cover
Contact Name
Vivin Setiani
Contact Email
vivinsetiani@ppns.ac.id
Phone
+6289530032201
Journal Mail Official
prodi.tpl@ppns.ac.id
Editorial Address
Jl. Teknik Kimia, Kampus ITS Sukolilo
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
ISSN : -     EISSN : 26231727     DOI : https://doi.org/10.33863/cpwtt
Core Subject :
Aims of the CPWTT: The Conference is aimed at providing grounds for the exchange of ideas and data developed through research experience in the waste treatment dan environmental engineering. Scope of the CPWTT: Waste Treatment Life Cycle Assessment Solid Waste Management and Treatment Pollution Control and Monitoring (Air, Biota, Soil, Water) Water and Wastewater Treatment Environmental Management System Environmental Chemistry Environmental Modeling Environmental Mitigation and Remediation Global Warming Emerging Pollutant Environmental Microbiology
Arjuna Subject : -
Articles 277 Documents
Penggunaan Air Laut dan Air Tawar sebagai Media Curing Terhadap Kuat Tekan Beton Pemanfaatan Copper Slag sebagai Substitusi Semen Faa’iz Samanta Rachmadani; Novi Eka Mayangsari; Moch. Luqman Ashari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri pemurnian dan peleburan tembaga menghasilkan limbah berupa copper slag yang menurut PP 22 Tahun 2021 dikategorikan sebagai limbah B3. pada tahun 2021 copper slag yang dihasilkan oleh PT. Smelting Gresik sebanyak 655.000 Ton per-tahun yang belum optimal pemanfaatannya. Penelitian ini dilakukan pemanfaatan limbah copper slag sebagai bahan substitusi semen pada beton. Terdapat kemiripan karakteristik antara copper slag dan semen, yaitu pada oksida yang terkandung serta bentuk dan struktur baik dari copper slag dan semen. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan substitusi limbah sebesar 0%, 15%, 20%, dan 25% terhadap berat semen. Perencanaan mix desain menggunakan SNI 03-2834-2000 dengan faktor air semen sebesar 0,45 dan dilakukan curing dengan media air tawar dan air laut. Kuat tekan beton subtitusi copper slag pada umur 7 hari sebesar 20,00 MPa; 20,24 MPa; 19,04 MPa; dan 17,18 MPa pada curing air tawar dan 19,47 MPa; 19,39 MPa; 17,14 MPa; dan 16,22 MPa pada curing air laut.
Perencanaan Sistem Instalasi Plambing Air Limbah Domestik Gedung Asrama STIKES Kota Kediri Muhammad Husain Alwi; Ulvi Pri Astuti; Luqman Cahyono
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air limbah yang dihasilkan oleh Asrama STIKES Kota Kediri dengan total populasi 80 orang adalah 9,6 m3/hari. Air limbah Asrama STIKES Kota Kediri berupa grey water dan black water. Karakteristik air limbah domestik STIKES Kota Kediri yaitu ph 7,06, BOD 188,4 mg/L, COD 389 mg/L serta TSS 156 mg/L. Kadar COD, BOD, dan TSS pada air limbah domestik dari STIKES Kota Kediri melebihi nilai dari baku mutu air limbah. Jika air limbah yang melebihi baku mutu dialirkan menuju badan air akan menimbulkan pencemaran air limbah. Air limbah harus dialirkan menuju ke IPAL dengan diamter pipa yang tepat berdasarkan beban unit alat plambing agar tidak terjadi kebocoran pada pipa penyalur air limbah. Distribusi air limbah domestik memanfaatkan sistem gravitasi dan kemiringan pipa (slope) untuk penyaluran menuju IPAL. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode perencanaan, perencanaan meliputi penentuan beban UAP pada masing masing alat plambing dan perhitungan beban UAP komulatif pada masing masing lantai Asrama STIKES Kota Kediri. Penentuan diameter pipa air buangan masing masing lantai didasarkan pada beban UAP komulatif masing masing lantai. Hasil perencanan sistem plambing STIKES Kota Kediri didapatkan diameter pipa grey water dari lantai 1, 2 dan 3 sebesar 75 mm atau 3 inch. Diameter pipa black water dari lantai 1 dan 2 sebesar 100 mm atau 4 inch dan lantai 3 sebesar 75 mm atau 3 inch. Diameter pipa ven Asrama STIKES Kota Kediri sebesar 65 mm atau 3 inch.
