cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
  • jurnal-pendidikan-teknik-mesin
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 372 Documents
PENGARUH PERBEDAAN HASIL PRODUKSI PADA TIAPSHIFT KERJA TERHADAP TOTAL PRODUKSI TAHUNAN YANG DI HASILKAN PT. DEMPO LASER METALINDO SURABAYA ADHI GUNA, IBRAHIM; RIANDADARI, DYAH
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Dempo Laser Metalindo Surabaya adalah sebuah perusahaan Job Shop & Fabrikasi di bidang sheet-metal berkelas Internasional. Pembagian waktu kerja biasanya diatur menjadi dua hingga tiga shift.Dalam satu minggu tenaga kerja harus masuk pagi, satu minggu kemudian masuk siang dan satu minggu berikutnya masuk malam. Dalam proses produksi antara shift pagi dan shift malam terdapat perbedaan pencapaian target produksi dari perusahaan. Target yang telah ditentukan sering tidak terpenuhi dan pengaruh pada tenaga kerja shift yang lain harus menutup lubang agar terpenuhi target produksi dari perusahaan.Metode penelitian ini adalah deskriftif kuantitatif yakni mencari fakta yang timbul dari shift kerja (shift pagi, shift malam) dalam total produksi kemudian diolah berupa angka dengan menggunakan teknik observasi. Teknik observasi digunakan untuk memperoleh data berupa sistem shift kerja di perusahaan serta data tentang hasil produksi. Obyek penelitian ini adalah pengaruh produksi pada tiap shift kerja terhadap total produksi yang ada pada PT. Dempo Laser Metalindo Surabaya. Cara yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan cara teknik korelasiyang dimana dua variabel yang hendak diselidiki hubungannya tersebut biasanya diberi simbol variabel X dan variabel Y. Kemudian untuk menguji signifikansinya dengan menggunakan rumus t.Berdasarkan dari pembahasan yang dilakukan, untuk tetap meningkatkan produksi adalah dengan cara memberikan lingkungan kerja yang baik, memberikan pelatihan yang cukup kepada karyawan, tentukan tujuan dan target yang Jelas, dan tetap memperhatikan arahan dari general manager. Hasil penelitian ini menggunakan uji korelasi product moment pearson dimana mendapatkan hasil rhitung dari shift pagi sebesar 0,999, shift malam sebesar 0,998 harga ini lebih besar dari rtabel 5% = 0,997 (n = 3, ? = 5%). Kemudian nilai thitung dari shift pagi sebesar 17,666, shift malam sebesar 16,372 dengan nilai ttab sebesar 6,314 (n = 3, ? = 5%, dk = n -2) dapat disimpulkan rhitung> rtab dan thitung> ttab sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara shift pagi, shift malam dengan total produksi. Dan koefisien rhitung terdapat pada range 0,80 ? 1,000 hal ini menunjukkan shift kerja dengan total produksi memiliki hubungan yang sangat kuat. Kata kunci :Shift Kerja, Total Produksi, Tenaga Kerja
PENGARUH DRYING PROCESS TERHADAP FINISHING TOP COAT PADA PENGECATAN KOMPONEN BODI KENDARAAN BERMOTOR BRAHMASETA HERMIANTO, KUSUMADETYA; YASA UTAMA, FIRMAN
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Beberapa faktor yang mempengaruhi hasil akhir proses pengecatan bodi kendaraan bermotor ialah komponen atau bahan dasar cat, peralatan yang digunakan saat mengecat, teknik pengecatan, dan metode pengeringan. Jarak yang umum digunakan ialah 15-25 cm. Banyak bengkel pengecatan yang masih menggunakan metode pengeringan di luar ruangan dikarenakan keterbatasan alat dan lahan. Tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui pengaruh jarak penyemprotan terhadap hasil akhir pada finishing top coat dengan menggunakan berbagai macam metode pengeringan, dan mengetahui faktor ekonomis yang paling optimal dalam proses pengecatan dan hasil pengeringan pengecatan komponen bodi kendaraan bermotor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode eksperimen. Jarak penyemprotan yang digunakan dalam penelitian ini ialah 17, 19, dan 21 cm dan metode pengeringan yang digunakan ialah metode pengeringan oven menggunakan Micro Oven, metode pengeringan di dalam ruangan, dan metode pengeringan di luar ruangan. Pengecatan finishing top coat dilakukan menggunakan Paint Test Demonstrator agar jarak penyemprotan stabil. Pengukuran kekilapan dilakukan menggunakan glossmeter, dan pengukuran ketebalan dilakukan menggunakan thickness gauge. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini ialah kualitas hasil terbaik didapatkan menggunakan jarak penyemprotan 17 cm dengan metode pengeringan oven menggunakan Micro Oven yang menghasilkan tingkat kekilapan 92.29 GU dan ketebalannya 0.052 mm dengan permukaan yang baik dilihat dari hasil pengamatan dengan menggunakan mikroskop. Metode pengeringan menggunakan Micro Oven memakan total biaya paling rendah yaitu Rp. 105.800,- dengan lama pengerjaan paling singkat yaitu 2 jam 35 menit. Kata kunci : Pengeringan, jarak penyemprotan cat, dan faktor ekonomis. Abstract Several factors affecting the end result of painting process of motor vehicle body are paint component or material, equipment used when painting, painting technique, and drying method. The commonly used spraying distance is 15-25 cm. Many painting workshops are still using outdoor drying methods due to limited tools and land. The purpose of this research is to know the effect of spraying distance to the final result on finishing top coat by using various drying method, and know the most economical factor in painting process and drying result of painting of motor vehicle body component. The method used in this research is the experimental method. The spraying distance used in this study was 17, 19, and 21 cm and the drying method used was oven drying method using Micro Oven, indoor drying method, and outdoor drying method. Top coat finishing painting is done using Paint Test Demonstrator for stable spraying distance. The gloss measurements were made using a glossmeter, and thickness measurements were made using a thickness gauge. The results obtained in this study is the best quality results obtained using 17 cm spraying distance by oven drying method using Micro Oven which produces 92.29 GU gloss level and thickness of 0.052 mm with good surface seen from observation by using microscope. The method of drying using Micro Oven takes the lowest total cost of Rp. 105800, - with the shortest working time of 2 hours 35 minutes. Keywords : Drying, paint spraying distance, and economical factors.
REKAYASA KOMPOSISI MIXING SOLVENT DAN VARNISH TERHADAP KUALITAS HASIL PENGECATAN MENGGUNAKAN GLOSS METER WAHYU ARDYANTO, MUSLICH; YASA UTAMA, FIRMAN
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Meningkatnya jumlah kendaraan dan kondisi jalan yang belum memadai menyebabkan terjadinya kemacetan dan kepadatan di jalan raya. Hal tersebut dapat memicu adanya berbagai kecelakaan, benturan, ataupun saling bersenggolan yang menyebabkan rusaknya cat kendaraan. Perbaikan pada cat sendiri biasanya dilakukan dengan cara mengecat kembali bagian yang mengalami kerusakan saja atau mengecat ulang seluruh bagian yang dilapisi oleh cat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas hasil pengecatan, dan berapa besar pengaruh penggunaan mixing solvent dan varnish terhadap kualitas hasil pengecatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Dalam penelitiaan ini solvent yang digunakan adalah Bintang A Spesial dan Autoglow Polyurethane (Pu). Sedangkan varnish yang di gunakan adalah Galaxy HS 2800 jenis Polyurethane (Pu). Komposisi mixing varnish dan solvent yang digunakan ialah 1:0,5, 1:0,8, 1:1. Pengujian daya kilap hasil pengecatan diukur mengunakan gloss meter dan ketebalan hasil pengecatan diukur menggunakan coating thickness gauge. Dari penelitian eksperimen ini didapatkan hasil terbaik dengan perbandingan 1:0,5 pada Varnish Galaxy HS 2800 dicampur dengan Solvent Bintang A Spesial didapatkan angka 92.06 GU. Akan tetapi spesimen ini memiliki ketebalan varnish yang rendah yaitu 0.014 mm. Sedangkan hasil kilap terendah didapatkan pada campuran varnish Galaxy HS 2800 dan solvent Autoglow PU dengan nilai kilap 90.5 GU. Akan tetapi spesimen ini memiliki tingkat ketebalan varnish tertinggi yaitu 0.030 mm. Pada kesesuaian warna yang mendekati nilai standart cat pabrik adalah solvent Autoglow PU pada perbandingan 1:0,8 dengan