cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 336 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) MENGGUNAKAN E-MODUL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MEKANIKA TEKNIK KELAS X TGB SMK NEGERI 2 KRAKSAAN KOKOH IBRAHIM, BENY; FRIDA DORINTAN BERTUA P, NURMI
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisio (STAD) merupakan model pembelajaran kooperatif dengan cara membentuk kelompok-kelompok kecil secara heterogen agar memacu siswa untuk saling mendorong dan membantu satu sama lain. E-modul merupakan suatu unit lengkap program pengajaran yang disajikan melalui perangkat elektronik dan software pembuka khusus, yang berisi komponen-komponen kegiatan belajar yang disusun untuk membantu siswa mencapai sejumlah tujuan yang khusus dan jelas secara mandiri. Tujuan penelitian untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa, kegiatan mengajar guru, dan kegiatan belajar siswa di kelas dengan menerapkan model pembelajaran STAD menggunakan e-modul pada mata pelajaran mekanika teknik. Penelitian difokuskan pada aspek kognitif menganalisis gaya batang pada konstruksi rangka batang sederhana. Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan menggunakan siklus dalam proses pembelajaran sampai nilai hasil belajar siswa mencapai kriteria ketuntasan minimum. Subjek penelitian adalah siswa kelas X TGB2 SMKN 2 Kraksaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes hasil belajar dan metode observasi. Hasil penelitian pada siklus 1 didapatkan nilai hasil belajar siswa 76,43 dengan persentase 58,33% siswa tuntas, meningkat pada siklus 2 nilai hasil belajar siswa 80,17 dengan persentase 86,11% siswa tuntas. Hasil kegiatan mengajar guru pada siklus 1 memperoleh skor rerata 3,35 (cukup baik), meningkat pada siklus 2 memperoleh skor rerata 3,70 (baik). Hasil kegiatan belajar siswa pada siklus 1 memperoleh skor rerata 3,23 (cukup baik), meningkat pada siklus 2 memperoleh skor rerata 3,69 (baik). Kesimpulan penelitian yaitu terjadi peningkatan pada hasil belajar siswa, kegiatan mengajar guru, dan kegiatan belajar siswa. Kata Kunci: STAD, e-modul, hasil belajar siswa, kegiatan mengajar guru, kegiatan belajar siswa. Abstract Student Teams Achievement Division (STAD) cooperative learning is a cooperative learning model by forming heterogeneous small groups in order to encourage students to encourage and help one another. E-module is a complete unit of teaching program that is presented through electronic devices and special opening software, which contains components of learning activities that are arranged to help students achieve a number of specific and clear objectives independently. The research objective is to determine the improvement of student learning outcomes, teacher teaching activities, and student learning activities in the classroom by applying the STAD learning model using e-modules in engineering mechanics subjects. The study focused on the cognitive aspects of analyzing rod style in simple truss construction. The research method uses Classroom Action Research (CAR), by using cycles in the learning process until the students learning outcomes reach the minimum completeness criteria. The research subjects were students of class X TGB2 of SMK 2 Kraksaan. Data collection techniques used are learning outcomes tests and observation methods. The results of the study in cycle 1 obtained the value of 76.43 student learning outcomes with a percentage of 58.33% of students completed, increasing in cycle 2 the value of student learning outcomes 80.17 with a percentage of 86.11% of students completed. The results of teacher teaching activities in cycle 1 gained a mean score of 3.35 (good enough), increasing in cycle 2 to obtain a mean score of 3.70 (good). The results of student learning activities in cycle 1 obtained a mean score of 3.23 (good enough), increasing in cycle 2 to obtain a mean score of 3.69 (good). The conclusion of the study is an increase in student learning outcomes, teacher teaching activities, and student learning activities. Keywords: STAD, e-module, student learning outcomes, teacher teaching activities, student learning activities
PENERAPAN PENILAIAN PEER ASSESSMENT DENGAN MEDIA MAKET PADA MATA PELAJARAN KONSTRUKSI KAYU KELAS XI TKY DI SMK NEGERI 1 SIDOARJO ISMI ALIM, OLIVIRA; ESTIDARSANI, NANIK
