cover
Contact Name
irhas
Contact Email
irhassaputra@gmail.com
Phone
+6281365553883
Journal Mail Official
irhassaputra@gmail.com
Editorial Address
Jl. Persiapan Gelengang No. 5, Kp. Simpang Empat, Kec. Bebesen, Kab. Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Indonesia
Location
Kab. aceh tengah,
Aceh
INDONESIA
ISME: Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research
ISSN : 30267471     EISSN : 30478405     DOI : https://doi.org/10.61683/isme.vol41
Core Subject :
ISME Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research menerbitkan artikel berbasis riset tentang Studi Islam yang berkorelasi dengan disiplin ilmu yang lainnya atau kajian Islam dari berbagai pespektif. Secara khusus, riset dalam jurnal dapat berupa Kajian Al-Quran dan Hadits Teologi dan Filsafat Islam Tasauwuf dan Pemikiran Islam Sains dan Peradaban dalam Islam Pendidikan Islam Hukum Islam Ekonomi dan Bisnis Islam Islam dan Media Islam dan politik Islam, Adat dan Budaya Islam dan Moderasi Beragama
Arjuna Subject : -
Articles 56 Documents
Pandangan al-Qur’an tentang Sifat dan Peran al-Kalb Yelmi; Yusri Amir; Yeni Efrita; Zakiya Syarifa el-Zahra; Kauthar Abd Kadir
ISME : Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research Vol 2 No 1 (2024): ISME: Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research
Publisher : Yayasan Dharma Lentera Khatulistiwa (MALEWA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61683/isme.vol21.2024.13-22

Abstract

Dalam al-Qur'an, Allah SWT menyebutkan banyak hewan, termasuk al-kalb (anjing), yang disebutkan enam kali dalam tiga surah. Melalui ayat-ayat ini, al-Qur’an menjelaskan tentang hal-hal positif yang dimiliki oleh hewan ini. Namun, pandangan sebagian masyarakat muslim tentang al-kalb masih terbatas pada sifat negatifnya saja, anggapan sebagai binatang najis dan kotor sering menimbulkan perlakuan kasar terhadap binatang ini, bahkan ditemukan hadits tentang perintah membunuh anjing. Artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih luas dan menyeluruh terhadap al-kalb berdasarkan perspektif al-Qur'an yang dilengkapi dengan penjelasan dari hadits serta fakta-fakta ilmiah. Jenis penelitian ini adalah library research dengan menggunakan metode tafsir mawdhuiy (tematik).  Al-Qur’an menyebutkan beberapa sifat dasar al-kalb seperti kebiasaannya menjulurkan lidah sebagai perumpamaan bagi orang yang mengabaikan ilmu yang dimilikinya, sifat al-kalb sebagai hewan yang paling setia, sebagaimana digambarkan dalam kisah Ashhabul Kahfi. Al-Qur’an juga membahas tentang bolehnya memakan hasil buruan yang ditangkap oleh al-kalb.  Penafsiran ayat-ayat ini juga dilengkapi dengan perspektif hadis Rasulullah SAW dan fakta ilmiah. Semua hal ini menunjukkan bahwa al-kalb memiliki manfaat dan keistimewaan yang penting, dan perlunya memperlakukan binatang ini dengan baik dan menghargai perannya sebagai bagian dari ciptaan Allah SWT.
Historicity Review of Verses and Chapters in the Qur'an Idil Hamzah; Bustanul Karim
ISME : Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research Vol 2 No 1 (2024): ISME: Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research
Publisher : Yayasan Dharma Lentera Khatulistiwa (MALEWA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61683/isme.vol21.2024.73-86

