cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN LEMPAR CAKRAM MENGGUNAKAN MEDIA SERABIH GETAR (STUDI PADA SISWA KELAS IX B MTS SUNAN GIRI, DRIYOREJO GRESIK) AIDIN, LUTHFI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 3 (2016): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kualitas pembelajaran memiliki banyak kriteria yang harus dipenuhi salah satunya adalah sarana dan prasarana. Sarana merupakan salah satu penunjang untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Banyak sekolah yang masih memiliki keterbatasan sarana. Penggunaan media yang ada disekitar adalah salah satu jalan keluar pengganti sarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian yang dilakukan ini untuk mengetahui keefektivan pembelajaran menggunakan media serabih getar. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui keefektivan penggunaan media serabih getar sebagai pengganti media pada siswa kelas IX B yang dapat diukur dengan (1) pendapat siswa (FCE), (2) observasi, (3) penilaian tes lempar cakram. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen One Group Pre-test Post-test Desaign. Besar populasi 64 siswa dan sampel yang digunakan adalah kelas IX B yang berjumlah 32 siswa. Hasil penelitian diperoleh keefektivan dengan menggunakan media serabih getar pada pembelajaran lempar cakram cukup efektif. Hal ini dibuktikan dari tiga instrumen yang digunakan sebagai berikut: (1) efektivitas pembelajaran lempar cakram berdasarkan pendapat siswa (FCE), menunjukkan hasil dengan kategori baik. (2) efektivitas pembelajaran lempar cakram berdasarkan observasi (lembar dikjasor), menunjukkan hasil dengan kategori sedang. (3) efektivitas pembelajaran lempar cakram berdasarkan penilaian ketuntasan belajar meliputi penilaian psikomotor, afektif, dan kognitif menunjukkan hasil yang cukup. Ketuntasan hasil belajar pembelajaran lempar cakram menggunakan media serabih getar memberikan peningkatan sebesar 24,72%.  Hasil uji beda rata-rata untuk sampel nilai t hitung sebesar 5,24> nilai t tabel 1,782. Kata Kunci: Efektivitas Pembelajaran, Media Serabih Getar. Abstract The quality of learning has many criteria must be completed, one of which is facilities and infrastructure. Facilities means one of support to improve the quality of the learning process. Meny schools are still have limited facilities. Use of media around is one way out substitute facilities to improve the quality of learning. This research was conducted to determine the effectiveness of learning discus throwing by using pancake trill media. The purpose of this research is to  know about the effectiveness of learning discus throwing by using serabihgetar media as a substitute media of class IX B students that can be measured by (1) student’s opinion (FCE), (2) observation, (3) assessment test discus. This research is quantitative research with One Group Pre-test Post-test experiment design. There are 64 sample by using students of class IX B which amounted 32 students.  The results of this research are effectiveness of learning discus throwing by using serabihgetar media. This is evidenced by following three instruments, there are: (1) effectiveness of learning discus throwing based student’s opinion (FCE),showed good results by category. (2) effectiveness of learning discus throwing based observation, show results with category.(3) effectiveness of learning discus throwing based assessment includes an assessment of mastery learning psycomotor, affective, and cognitive shows results with category. The completeness of learning discus throwing by using serabih getar media  providing an increase 24,72%. The results are different, the average sample of value t about 5,24>value t table 1,782. Keywords: Effectiveness Of  Learning, Serabih Getar Media.
