cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 336 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA 3D RUMAH LANTAI SATU PADA MATERI MENGGAMBAR POTONGAN PROYEKSI BANGUNAN SEDERHANA PADA SISWA KELAS XI TEKNIK GAMBAR BANGUNAN DI SMKN 5 SURABAYA DANY PRATAMA, MOHAMMAD; WAHYU CAHYAKA, HENDRA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 2, No 2/JKPTB/18 (2018): Wisuda ke-92 Periode 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGEMBANGAN MEDIA 3D RUMAH LANTAI SATU PADA MATERI MENGGAMBAR POTONGAN PROYEKSI BANGUNAN SEDERHANA PADA SISWA KELAS XI TEKNIK GAMBAR BANGUNAN DI SMKN 5 SURABAYA Mohammad Dany Pratama SI Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya E-mail:dhani_mbo@yahoo.co.id Hendra Wahyu Cahyaka Dosen Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya Abstrak Gambar konstruksi bangunan merupakan mata pelajaran praktik produktif yang mempelajari tentang merencana suatu gambar, cara menggambar, serta mengetahui bagian-bagian dan kelengkapan gambar. Siswa merasa sulit memahami materi pelajaran tersebut dikarenakan media yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan materi hanya berupa gambar 2 dimensi yang ditampilkan dengan media auto cad. Maka dari itu media 3D rumah lantai satu merupakan salah satu alat yang dapat digunakan guru dalam pembelajaran. Media 3D rumah lantai satu yang merupakan media pembelajaran yang digunakan pada pembelajaran langsung. Dengan media ini siswa akan lebih mudah memahami gambar yang tampak sebenarnya. Karena pada dasarnya pembelajaran langsung merupakan proses pembelajaran yang memberikan kesempatan pada siswa untuk mengonstruksi pengetahuan dengan cara menemukan dan mengalami sendiri secara langsung. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 5 Surabaya,Penelitian ini memiliki variabel yaitu (1)Kelayakan media pembelajaran menggunakan 3D Bangunan Rumah Lantai Satu pada mata pelajaran gambar konstruksi bangunan,(2) Hasil Belajar, (3) Respon Siswa, (4)Keterlakasanaan Pembelajaran. Hasil pada penelitian ini menunjukkan (1)Pelaksanaan validasi kelayakan media pembelajaran mendapat rata-rata persentase kelayakan sebesar 82,22%, hal tersebut membuktikan media 3D Bangunan Rumah Lantai Satu mendapat predikat sangat layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran pada siswa kelas XI TGB di SMK Negeri 5 Surabaya, (2) Hasil Belajar dianalisis dengan menentukan ketuntasan hasil belajar siswa dengan ketuntasan hasil belajar siswa memperoleh 93,93%,yang tidak tuntas memperoleh 06,06%. Dan rata-rata nilai siswa dalam penelitian ini diperoleh nilai sebesar 77,73%, dapat disimpulkan bahwa rata-rata nilai siswa telah tuntas (3) Respon siswa terhadap media 3D bangunan rumah lantai satu adalah siswa lebih mudah dalam menggambar potongan, hal ini bisa dilihat pada lampiran lembar respon siswa dimana terdapat skor tertinggi ada pada pertanyaan tersebut. Respon siswa terhadap media 3D bangunan rumah lantai satu termasuk dalam kriteria sangat baik, dengan persentase nilai rata-rata yang didapat adalah 91%, (4) Hasil pengamatan keterlakanaan pembelajaran pada bagi guru menunjukkan persentase sebesar 89,6%, hasil pengamatan keterlakanaan pembelajaran bagi siswa menunjukkan persentase sebesar 85% menunjukkan kategori sangat baik. Kata Kunci : Gambar Konstruksi Bangunan, Media 3D Bangunan Rumah Lantai Satu, Hasil Belajar. Abstract Picture of building construction is a productive practice lesson that studies about planning an image, how to draw, and know the parts and completeness of the image. Students find it difficult to understand the subject matter because the media used by the teacher in delivering the material is only a 2 dimensional image that is displayed with auto cad media. Therefore, the 3D media house on the first floor is one tool that can be used by teachers in learning. 3D media home floor one which is a learning media used in direct learning. With this media students will more easily understand the image that looks real. Because basically direct learning is a learning process that provides an opportunity for students to construct knowledge by finding and experiencing themselves directly. This study was conducted in SMK Negeri 5 Surabaya. This study has variables, namely (1) The feasibility of learning media using 3D Building One Floor on the subject of construction drawing, (2) Learning Outcomes, (3) Student Response, (4) Learning Talent. The results of this study show (1) The validation of the feasibility of learning media gets the average percentage of eligibility of 82.22%, it proves the 3D media of Building One Floor House gets a very worthy predicate used in learning activities for students of class XI TGB in SMK Negeri 5 Surabaya, (2) Learning outcomes analyzed by determining the completeness of student learning outcomes with the completeness of student learning outcomes obtained 93.93%, which did not complete obtained 06.06%. And the average value of students in this study obtained a value of 77.73%, it can be concluded that the average value of students has been completed (3) Student response to the 3D media house building the first floor is easier for students in drawing pieces, it can seen in the attachment of student response sheets where there is a high score on the question. The students response to the 3D media of the first floor house building is included in the criteria very well, with the percentage of the average score obtained is 91%, (4) The observation result of learning achievement on the teacher shows the percentage of 89.6%, the observation result of learning achievement for students showed a percentage of 85% showed very good category. Keywords: Picture of Building Construction, 3D Media, First Floor House Building, Learning Outcomes
