cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
PERBANDINGAN KEBUGARAN JASMANI ANTARA SISWA SMP NEGERI 1 BOJONEGORO DAN SISWA SMP NEGERI 1 BALEN ADI PAMUNGKAS, WAHYU
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Kebugaran jasmani adalah kesanggupan dan kemampuan seseorang untuk melakukan pekerjaan tertentu atau relatif lama tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Perbedaan Tingkat Kebugaran Jasmani siswa SMPN 1 Bojonegoro dan SMPN 1 Balen berdasar prestasi akademik dan non akademik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik tes dan pengukuran. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII di SMPN 1 Bojonegoro dan SMPN 1 Balen, dengan mengambil satu kelas di masing-masing sekolah. Pada penelitian ini tingkat kebugaran jasmani diukur melalui alat ukur Multistage Fitness Test (MFT). Analisis data menggunakan mann-whitney  test. Berdasarkan hasil perhitungan data dari pengukuran ambilan oksigen maksimum, data tes kebugaran jasmani siswa sesuai kategori umur SMPN 1 Bojonegoro yang berada pada kategori below average sebanyak 4 siswa (14,29%), kategori poor sebanyak 24 siswa (85,71%) dan SMPN 1 Balen diperoleh data kebugaran jasmani siswa untuk kategori below average sebanyak 0 siswa (0,00%), kategori poor sebanyak 32 siswa (100,00%). Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan,  maka dilihat Dari hasil uji Mann-Whitney Test menunjukkan bahwa nilai signifikan (p=sig.) 0.028 lebih kecil dari nilai alpha (5%) atau 0,05. Sehingga dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima. Jadi ada perbedaan yang signifikan antara tingkat kebugaran jasmani siswa SMPN 1 Bojonegoro dan tingkat kebugaran jasmani siswa SMPN 1 Balen. Kata Kunci: Kebugaran Jasmani, Prestasi Siswa, MFT Abstract Physical fitness is someone's ability to do a work in a relatively long time without experiencing meaningful exhaustion. This study aims to determine differences Physical Fitness Level students Junior High School 1 Bojonegoro and Junior High School 1 Balen based academic and non-academic achievement. The method used in this study is a survey method with test and measurement techniques. The population in this study were students of class VIII in Junior High School 1 Bojonegoro and Junior High School 1 Balen, by taking one class at each school. In this study, the level of physical fitness was measured by means of measuring the MFT. data analysis uses Mann Whitney test. Based on the data calculation result of maximum oxygen uptake measurements, physical fitness test data of students by category Junior High School 1 Bojonegoro age who are in the category below average of 4 students (14.29%), poor category as many as 24 students (85.71%) and Junior High School 1 Balen physical fitness of the data obtained for the students under the category below average of 0 students (0.00%), poor category as many as 32 students (100.00%). Based on the data analysis and discussion, Mann-Whitney Test shows that significant score  (p=sig.) 0.028 is smaller than alpha score (5%) or 0.05. So H0 is rejected and H1 accepted. So there is a significant difference between the level of physical fitness of students Junior High School 1 Bojonegoro and level of physical fitness of students Junior High School 1 Balen. Keywords : Physical Fitness, Student Achievement, MFT
PENGARUH OLAHRAGA PERMAINAN REKREATIF DALAM MENINGKATKAN GERAK DASAR MANIPULATIF (MENENDANG) SISWA TUNAGRAHITA RINGAN (STUDI PADA SISWA KELAS 5 DAN 6 SEKOLAH DASAR ALPA KUMARA WARDANA II SURABAYA) PRAWATI, RACHMI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan Jasmani adaptif adalah sebuah program yang bersifat individual yang meliputi fisik atau jasmani, kebugaran, pola gerak dan keterampilan gerak dasar, keterampilan dalam aktivitas air, menari, permainan olahraga baik individu maupun beregu yang didesain bagi anak berkebutuhan khusus. Dalam pendidikan jasmani adaptif salah satu aktifitas yang cocok dengan jenis kecacatan tunagrahita adalah melalui pemainan olahraga. Permainan merupakan aktivitas sosial utama pada anak-anak. Dalam hal ini adalah permainan rekreasi yang diharapkan mampu meningkatkan gerak dasar manipulatif siswa tunagrahita ringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh permainan rekreasi dalam meningkatkan gerak dasar manipulatif khususnya menendang bagi siswa tunagrahita ringan di Sekolah Dasar Luar Biasa Alpa Kumara Wardana II Surabaya. Penelitian ini bersifat eksperimen semu dengan desain penelitian one group pretest – posttest design. Populasi dan sampel dari peneltian ini adalah seluruh siswa kelas 5 dan 6 Sekolah Dasar Luar Biasa Alpa Kumara Wardana II Surabaya yang sebanyak 12 siswa. 