PERBANDINGAN METODE PEMBELAJARAN LANGSUNG DAN METODE PEMBELAJARAN TIDAK LANGSUNG TERHADAP HASIL BELAJAR RENANG GAYA DADA (STUDI PADA SISWA KELAS V SDN LEMINGGIR KABUPATEN MOJOKERTO) FUAD HAMZAH, MOKHAMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 3 (2016): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI ANTARA SISWA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER FUTSAL DI SMAN 1 TAMAN SIDOARJO DENGAN SMA KHADIJAH SURABAYA FIRDAUS ABIDIN, MUKHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 3 (2016): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebugaran Jasmani merupakan hal yang penting bagi seseorang, karena kebugaran jasmani adalah kemampuan seseorang untuk melakukan kegiatan sehari-hari dengan optimal tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan masih mempunyai cadangan tenaga untuk melakukan aktivitas berikutnya. Kegiatan pendidikan jasmani di sekolah kurangan menunjang kebutuhan siswa untuk menjadi bugar, maka di sekolah juga ada kegiatan ekstrakurikuler. Siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler membutuhkan kebugaran jasmani yang baik, khususnya kegiatan ekstrakurikuler Futsal, yang membutuhkan kecepatan, daya tahan, kelincahan. Dan untuk mengetahui siswa itu dalam indikator kebugaran jasmani baik, sedang, kurang ataupun kurang sekali digunakan instrument tes MFT (Multistage Fitness Test). Penelitian ini untuk mengetahui perbedaan  tingkat kebugaran jasmani siswa yang mengikuti ekstrakurikuler futsal di SMAN 1 Taman Sidoarjo dan SMA Khadijah Surabaya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non-eksperimen. Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan membandingkan 2 sampel. Penelitian ini merupakan penelitian perbandingan (Comparative research). Sample yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 36 siswa yang terdiri dari 18 siswa yang mengikuti ekstrakurikuler futsal di  SMAN 1 Taman Sidoarjo dan 18 siswa yang mengikuti ekstrakurikuler futsal di  SMA Khadijah Surabaya. Hasil penelitian ini didapatkan rata-rata hasil tes MFT untuk siswa yang mengikuti ekstrakurikuler futsal di SMAN 1 Taman Sidoarjo adalah 33,028 dan nilai standard deviasi adalah 5,4999 dengan rentang nilai 23,9 – 47,4. Sedangkan untuk rata-rata hasil tes MFT siswa yang mengikuti ekstrakurikuler futsal di SMA Khadijah Surabaya adalah 30,0767 dan nilai standard deviasi adalah 4,6515 dengan rentang nilai 21,6 – 37,4. Pada penelitian ini pengolahan data dilakukan dengan menggunakan bantuan program komputer Statistical Product and Service Solutions (SPSS) for windows v.21. dan dari program tersebut diketahui bahwa nilai t hitung yang diperoleh sebesar 1,332  dan nilai t tabel 2,031,5, maka dapat disimpulkan bahwa Ha ditolaak dan Ho diterima. Karena nilaai t hitung sebesar 1,332  < dari nilai t tabel sebesar 2,031,5. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan untuk tingkat kebugaran jasmani antara siswa yang mengikuti ekstrakurikuler futsal di SMAN 1 Taman Sidoarjo dan siswa yang mengikuti ekstrakurikuler futsal di SMA Khadijah Surabaya. Kata Kunci : Kebugaran Jasmani, EKstrakurikuler, Abstract Physical fitness is an important thing to all people because physical fitness is ability of person in doing daily activity correctly so that the person still has an energy to do next activities. The activity of physical fitness at the school is less of support for students’ needs particularly to get full fitness so that the school should have extracurricular. Students who join extracurricular need good physical fitness especially Hall-Football extracurricular. Hall-Football itself needs special ability such as speed, power, and agility. To know whether the students are in good condition of physical fitness or not, Multistage Fitness Test (MFT) will be beneficial to test physical fitness of student. The purpose of this research was to know physical fitness of students who joined extracurricular of Hall-Football at SMAN 1 Taman Sidoarjo and SMA Khadijah Surabaya. This research was a kind of non-experiment research. This research was using descriptive quantitative approach by comparing two samples. This research was a comparative research. The amount of the sample of this research was 36 students which divided into two parts. The first part was 18 students from SMAN 1 Taman Sidoarjo who joined Hall-Football. The second part was 18 students from SMA Khadijah Surabaya who joined Hall-Football. After conducting a research, the researcher found that the MFT test for students who joined Hall-Football extracurricular at SMAN 1 Taman Sidoarjo was 33,028 and standard deviation score was 5,4999 with distance score was 23,9 – 47,4. Meanwhile, students’ average score based on result of MFT test at SMA Khadijah Surabaya was 30,0767 and standard deviation