PENERAPAN PEMBELAJARAN INKUIRI MENGGUNAKAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) PADA MATA PELAJARAN MEKANIKA TEKNIK KELAS X-TGB DI SMKN 3 BOYOLANGU TULUNGAGUNG PRADANA B., DANANG; ANDAJANI, NUR
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 2, No 2/JKPTB/18 (2018): Wisuda ke-92 Periode 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Inkuiri merupakan suatu pembelajaran melalui pemeriksaan atau penyelidikan. Dalam pembelajaran inkuiri terdapat tahap merumuskan masalah, membuat hipotesis, merancang percobaan, melaksanakan percobaan, mengumpulkan dan menganalisis data, serta membuat kesimpulan. Untuk mendukung jalanya pembelajaran, maka dibutuhkan sebuah media pembelajaran. Salah satu media yang sesuai dengan mata pelajaran mekanika teknik adalah media Lembar Kerja Siswa (LKS). Lembar kerja siswa adalah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik. Adapun tujuan penelitian ini adalah : (1) Mengetahui hasil belajar siswa setelah menggunakan pembelajaran inkuiri pada mata pelajaran mekanika teknik, (2) Mengetahui keterlaksanaan pembelajaran menggunakan pembelajaran inkuiri pada mata pelajaran mekanika teknik, (3) Mengetahui respon siswa terhadap penerapan pembelajaran inkuiri pada mata pelajaran mekanika teknik. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian pre-eksperimen jenis One-Shot Case Study. Penelitian dilaksanakan di SMKN 3 Boyolangu Tulungagung pada waktu semester genap tahun ajaran 2017/2018. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Jurusan Teknik Bangunan SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung kelas X yang terdiri dari 3 kelas. Subyek penelitian adalah kelas X Teknik Gambar Bangunan (TGB)1. Instrumen yang digunakan adalah soal tes, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Hasil posttest pertama hasil belajar siswa menghasilkan sebanyak 4 siswa tuntas dan siswa tidak tuntas sebanyak 32 siswa. Dimana dapat disimpulkan bahwa presentase ketuntasan belajar klasikal siswa tidak terpenuhi karena ketuntasan hasil belajar yang didapat sebesar 11,11%. Pada posttest kedua presentase siswa lulus 80,57% dengan jumlah siswa tuntas sebanyak 29 siswa dan 7 siswa tidak tuntas. Dapat disimpulkan bahwa ketuntasan belajar klasikal terpenuhi dimana ketuntasan belajar siswa ?75%. Dari hasil pengerjaan LKS pertemuan pertama presentase siswa yang mendapat nilai lebih dari KKM yaitu sebesar 66,67% yaitu sebanyak 24 siswa. Dari hasil pengerjaan LKS pertemuan pertama presentase siswa yang mendapat nilai lebih dari KKM yaitu sebesar yaitu sebesar 77,78% yaitu sebanyak 28 siswa (2)Hasil pengamatan keterlaksanaan pembelajaran pada pertemuan pertama 70,33% dengan kategori baik. Kemudian, nilai hasil pengamatan keterlaksanaan pembelajaran pada pertemuan kedua sebesar 75% dengan kategori baik. (3) Respon siswa terhadap penerapan pembelajaran inkuiri menggunakan lembar kerja siswa (LKS) pada mata pelajaran Mekanika Teknik menunjukkan persentase sebesar 77,11% yang berarti siswa memberi respon yang baik terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan. Kata Kunci : Inkuiri, LKS, Hasil Belajar, Keterlaksanaan Pembelajaran, Respon Siswa. Abstract Inquiry is a learning through torture or investigation. In inquiry learning there are stages of formulating problems, making hypotheses, designing experiments, conducting experiments, collecting and analyzing data, and making conclusions. To support the learning nets, it takes a learning medium. One of the media in accordance with the subjects of mechanical engineering is the media Student Worksheet (LKS). Student worksheets are sheets of assignments to be performed by learners. The purpose of this research are: (1) To know the learning result of the students after using inquiry learning on the subjects of mechanical technique, (2) To know the learning implementation using inquiry learning on the subjects of mechanical technique, (3) To know the students response to the application of inquiry learning on the mechanical technique lesson. The research design used pre-experimental research type One-Shot Case Study. The research was conducted at SMKN 3 Boyolangu Tulungagung at the end of the academic year 2017/2018. population of this research is all students of Teknik Gambar Bangunan SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung class X consisting of 3 classes. The subject of the research is the X Teknik Gambar Bangunan (TGB) 1. The instruments used are test questions, instructional observation sheets, and student response questionnaires. The results showed that: (1) The result of the first posttest result of the students learning resulted in 4 complete students and 32 students unfinished. Where it can be concluded that the percentage of students learning classical completeness is not fulfilled because the result of learning achievement is 11.11%. In the second posttest percentage of students graduated 80.57% with a total of 29 students complete and 7 students are not complete. It can be concluded that the completeness of classical learning is fulfilled where students learn ?75% mastery. From the results of workmanship LKS first meeting percentage of students who got more value than KKM that is equal to 66.67% that is as many as 24 students. From the results of workmanship LKS first meeting percentage of students who got more value than KKM that is equal to 77.78% ie as many as 28 students (2) The results of observation of the implementation of learning at the first meeting 70.33% with good category. Then, the value of observation result of learning activity at second meeting is 75% with good category. (3) Student response to the learning included in good category that is equal to 77,11%. Keywords: Inquiry, LKS, Learning Outcomes, Learning Implementation, Student Response.