3 siswa kelas 5 dan 9 siswa kelas 6. Untuk mendapatkan hasil aktifitas gerak dasar manpulatif digunakan bentuk performence test yaitu tes menendang bola kearah gawang. Berdasarkan perhitungan data diperoleh hasil sebagai berikut, perbedaan hasil pretest dan posttest menendang bola ke arah gawang adalah sebesar 1,510. Karena X2 hitung lebih kecil dari X2 tabel (1,510 < 3,841) dengan taraf signifikasi 5% pada df 1, maka Ho diterima dan Ha ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara pembelajaran menggunakan permainan rekreasi dalam meningkatkan gerak dasar manipulatif siswa tunagrahita ringan di Sekolah Dasar Alpa Kumara Wardana II Surabaya setelah diberikan permainan menjatuhkan botol dengan menendang bola. Kata Kunci : Olahraga Permainan Rekreatif, Gerak Dasar Manipulati, Tunagrahita ringan  Abstract Adaptive Physical Education is an individual program that includes physical or physical fitness, movement patterns, and basic movement skills, skills in water activities, dancing, games both individual and team sport designed for children with special needs. In the adaptive physical education onea ctivity that matches the type of mental retardation disability is a sport game. The game is a major social activity in children. In this case is a recreational game that is expected to increase students' basic motion manipulative mild mental retardation disability. The purpose of this study was to determine how much influence the recreational game in improving basic manipulative especially kicking motion for mild mental retardation disability students in Extraordinary Alpa Kumara Wardana elementary schools II Surabaya. This study isa quasi-experimental research design with one group pretest-posttest design. Population and sample of this research a reall the 5th and the 6th graders Extraordinary Alpa Kumara Wardana Elementary School II Surabaya that as many as 12 students. 3 students in the 5th grade and 9 students in the 6th grade. To get the basic motion activities manipulative used form of performancetestis a testto kickthe balltowardsthe goal. Based on thecalculation ofthe dataobtainedthe following results, differences inpretest and posttestresults ofkickingthe ballinto the netamounted to1,510. BecauseX2 countis smallerthanX2table(1.510 <3.841) with asignificance level of5% ondf1, then Hois acceptedandHarejected. So it can be concluded that there is no significant influence of larning using recreational game in improving students’ basic motion manipulative of mild mental retardation disability students in Alpa Kumara Wardana Elementary School II Surabaya after giving a game by kicking the ball dropping bottles. Keywords: recreationalgames, the basic motionmanipulative, mildmental retardation disability.
HUBUNGAN PENGHASILAN ORANG TUA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN (STUDI PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 WONOAYU, SIDOARJO) BAGUS YUSDIANTO, ARIE
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Orang tua bertanggung jawab atas sarana dan motivasi belajar anak. Orang tua yang mempunyai penghasilan rendah, kebutuhan pokok anak pasti kurang terpenuhi.. Berbeda dengan orang tua yang berpenghasilan tinggi, kebutuhan anak pun akan dengan mudah terpenuhi. Seperti berangkat sekolah selalu sarapan, sepatu olahraga untuk mengikuti pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) bisa dengan mudah terpenuhi. Walaupun tidak dapat dipungkiri adanya kemungkinan anak yang serba kekurangan akibat penghasilan orang tua yang rendah, seperti anak berangkat sekolah tidak sarapan, sepatu olahraga juga tidak punya, atau sudah mulai rusak,  justru keadaan seperti itu dapat dijadikan motivasi untuk belajar lebih giat dalam pembelajaran (PJOK). Dalam hal ini dapat dikatakan penghasilan orang tua dapat berpengaruh pada motivasi belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan penghasilan orang tua terhadap motivasi belajar siswa dalam pembelajaran (PJOK) pada siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Wonoayu, Sidoarjo. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian non eksperimen melalui pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Wonoayu, Sidoarjo dengan jumlah sampel 100 siswa. Instrument penelitian ini menggunakan lembar biodata peserta didik dan angket motivasi belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Analisis data yang digunakan adalah korelasi tata jenjang (spearman). Hasil perhitungan data menunjukkan hasil rhitung sebesar -0,104 dan sign 2 (tailed) sebesar 0,305. Hal ini menunjukkan bahwa rhitung (-0,104) < rtabel 0,195 yang berarti H0 diterima dan H1 ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara penghasilan orang tua dengan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran (PJOK) pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Wonoayu, Sidoarjo. Kata Kunci : Penghasilan Orang Tua, Motivasi Belajar PJOK. Abstract  Parents are responsible for facilitating and motivating the education of their children. Parents with low income generally cannot completely afford the basic needs of the children need. In contrast with the wealth ones, the children basic needs are easily fulfilled. For instance, simply like the routines of breakfast before go to school and the availability of sport shoes for physical education, sport and health (PJOK) are effortless fulfilled. Yet, there is another possibility, the circumstances in which underprivileged children undergo, such as there is no breakfast every morning also the absence of inappropriate shoes for school can be a trigger to learn better and harder to create a bright future. In other words, the income of the parents influences children motivation in learning process. The objective of this research was to examine the correlation between parents’ income and student’s motivation in the learning process of physical education, sport, and health (PJOK) in the Seventh Graders of SMP Negeri 1 Wonoayu, Sidoarjo. This research applied non-experimental research within descriptive quantitative approach by using correlation design. The populations of this research were all of the Seventh Graders in SMP Negeri 1 Wonoayu, sidoarjo, meanwhile, the sample were 100 students. The instrument of this research used students’ biodata and questionnaire about students’ motivation in the learning physical education, sport and health. In analyzing the data, spearman correlation was employed. The results of calculations data showed the rvalue of -0,104 and sign 2 (tailed) of 0,305. This showed that the rvalue (-0,104) < rtable 0,195 which meant that H0 is accepted and H1 rejected. Therefore, it can be concluded that there was no significant correlation between parents’ income and students’ motivation in learning physical education, sport, and health of the seventh graders in SMP Negeri 1 Wonoayu, Sidoarjo. Key Words : Parents’ income, Motivation PJOK.  
SURVEI KETERLAKSANAAN KURIKULUM 2013 PADA MATA PELAJARAN PENJASORKES KELAS VII DAN VIII TAHUN AJARAN 2014/2015 DI SMP NEGERI SE-KECAMATAN KRIAN AKMALUDIN AKBAR, FIKRI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Implementasi Kurikulum 2013 secara serentak pada awal tahun ajaran 2013/2014 dan berlanjut pada periode kedua tahun pelajaran 2014/2015. Tahap awal sosialisasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menunjuk sekolah percontohan di masing-masing daerah untuk melaksanakan Kurikulum 2013. Pemilihan SMP Negeri di Kecamatan Krian karena Krian merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Sidoarjo yang memiliki 3 SMP Negeri yang memiliki prestasi akademik baik dan sudah melaksanakan Kurikulum 2013 sejak periode pertama. Menindak lanjuti hal tersebut,  penelitian ini bertujuan  mencari informasi tentang keterlaksanaan kurikulum 2013 khususnya pada mata pelajaran Penjasorkes kelas VII dan VIII tahun ajaran 2014/2015 di SMP Negeri Se-Kecamatan Krian. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei yang termasuk dalam kategori kuantitatif. Oleh sebab itu, penelitian ini menggunakan sampel dari suatu populasi serta menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Subyek penelitian ini adalah  SMP Negeri Se-Kecamatan Krian yaitu SMP Negeri 1 Krian, SMP Negeri 2 Krian dan SMP Negeri 3 Krian. Penganalisisan data didasarkan pada perhitungan persentase dari hasil pengisian instrumen kuesioner oleh responden. Hasil pengisian 3 responden dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah 83,32% dikategorikan “baik”, guru penjasorkes 88,57% dikategorikan “baik” dan siswa kelas VII dan VIII 77,43% dikategorikan “cukup baik”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterlaksanaan kurikulum 2013 khususnya pada mata pelajaran Penjasorkes kelas VII dan VIII tahun ajaran 2014/2015 di SMP Negeri Se-Kecamatan Krian ini sudah berjalan dengan baik dengan persentase 83,11%. Kata Kunci : Implementasi Kurikulum 2013, Pendidikan Jasmani Abstract Curriculum 2013 has been implemented jointly in the beginning of 2013/2014 study year and being continued to the second period in 2014/2015 study year. In the first socialization phase, the education department pointed school model in each region to implement this curriculum. The state junior high schools in Krian were chosen since Krian belongs to Sidoarjo Regency which has three state junior high schools with good academic achievements and has implementing the curriculum since the first period. Hence, the objective of this study was to find out the