cover
Contact Name
Vivin Setiani
Contact Email
vivinsetiani@ppns.ac.id
Phone
+6289530032201
Journal Mail Official
prodi.tpl@ppns.ac.id
Editorial Address
Jl. Teknik Kimia, Kampus ITS Sukolilo
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
ISSN : -     EISSN : 26231727     DOI : https://doi.org/10.33863/cpwtt
Core Subject :
Aims of the CPWTT: The Conference is aimed at providing grounds for the exchange of ideas and data developed through research experience in the waste treatment dan environmental engineering. Scope of the CPWTT: Waste Treatment Life Cycle Assessment Solid Waste Management and Treatment Pollution Control and Monitoring (Air, Biota, Soil, Water) Water and Wastewater Treatment Environmental Management System Environmental Chemistry Environmental Modeling Environmental Mitigation and Remediation Global Warming Emerging Pollutant Environmental Microbiology
Arjuna Subject : -
Articles 277 Documents
Optimalisasi Metode Pengomposan pada Rumah Kompos Pelabuhan Tanjung Perak dengan Perbedaan Feeding Regime pada Larva Black Soldier Fly Nyoto Sulistiyo; Vivin Setiani; Tanti Utami Dewi
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu fasilitas penunjang kegiatan operasional pelabuhan adalah adanya ruang terbuka hijau yang memadai, dan jenis vegetasi yang sangat populer untuk ditanam pada ruang terbuka hijau adalah pohon angsana (Pterocarpus indicus). Sejak 2018, Pelabuhan Tanjung Perak telah memanfaatkan kembali limbah dari perantingan pohon angsana (Pterocarpus indicus) untuk menjadi kompos. Sayangnya hasil kompos masih berupa daun utuh, sehingga hal ini memberikan ruang untuk dilakukannya perbaikan pada metode pengomposan. Pada penelitian ini, akan dilakukan pengomposan menggunakan larva Black Soldier Fly dan mikroorganisme lokal dari bonggol pisang. Bahan kompos berupa limbah daun angsana dicampurkan dengan limbah ikan tenggiri yang berasal dari kegiatan olahan makanan ikan tenggiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh perbedaan dosis mol terhadap kualitas kompos. Variasi dilakukan dengan perbedaan dosis mikroorganisme lokal bonggol pisang sebanyak 0 mL/kg, 7 mL/kg, dan 15 mL/kg. Hasil pengomposan menunjukkan bahwa kadar nitrogen total dan fosfor dari kompos tidak dipengaruhi oleh perbedaan penambahan dosis mol. Hasil desain dari reaktor berupa limas trapesium dengan dimensi alas 30 cm x 62 cm x 30 cm dan tinggi 30 cm, sehingga didapatkan volume sebesar 41,4 liter.
Pengolahan Sampah Kapas, Sampah Daun Pisang, dan Kotoran Kelinci menjadi Kompos dengan Metode Aerobik Rizki Alifiya Nurbiyanti; Vivin Setiani; Ayu Nindyapuspa
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri tekstil menjadi salah satu penyebab semakin meningkatnya jumlah timbulan sampah kapas. Dikatakan demikian, dikarenakan sampah kapas di lingkungan industri tekstil tidak dilakukan pengolahan sebagai tindakan untuk meminimalkan jumlah timbulan sampah kapas. Hal ini dapat menimbulkan polusi dan penyakit jika tidak ditindak lanjuti. Selain itu, permasalahan lain yang juga menjadi perhatian adalah sampah daun pisang. Sampah daun pisang sering kali ditumpuk kemudian dibakar di sekitar lingkungan pemukiman penduduk, maka tindakan ini dapat menimbulkan polusi udara. Salah satu solusi alternatif atas permasalahan tersebut adalah dengan cara memanfaatkan sampah menjadi kompos. Pada penelitian ini, pembuatan kompos memanfaatkan sampah kapas, sampah daun pisang (Musa balbisisana) dan kotoran kelinci. Metode pengomposan yang digunakan secara aerobik dengan jenis reaktor yaitu aerobic composting bin. Adapun variabel penelitian yaitu variasi komposisi sampah kapas sebesar 20,33%; sampah daun pisang sebesar 20,33%; dan kotoran kelinci sebesar 59,35%. Kualitas kompos yang mampu dihasilkan pada penelitian ini meliputi nilai rasio C/N sebesar 11,05; C-Organik sebesar 10,17%; NTotal sebesar 0,92%; Fosfor sebesar 0,08%; dan Kalium sebesar 1,30%.
