cover
Contact Name
irhas
Contact Email
irhassaputra@gmail.com
Phone
+6281365553883
Journal Mail Official
irhassaputra@gmail.com
Editorial Address
Jl. Persiapan Gelengang No. 5, Kp. Simpang Empat, Kec. Bebesen, Kab. Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Indonesia
Location
Kab. aceh tengah,
Aceh
INDONESIA
ISME: Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research
ISSN : 30267471     EISSN : 30478405     DOI : https://doi.org/10.61683/isme.vol41
Core Subject :
ISME Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research menerbitkan artikel berbasis riset tentang Studi Islam yang berkorelasi dengan disiplin ilmu yang lainnya atau kajian Islam dari berbagai pespektif. Secara khusus, riset dalam jurnal dapat berupa Kajian Al-Quran dan Hadits Teologi dan Filsafat Islam Tasauwuf dan Pemikiran Islam Sains dan Peradaban dalam Islam Pendidikan Islam Hukum Islam Ekonomi dan Bisnis Islam Islam dan Media Islam dan politik Islam, Adat dan Budaya Islam dan Moderasi Beragama
Arjuna Subject : -
Articles 56 Documents
Tren Penelitian Tafsir Tarbawi Ratna Dewi; Ansor; Ratih
ISME : Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research Vol 2 No 2 (2024): ISME : Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research
Publisher : Yayasan Dharma Lentera Khatulistiwa (MALEWA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61683/isme.vol22.2024.73-80

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren penelitian mengenai tafsir tarbawi dalam kurun waktu enam tahun terakhir. Dengan menggunakan metode studi dokumen, peneliti menelusuri jurnal-jurnal yang tersedia di media elektronik seperti digital library, OJS, dan Google Cendekia. Kata kunci "tafsir pendidikan (tarbawi)" digunakan untuk menyaring jurnal yang relevan, menghasilkan 10 penelitian yang memenuhi kriteria. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi tema utama, meliputi nilai-nilai pendidikan Islam, pendekatan dan metode pembelajaran, implementasi serta tantangan dalam penerapan tafsir tarbawi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian tentang tafsir tarbawi dalam enam tahun terakhir dapat dikelompokkan ke dalam lima tema utama. Tema yang paling banyak diteliti adalah Nilai-Nilai Pendidikan Islam dan Nilai-Nilai Kehidupan dalam Tafsir Tarbawi, dengan empat penelitian yang membahas penerapan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran. Selanjutnya, Implementasi dan Tantangan Tafsir Tarbawi dalam Pendidikan menjadi tren kedua dengan tiga penelitian yang menyoroti relevansi tafsir tarbawi dalam pendidikan serta kendala penerapannya. Pendekatan dan Metode Pembelajaran dalam Tafsir Tarbawi menempati tren ketiga dengan dua penelitian yang mengeksplorasi strategi pembelajaran. Terakhir, Perbandingan dan Metode Penafsiran dalam Tafsir Al-Qur'an hanya memiliki satu penelitian yang membahas metode tafsir dari berbagai mufassir. Tren ini menunjukkan bahwa fokus utama penelitian tafsir tarbawi masih berkisar pada nilai-nilai pendidikan Islam dan implementasinya dalam proses pembelajaran. Kebaruan penelitian ini terletak pada pendekatan sistematis yang menggabungkan temuan-temuan sebelumnya untuk mengidentifikasi tren dan memberikan rekomendasi praktis bagi pengembangan kurikulum pendidikan Islam berbasis tafsir tarbawi.
Urgensi Historisitas Al-Quran: Komparasi Pemikiran Martin Heidegger dan Nasr Hamid Abu Zayd Dalam Memahami Al-Quran Rahmat
ISME : Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research Vol 2 No 2 (2024): ISME : Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research
Publisher : Yayasan Dharma Lentera Khatulistiwa (MALEWA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61683/isme.vol22.2024.10-19