score was 4,6515 with distance score was 21,6 – 37,4. Statistical Product and Service Solutions (SPSS) for windows v.21 was used by the researcher to analyzed the data on the field. Based on SPSS program, it was found that t calculate score of students was 1,332 and t table score was 2,031,5. It indicated that Ha was rejected and Ho was accepted because score of t calculation was 1,332 < from score of t table was 2,031,5. Based on those findings, it can be concluded that there was no significantly differences between students at SMAN 1 Taman Sidoarjo and students at SMA Khadijah Surabaya in the scope of reaching physical fitness especially for the students who join Hall-Football extracurricular. Keywords : Physical Fitness, Extracurricular
PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI ANTARA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 GRESIK DAN SMA NEGERI 1 CERME RAHMAWATI, NOVITA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 3 (2016): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Berdasarkan pada pentingnya kebugaran jasmani bagi kehidupan kita, sepatutnya kita dapat mengembangkan program kebugaran jasmani tersebut dalam pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan. Dalam hal ini dapat kita masukan kedalam program kurikulum sekolah khususnya pada Sekolah Menengah Atas (SMA). Kebugaran jasmani adalah kemampuan melakukan kegiatan sehari-hari dengan penuh vitalitas dan kesiagaan tanpa mengalami kelelahan yang yang berarti dan mempunyai cukup energi untuk beraktivitas pada waktu senggang dan menghadapi hal-hal yang bersifat darurat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya perbandingan tingkat kebugaran antara siswa kelas XI SMA Negeri 1 Gresik dan SMA Negeri 1 Cerme dengan menggunakan tes MFT atau Multi-stage Fitness Test. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif non eksperimen dengan menggunakan model pendekatan komperatif atau disebut deskriptif komparatif. Siswa yang menjadi sampel berusia 16-17 tahun yang diambil secara acak menggunakan metode Cluster Random Sampling. Adapun hasil penelitian ini adalah rata-rata tingkat kebugaran SMA Negeri 1 Gresik sebesar 26,158. Rata-rata tingkat kebugaran SMA Negeri 1 Cerme sebesar 23,760. Populasi dari kelas XI SMA Negeri 1 Gresik dan SMA Negeri 1 Cerme, sampel yang digunakan siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Gresik dan siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Cerme. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji Beda t. Selanjutnya data dianalisis menggunakan Uji Beda (t-tes), dari analisis tersebut didapat nilai thitung sebesar 0,971 dan ttabel sebesar 2,0105. Berdasarkan hasil tersebut maka thitung < ttabel sehingga H0 diterima yang berarti tidak terdapat perbedaan tingkat kebugaran yang signifikan antara siswa kelas XI SMA Negeri 1 Gresik dan SMA Negeri 1 Cerme. Kata Kunci: Siswa Kelas XI, Kebugaran Jasmani Abstract Given the importance of physical fitness for uor lives, we should be able to develop physical fitness program in the community at large. In this case we can input into the school curriculum program, especially in high school (SMA). The purpose of this study was to determine whether or not the comparison of the level physical fitness level between class XI SMA Negeri 1 Gresik and SMA Negeri 1 Cerme using MFT test or Multi-Stage Fitness Test. Students who are 16-17 years-old samples are taken at random using the Cluster Random Sampling. The research uses non-experimental quantitative research using a model called the descriptive appoarch to comparative or comparative. Patterns of comparative research is to compare one or more variables so that eventually found a pattern differences and similarities pattern. The result of this study is averages of SMA Negeri 1 Gresik physical fitness level is 26,158. And the averages of SMA Negeri 1 Cerme physical fitness level is 23,760. Population of class XI SMA Negeri 1 Gresik and SMA Negeri 1 Cerme, the sample used is class XI IPA 3 SMA Negeri 1 Gresik and class XI SMA Negeri 1 Cerme. Data analysis technique used is Test Different. The data were analyzed using Test Different (t-test), from the analysis of the obtained values of 0,971 and ttabel thitung of 2,0105. So thitung < ttabel so that Ho received and Ha is not received or there is a not significant comparison of the level of physical fitness between class XI students SMA Negeri 1 Gresik and SMA Negeri 1 Cerme. Keywords: Students Class XI, Physical Fitness Level
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION TERHADAP KETUNTASAN HASIL BELAJAR DRIBBLE SEPAKBOLA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 KOTA KEDIRI WYNESTIO RAMADHANI, RAGIEL