nilai kilap 91,56 GU, 0,124 mm ketebalan dan warna yang terbaik pada pengujian kesesuaian warna. Kata kunci: pengecatan, solvent, varnish, kualitas hasil pengecatan. Abstract The increasing number of vehicles and road conditions that have not been adequately led to congestion and overcrowding on the highways. It could trigger the presence of various accidents, collisions, or mutual-shoulder that caused damage to the vehicles Paint. Improvement on the paint itself is usually done by means of paint back the damaged parts or repainting the entire re coated by paint. The purpose of this research is to know the quality of the painting, and how much influence the use of mixing solvent and varnish to the quality of the results of the painting. This type of research is experimental. In this penelitiaan solvent used is A special and Autoglow Polyurethane (Pu). While the varnish used is Polyurethane type Galaxy HS 2800 (Pu). Mixing varnish composition and solvent used is 1:0.5, 1:0.8, 1:1. Testing the power of the painting measured results using glassy gloss meters and thickness of painting results measured using a coating thickness gauge. Experimental research of these obtained the best results by comparison 1:0.5 on Varnish Galaxy HS 2800 mixed with Solvent A Special Star numbers obtained 92.06 GU. However, this specimen has the thickness of the varnish is low i.e. 0.014 mm. Whereas the results obtained on the mix low gloss varnish Galaxy HS 2800 and solvent Autoglow PU gloss value of 90.5 GU. However, this specimen has the highest level of the thickness of the varnish that is 0.030 mm. On the suitability of the standard value that approximates the color of the paint factory is solvent Bintang A Spesial on comparison 1:0.8 with gloss value 91.56 GU, 0.124 mm thickness and color best on testing the suitability of color. Keywords: painting, solvent, varnish, the quality of the painting.
PENGARUH PENGGUNAAN JENIS BAHAN BAKAR TERHADAP KINERJA MESIN DAN EMISI GAS BUANG PADA SEPEDA MOTOR HONDA ALL NEW CBR 150 CC TAHUN 2016 Virmandi R.S, Dian; WAYAN SUSILA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Polusi udara yang terjadi sebagian besar dihasilkan oleh kendaraan bermotor. Karena semakin meningkatnya daya beli masyarakat terhadap kendaraan bermotor dan semakin besarnya polusi yang akan dihasilkan, pemerintah pun mengeluarkan bahan bakar tipe baru yang memenuhi standarisasi euro yang telah diterapkan. Pengaruh bahan bakar sendiri memiliki dampak pada performa mesin kendaraan bermotor. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen (experimental research). Objek dari penelitian ini adalah sepeda motor Honda All New CBR 150 CC tahun 2016. Standart pengujian performa mesin berdasarkan SAE J1349 dan standart pengujian emisi berdasarkan SNI 19-7118.3-2005. Bahan bakar yang diuji adalah Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo. Peralatan dan instrumen penelitian yang digunakan adalah exhaust gas analyzer, chasis dynamometer, dan stopwatch. Analisis data menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian kendaraan Honda CBR 150 cc tahun 2016 dengan variasi bahan bakar menunjukkan hasil terbaik kinerja dan emisi gas buang didapatkan pada penggunaan bahan bakar pertamax turbo. Torsi diperoleh pada pertamax turbo sebesar 1,41 Kgf.m dengan persentase kenaikan 2,17 %. Daya efektif pada penggunaan pertamax turbo sebesar 15,87 PS dengan presentase kenaikan 1,41 %. Tekanan efektif rata-rata pengereman pada penggunaan bahan bakar pertamax turbo sebesar 11,91 Kg/cm2 dengan peresentase kenaikan 2,100 %. Konsentrasi O2 terbaik diperoleh pada pertamax dengan penurunan konsentrasi O2 sebesar 12,27. Konsentrasi CO terbaik diperoleh pada pertamax turbo dengan penurunan konsentrasi CO sebesar 48,46 %. Konsentrasi CO2 terbaik diperoleh pada pertamax turbo dengan penurunan konsentrasi CO2 sebesar 4,06%. Konsentrasi HC terbaik diperoleh pada pertamax turbo dengan penurunan konsentrasi HC sebesar 47,01 %. Kata Kunci: Kinerja mesin, Emisi gas buang, Pertalite, Pertamax dan Pertamax Turbo.