EVALUASI LAMA WAKTU PENYELESAIAN MATA KULIAH PKL (STUDI KASUS S1 PRODI PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN PERIODE 2016-2017) FAUZI, ALI; KUSTINI, INDIAH
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 2, No 2/JKPTB/18 (2018): Wisuda ke-92 Periode 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pencapaian kompetensi lulusan siap kerja industri dari mahasiswa prodi Pendidikan Teknik Bangunan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya diwajibkan menempuh mata kuliah Praktik Kerja Lapangan (PKL). Pelaksanaan kegiatan mata kuliah PKL di dunia industri untuk meningkatkan ketrampilan mahasiswa mencapai bidang yang di tekuni. Pelaksanaan PKL dalam kenyataannya banyak mahasiswa yang tidak menyelesaikan tepat waktu selama satu semester atau ditentukan 132 hari, waktu tersebut dikurangi dengan mata kuliah merencana 2 SKS dan teori 4 SKS. Ada beberapa tahapan penyelesaian PKL yakni: persiapan 14 hari, pelaksanaan 400 jam atau 60 hari, pelaporan 14 hari, dan evaluasi 2 minggu+ 1 bulan atau 44 hari. Pendekatan yang di gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Analisis penelitian ini menggunakan distribusi frekuensi. Berdasarkan data hasil penelitian tentang Evaluasi Lama Waktu Penyelesaian Mata PKL Periode 2016/2017 Universitas Negeri Surabaya yang telah dianalisis dan dihasilkan ada 4 mahasiswa menyelesaikan PKL sesuai panduan dengan lama waktu kurang dari 132 hari. 23 mahasiswa lainnya tidak menyelesaikan PKL sesuai panduan dengan lama waktu lebih dari 132 hari karena hambatan terbesar pada tahap evaluasi yaitu mencakup penyelesaian laporan setelah seminar PKL sampai selesai revisi PKL. . Kata Kunci : Evaluasi, Lama waktu penyelesaian PKL. Abstract Achievement of industry-ready graduates competencies from students of Building Engineering Education Study Program Civil Engineering Department of the State University of Surabaya is required to take Field Work Practice (PKL) courses. The implementation of PKL course activities in the industrial world to improve the skills of students to reach the field under study. The implementation of street vendors in reality many students do not complete on time for one semester or are determined 132 days, the time is reduced by the 2 SKS planning courses and 4 SKS theory. There are several stages of PKL completion, namely: preparation for 14 days, implementation of 400 hours or 60 days, reporting for 14 days, and evaluation of 2 weeks + 1 month or 44 days. The approach used in this research is quantitative descriptive. This research analysis uses frequency distribution. Based on the research data about the Evaluation of the Length of PKL Period 2016/2017 at Surabaya State University Period that has been analyzed and produced there are 4 students completing street vendors according to the guidelines with a duration of less than 132 days. 23 other students did not complete street vendors according to the guidelines with a duration of more than 132 days because the biggest obstacle at the evaluation stage was includes the completion of the report after the PKL seminar until the PKL revision is complete. . Keywords: Evaluation, Length of completion of street vendors
ANALISIS KELAYAKAN MEDIA VIDEO TUTORIAL PADA MATA KULIAH MENGGAMBAR BANGUNAN SIPIL JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA NASHIRUDDIN, AHMAD; AGUS YUDHA PRAWIRA ADISTANA, GDE
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 2, No 2/JKPTB/18 (2018): Wisuda ke-92 Periode 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Proses pembelajaran diperlukan adanya faktor eksternal yaitu berupa alat atau media agar penyampaian materi dapat dipahami dengan lebih baik. Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan angkatan 2015-2016 Jurusan Tekik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya ditemukan informasi bahwa, mahasiswa kesulitan menalar perintah menggambar dengan AutoCAD, hal ini disebabkan media yang digunakan adalah konvensional yaitu dengan contoh gambar kalkir dan demonstrasi dari dosen. Media pembelajaran berupa video tutorial sebagai media pembelajaran yang efektif dalam menerangkan penggunaan AutoCAD sesuai prosedur menggambar bangunan sipil, diharapkan dapat membantu mahasiswa dapat menalar dan kemudian menerapkan pada gambar dengan mudah. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan penjelasan secara deskriptif untuk mengetahui pengembangan media video tutorial. Populasi dalam penelitian ini meliputi seluruh mahasiswa program studi Pendidikan Teknik Bangunan angkatan 2017 Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya dengan jumlah 39 mahasiswa. Besarnya sampel dalam penelitian ini dihitung menggunakan rumus Nomogram Harry King, dan hasil perhitungan menunjukkan sampel dalam penelitian ini minimal 20. Hasil peneltian ditunjukkan dengan hasil validasi dan hasil angket respon. Hasil validasi oleh dua dosen, media tutorial ini secara keseluruhan mendapatkan nilai rata-rata 77,44%, maka video tutorial mendapat predikat layak berdasarkan tabel Riduwan(2013: 39-41). Hasil dari angket respon menunjukkan rata-rata dari keseluruhan angket respon siswa menghasilkan penilaian 78,83%, berdasarkan kriteria yang dikutip dari Riduwan (2013: 39-41), maka secara umum respon mahasiswa adalah tegolong baik (B). Kata Kunci : Validasi, Angket Respon, Deskripti Kuantitatif. Abstract The learning process requires the existence of external factors in the form of tools or media so that the delivery of material can be better understood. In the 2015-2016 Building Engineering Education Study Program Students of the Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Surabaya State University found information that students found it difficult to reason with drawing commands with AutoCAD, this was due to the conventional media that is by example tracing images and demonstrations from lecturers. Learning media in the form of video tutorials as an effective learning media in explaining the use of AutoCAD according to the procedure of drawing civil buildings, is expected to help students to reason and then apply it to images easily. This study uses quantitative descriptive with descriptive explanations to find out the development of video tutorial media. The population in this study includes all students of the 2017 Building Engineering Education Study Program of the Department of Civil Engineering Faculty of Engineering, Surabaya State University with a total of 39 students. The size of the sample in this study was calculated using Harry Kings Nomogram formula, and the calculation results showed the sample in this study was at least 20. The results of the research are indicated by the results of the validation and the results of the response questionnaire. The results of the validation by two lecturers, this tutorial media as a whole gets an average value of 77.44%, then the tutorial video gets a decent title based on Riduwans table (2013: 39-41). The results of the response questionnaire showed the average of the overall student response questionnaire produced an assessment of 78.83%, based on the criteria quoted by Riduwan (2013: 39-41), in general the student response was good (B). Keywords: Validation, Response questionnaire, Quantitative Descriptions.
PENGARUH HASIL BELAJAR MATA KULIAH MEKANIKA REKAYASA, STRUKTUR BETON, TEKNIK GEMPA,DAN REKAYASA PONDASI TERHADAP MATA KULIAH MERENCANA KONSTRUKSI BETON (STUDI KASUS MAHASISWA S-1 PTB 2014 JURUSAN TEKNIK SIPIL) SETIYABUDI, HENDRA; SABARIMAN, BAMBANG
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 2, No 2/JKPTB/18 (2018): Wisuda ke-92 Periode 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh mata kuliah Merencana Konstruksi Beton sebagai salah satu mata kuliah wajib, yang harus diprogram pada kurikulum S-1 pendidikan konstruksi bangunan. Pada mata kuliah ini mahasiswa harus dapat merencanakan bangunan konstruksi beton 3 lantai. Faktor yang mempengaruhi hasil belajar pada mata kuliah Merencana Konstruksi Beton adalah (1) hasil belajar mata kuliah Struktur beton, (2) Mekanika Rekayasa, (3) Teknik Gempa dan (4) Rekayasa Pondasi yang sangat berperan dalam penyelesaian tugas Merencana Konstruksi Beton, oleh karena itu peneliti ini akan mencari seberapa pengaruh dari mata kuliah Struktur Beton, Mekanika Rekayasa, Teknik Gempa dan Rekayasa Pondasi terhadap Mata Kuliah Merencana Konstruksi Beton. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif yang bersifat assosiatif, yaitu penelitian dengan pendekatan data berbentuk angka. Analisis yang sesuai dengan penelitian ini adalah analisis regersi linier berganda, untuk mencari besarnya pengaruh hasil belajar mata kuliah Mekanika Rekayasa I, Mekanika Rekayasa II, Mekanika Rekayasa III, Struktur Beton I, Struktur Beton II, Teknik Gempa dan Rekayasa Pondasi terhadap Mata Kuliah Merencana Konstruksi Beton S1 PTB 2014 Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Unesa. Penelitian ini didapatkan berdasarkan tes Uji Normalitas Variabel dengan Uji One Sample Kolmogorov-Smirnov- Z diperoleh nilai 1.202 dan Asymp Sig (2- tailed) sebesar 0.111 lebih besar dari 0.05 maka dapat disimpulkan data berdistribusi normal. Berdasarkan dari hasil uji linieritas dapat disimpulkan mata kuliah yang diteliti tergolong linear dikarenakan semua hasil variabel independen signifikansinya lebih besar dari 0.05. Dari hasil uji regresi korelasi sederhana menunjukkan adanya hubungan yang sangat rendah antara mata kuliah yang diteliti terhadap Merencana Konstruksi Beton. Persentase sumbangan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen sebesar 37.2% sedangkan 62.8% ditentukan oleh variabel lainnya. Mata kuliah penunjang yang mempunyai pengaruh terhadap hasil belajar Merencana Konstruksi Beton berturut-turut mulai yang paling besar adalah Struktur Beton I sebesar -0.672, Mekanika Rekayasa III sebesar 0.562, Mekanika Rekayasa II sebesar 0.210, Rekayasa Pondasi Sebesar -0.210, Struktur Beton II sebesar -0.116, Teknik Gempa Sebesar -0.009 dan Mekanika Rekayasa I sebesar 0,004. Dari uji F yang dilakukan diperoleh F hitung = 2.626 > F tabel = 2.32, artinya ada pengaruh hasil belajar mata kuliah Mekanika Rekayasa I, Mekanika Rekayasa II, Mekanika Rekayasa III, Struktur Beton I, Struktur Beton II, Teknik Gempa dan Rekayasa Pondasi terhadap Merencana Beton mahasiswa S1 PTB 2014 Jurusan Teknik Sipil Unesa. Kata Kunci: Pengaruh Hasil Belajar, Merencana Konstruksi Beton. Abstract The research is in background by the Concrete Construction Planning course as one of the compulsory subjects, which must be programmed into the S-1 curriculum of building construction education. In this course students should be able to plan a complete 3-storey concrete construction building. Factors affecting the learning outcomes in the course Concrete Construction Planning is (1) the learning result of the concrete of Structure, (2) Mechanics Engineering, (3) Earthquake Engineering and (4) The foundation engineering that is very instrumental in the completion of the task of Concrete Construction Planning, by therefore this researcher will find out how the influence of the subject of Concrete of Structure, Mechanics Engineering, Earthquake Engineering and Foundation Engineering Against Planning Concrete Construction Course. The research used is quantitative research which is associative, that is research with approach of data in the form of number. The analysis according to this research is multiple linear regression analysis, to find out the effect of the learning result of the subjects of Mechanical Engineering I, Mechanical Engineering II, Mechanics Engineering III, Concrete of Structure I, Concrete of Structure II, Earthquake Engineering and Foundation Engineering on Construction Planning Course Beton S1 PTB 2014 Department of Civil Engineering Faculty of Engineering Unesa. This research was obtained based on the test of Variable Normality Test with One Sample Test Kolmogorov-Smirnov-Z obtained the value of 1.202 and Asymp Sig (2- tailed) of 0.111 greater than 0.05, it can be concluded that the data is normally distributed. Based on the results of the linearity test it can be concluded that the subjects studied were classified as linear because all the results of the significance of the independent variables were greater than 0.05. From the results of the simple correlation regression test shows a very low relationship between the subjects studied on Concrete Construction Planning. The percentage of the contribution of the influence of the independent variable to the dependent variable is 37.2% while 62.8% is determined by other variables. Supporting courses that have an influence on learning outcomes Planning consecutive Concrete Construction starts the largest is Concrete of Structure I of -0.672, Engineering Mechanics III of 0.562, Engineering Mechanics II of 0.210, Engineering Foundation of -0.210, Concrete of Structure II of - 0.116, Earthquake Technique of -0.009 and Engineering Mechanics I of 0.004. From the F test conducted, it was obtained that Fcount = 2.626 > Ftable = 2.32, meaning that there was an effect of the learning outcomes of the, Engineering Mechanics I, Engineering Mechanics II, Engineering Mechanics III, Concrete of Structure I, Concrete of Structure II, Earthquake Engineering and Foundation Engineering for Concrete Planning for S1 PTB 2014 students in the Department of Civil Engineering Unesa. Keywords: Effect of Learning Outcomes, Concrete Construction Planning.
