cover
Contact Name
Vivin Setiani
Contact Email
vivinsetiani@ppns.ac.id
Phone
+6289530032201
Journal Mail Official
prodi.tpl@ppns.ac.id
Editorial Address
Jl. Teknik Kimia, Kampus ITS Sukolilo
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
ISSN : -     EISSN : 26231727     DOI : https://doi.org/10.33863/cpwtt
Core Subject :
Aims of the CPWTT: The Conference is aimed at providing grounds for the exchange of ideas and data developed through research experience in the waste treatment dan environmental engineering. Scope of the CPWTT: Waste Treatment Life Cycle Assessment Solid Waste Management and Treatment Pollution Control and Monitoring (Air, Biota, Soil, Water) Water and Wastewater Treatment Environmental Management System Environmental Chemistry Environmental Modeling Environmental Mitigation and Remediation Global Warming Emerging Pollutant Environmental Microbiology
Arjuna Subject : -
Articles 277 Documents
Pengaruh Variasi Konsentrasi Air Limbah pada Proses Range Finding Test (RFT) terhadap Ketahanan Tanaman Typha Angustifolia Bhagaskara Cipta Linuwih; Ulvi Pri Astuti; Tanti Utami Dewi
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air limbah domestik di industri galangan kapal memiliki kadar total coliform yang melebihi dari baku mutu, yaitu sebesar 6000 – 15.400 CFU / 100 mL. Menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 68 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik menyatakan bahwa batas kadar total coliform yang boleh dibuang ke badan air sebesar 3000 CFU/100 mL. Alternatif pengolahan untuk menurunkan kadar total coliform yaitu menggunakan kombinasi metode Contructed Wetland. Tanaman yang dapat digunakan pada pengolahan air limbah metode Constructed Wetland yaitu tanaman Ekor Kucing (Typha Angustifolia). Langkahpertama yang dilakukan yaitu uji Range Finding Test (RFT). Tujuan dilakukan pengujian RFT adalah untuk mengetahui besarnya konsentrasi maksimum air limbah yang tidak memberikan efek terhadap tumbuhan. Uji RFT dilakukan selama 4 hari dengan variasi konsentrasi air limbah yang digunakan antara lain 0% ; 20% ; 40% ; 60% ; 80% ; dan 100%. Uji RFT juga dilakukan pengamatan pH, suhu, dan morfologi tanaman (tinggi tanaman, jumlah daun, dan warna tanaman). Tanaman Typha angustifolia tidak mengalami kematian dan tidak terjadi perubahan warna, serta mampu bertahan hidup hinggahari ke-empat pada konsentrasi tertinggi air limbah yaitu 100%.
Persentase Kandungan Kalsium Oksida (CaO) Pada Katalis Limbah Kulit Udang Elsa Rafelia Hartanti; Vivin Setiani; Ayu Nindyapuspa
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit udang mengandung konstituen utama yang terdiri kalsium karbonat (45% - 50%) yang diharapkan dapat mendaur ulang limbah kulit udang menjadi sesuatu yang bermanfaat seperti pemanfaatan katalis heterogen CaO dalam pembuatan biodiesel. Kebanyakan katalis yang digunakan untuk pembuatan biodiesel adalah katalis homogen namun katalis basa homogen sangat sulit dipisahkan dari campuran reaksi sehingga tidak dapat digunakan kembali dan akhirnya akan ikut terbuang sebagai limbah yang dapat mencemarkan lingkungan. Kelebihan katalis heterogen yaitu stabil pada suhu tinggi, dapat diregenerasi sehingga mengurangi biaya produksi, proses pemisahan lebih mudah, dan dapat mengurangi limbah pencucian sehingga lebih ramah lingkungan. Katalis CaO yang berasal dari kulit udang akan mengurangi biaya operasional, dan dapat mengurangi dampak negatif bagi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persen kandungan CaO dalam limbah kulit udang menggunakan uji X-Ray Fluorescence (XRF). Kulit udang dibersihkan menggunakan air kemudian dijemur. Kulit udang di oven pada suhu 120°C selama 1 jam kemudian dihaluskan dan diayak menggunakan ayakan 100 mesh. Limbah kulit udang dikalsinasi pada suhu 1000°C selama 3 jam. Hasil uji XRF pada katalis CaO limbah kulit udang memiliki kandungan CaO sebesar 77,87%.