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 3 (2016): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Rangka memenuhi terciptanya pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) yang kreatif dan inovatif, terdapat berbagai macam model pembelajaran kooperatif diantaranya model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation. Model pembelajaran group investigation salah satu bentuk pembelajaran kooperatif  yang menekankan pada partisipasi dan aktivitas siswa untuk mencari sendiri materi (informasi) pelajaran yang akan dipelajari melalui bahan-bahan yang tersedia, misalnya dari buku pelajaran atau siswa dapat mencari melalui internet dan siswa dilibatkan sejak perencanaan, baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi khususnya pada pembelajaran dribble dalam permainan sepakbola. Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation terhadap ketuntasan hasil belajar dribble sepakbola pada siswa kelas VIII-G SMP Negeri 1 Kota Kediri 2) Untuk mengetahui besarnya pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation terhadap ketuntasan hasil belajar dribble sepakbola pada siswa kelas VIII-G SMP Negeri 1 Kota Kediri. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas VIII-G SMP Negeri 1 Kota Kediri dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 30 siswa. Metode dalam analisa ini menggunakan metode statistik kuantitatif deskriptif dan komparatif. Sedangkan proses pengambilan data dilakukan dengan menggunakan rubrik penilaian sikap, pengetahuan, keterampilan. Hasil analisa statistik didapatkan hasil nilai Zhitung pengetahuan yaitu -3,750 , Zhitung keterampilan yaitu -4,783. Dari penjelasan diatas bahwa diketahui bahwa Zhitung > Ztabel yaitu sebesar 1,96. Maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak, sehingga terdapat pengaruh yang signifikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation terhadap ketuntasan hasil belajar dribble sepakbola dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan (PJOK) pada siswa kelas VIII-G SMP Negeri 1 Kota Kediri dengan peningkatan pada aspek pengetahuan sebesar 49%, dan aspek keterampilan sebesar 94,4%. Kata Kunci: Model pembelajaran, Kooperatif, Group Investigation, dribble Sepakbola. Abstract There are various kinds of cooperative learning model can be implemented in order to make the learning of physical education and health (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan - PJOK) become more creative and innovative. One of the models is investigation group learning model. The group investigation learning model is a form of cooperative learning that emphasized to participation and activities of the students to find their own learning material or information that can be obtained through available materials such as textbook or the internet. Students are involved within the planning, both in determining the topics and the way to learn it through investigation, especially on learning to dribble in a football play. The purpose of this research is 1) To determine the effect of the application of investigation group type cooperative learning model towards the thoroughness of learning outcomes of  the football dribble for the 8th grade students of SMP Negeri 1 Kota Kediri 2)To determine the effect of the application of investigation group type cooperative learning model towards the completeness of learning outcomes of the football dribble for the 8th grade students of SMP Negeri 1 Kediri. The research object of this research is the 8th grade students of SMP Negeri 1 of Kediri.  The number of samples taken is 30 students. The method used in this analysis is descriptive and comparative quantitative statistics. The data collection processing is carried out by using the assessment of rubric attitudes, knowledge, and skills. The statistical analysis showed that knowledge is -3.750, and Zscore skills is -4.783. From the aforementioned explanation, it is known that Zscore > Ztable that is equal to 1.96. So we can conclude that Ha is accepted and Ho is rejected, so that there is a significant influence towards the implementation of Group Investigation cooperative learning model of the thoroughness of the learning outcomes for football dribble in teaching physical education, sports and health (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan - PJOK) to the 8th grade students of SMP Negeri 1 of Kediri with an improvement on the knowledge aspect is amounted to 49%, and skills aspect is amounted to of 94.4%. Keywords: Learning model, Cooperative, Group Investigation, Football dribble