ANALISA SISTEM PENGEREMAN MOBIL LISTRIK GARNESA BERBASIS SIMULASI NUMERIK RAHMATULLOH, FAQIHUDDIN; PRIJO BUDIJONO, AGUNG
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kontes Mobil Hemat Energi merupakan sebuah perlombaan tentang perancangan dan pembuatan mobil hemat energi yang ramah lingkungan. Perlombaan ini bertujuan untuk menjawab tantangan zaman yang merujuk pada solusi permasalahan keterbatasan dan menipisnya bahan bakar fosil. Mobil Garnesa merupakan mobil rancangan mahasiswa teknik mesin unesa yang diikutkan dalam perlombaan Kontes Mobil Hemat Energi yang diselenggarakan oleh Kementrian Ristek Dikti yang bekerja sama dengan Universitas Gajah Mada. Pada Kontes Mobil Hemat Energi ini Mobil Garnesa masuk pada kategori urban dimana kendaraan harus menyerupai kendaraan roda 4 pada umumnya. Pada kategori ini sistem pengereman merupakan salah satu komponen yang diuji untuk syarat diijinkannya kedaraan memasuki lintasan. Sistem pengereman harus menggunakan rem hidrolik 4 disc yang bekerja dengan pola X. sistem pengereman ini harus mampu menahan kendaraan agar tidak bergerak pada kemiringan 12o dan harus bisa menghentikan kendaraan pada jarak kurang dari 5 meter pada kecepatan 40km/jam sesuai peraturan yang ditetapkan panitia. Fokus dari penelitian ini adalah mengetahui bentuk pemodelan dinamik dan analisa sistem pengereman mobil GARNESA mengunakan pemodelan simulink MATLAB. Mengetahui hasil pengereman kendaraan berbasis kekuatan injakan pedal rem yang berbeda terhadap ?Piston Rod Displacement? master silinder. Dan mengetahui hasil pengereman kendaraan dengan kecepatan maksimal kendaraan dan kekuatan injakan pedal rem yang berbeda terhadap ?Stopping Distance? kendaraan. Hasil penelitian ini menunjukkan dengan pemodelan MATLAB besar gaya injakan pedal rem memperngaruhi jarak tempuh Piston Master Silinder. Semakin besar gaya injakan semakin jauh pergerakan piston master silinder dan pergerakannya cenderung konstan. Stoping Distance mobil GARNESA dengan basis kekuatan ijakan 20 kgf dengan waktu 2,5 s pada kecepatan 40km/jam adalah 18,85m. sedangkan pada kecepatan 38km/jam dengan basis kekuatan injakan pedal rem yang sama adalah 16,68m. Pada kekuatan injakan 25 kgf dengan waktu 2,5s kecepatan 40km/jam adalah 16,68 m, dan pada kecepatan 38km/jam dengan kekuatan injakan dan waktu yang sama diperoleh jarak pengereman 14,50 m. Stopping Distance untuk kekuatan injakan pedal rem 30 kgf dengan waktu 2,5s dan kecepatan 40km/jam adalah 14,50 m dan pada kecepatan 38km/jam adalah 12,33 m. Stopping distance sangat dipengaruhi oleh keukatan injakan pedal rem. Semakin besar kekuatan injakan yang diberikan, maka semakin pendek Stopping Distance yang didapatkan. Kata kunci: KMHE, pengereman, Simulink MATLAB, Stoping Distance.
