cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
  • jurnal-pendidikan-teknik-mesin
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 372 Documents
ANALISIS PERBANDINGAN PELAPISAN MENGGUNAKAN CHROME DENGAN PELAPISAN MENGGUNAKAN BITUMINOUS PAINT PADA RANTAI JANGKAR KAPAL MOTOR MADANI NUSANTARA FANDI ZAMRUDDIN, MOCHAMMAD; MAHENDRA SAKTI, ARYA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 03 (2018): JPTM, Volume 06 Nomor 03 Tahun 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rantai jangkar memegang peranan penting dalam keutuhan kapal. Tetapi yang terjadi di industri sekarang ini, rantai jangkar hanyalah menjadi pelengkap dalam kelangsungan daya tahan kapal. Rantai jangkar mempunyai banyak fungsi seperti untuk mengetahui kedalaman dari perairan dan juga sebagai penyeimbang dan penahan saat kapal sedang bersandar. Maka dari itu perlu dilakukan suatu penanganan maupun pencegahan agar material itu bertahan dalam pemakaiannya. Penelitian yang akan dilakukan merupakan penelitian eksperimen kuantitatif deskriptif. Dalam penelitian ini menggunakan variabel bebas dengan variasi waktu pelapisan 10 menit, 20 menit, 30 menit, dan variasi lapisan cat bituminous 1 lapisan, 2 lapisan, 3 lapisan sedangkan variabel terikatnya adalah uji laju korosi. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat efektifitas dan efisiensi pada rantai jangkar kapal setelah dilakukan proses pelapisan menggunakan krom dan pelapisan menggunakan cat bituminousdengan variasi waktu dan lapisan setelah itu dilakukan uji laju korosi untuk mengetahui ketahanan material terhadap korosi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pada pelapisan menggunakan krom hasil laju korosi paling rendah sebesar 0,00032mmpy pada variasi waktu 30 menit dan pencelupan 1 minggu dan hasil tertinggi yaitu 0,00039mmpy pada variasi waktu 10 menit pencelupan 1 minggu. Dan pada pelapisan menggunakan cat bituminous hasil laju korosi paling rendah yaitu 0.001314 mmpy pada variasi 3 lapisan dan pencelupan 3 minggu dan hasil tertinggi yaitu 0.00813mmpy pada variasi 2 lapisan pencelupan 2 minggu. Serta untuk hasil laju korosi, untuk pelapisan menggunaan krom mendapatkan hasil terendah sebesar 0.00032mmpy, dan untuk pelapisan cat bituminous mendapatkan hasil terendah 0.00131mmpy. Dilihat dari tingkat efektif-efisien, pelapisan krom membutuhkan waktu 2-5 jam untuk semua prosesnya dan pelapisan cat bituminous membutuhkan waktu 2-4 hari untuk semua prosesnya. Untuk pelapisan krom, perbedaan dengan standart UKM adalah 0.00037 mmpy untuk hasil laju korosi dari UKM dan 0.00032 mmpy untuk hasil terbaik dari percobaan. Dan untuk pelapisan cat bituminous, perbedaannya adalah 0.00288 mmpy untuk hasil laju korosi dari standart industri dan 0.00131 mmpy untuk hasil terbaik dari percobaan. Kata kunci: Pelapisan logam, rantai jangkar, laju korosi
ANALISA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS MESIN LASER DENGAN MENGGUNAKAN METODE DATA ENVELOPMENT ANALYSIS (STUDI KASUS DI PT. DEMPO LASER METALINDO SURABAYA) BAGAS ALIFFIANUDIN, MOHAMMAD; RIANDADARI, DYAH
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 03 (2018): JPTM, Volume 06 Nomor 03 Tahun 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Dempo Laser Metalindo Surabaya mengoperasikan dua mesin cutting laser untuk proses pemotongan material yaitu Mesin Laser Trumpf Type TruLaser 3030 ? TruFlow 3200 (L20) dan Mesin Laser Trumpf Type TruLaser 3040 fiber (L49). Kedua mesin laser cutting tersebut memerlukan banyak input yaitu jam operasi, energi/listrik, material yang akan diproses pemotongan , dan tenaga kerja untuk memproduksi suatu output (unit produk dari