Evaluasi Teknis Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja Supit Urang Kota Malang Tahun Pembangunan 2017 Annisa Nikmatul Lathifah; Ulvi Pri Astuti; Alma Vita Sophia
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IPLT merupakan fasilitas untuk mengolah lumpur tinja. IPLT Supit Urang Kota Malang merupakan IPLT dengan sistem pengolahan konvensional yang berlokasi di daerah Mulyorejo, Kecamatan Sukun. IPLT yang aktif beroperasi saat ini merupakan fasilitas yang dibangun pada tahun 2017. Permasalahan yang dihadapi IPLT saat ini yaitu overloadcapacity (kapasitas terbangun 25 m3/hari dan kapasitas yang masuk sebesar 41 m3/hari). Permintaan penyedotan dan pengolahan di IPLT akan terus meningkat seiring pencapaian target 100% akses sanitasi layak dari pemerintah. Sebelum dilakukan optimalisasi lebih lanjut pada IPLT sehingga dapat mengolah kelebihan kuantitas lumpur tinja eksisting maupun timbulan lumpur tinja di masa depan maka perlu dilakukan evaluasi IPLT terutama dalam aspek teknis. Evaluasi yang dilakukan diantaranya evaluasi sistem pengolahan termasuk dimensi, waktu tinggal, efisiensi pengolahan unit eksisting serta kualitas efluen IPLT. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa SSC eksisting tidak mampu menerima kelebihan volume yang diterima; waktu tinggal wetland tidak mencukupi;unit kolam maturasi memiliki efisiensi total coliform dibawah kriteria desain, IPLT eksisting mengalami penurunan kinerja pengolahan namun effluen IPLT masih memenuhi bakumutu air limbah domestik.
Pemanfaatan Pasir Silika Limbah Sandblasting sebagai Substitusi Agregat Halus pada Structral Lightweight Foamed Concrete (SLFC) Sri Sugiartiningsih; Adhi Setiawan; Wahyuniarsih Sutrisno
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasir silika limbah sandblasting dihasilkan dari proses blasting untuk mencegah terjadinya korosi pada permukaan logam. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No 22 Tahun 2021 Lampiran IX, limbah sandblasting merupakan limbah B3 sehingga tidak dapat dibuang langsung ke lingkungan. Oleh karena itu, pada penelitian ini berfokus pada pemanfaatan limbah sandblasting sebagai material pengganti agregat halus pada Structural Lightweight Foamed Concrete (SLFC) dengan metode solidifikasi. Sampel beton yang digunakan yaitu tanpa pasir limbah sandblasting dan 100% dengan limbah sandblasting yang kemudian di uji kelayakan teknisnya dengan uji kuat tekan yang mengacupada ACI 357R-14 dan uji kelayakan lingkungan menggunakan TCLP berdasarkan PP No 22 Tahun 2021. Hasil pengujian kuat tekan pada beton penambahan limbah sandblasting sebesar 0% dan 100% menghasilkan kuat tekan sebesar 19,9 MPa dan 37,3 MPa diumur 28 hari. Berdasrkan hasil uji TCLP pada beton SLFC dengan konsentrasi limbah sandblasting 100% sebagai pengganti agregat halus terbukti layak teknis dan lingkungan.
Pengolahan Sisa Makanan dan Sayur Kubis menggunakan Metode Larva Composting Inawati Rizki; Mirna Apriani; Ayu Nindyapuspa
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah sayur kubis dan sisa makanan merupakan permasalahan yang timbul seiring meningkatnya jumlah penduduk setiap tahun. Jika hal ini tidak segera dilakukan pengolahan maka akan berdampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Pengolahan sampah yang cepat dapat dilakukan dengan pengomposan menggunakan Black Soldier Fly. Penambahan bioaktivator salah satunya adalah mikroorganisme alami (MoL) alami dari sampah buah yang sudah membusuk yaitu tomat. Penelitian ini menganalisis pengaruh komposisi sampah terhadap karakteristik hasil kompos padat sebagai alternatif pupuk pada Tanaman Kenikir. Pengomposan dengan Larva Black Soldier Fly menggunakan variasikomposisi sampah 75% sisa makanan : 25% sayur kubis dengan penambahan MoL Tomat 10 mL/kg menujukkan beberapa parameter fisik dan kimia sudah memenuhi sesuai persyaratan SNI 19-7030-2004. Hasil dari kompos padat untuk parameter fisik kadar air sebesar 50%, suhu sebesar 29°C, bau seperti tanah, tekstur remah tanah dan warna coklat kehitaman. Parameter kimia kompos padat didapatkan hasil C- Organik sebesar 15,35% ; N-Total sebesar 4,215% ; P2O5 sebesar 0,22%; K2O sebesar 1,005% ; Rasio C/Nsebesar 3,99. Hasil uji coba kompos padat pada Tanaman Kenikir menunjukkan jumlah daun sebanyak 7 helai dan tinggi tanaman sebesar 7,6 cm pada hari ke – 14.