implementation of 2013 curriculum especially on physic, sport, and health education (Penjas orkes) subject to the seventh and eighth graders of 2014/2015 study year of the state junior high school in Krian. Research design of this study was survey research which belongs to quantitative research. Therefore, this study used sample from a population and used questionnaire as the research instrument to collect data. The subject of the research was the state junior high schools in Krian, they were; SMP Negeri 1 Krian, SMP Negeri 2 Krian and SMP Negeri 3 Krian. Data analysis was based on percentage counting of questionnaire result from respondents. There were three respondents in this research, they were; headmasters 83,32% in the category of "good", physical education teachers 83,32% in the category of "good", and students of seventh and eighth grades 77,43% in the category of "good enough". The result of the research shows that the implementation of 2013 curriculum especially on physic, sport, and health education (Penjasorkes) subject to the seventh and eighth graders of 2014/2015 study year in has been applied well by 83,11% of percentage. The result of the research shows that the implementation of 2013 curriculum especially on physic, sport, and health education (Penjasorkes) subject to the seventh and eighth graders of 2014/2015 study year in has been applied well by 83,11% of percentage. Keywords : Curriculum 2013 Implementation, physical education
PERBANDINGAN PELAKSANAAN PPL TAHUN 2013 DENGAN PPP TAHUN 2014 MAHASISWA FIK UNESA (STUDI PADA SMP, SMA DAN SMK YANG MENJADI MITRA P3G UNESA DI SURABAYA) GONGGO WICAKSONO, ARDHO
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Menurut Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pasal 10 ayat (1) menyatakan bahwa pemenuhan kompetensi guru sebagai agen pembelajaran dilakukan melalui pendidikan profesi. Sementara itu Permendiknas No.8 tahun 2009, tentang Program Pendidikan Profesi Guru, menyebutkan bahwa setiap tenaga kependidikan utamanya guru harus memiliki empat kompetensi dasar yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui perbedaan pelaksanaan PPL dengan PPP mahasiswa FIK UNESA dan program mana yang pelaksanaannya lebih baik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian non-eksperimen menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian komparatif Sedangkan populasi dalam penelitian ini adalah semua daerah yang bekerjasama dengan unesa dalam pelaksanaan PPL 2013 dan PPP 2014 dan sampel dalam penelitian ini adalah sekolah mitra P3G yang pernah digunakan untuk melaksanakan PPL 2013 dan PPP 2014 berjumlah 1 SMP, 4 SMA, dan 6 SMK. Sehingga semuanya berjumlah 11 Sekolah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, mengacu pada angket kuisoner menunjukkan program PPL tahun 2013 lebih baik dari PPP tahun 2014, hal ini dapat dibuktikan dari hasil perhitungan uji t yang menunjukkan bahwa nilai t tabel < t hitung (2,179< 2,690). Sedangkan Mengacu pada nilai masing-masing sekolah menunjukkan bahwa program PPP tahun 2014 lebih baik dari PPL tahun 2013, hal ini dapat dibuktikan dari hasil perhitungan uji t yang menunjukkan bahwa nilai t tabel < t hitung (2,179< -4,775). Kata Kunci : PPL (Program Pengalaman Lapangan), PPP (Program Pengelolaan Pembelajaran). Abstract According to Law No. 14 Year 2005 on Teachers and Lecturers, Article 10 paragraph (1) states that compliance with the competence of teachers as agents of learning is done through professional education. Meanwhile Permendiknas 8 in 2009, on Professional Teacher Education Program, says that every primary teacher education personnel should have four basic competencies, namely pedagogical, professional competence, personal competence and social competence. The purpose of this study was to determine differences in the implementation of the PPL with the PPP by FIK students UNESA and which program implementation is better. This type of research is non-experimental research using quantitative descriptive approach using comparative research design. While the population in this study are all areas in cooperation with Surabaya in the implementation of PPP PPL in 2013 and 2014 and the sample in this study is P3G partner schools that have been used to implement PPP PPL in 2013 and 2014 amounted to 1 junior high, high school 4, and 6 SMK. So that altogether 11 schools.  Based on the results of this study concluded that, referring to the questionnaire indicate PPL program in 2013 better than the PPP in 2014, it can be proved from the calculation of the t test showed that the value of t table <t (2.179 <2.690). While Referring to the value of each school showed that the PPP program in 2014 better than the PPL in 2013, it can be proved from the calculation of the t test showed that the value of t table <t (2.179 <-4.775). Keywords: The PPL ( program field experience ), PPP ( management programs learning )