sheet metal). Pengukuran efektivitas dan efisiensi pada Kedua mesin laser cutting tersebut diperlukan sebagai evaluasi bagi perusahaan dalam mengelola faktor-faktor produksinya sehingga dapat meningkatan produktivitas kerja.Metode Data Envelopment Analysis (DEA) adalah suatu metodologi yang digunakan untuk mengevaluasi efisiensi dari suatu unit pengambilan keputusan (unit kerja) yang bertanggungjawab menggunakan sejumlah input untuk memperoleh suatu Output yang ditargetkan. DEA merupakan model pemrograman fraksional yang bisa mencakup banyak input dan Output tanpa perlu menentukan bobot tiap variable sebelumnya, tanpa perlu penjelasan eksplisit mengenai hubungan fungsional antara input dan Output (tidak seperti regresi). DEA menghitung ukuran efisiensi secara scalar dan menentulan level input dan Output yang efisien untuk unit yang dievaluasi. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Evaluasi (evaluation research). Penelitian ini bertujuan untuk mengevalusi terhadap peningkatkan produktivitas pada mesin laser {Mesin Laser Trumpf Type TruLaser 3030 ? TruFlow 3200 (L20) dan Mesin Laser Trumpf Type TruLaser 3040 fiber (L49)} kemudian data dikelolah berupa angka. Alat bantu yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan bantuan program komputer, pendekatan frontier non-parametrik menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA) untuk mengukur dan menganalisis efektivitas dan efisiensi teknik industri tahu. Penelitian ini akan menggunakan software DEAP (dengan microsofts excel) untuk pengolahan datanya. Kata Kunci: Produktivitas, Efektivitas, Efisiensi, Metode DEA Abstract .
STUDI EKSPERIMENTAL MODEL TURBIN ANGIN SAVONIUS SATU TINGKAT DENGAN PENAMBAHAN FIX DRAG REDUCING YASA, ANDI; HERLAMBA SIREGAR, INDRA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 03 (2018): JPTM, Volume 06 Nomor 03 Tahun 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKebutuhan energi akan terus meningkat seiring dengan laju pertumbuhan jumlah penduduk, pertumbuhan ekonomi dan pola konsumsi energi itu sendiri. Sampai saat ini peran sumber daya energi fosil seperti minyak bumi dan batubara yang merupakan sumber energi yang tidak dapat diperbaharui masih sangat dominan. Perlu adanya pemanfaatan sumber daya energi lain yang baru dan terbarukan.Angin merupakan salah satu sumber daya energi terbarukan yang secara cepat dapat diproduksi kembali oleh alam. Turbin angin merupakan alat yang dapat mengkonversi energi angin menjadi energi gerak dan menghasilkan listrik. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, pembuatan model turbin angin sumbu vertikal jenis savonius tipe-S satu tingkat dengan menambahkan variasi fix drag reducing. Variasi fix drag reducing yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pada variasi sudut bukaan 0º, 15º, 30º, 45º, 60º dan 90º. Pengujian ini dilakukan pada terowongan angin yang telah dikondisikan. Uji eksperimen ini untuk mengetahui besarnya daya dan efisiensi setelah dilakukan variasi penambahan fix drag reducing terhadap prestasi kerja turbin angin savonius tipe-S satu tingkat.Hasil penelitian ini diketahui bahwa model turbin angin savonius satu tingkat dengan penambahan variasi sudut bukaan fix drag reducing sebesar 15º menghasilkan daya dan efisiensi tertinggi dibandingkan variasi sudut bukaan 0º, 30º, 45º, 60º dan 90º dengan beban 2000 gram mampu menghasilkan daya sebesar 1,72 Watt dan nilai efisiensi sebesar 15,78% pada kecepatan angin 6 m/s. Kata kunci: Savonius, vertikal, fix drag reducing.
IMPLEMENTASI PENILAIAN AUTENTIK PADA MATA PELAJARAN PRODUKTIF SISWA KELAS X TSM SMK PGRI 05 JEMBER , SUYETNO; GRUMMY WAILANDUW, A.