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) keterlaksanaan proses penilaian peer assessment dengan media maket pada mata pelajaran teknologi konstruksi kayu kelas XI TKY di SMKN 1 Sidoarjo; (2) hasil belajar dari proses pelaksanaan penilaian peer assessment dengan media maket pada mata pelajaran teknologi konstruksi kayu kelas XI TKY di SMKN 1 Sidoarjo. Desain penelitian ini adalah one shot case study. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar validasi perangkat pembelajaran, lembar observasi pengamatan keterlaksanaan pembelajaran, dan lembar tes hasil belajar. Teknik analisis data yang digunakan adalah menganalisa keterlaksanaan pembelajaran peer assessment dalam kelompok dan antar kelompok menggunakan media maket. Penyekoran peer assessment dalam kelompok dilakukan dengan cara membagi siswa menjadi beberapa kelompk kecil yang terdiri dari 4 siswa dalam satu kelompok, kemudian siswa tersebut saling menilai. Penyekoran peer assessment antar kelompok dilakukan dengan cara memberikan penilaian pada kelompok yang sedang mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas berupa skor. Uji hipotesis dengan menggunakan uji-t pihak kanan. Hasil penelitian ini adalah (1) pengamatan keterlaksanaan pembelajaran meningkat dilihat dari persentase rata-rata hasil pengamatan selama 3 (tiga) pertemuan adalah sebesar 81,85% dengan kategori sangat baik untuk pertemuan pertama, sebesar 82,22% dengan kategori sangat baik untuk pertemuan kedua dan 85,26% dengan kategori sangat baik untuk pertemuan ketiga. ; (2) nilai rata-rata hasil belajar 31 siswa sebesar 77,90 untuk XI TKY 1. Hasil uji t adalah thitung = 2,466 > ttabel = 1,679 (signifikan, ? = 5%). Artinya, hasil belajar siswa kelas XI TKY SMKN 1 Sidoarjo pada mata pelajaran Teknologi Konstruksi Kayu melalui pelaksanaan model pembelajaran peer assessment menggunakan media maket dinyatakan tuntas dan berkriteria sangat baik. Kata kunci : Peer Assessment, Media Maket, Hasil Belajar. Abstract The purpose of this study was to determine (1) the practicability of the peer assessment process by using mock-up media on wood construction technology subjects in class XI TKY at SMKN 1 Sidoarjo; (2) learning outcomes of the peer assessment process by using mock-up media on wood construction technology subjects in class XI TKY at SMKN 1 Sidoarjo. The design of this study is one shot case study. The research instrument used was the validation sheet of learning device, observation sheet on the implementation of learning, and the test sheet of learning outcomes. The data analysis technique used was analyzing peer assessment learning implementation in groups and between groups using mock-up media. Group peer assessment is done by dividing students into several small groups consisting of 4 students in one group, then the students assess each other. Peer assessment evaluation between the group was done by giving an assessment to the group presenting the results of the discussion in front of the class in the form of score. Hypothesis testing was done by using the right-party t-test. The results of this study are (1) from the observation of the learning achievement, can be obtained the percentage of observations during 3 (three) meetings which is 81.85% achieved very good categories for the first meeting, amounting to 82.22% obtained very good categories for the second meeting and 85.26% with very good categories for the third meeting, then there is an increase in each peer assessment learning implementation meeting; (2) the average value of 31 students learning outcomes is 77.90 for XI TKY 1. The result of the t test is t count = 2.466> t table = 1.679 (significant, ? = 5%). Which means, the learning outcomes of XI TKY class of SMKN 1 Sidoarjo in the subject of Wood Construction Technology through the implementation of peer assessment learning model using a mock-up is declare complete and in very good criteria. Keyword: Peer Assessment, Mock-up, Learning Outcomes.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KOMPETENSI MEMBUAT DAUN PINTU KAYU SISWA JURUSAN TEKNIK KONSTRUKSI KAYU SMK NEGERI KUDU JOMBANG HIDAYATULLAH, PASCAL; , SUPARJI
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Masalah yang ditemui di sekolah adalah belum adanya instrumen penilaian yang spesifik, penilaian yang dilakukan selama ini berupa pengumpulan produk yang dalam proses penilaiannya masih bersifat keseluruhan atau global, oleh karena itu tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas instrumen penilaian unjuk kerja yang digunakan untuk menilai kompetensi siswa kelas XI Teknik Konstruksi Kayu (TKK) dalam praktik unjuk kerja membuat daun pintu kayu. Penelitian ini termasuk jenis penelitian research and development (R&D) yang terbatas pada 6 tahap yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, uji coba produk. Subjek dalam penelitian ini sejumlah 35 siswa di SMKN Kudu Jombang dan unit analisisnya meliputi lembar penilaian dan instrumen penilaian unjuk kerja yang dikembangkan. Hasil validasi instrumen penilaian unjuk kerja mendapat persentase 88,62%. Hasil validitas butir/item nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, 8, 9, 10, 11, 12, 14, 15, 16, 17, dan 18 berada pada kategori sangat tinggi, sedangkan untuk butir/item nomor 13 termasuk dalam kategori sangat rendah. Hasil reliabilitas Instrumen penilaian unjuk termasuk dalam kategori sangat tinggi. Hasil nilai keterampilan siswa termasuk dalam (1) kategori tinggi berjumlah 12 siswa, (2) kategori sedang berjumlah 11 siswa, (3) kategori rendah berjumlah 12 siswa. Sedangkan hasil rata-rata nilai keterampilan siswa kelas XI TGB-1 yaitu: 80. Kata kunci: Instrumen Penilaian Unjuk Kerja, Keterampilan siswa, Praktik daun pintu kayu. Abstract The problems encountered in schools are the lack of specific assessment instruments. The assessment conducted by collecting product is global or specific assessment. Therefore the purpose of the research is to acknowledge the instrument quality to assess the students of XI TKK competency in practice by making wooden door. This research adopts research and development (R&D) including 6 steps; potential and problem, data collection, product design, design validation, design revision, product trial. The subjects in this study are 35 students of SMKN Kudu Jombang and the analysis unit includes sheet assessment and performance assessment instruments developed. The result of appraisal instrument validation reached percentage of 88,62%. While the results of the validity of the items 1, 2, 3, 4, 5, 6, 8, 9, 10, 11, 12, 14, 15, 16, 17, and 18 are categorized very high. While for item number 13 is categorized into the low category. Reliability results of the Performance assessment instruments is included into very high categories. Keywords: Performance Assessment, practice of making wooden door.
PENERAPAN MAKET PONDASI BATU KALI DENGAN MODEL PEMBELAJAAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATA PELAJARAN GAMBAR KONTRUKSI BANGUNAN KELAS XI SMK NEGERI 1 KALIANGET MAULANA MUHAMMAD, AGATHA; ESTIDARSANI, NANIK
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) keterlaksanaan proses belajar mengajar menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dengan media maket; (2) hasil belajar siswa setelah menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dengan media maket. Jenis penelitian ini adalah pra-exsperimental dengan sampelnya adalah siswa kelas XI TGB SMK Negeri 1 Kalianget tahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 30 orang untuk kelas XI TGB 1 dan 30 orang untuk kelas XI TGB 2. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar validasi perangkat pembelajaran dan media, lembar pengamatan keterlaksanaan kegiatan belajar mengajar, dan lembar tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah keterlaksanaan kegiatan belajar mengajar dan hasil belajar, serta uji t pihak kanan. Hasil penelitian ini adalah (1) persentase rata-rata hasil pengamatan keterlaksanaan guru adalah 89% dan keterlaksanaan siswa 93% dengan kategori sangat baik; (2) hasil uji t dua pihak untuk mengetahui perbedaan hasil belajar dengan thitung = 3,42 > ttabel = 2,002 (signifikan, ? = 5%). Artinya, terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang mendapatkan perlakuan menggunakan media maket pondasi batu kali, dengan siswa yang tidak mendapatkan perlakuan hanya, dan kedua kelas mendapatkan model pembelajaran berbasis masalah. Kata Kunci: Pembelajaran berbasis masalah, media maket. Abstract The purpose of this study was to determine (1) the implementation of the teaching and learning process using problem based learning models with media maket; (2) student learning outcomes after using problem-based learning models with media maket. This type of research is pre-experimental with the sample is TGB grade XI students of SMK Negeri 1 Kalianget 2017/2018 school year, totaling 30 people for class XI TGB 1 and 30 people for class XI TGB 2. The research instrument used is the learning device validation sheet and media, observation sheets for teaching and learning activities, and test sheets. Data analysis techniques used are the implementation of teaching and learning activities and learning outcomes, as well as right-hand t-test. The results of this study were (1) the average percentage of observations of teachers implementation was 89% and 93% of students were in very good categories; (2) the results of the two-party t test to determine differences in learning outcomes with t count = 3.42> t table = 2.002 (significant, ? = 5%). That is, there are significant differences in learning outcomes between students who received treatment using a stone foundation media model, with students who did not get treatment only, and both classes got a problem based learning model. Keywords: Problem based learning, media maket.