PENGARUH PEMBERIAN REWARD TERHADAP HASIL BELAJAR SHOOTING BOLA BASKET (STUDI PADA KELAS SMA NEGERI 1 SOKO ) UTOMO, MULYO
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pembelajaran pada dasarnya adalah suatu upaya mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didik menjadi suatu yang aktual. Sehingga pengembangan potensi tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan belajar mengajar di sekolah. Untuk mencapai hasil belajar siswa pada tingkat yang optimal, guru olahraga diharapkan untuk menggunakan metode pembelajaran yang membuat siswa lebih aktif dan kreatif. Salah satunya dengan cara pemberian reward terhadap siswa yang sudah berhasil menuntaskan dengan baik dalam proses pembelajaran. Pada sekolah menengah atas   teradapat beragai perainan bola besar salah satunya bola baket. Bola basket merupakan permainan yang membutuhkan intensitas gerak siswa lebih banyak dan baik untuk kebugaran. Dalam permainan bola basket terdapat berbagai teknik dasar, diantaranya adalah 1.Menggiring bola (dribble) 2.Mengoper (passing), 3. Menembak (shooting) dan 4.Olah kaki (Footwork). Untuk melakukan shooting dibutuhkan koordinasi antara mata tangan dan kaki. Berdasarkan pengalaman peneliti waktu praktek pengalaman lapangan (PPL), peneliti menemukan permasalahan yang dialami siswa dalam melakukan shooting. Saat melakukan shooting siswa kesulitan dan kurang  termotivasi untuk melakukan shooting saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Sehingga peneliti menerapkan pemberian reward dalam penelitiannya. Tujuan penelitian ini adalah 1. Mengetahui Apakah ada pengaruh pemberian reward terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran shooting bola basket  pada siswa XI di SMA Negeri 1 Soko. 2. Mengetahui besarnya pengaruh pengaruh pemberian reward terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran shooting bola basket  pada siswa XI di SMA Negeri 1 Soko. Setelah melakukan penelitian selama 4 minggu yang terbagi dalam 4 kali pertemuan baik nk kelompok eksperimen dan maupun kelompok kontrol. Peneliti dapat menyimpulkan bahwa pemberian motivasi ekstrinsik berupa hadiah ternyata memberikan peningkatan signifikan pada siswa kelompok eksperimen sebesar 70,59% dan siswa kelompok kontrol sebesar 45,22%. Hal tersebut membuktikan bahwa penggunaan hadiah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil shooting bola basket pada kelompok eksperimen dibandingan dengan kelompok kontrol. Kata Kunci : reward, hasil belajar, shooting, bola basket. Abstract Learning is essentially an effort to develop the potential of students to be an actual. So that the development of this potential can be done through teaching and learning in schools. To achieve the learning outcomes of students at an optimal level, sports teachers are expected to use learning methods that make students more active and creative. One way to reward students who have successfully completed the well in the learning process. At the high school teradapat perainan beragai great ball one ball Baket. Basketball is a game that requires more intensity the student movement and good for fitness. In a basketball game there are many basic techniques, which are 1.Menggiring ball (dribble) 2.Mengoper (passing), 3. Shooting (shooting) and 4.Olah feet (Footwork). To perform shooting eye coordination is needed between the hands and feet. Based on the experience of researchers time practice field experience (ppl), researchers found that the problems experienced by students in doing the shooting. So the researchers applied the reward system in the research. The purpose of this study was 1. Knowing Is there any influence of the reward system to the learning outcomes of students in learning basketball shooting at XI students in Senior High School 1 Soko. 2. Knowing the magnitude of the effect the effect of reward on learning outcomes of students in learning basketball shooting at XI student at Senior High School 1 Soko After doing research for 4 weeks and is divided into 4 meetings both nk and the experimental group or the control group. Researchers were able to conclude that administration of extrinsic motivation in the form of gift turned out to provide a significant increase in the experimental group students by 70.59% and the control group students by 45.22%. It is proved that the use of gift giving significant influence on the results of shooting the basketball in the experimental group compared with the control group. Keywords : Reward, relust, shooting, basketball.