Analisis Nilai Kalor Biopelet dari Limbah Tongkol Jagung dan Plastik LDPE Fadilla Rachmadani; Ahmad Erlan Afiuddin; Alma Vita Sophia
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses produksi industri semen termasuk proses produksi high energy yang membutuhkan energi termal cukup besar, perlunya penerapan co-processing secara bertahap pada proses produksi, dengan memanfaatkan bahan bakar alternatif berupa biomassa sebagai substitusi batubara yang memiliki sifat energi non-renewable. Ketersediaan sumber energi tersebut semakin menurun, untuk itu diperlukan bahan alternatif baru yang dapat mengurangi konsumsi penggunaan bahan bakar utama dengan memanfaatkan limbah tongkol jagung dan limbah plastik LDPE sebagai biopelet yang sesuai dengan standar mutu biopelet pada biomassa untuk energi yaitu SNI 8675:2018. Penelitian ini menggunakan metode torefaksi untuk meningkatkan nilai kalor yang terkandung pada biopelet. Rasio variabel komposisi bahan baku dari limbah jagung dibandingkan dengan limbah plastik LDPE yang digunakan pada penelitian yaitu 90%:10% dan 95%:5% dengan suhu proses torefaksi 200°C, 250°C, dan 300°C, serta suhu pada pemanasan manual dengan sinar matahari selama 20 menit. Perekat yang digunakanberupa tepung tapioka dengan kadar campuran 20% dari total berat biopelet. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai kalor biopelet memenuhi baku mutu dengan range nilai 18,14 MJ/Kg – 34,61 MJ/Kg dan nilai kalor terbaik pada variasi komposisi 90% tongkol jagung dan 10% plastik LDPE dengan suhu 250°C.
Analisis Dampak Lingkungan dari Proses Pengolahan Lumpur Tinja di IPLT Supit Urang Kota Malang dengan Metode Life Cycle Assesment Amalia Fitria Noor; Ahmad Erlan Afiuddin; Tarikh Azis Ramadani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instalasi pengolahan lumpur tinja adalah merupakan hal penting dari sistem penyediaan sarana dan prasarana sanitasi air limbah. Proses pengolahan air limbah IPLT dapat menimbulkan dampak lingkungan, setelah dilakukan analisa LCA pada IPLT Supit Urang ditemukan bahwa IPLT menimbulkan emisi ke air dan emisi ke udara. Dampak terbesar yang muncul pada IPLT Supit Urang disebabkan oleh CH4, dimana CH4 paling banyak di produksi pada unit Solid Separation Chamber. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dampak lingkungan dari proses pengolahan air limbah IPLT Spit Urang Kota Malang. Life Cycle Assesment (LCA) pada penelitian kali ini menggunakan aplikasi SimaPro dengan metode Impact 2002+ dan memilih pendekatan gate to gate. Hasil analisis LCA menunjukkan bahwa dampak Climate Change menyumbang 4,670 Pt, Ecosystem Quality 0,008 Pt, dan Human Health 0,011 Pt. Climate change merupakan penyumbang dampak terbesar yang disebabkan CH4
Desain Tempat Sampah Otomatis pada Tahap Mekanik untuk Timbulan Sampah di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) M Ishthilakhul Choiri; Ahmad Erlan Afiuddin; Alma Vita Sophia
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kewajiban dalam pemilahan sampah diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah. Saat ini PPNS belum memaksimalkan pemilahan sampah sebagai usaha pengelolaan yang baik menurut UUD No. 18 Tahun 2008, padahal dengan memilah sampah sesuai jenisnya dapat memudahkan proses pengolahan sampah pada tahap selanjutnya. Tidak semua warga PPNS mengetahui jenis-jenis sampah, sehingga masih kesulitan dalam melakuka pengelolaan sampah berupa memilah sampah sesuai jenisnya, oleh karena itu perlu adanya langkah inovatif untuk memilah sampah secara otomatis. Desain mekanik tempat sampah pemilah otomatis menyesuaikan karakteristik dan timbulan sampah yang ada di PPNS, berdasarkan jumlah timbulan tempat sampah di PPNS maka dimensi tempat sampah pemilah otomatis yang akan dibuat adalah 60cm x 60cm x 100cm. Peneliti merencanakan empat jenis sampah yang dapat dipilah secara otomatis meliputi LDPE, PET, kertas dan sampah residu. Pemilihan empat jenis sampah mengacu pada desain mekanik dan karakteristik sampah.