Abstract

Realitas Arab sebagai historisitas Al-Quran tentu memiliki peran yang sangat urgen dalam proses menafsirkan Al-Quran. Mengabaikan historisitas Al-Quran akan bermuara pada penafsiran yang dogmatis dan kaku terhadap realitas kekinian. Tulisan ini merupakan library research dan menggunakan metodologi kualitatif dengan mengolah beberapa data-data yang berkaitan pada objek yang akan dikaji yaitu mengelaborasi dua pemikiran tokoh hermeneutik klasik dan kontemporer yaitu Martin Heidegger dan Nasr Hamid Abu Zayd. Hasil dari tulisan ini adalah Heidegger dan Nasr sama-sama sepakat mengenai historisitas Al-Quran yang tidak hanya pada ranah mikro (asbabal-nuzul) akan tetapi secara makro pula (realitas Arab) dalam memahami makna Al-Quran. Heidegger dengan teori Throwness-nya melihat teks secara dinamis, di mana teks sangat berpengaruh terhadap konteks. Artinya setiap teks membutuhkan interpretasi secara terus menerus dengan mempertimbangkan konteks historis terdahulu dan kekinian. Sedangkan historisitas Al-Quran bagi Nasr Hamid Abu Zayd adalah melihat Al-Quran sebagai produk budaya atau respons realitas Arab yang terjadi pada masa itu (Muntaj Tsaqafi). Oleh karena itu dalam proses interpretasi perlu kiranya untuk mengkaji realitas Arab pada saat itu sebagai bahan pertimbangan dalam menemukan signifikansi di balik teks yang dapat dikontekstualisasikan. Antara Martin Heidegger dan Nasr Hamid Abu Zayd melihat suatu pemahaman tidak akan pernah bersifat final, maka dari itu pemahaman selalu membutuhkan interpretasi secara dinamis sesuai dengan konteksnya.
Analisis Ayat Al-Qur’an Terkait Pengaruh Fomo Terhadap Insecurity Gen Z Nurul Hidayah; Nur Baitin; Widodo Hami
ISME : Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research Vol 3 No 1 (2025): ISME : Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research
Publisher : Yayasan Dharma Lentera Khatulistiwa (MALEWA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61683/isme.vol31.2025.1-8

Abstract

FOMO (Fear of Missing Out) refers to a form of fear and anxiety experienced by an individual concerning events occurring in a particular place, which subsequently gives rise to a compulsive desire to be present at the same location where something new or exciting is happening. The widespread emergence of this phenomenon has become one of the contributing factors to the increasing sense of insecurity among Generation Z in the modern era. This paper aims to present an analysis that demonstrates how the FOMO phenomenon serves as one of the root causes of insecurity among Gen Z adolescents. The author employs several Qur’anic verses that address ethical conduct toward oneself as a framework for offering solutions. The study adopts a quantitative approach, utilizing primary data obtained through interviews with several respondents, and secondary data drawn from various relevant literatures to support and enrich the discussion. The research findings indicate that Generation Z tends to fall short in applying the guidance presented in the Qur’an, despite the fact that the Qur’an offers clear and sound instructions regarding appropriate human behavior. Through this paper, the author provides evidence affirming that FOMO significantly contributes to the insecurities experienced by Generation Z—serving as a reflection of the lack of internalization of Qur’anic self-ethical teachings.
Pentingnya Etika Siswa Terhadap Guru Dalam Perspektif Hadits Untuk Membangun Karakter mulia Adit Eka Prasetya; Niken Aulia Putri; Salis Septi Bintang R.
ISME : Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research Vol 2 No 2 (2024): ISME : Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research
Publisher : Yayasan Dharma Lentera Khatulistiwa (MALEWA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61683/isme.vol22.2024.28-33

Abstract

Artikel ini membahas mengenai adab murid terhadap guru dalam perspektif hadits, yang bertujuan untuk menggali pentingnya sikap menghormati guru dalam dunia pendidikan Islam. Islam mengajarkan bahwa adab yang baik terhadap guru adalah bagian dari amal salih yang mendatangkan keberkahan ilmu. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan menganalisis hadis-hadis yang berkaitan dengan hubungan murid dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika murid terhadap guru, seperti berbicara sopan, tidak menginterupsi, dan selalu menghormati, sangat penting dalam menciptakan iklim pendidikan yang positif. Dengan penerapan adab yang baik, hubungan antara murid dan guru akan semakin harmonis dan mendukung proses belajar mengajar yang efektif.
Koherensi Materi Pendidikan Islam: (Analisis Hadis Tarbawi) Nikken Putri Rahayu; Moh. Ihsan Afandi; Annisa Nurul Fitria; Mohamad Abdussami’ Maulidina
ISME : Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research Vol 2 No 2 (2024): ISME : Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research
Publisher : Yayasan Dharma Lentera Khatulistiwa (MALEWA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61683/isme.vol22.2024.50-56