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN ALAT PERAGA DENGAN PEMBELAJARAN TANDUR PADA KOMPETENSI DASAR MENGANALISIS KONSTRUKSI BALOK SEDERHANA (SENDI DAN ROL) PADA KELAS TKBB DI SMK NEGERI 2 BOJONEGORO ADI PURWANTO, SONY; , SUPRAPTO
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN ALAT PERAGA DENGAN PEMBELAJARAN TANDUR PADA KOMPETENSI DASAR MENGANALISIS KONSTRUKSI BALOK SEDERHANA (SENDI DAN ROL) PADA KELAS TKBB DI SMK NEGERI 2 BOJONEGORO Nama : Sony Adi Purwanto NIM : 12050534224 Program : S-1 Jurusan : Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas : Teknik Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Suprapto, S.Pd., M.T. SMK Negeri 2 Bojonegoro merupakan salah satu lembaga pendidikan kejuruan yang memiliki tugas untuk mempersiapkan dan menciptakan sumber daya manusia yang dapat besaing dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang serta mencetak tenaga kerja yang siap pakai sesuai dengan kompetensi progrem keahlian masing-masing. Dalam proses pembelajaran, mata kuliah mekanika teknik merupakan mata pelajaran yang sulit bagi siswa, hal ini di buktikan setelah penyebaran angket observasi dan 92 % siswa kurang paham dengan mata pelajaran tersebut. Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menciptakan sebuah media alat peraga dan pembelajaran TANDUR yang mudah dipahami oleh siswa agar dapat meningkatkan ketuntasan belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui kelayakan media, (2) Mengetahui keterlaksanaan pembelajaran, (3) Mengetahui respon siswa terhadap media alat peraga dan pembelajaran TANDUR, (4) Mengetahui ketuntasan belajar siswa setelah diterapkan media alat peraga dan pembelajaran TANDUR. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan ( Research and development ), tujuan Research and Development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Langkah-langkah yang digunakan dalam penelitian ini yaitu (1) mencari potensi dan masalah (2) Melakukan pengumpulan data (3) Melakukan perancangan desain; (4) melakukan validasi desain; (5) melakukan revisi desain produk; (6) melakukan uji coba produk. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, observasi, kuesioner dan tes. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 61 siswa kelas X TKBB SMKN 2 Bojonegoro serta analisis perangkat pembelajaran meliputi Silabus, RPP, dan penggunaan media pembelajaran. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) Hasil validasi untuk aspek kualitas media dan daya tarik pada hasil analisis diperoleh sebesar 93,33% yang termasuk dalam kategori sangat baik, yang berarti media ini sangat layak dalam memberikan suasana belajar baru kepada siswa, (2) Hasil Keterlaksanaan pembelajaran untuk tiap pertemuan ke-1 sampai ke-3 adalah 77,65%, 79,22% dan 83,14%, rata-rata dari tiap pertemuan sebesar 80% termasuk dalam kategori baik, (3) Hasil respon siswa setelah diterapkan media alat peraga dan pembelajaran TANDUR sebesar 83,91 % yang berarti bahwa respon siswa sangat baik terhadap media alat peraga dan pembelajaran TANDUR yang digunakan. (4) Hasil ketuntasan belajar siswa pada tiap pertemuan menunjukan 81,97 %, 88,52% dan 75,41, atau lebih dari 75% siswa tuntas. Kata Kunci: Media Alat Peraga ? TANDUR, Ketuntasan Belajar Siswa, Respon Siswa.