HUBUNGAN HASIL BELAJAR MATA KULIAH ANALISIS STRUKTUR STATIS TERTENTU, KALKULUS DIFFERENSIAL, DAN MATA KULIAH STRUKTUR BETON HAMZAH, MOHAMMAT; SABARIMAN, BAMBANG
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 2, No 2/JKPTB/18 (2018): Wisuda ke-92 Periode 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBuku Pedoman Unesa Fakultas Teknik tahun akademik 2016-2017 Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, dijelaskan bahwa mahasiswa angkatan 2016 dapat memprogram mata kuliah Struktur Beton dengan persyaratan, telah menempuh mata kuliah Analisis Struktur Statis Tertentu pada semester 2 (3SKS) dan mata kuliah Kalkulus Differensial pada semester 1 (3SKS). Pemahaman mata kuliah Analisis Struktur Statis Tertentu dan Kalkulus Differensial dapat menunjang mahasiswa dalam menguasai mata kuliah Konstruksi Beton, karena materi Struktur Beton mempunyai hubungan dengan materi yang ada pada mata kuliah Analisis Struktur Statis Tertentu.Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penelitian asosiatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan dua variabel atau lebih. Dalam penelitian ini maka akan dapat dibangun suatu teori yang dapat berfungsi untuk menjelaskan, meramalkan dan mengontrol suatu gejala yang mana terdapat hubungan kausal yang bersifat sebab akibat, jadi penelitian ini menggunakan tiga variabel. Pola hubungan antara variabel yang akan diteliti tersebut selanjutnya disebut sebagai paradigma penelitian.Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil analisis dan pembahasan, maka kesimpulan yang dapat dikemukakan dalam penelitian ini adalah data hasil belajar mata kuliah Analisis Struktur Statis Tertentu memiliki nilai rata-rata (Mean) adalah 67.80, dengan nilai minimum 60.20, nilai maksimumnya 74.90, dan standar deviasinya (SD) sebesar 3.67. Mata kuliah Kalkulus Differensial memiliki nilai rata-rata (Mean) adalah 72.50, dengan nilai minimum 57.50, nilai maksimumnya 88.00, dan standar deviasinya sebesar 7.00. Sedangkan mata kuliah Struktur Beton memiliki nilai rata-rata (Mean) adalah 73.50, dengan nilai minimum 62.00, nilai maksimumnya 83.60, dan standar deviasinya sebesar 5.39. Hubungan yang rendah antara hasil belajar Mata Kuliah Analisis Struktur Statis Tertentu dan hasil belajar Mata Kuliah Struktur Beton yaitu sebesar 0.276. Hubungan yang rendah antara hasil belajar Mata Kuliah Kalkulus Differensial dan hasil belajar Mata Kuliah Struktur Beton yaitu sebesar 0.282. Hubungan yang rendah antara hasil belajar Mata Kuliah Analisis Struktur Statis Tertentu dan hasil belajar Mata Kuliah Kalkulus Differensial yaitu sebesar 0.207. Hubungan yang rendah ini disebabkan adanya variabel-variabel hasil belajar lainnya yang hubungannya lebih baik yang belum diteliti. Kata Kunci : Hubungan, Hasil Belajar, Mata Kuliah, Analisis Struktur Statis Tertentu, Kalkulus Differensial, Struktur Beton. AbstractUnesa Faculty of Engineering Guidebook 2016-2017 academic year Building Engineering Education S1 Program, explained that the 2016 students can program Concrete Structure courses with requirements, have taken the course of Certain Static Structure Analysis in semester 2 (3SKS) and Differential Calculus courses in semester 1 (3SKS). Understanding of courses on Analysis of Certain Static Structures and Differential Calculus can support students in mastering Concrete Construction courses, because the material of Concrete Structures has a relationship with the material in the course of Analysis of Certain Static Structures.The research approach used is associative research is research that aims to determine the relationship of two or more variables. In this research, a theory can be built that can function to explain, predict and control a phenomenon where there is a causal relationship that is causal, so this study uses three variables. The pattern of relations between the variables to be studied is then referred to as the research paradigm.Based on the data obtained from the results of the analysis and discussion, the conclusions that can be expressed in this study is that the learning outcomes of the Analysis of Certain Static Structure subjects have an average value of 67.80, with a minimum value of 60.20, the maximum value 74.90, and standard deviation (SD) of 3.67. The Differential Calculus subject has an average value (Mean) of 72.50, with a minimum value of 57.50, a maximum value of 88.00, and a standard deviation of 7.00. While the Concrete Structure subject has an average value (Mean) is 73.50, with a minimum value of 62.00, the maximum value is 83.60, and the standard deviation is 5.39. A low relationship between Course Learning Outcomes Analysis of Specific Static Structures and Learning Outcomes of Concrete Structure Courses is equal to 0.276. Low relationship between Learning Outcomes of Differential Calculus and Learning Outcomes of Concrete Structure Courses is 0.282. Low relationship between Course Learning Outcomes Analysis of Certain Static Structures and Learning Outcomes of Differential Calculus Courses is equal to 0.207. This low relationship is due to the existence of other learning outcomes variables that have better relationships that have not been studied. Keywords: Relationships, Learning Outcomes, Courses, Analysis of Specific Static Structures, Differential Calculus, Concrete Structures.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN LKS PADA MATA PELAJARAN MEKANIKA TEKNIK KELAS X TGB DI SMK NEGERI 7 SURABAYA HARDIANTRI, SANTRI; KUSTINI, INDIAH
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 2, No 2/JKPTB/18 (2018): Wisuda ke-92 Periode 2 Tahun 2018
