cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Jasmani
  • jurnal-pendidikan-jasmani
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,082 Documents
PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI SISWA KELAS VIII DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI  DATARAN TINGGI DAN DAERAH PESISIR SIWI YOGANTORO, ZULU
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 3 (2016): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh perbedaan topografi, suhu, kadar oksigen dan pola hidup masyarakat pada daerah dataran tinggi dan daerah pesisiri. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah terdapat perbedaan tingkat kebugaran jasmani dengan keadaan topografi, suhu, kadar oksigen dan pola hidup yang sangat berbeda antara daerah dataran tinggi dan daerah pesisir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan tingkat kebugaran jasmani siswa SMP yang tinggal di daerah dataran tinggi dan di daerah pesisir. Metode penelitian yang digunakan adalah metode ex post facto. Instrumen yang digunakan adalah Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) untuk siswa SMP. Adapun yang menjadi populasi dalam peneltian ini adalah siswa kelas VIII sebanyak 118  siswa di SMPN 1 Sukapura dan siswa kelas VIII sebanyak 195 siswa di SMPN 1 Tongas. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 siswa dari SMPN 1 Sukapura dan 24 siswa dari SMPN 1 Tongas. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling. Penelitian ini memakai analisis statistik yaitu analisis uji t (uji hipotesis). Hasil dari analisis data dalam pengujian hipotesis di dapat hasil t-hitung > t-tabel yaitu (0,257)> 0,05, karena t-hitung > T tabel. Maka, Ho di terima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan tingkat kebuga-ran jasmani yang signifikan antara siswa SMP yang tinggal di daerah dataran tinggi dan siswa SMP yang tinggal di da-erah Pesisir. Kata Kunci : Kebugaran Jasmani, Daerah Dataran Tinggi, Daerah Pesisir. Abstract This research was motivated by the differences of topography, temperature, oxygen levels and the pattern of life the society who lived in the highlands and in the coastal area. The problem of this study is there any differences in the level of physical fitness in term of topography, temperature, oxygen levels and the patterns of life that are very different between the students who lived in the highlands and the students who lived in the coastal area. For those reason thats why this study was held by the entitled The Comparison of Physical Fitness Level Junior high school students who live in the highlands area and in the coastal area. The purpose of this research was to determine whether there are any differences for the physical fitness of junior high school students who live in highlands area and in the coastal area. The method that used was the ex post facto method. The instrument that used is the Indonesian Physical Fitness Test (TKJI) for junior high school students. As for the population in this research were VIII grade 118 students of SMP 1 Sukapura and VIII grade195 students of SMP 1 Tongas. The samples in this study were 30 students of SMP 1 Sukapura and 24 students of SMP 1 Tongas. The sampling technique that used was cluster random sampling. This study used statistical analysis ie T test analysis (hypothesis testing). While as the results of the data analysis in the hypothesis testing we can see from the calculation of t-calculation> t-table is 0,257> 0,05, for t-calculation> t-table. So, Ho is accepted. As he result, there is no significant difference of the physical fitnes between the students who live in highlands area and the students who live in coastal area. Keywords: Physical Fitness, Highlands area, Coastal area.