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 03 (2018): JPTM, Volume 06 Nomor 03 Tahun 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPendidikan merupakan sebuah kegiatan yang melibatkan sejumlah komponen yang bekerjasama dalam sebuah proses untuk mencapai tujuan pendidikan. Kurikulum 2013 menekankan penilaian autentik dalam kegiatan pembelajaran.Penilaian autentik merupakan bentuk penilaian yang menghendaki peserta didik menampilkan sikap, menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh pada situasi sesungguhnya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kesiapan guru produktif bidang keahlian Teknik Sepeda Motor SMK PGRI 05 Jember dalam implementasi penilaian autentik, menemukan ada atau tidak perbedaan antara masing-masing guru dalam implementasi penilaian autentik, mengetahui respons siswa terhadap implementasi penilaian autentik dan menemukan faktor kendala dalam implementasi penilaian autentik.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif, dengan populasi dan sampel adalah semua guru yang mengajar mata pelajaran produktif kelas X Teknik Sepeda Motor di SMK PGRI 05 Jember berjumlah 3 orang.Instrumen penelitian terdiri dari instrumen perencanaan, pelaksanaan, tindak lanjut, kesiapan kerja guru, dan respons siswa.Teknik pengambilan data menggunakan angket, dokumentasi, dan observasi. Data penelitian dianalisis dengan statistik deskriptif dengan pengujian mean dan pengujian hipotesis komparatif dengan t-test sample related.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tingkat kesiapan guru produktif kelas X TSM SMK PGRI 05 Jember dalam mengimplementasikan penilaian autentik pada siklus 1 guru A baik dengan =2.84, guru B baik dengan mean =2.96, guru C Baik dengan mean =3.08; pada siklus 2 guru A baik dengan mean =2.64, guru B baik dengan mean =3.03, guru C Baik dengan mean =2.81. Tidak ada perbedaan signifikan antara guru A dan B dalam implementasi penilaian autentik dengan nilai tab= -1.015. Respons siswa terhadap implementasi penilaian autentik adalah guru A kategori baik, guru B baik, guru C cukup baik. Kendala yang dialami guru produktif kelas X paket keahlian Teknik Sepeda Motor dalam mengimplementasikan penilaian autentik antara lain: 1) Penyusunan tujuan pembelajaran kompetensi sikap dan keterampilan sesuai unsur ABCDs; 2) Penyampaikan langkah-langkah dan metode yang akan digunakan kepada siswa; 3) menyusun dan melaksanakan program pengayaan serta remedial bagi siswa 6) Konsistensi dalam penyusunan dan pelaksanaan penilaian keterampilan 7) Kelengkapan instrumen mulai dari afektif, kognitif dan psikomotor.. Kata Kunci: penilaian, autentik, kurikulum 2013, SMK, Teknik Sepeda Motor. AbstractEducation is an activity that involves a number of components that work together in a process to achieve educational goals. The 2013 curriculum emphasizes authentic assessment in learning activities. Authentic assessment is a form of assessment that requires learners to display attitudes, using the knowledge and skills acquired in the real situation. The purpose of this research is to know the level of productive teacher readiness on areas of expertise Motorcycles Engineering of SMK PGRI 05 Jember in the implementation of authentic assessment, to find whether or not the difference between each teacher in the implementation of authentic assessment, to know the students response to the implementation of authentic assessment and to find the constraint factor in the implementation of authenticassessment.The type of this research is quantitative descriptive research, with population and sample are all teachers who teach productive subjects on X Motorcycle engineeringclassin SMK PGRI 05 Jember amounted to 3 people. The research instrument consisted of planning instrument, implementation instrument, follow up instrument, readiness of teacher work instrument, and student response instrument. Techniques of data collection using questionnaire, documentation, and observation. Research data were analyzed by descriptive statistic with mean test and comparative hypothesis test with t-test sample related.The results of this study indicate that the level of readiness of productive teachers of class X TSM SMK PGRI 05 Jember in implementing authentic assessment in cycle 1 teacher A is good with mean =2.84, teacher B is good with mean =2.96, teacher C is good with mean = 3.08; in cycle 2 of teacher A is good with mean =2.64, teacher B is good with mean =3.03, teacher C Good with mean =2.81. There is no significant difference between teacher A and B on the implementation of authentic assessment with tab value = -1.015. Student response to the implementation of authentic assessment is the teacher A and B are on good category, teacher C is good enough. The Obstacles experienced by productive teachers of X motorcycles engineering class in implementing authentic assessment include: 1) Preparation of learning objectives attitudinal competencies and skills according to elements ABCDs; 2) Have not submitted the steps and methods to be used to the students; 3) Develop and implement enrichment and remedial program for students 6) Consistency in the preparation and implementation of skills assessment 7) Completeness of instruments ranging from affective, cognitive and psychomotor. Keywords: assessment,authentic, curriculum 2013, SMK, Motorcycle Engineering