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan model belajar dan ketuntasan hasil belajar siswa kelas X TGB menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan LKS. Model PBL dapat memudahkan siswa dalam memahami materi yang diajarkan yaitu konsep kesetimbangan dengan bidang gaya normal, gaya lintang dan momen. Penelitian menggunakan metode design one-shot case study. Waktu penelitian dilaksanakan pada Semester 2 (genap) Tahun Ajaran 2017. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas X TGB SMK Negeri 7 Surabaya dengan jumlah 38 siswa. Teknik observasi digunakan untuk mengamati keterlaksanaan pembelajaran dan pemberian soal essay untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dengan LKS. Hasil pengamatan keterlaksanaan kegiatan mengajar guru dinilai oleh 2 pengamat mencapai 76,98% dan diinterprestasikan masuk dalam kategori baik. Keterlaksanaan kegiatan belajar siswa yang dinilai oleh 2 pengamat mencapai 73,16% dan diinterprestasikan masuk dalam kategori baik. Hasil belajar siswa yang memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) ? 75 berjumlah 20 siswa (52,63%) dan siswa yang tidak memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) < 75 berjumlah 18 siswa (47,37%). Beberapa siswa yang tidak tuntas disebabkan siswa kurang memperhatikan penjelasan guru dan pada saat tes diberikan ada beberapa siswa hanya menulis kembali soal yang diberikan kemudian dikumpulkan tanpa jawaban. Kata kunci : Model pembelajaran problem base learning, hasil belajar. Abstract This study aims to determine the implementation of learning models and mastery of students learning achievement of class X TGB using Problem Based Learning (PBL) learning model with LKS. PBL model can facilitate students in understanding the material used is the concept of equilibrium with the conditions of normal force, latitude and moment. The research used the design of one-shot case study method. The research time is conducted in Semester 2 (even) of the academic year 2017. The sample in this research is class X TGB SMK Negeri 7 Surabaya with the number of 38 students. Technical for learning and learning problems to study student learning result using Problem Based Learning model with LKS. The observation of the implementation of teacher teaching activities by 2 observers reached 76.98% and interpreted into the good category. Implementation of student learning activities designated by 2 observers reached 73.16% and interpreted into the good category. Results of students who meet the Minimum Exhaustiveness Criteria (KKM) ? 75 people 20 students (52.63%) and students who do not meet the criteria of Minimum Completion (KKM) <75 alone 18 students (47.37%). Some students who do not finish dealing with students pay less attention to the teacher and at the time of the test given some students just write a given problem later without an answer. Keywords: Learning problem base learning model, the result of study
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED INSTRUCTION (PBI) DENGAN JOBSHEET PADA MATA PELAJARAN GAMBAR KONSTRUKSI BANGUNAN KELAS XI SMK NEGERI 7 SURABAYA EFENDI, RIDWAN; DWI HANDAYANI, KRISNA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran, dan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) dengan Jobsheet pada mata pelajaran Gambar Konstruksi Bangunan kelas XI SMK Negeri 7 Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah pre experimental design dengan desain penelitian one shot case study dengan subjek penelitian siswa kelas XI TGB SMK Negeri 7 Surabaya tahun ajaran 2017/2018. Instrumen pengumpulan data menggunakan tes, dan angket. Analisis data pada penelitian ini adalah analisis keterlaksanaan pembelajaran dan analisis hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukan keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) dengan Jobsheet didapatkan hasil rata-rata total dari semua aspek yaitu sebesar 84,5% oleh guru dan 87,3% oleh siswa. Keduanya termasuk dalam kategori sangat baik. Hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) dengan Jobsheet memperoleh rata-rata nilai kelas sebesar 86,03. Dari perhitungan didapat nilai thitung sebesar 10,58 dan ttabel sebesar 1,697. Jadi, dapat disimpulkan rata-rata hasil belajar menggambar pondasi siswa kelas XI TGB setelah pelaksanaan model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) dengan Jobsheet lebih besar atau sama dengan 75 (dapat diterima).Kata kunci: Model Pembelajaran PBI, Media Jobsheet, Hasil Belajar, Gambar Konstruksi BangunanAbstract This study aims to determine the implementation of learning and student learning outcomes by using Problem Based Instruction learning model with the jobsheet on the subject of Building Construction Drawing at class XI SMKN 7 Surabaya. Research method used is pre experimental design with one shoot case study design. The subjects of the study were students of class XI TGB SMKN 7 Surabaya of the 2017/2018. The instruments data collection use tests, and questionnaires. Data analysis in this study is the analysis of the implementation of learning and analysis of the students learning outcomes. The result showed the implementation of learning by using Problem Based Instruction learning model with the jobsheet obtained the result of the total average of all aspects of 84,5% by teachers and 87,3% by students. Both fall into very good category. Student learning outcomes using Problem Based Instruction learning modelwith the jobsheet obtained an average grade value of 86,03. From calculationgot value from tarch equal to 10,58 and ttable equal to 1,697. So, it can be concluded that the average of learning result of drawing the foundation of students class XI TGB after the implementation of Problem Based Instruction learning model with the jobsheet is greater than or equal to 75 (can be accepted).Keywords: PBI Learning Model, Jobsheet, Learning Outcomes, Building Construction Drawing