PENGARUH PENGGUNAAN METODE PEMBELAJARAN MANDIRI BERSTRUKTUR TERHADAP HASIL BELAJAR SERVIS PENDEK BULUTANGKIS (STUDI DI KELAS XI SMA NEGERI 19 SURABAYA) HAKIKI, HAYA
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 3 (2016): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh dan seberapa besar pengaruh Metode pembelajaran Mandiri Berstruktur terhadap hasil belajar Servis Pendek Bulutangkis siswa kelas XI SMA Negeri 19 Surabaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian Eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI di SMA Negeri 19 Surabaya yang berjumlah 37 siswa.setiap kelas yang diambil secara cluster sampling, dengan jumlah siswa 30 yang terdiri atas22 siswa putra dan 15 siswa putri. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan Metode pembelajaraan mandiri berstruktur terhadap hasil belajar servis pendek BuluTangkis pada siswa kelas XI SMAN 19 Surabaya. Hal tersebut diukur dengan proses post-test dan pre-test yang diantara prosesnya diselingi dengan treatment. Adapun treatment yang dilakukan yaitu pembiasaan melewatkan shuttle cock diantara shuttle cock lain,pengayunan raket, dan menjatuhkan sloop cock dengan gerakan servis pendek. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; (1) terdapat Pengaruh yang signifikan dalam penggunaan Metode pembelajaran Mandiri Berstruktur terhadap hasil belajar servis pendek Bulutangkis di siswa kelas XI SMAN Negeri 19 Surabaya, yang ditunjukkan bahwa H? diterima dan Ho ditolak karena nilai Zhitung (-5,043) berada pada zona H? diterima dan nilai Ztabel (-1,96) berada pada zona Ho ditolak. Jadi artinya ada pengaruh penggunaan Metode Pembelajaran Mandiri Berstruktur terhadap servis pendek Bulutangkis di SMA Negeri 19 Surabaya.52,91%. Kata Kunci: Metode pembelajaran Mandiri Berstruktur, hasil belajar servis pendek Bulutangkis. Abstract This study for to determine the influence is there and how much influence learning method for learning outcomes Structured Self Servis Short Badminton class XI student of Senior High School 19 Surabaya . This research isa quasi experiment research .Population in this study were all students of class XI Senior High School 19 Surabaya which amounted to 37 student. Each class taken by cluster sampling , with 30 students consisting of 22 boys and 15 female student.To determine the effect of using a structured method of learning outcomes in research badminton short service in a class XI student of Senior High School 19 Surabaya. It is measured by the post-test and pre-test between the process interspersed with treatment . The treatment is done is habituation miss the shuttle cock among other shuttle cock, swing racket and dropped sloop cock with a short service movement. The results of this study indicate that ; (1) there is a significant influence in the use of learning methods Independent Unstructured the learning outcomes of short service badminton in class XI student of Senior High School 19 Surabaya Affairs , indicated that Hi Ho accepted and rejected because the value Zhitung (-5.043) are in the Hi zone received and value Ztabel ( -1.96 ) are in the zone of Ho rejected. So that means there is the effect of using Independent Learning Method Structured against short service badminton at Senior High School 19 Surabaya . 52.91 % . Keywords: method for learning outcomes Structured,Self Servis Short Badminton.
PERBANDINGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI ANTARA KELAS XI IPA DAN KELAS XI IPS SEKOLAH MAN 2 GRESIK TAUFIQURROHMAN, MUHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 3 (2016): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kurikulum yang ada di Madrasah Aliyah Negeri ini tidak jauh berbeda dengan Sekolah Menengah Atas (SMA) lainnya yang mengadakan penjurusan sesuai minat dan kemampuan siswa, program penjurusannya adalah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, peneliti memperoleh data bahwa siswa kelas IPS lebih sulit diatur seperti halnya pada saat berganti seragam olahraga mereka terbiasa mengulur waktu dan sering juga tidak menggunakan seragam yang seharusnya pada saat pembelajaran PJOK, dibandingkan dengan siswa kelas IPA yang lebih disiplin waktu dan menggunakan seragam sesuai dengan aturan. Selain itu proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada kelas IPS lebih sulit dikondisikan karena berlangsung pada pukul 08.45 dimana siswa merasa enggan melakukan pelajaran PJOK karena terik panas matahari. Tujuan dari penelitian ini sendiri adalah untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani antara siswa kelas IPA dan siswa kelas IPS. Pada penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Setelah dilakukan perhitungan SPSS nilai rata-rata kelas XI IPA sebesar 10,82 dengan standar deviasi 1,083. Sedangkan pada kelas XI IPS sebesar 11,10 dengan standar deviasi 1,598. Hasil ini dihitung dengan menggunakan perhitungan statistical program for social science (SPSS) versi 20. Hasil perhitungan dengan menggunakan taraf signifikan 5%. Sehingga dengan demikian maka Ho diterima dan Ha ditolak. Jadi tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kebugaran jasmani siswa kelas XI IPA dan siswa kelas XI IPS. Kata Kunci : Tingkat kebugaran jasmani, siswa kelas XI IPA dan siswa kelas XI IPS. Abstract The existing curriculum in this Madrasah Aliyah is not too different with the other Senior High School (SMA) that conducts some programs according to student’s interests and abilities, the programs are Science Program (IPA) and Social Program (IPS). Based on observation and interview result, the researcher gets data that social program students are more difficult to be disciplined during the learning process like when they change their uniform, they usually take a long time and often not use sport uniform when the learning occurs, than science program students are more discipline and wear sport uniform. Beside that, the process of Teaching and Learning Activities (KBM) in social studies class is more difficult to conducted because the learning occur at 08.45 a.m, tjis condition make students feel reluctant because of the sun. The purpose of this research is to determine the physical fitness level between science program and social program students. This research is non-experimental research with quantitative descriptive approach. After SPSS calculation, the average score of eleventh grade students from science program is 10.82 with a standard deviation of 1.083. While the average score of eleventh grade students from social program is 11.10 with a standard deviation of 1.598. This result is calculated by using Statistical Program for Social Science (SPSS) version 20. The result is calculated by using 5% of significant degree. Then, Ho is accepted and Ha is rejected. So there is no significant differences of physical fitness level between science program and social program of eleventh grade students. Keywords : Physical fitness level, science program and social program of eleventh grade students.
PENGARUH PENERAPAN PERMAINAN KECIL TERHADAP MOTIVASI SISWA DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN (PADA SISWA KELAS XI SMAN I KECAMATAN PULUNG, KABUPATEN PONOROGO) Sahroni, Bahar
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 3 (2016): Volume 4 Nomor 3 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan pada dasarnya merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kesehatan, kebugaran jasmani, ketrampilan berfikir kritis, stabilitas emosional, keterampilan sosial, penalaran dan tindakan moral melalui aktivitas jasmani dan olahraga. Namun banyak kita jumpai bahwasanya banyak guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan yang mengajar secara monoton kepada siswa dalam pembelajaran karena terbatasnya sarana dan prasarana, sehingga motivasi siswa pada pelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan cenderung menurun. Oleh karena itu, alternatif solusinya yaitu dengan memberikan suatu permainan yang belum pernah mereka mainkan, misalnya permainan permainan kecil yang sedemikian rupa agar motivasi belajar siswa dalam pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan bisa meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui Pengaruh Penerapan Permainan Kecil Terhadap Motivasi Dalam Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. 2) Mengetahui besarnya Pengaruh Penerapan Permainan Kecil Terhadap Motivasi Dalam Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kec. Pulung Kab. Ponorogo dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 33 siswa. Metode dalam analisa ini menggunakan metode statistik kuantitatif deskriptif. Sedangkan proses pengambilan data dilakukan dengan menggunakan angket skala likert. Hasil analisa statistik didapatkan thitung sebesar 3,741 ≥ ttabel 1,697 dengan Sig = 0,001 ≤ α = 0,05 yang berarti menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga ada Pengaruh Penerapan Permainan Kecil Terhadap Motivasi Dalam Mengikuti Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Besarnya pengaruh penerapan permainan kecil terhadap motivasi siswa dalam pembelajaran PJOK sebesar 9 %. Kata Kunci: Permainan Kecil, Motivasi Belajar Siswa Abstract Physical, sports and health education is an integral part of the education system as a