Ukuran Partikel Adsorben Ampas Teh dan Waktu Operasional terhadap Penurunan Konsentrasi COD dan Fosfat Limbah Laundry Putri Firdauzi Ulwi; Mirna Apriani; Luqman Cahyono
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya usaha laundry yang muncul memiliki dampak kurang baik terhadap lingkungan jika belum diolah dengan baik. COD dan fosfat menjadi paremeter pencemar yang dihasilkan oleh limbah cair laundry. Salah satu alternatif pengolahan yang dapat digunakan untuk menurunkan kadar COD dan fosfat adalah adsorpsi. Ampas teh merupakan limbah padat dalam jumlah banyak, mudah didapatkan, dan berpotensi untuk dimanfaatkan menjadi karbon aktif. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode adsorpsi menggunakan karbon aktif ampas teh yang diaktivasi dengan K2CO3. Proses adsorpsi dilakukan dengan variasi waktu operasional selama 15, 30, 45, 60, 75, 90, 105 dan 120 menit. Variasi ukuran partikel adsorben sebesar 100 mesh dan 200 mesh. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh ukuran partikel adsorben dan waktu operasional terhadap penurunan konsentrasi COD dan fosfat limbah cair laundry. Proses penurunan konsentrasi COD paling optimum pada ukuran adsorben 100 mesh dengan waktu 15 menit mampu meremoval sebesar 86,86%. Persen penurunan konsentrasi fosfat paling optimum pada ukuran adsorben 100 mesh dengan waktu30 menit mampu meremoval sebesar 70,71%.
Pola Sebaran Emisi SO2, NO2, dan Partikulat dari Cerobong Batu Bara Industri Kecap Menggunakan Software Screen View Ananda Augista Firstanti; Ahmad Erlan Afiuddin; Tarikh Azis Ramadani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indeks kualitas udara Pasuruan pada tanggal 12 Februari 2021 berada di angka 83 yang termasuk dalam kategori paling tinggi di Indonesia. Industri kecap merupakan salah satu penyumbang pencemaran udara yang ada di Kabupaten Pasuruan. Beberapa parameter emisi dominan dari industri kecap yang menggunakan ketel uap berbahan bakar batu bara yaitu SO2, NO2, dan partikulat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola sebaran SO2, NO2 dan partikulat menggunakan software screen view. Hasil software screen view menunjukkan nilai konsentrasi maksimum SO2, NO2, dan partikulat saat musim hujan berada pada jarak 315 meter dari sumber pencemar (cerobong) dengan nilai konsentrasi sebesar 2076 µg/m3 , 2614 µg/m3, dan 525,2 µg/m3. Konsentrasi maksimum SO2, NO2 dan partikulatsaat musim kemarau berada pada jarak 321 meter dari sumber pencemar (cerobong) dengan nilai konsentrasi sebesar149,6 µg/m3, 2543 µg/m3, dan 543,9 µg/m3.