HUBUNGAN MOTIVASI BERPRESTASI DENGAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN PADA SISWA KELAS XI SMAN 2 SIDOARJO PANUNTUN SEPTYA BUDI, RANGGA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 3 (2016): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Motivasi adalah suatu yang disadari untuk menggerakkan, mengarahkan, dan mempertahankan perilaku seseorang agar terdorong untuk bertindak melakukan sesuatu mencapai tujuan tertentu. Definisi berprestasi adalah perilaku individu yang selalu mengarah atau diarahkan pada upaya untuk mencapai suatu keunggulan. Tujuan berprestasi adalah mendorong individu atau masyarakat untuk giat, tekun, inovatif, dan bertanggung jawab. Jenis penelitian yang digunakan jenis penelitian ini non-eksperimen karena penelitian ini lebih menekankan pada validitas eksternal. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XI sebanyak 465 siswa. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 3 sebanyak 39 siswa di SMA Negeri 2 Sidoarjo. Cara memperoleh data menggunakan angket koesioner. Angket yang digunakan adalah angket motivasi berprestasi siswa dengan jumlah 33 pernyataan, Sedangkan untuk mengetahui hasil belajar pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan menggunakan dokumen berupa nilai hasil belajar siswa yang diperoleh dari hasil keterampilan siswa dalam pembelajaran PJOK tersebut. Hasil analisa menggunakan aplikasi komputer SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) versi 20.00 dan perhitungan manual dapat diketahui untuk rata-rata dari angket motivasi berprestasi siswa yaitu 87,21 dengan standar deviasi sebesar 6,0. Nilai minimum variabel konsentrasi sebesar 75 dan maksimumnya sebesar 98. Sedangkan nilai rata-rata untuk variabel hasil belajar pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan yaitu sebesar 87,27 dengan standar deviasi 2,57. Nilai minimum skor hasil belajar pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan sebesar 98 dan nilai maksimumnya sebesar 93. Berdasarkan hasil analisa data penelitian menunjukkan dari perhitungan korelasi product moment maka didapatkan nilai rhitung lebih besar dari rtabel (0,414 > 0,316). Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut motivasi berprestasi siswa terhadap hasil belajar pendidikan jasmani siswa kelas XI IPA 3 SMAN 2 Sidoarjo tahun ajaran 2015/2016. Hal ini ditunjukan dari hasil perhitungan analisis data dengan menggunakan korelasi product moment yang menunjukkan bahwa rhitung lebih besar dari rtabel (0,414 > 0,361). 2) Besarnya motivasi berprestasi siswa terhadap hasil belajar pendidikan jasmani pada siswa kelas XI IPA 3 SMAN 2 Sidoarjo tahun ajaran 2015/2016 yaitu sebesar 17,1%. Kata kunci : Motivasi berprestasi, Hasil belajar pendidikan jasmani. Abstract Motivation is a realized that to move, directing, and maintain behavior somebody to keep encouraged to act do something achieve a certain goal. High performing definition is behavior individuals always leads or is directed at an effort to reach a excellence. The purpose of high performing is encourages individual or society to be enterprising, persevering, innovative, and responsible. The type of research used the type of research this non-eksperimen for research this is emphasized on external validity. The population on this research is a student of class XI as much as 465 students. While sample in this research was a student XI IPA 3 as many as 39 students the public SMAN 2 Sidoarjo. Ways to earn data using chief kuisoner. Poll used is motivation poll performed the student with the number of 33 statement, while to know learning outcomes physical education, sports and health use documents learning outcomes of value students who obtained from the results of student skills in learning PJOK. Of the results of the analysis using computer application SPSS statistical (package for the social sciences ) version 20.00 and by manual computerization systems it can be seen to an average of motivation poll high performing students namely 87,21 with a standard deviation as much as 6. Value minimum variable concentration of 75 and maximum of 98. While average point for variable learning outcomes physical education sport and health is as much as 87,27 with standard deviations 2.57. Minimum value scores learning outcomes physical education sport and health of 98 and value maximum rate of 93. Based on the results of data analysis research shows of of the correlation calculations product moment so obtained value rhitung greater than rtabel (0,414 > 0,316). The result of this research is as follows motivation performed well students to study results physical education students XI IPA 3 SMAN 2 Sidoarjo academic year 2015/2016. 2) It can be seen from the calculations on data analysis with employing correlation product moment which indicates that rhitung greater than rtabel (0,414 > 0,361). The motivation achievent students of learning outcomes physical education in a students XI IPA 3 SMAN 2 Sidoarjo a year 2015/2016 a totaling 17,1%. Keyword ; Motivation achievement, learning outcomes physical education.