PENGEMBANGAN MEDIA MAKET PELAT LANTAI TIPE KNOCK DOWN PADA MATA PELAJARAN GAMBAR KONSTRUKSI BANGUNAN KELAS XI TGB DI SMK NEGERI 3 SURABAYA CHOIRUN NISA, THOIFATU; WARDHONO, ARIE
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Model belajar mata pelajaran gambar konstruksi bangunan menggunakan pembelajaran langsung (MPL). Hasil belajar siswa materi menggambar konstruksi beton bertulang kolom, 40% dari jumlah siswa tidak memenuhi KKM. Oleh karena itu penelitian ini perlu dilaksanakan untuk (1) menguji kelayakan media, (2) respon siswa terhadap media, dan (3) hasil uji coba media. Metode yang digunakan research and development (R&D). Kelayakan media segi materi dinilai oleh validator. Kelayakan media sebagai alat bantu pembelajaran dilihat dari hasil respon siswa dan hasil uji coba. Hasil uji coba diperoleh dari evaluasi siswa yang dinilai pada aspek pengetahuan, kinerja dan produk. Hasil penelitiannya adalah (1) kelayakan media maket skor rata-ratanya 85,93% (sangat layak). (2) Respon siswa pra-eksperimen skor rata-ratanya 74,30%. setelah eksperimen skor rata-ratanya 79,60%. Respon siswa pra-eksperimen dan setelah eksperimen kategori setuju. (3) Hasil uji coba kelas kontrol (XI TGB 1) nilai rata-rata pengetahuan 66,32, kinerja 77,21, produk 76,26. Hasil uji coba kelas eksperimen (XI TGB 2) rata-rata nilai pengetahuan 75, kinerja 78,40, produk 82,75. Sehingga media layak digunakan pada pembelajaran pada materi 3.5 dan 4.5. Kata Kunci: Maket Knock Down, Pengembangan, SMK Abstract Learning model of building construction drawing subjects using direct learning (MPL). Student learning outcomes of reinforced concrete construction drawing material columns, 40% of the number of students did not meet the KKM. Therefore this research needs to be carried out to (1) test the feasibility of the media, (2) the response of students to the media, and (3) the results of media trials. The method used in research and development (R & D). The feasibility of the media in terms of material is assessed by the validator. Feasibility of the media as a learning aid seen from the results of student responses and trial results. The trial results are obtained from student evaluations that are assessed on aspects of knowledge, performance and products. The results is (1) the media feasibility of the average score is 85.93% (very feasible). (2) The response of pre-experimental students has an average score of 74.30%. after the experiment the average score is 79.60%. Pre-experiment student responses and after experiments the categories agree. (3) The results of the control class trial (XI TGB 1) average value of knowledge 66.32, performance 77.21, product 76.26. Experimental class results (XI TGB 2) average knowledge value 75, performance 78.40, product 82.75. So that appropriate media is used in learning in material 3.5 and 4.5.Keywords: Knock Down Mockup, Development, Vocational School
PELAKSANAAN PROGRAM PENGELOLAAN PEMBELAJARAN (PPP) PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN JURUSAN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA SRI HERDIANTI, RETNO; , SUPARJI