PERBEDAAN METODE LATIHAN (DRILL) DAN METODE BERMAIN TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING DALAM PERMAINAN FUTSAL PADA PESERTA EKSTRAKURIKULER DI SMK NEGERI 1 LAMONGAN DAN SMK NEGERI 2 LAMONGAN ADI AGUS SUSANTO, TRI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Secara umum, fungsi dari pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk mencapai masyarakat yang sejahtera. Untuk  mencapai tujuan tersebut di satuan pendidikan, ada dua kegiatan penting yang dilaksanakan di sekolah yaitu kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Intrakurikuler merupakan kegiatan belajar mengajar pada jam pelajaran, sedangkan ekstrakurikuler merupakan kegiatan penyaluran bakat dan minat siswa diluar jam pelajaran. Kegiatan ekstrakurikuler memiliki peran penting dalam pengembangan potensi diri siswa dan sebagai wahana untuk meraih prestasi non akademik. Tujuan dari penelitian ini adalah 1. Untuk mengetahui perbedaan metode latihan (drill) dan metode bermain terhadap hasil belajar passing dalam permainan Futsal pada peserta ekstrakurikuler di SMK Negeri 1 Lamongan dan SMK Negeri 2 Lamongan. 2. Untuk mengetahui besarnya pengaruh perbedaan metode latihan (drill) dan metode bermain terhadap hasil belajar passing dalam permainan Futsal pada peserta ekstrakurikuler di SMK Negeri 1 Lamongan dan SMK Negeri 2 Lamongan. 3. Untuk mengetahui mana yang lebih baik antara metode latihan (drill) dan metode bermain terhadap hasil belajar passing dalam permainan Futsal pada peserta ekstrakurikuler di SMK Negeri 1 Lamongan dan SMK Negeri 2 Lamongan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah siswa yang mengikuti ekstrakurikuler futsal di SMK Negeri 1 Lamongan dan SMK Negeri 2 Lamongan dengan sampel masing-masing perwakilan sekolah 30 siswa total 60 siswa. Hasil penelitian diperoleh ada perbedaan yang signifikan antara metode latihan (drill) dengan metode bermain terhadap hasil belajar passing pada peserta ekstrakurikuler futsal di SMK Negeri 1 Lamongan dan SMK Negeri 2 Lamongan. Hal ini berdasarkan hasil thitung(4,181) >  t tabel (2,011) dengan taraf signifikan 0,05. Besar perbedaan hasil belajar passing futsal antara metode latihan (drill) dan metode bermain yaitu sebesar 5,64 %. Maka dapat disimpulkan bahwa metode latihan (drill)  lebih baik dari metode bermain terhadap hasil belajar passing futsal. Kata Kunci: Metode Latihan (drill), Metode Bermain, Hasil Belajar, Passing, Futsal   Abstract Generally, the function of national education is to develop the potential of students to achieve a prosperous society. In order to achieve it in education, there are 2 important activities in the school, Which are intracurricular activity  and extracurricular activity. Intracurricular is a learning activity in school hours, while extracurricular is a learning activity to distribute student's talent and interest outside of school hours. Extracurricular has an important role to develop the student potential and to reach non academic achievement. The purpose of the study are 1. To compare the differences between training method (drill) and playing method toward passing learning result in futsal extracurricular participants of SMK Negeri 1 Lamongan and SMK Negeri 2 Lamongan students. 2. To find out the magnitude of this influence of training method (drill) and playing method toward passing learning result in futsal by extracurricular participants of SMK Negeri 1 Lamongan and SMK Negeri 2 Lamongan students.  3. To know which of the two methods is better,  toward passing learning result in futsal extracurricular participants of SMK Negeri 1 Lamongan and SMK Negeri 2 Lamongan students. This research used apparent experiment method (quasi experiment) with quantitive approach. The research participants are the students who join futsal extracurricular activity in SMK Negeri 1 Lamongan and SMK Negeri 2 Lamongan, which used samples of 30 students for each school, so the total samples  are 60 students. The result of the study shows the difference significance  between training method (drill) and playing method toward passing learning result in futsal by extracurricular participants of SMK Negeri 1 Lamongan and SMK Negeri 2 Lamongan students. Based on count the result of tcount(4,181) >  ttable (2,011) with a significance level of 0,05. The difference result of passing learning between training method (drill) and playing method is 5,64%. So can be concluded that training method (drill) is better than playing method in futsal passing study. Keywords: Training method (drill), Playing method, Learning result, Passing, Futsal
MENINGKATKAN KESEGARAN JASMANI SISWA KELAS V MELALUI PERMAINAN BOLA VOLI DI SD NEGERI MOJO VI 225 SURABAYA JUSUF, SAFRI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani pada dasarnya merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan. Oleh karena itu, pelaksanaan pendidikan jasmani harus diarahkan pada pencapaian tujuan tersebut. Tujuan pendidikan jasmani bukan hanya mengembangkan ranah jasmani, tetapi juga mengembangkan aspek kesehatan, kebugaran jasmani, keterampilan berfikir kritis, stabilitas emosional, keterampilan sosial, penalaran dan tindakan moral melalui kegiatan aktivitas jasmani dan olah raga. Agar standar kompetensi pembelajaran pendidikan jasmani dapat terlaksana sesuai dengan pedoman, maksud dan juga tujuan sebagaimana yang ada dalam kurikulum, maka guru pendidikan jasmani harus mampu membuat pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Untuk itu perlu adanya pendekatan, variasi maupun modifikasi dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil pengamatan dan hasil evaluasi belajar siswa menunjukkan bahwa dengan penggunaan