Abstract

Al-Qur’an terdiri dari surah, ayat, kalimat,kata, dan huruf. Dari kesemuanya disusun dengan sangat mengagumkan. Dahulu para ulama tidak terlalu banyak menelisik susunan al-Qur’an tersebut, akan tetapi belakangan struktur ini menjadi bagian yang menarik untuk dikaji para ulama’. Termasuk apakah susunan ini ditetapkan oleh nabi atau tidak. Tulisan ini menelaah historisitas penentuan ayat dan surah dalam al-Qur’an dengan menggali argumentasi para ulama’ dalam melakukan kesimpulan atas pendapatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis pendekatan analisis isi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa para ulama memiliki sudut pandang yang berbeda beda dalam menentukan batasan ayat dan surah dalam al-Qur’an. Meski demikian para ulama bertawaqquf setelah melakukan upaya menggali data yang bersumber dari riwayat yang disandarkan kepada Nabi Saw. Terkait perbedaan pandangan batasan ayat dan surah serta perihal yang melingkupinya‚ hal ini berkisar pada asumsi atas keyakinan sebuah ijtihad   ulama’ dalam menggali dan memahami suatu hadis yang sampai kepadanya serta analisa yang dihasilkan dari penelitiannya dengan sudut pandang suatu riwayat.
Nilai-Nilai Qur’ani Dalam Tradisi Salawaik Dulang di Kecamatan Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat Riska Imelia Putri; Jani Arni; Saifullah
ISME : Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research Vol 2 No 1 (2024): ISME: Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research
Publisher : Yayasan Dharma Lentera Khatulistiwa (MALEWA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61683/isme.vol21.2024.1-12

Abstract

Artikel ini membahas tentang nilai-nilai Qurani dalam Tradisi Salawaik Dulang di Kecamatan Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Dalam Islam selawat merupakan pujian dan doa kepada Nabi Muhammad Saw. Selawat ini dianjurkan untuk dibaca karena terdapat perintah berselawat dalam Alquran. Pada praktiknya, masyarakat melantunkan selawat ini dengan berbagai cara, di antaranya adalah dengan cara bersama-sama ataupun sendiri, bahkan selawat telah terintegrasi dengan budaya masyarakat, seperti salawaik dulang. Salawaik dulang ini berbentuk seni, yaitu penyampaian syair-syair yang didendangkan dan dulang sebagai alat musik yang mengiringinya. Salawaik dulang ini telah menjadi tradisi di berbagai daerah di Sumatera Barat, yang bertujuan untuk membaca selawat sambil berdakwah. Sesuai dengan perkembangan zaman, tema serta materi yang disampaikan pada salawaik dulang ini juga mengalami perkembangan, sehingga menarik untuk ditelusuri nilai-nilai Qurani yang ada dalam tradisi tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data di lapangan dari beberapa informan serta juga merujuk kepada tulisan-tulisan yang menjelaskan tentang tradisi salawaik dulang ini. Dari penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa salawaik dulang mengandung nilai-nilai Alquran, meliputi: pertama: nilai akidah berupa perintah mentauhidkan Allah dan perintah untuk beriman kepada Nabi Muhammad Saw. Kedua: syariah, seperti adanya perintah untuk melaksanakan ajaran-ajaran Islam di antaranya perintah shalat dan zakat. Ketiga: akhlak atau pesan-pesan terkait dengan pembinaan tingkah laku, seperti anjuran selalu bersikap rendah hati dan larangan bersifat sombong. Nilai-nilai ini terlihat pada teks yang disampaikan pada salawaik dulang tersebut.
Diskursus Term Mufrad Jamak: Analisis Semantik dan Siyaq Lafadz Rihun dan al-Riyah dalam Penafsiran Andi Marwati; Idil Hamzah
ISME : Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research Vol 2 No 2 (2024): ISME : Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research
Publisher : Yayasan Dharma Lentera Khatulistiwa (MALEWA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61683/isme.vol22.2024.57-72