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Guru merupakan tenaga profesional yang memiliki tugas utama untuk membuat perencanaan sekaligus melaksanakan proses pembelajaran, membuat penilaian hasil belajar, membimbing, melakukan pelatihan, dan sekaligus pengelola program belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang Pelaksanaan Program Pengelolaan Pembelajaran (PPP) di Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Surabaya. Penulisan ini merupakan hasil penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan instrumen penelitian berupa angket. Populasi pada penelitian ini adalah semua mahasiswa S1 PTB yang memprogram mata kuliah PPP pada semester genap tahun ajaran 2017/2018 dan sekolah mitra tempat PPP mahasiswa S1 PTB Unesa. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 47 mahasiswa yang memprogram mata kuliah PPP, 6 dosen pembimbing PPP, dan 3 sekolah mitra. Angket yang digunakan terdiri atas angket kesiapan mahasiswa untuk microteaching, kesiapan dosen untuk microteaching, pelaksanaan microteaching, kesiapan mahasiswa untuk PPP, kesiapan dosen untuk PPP, dan pelaksanaan PPP di sekolah mitra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa kesiapan mahasiswa sebelum melaksanakan microteaching mendapatkan skor penilaian 3.7 termasuk pada kategori baik, kesiapan dosen pembimbing microteaching mendapatkan skor penilaian 4.4 termasuk pada kategori baik, pelaksanaan microteaching pada program studi S1 PTB Unesa mendapatkan skor penilaian 3.8 termasuk pada kategori baik, kesiapan mahasiswa untuk melaksanakan PPP mendapatkan skor penilaian 3.9 termasuk pada kategori baik, kesiapan dosen pembimbing PPP mendapatkan skor penilaian 4.2 termasuk pada kategori baik, dan pelaksanaan PPP program studi S1 PTB Unesa di sekolah mitra mendapatkan skor penilaian 4.1 termasuk pada kategori baik. Kata kunci : Program Pengelolaan Pembelajaran (PPP), Kesiapan, Pelaksanaan. ABSTRACT Teacher is professional worker which has played a task to make a planning and implementation of learning programs, make an assessment, guiding, training for student, and manager of learning programs. Purpose of this research is to know about Implementation of Learning Management Program in Study Program Building Engineering Education Department of Civil Engineering State University Of Surabaya. This paper is the result of descriptive research with using questionnaire. Testing phase of the instrument is done with 30 student college Building Engineering Education 2014 year class. The research was conducted in Departement of Civil Engineering, Vocational High School 1 Sidoarjo, Vocational High School 1 Mojokerto, and Vocational High School 1 Kemlagi. The population is Building Engineering Education students who programmed Learning Management Program in the even semester of 2017/2018 and partner schools. The sample used in this study were 47 students, 6 supervisors of Learning Management Program, and 3 partner schools. The questionnaire used consisted of questionnaires for students readiness for microteaching, supervisors readiness for microteaching, microteaching implementation, students readiness of Leaning Management Program, supervisors readiness of Leaning Management Program, and Implementation of Leaning Management Program. Based on result of analysis and discussion of research result obtained that the readiness of college student before carrying out microteaching get an assessment score of 3.7 included in good category, the readiness of supervisor before carrying out microteaching get an assessment score of 4.4 included in good category, implementation of microteaching get an assessment score of 3.8 included in good category, the readiness of college student before carrying out impelementation learning management program get an assessment score of 3.9 included in good category, the readiness of supervisor before carrying out impelementation learning management program get an assessment score of 4.2 included in good category, and the implementation of learning management program get an assessment score 4.1 included in good category. Keywords: Implementation Learning Management Program, Implementation, Readiness.