Life Cycle Assessment (LCA) pada Proses Pengolahan Sampah di TPA Karangdiyeng Kabupaten Mojokerto Rama Hasan Ababil; Novi Eka Mayangsari; Alma Vita Shopia
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi eksisting di TPA Karangdiyeng saat ini menggunakan metode pengolahan sanitary landfill, metodesanitary landfill merupakan metode konvensional yang membutuhkan lahan yang cukup luas serta memiliki dampak negatif terhadap lingkungan sekitar berupa pencemaran dari produksi air lindi dan gas landfill. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak lingkungan pada proses pengolahan sampah dan menentukan alternatif mitigasi terbaik untuk mereduksi dampak. Penilaian dampak menggunakan pendekatan metode Life Cycle Assessment (LCA), dengan software SimaPro 9.0.3.0 dan menggunakan metode EDIP 2003. Hasil analisis LCA menunjukkan kontribusi dampak Global Warming 100a sebesar 12,1 kPt, Ozone Formotion (Vegetation) sebesar 21 kPt, Ozone Formotion (Human) sebesar 35,5 kPt, Acidification sebesar 1,43 kPt, Terrestrial eutrophication sebesar 0,963 kPt, Aquatic eutrophication EP(N) sebesar 0,716 kPt, Human toxicity air sebesar 0,0459 kPt, dan Human toxicity water sebesar 0,348 kPt..Hasil analisis hotspot menunjukkan Ozone Formotion (Human) sebagai dampak terbesar dengan nilai 35,5 kPt (49,21065%).
Pengomposan Sampah Daun Angsana menggunakan Cacing Eisenia fetida dengan Penambahan MOL Nasi Basi Athi’ Farida; Vivin Setiani; Ayu Nindyapuspa
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Tanjuk Perak Surabaya memiliki fasilitas pengolahan sampah daun berupa rumah kompos. Sampah daun yang diolah merupakan hasil perantingan pohon angsana yang berada di taman dan sekitar jalan Pelabuhan Tanjung Perak. Pengolahan sampah daun di rumah kompos Pelabuhan Tanjung Perak menggunakan metode open windrow. Tahapan pengomposan hanya meliputi pencacahan dua kali, lalu ditumpuk di tempat terbuka beratap tanpa komposter. Hasil dari pengomposan tersebut belum maksimal, dikarenakan kompos yang dihasilkan masih berbentuk daun. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan adanya modifikasi teknologi dalam pengomposan, salah satunya menggunakan metode vermicomposting. Penelitian ini menggunakan jenis cacing tanah Eisenia fetida dengan lama pengomposan 21 hari. Vermicomposting memanfaatkan Mikroorganisme Lokal (MOL) dari nasi basi untuk mempercepat proses pengomposan. Komposisi sampah terdiri dari 40% daun angsana, 40% kotoran sapi dan 20% serbuk kayu. Reaktor pengomposan menggunakan metode continous flow bin dengan dimensi 45 cm x 30 cm x 35 cm. Pengukuran yang dilakukan yaitu warna, tekstur, bau, kadar air, suhu, pH, C, N, rasio C/N, P2O5, dan K2O. Hasil akhir pengomposan telah memenuhi SNI 19-7030-2004 tentang spesifikasi kompos dari sampah organik. Kandungan rasio C/N pada kompos yang dihasilkan oleh cacing Eisenia fetida dengan penambahan MOL nasi basi yaitu 20,04.