Studi Beban Emisi Gas Karbon Monoksida (CO) pada Daya Serap Pohon Tabebuya dari Aktivitas Transportasi di Jalan Kusuma Bangsa Intifada Muhamad Zulfikar Albab Mahera; Ahmad Erlan Afiuddin; Luqman Cahyono
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah kendaraan bermotor yang semakin meningkat di Indonesia berdampak pada meningkatnya jumlah emisi CO yang dihasilkan. Banyaknya kendaraan yang melintas mempengaruhi kualitas udara yang ada di JL. Kusuma Bangsa. pengendalian pencemaran dengan menggunakan permodelan box model yang mempertimbangkan total daya serap pohon tabebuya yang berada di Jl Kusuma Bangsa. Pohon tabebuya didahulukan dalam perhitungan daya serap dan selanjutnya menghitung sisa emisi CO yang telah direduksi oleh pohon tabebuya. Beban emisi CO yang dihasilkan tertinggi sebesar 5160,370 g CO/Jam yaitu pada zona 2 saat waktu sore hari. Beban emisi CO yang terendah sebesar 1785,630 g CO/Jam yaitu pada zona 3 saat waktu malam hari. Total emisi CO didapatkan nilai sebesar 273394,556 Kg/tahun jika dikonversikan ke dalam CO2 didapatkan hasil sebesar 429620,016 Kg/tahun. Nilai sisa emisi CO2 yangdidapatkan dari daya serap tabebuya eksisting adalah sebesar 317300,016 Kg/tahun sehingga diperlukan penambahan daya serap emisi dari lebih banyak pohon. Total keseluruhan tabebuya yang ditanam adalah sebanyak 1131 pohon dengan daya serap pohon total CO2 yaitu sebesar 588120 Kg/tahun sehingga hasil sisa emisi yang didapatkan yaitu negatif atau 0 (nol).
Pengaruh Volume Aktivator EM 4 (Effective Microorganism 4) pada Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari Limbah Cair Tahu dan Tanaman Eceng Gondok (Eichornia crassipes) Jesicca Fatma Dewi; Novi Eka Mayangsari; Mirna Apriani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair industri tahu mengandung bahan organik yang tinggi sehingga perlu dilakukan pemanfaatan untuk mencegah terjadinya permasalahan lingkungan. Adanya kandungan bahan organik pada limbah cair tahu dapat dimanfaatkan sebagai produk yang memiliki nilai ekonomis seperti pupuk organik cair (POC). Tanaman eceng gondok dijadikan penambahan bahan organik pada penelitian ini dikarenakan tanaman eceng gondok dapat meningkatkan kandungan C-organik dan Nitrogen total pada pupuk. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh variasi volume EM 4 terhadap parameter kimia (pH, C-organik, N-total, P2O5, K2O). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode fermentasi. Proses fermentasi berlangsung selama 10 hari dengan kondisi anaerob. Hasil penelitian terbaik yaitu pada penambahan volume EM 4 sebanyak 60 ml dengan komposisi bahan 5:1 (v/v). Variasi tersebut memiliki pH 5,2 dan mengandung 0,43% C-Organik; 0,025% N-Total; 0,0023% P2O5; 0,132% K2O.
Perencanaan Tempat Penampungan Sementara Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (TPS Limbah B3) di Pelabuhan Tanjung Perak Ilham Ngudyana; Novi Eka Mayangsari; Alma Vita Sophia
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Tanjung Perak memiliki fasilitas untuk proses bongkar muat kapal. Saat melakukkan aktivitas bongkar muat dibutuhkan alat bantu operasional seperti: mobil pick up, forklift, ekskavator, dan alat berat lainnya. Alat bantu operasional tersebut memerlukan perawatan rutin dan selama proses perawatan terdapat limbah B3 yang dihasilkan. TPS limbah B3 adalah bangunan untuk menyimpan Limbah B3 oleh penghasil limbah B3. Perencanaan TPS limbah B3 ini bertujuan untuk menentukan karakteristik dan desain bangunan. Perencanaan TPS limbah B3 berlokasi pada daerah bebas bencana. Blok limbah B3 direncanakan untuk limbah B3 yang memiliki karakteristik sama. Luasan TPS limbah B3 yang didapat sebesar 1200 cm2. Limbah B3 yang terdapat pada Pelabuhan Tanjung Perak memiliki karakteristik berbahaya terhadap lingkungan. Limbah B3 oli bekas memiliki karakteristik lain seperti cairan mudah terbakar dan beracun. Kain majun dan filter oli bekas memiliki karakteristik lain seperti padatan mudah terbakar. Accu bekas memiliki karakteristik lain seperti beracun dan cairan mudah korosif. Bangunan TPS limbah B3 mempunyai dimensi 12 m x 10 m dengan total luas area 120 m2.