Abstract

Term mufrad dan jamak merupakan salah satu kaidah kebahasaan dalam Al-Qur’an untuk mendalami pemahaman studi tafsir. Seperti kaidah tafsir pada umumnya, term mufrad dan jamak berarti ketentuan yang membantu penafsir untuk menarik makna, khususnya terkait redaksi yang memiliki makna tertentu. Penelitian ini mengkaji penggunaan istilah "rihun" (ريح) dan "riyah" (رياح) dalam Al-Qur'an dari perspektif semantik dan siyaq (konteks). Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah library research (penelitian pustaka) dengan fokus utama adalah menganalisis nuansa makna dan implikasi penggunaan kedua istilah tersebut dalam berbagai konteks ayat Al-Qur'an. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa jika Al-Qur’an mencantumkan bentuk jamak al-riyah, maka yang dimaksud lebih kepada hal positif yakni seperti nikmat dan rahmat. Sedangkan, apabila digunakan dalam bentuk mufrad yakni rihun, makna yang diisyaratkan adalah lebih dominan mengarah kepada hal negatif seperti bencana alam atau azab Allah. Terdapat fleksibilitas dan kompleksitas dalam penggunaannya yang bergantung pada konteks yang lebih luas. Analisis siyaq mengungkapkan bahwa makna kedua istilah ini tidak hanya ditentukan oleh definisi leksikal, tetapi juga oleh konteks ayat, surah, dan tema keseluruhan Al-Qur'an. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang nuansa linguistik Al-Qur'an dan pentingnya konteks dalam interpretasi. Implikasi penelitian ini relevan untuk studi tafsir Al-Qur'an, linguistik Arab, dan pemahaman teks-teks keagamaan secara umum.
Authenticity and Historicity of The Quran from The Perspective Of H. Abdul Malik Karim Amrullah (Buya Hamka) Waharjani; Mohammad Jailani
ISME : Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research Vol 2 No 1 (2024): ISME: Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research
Publisher : Yayasan Dharma Lentera Khatulistiwa (MALEWA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61683/isme.vol21.2024.42-52

Abstract

The Quran holds a central position in the lives of Muslims, particularly as a source of worship through recitation, memorization, and understanding of its teachings. However, studies on the historicity and authenticity of the Quran have received limited attention from the Muslim community at large.However, this issue cannot be overlooked, as Orientalists, through their research, attempt to obscure and even distort facts about the Quran's historicity and authenticity.Therefore, this research aims to present perspectives on the historicity and authenticity of the Quran based on factual evidence from the Quran and the Hadith of Prophet Muhammad (SAW), from the perspective of Buya Hamka. This study employs a qualitative approach, drawing from relevant books or journals on the theme, which are then summarized and analyzed to provide new insights that complement existing research. Based on the gathered data, the history of the Quran, both in terms of its revelation and its textual preservation, confirms that the Quran is the divine revelation received by Prophet Muhammad (SAW), either directly or through the intermediary of Angel Gabriel. Meanwhile, the authenticity of the Quran remains well-maintained, starting from its initial reception of revelation memorized by the Prophet and his companions, a tradition that continues to this day with many people memorizing the Quran. This research underscores the importance of understanding the historicity and authenticity of the Quran to address misinterpretations and distortions propagated by certain ideologies or perspectives within Islam. The findings of this study reinforce that the Quran is the unchanged revelation of Allah and continues to be an irreplaceable source of guidance for mankind throughout the ages.
Kepemimpinan Bijaksana dalam QS. Al-Anbiya Ayat 78-79: Kajian Hermeneutika Ma’na cum Maghza Zuhriyandi
ISME : Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research Vol 2 No 1 (2024): ISME: Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research
Publisher : Yayasan Dharma Lentera Khatulistiwa (MALEWA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61683/isme.vol21.2024.23-32