Ketahanan Tanaman Typha angustifolia dan Ipomoea aquatica Terhadap Konsentrasi Air Limbah Tambak Udang dengan Metode Range Finding Test (RFT) Kemala Diaz Maharani; Tanti Utami Dewi; Ulvi Pri Astuti
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan budidaya tambak udang selain menghasilkan produk pangan berupa udang juga menghasilkan limbah cair. Tambak udang yang terdapat di Pasuruan memiliki konsentrasi fosfat dan amonia yang melebihi baku mutu yang memiliki besaran 0,1 mg/L. Permasalahan tersebut mendorong adanya pengolahan lebih lanjut untuk mereduksi kadar fosfat dan amonia. Metode pengolahan limbah cair yang umum dilakukan dengan memanfaatkan tanaman disebut fitoremediasi. Proses Range Finding Test (RFT) merupakan tahapan yang harus dilakukan untuk mengetahui berapa besar persentase konsentrasi air limbah yang dapat diterima oleh tanaman. Tahapan ini dilakukan sebelum tanaman dimanfaatkan sebagai agen fitoremediator untuk pengolahan limbah cair. Penelitian ini meliputi pengujian Range Finding Test pada tanaman kangkung air (Ipomoea aquatica) yang disiapkan dengan metode germenasi dan ekor kucing (Typha angustifolia) yang disiapkan dengan metode propagasi. RFT dilakukan selama 96 jam di 5 konsentrasi yang berbeda sesuai dengan USEPA Guidelines Part 850.4500. RFT yang dilakukan pada ekor kucing memiliki rentang persentase konsentrasi 0%, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%. RFT yang dilakukan pada kangkung air memiliki rentang persentase konsentrasi 0%, 15%, 30%, 45%, 60% dan 75%. Tanaman ekor kucing mampu bertahan hidup pada persentase 100% air limbah, sedangkan kangkung air dapat bertahan hidup pada persentase 50% air limbah.
Penurunan Kadar COD Air Limbah Industri Tempe dengan Metode Fitoremediasi Menggunakan Tanaman Typha latifolia Zauzan Billah; Tanti Utami Dewi; Novi Eka Mayangsari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair salah satu industri tempe di daerah Sidoarjo memiliki kadar COD yang melebihi baku mutu yaitu sebesar 15.360 mg/L. Berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 72 Tahun 2013 tentang Baku Mutu Air Limbah bagi Industri dan/atau Kegiatan Usaha Lainnya menyatakan bahwa baku mutu COD yang diizinkan untuk dibuang ke lingkungan sebesar 300 mg/L. Salah satu alternatif pengolahan yang dapat digunakan untuk menurunkan kadar COD pada limbah cair industri tempe adalah menggunakan metode fitoremediasi dengan memanfaatkan tanaman Typha latifolia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyisihan kadar COD menggunakan tanaman Typha latifolia dalam air limbah industri tempe. Penelitian ini menggunakan variasi konsentrasi air limbah (100% dan 75%) dan variasi waktu kontak (0, 5, 10, 15, dan 20 hari). Selama proses fitoremediasi berlangsung dilakukan penambahan aerasi setiap 6 jam selama 1 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar COD terbaik sebesar 49% pada reaktor dengan konsentrasi air limbah 100% danwaktu kontak 20 hari. Hasil uji MANOVA menunjukkan nilai ? < 0,05 yang menjelaskan bahwa variasi konsentrasi air limbah dan variasi waktu kontak memiliki pengaruh terhadap penurunan kadar COD.
Analisis Implementasi Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015 PT Agro Cemerlang Plasindo Yulia Zahwa Faradiba; Ahmad Erlan Afiuddin; Dika Rahayu Widiana
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin berkembangnya bidang industri, peraturan pemerintah terkait pengendalian isu-isu lingkungan juga semakin ketat. PT Agro Cemerlang Plasindo merupakan salah satu industri yang dalam kegiatan produksinya berpotensi menghasilkan dampak lingkungan. Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan (SML) ISO 14001:2015 merupakan salah satu bentuk tindakan sistematis yang dapat dilakukan oleh industri sebagai upaya pengendalian terhadap potensi dampak lingkungan dari kegiatan operasional industri. Sebelum diterapkannya SML di suatu industri perlu dilakukan penilaian terhadap kondisi eksisting tentang sejauh mana konsep-konsep SML telah diterapkan pada industri tersebut. Penilaian kondisi eksisting dapat dilakukan menggunakan metode selfassessment checklist oleh Global Environmental Management Initiative (GEMI). Kondisi di lapangan menunjukkan jika PT Agro Cemerlang Plasindo masih belum menerapkan SML, namun PT Agro Cemerlang Plasindo memiliki tujuan untuk memelihara lingkungan yang disebutkan dalam visi perusahaannya. Berdasarkan penilaian kondisi eksisting di PT Agro Cemerlang Plasindo menunjukkan jika persentase hasil checklist masih kurang dari 100%.

Page 11 of 28 | Total Record : 277