Pengomposan Sampah Daun Angsana menggunakan Cacing Eisenia fetida dengan Penambahan MOL Nasi Basi Athi’ Farida; Vivin Setiani; Ayu Nindyapuspa
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan Tanjuk Perak Surabaya memiliki fasilitas pengolahan sampah daun berupa rumah kompos. Sampah daun yang diolah merupakan hasil perantingan pohon angsana yang berada di taman dan sekitar jalan Pelabuhan Tanjung Perak. Pengolahan sampah daun di rumah kompos Pelabuhan Tanjung Perak menggunakan metode open windrow. Tahapan pengomposan hanya meliputi pencacahan dua kali, lalu ditumpuk di tempat terbuka beratap tanpa komposter. Hasil dari pengomposan tersebut belum maksimal, dikarenakan kompos yang dihasilkan masih berbentuk daun. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan adanya modifikasi teknologi dalam pengomposan, salah satunya menggunakan metode vermicomposting. Penelitian ini menggunakan jenis cacing tanah Eisenia fetida dengan lama pengomposan 21 hari. Vermicomposting memanfaatkan Mikroorganisme Lokal (MOL) dari nasi basi untuk mempercepat proses pengomposan. Komposisi sampah terdiri dari 40% daun angsana, 40% kotoran sapi dan 20% serbuk kayu. Reaktor pengomposan menggunakan metode continous flow bin dengan dimensi 45 cm x 30 cm x 35 cm. Pengukuran yang dilakukan yaitu warna, tekstur, bau, kadar air, suhu, pH, C, N, rasio C/N, P2O5, dan K2O. Hasil akhir pengomposan telah memenuhi SNI 19-7030-2004 tentang spesifikasi kompos dari sampah organik. Kandungan rasio C/N pada kompos yang dihasilkan oleh cacing Eisenia fetida dengan penambahan MOL nasi basi yaitu 20,04.
Pengomposan Kulit Pisang Kepok dan Air Lindi Elok Diana Manzil; Vivin Setiani; Tanti Utami Dewi
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin bertambahnya penduduk, maka aktivitas yang dilakukan oleh manusia akan semakin beragam. Hal tersebut akan didampingi dengan semakin besarnya timbulan sampah yang dihasilkan. Sampah domestik merupakan salah satu komponen dengan jumlah besar dalam timbulan suatu daerah. Kulit pisang merupakan salah satu unsur sampah domestik yang apabila tidak segera diolah akan menimbulkan bau yang tidak sedap, salah satu pisang yang sering digunakan dalam beberapa olahan adalah pisang kepok. Keberadaan sampah tentunya didampingi dengan adanya lindi yang apabila terjadi pencemaran dapat membahayakan lingkungan sekitar. Maka dari itu pada penelitian ini dilakukan pengolahan sampah kulit pisang kepok menggunakan metode larva komposting, dengan larva black soldier fly dan penambahan lindi. Proses pengomposan dilakukan selama 15 hari dengan penambahan perlakukan fermentasi dengan air lindi sebanyak 500 ml selama 7 hari. Parameter yang diamati adalah parameter fisik dan kimia kompos, dihasilkan nilai keseluruhan parameter telah memenuhi SNI 19-7030-2004.