HUBUNGAN PEMAKAIAN SMARTPHONE TERHADAP AKTIVITAS OLAHRAGA SEHARI-HARI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 TRAWAS FIRMAN, SALAHUDDIN
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 3 (2016): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seiring berkembangnya smartphone, ternyata situasi psikologi anak juga mengalami reaksi yang beraneka macam. Aktivitas fisik di luar jam pelajaran penjasor sebagai acuan menjadi hal yang tidak biasa dilakukan oleh siswa, sedangkan guru penjasor tidak dapat mengetahui dan memantau secara langsung kegiatan fisik peserta didiknya di luar sekolah, sehingga perlu diadakan pelatihan untuk memberikan wawasan, pengalaman dan pengetahuan ilmu kepelatihan perlu dilakukan dengan pengembangan kompetensi. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh deskripsi tentang (1) Untuk mengetahui hubungan pemakaian smartphone terhadap aktivitas olahraga sehari-hari pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Trawas. (2) Untuk mengetahui seberapa hubungan pemakaian smartphone terhadap aktivitas olahraga sehari-hari pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Trawas. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitaf. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket / kuisioner smartphone dan angket / kuisioner aktivitas olahraga. Angket / kuisioner ini digunakan untuk memperoleh data kuantitatif yang kemudian dideskripsikan menurut hubungan dari pemakaian smartphone terhadap aktivitas olahraga siswa sehar-hari kelas VIII SMP Negeri 1 Trawas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh nilai korelasi product moment sebesar 0,004. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pemakaian smartphone terhadap aktivitas olahraga siswa sehar-hari kelas VIII SMP Negeri 1 Trawas. Kata kunci : pemakaian smartphone, aktivitas olahraga Abstract With the growing of technology advance such as smartphones, children’s psychology reactions are different from each other. Physical activities out of physical education lesson to be not usual goal , so physical education teachers wouldn’t be able to monitor students physical activities outside the school. so it is necessary to run a training to give knowledges, experiences as well as coaching skill knowledges for competency development. The objective of this research is to get a description of (1) the relation of using smartphone towards physical education activities on the daily basis of the year 8 students of SMPN 1 Trawas. This research method is descriptive quantitative. The data was collected by using both smartphone and physical education activities questionnaires. These questionnaires are used to get quantitative data that then described to find the relations of using smartphones towards the physical education activities of the year 8 students of SMPN 1 Trawas. The results of this research shows that there is a correlation value of product moment which is 0,004 which means that there is no significant relations between the using of smartphone towards the physical education activities on the daily basis of the year 8 students of SMPN 1 Trawas. Keywords : smartphone used, physical activities
PENERAPAN MODIFIKASI (DRIBBLE DAN BOLA SEJENIS) PADA PERMAINAN BOLA BASKET UNTUK MENINGKATKAN DAYA KONSENTRASI PADA ANAK AUTIS (STUDI PADA SISWA SD INKLUSI GALUH HANDAYANI SURABAYA) ANI MASROFAH, SITI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 3 (2016): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Anak autis sering mengalami kesulitan dalam berkosentrasi maupun memusatkan perhatiannya, salah satunya dikarena tidak ada kontak mata sehngga mengganggu proses belajar dan kehidupan manusia. Bagaimana kemampuan daya kosentrasi anak autis? Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kemampuan daya konsentrasi pada anak autis dengan modifikasi permainan bola basket. Jenis penelitian eksperimen dengan rancangan subjek tunggal (SSR) desain A-B. Subjek adalah satu anak autis di SD Inklusi Galuh Handayani Surabaya yang terbiasa melakukan perilaku stimulasi diri yaitu melamun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata anak dapat berkonsentrasi dalam waktu 10 menit pada fase baseline (A1) dengan total durasi  105-132 detik. Hasil kegiatan modifikasi permainan bola basket dapat meningkatkan daya konsentrasi pada anak autis yang sebelumnya dilakukan dengan total durasi  105-132 detik mengalami peningkatan yaitu  total durasi 187-250 detik dalam waktu 10 menit. Kemampuan daya konsentrasi pada anak autis dapat ditingkatkan dengan memberikan treatment yang sesuia dengan karakteristik anak, dengan demikian akan memberikan hasil yang maksimal kepada anak meskipun anak tidak dapat berkonsentrasi seperti manusia yong normal. Sehingga dalam penelitian