whole; it is intent to develop aspects of health, physical fitness, critical thinking skills, emotional stability, social skills, reasoning and moral action through physical activity and sport. But many of us have encountered that many teachers of physical, sport and health education who teach their students in a monotonous manner because of the limited facilities and infrastructures, so the motivation of students in physical, sports, and health education lesson tends to decline. Therefore, an alternative solution is to provide a game which never they have played such as small games to motivate the students in physical, sports and health education be increased. The purpose of this research is 1) To know the Effect Application of Small Games to Motivate in Learning Physical, Sport and Health Education for Class XI students of SMAN 1 Pulung, Ponorogo. 2) To know the sum of Influence Application of Small Games to Motivate in Learning Physical, Sport and Health Education for Class XI students of SMAN 1 Pulung, Ponorogo. The goal of this research is the students of class XI in SMAN 1 Pulung, Ponorogo and the number of samples has been taken as many as 33 students. The method of this analysis is using descriptive of quantitative statistical methods. While the process of data collection was conducted using a Likert scale questionnaire. Statistical analysis values obtained tcount 3,741 ≤ ttable 1,697 with Sig = 0,001 ≥ α = 0.05, indicating that H0 is accepted and Ha rejected, so there Effect Application of Small Games to Motivate In Learning Physical, Sport and Health Education in Class XI SMAN 1 Pulung, Ponorogo. The magnitude of the effect of applying a small game to motivate students in learning physical, sport and health education is 9%. Keywords: Small Games, Motivation of Student Learning
SURVEI KETERLAKSANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DI SEKOLAH INKLUSI SMP NEGERI DI SURABAYA PUSAT (STUDI KELAS VII) MUNDI PERTIWI, RETNO
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2016): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan merupakan tempat membina generasi muda agar menjadi manusia yang berkualitas di masa depan. Salah satunya dalam pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan di sekolah. Tujuan diadakan  penelitian  ini  untuk  mengetahui seberapa  besar  keterlaksanaan pembelajaran  pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Pertama. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Oleh sebab itu, peneliti ini menggunakan populasi dan menggunakan angket sebagai instrument pengumpulan data. Terdapat 5 Populasi di wilayah Surabaya setelah dirandom dan yang terpilih adalah Surabaya Pusat. Surabaya Pusat terdapat 4 sekolah inklusi di Surabaya yaitu SMPN 4 Surabaya, SMPN 37 Surabaya, SMPN 43 Surabaya, SMPN46 Surabaya. Penganalisisan data hasil pengisian intrumen kuesioner oleh responden. Terdapat dua responden dalam penelitian ini yakni Kepala Sekolah dan Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa keterlaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di sekolah inklusi di Surabaya Pusat sudah baik dengan presentase 86,86%. Kata Kunci: Keterlaksanaan pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di  sekolah inklusi Abstract Education is a place to foster the young generation to become a man of quality in the future. One of them in teaching physical education, sport and health in schools. The purpose of this study was to determine how actualized physical education learning and healthy, especially in the junior high school level. The type of this research is qualitative descriptive. Therefore, researchers use population and using questionnaires as a data collection instrument. The population of this study is the inclusion of four schools in Surabaya, SMPN 4 Surabaya, SMPN 37 Surabaya, Surabaya SMPN 43 and SMPN 46 Surabaya. Analyzing data from the instrument filling the questionnaire by respondents. There are two respondents in this study the headmaster and Physical Education Sports and Health teachers. The  results  showed  that  actualized  physical  education  learning  and  healthy  in  inclusion  school  at Surabaya Center has been good with a percentage of 86,86%. Keywords: actualized Physical Education Sports and Health learning inclusion school
PERBANDINGAN KEBUGARAN JASMANI SISWA YANG MENGIKUTI EKSTRAKURIKULER BOLA BASKET DI SMAN 2 NGANJUK DENGAN SMAN 3 NGANJUK ARIVIAWAN ASMORO, RADHE