Pemanfaatan Abu Insinerator Rumah Sakit dengan Campuran Serbuk Cangkang Bekicot sebagai Material Agregat Halus terhadap Kuat Tekan Paving Block Ghea Abbyah Nur; Novi Eka Mayangsari; Luqman Cahyono
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas kesehatan menghasilkan limbah yang bersifat infeksius dan berbahaya bagi lingkungan, hasil pembakaran limbah infeksius dengan insinerator di RSUD Dr Soetomo Surabaya dilakukan 4 kali sehari dan didapatkan hasil abu dari pembakaran insinerator sebesar 0,0161 m3/hari dengan mengandung kontaminan logam berat. Pemanfaatan cangkang bekicot yang belum maksimal, mulai dari bekicot hanya dimanfaatkan sebagai kuliner dan sebagian besar cangkangnya dibuang ke sungai. Penelitian ini berupaya untuk memanfaatkan abu hasil pembakaran insinerator rumah sakit dan serbuk cangkang bekicot sebagai material agregat halus yang digunakan sebagai paving block. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh uji kuat tekan paving block. Analisa penelitian yang dilakukan berupa pengujian kuat tekan pada paving block dengan komposisi campuran abu insinerator rumah sakit dan ditambahkan serbuk cangkang bekicot dengan substitusi agregat halus sebesar 0%+0%, 2%+0%, dan 4%+3% untuk umur beton 28 hari dengan faktor air semen 0,40. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa kuat tekan paving block tertinggi pada variasi komposisi abu insinerator 2% yaitu sebesar 39,36 MPa memiliki mutu B sesuai dengan standar SNI. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin banyak substitusi abu insinerator rumah sakit dengan campuran serbuk cangkang bekicot yang digunakan, dapat mempengaruhi penurunan nilai kuat tekan pada pavingblock.
Analisis Karakteristik, Komposisi dan Timbulan Sampah Non-B3 di TPS Tanjung Tembaga Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Sagita Eka Hardiyani; Adhi Setiawan; Luqman Cahyono
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanganan sampah di Pelabuhan Tanjung Perak masih dilakukan dengan menerapkan pola lama yaitu pengumpulan sampah, pengangkutan sampah, dan pembuangan sampah ke TPA. Dengan jumlah timbulan sampah yang sangat tinggi, dapat menyebabkan semakin tingginya beban pengolahan sampah di TPA Benowo. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi timbulan, komposisi, dan karakteristik sampah non B3 di TPS Tanjung Tembaga.. Metode pengukuran dan sampling sampah menggunakan SNI 19-364-1994. Jumah sampah pada tahun perkiraan (tahun ke-10 perencanaan) mencapai 10035 Kg/hari dengan timbulan sebesar 7,24 kg/orang.hari. Komposisi sampah dan kadar air TPS Tanjung Tembaga terdiri dari 17% sampah daun (40%), 30% sampah sisa makanan (60%), 3% sampah kertas (10%), 7% sampah kayu (10%), 5% kain (30%), 2% karet (0%), 13% plastik (10%), 2% kaca (0%). Densitas rata-rata sampah yaitu 173,71 Kg/m3. Hasil studi akan digunakan sebagai dasar dalam perencanaan Material Recovery Factor(MRF) di TPS Tanjung Tembaga.
Kajian Teknis Pemanfaatan Limbah Spent Bleaching Earth sebagai Substitusi Agregat Halus pada Paving Block dengan Penambahan Cangkang Kulit Kerang Hijau Muhammad Ikhwan Habib; Novi Eka Mayangsari; Moch. Luqman Ashari
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spent Bleaching Earth (SBE) merupakan salah satu limbah dari proses pemucatan minyak kelapa sawit yang kaya akan senyawa pozzolan. Berdasarkan penelitian terdahulu material SBE apabila digunakan sebagai bahan pengganti maka mutu paving block yang dihasilkan tidak lebih baik dari mutu paving block tanpa SBE, sehingga untuk meningkatkan mutu maka diperlukan material tambahan salah satunya adalah cangkang kulit kerang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh penggunaan material SBE sebagai bahan pengganti dengan bahan tambahan cangkang kulit kerang terhadap kelayakan mutu paving block. Pada penelitian ini perbandingan semen dan pasir yangdigunakan adalah 1;4, FAS 0,35, dengan 4 variasi substitusi limbah SBE 0%,10%,15% dan 20% selain itu ditambahkan 5% cangkang kerang dari berat total semen yang digunakan. Hasil penelitian didapatkan bahwa formulasi terbaik adalah paving block dengan formulasi substitusi 10% limbah SBE dengan nilai kuat tekan sebesar 40,4 MPa, berdasarkan hasil kuat tekan rata-rata menunjukkan bahwa formulasi substitusi 10% termasuk kedalam paving block dengan kelas mutu A.

Page 8 of 28 | Total Record : 277