Abstract

Pendidikan Islam merupakan sarana penting untuk melatih akhlak yang beriman, berilmu dan berakhlak mulia. Landasan utama pendidikan Islam adalah Al-Quran dan Hadits yang menekankan pentingnya mencari ilmu sebagai kewajiban setiap umat Islam. Asumsi seperti QS. Al Alaq : 1-5, QS. As-Zumar: 9 menekankan pentingnya membaca, mempelajari dan memanfaatkan ilmu untuk mendekatkan diri kepada Allah. Di sisi lain, hadis Rasulullah SAW menekankan nilai  ilmu sebagai jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Artikel ini juga membahas prinsip-prinsip pendidikan Islam seperti tauhid, moralitas, dan keseimbangan. Prinsip-prinsip ini menjadikan pendidikan Islam relevan untuk menjawab tantangan kontemporer. Melalui pemahaman dan pengamalan pendidikan Islam, akan dihasilkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual tetapi juga jujur ​​secara spiritual dan sosial.
Kewajiban Orang Tua Terhadap Anak Menurut Hadis dan Tantangan Bagi Orang Tua di Era Modern Wina Eka Yulianis; Annisa Zakiyatul Ulya; Mukhamad Amrina Rhosada; Himma Nadhirotussa’baniyah
ISME : Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research Vol 2 No 2 (2024): ISME : Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research
Publisher : Yayasan Dharma Lentera Khatulistiwa (MALEWA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61683/isme.vol22.2024.34-40

Abstract

Islam memberikan informasi yang sangat rinci tentang kewajiban orang tua terhadap anaknya. Anak merupakan anugerah dari Allah SWT yang harus dirawat dan diasuh dengan baik oleh orang tuanya. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan duniawinya saja‚ namun juga untuk menjamin keselamatannya di akhirat. Artikel ini mengkaji tentang kewajiban orang tua terhadap anaknya melalui Hadis Nabi SAW, termasuk kewajiban pengasuhan, pendidikan agama, dan pengembangan moral. Selain itu, analisis juga dilakukan terhadap pengaruh kewajiban ini pada perkembangan anak secara fisik, mental, dan spiritual. Tantangan yang dihadapi orang tua di era modern seperti tekanan ekonomi, keterbatasan waktu, dan pengaruh negatif dari lingkungan sosial juga dibahas secara terperinci. Melalui pendekatan literatur dan analisis konseptual, artikel ini memberikan panduan kepada orang tua untuk menghadapi tantangan tersebut dan menjalankan kewajibannya dengan optimal.
Ma’rifatullah Perspektif Abul Mugits al-Husain bin Mansur al-Hallaj Kholilurrahman; Joni Harnedi; Muchamad Toif Chasani
ISME : Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research Vol 2 No 2 (2024): ISME : Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research
Publisher : Yayasan Dharma Lentera Khatulistiwa (MALEWA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61683/isme.vol22.2024.41-49

Abstract

Ma’rifatullah adalah pengenalan mendalam seorang hamba terhadap Tuhannya, yang merupakan bagian dari kajian tasawuf. Tasawuf sendiri berfokus pada pembersihan jiwa dan mendekatkan diri kepada Allah melalui proses spiritual. Al-Qur’an, seperti yang tercantum dalam Surah Al-‘Alaq, menekankan pentingnya mengenal Allah melalui pengetahuan dan pembelajaran. Dalam tasawuf, ma’rifatullah adalah pemahaman yang mendalam tentang Allah, yang dicapai melalui dzikir dan pensucian jiwa. Kajian ini sangat urgen sekali, untuk mengembalikan marwah manusia yang seharusnya. Baik dari cara mengenal Tuhan, beragama yang baik, dan lain sebagainya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif  yang berfokus pada analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Ajaran sufi terkenal, “al-Hallaj”, mengemukakan pandangan kontroversial tentang ma’rifat, yang termasuk konsep al-hulul (kehadiran Tuhan dalam diri manusia). Ia berpendapat bahwa pengetahuan tentang Allah tidak bisa dicapai hanya dengan akal atau ibadah ritual, tetapi melalui pengalaman spiritual langsung dan penghilangan ego. Pemikiran al-Hallaj tentang ma’rifatullah, meskipun menuai kritik, memberi pandangan mendalam tentang hubungan manusia dengan Tuhan yang melampaui pengetahuan umum.
Model Pertanian Berkelanjutan dalam Sejarah Islam dan Relevansinya Terhadap Sistem Pertanian Indonesia Era Modern Zamzami; Muhammad Nurman
ISME : Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research Vol 2 No 2 (2024): ISME : Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research
Publisher : Yayasan Dharma Lentera Khatulistiwa (MALEWA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61683/isme.vol22.2024.20-27