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2016): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebugaran jasmani yang berkaitan dengan seorang siswa merupakan komponen penting yang harus dijaga. Kegiatan Pendidikan Jasmani di sekolah merupakan suatu wadah untuk mendidik dan mengembangkan potensi yang ada pada diri siswa, baik yang dilakukan pada saat jam pelajaran maupun diluar jam pelajaran sekolah (ekstrakulikuler). Tingkat kebugaran jasmani sangat dibutuhkan oleh setiap peserta didik yang mengikuti ekstrakurikuler khususnya bola basket. bola basket merupakan permainan olahraga yang kompleks, sehingga permainan bola basket memerlukan tingkat kebugaran jasmani yang tinggi untuk dapat melakukan aktivitas permainan bola basket. Maka perlu diadakan tes untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani siswa yang mengikuti ekstrakurikuler bola basket, yaitu dengan menggunakan instrumen MFT ( Multisatge Fitness Test). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kebugaran jasmani antara siswa yang mengikuti ekstrakurikuler bola basket SMAN 2 Nganjuk sejumlah 23 siswa dan SMAN 3 Nganjuk sejumlah 28 siswa. Penelitian ini adalah jenis penelitian non-eksperimen menggunakan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di SMAN 2 Nganjuk Jl. Anjuk Ladang No. 09 Nganjuk, dan di SMAN 3 Nganjuk Jl. Bengawan Solo No. 109 Nganjuk. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa rata-rata kebugaran jasmani siswa yang mengikuti ekstrakurikuler bola basket di SMAN 2 Nganjuk adalah 31,12 VO2Max dan nilai standart deviasi 5,65, sedangkan di SMAN 3 Nganjuk memiliki rata-rata 32,90 VO2Max dan nilai standart deviasi 6,19. Sedangkan hasil analisis data menggunakan IBM Statistical Progam For Social Science (SPSS) for windows v.20.0 diketahui bahwa nilai t hitung yang diperoleh sebesar 0,464 dan nilai t tabel sebesar 2,0105, maka dapat disimpulkan bahwa Ha ditolak dan Ho diterima. Karena nilai t hitung sebesar 0,464 <lebih kecil dari nilai t tabel sebesar 2,0105. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam mencapai hasil tingkat kebugaran jasmani antara siswa yang mengikuti ekstrakurikuler bola basket di SMAN 2 Nganjuk dan SMAN 3 Nganjuk. Kata Kunci : Kebugaran Jasmani, Ekstrakurikuler, Tingkat Kebugaran Jasmani Abstract Physical fitness that related with a student is an important component that must be maintained. Physical Education activity in schools is a forum to educate and develop the potential of the student, whether committed during school hours or outside school hours (extracurricular). Level of physical fitness is needed for every learners who follow extracurricular especially basketball. Basketball is a complex sport game, so the basketball requires a high level of physical fitness to perform activities of the game. It is necessary to conduct a test to determine the level of physical fitness of students who take the extracurricular basketball, by using of MFT (Multisatge Fitness Test) instrument. The purpose of this study was to determine the level of physical fitness among students who take the extracurricular basketball in SMAN 2 Nganjuk with 23 students and SMAN 3 Nganjuk with 28 students. This research type is non-experimental research that used quantitative approach. The location of this research was conducted in SMAN 2 Nganjuk Jl. Anjuk Field No. 09 Nganjuk, and in SMAN 3 Nganjuk Jl. Bengawan Solo No. 109 Nganjuk. Based on the research results, it can be seen that the average physical fitness of students who take the extracurricular basketball at SMAN 2 Nganjuk is 31,12 VO2Max and standard deviation values is 5,65, whereas in SMAN 3 Nganjuk had an average of 32,90 VO2Max and value standard deviation is 6,19. While the results of data analysis using IBM Statistical Program For Social Science (SPSS) for windows v.20.0 known that the t value obtained at 0,464 and t table value is 2,0105, it can be concluded that Ha is rejected and Ho is accepted. Because of the value of t hitung amounted as 0.464 <smaller than the value of t tabel 2,0105. It concluded that there was no significant difference in achieving the level of physical fitness results between students who take the extracurricular basketball at SMAN 2 Nganjuk and SMAN 3 Nganjuk. Keywords: Physical Fitness, Extracurricular, Physical Fitness Level
PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL DRIBBLE BOLA BASKET (STUDI PENELITIAN PADA SISWA EKSTRAKURIKULER BOLA BASKET SMA NEGERI 1 NGUNUT) LESTYA PEMBAYUN, DEVI
