel ilmiah yang diperoleh melalui pencarian sistematis menggunakan kata kunci terarah pada berbagai platform akademik daring. Proses analisis dilakukan secara tematik dan deskriptif-komparatif dengan mempertimbangkan data kuantitatif seperti nilai signifikansi statistik (p-value) dan rata-rata penurunan tinggi fundus uteri. Temuan menunjukkan bahwa lima dari enam artikel mendemonstrasikan adanya dampak positif pijat oksitosin terhadap percepatan involusi uterus. Teknik yang dinilai paling efektif adalah pijatan dengan durasi minimal 15 menit, dilakukan dua kali dalam sehari, serta dimulai dalam kurun waktu 24 jam pertama pasca persalinan. Sumbangsih utama dari artikel ini terletak pada pemetaan komprehensif terhadap parameter teknis dalam pelaksanaan pijat oksitosin dan pengajuan rekomendasi untuk penyusunan standar prosedur pelaksanaan dalam konteks praktik kebidanan komunitas. Sebagai kesimpulan, pijat oksitosin memiliki potensi besar untuk dijadikan intervensi pendukung yang dapat terintegrasi secara praktis dalam layanan perawatan ibu nifas.
Pengaruh Senam Prolanis terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Djefrry Leob; I Made Rai Mahardika; A. A Bagus Suryantara
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 5 (2025): Oktober 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i5.77

Abstract

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat di indonesia. Pengelolaan diabetes tidak hanya bergantung pada pengobatan farmakologis, tetapi juga memerlukan intervensi gaya hidup, termasuk aktivitas fisik. Senam prolanis (program pengelolaan penyakit kronis) merupakan salah satu bentuk intervensi non-farmakologis yang diterapkan di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh senam prolanis terhadap kadar gula darah pasien diabetes mellitus tipe II di Puskesmas IV Denpasar Selatan. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel terdiri dari 46 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Pengukuran kadar gula darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan alat glukometer. Analisis data menggunakan paired t-test. Sebelum dianalisis dilakukan uji normalitas wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden adalah perempuan (76,1%), tidak bekarja (71.7%), tingkat pendidikan responden tertinggi yaitu SMA (45,7%), gula darah sebelum melakukan senam prolanis rata-rata 164.85 mg/dl dan gula darah sesudah melakukan senam 120,39. Berdasarkan hasil uji paired sample t-test menunjukan nilai signifikansi (sig. 2-tailed) sebesar 0.000. Karena nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (p< 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara kadar gula darah sebelum dan sesudah senam prolanis. Selisih rata-rata yang positif menunjukkan bahwa kadar gula darah mengalami penurunan setelah melakukan senam.  
Fathering Patterns of Teenagers Towards Children with Stunting among the Bajo Tribe Rismanudin Rismanudin; Muhammad Syahrul Alam; Wiwiek Hidayati Jaya; Wahyuni Hafid
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 5 (2025): Oktober 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i5.81

Abstract

Being a teenage father presents several challenges, including unpreparedness, shifting expectations, and uncertainty about the future. This study explores the life experiences of teenage fathers from the Bajo community who are raising children diagnosed with stunting. This study aims to understand how they navigate the complexities of early parenthood. This study adopts a qualitative approach using phenomenological methods. In a qualitative approach, the researcher acts as the main instrument of research. The study involved 12 participants, namely fathers of adolescents experiencing stunting. Data was collected through interviews and analyzed using Amadeo Georgie's data analysis method. Findings indicate that although many teenage fathers initially feel unprepared for their parental responsibilities, the desire to provide a better life for their children and families serves as a strong motivator. One of the most significant challenges is uncertainty about the future, particularly regarding financial stability and relationships with partners. Social support from family, community, and cultural traditions plays an important role in helping teenage fathers overcome these challenges. This support system not only offers emotional and financial assistance but also guidance in adapting to their new roles. Understanding the experiences of these teenage fathers is important for developing empowerment efforts and ensuring the well-being of fathers and children in the Bajo tribe.
Asuhan Keperawatan Gerontik Gangguan Mobilitas Fisik pada Ny. S dengan Stroke Hemiparesis Kanan Rumah Sakit Lansia “The Season” Jepang Umi Sarah Fauziah Ali; Wasis Eko Kurniawan; Febi Septiani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 4 (2025): Agustus 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i4.82

Abstract

Prevelensi stroke secara global menunjukan lebih dari 80 juta orang hidup dengan menderita stroke. Hemiparesisi merupakan kelemahan ekstremitas yang salah satunya dapat disebabkan oleh stroke. Lansia dengan stroke sering mengalami gangguan mobilitas fisik akibat hemiparesis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas latihan Range of Motion (ROM) dalam meningkatkan kekuatan otot pada Ny. S, pasien lansia di Rumah Sakit "The Season", Jepang. Studi kasus deskriptif dilakukan pada lansia usia 88 tahun dengan hemiparesis kanan, afasia, dan demensia. Intervensi ROM pasif diberikan dua kali sehari selama tiga hari. Pengkajian menggunakan Manual Muscle Testing (MMT) dan observasi klinis. Hasil menunjukkan peningkatan kekuatan otot, serta penurunan kekakuan sendi. Pasien menunjukkan peningkatan partisipasi meskipun masih memerlukan bantuan. Latihan ROM terbukti memberikan dampak positif jangka pendek pada kekuatan otot dan mobilitas pasien stroke.
Hubungan antara Dukungan Keluarga dengan Kekambuhan pada Pasien Skizofrenia Tantri Maulani Putri
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.83