ANALISA MANAJEMEN ENERGI MOBIL LISTRIK GARNESA BERBASIS PEMODELAN SIMULASI NUMERIK NUR HABIB, BIDYA; PRIJO BUDIJONO, AGUNG
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merancang mobil listrik untuk berkompetisi pada KMHE harus berpedoman pada regulasi teknis KMHE dan konstruksi stabilitas kendaraan. Salah satu bagian yang perlu diperhatikan ketika merancang kendaraan adalah Sistem Mekanis Roda (Rotational Mechanical System). Sistem ini meliputi, roda, transmisi (gear connection / roda gigi), rotor motor listrik dan poros. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh manajemen energi kendaraan terhadap strategi berkendara pengemudi selama kompetisi KMHE berlangsung. Hal ini berbasis pemodelan Sistem Mekanis Roda, Analisa Sistem Dinamik dan Free Body Diagramnya. Metode yang digunakan adalah berbasis Pemodelan Simulasi Numerik menggunakan software MATLAB. Parameter data yang digunakan adalah berdasarkan variabel bebas dan variabel kontrol penelitian. Variabel bebas penelitian ini adalah kecepatan sudut (V?), kecepatan linear (v) kendaraan, nilai koefisien gesek (B), kekakuan poros (K), diameter roda, diameter roda gigi, massa roda dan momen inersia roda. Variabel kontrol adalah Regulasi Teknis Mobil Urban Concept KMHE. Uji Simulasi Numerik ini untuk mengetahui daya listrik yang dibutuhkan, waktu tempuh dan jarak tempuh kendaraan. Hasil penelitian menunjukkan kebutuhan energi listrik mobil GARNESA dengan pemilihan kecepatan rata ? rata 9,42 m/s berbasis kecepatan maksimal 10,15 m/s dan kecepatan minimal 8,70 m/s memerlukan daya listrik sebesar 248,15 Watt. Waktu tempuh sebesar 180 detik dalam satu putaran lintasan. Jarak tempuh yang dihasilkan sebesar 1357 m. Strategi berkendara pengemudi berbasis kecepatan rata ? rata 9,42 m/s mengkonsumsi daya lebih hemat dan jarak tempuh yang didapatkan lebih jauh.Kata Kunci : Manajemen Energi, KMHE, Simulasi Numerik, Free Body Diagram (FBD)
PENGARUH KONDISI TEMPERATUR DAN LAJU ALIRAN MASSA TERHADAP KAPASITAS RADIATOR (ASSY ST-100) MOBIL SUZUKI CARRY DARMA SETIAWAN, TRI; MADE ARSANA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh Kondisi Temperatur dan Laju Aliran Massa Terhadap Kapasitas Radiator (Assy St-100) Mobil Suzuki Carry Tri Darma Setiawan S1 Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya Email: tri.15050524093@mhs.unesa.ac.id I Made Arsana Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya Email: madearsana@unesa.ac.id Abstrak Pendinginan yang terdapat pada mobil sangat diperlukan karena ditujukan untuk mendinginkan kinerja mesin yang begitu besar sehingga panas dari kinerja mesin tersebut harus segera terlepas agar mesin tidak terjadi panas yang secara berlebihan atau sering dinamakan overheating. Jika penyerapan panas yang terdapat pada mesin dapat terurai maka mesin sanggup bekerja dengan lancar tanpa mengalami kerusakan akibat panas yang dihasilkan akan tetapi selama ini belum adanya kajian mendalam tentang alat penukar panas radiator . kajian yang selama ini dilakukan pada radiator hanya sekedar menguji seberapa besar kinerja proses pelepasan panas dengan beberapa variasi ? variasi pengujian yang diantaranya adalah pengujian kapasitas, pengujian temperatur dan juga pengujian laju aliran fluida baik yang masuk maupun keluar. Sehingga diperlukan kajian mendalam tentang kinerja radiator dalam melakukan proses pelepasan panas dengan pengujian eksperimen. Validasi yang akan dilakukan didasarkan pada data eksperimen yang telah dilakukan pada radiator (assy st-100) mobil Suzuki carry yang berupa trainer dilabotarium perpindahan panas dengan pengujian variasi temperatur dan variasi laju aliran fluida. Pada penelitian ini akan melakukan variasi kecepatan laju aliran beserta temperatur akan tetapi dari hasil masing ? masing simulasi akan ditampilkan dalam bentuk kontur