Jurnal Pedagogik Indonesia: Yayasan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Ksatria Siliwangi
The Indonesian Journal of Pedagogy is a scientific journal published by CV Kastria Siliwangi that focuses on the field of education. This journal contains research results and scientific studies related to the development of educational theory and practice in Indonesia. The scope of publication covers primary, secondary, and higher education, with a focus on issues of learning, curriculum, educational evaluation, as well as educational innovation and policy. The Indonesian Journal of Pedagogy aims to be a forum for scientific dissemination for academics, researchers, and education practitioners to contribute to the development of science and the improvement of national education quality. This journal is published periodically every six months, in December and June.
Articles
32 Documents
Analisis Pengaruh Keberterimaan Mahasiswa Dan Kualitas Media Terhadap Dampak Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Ubiqutous Learning System
Dede Margo Irianto;
Yusuf Tri Herlambang;
Hana Yunansah;
Rahman Wahid;
Yadi Suryadi;
Iim Siti Karimah
Jurnal Pedagogik Indonesia: Yayasan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Ksatria Siliwangi Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Pedagogi Indonesia: Yayasan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Ksatria Siliw
Publisher : CV. Ksatria Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67025/jpi.v3i2.63
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Rancang Bangun Bahan Ajar Digital Berbasis Ekopedagogik Approach. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Design and Development dengan menggunakan model 4-D. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket. Hasil penelitian yang ditemukan menunjukan bahwa media bahan ajar digital yang dikembangkan telah layak untuk digunakan berdasar kepada penilaian para ahli dengan memperoleh persentase 97,5% dalam segi materi, 82,5% dalam segi media, dan 100% dalam segi bahasa. Rekapitulasi penilaian bahan ajar oleh siswa memperoleh persentase 96,87% dalam segi isi materi, 100% dalam segi penggunaan, dan 100% dalam segi tampilan.
Pelestarian Nilai-Nilai Kearifan Lokal Melalui Upacara Adat Seren Taun di Desa Citorek Lebak Banten
Iman Hidayat;
Babang Robandi;
Pupun Nuryani
Jurnal Pedagogik Indonesia: Yayasan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Ksatria Siliwangi Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Pedagogi Indonesia: Yayasan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Ksatria Siliw
Publisher : CV. Ksatria Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67025/jpi.v2i2.64
Karya tulis ini bertujuan untuk menggambarkan pelestarian nilai – nilai Kearifan lokal pada upacara adat seren taun di Desa Citorek Lebak Banten.Topik pembahasan meliputi kajian tentang deskripsi upacara adat seren taun di Desa Citorek Lebak Banten, nilai pedagogik yang terkandung dalam upacara adat seren taun dan pelestarian nilai – nilai kearifan lokal melalui upacara adat seren taun di Desa Citorek Lebak Banten. proses pengumpulan data ditempuh menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode ethnografi. Hasil kajian ini adalah terdapat nilai – nilai kearifan lokal pada upacara adat seren taun yang berkaitan dengan perkembangan jaman pada saat ini. yang mana di dalamnya terdapat beberap nilai, diantaranya: nilai sosial, nilai, moral, nilai pendidikan, nilai agama dan nilai lingkungan. Nilai - nilai tersebut terakomodir dalam budaya dan tradisi yang ada di desa Citorek Lebak Banten.
Analisis Diagnostik Disparitas Orisinalitas dan Elaborasi Menulis Cerpen Siswa SD melalui Stimulus Imajinatif
Tono Sutanto;
Yunus Abidin;
Yoga Prima Putra
Jurnal Pedagogik Indonesia: Yayasan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Ksatria Siliwangi Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Pedagogi Indonesia: Yayasan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Ksatria Siliw
Publisher : CV. Ksatria Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67025/jpi.v2i2.65
Pengembangan keterampilan menulis kreatif menjadi urgensi di sekolah dasar, namun seringkali terhambat oleh fokus pengajaran yang terlalu struktural. Penelitian ini bertujuan untuk mendiagnosis profil kreativitas menulis siswa sekolah dasar serta menginvestigasi disparitas antara kemampuan orisinalitas dan elaborasi melalui penggunaan stimulus imajinatif. Menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei diagnostik, penelitian ini melibatkan 50 siswa kelas V yang diuji melalui Tes Menulis Kreatif dengan tiga jenis stimulus: visual, situasional, dan perspektif unik. Data dianalisis secara statistik deskriptif menggunakan rubrik analitik skala 1-4 yang mengukur empat indikator kunci. Hasil penelitian mengungkap fenomena kesenjangan kompetensi yang signifikan: siswa menunjukkan performa tinggi pada aspek orisinalitas (Mean = 2,60) yang mengindikasikan kemampuan berpikir divergen yang kuat, namun mengalami penurunan pada aspek elaborasi (Mean = 2,22). Temuan ini membuktikan bahwa stimulus imajinatif efektif memicu kemunculan ide liar (ideation), namun siswa mengalami hambatan transliterasi kognitif dalam mengembangkan ide tersebut menjadi deskripsi naratif yang detail (execution). Disimpulkan bahwa tantangan utama literasi kreatif siswa bukan pada ketiadaan ide, melainkan pada defisiensi keterampilan membangun detail cerita. Penelitian ini merekomendasikan pergeseran paradigma pengajaran menulis dari fokus struktural menuju penguatan sensory details untuk menjembatani kesenjangan ideasi dan eksekusi tersebut.