PENGARUH KUAT ARUS LAS SMAW TERHADAP STRUKTUR MIKRO, KEKUATAN TARIK DAN KEKUATAN IMPACT SAMBUNGAN V BAJA TAHAN KARAT AISI 304 RISWA ALIF PRADANA, BERNA; , YUNUS
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 03 (2018): JPTM, Volume 06 Nomor 03 Tahun 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada pengelasan banyak terdapat beberapa macam penyetelan kuat arus atau variasi arus yang dipakai untuk penyalaan busur listrik yang bertujuan untuk melelehkan elektroda dan bahan dasar. Besar dan kecilnya kuat arus menentukan kekuatan sambungan las tersebut. Tujuan penelitian ini adalah (1). Untuk mengetahui kekuatan Tarik pada bahan baja tahan karat AISI 304 hasil pengelasan dengan variasi arus 65 A, 80 A dan 100 A dengan mengunakan Las SMAW (Shielded Metal Arc Welding). (2). Untuk mengetahui kekuatan Impact pada bahan baja tahan karat AISI 304 hasil pengelasan dengan variasi arus 65 A, 80 A dan 100 A dengan mengunakan Las SMAW (Shielded Metal Arc Welding). (3). Untuk mengetahui struktur mikro pada bahan baja tahan karat AISI 304 hasil pengelasan dengan variasi arus 65 A, 80 A, 100 A dengan menggunakan las SMAW (Shielded Metal Arc Welding). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan metode literatur, objek dalam penelitian ini menggunakan baja tahan karat AISI 304, dengan mengandung sedikitnya 16% krom dan 6% nikel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat arus las SMAW 65 A, 80 A dan 100 A mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap nilai kekuatan tarik dan kekuatan impact. Hasil pengelasan SMAW memiliki perbedaan kekuatan antara kekuatan tarik dan kekuatan impact, dimana untuk hasil uji tarik yang paling optimal adalah arus 65 A dengan nilai rata-rata kekuatan tarik maksimumnya 565,35 N/mm² dan kekuatan tarik yang paling rendah 80 A dengan nilai rata-rata kekuatan Tarik maksimumnya 486,39 N/mm². Sedangkan untuk pengujian impact hasil yang paling optimal adalah arus 100 A dengan harga impact 0,102 J/mm² dan hasil paling rendah adalah arus 65 A dengan harga impact 0,058 J/mm². Dari hasil foto struktur mikro arus 80 A memiliki ferit acicular dan ferit batar butir yang paling lembut, seharusnya disini arus 80 A memiliki kekuatan yang tinggi tetapi dengan munculnya lubang las di daerah batas las sehingga arus 80 A memiliki kekuatan sambungan yang kecil. Kata kunci: Variasi kuat arus , Struktur Mikro , uji Tarik dan uji Impact. Abstract There are many welding On some sort of Setup current or current variation used for electric arc lighting aimed at melting the electrode and the base material. Large and small current determine the strength of the connection the welding. The purpose of this research is (1). To know the power of pull on the material stainless steel AISI 304 with welding current variation results 65 A, 80 A and 100 A using Welding SMAW (Shielded Metal Arc Welding). (2) to find out the strength of Impact on material stainless steel AISI 304 with welding current variation results 65 A, 80 A and 100 A using Welding SMAW (Shielded Metal Arc Welding). (3). To know microstructure on material stainless steel AISI 304 with welding current variation results 65 A, 80 A, 100 A using welding SMAW (Shielded Metal Arc Welding). This research uses experimental methods and methods of the objects in the literature, this research uses stainless steel AISI 304, with contains at least 16% chromium and 6% nickel. The results showed that current welding SMAW 65 A, 80 A and 100 A significant influence of tensile strength and impact strength. SMAW weld has the distinction of powers between tensile strength and impact strength, where the results for the most optimal pull-test is the current 65 A with the average value of the maximum tensile strength N/mm ² 565.35 and lowest tensile strength 80 A with an average value of 486.39 the maximum tensile strength N/mm ². As for testing the impact of the most optimal results is the current 100 A with the price impact 0.102 J/mm ² and the lowest is the current 65 A with the price impact 0.058 J/mm ². From the results of the photo current micro-80 A structure have acicular ferrite and ferrite grains are the most gentle batar, should the current 80 here with high powers but with the emergence of a hole in the area of las las limits so that current 80 A power connection that small. Keywords: strong currents, variations of the Microstructure, Tensile test and test Impact.