distribusi temperature pada masing ? masing tube yang berada pada pipa. Hasil dari penelitian ekperimen ini menghasilkan nilai perpindahan panas pada trainer kapasitas radiator dengan dilakukan eksperimen yang dimana dihasilkan nilai perpindahan panas secara konveksi paksa dari masing ? masing variasi laju aliran dan temperatur sebagai berikut, suhu 45ºC dengan variasi laju aliran 2,4 LPM sebesar 0,713 watt; 2 LPM sebesar 0,355 watt; 1,8 LPM sebesar 0,183 watt. Suhu 50ºC dengan variasi laju aliran 2,4 LPM sebesar 1,210 watt; 2 LPM sebesar 0,702 watt; 1,8 LPM sebesar 0,432 watt, suhu 55ºC dengan variasi laju aliran 2,4 LPM sebesar 1,256 watt; 2 LPM sebesar 0,822 watt; 1,8 LPM sebesar 0,65. Sehingga dari perhitungan tersebut dapat dilihat dapat diketahui bahwa semakin tinggi suhu yang dimasukan semakin tinggi pula nilai perpindahan panas yang terjadi akan tetapi dari semua hasil yang diperoleh, nilai laju aliran juga memiliki pengaruh yang besar dalam membantu pelepasan panas yang terdapat pada fluida didalam radiator. Kata Kunci: Perpindahan Panas, Pengujian, Variasi
PENGEMBANGAN MODUL AJAR MENGGAMBAR TEKNIK POKOK BAHASAN PROYEKSI DAN POTONGAN DILENGKAPI MEDIA PERAGA LEGO BLOK BERBANTUAN TEKNOLOGI INFORMASI WIDYATAMA, ARDA; PRIJO BUDIJONO, AGUNG
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya media pembelajaran yang praktis pada pembahasan proyeksi dan potongan dalam proses pembelajaran mata kuliah menggambar teknik. Merujuk dari pembahasan tersebut peneliti membuat modul yaitu ?Modul Ajar Menggambar Teknik Pokok Bahasan Proyeksi Dan Potongan Dilengkapi Media Peraga Lego Blok Berbantuan Teknolgi Informasi? yang nantinya sebagai penunjang dalam proses pembelajaran sehingga membantu mahasiswa secara individual mencapai tujuan belajar pada suatu proses pembelajaran. Media pembelajaran yang akan diterapkan dalam mata kuliah menggambar teknik, nantinya dikembangkan menggunakan model pengembangan 4-D (four D model) yang terdiri dari 4 tahapan yaitu: (1) penetapan (Define), (2) perancangan (Design), (3) pengembangan (Develop), dan (4) penyebaran (Disseminate). Tahap pendefinisian meliputi analisis awal akhir, analisa mahasiswa, analisa konsep, analisa tugas, dan spesifikasi tujuan pembelajaran. Tahap perancangan terdiri dari penyusunan tes, pemilihan media, pemilihan format, dan perancangan awal (desain awal). Pada tahap pengembangan terdiri dari validasi modul oleh dosen ahli, angket respon mahasiswa, dan soal pretest posttest untuk mahasiswa. Sedangkan untuk penyebaran tidak dilakukan dikarenakan terbatasnya waktu penelitian. Hasil penelitian menunjukkan (1) produk modul yang dikembangkan sangat layak digunakan (2) mahasiswa menunjukkan respon yang positif terhadap modul yang dikembangkan (3) hasil belajar mahasiswa mengalami peningkatan dengan kategori baik. Kata kunci: modul ,model pengembangan 4D ( four D model), hasil belajar
STUDY EXPERIMENTAL TURBIN ANGIN SAVONIUS 2 TINGKAT DENGAN PENAMBAHAN DRAG REDUCING PADA RETURNING BLADE (STUDI KASUS PADA 2 BLADE PERTINGKAT) WACHID, ABDURROHMAN; HERLAMBA SIREGAR, INDRA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Indonesia saat ini sedang mengalami krisis energi karena kebutuhan energi yang semakin besar. Ketergantungan terhadap bahan bakar fosil setidaknya memiliki ancaman serius, oeh karena itu harus ada energi alternatif yaitu energi angin, energi surya dan lainnya. Karena indonesia kapasitas angin yang cukup besar maka dari itu peneliti bermaksud untuk mengembangkan energi angin dengan pembuatan turbin angin Savonius tipe-L.Penelitian ini mengembangkan turbin angin savonius dengan penambahan lubang (drag reducing) pada returning blade. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh drag reducing terhadap daya dan efisiensi yang dihasilkan oleh turbin angin. Untuk mencapai tujuan tersebut peneliti membuat turbin angin savonius 2 tingkat berdiameter 100 dengan penambahan Drag Reducing pada Returning Blade, Drag Reducing dibuat dengan melubangi sudu turbin, dengan ukuran 100mm sebanyak 5 buah lubang dengan jarak lubang 200mm, lubang terletak tegak lurus pada lengkungan sudu. Jumlah variasi lubang digunakan untuk mencari kinerja terbaik yang dapat dihasilkan oleh turbin angin. Untuk proses pengujian lubang dibuka secara bergantian mulai dari 1-5 lubang. Adapun urutan proses penelitian sebagai berikut : lubang 1 terbuka pada urutan ke(3), lubang 2 pada urutan ke (2 dan 4), lubang 3 pada urutan ke (2,3,dan 4), lubang 4 pada urutan ke (1,2, dan 4,5), dan lubang 5 seluruh lubang terbuka semua. Penelitian dilakukan pada kondisi angin dilapangan, kecepatan angin diukur dengan Anemometer, putaran poros diukur dengan Tacho meter, dan daya elektrik turbin diperoleh dari Avometer digital yang dihasilkan dari generator terhubung dengan poros trubin angin savonius. Hasil yang diperoleh dari penelitian adalah penambahan jumlah variasi DragReducing pada Returning Blade berpengaruh pada kinerja turbin angin savonius akan tetapi tidak semua jumlah variasi Drag Reducing bekerja efektif pada trbuin angin. Terbukti dengan hasil yang diperoleh, jumlah variasi bukaan 3 Drag Reducing lebih efektif dibandingkan turbin angin tanpa Drag Reducing maupun jumlah variasi Drag Reducing yang lainnya. Hal ini ditandai pada jumlah Variasi 3 Drag Reducing memperoleh hasil tertinggi pada Nilai TSR sebesar 1,03, daya elektrik 5,61 (w) dan efisiensi Overall sebesar 4,85%. Kata kunci:Energi angin, vertical axis, turbin angin savonius, Drag Reducing. Abstract Indonesia is currently experiencing an energy crisis due to the increasing energy demands. Dependence on fossil fuels has a serious threat, therefore there must be alternative energy like wind energy, solar energy, etc. The researcher intends to develop wind energy by making L-type Savonius wind turbine because Indonesia has a large enough wind capacity.This research develops wind turbine savonius with drag reducing at returning blade. The purpose of this research is to know the effect of drag reducing on power and efficiency produced by wind turbine. To achieve this goal, the researcher made 2-storey savory turbine diameter 100 with the addition of Drag Reducing on Returning Blade, Drag Reducing made by punching turbine blade, with size of 100mm as many as 5 holes with 200mm hole spacing, hole located perpendicular on the bend of the blade. The number of hole variations is used to find the best performance that wind turbines can produce. For hole testing process is opened alternately ranging from 1-5 holes. The sequence of the research process is as follows: the first hole opens at the third sequence (3), the second hole opens at the second and forth sequence (2 and 4), the third hole opens at the second, third and forth sequence to (2,3, and 4), the forth hole opens at the first, second, and forth, fifth sequence (1, 2, and 4.5), and the fifth hole opens all the holes. The research was conducted on wind conditions in the field, wind speed measured with Anemometer, shaft rotation measured with Tacho meter, and electric power turbine obtained from digital Avometer generated from generator connected with wind axis of savonius.The results obtained from the research is the addition of the number of variations Drag Reducing on Returning Blade effect on the performance of wind turbine savonius but not all of the variation Drag Reducing works effectively on wind turbin. Proven with the results obtained, the number of variations of Drag Reducing 3 aperture is more effective than wind turbines without Drag Reducing and the number of the other variations of Drag Reducing. It is marked on the number of Variations Drag Reducing 3 has the highest result on TSR value of 1.03, electrical power 5.61 (w) and Overall efficiency of 4.85%. Keywords: Wind energy, vertical axis, wind turbine savonius, Drag Reducing