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2016): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam kegiatan ekstrakurikuler media pembelajaran adalah salah satu komponen yang mempunyai peran penting. Media berperan sebagai alat komunikasi guna mengefektifkan proses belajar. Media audio visual dapat memperjelas penyampaian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar proses belajar dan meningkatkan hasil belajar. Jenis  penelitian  yang  digunakan  adalah  eksperimen semu  dengan  pendekatan deskriptif kuantitatif. Sedangkan desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttest design. Populasi pada penelitian ini  adalah seluruh peserta ekstrakurikuler di SMA Negeri 1  Ngunut. Cara memperoleh data menggunakan tes dribble dengan 3 kali kesempatan dan akan di ambil waktu terbaik dari 3 kali kesempatan tersebut. Dari  hasil  analisa  menggunakan aplikasi komputer SPSS  (Statistical Package for  the  Social Sciences) versi 20, saat pretest didapatkan rata-rata 10,7229, median 11,1500, nilai minimum 8,16, nilai maksimum 13,25, standar deviasi 1,77960, serta varian 3,167. Sedangkan saat posttest didapatkan rata- rata 9,4087, median 10,1000, nilai minimum 7,15, nilai maksimum 11,11, standar deviasi 1,18944, dan varian 1,415. Jadi besar pengaruh antara pretest dan posttest sebesar 12,2%. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut 1) adanya pengaruh yang signifikan pada penerapan media audio visual terhadap hasil belajar dribble bola basket, 2) terdapat penigkatan hasil belajar dengan menggunakan media audio visual. Hal ini terbukti dari penghitungan besar pengaruh media audio visual pada peningkatan hasil belajar dribble sebesar 12,2%. Kata Kunci : Media Audio Visual, Hasil Dribble Abstract In extracurricular activities, instructional media is one of the components that has important role. Media as a communication tool to streamline the learning process. Media audio visual can explain the messages and information, so it can expedite the learning process and improve the learning outcomes. The type that used is quasi experiment with quantitative descriptive approach. While, the research design that used is one group pretest-posttest design. Population in this research is the entire extracurricular participant in SMA Negeri 1 Ngunut.  The way to obtain data using dribble test with three chances and the best time from those chances that will be taken. From the analysis result using computer application SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) version 20, at pretest obtained the average of 10,7229, median of 11,1500, minimum score of 8,16, maximum score of 13,25, standard deviation of 1,77960, and variant of 3,167. While at posttest obtained the average of 9,4087, median 10,1000, minimum score of 7,15, maximum score of 11,11, standard deviation of 1,18944, and variant 1,415. So, the great of influence between pretest and posttest is 12,2%. The results of the research are; 1) there is significant influence in applying audio visual media on basketball dribble learning outcome, 2) there is improving learning outcome by using audio visual media. It is proven from the great of influence calculation audio visual media in improving learning outcomes as 12,2%. Keywords : Audio Visual Media, Dribble Result
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TS-TS) TERHADAP HASIL BELAJAR PASSING DAN STOPPING SEPAKBOLA (STUDI PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 NGASEM KEDIRI) NUR SUSILO, ANDIK
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak SMP Negeri 1 Ngasem merupakan sekolah negeri di kec. Ngasem, kab. Kediri, berdasarkan wawancara dengan guru PJOK, bahwa siswa kurang berani untuk menyampaikan apa yang menjadi kendala pada saat pembelajaran passing dan stopping kepada guru PJOK karena merasa takut dan malu, oleh karena itu perlunya variasi dalam pembelajaran dengan melibatkan siswa secara berkelompok agar siswa saling berinteraksi dan bekerjasama. Penerapan model pembelajaran kooperatif cocok diterapkan pada pembelajaran tersebut, untuk meningkatkan hasil belajar dapat mengunakan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TS-TS). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh dan seberapa besar pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TS-TS terhadap hasil belajar passing dan stopping sepakbola pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Ngasem Kediri. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian eksperimen semu dengan menggunakan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian yaitu kelas VII SMP Negeri 1 Ngasem Kediri yang memiliki sepuluh kelas yaitu VII-A hingga VII-J. Sampel didapatkan dengan teknik cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-F sebanyak 40 siswa dengan jumlah 20 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur hasil belajar ada tiga aspek yaitu aspek keterampilan (passing dan stopping) dan aspek pengetahuan. Teknik analisis data yang digunakan berupa rata-rata, standar deviasi, varian, uji normalitas, uji t, dan peningkatan. Hasil analisis data menunjukan bahwa ada pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TS-TS terhadap hasil belajar passing dan stopping sepakbola dengan peningkatan hasil belajar sebesar 30% aspek pengetahuan, kemudian 30% aspek keterampilan passing serta 26% aspek keterampilan stopping. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TS-TS dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar passing dan stopping sepakbola pada siswa SMP. Kata kunci: Model pembelajaran, kooperatif, two stay two stray (TS-TS), belajar passing dan stopping sepakbola. Abstract The SMPN 1 Ngasem is school in Ngasem Kediri, based on interview with PJOK teachers that student are less brave to convey what is a constraint on  passing and stopping learning to PJOK teachers because they feel fear and shame, therefore the need for variation in learning by involving student in groups so that students interact and work together. The application of cooperative learning model is suitable applied to the learning, to improve learning outcomes can use cooperative learning type two stay two stray. The purpose of this study is to determine whether there is influence and how much influence model of learning type two stay two stray to the learning result of passing and stopping football in the seventh grade student of state SMPN 1 Ngasem Kediri. This research belongs to a kind of quasi experimental research with using one group pretest-posttest design. Population of research that is the class VII state SMP 1 Ngasem Kediri wich has ten classes that is VII-A to VII-J. Sample was obtained by cluster random sampling technique. Sample in this research is student of class VII-F as many as 40 students with a total of 20 male student and 20 female student. Research instruments used to measure learning outcomes that is knowledge aspect, and skill aspect (passing and stopping). Data analysis techniques used form mean, standard deviation, variant, normality test, t test, and improvement. The result of data analysis indicate that there is influence of application of cooperative type learning model TS-TS to the learning result of passing and stopping football with an increase in learning outcomes by 30% aspect of knowledge, 30% aspect of passing skill and 26% aspect of stopping skill. Based on the result of the study, application of cooperative type learning model TS-TS can be used to improve learning result of passing and stopping football on SMP students. Keywords: Learning model, cooperative, two stay two stray (TS-TS), passing and stopping football.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATERI PASSING BOLA BASKET (STUDI PADA SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 1 BANGIL) TAUFIQI KURNIAWAN, MUHAMMAD
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Passing adalah cara tercepat dan terefektif memindahkan bola dari satu pemain kepemain lainnya. Jika dalam permainan bola basket tidak dapat melakukan passing dengan baik maka permainan pun akan terhambat bahkan cenderung tidak bisa bermain sesuai pola yang ada. Model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) adalah model pembelajaran yang dilakukan dengan cara berkelompok yang memiliki kemampuan, jenis kelamin, atau ras yang berbeda-beda. Model pembelajaran ini tidak hanya dapat membuat siswa rileks dalam belajar akan tetapi juga dapat belajar bertanggung jawab, bekerja sama, serta juga bersaing dengan sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) terhadap hasil belajar siswa materi passing bola basket pada studi siswa kelas X di SMA Negeri 1 Bangil. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan menggunakan desain one group pre-test post-test design. Objek yang terpilih adalah siswa kelas X IBB (Ilmu Bahasa dan Budaya) 1 di SMA Negeri 1 Bangil. Cara pengambilan data dilakukan selama 4 kali pertemuan yang terdiri dari pretest, treatment, dan posttest. Berdasarkan hasil penelitian model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) berpengaruh terhadap hasil belajar passing bola basket, hal ini dibuktikan dari hasil rata-rata pretest adalah 44,5 sedangkan rata-rata posttest adalah 61,4 dan nilai t-hitung sebesar 12,521 dengan signifikansi 0,00. Nilai t-tabel pada signifikansi α = 0,05 adalah 2,026. Dari penjelasan diatas diketahui bahwa nilai t-hitung lebih besar dari nilai t-tabel (t h > t t). Oleh karena t-hitung lebih besar dari t-tabel (12,521>2,026), maka hipotesis yang menyatakan adanya pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) terhadap hasil belajar siswa materi passing bola basket pada studi siswa kelas X IBB 1 di SMA Negeri 1 Bangil dinyatakan diterima dengan peningkatan sebesar 37,79% terhadap hasil belajar passing bola basket. Kata Kunci: Teams Games Tournament (TGT), Passing Bola basket,  Hasil  Belajar. Abstract Passing is the fastest as well as the most effective way of moving the ball from one player to another. If it is not done correctly, the game will not be executed well, especially for its pattern.  