PENGEMBANGAN MEDIA MAKET PELAT LANTAI TIPE KNOCK DOWN PADA MATERI RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) KELAS XI TGB DI SMKN 3 SURABAYA NOVITA SARI, IKA; SABARIMAN, BAMBANG
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) kelayakan media maket pelat lantai tipe knock down (2) respon siswa setelah menerapkan media pembelajaran maket pelat lantai tipe knock down (3) hasil uji coba siswa setelah menerapkan media maket pelat lantai tipe knock down. Hasil penelitian ini adalah (1) persentase kelayakan media oleh ahli media adalah 86% termasuk pada penilaian sangat layak (2) persentase kelayakan perangkat pembelajaran pada silabus, RPP dan soal masing-masing 82,50% ; 93% ; 92,50% termasuk pada penilaian sangat baik (3) persetase kelayakan respon siswa untuk pra-eksperimen 92,50% dan setelah eksperimen 95% termasuk pada penilaian sangat baik (4) hasil persentase repon siswa Kelas XI TGB 2 untuk pra-eksperimen 77,80% dan setelah eksperimen 79,80% dengan adanya peningkatan sebesar 2% dapat diketahui bahwa siswa Kelas XI TGB 2 lebih tertarik dan aktif dalam pembelajaran menggunakan media maket pelat lantai tipe knock down (5) hasil uji coba persentase ketuntasan tes pengetahuan XI TGB 1 75,50% dan XI TGB 2 75,25% ; tes keterampilan XI TGB 1 70% dan XI TGB 2 85%. Nilai rata-rata tes pengetahuan XI TGB 1 75,50 dan XI TGB 2 75,25 ; tes keterampilan XI TGB 1 76,7% dan 80,80% XI TGB 2. Demikian dapat diketahui bahwa media maket pelat lantai tipe knock down berpengaruh dalam pembelajaran gambar konstruksi bangunan materi rencana anggaran biaya (RAB). Hal tersebut dibuktikan dengan adanya peningkatan respon siswa dan perbedaan nilai tes keterampilan oleh kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol. Kata kunci : Hasil uji coba , media maket, tipe knock down Abstract The purpose of this study was to determine (1) the feasibility miniature media slab knock down type (2) student response after applying media instructional miniature types knock down the slab (3) students test results after applying miniature media mockup slab knock down type. The results of this study were (1) the percentage of the feasibility of the media by media experts is 86% included at a very decent ratings (2) the percentage of the feasibility of learning tools on the syllabus, lesson plans and about 82.50% respectively; 93%; 92.50% including the very good ratings (3) persetase students eligibility for pre-response experiment after experiment 92.50% and 95% including the very good ratings (4) the percentage of students of class XI repon TGB 2 for pre-experiment 77 , 80% and 79.80% after the experiment with an increase of 2% can be seen that the students of class XI TGB 2 more interested and active in learning using miniature media types knock down the slab (5) the percentage of completeness pilot knowledge test TGB first XI and XI TGB 75.50% 2 75.25%; TGB skills test XI 1 and XI TGB 70% 2 85%. The average value of the knowledge test XI and XI TGB TGB 1 75.50 2 75.25; TGB XI skill test 1 76.7% and 80.80% XI TGB 2.Thus it can be seen that the miniature media type slab knock down effect in the learning material building construction drawing budget plan (RAB). This is evidenced by an increase in student responses and differences in skills test scores by experimental class is higher than the control class. Keywords : The test results, media miniature , the type of knock down
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH PADA MATA PELAJARAN KONSTRUKSI DAN UTILITAS GEDUNG XI DPIB SMK NEGERI 3 SURABAYA JANNAH, DURRATUL; SABARIMAN, BAMBANG
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakModel pembelajaran kooperatif tipe make a match merupakan model pembelajaran yang mengajarkan siswa untuk dapat aktif dalam mencari/mencocokkan kartu jawaban dan disiplin terhadap waktu yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran, respon siswa dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran konstruksi dan utilitas gedung dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a match. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian One Shot Case Study dengan bentuk Pre-Experimental Design. Subyek penelitian adalah kelas XI DPIB 2 SMK Negeri 3 Surabaya dengan jumlah 31 siswa. Penelitian dilaksanakan pada semester gasal tahun ajaran 2018-2019. Hasil validasi perangkat pembelajaran diperoleh rata-rata persentase 86,6% artinya, perangkat pembelajaran memenuhi kriteria kelayakan. Berdasarkan hasil pengamatan didapatkan persentase rata-rata 83,17%, artinya kegiatan belajar siswa termasuk dalam kriteria sangat baik. Hasil angket respon siswa didapat dari 2 pihak yaitu, persentase rata-rata angket siswa 82,14% dengan nilai rata-rata dari observer 3,47, artinya nilai persentase rata-rata angket siswa dan observer termasuk dalam kriteria sangat baik. Hasil perhitungan Uji-t pada nilai post-test pada taraf signifikan ?=0,05 mendapatkan nilai 7,029 > nilai 1,697. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe Make a match pada mata pelajaran konstruksi dan utilitas gedung dapat mengembangkan pemahaman siswa. Kata Kunci: Make a match, Penerapan, SMK. AbstractThe cooperative learning model type make a match is a learning model that teaches students to be active in finding / matching answer cards and disciplines with a predetermined time. This study aims to determine the feasibility of learning, student responses and student learning outcomes in construction subjects and building utilities using the cooperative learning model type make a match.The type of research used is the One Shot Case Study with Pre-Experimental Design. The research subjects were class XI DPIB 2 of SMK Negeri 3 Surabaya with a total of 31 students. The study was conducted in odd semester 2018-2019. The results of the learning device validation obtained an average percentage of 86.6%, meaning that learning devices meet the eligibility criteria.Based on the results of the observations obtained an average percentage of 83.17%, meaning that student learning activities are included in the criteria very well. The results of the student questionnaire responses were obtained from 2 parties, namely, the average percentage of student questionnaires was 82.14% with an average value of 3.47 observers, meaning that the average value of student and observer questionnaires was included in the criteria very well. The results of the t-test calculation on the post-test value at a significant level ? = 0.05 get the value 7,029> value 1,697. It can be concluded that the application of cooperative type learning models Make a match on construction subjects and building utilities can develop students understanding. Keywords: Make a match, Application, Vocational School
PENERAPAN JOBSHEET MATERI PRAKTIK KERJA KAYU SAMBUNGAN LUBANG DAN PEN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA KELAS X TKK DI SMKN 3 JOMBANG FUNGA NIRANDA, WILLY; WARDHONO, ARIE
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENERAPAN JOBSHEET MATERI PRAKTIK KERJA KAYU SAMBUNGAN LUBANG DAN PEN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA KELAS X TKK DI SMKN 3 JOMBANG Willy Funga Niranda Mahasiswa S1 Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya wilyfunga@gmail.com Abstrak Media pembelajaran merupakan prasarana utama dalam penyampaian materi. Fakta di lapangan menunjukkan kurang optimalnya guru dalam melaksanakan proses pembelajaran terkait dengan pemanfaatan media pembelajaran dan pemahaman terhadap bakat atau potensi peserta didik sebagai faktor yang mempengaruhi hasil belajar. Hal ini dapat ditunjukkan dengan adanya perbedaan antara penerapan jobsheet dan metode konvensional dalam praktik kerja kayu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan jobsheet dalam materi praktik kerja kayu sambungan lubang dan pen. Jenis penelitian ini merupakan ?Pre-Experimental Design? dengan bentuk One-Shot Case Study. Lokasi penelitian di SMKN 3 Jombang. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa satu kelas X TKK SMKN 3 Jombang dengan jumlah 32 siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi dan dokumentasi. Data dianalisis melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penulisan ini menunjukkan bahwa bahwa penerapan jobsheet pada mata pelajaran praktik kerja kayu dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat ditunjukkan dengan peningkatan prosentase analisis kegiatan guru pada pertemuan ke-1 79.41% pertemuan ke-2 81.25% pertemuan ke-3 84.37 %, aktivitas siswa pada pertemuan ke-1 78.41%, pertemuan ke-2 81.25%, pertemuan ke-3 85.15%. dan pencapaian hasil belajar siswa diatas KKM. Kata kunci: KKM, hasil belajar, jobsheet. Abstract Learning media is the main infrastructure in delivering material. Facts on the field show that the teacher is not optimal in carrying out the learning process related to the use of learning media and understanding of the talents or potential of students as factors that influence learning outcomes. This can be indicated by the difference between the application of jobsheet and conventional methods in wood working practices. The purpose of this study was to determine the application of jobsheet in the work practice materials of wood connection holes and pens. This type of research is a "Pre-Experimental Design" with the One-Shot Case Study. The location of the research is at SMK 3 Jombang. The sample in this study were students of class X TKK SMK 3 Jombang with a total of 32 students. Data is collected using observation and documentation. Data were analyzed through data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this paper indicate that the application of jobsheet to the subjects of wood working practices can improve student learning outcomes. This can be indicated by an increase in the percentage analysis of teacher activities at the 1st meeting 79.41% 2nd meeting 81.25% 3rd meeting 84.37%, student activity at 1st meeting 78.41%, 2nd meeting 81.25%, meeting 3rd 85.15%. and the achievement of student learning outcomes above the KKM. Keyword : KKM, learning outcomes, jobsheet,