Kolaborasi Strategi Problem Based Learning dan Media Diorama dalam Meningkatkan Capaian Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar
Firda Dwi Inggria Sari;
Afi Fadlilah;
Kurnia Santi
Jurnal Pedagogik Indonesia: Yayasan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Ksatria Siliwangi Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Pedagogi Indonesia: Yayasan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Ksatria Siliw
Publisher : CV. Ksatria Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67025/jpi.v2i2.66
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya capaian belajar siswa kelas III pada mata pelajaran IPAS materi ekosistem, di mana tingkat ketuntasan klasikal hanya mencapai 25%. Diskrepansi ini disebabkan oleh dominasi metode ceramah yang kurang memfasilitasi keterampilan berpikir kritis dan keterlibatan aktif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan capaian belajar siswa melalui implementasi model Problem Based Learning (PBL) yang disinergikan dengan media Diorama dan PowerPoint. Penelitian ini menggunakan desain Action Research dengan pendekatan Mixed-Methods. Data kuantitatif diperoleh melalui tes hasil belajar, sementara data kualitatif dikumpulkan melalui observasi partisipatif terhadap aktivitas guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya eskalasi signifikan pada setiap siklus tindakan. Persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 25% pada pra-siklus menjadi 42,86% pada siklus I, dan mencapai 71,43% pada siklus II dengan rata-rata nilai kelas 74,6. Temuan ini mengindikasikan bahwa sinergi antara sintaks PBL yang berbasis masalah dengan visualisasi konkret media Diorama efektif dalam mentransformasi pembelajaran IPAS menjadi lebih interaktif, bermakna, dan mampu meningkatkan hasil belajar siswa sekolah dasar secara berkelanjutan.
Inovasi Pembelajaran Jigsaw Berbantuan Strategi Tebak Kata untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas Tiga di Sekolah Dasar
Miskeu Suhesti;
Ryan Dwi Puspita;
Ika Wahyu Susianti
Jurnal Pedagogik Indonesia: Yayasan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Ksatria Siliwangi Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Pedagogi Indonesia: Yayasan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Ksatria Siliw
Publisher : CV. Ksatria Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67025/jpi.v2i2.67
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya capaian hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas III SDN Pasirluhur, di mana tingkat ketuntasan klasikal pra-tindakan hanya mencapai 25%. Masalah ini bersumber dari penggunaan strategi pembelajaran yang kurang variatif dan rendahnya keterlibatan aktif siswa dalam mengonstruksi materi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar melalui integrasi model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan strategi permainan edukatif Tebak Kata. Penelitian ini menggunakan desain Action Research dengan pendekatan Mixed-Methods. Data kuantitatif diperoleh melalui tes hasil belajar, sementara data kualitatif dikumpulkan melalui observasi partisipatif terhadap aktivitas guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya eskalasi signifikan pada capaian belajar siswa di setiap siklus tindakan. Persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 25% pada tahap pra-siklus menjadi 42,86% pada siklus I, dan mencapai 71,43% pada siklus II. Temuan ini mengindikasikan bahwa sinergi antara struktur sosial dalam Jigsaw dan elemen motivasional dalam strategi Tebak Kata efektif dalam menciptakan transformasi pembelajaran yang interaktif dan bermakna di sekolah dasar.