ini memberikan treatment yang berupa modifikasi permainan bola basket kepada anak autis yang tergolong tingkat autis ringan, agar anak belajar untuk memusatkan perhatiannya kepada satau objek (benda) dalam kurun waktu yang begitu lama dan mengurangi kebiasaan anak autis yang suka melamun. Kata kunci : Modifikasi permainan, Bola basket, Konsentrasi anak autis. Abstract Children with autism have difficulties in both concentration and attention focused, one of the reason is there is no eye contact that can disturb learning process and human living. How is concentration ability of children with autism? The purpose of this research is knowing concentration ability phases of children with autism by implementation of basketball game modification. The experiment type of this research is Subject Single Research (SSR) with A-B design. The subject of this research is one student with autism in SD Inklusi Galuh Handayani Surabaya which is used to do stimulation behavior which is daydreaming. The result of this research shows that the student is on average phase to concentrate in ten minutes on baseline phase (A1) with duration total 105-132 seconds. The result of basketball game modification can increase the concentration ability of children with autism which is previously done with duration total 105-132 seconds showing improvement with duration total 187-250 seconds in 10 minutes. Concentrarion ability of children with autism can be increased by giving appropriate treatment with children characteristic. Therefore, this treatment can give maximal result for the childrean although children can not concentrate as normal human being. Then, this research gives treatment which is basketball game modification for children with autism who is low autism phase, in order that children learn to focus their attention to one object (thing) in long duration and decrease their daydreaming habit. Keywords : game modification, basketball, concentraton of children with autism
PENGARUH PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA TERHADAP HASIL BELAJAR PASING BAWAH BOLAVOLI PADA SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI PLANDAAN JOMBANG WIBOWO, SULTONI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 3 (2016): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani merupakan suatu proses seseorang sebagai individu ataupun anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik, melalui berbagai kegiatan dalam rangka memperoleh kemampuan dan keterampilan jasmani, pertumbuhan, kecerdasan, dan pembentukan watak atau karakter. Dalam pembelajaran pendidikan jasmani, berhasil tidaknya pembelajaran ditentukan oleh peran guru sebagai pendidik yang berarti meneruskan dan mengembangkan keterampilan gerak kepada peserta didik, sehingga proses pembelajaran pendidikan jasmani dapat berjalan dengan baik. Didalam pembelejaran banyak metode pembelajaran yang diterapkan agar dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menguasai gerak dasar pasing bawah bolavoli. Akan tetapi dalam kenyataannnya dan praktik di lapangan masih terdapat banyak siswa yang masih belum paham akan materi yang disampaikan oleh guru. Untuk itu diperlukan sebuah metode pembelajaran lain yang dirancang dengan menggunakan kemampuan teman sebaya pada siswa kelas XI di SMA Negeri Plandaan Jombang. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui apakah ada pengaruh metode pembelajaran tutor sebaya mampu meningkatkan hasil belajar siswa. 2) Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh metode pembelajaran tutor sebaya terhadap hasil belajar pasing bawah bolavoli kelas XI di SMA Negeri Plandaan Jombang ini, dengan jumlah sampel 30 siswa yang terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan metode tutor sebaya terhadap hasil belajar pasing bawah bolavoli pada siswa kelas XI di SMA Negeri Plandaan Jombang yang dibuktikan dari nilai t hitung 3,832 ≥ t tabel 1,697 dengan taraf signifikan 0,001 ≤ signifikan 0,05 sedangkan besar peningkatan diketahui sebesar 16,296 % Kata Kunci: Metode tutor sebaya, hasil belajar, pasing bawah bolavoli Abstract Physical education is a person process as individual or community member which is done consciously or systematically, through various activities in order to get physical ability and skill, growth, intelligence, and character building. In learning physical education, success or failure of learning is determined by teacher’s role as educator which means to continue and develop motor skill of students, so that physical education learning process can work well. In learning, there are a lot of learning methods which are applied in order to improve students’ skill in mastering basic movement of volleyball under-hand passing. However in real life and practice in the field, there are still a lot of students who do not understand the material which is delivered by the teacher yet. Therefore it is needed another learning method which is designed using friend of the same age’s skill in XI graders in SMA Negeri Plandaan Jombang. The purpose of this study are 1) to know is there any influence of peer tutor learning method that is able to improve students’ learning outcomes. 