KINERJA SEPEDA MOTOR MENGKONSUMSI BAHAN BAKAR CAMPURAN ANTARA PREMIUM DAN BIOETHANOL DARI LIMBAH BREM Setiawan, Candra; WAYAN SUSILA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi berdampak buruk pada lingkungan karena menghasilkan emisi gas buang yang dihasilkan oleh mesin. Disisi lain ketersediaan bahan bakar fosil yang terus menurun tidak bisa mengimbangi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk mengatasi permasalaan tersebut diperlukan bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar fosil salah satunya bioethanol. Bioethanol (C2H5OH) adalah cairan biokimia dari proses fermentasi gula dari sumber karbohidrat menggunakan bantuan micro organism yang biasa digunakan sebagai bahan bakar tambahan premium. Objek dalam penelitian ini adalah kendaraan Honda Revo 2016 dengan kapasitas mesin 110cc. Metode pengujian performa mesin menggunakan metode full open throttle valve berdasarkan standart pengujian SAE J1349. Bahan bakar yang digunakan premium murni (A0) dan premium campuran bioethanol dari limbah brem dengan komposisi campuran E5 (95% premium + 5% bioethanol), E10 (90% premium + 10% bioethanol), E15 (85% premium + 15% bioethanol), E20 (80% premium + 20% bioethanol). Kinerja mesin yang di amati adalah Torsi, daya, dan konsumsi bahan bakar spesifik. Peralatan dan instrument penelitian yang digunakan adalah chasis dynamometer, fuel meter, stopwatch dan gelas ukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja mesin optimal di peroleh menggunakan bahan bakar E10 yaitu torsi maksimum sebesar 0,92 Kgf.m pada putaran 6500 rpm. Sedangkan daya efektif maksimum sebesar 9,16 PS, pada putaran 7500 rpm. Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa tekanan efektif rata-rata maksimum yang di hasilkan sebesar 10,717 kg/cm2 pada putaran 7500 rpm. Konsumsi Bahan Bakar Spesifik maximum 0,049 ml/ps.jam. Kata Kunci: Kinerja mesin, campuran antara premium dan bioethanol dari limbah brem Abstract The development of science and technology that occurred have a negative impact on the environment because it produces exhaust emissions produced by the engine. On the other hand the continued availability of fossil fuels can not keep pace with the development of science and technology. To overcome the problem is needed alternative fuel substitute fossil fuel one of them bioethanol. Bioethanol (C2H5OH) is a biochemical liquid from the fermentation process of sugar from carbohydrate sources using the help of micro organism commonly used as a premium additional fuel. The object in this study is the Honda Revo 2016 vehicle with a 110cc engine capacity. The method of testing engine performance using full open throttle valve method based on SAE J1349 testing standard. Fuel used premium pure (A0) and premium bioethanol mixture from brackish waste with mixed composition E5 (95% premium + 5% bioethanol), E10 (90% premium + 10% bioethanol), E15 (85% premium + 15% bioethanol ), E20 (80% premium + 20% bioethanol). Engine performance observed is: Torque, power, and specific fuel consumption. Research equipment and instrument used are chasis dynamometer, fuel meter, stopwatch and measuring cup. The results showed that the optimum engine performance in obtaining using E10 fuel is maximum torque of 0.92 Kgf.m at 6500 rpm rotation. While the maximum effective power is 9.16 PS, at a speed of 7500 rpm. The test results also show that the maximum effective average pressure generated at 10.717 kg / cm2 at 7500 rpm rotation. Specific Fuel Consumption of maximum 0.049 ml / ps Hours. Keyword: Machine performance, mixture of premium and bioethanol from brem waste.