Pemanfaatan Bottom Ash sebagai Suplementary Cement Material (SCM) dalam Pembuatan Beton Self Compacting Concrete (SCC) Moh. Najib Rizal; Adhi Setiawan; Kiki Dwi Wulandari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsumsi batu bara di Indonesia saat ini mencapai 131,887 juta ton pada Tahun 2020 dan akan meningkat setiap tahunnya. Bottom ash yang terbentuk juga akan meningkat sebanding dengan konsumsi batu bara yang digunakan. Bottom ash dapat diprediksi menjadi bahan pengganti semen dikarenakan terdapat kandungan silika yang hampir sama dengan semen sebesar 29,04% dan semen sebesar 17-25%. Penelitian ini bertujuan untuk modifikasi bottom ash agar dapat dimanfaatkan menjadi beton self compacting concrete (SCC). BetonSCC mengacu pada ASTM 237R-07. Modifikasi bottom ash dilakukan dengan metode grinding selama 4 jam. Grinding bottom ash bertujuan untuk mengurangi ukuran bottom ash dan pori – pori partikel. Hasil grinding bottom ash mempunyai berat jenis 2,94 g/cm3 lebih kecil terhadap densitas semen yaitu 3,03 gr/cm3. Beton dengan variasi substitusi bottom ash 0% (BA0) dan 30% (BA3) dilakukan pengujian kuat tekan pada umur 7 dan 28 hari. Kuat tekan beton BA3 pada umur 7 dan 28 hari lebih besar terhadap kuat tekan beton BA0 atautanpa substitusi. Serpihan beton BA3 yang telah diuji kuat tekan dilakukan pengujian TCLP Cr6+ agar dapat memastikan tidak mengandung limbah B3 yang melebihi baku mutu berdasarkan PP. no. 22 tahun 2021. Hasil TCLP memunjukkan bahwa beton tidak termasuk B3 karena tidak melebihi baku mutu TCLP A, B, dan C.
Pemanfaatan Limbah Padat Pasir Silika Limbah Sandblasting dan Fly Ash untuk Beton HVFA-SCC Havy Fathoni; Wiwik Dwi Pratiwi; Vivin Setiani; Wahyuniarsih Sutrisno
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton High Volume Fly Ash (HVFA) merupakan campuran beton yang menggunakan fly ash dengan persentase fly ash yang digunakan lebih dari 50%. Adanya kandungan bahan kimia silika dan alumina, yang membuat fly ash memiliki sifat pozzolanik seperti semen, sehingga dapat dimanfaatkan untuk menjadi material pengganti semen. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan melakukan pembuatan beton high volume fly ash - self compacting concrete (HVFA-SCC) yang memanfaatkan limbah sandblasting sebagai pengganti agregat halus dan limbah fly ash sebagai pengganti semen yang akan dibandingkan dengan beton normal dan beton HVFA menggunakan pasir biasa. Hasil penelitian menunjukkan komposisi beton HVFA dengan variasi campuran 40% limbah fly ash dengan substitusi pasir silika limbah sandblasting menghasilkan kuat tekan sebesar 21,03 MPa pada usia beton 28 hari. Berdasarkan hal tersebut, pasir silika limbah sandblasting dapat berpotensi menjadi substitusi agregat halus pada beton HVFA dan termasuk ke dalam jenis beton mutu sedang yang dapat dimanfaatkan sebagai beton bertulang.
Studi Kuat Tekan Pemanfaatan Copper Slag sebagai Substitusi Pasir untuk Batako Pejal Rizki Medy Prasetyo; Novi Eka Mayangsari; Moch. Luqman Ashari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Copper slag merupakan salah satu limbah dari proses Industri peleburan dan pemurnian tembaga yang memiliki karakteristik fisik dan kimiawi menyerupai agregat halus pasir. Tercatat pada tahun 2021, salah satu industri peleburan tembaga di Jawa Timur menghasilkan limbah tembaga (Copper slag) sebanyak 665.000 ton per tahun yang belum dimanfaatkan seluruhnya. Berdasarkan beberapa penelitian, penggunaan Copper slag sebagai material penyusun beton banyak dilakukan. Salah satunya adalah dengan menggunakan teknik solidifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh penggunaan material Copper slag sebagai bahan pengganti agregat halus batako pejal. Perbandingan semen dan pasir yang digunakan pada penelitian ini adalah 1:5, FAS (0,45), dengan 4 variasi substitusilimbah Copper slag 0%,10%,15% dan 20%. Tiap variasi di uji kuat tekan setelah benda uji berusia 28 hari. Pengujian karakteristik Copper slag dilakukan melalui pengujian XRF dan SEM. Hasil dalam penelitian ini didapatkan nilai kuat tekan pada umur 28 hari untuk komposisi 0%, 10%, 15%, 20% masing-masing sebesar 105,83 kg/cm2; 112,92 kg/cm2; 143,89 kg/cm2; dan 103,19 kg/cm2. Kuat tekan optimum yang memenuhi mutu tingkat B2 pada substitusi limbah 15%.

Page 9 of 28 | Total Record : 277