Abstract

Kepemimpinan yang bijaksana merupakan aspek sentral dalam kisah Nabi Daud dan Sulaiman sebagaimana terungkap pada QS. al-Anbiya (21:78-79). Tujuan penelitian adalah untuk mengungkapkan hikmah dan nilai-nilai kepemimpinan yang terkandung dalam narasi tersebut serta mengeksplorasi relevansinya dalam konteks modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode ma’na cum maghza. Data primer diperoleh melalui studi pustaka al-Qur’an dan tafsir serta literatur terkait kepemimpinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan bijaksana Nabi Daud dan Sulaiman mencakup aspek-aspek seperti keadilan, keberanian, dan kebijaksanaan spiritual. Analisis ma’na cum maghza mendalam mengungkapkan nilai-nilai moral yang mendasari tindakan kedua Nabi, memberikan wawasan tentang bagaimana kepemimpinan yang bijak dapat memberikan dampak positif dalam masyarakat. Relevansi penelitian ini terletak pada kemampuan untuk mengekstrak prinsip-prinsip universal dari kisah Nabi Daud dan Sulaiman serta menerapkannya dalam konteks kepemimpinan modern. Implikasi praktis penelitian ini adalah memberikan panduan bagi pemimpin masa kini untuk mengintegrasikan nilai-nilai etika dan spiritualitas dalam pengambilan keputusan dan interaksi mereka dengan masyarakat.
Metodologi Keilmuan Islam: Kajian Epistemologi Terhadap Sumber Pengetahuan Abdul Hafiz; Syamsul Rijal
ISME : Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research Vol 2 No 1 (2024): ISME: Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research
Publisher : Yayasan Dharma Lentera Khatulistiwa (MALEWA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61683/isme.vol21.2024.33-41

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat distingsi yang muncul dalam pemikiran islam tentang bagaimana memperoleh ilmu pengetahuan. Doktrin agama menjadi bagian integral dari orang-orang yang beriman. Ketika seorang mukmin berfikir tentang sesuatu hal maka niscaya tidak akan terlepas dari Alqur’an, Sunnah dan pendapat para ulama. Epistimologi islam merupakan wasilah bagi para pencari kebenaran dalam berfikir sehingga tindakannya berdasarkan dalil dan pendapat ulama. Dalam mengkaji epistimologi islam ini penulis menggunakan pendekatan studi kepustakaan yang mengkaji berbagai literatur tentang epistimologi islam, sandaran sekunder penulis mengkolaborasikan dengan referensi lain yang berhubungan dengan pembahasan sebagai pendukung sempurnanya tulisan ini. Adapun hasil penelitian mengungkapkan bahwa Epistimologi islam memiliki tiga bentuk yakni Bayani, Burhani dan Irfani. Dimana masing-masingnya memiliki metode sendiri. Metode Bayani dengan cara istinbat dan Istidlal, sementara metode Burhani dengan rasional dan metode Irfani dengan menggunakan ilham dan intuisi.
Akulturasi Budaya Betawi dan Islam Dalam Kesenian Gambang Kromong Faiz Fikri Al Fahmi; Siti Nazwa; Lailatul Mukaromah; Putri Ayu Irmawati; Farhah Nurul Lita; Salmaa Syahizafudin
ISME : Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research Vol 2 No 1 (2024): ISME: Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research
Publisher : Yayasan Dharma Lentera Khatulistiwa (MALEWA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61683/isme.vol21.2024.53-62