metode permainan dapat meningkatkan kesegaran jasmani, dibanding sebelum Siklus I dan siklus sebelum menggunakan metode permainan dalam meningkatkan kesegaran jasmani pada siswa Kelas V. Data menunjukkan sebelum diadakan tindakan kelas melalui tahapan-tahapan siklus, refleksi, rekomendasi dan catatan lapangan nilai rata-rata mencapai 59%. Hasil evaluasi belajar Siklus I mencapai nilai rata-rata 75.43%, nilai rata-rata pada Siklus II mencapai nilai rata-rata 80.33%. Berarti dari sebelum Siklus 1 ada kenaikan 16.59%, kemudian dari Siklus I tahap Siklus II nilai ada kenaikan nilai rata-rata 4.77% dapat dikatakan berhasil, berarti penggunaan metode permainan dapat meningkatkan kesegaran jasmani. Kata Kunci: Permainan bola voli, peningkatan kesegaran jasmani. Abstract Physical education is essentially an integral part of the education system as a whole. Therefore, implementation of physical education should be directed at achieving these goals. The purpose of physical education is not only to develop the physical realm, but also to develop aspects of health, physical fitness, critical thinking skills, emotional stability, social skills, reasoning and moral action through physical activity and sport. In order for learning competency standards of physical education can be accomplished in accordance with the guidelines, goals and objectives as well as in the curriculum, the physical education teacher should be able to make learning effective and fun. For that we need the approach, variation or modification in learning. Based on observations and student evaluation results show that the use of the method can improve the physical fitness game, compared to before the first cycle and cycles before using the game to improve students' physical fitness in Class V. Data  show  prior  to e ach class  action  through the stages of the cycle, reflections,  recommendations  and  field notes the average  value  reached  59 %. Evaluation  of  learning outcomes  Cycle I reach an average  value of 75.43 %,  the average value of the Cycle  II  reaches  an  average  value  of 80.33 %. Means of pre- existing Cycle 1 % rise in 16:59, then  from  the  Cycle  I  Cycle  II phase  values ??there increase the average value of 4.77 %   can   be said to   be successful,  meaning the use of games can increase physicalfitness. Keywords: volleyball game, improved physical fitness.
MENINGKATKAN PASING BOLAVOLI MELALUI PERMAINAN LEMPAR TANGKAP BOLA (STUDI PADA SISWA KELAS VI SDN SAMBIKEREP II/480 TAHUN PELAJARAN 2012/2013) SUPARNI,
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Permainan bolavoli memerlukan koordinasi gerak dasar antara lain pasing bawah, pasing atas dan smes dengan demikian semakin baik tingkat penugasan koordinasi gerak dasar siswa akan semakin mudah dalam mempelajari kemampuan bermain bolavoli. Bermain lempar tangkap bola voli merupakan suatu metode atau pendekatan belajar yang dapat membantu kesulitan siswa dalam pembelajaran bolavoli khususnya koordinasi gerak dasar pasing bawah, pasing atas dan smes sehingga melalui bermain lempar tangkap bola voli diharapkan pula dapat membantu guru dalam pembelajarannya dan diharapkan dapat membantu guru dalam menemukan metode belajar yang tepat, benar dan menarik bagi siswa sehingga proses pembelajaran tercapai ketuntasan belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan dan pengaruh permainan lempar tangkap bola terhadap peningkatan keterampilan pasing siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI SDN Sambikerep II/480 Surabaya sebanyak 39 siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan secara kontinyu dan berkesinambungan dari siklus ke siklus. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan pengukuran hasil belajar siswa pada masing­-masing siklus. Penilaian hasil belajar diukur meliputi: pengamatan pada siswa dan pengamatan pada guru. Hasil penelitian yang didapat adalah permainan lempar tangkap bola voli dapat meningkatkan pengaruh yang sangat baik (signifikan) terhadap koordinasi gerak dasar dalam pembelajaran tangkap bola voli sebesar 75% sebanyak 25 siswa. Kata Kunci: Pasing, Permainan, Lempar Tangkap. Abstract Volleyball game requires coordination among other pasing basic motion down, up and smash pasing thus the better the level of basic motor coordination assignments students will more easily learn it the ability to play volleyball. Volleyball playing catch is a method or approach to learning that can assist students in learning difficulties, especially volleyball pasing basic motor coordination down, pasing up and smash that through playing catch volleyball is also expected to assist teachers in learning and are expected to assist teachers in finding the right method of learning, true and interesting for the students so that the learning process is achieved mastery learning. The purpose of this study was to determine the effect of the increase and catching a ball toss game to increase students' skills pasing. This type of research is a classroom action research. The sample in this study were students of class VI SDN Sambikerep II / 480 Surabaya total of 39 students. Type of research is a classroom action research (CAR), which are continuous and continuously from cycle to cycle. Data was collected through observation and measurement of student learning outcomes in each cycle. Assessment of learning outcomes measured include: observation of the student and teacher observations. The results obtained were caught throwing a game of volleyball can increase very good influence (significant) to the basic motor coordination in learning volleyball catch by 75% by 25 students. Keywords: Passing, Games, Throw Catch.