Representasi Sikap Defensif Wanita Terhadap Isu Psikososial Dalam Cerpen Pilihan Kompas
Talitha Sahda Laili;
Halimah Halimah
Jurnal Pedagogik Indonesia: Yayasan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Ksatria Siliwangi Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Pedagogi Indonesia: Yayasan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Ksatria Siliw
Publisher : CV. Ksatria Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67025/jpi.v2i2.68
Penelitian ini dilatarbelakangi tingginya isu gangguan kesehatan mental yang dialami wanita. Gangguan kesehatan mental ini bukan hanya disebabkan oleh kondisi psikologis, melainkan didorong oleh kondisi sosial wanita. Untuk menghadapi isu psikososial, wanita memiliki beragam sikap defensif atau mekanisme pertahanan diri. Topik terkait mekanisme pertahanan diri dalam menghadapi isu psikososial banyak diangkat dalam cerpen pilihan Kompas tahun 2023. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk memaparkan upaya pertahanan diri tokoh wanita dalam menghadapi isu-isu psikososial dalam cerpen. Penelitian ini memberi pandangan kepada pembaca agar dapat mengantisipasi isu psikososial dalam kehidupan dan menyelesaikannya dengan bijak. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode deskriptif. Data yang dianalisis adalah cerpen-cerpen pilihan Kompas tahun 2023 yang melibatkan wanita sebagai tokoh utama. Data dianalisis dengan teknik studi pustaka dan deskriptis analisis berdasarkan teori psikoanalisis Erik Erikson dan mekanisme pertahanan diri Sigmund Freud. Hasil penelitian menunjukkan isu-isu psikososial yang dihadapi tokoh wanita berada pada tahap industry vs inferiority, individual identity vs identity confusion, intimacy vs isolation, generativity vs stagnation, serta integrity vs despair. Mekanisme pertahanan diri yang membantu tokoh menghadapi isu psikososial tersebut adalah pengalihan, rasionalisasi, sublimasi, apatis, denial, dan agresi.
Sinergitas Deep Learning dan Kurikulum Merdeka: Transformasi Pedagogi Mindful, Meaningful, dan Joyful
Diki Somantri;
Yeni Yuniarti
Jurnal Pedagogik Indonesia: Yayasan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Ksatria Siliwangi Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Pedagogi Indonesia: Yayasan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Ksatria Siliw
Publisher : CV. Ksatria Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67025/jpi.v3i1.69
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam sinergitas antara konsep deep learning yang mencakup pilar mindful, meaningful, dan joyful learning dengan tujuan pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka. Latar belakang penelitian ini didasari oleh adanya kebutuhan mendesak akan transformasi pedagogi di sekolah dasar yang seringkali masih terjebak pada penguasaan konten administratif dan hafalan semata. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi literatur untuk membedah titik temu antara prinsip-prinsip pembelajaran mendalam dengan visi kurikulum nasional saat ini. Hasil penelitian menunjukkan adanya keselarasan signifikan di mana pilar mindful mendukung implementasi pembelajaran berdiferensiasi, pilar meaningful memperkuat pembelajaran berbasis proyek dan kontekstual, serta pilar joyful membangun ekosistem belajar yang positif bagi kesejahteraan psikologis siswa. Lebih lanjut lagi, deep learning ditemukan bukan sekadar metode, melainkan sebuah kerangka kerja transformatif yang mampu mengoptimalkan pencapaian Profil Pelajar Pancasila. Namun demikian, tantangan besar masih ditemukan pada aspek kapasitas guru dan sistem penilaian yang belum sepenuhnya selaras. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi strategi deep learning sangat krusial untuk memperkuat substansi Kurikulum Merdeka agar tidak hanya berhenti pada perubahan dokumen. Sebagai implikasinya, sinergi ini menawarkan panduan praktis bagi pendidik untuk mewujudkan pendidikan yang lebih bermakna, relevan, dan berdaya bagi generasi masa depan Indonesia.
Pedagogi Pembebasan Paulo Freire dalam Pembelajaran Digital
Marifahtullah Marifahtullah;
Fahman Nur Faizi
Jurnal Pedagogik Indonesia: Yayasan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Ksatria Siliwangi Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Pedagogi Indonesia: Yayasan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Ksatria Siliw
Publisher : CV. Ksatria Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67025/jpi.v3i1.70
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi dan penerapan pedagogi pembebasan Paulo Freire dalam konteks pembelajaran pada era digital. Gagasan pendidikan Freire yang menekankan kesadaran kritis (conscientização), dialogis, serta pembelajaran yang membebaskan dari sistem penindasan, menjadi pentinguntuk dikaji kembali di tengah transformasi digital dalam dunia pendidikan. Penelitian ini me nggunakan metode studi pustaka (library research) denganpendekatan kualitatif-deskriptif, yang menelaah berbagai literatur ilmiah dari jurnal terakreditasi SINTA dan sumber akademik terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Freire tetap relevan dalam era digital, terutama dalam mengembangkan pembelajaran yang humanis, partisipatif, dan reflektif. Namun demikian, terdapat tantangan seperti kesenjangan digital, dominasi teknologi yang bersifat top-down, dan risiko dehumanisasi peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan strategi pedagogis berbasis teknologi yang tetap mempertahankan prinsip dialogis, kolaboratif, serta memberdayakan peserta didik sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran digital.