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang sering mengalami kekambuhan dan membutuhkan perawatan jangka panjang. Dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam pemulihan dan pencegahan kekambuhan. Mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kekambuhan pada pasien skizofrenia di Wilayah Kerja Puskesmas Gempol Kabupaten Cirebon tahun 2025. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 39 responden keluarga pasien skizofrenia menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner kekambuhan. Analisis data menggunakan uji Rank Spearman. Sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga kategori cukup (82,1%) dan kekambuhan kategori jarang (66,7%). Terdapat hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan kekambuhan (p = 0,010). Dukungan keluarga yang baik berperan dalam menurunkan risiko kekambuhan pasien skizofrenia.
Hubungan Tingkat Pengetahuan, Status Gizi dan Siklus Menstruasi dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri Regina Dwi Oktaviana; Erma Puspita Sari; Rini Gustina Sari
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 4 (2025): Agustus 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i4.85

Abstract

Anemia merupakan kondisi rendahnya kadar hemoglobin dan sel darah merah dari normal yaitu 12 gr/dl, remaja putri memiliki resiko tinggi mengalami anemia karena dapat membuat daya tahan pada tubuh menurun sehingga rentan menyebabkan gangguan kesehatan. Anemia disebabkan oleh pemahaman yang rendah tentang zat besi, kadar hemoglobin yang rendah, panjangnya durasi menstruasi, penyakit infeksi, status sosial serta pola makan yang tidak baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, status gizi dan siklus menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan desain deskriptif analitik melalui pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Makarti jaya pada bulan Juni 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri kelas VII dan VIII di SMP Negeri 1 Makarti Jaya berjumlah 165 remaja putri dengan menggunakan rumus slovin didapatkan jumlah sampel sebanyak 62 responden dengan teknikpengambilan sampel non random dengan metode Purposive Sampling. Menggunakan alat pengumpulan data berupa kuisioner pengetahuan, status gizi dan siklus menstrasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariate, analisis univariat meliputi kejadian anemia, tingkat pengetahuan, status gizi dan siklus menstruasi. Sedangkan analisis bivariate menggunakan uji chi square . hasil penelitian didapatkan p-value = 0,478 (sig> 0,05) artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kejadiana anemia, p-value = 0,018 (sig< 0,05) artinya ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadiana nemia, p-value = 0,000 (sig< 0,05) artinya ada hubungan yang signifikan antara siklus menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 1 Makarti Jaya.
Hubungan Perilaku Makan Orang Tua dengan Perilaku Picky Eater pada Balita Leli Anna Dewi Siregar; Tiarnida Nababan; Junita T. Lumban Toruan; Syahrina Siregar; Tapiomas Nungnunga
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 4 (2025): Agustus 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i4.87

Abstract

Anak balita memasuki periode finicky eating (rewel saat makan dan menjadi pemilih dalam memakan sesuatu). Perilaku picky eater dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu biologis, psikologis, sosial, perilaku makan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku makan orang tua dengan perilakupicky eater pada balita di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Langsa Baro. Desain penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional.Sampel dalam penelitian ini adalah suluruh balita dengan ibu yang mewakili anak sebagai sampel di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Langsa Baro sebanyak 61 orang dengan teknik purposive sampling penelitian ini di kumpulkan dengan datalangsung dari hasil wawancara kepada responden menggunakan kuesioner perilaku makan orang tua dan kuesioner Child Eating Behavior Questionnaire (CEBQ). Analisa data dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perilaku makan orang tua kurang baik sebanyak 34 responden (55,7%).Sebagian besar balita memiliki perilaku picky eater sebanyak 33 responden (54,1%).Ada hubungan perilaku makan orang tua dengan perilakupicky eater pada balita dengan p-value 0,000 (p<0,05).
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Ibu tentang Bounding Sejak Dini pada Anak Ummi Kalsum; Debora Paninsari; Vivi Fatimah; Ajeng Tri Mutia
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 4 (2025): Agustus 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i4.88

Abstract

Bounding merupakan bentuk peningkatan hubungan emosional mendalam antara orang tua dan anak, ditandai dengan ikatan batin yang kuat melalui interaksi terus-menerus dan penuh kasih sayang antara anak dan orang tuanya. Keberhasilan bounding antara ibu dan anak hingga usia 0–3 tahun penting karena masa ini krusial bagi pembentukan hubungan emosional yang sehat di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu tentang bounding sejak dini pada anak di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Glugur Darat Kecamatan Medan Barat Kota Medan. Desain penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki bayi di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Glugur Darat Kecamatan Medan Barat Kota Medan sebanyak 58 orang dengan teknik purposive sampling. Analisa data dikumpulkan dari hasil wawancara menggunakan kuesioner. Dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu tentang bounding sejak dini sebagian besar cukup sebanyak 28 responden (48,3%), sikap ibu tentang bounding sejak dini sebagian besar negatif sebanyak 39 responden (67,2%), bounding sejak dini yang diterapkan ibu sebagian besar kurang baik sebanyak 41 responden (70,7%). Hasil penelitian juga menyimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu dengan bounding sejak dinidengan p-value 0,000 (p<0,05) dan ada hubungan pengetahuan ibu dengan bounding sejak dinidengan p-value 0,016 (p<0,05).

Page 3 of 39 | Total Record : 388