PENERAPAN METODE BERMAIN TERHADAP MINAT SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN (STUDI PADA SISWA KELAS V SD NEGERI 2 SLEMPIT KEDAMEAN GRESIK) IDAMAN, NUSA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan adalah proses pendidikan melalui aktivitas jasmani dan sekaligus merupakan proses pendidikan untuk meningkatkan kemampuan jasmani. Untuk mencapai tujuan aktivitas gerak yang seluas-luasnya maka perlu adanya metode-metode baru guna menunjang pencapaian aktivitas tersebut. Pada saat ini dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan, para guru masih menggunakan metode pembelajaran yang standar umum, jadi pada proses belajar mengajar masih kurang lancar dan tidak ada pengembangan, serta kurangnya pengayaan gerak sehingga anak didik kurang timbul rasa senang dan gembira. Akhirnya anak didik dalam mengikuti pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan di sekolah menjadi bosan dan kurang berminat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana peningkatan minat belajar siswa pada pelajaranpendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan melalui penerapan metode pembelajaran bermain. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 2 Slempit Kedamean Gresik dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 61 siswa. Metode dalam analisa ini menggunakan metode statistik kuantitatif deskriptif dan komparatif, sedangkan proses pengambilan data dilakukan dengan menggunakan angket atau kuisioner skala likert dengan pilihan ganda. Hasil analisa uji-t paired sample t-test didapatkan nilai t_hitung 12,114 > 1,671 t_tabel. Hal ini dapat dikatakan bahwa ada pengaruh signifikan penerapan metode bermain terhadap minat siswa kelas V SDN 2 Slempit Kedamean Gresik dalam proses pembelajaran PJOK dengan taraf signifikan 0,05 dan besarnya pengaruh penerapan metode pembelajaran bermain terhadap minat belajar siswa kelas V SDN 2 Slempit Kecamatan Kedamean Kabupaten Gresik pada pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan sebesar 23,219%. Kata Kunci: Metode Bermain, Minat Belajar Abstract  Physical education , sport and health education is the process through physical activity and also an educational proses to improve physical capability. To achieve the goal of motion activity need new methods to support the achievement of these activities, teachers still use a common standard teaching methods, so leaarning process is still use a common standard and there is no development, and lack of enrichment motion so that the students lack of interest. The purpose of this study was to determine the extent of the increase in student interest in the subject of physical education, sport and health throught the application of role play methods. The target of this research is the fifth grade students of SD Negeri 2 Slempit Kedamean Gresik and the number of samples taken as many as 61 students. The methods of this analysis method using statistical methods of quantitative descriptive and comparative, while the process of data collection is done by using a questionnaire of Likert scale questionnaire with multiple choice. T-test analysis results of paired sample t-test is obtained t_hitung 12,114 > 1,671 t_tabel. It can be said that there is significant influence on the implementation of role play method with interested student in fifth grade SDN 2 Slempit Kedamean Gresik in teaching of PJOK with level significant 0,05 and that is give influence for study interested of fifth grade SDN 2 Slempit Kedamean Gresik in teaching physical education, sport and heatlh at 23,219%.  Keywords: role  methods, interest in learning 

Page 40 of 109 | Total Record : 1082