Perkembangan Tren Advertensi di Indonesia: Pilihan Bahasa Iklan, Karakteristik, dan Media Penyebarannya
Talitha Sahda Laili;
Isah Cahyani
Jurnal Pedagogik Indonesia: Yayasan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Ksatria Siliwangi Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Pedagogi Indonesia: Yayasan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Ksatria Siliw
Publisher : CV. Ksatria Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67025/jpi.v3i1.71
Tujuan Advertensi memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan dunia ekonomi. Seiring perkembangan zaman, advertensi kerap dibuat dengan mengandalkan kreativitas dan inovasi untuk menarik perhatian konsumen dan meningkatkan daya jual produk yang diiklankan. Agar produksi advertensi dapat sesuai dengan tren di masyarakat, diperlukan suatu analisis terhadap perkembangan advertensi. Secara khusus, penelitian ini mengkaji perkembangan advertensi dari mulai pilihan bahasa iklan, karakteristik, serta media penyebarannya sejak era revolusi industri 1.0 hingga era revolusi industri 5.0. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian adalah systematic literature review. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa pada era revolusi industri 1.0, advertensi dibuat dengan sederhana dalam media cetak, seperti poster. Bahasa yang digunakan pun berfokus pada penyampaian informasi. Pada era revolusi industri 2.0, surat kabar menjadi media utama dalam penyebaran advertensi. Bahasa yang digunakan pun semakin kreatif serta mulai mengarah pada upaya meningkatkan daya beli masyarakat. Pada era revolusi industri 3.0, keunggulan visualisasi advertensi menjadi poin utama. Media advertensi yang digunakan adalah media cetak berwarna, televisi, dan radio. Seiring perkembangan zaman, teknologi yang digunakan dalam membuat advertensi menyesuaikan tren di masyarakat. Media sosial menjadi media utama penyebaran advertensi. Animasi dan gambar 3D dilengkapi teknologi AR atau VR menjadi karakteristik advertensi di era ini. Bahasa yang digunakan tidak selalu formal dan kerap bersanding dengan penggunaan bahasa asing. Advertensi di era revolusi industri 4.0 diperkirakan akan terus berkembang di era revolusi industri 5.0, terutama dengan adanya pemanfaatan AI.
Teori Falsifikasi Karl Popper Pada Kurikulum Merdeka
Wendi Saputra;
Yoga Prima Putra
Jurnal Pedagogik Indonesia: Yayasan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Ksatria Siliwangi Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Pedagogi Indonesia: Yayasan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Ksatria Siliw
Publisher : CV. Ksatria Siliwangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.67025/jpi.v3i1.72
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji eksistensi dan relevansi teori falsifikasi Karl Popper dalam implementasi Kurikulum Merdeka pada jenjang SD, SMP, dan SMA. Teori falsifikasi menekankan bahwa keilmiahan suatu pengetahuan ditentukan oleh kemampuannya untuk diuji dan berpotensi disangkal, bukan sekadar diverifikasi kebenarannya. Pendekatan ini dinilai sejalan dengan Kurikulum Merdeka yang berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, bernalar logis, dan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh melalui penelaahan buku, artikel jurnal, dokumen kebijakan pendidikan, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan teori falsifikasi dan Kurikulum Merdeka. Data dianalisis secara kualitatif dengan mengaitkannya pada kerangka teori falsifikasi Karl Popper. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip falsifikasi secara implisit telah tercermin dalam Kurikulum Merdeka, khususnya melalui pembelajaran berbasis inkuiri, pemecahan masalah, dan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Penerapan prinsip falsifikasi dinilai mampu melatih peserta didik untuk berpikir kritis, menguji kebenaran berdasarkan fakta, serta membangun sikap ilmiah yang reflektif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi guru dalam mengintegrasikan landasan filosofis falsifikasi ke dalam praktik pembelajaran Kurikulum Merdeka.