Abstract

Akulturasi adalah suatu proses sosial yang terjadi ketika sekelompok orang dari suatu budaya tertentu yang dihadapkan pada unsur-unsur budaya lain, dan secara perlahan unsur-unsur budaya lain itu diterima tanpa menghilangkan budaya itu sendiri seperti yang didefinisikan oleh para antropolog. Hal ini terlihat pada beberapa seni budaya yang terus hidup dan berkembang khususnya pada masyarakat Betawi. Misalnya pada Pasal Gambang Kromong. Metode Penelitian ini merupakan penilitian kualitatif yaitu dengan Library Research atau mengumpulkan data melalui studi pustaka berupa buku, artikel, dan jurnal. Hasil pembahasan ini mencakup pertama Kesenian masyarakat betawi Kedua Sejarah Gambang Kromong. Ketiga Unsur-unsur dan hubungan Islam dalam kesenian gambang kromong. Keempat Keterlibatan tokoh masyarakat betawi dalam kesenian musik Gambang Kromong. Kesimpulan dari pembahasan ini yaitu Pada awalnya, Gambang Kromong popularitasnya hanya terbatas pada komunitas keturunan Cina, yang secara otomatis terkena dampak kebudayaannya. Namun, pada tahun-tahun berikutnya, penggemarnya meningkat, terutama pada tahun 1970-an. Banyak faktor yang berkontribusi, salah satunya adalah bahwa banyak artis musik pop yang mulai berpartisipasi di dalamnya, contoh: Benyamin Sueb, Ida Royani, Lilis Suryani, Herlina Effendi, dan lainnya.
Korupsi dan Pencegahannya dalam Al-Qur'an: (Telaah Ayat-ayat Korupsi dalam Tafsir Al-Mishbah) Wildan Aldy Wijaya Putra; Akhmad Sulthoni; Muh. Mukharom Ridho
ISME : Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research Vol 2 No 1 (2024): ISME: Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research
Publisher : Yayasan Dharma Lentera Khatulistiwa (MALEWA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61683/isme.vol21.2024.63-72

Abstract

Tulisan ini menjelaskan korupsi dan pencegahannya dalam Al-Qur’an menurut M. Quraish Shihab dalam tafsir Al-Mishbah . Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif yang berasaldaribahan kepustakaan dengan sumber primer kitab tafsir Al-Mishbah. Analisis mendalam tentang korupsi dan pencegahannya dalam Al-Qur’an dalam tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab. Islam menegaskan larangan terhadap segala bentuk perilaku korupsi, baik itu dalam bentuk pencurian, pengkhianatan, penyelewengan amanat, memberi suap, maupun penggelapan uang negara. Adapun pencegahan yang bisa dilakukan 1) larangan  mencuri harta orang lain atau uang negara; 2) tidak boleh melakukan penyelewengan amanat dan penyalahgunaan kekuasaan; 3) tidak memberikan suap kepada hakim; 4) pentingnya menjaga amanat, integritas dan keadilan; 5) keadilan dalam pengelolaan harta; 6) memberikan kebijaksanaan pelanggar dengan hukuman yang tepat. Penafsiran ini memberikan pandangan yang mendalam tentang bagaimana Islam memandang masalah korupsi sebagai sebuah pelanggaran terhadap prinsip-prinsip agama dan moralitas, serta pentingnya menjaga amanah, keadilan, dan integritas dalam setiap aspek.
Pengajaran Islam Pada Masa Nabi Muhammad SAW dan Relevansinya di Era Kini Amelia; Faiz Fikri Al Fahmi; Fitriah Andina Anwar; Hasnawati; Luthfiah Nahdiatussoliha
ISME : Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research Vol 2 No 2 (2024): ISME : Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research
Publisher : Yayasan Dharma Lentera Khatulistiwa (MALEWA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61683/isme.vol22.2024.1-9

Abstract

Penelitian ini membahas perkembangan pendidikan Islam pada masa Nabi Muhammad SAW, yang terbagi dalam dua periode: Makkah dan Madinah. Pada periode Makkah, pendidikan berfokus pada pembentukan aqidah dan dasar keimanan, sedangkan pada periode Madinah, pendidikan berkembang ke arah sosial, politik, dan ilmu pengetahuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis dan fenomenologis untuk memahami relevansi metode pengajaran Nabi Muhammad SAW dengan konteks pendidikan modern. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengajaran Nabi, yang mengintegrasikan nilai moral, spiritual, dan intelektual, masih relevan untuk membentuk individu yang berkarakter dan berakhlak mulia di era globalisasi dan teknologi saat ini.