Abstract

Konsep pertanian sebagai sumber penghidupan sudah jauh dikembangkandi dalam pemerintahan Islam. Adanya gandum dan kurma yang dikeringkan adalah bentuk nyata bahwa kemajuan pertanian sudah dimulai sejak zaman dulu. Dalam konteks di Indonesia, selain sebagai negara maritim, Indonesia juga mempunyai tanah pertanian yang luas dan memberikan penghidupan yang layak bagi masyarakat dan penduduknya. Artikel ini ingin mengangkat kajian terkait dengan model pertanian berkelanjutan dalam sejarah Islam dan relevansinya terhadap sistem pertanian indonesia era modern.  Ada beberapa pertanyaan penting yang akan dibahas dalam artikel ini. Pertama‚ bagaimana model pertanian berkelanjutan dalam sejarah Islam? Kedua‚ bagaimana relevansinya terhadap sistem pertanian Indonesia a modern?. Kajian ini disajikan dalam bentuk penelitian kualitatif dengan metode dokumentasi dengan studi literatur yang difokuskan untuk membaca dua pertanyaan tersebut dengan pendekatan historis. Pendekatan historis akan diterapkan untuk menjawab model pertanian berkelanjutan dalam sejarah Islam dan bagaimana relevansinya terhadap sistem pertanian Indonesia saat ini. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa pertanian berkelanjutan dalam sejarah Islam dilakukan dalam bentuk penggalian Qanat, rotasi tanaman, pengendalian hama dan al-musaqah (sewa lahan). Relevansi konsep ini lebih ditekankan pada al-musaqah, di mana Pemerintah harus memberikan rumusan aturan yang lebih komprehensif.
Konsep Wahdatul Wujud dan Pantheisme : Komparasi Pemikiran Ibn ‘Arabi dan Spinoza Dalam Memahami Keesaan Tuhan Azrian Isyfaul Fuadi
ISME : Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research Vol 3 No 1 (2025): ISME : Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research
Publisher : Yayasan Dharma Lentera Khatulistiwa (MALEWA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61683/isme.vol31.2025.9-18

Abstract

This research aims to explain the terms of Pantheism and Wahdatul Wujud historically, so that readers understand how the development of Wahdatul Wujud and Pantheism is often equated, even though the two concepts are raised with different definitions and figures. This paper is a library research with a qualitative method using a data analysis approach related to the figures who discuss and compare two figures, namely, Islamic and Western figures. In general, these two concepts both discuss how the concept of the oneness of God in the view of the creature is explained through philosophical methods, but the clear difference between the two concepts is that Ibn 'Arabi's Wahdatul wujud departs from spiritual experiences that are generally difficult to explain, this can be seen from the history of the development of the spirituality of Sufi scholars such as al-Hallaj and al-Busthami who have first discussed the concept of the oneness of God which became the forerunner of the birth of Wahdatul wujud. However, the advantage of Ibn 'Arabi's concept is the explanation of his theory which is accompanied by a philosophical method that is easier to understand because it involves the ratio (reason). Whereas Spinoza's Pantheism does not involve spiritual experience but purely from the philosophical method explained by Descartes' rationalism method.
Wacana Moderasi Beragama Berdasarkan Dalil Naqli dan Akli Mutiara Hardewita
ISME : Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research Vol 3 No 1 (2025): ISME : Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research
Publisher : Yayasan Dharma Lentera Khatulistiwa (MALEWA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61683/isme.vol31.2025.19-26

Abstract

Religion is a form of belief in God and interaction with God. It is not uncommon to find that many conflicts occur in the coexistence of differences due to religious beliefs and their respective religious practices. The Qur'an as a naqli argument contains rules of life in it, as well as regarding the command to behave which is the term religious moderation and gives rise to the discourse of religious moderation based on the rational argument. This research is a type of qualitative research by obtaining data through literature studies with descriptive analysis methods. This writing is used to find out what the discourses of religious moderation are in the naqli argument and based on the rational argument. The purpose of this study is to analyze the discourse of religious moderation in the naqli argument and the rational argument. The results state that religious moderation appears and is explained in the Qur'an from the phenomenon of nationality, religious moderation as a middle ground, as tolerance, and is a concept of balance and justice, and based on the rational argument, where religious moderation is explained from the existence of extremism and fanaticism. Not only from the naqli propositions which are the source of written law, religious moderation can also be explained simultaneously with the akli propositions which can be accepted by reason.