2) to know how much the influence of peer tutor learning method in learning volleyball under-hand passing outcomes to XI graders in this SMA Negeri Plandaan Jombang, with total sample of 30 students which consist of 15 male students and 15 female students. Based on the study that has been done, it can be concluded that there is a significant influence of peer tutor learning method to the learning volleyball under-hand passing outcomes in XI graders at SMA Negeri Plandaan which is proved by the score of counted t is 3,832 ≥ t table is 1,697 with significant extent 0,001 ≤ significant 0,05 meanwhile the influence is known 16,296 %. Keywords: peer tutor method, learning outcomes, volleyball under-hand passing
HUBUNGAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP AKTIVITAS FISIK (STUDI PADA SISWA KELAS X SMK PGRI 3 SURABAYA) KURNIAWAN, YULIAWANDI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 3 (2016): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Aktivitas fisik merupakan komponen penting bagi manusia dalam kehidupan sehari-hari yang dapat menunjang kebugaran fisik. Aktivitas fisik yang kurang akan mengakibatkan dampak yang buruk terutama bagi siswa di sekolah yang dapat menghilangkan semangat belajar, menjadikan siswa mudah lelah jika melakukan sedikit aktivitas dan mengakibatkan siswa rentan terhadap segala penyakit serta mengakibatkan resiko kegemukan (obesitas). Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan dan mengetahui seberapa besar hubungan teknologi informasi terhadap aktivitas fisik siswa kelas X di SMK PGRI 3 Surabaya.  Total subyek penelitian ini menggunakan 115 siswa sebagai populasi dan jumlah sampel yang diambil sebesar 30 siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sedangkan pengambilan data dilakukan dengan memberikan angket penggunaan teknologi informasi dan kartu aktivitas fisik harian. Pengolahan data menggunakan SPSS for windows release 21.0.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara penggunaan teknologi informasi terhadap aktivitas fisik siswa. Rata-rata teknologi informasi 19,30 dengan nilai terendah 11 dan nilai tertinggi 33 serta standar deviasi sebesar 5,724. Rata – rata aktivitas fisik adalah 21008,00 dengan nilai terendah 5610 dan nilai tertinggi 45660 serta standar deviasinya 10604,780. Hasil analisis koefisien korelasi -.564** dengan nilai signifikan 0,001 < 0.01, yang berarti hubungan antara penggunaan teknologi informasi dengan aktivitas fisik yang signifikan. Besar kontribusi teknologi informasi adalah 31.8% Kata Kunci : Hubungan, Teknologi Informasi, Aktivitas Fisik. Abstract Physical activity is the important component for the human body in the daily life that supported physical healthy. Less of physical activities can caused bad impact, especially for the students in the class, such as loss of passion in study, the students felt exhausted when they are doing some activities, and the students susceptible to illness, also risk of overweight (obesity). This study is aimed to know the relation and how is the relation of information technology to the physical activity of tenth grade in SMK PGRI 3 Surabaya.  The subject of this study is all the students of SMK PGRI 3 Surabaya. There are 115 students and the sample of this study is 30 students. This study is described in qualitative descriptive, and the data collection techniques are questionnaire of the using information technology which is given to the students and student’s daily physical activities card. The data analysis is using SPSS for windows release 21.0. The result of this study showed that there is relation between the using of information technology to the student’s physical activity. The average of information technology is 19,30 with the lowest value is 11 and the highest value is 33 also standart deviation is 5,724. The average of student’s physical activity is 21008,00 with the lowest value is 5610 and the highest value is 45660 alsothe standart deviation is 10604,780. The result of corelation coefficient is -.561** with significant value 0.001 < 0.01. It means that between the using of information technology with student’s physical activity is concluded significant. The information technology contribusion is 31.8%. Key Words : The Relation, Information Technology, Physical Activity

Page 60 of 109 | Total Record : 1082