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT MENGGUNAKAN LKS SEBAGAI ALTERNATIF PEMBELAJARAN YANG SESUAI PADA KOMPETENSI DASAR MENERAPKAN SPESIFIKASI DAN KARAKTERISTIK KAYU (STUDI KASUS DI KELAS X BISNIS KONSTRUKSI DAN PROPERTI DI SMK NEGERI 1 SIDOARJO) AVANDRI, AHMAD; TITIEK WINANTI, ELIZABETH
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Model dan media pembelajaran merupakan faktor yang sangat mempengaruhi dalam kegiatan belajar mengajar. Model pembalajaran Cooperative Script dengan media LKS berperan dalam proses pembelajaran agar menjadi lebih menarik, menyenangkan dan tidak membosankan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan cara pembelajaran lain yang sesuai, Hasil belajar, dan respon siswa terhadap penggunakan model pembelajaran Cooperative Script dengan media lembar kerja siswa (LKS). Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 1 Sidoarjo dengan sasaran kelas X BKP yang berjumlah 36 siswa. Variabel yang di teliti antara lain proses pembelajaran, hasil belajar, dan respon siswa. Pengumpulan data untuk proses pembelajaran dengan pengamatan kelas, hasil belajar dengan tes uraian, dan respon siswa dengan kuesioner (angket) respon dalam menggunakan model pembelajaran Cooperative Script dengan media LKS. Proses pembelajaran berjalan lancar, dengan nilai rata-rata 4,13 dari skor maksimal 5, hasil belajar siswa mendapatkan nilai rata-rata 79,00 dengan ketuntasan belajar siswa mencapai 77,42%. Siswa merespon baik dengan nilai sebesar 79,78 dari nilai maksimal 100. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Cooperative Script dengan media LKS telah sesuai dan dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran. Kata kunci: Cooperative Script, Keterlaksanaan Pembelajaran, Hasil Belajar Siswa, Respon Siswa ABSTRACT Learning model and medium teaching are the factors that very influence in learning activities. Learning model Cooperative Script with worksheet medium plays a role in the learning process to become more interesting, fun, and not monotonous. This study aim to obtain about the other learning method which appropriate, learning outcomes, and student respons toward using learning model Cooperative Script with worksheet medium. This research was conducted at vocational high school 1 Sidoarjo with target is class X BKP which amounted to 36 students. Research variables include learning implementation, student learning outcomes, and student resonses. Data collection for learning implementation using classroom observation, learning outcomes using a description test, and student respons using a questionnaire sheet in using of learning model Cooperative Script with worksheet medium. Based on the result of learning implementation gets average 4,13 with maximal score 5, student learning outcomes gets average 79,00 with student?s learning completeness reach 77,42%. Student respons gets score 79,78 with maximal score 100. From the result, it can be conclude that learning model Cooperative Script with worksheet medium was appropriate and able to use as learning alternative. Keywords: Cooperative Script, Learning Implementation, Student Result Outcomes, Student Respons
PENERAPAN PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER PADA MATA PELAJARAN MENGGAMBAR DENGAN PERANGKAT LUNAK (AUTOCAD) KELAS XI TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK NEGERI 3 JOMBANG UTOMO, PRASETIO; DWI HANDAYANI, KRISNA
Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Kajian Pendidikan Teknik Bangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran Advance Organizer, dan hasil belajar menggunakan model pembelajaran Advance Organizer, pada mata pelajaran menggambar dengan perangkat lunak (AutoCad) kelas XI Teknik Gambar Bangunan (TGB) SMK Negeri 3 Jombang. Penelitian Pre-Experimental Designs tipe One-Shot Case Study, dilaksanakan pada kelas XI-TGB 2. Hasil keterlaksanaan diperoleh dari pengamatan menggunakan lembar keterlaksanaan oleh observer saat proses belajar mengajar menggunakan Advance Organizer berlangsung. Hasil belajar diperoleh dari lembar tes setelah proses belajar mengajar selesai. Sampel yang digunakan adalah kelas XI-TGB 2 sejumlah 32 siswa. Keterlaksanaan model pembelajaan Advance Organizer menunjukan hasil sangat baik untuk kegiatan guru dan menunjukan hasil baik untuk kegiatan siswa. Rata- rata hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Advance Organizer menunjukan nilai 83,28 dengan 96,88% siswa memiliki nilai melebihi KKM (75) pada mata pelajaran menggambar dengan perangkat lunak (Autocad). Kata Kunci : Advance Organizer, AutoCad, Hasil Belajar, Keterlaksanaan pembelajaran. Abstract The aim of this research is to know the implementation of Advance Organizer learning model, and to known the study result of using Advance Organizer learning model, on the subjects of drawing with software (Autocad) a class XI Teknik Gambar Bangunan (TGB) SMK Negeri 3 Jombang. Pre-experimental designs research type one-shot case study, was conducted on class XI-TGB 2. The results of implementation obtained from observation using implementation sheet by an observer at Advance Organizer learning process. Study result was getting from test sheets that administered after the teaching and learning process be finished. The Sample used a class XI TGB 2 as many 32 students. Implementation data showed the result is very good for activities teachers and indicated the result are good for students activity. Average study results students use Advance Organizer model learning showed score 83,28 with 96,88% students have score more than KKM (75) Password: Advance Organizer, Autocad, Study Result,Implementation of learning