Teams Games Tournament (TGT) is a learning model that is done in a group with various kind of abilities, gender, or even different race. This model of learning is able to make the student enjoy the learning and also will cause them to learn more about responsibility, teamwork, and also how to play fairly. The purpose of the research is to know the influence of Teams Games Tournament (TGT) learning type toward the study result of 10th grader student of SMA Negeri 1 Bangil. This is kind of quasi experimental research by applying one group pre-test post-test design. The chosen object is 10th grader student of IBB (language and culture) 1 class of SMA Negeri 1 Bangil. The data is gained through pretest, treatment, and posttest in which they are done within 4 meetings. Based on the result of Teams Games Tournament (TGT) learning type, it is found that the learning type gives influence toward the study result of passing in basketball. It is proven by the average result of pretest namely 44,5 while posttest result is achieved by the amount of 61,4 and 12,521 for the result of t-hitung by the significant of 0,00. The result of t-tabel in the significant of α = 0,05 is 2,026. From the above explanation, it is found that t-hitung result is higher than t-tabel (t h > t t). Due to t-hitung has higher result than t-tabel (12,521>2,026), the theory that states Teams Games Tournament (TGT) learning type is able to give the influence of study result of basketball passing material by the object of 10th grader student of IBB 1 class of SMA Negeri 1 Bangil is acceptable by the increase level of 37,79% toward the study result of Basketball passing. Keywords: Teams Games Tournament (TGT), Basketball Passing, Study Result
HUBUNGAN PENDAPATAN ORANG TUA DENGAN STATUS GIZI SISWA (STUDI PADA SISWA SDN GEBYOG 1 KARANGREJO MAGETAN) RIZAL FAHLEVI, MUH
Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Vol 5, No 3 (2017): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2017
Publisher : Jurnal Pendidikan Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Orang tua bertanggung jawab menyediakan dana untuk kebutuhan gizi anak. Orang tua yang keadaan sosial ekonominya tinggi tidak akan banyak mengalami kesulitan dalam pemenuhan gizi anak, berbeda dengan orang tua yang keadaan sosial ekonominya rendah. Bila kebutuhan tidak terpenuhi maka akan menjadi penghambat bagi perkembangan gizi anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pendapatan orang tua dengan status gizi pada siswa SDN Gebyog 1 Karangrejo Magetan dan seberapa besar sumbangan pendapatan orang tua dengan status gizi pada siswa SDN Gebyog 1 Karangrejo Magetan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimen melalui pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Penelitian ini adalah penelitian populasi. Hasil perhitungan data menggunakan SPSS 22.0 menunjukan hasil value sebesar 0,597 dan sig. 0,006. Hal ini menunjukan sig (0,006) < alpha 0,05, yang berarti mean   ditolak dan   di terima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pendapatan orang tua dengan status gizi pada siswa SDN Gebyog 1 Karangrejo Magetan. Kata Kunci : Pendapatan Orang Tua, Status Gizi. Abstract Parents is responsible to support for nutrient of the children’s. The rich parent will never have any difficulties to fulfil the nutrient of their children, but in the other hand. If will be barrier to increase children’s nutrient status. The aim of this research is to know correlations of economic parents and nutrient status of student of SDN Gebyog 1 Karangrejo Magetan. This is a non-experiment research with quantitative approach and correlational design. This research is population research. Data calculation result using SPSS 22.0 show value result as big as 0,507 and sig. 0,006. It show that sig (0,006) < alpha 0,05, that mean  is rejected and  is accepted. This, it can be conclude that there is significant correlation between economic of parents nutrient status to student of SDN Gebyog 1 Karangrejo Magetan. Keywords             : Economic Parents, Nutrient Status.

Page 61 of 109 | Total Record : 1082