ANALISIS VARIASI KADAR GARAM PADA PROSES PENGECORAN TERHADAP KETANGGUHAN MATERIAL PROPELLER ALUMNINIUM AL 6061 DENGAN METODE UJI IMPAK ASTM E23-07A ISWANTO, SYAHIDI; MAHENDRA SAKTI, ARYA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 03 (2018): JPTM, Volume 06 Nomor 03 Tahun 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pesatnya perkembangan teknologi di bidang pengecoran logam aluminium dapat dilihat dari aluminium hasil cor yang sering dijumpai pada komponen mesin industri, rumah tangga, transportasi, dan lain-lain. Komponen transportasi laut misalnya, rata-rata komponennya terbuat dari aluminium dan aluminium cor seperti lambung kapal, sirip kemudi, dek, poros kemudi, dan baling-baling (propeller). Salah satu komponen kapal yang paling umum digunakan dalam menggerakkan kapal adalah propeller (baling-baling). Ketangguhan propeller dibutuhkan untuk meminimalkan terjadinya kerusakan pada propeller ketika menerima banyak tekanan atau mengalami benturan dengan benda lain di laut. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mendapatkan kualitas ketangguhan propeller yang baik, salah satunya dengan memperbaiki unsur penyusunnya seperti Si, Mg, Mn, Cu, dan lainnya. Bahkan beberapa industri menerapkan cara yang unik yaitu dengan menambahkan unsur garam (NaCl) pada saat proses pengecoran aluminium. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh (1) penambahan variasi paduan aluminium komersil dan (2) pemberian variasi kadar garam (NaCl) pada proses pengecoran terhadap ketangguhan propeller. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan pengujian yang berpacu pada ASTM International Standards E23-07a dan menggunakan analisis data deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, variasi penambahan paduan aluminium komersil dan variasi pemberian kadar garam (NaCl) pada proses pengecoran propeller aluminium Al 6061 mempengaruhi nilai ketangguhan impak aluminium. Nilai ketangguhan impak tertinggi dari penambahan paduan aluminium komersil yaitu pada penambahan 3,5 Kg aluminium komersil dengan nilai impak sebesar 0,0512 Joule/mm2 dan nilai ketangguhan impak terendah yaitu pada penambahan 1,5 Kg aluminium komersil dengan nilai impak sebesar 0,0331 Joule/mm2. Sedangkan nilai ketangguhan impak tertinggi dari pemberian kadar garam (NaCl) yaitu pada pemberian 21 gram kadar garam (NaCl) dengan nilai impak sebesar 0,0512 Joule/mm2 dan nilai ketangguhan impak terendah yaitu pada pemberian 35 gram kadar garam (NaCl) dengan nilai impak sebesar 0,0331 Joule/mm2. Kata kunci: nilai ketangguhan impak, aluminium komersil, kadar garam (NaCl).
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN TEKNIK PENGELASAN SMAW UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN DASAR TEKNIK MESIN PADA SISWA KELAS X TEKNIK PERMESINAN B DI SMK KAL-1 SURABAYA NURAINI, BINTI; SUWITO, DJOKO
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 03 (2018): JPTM, Volume 06 Nomor 03 Tahun 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar belakang penelitian ini adalah belum tersedianya modul pembelajaran yang layak yang diukur melalui tingkat kevalidan, guna meningkatkan hasil belajar yang belum mencapai KKM. Diketahui hasil dari nilai tugas Teknik Pengelasan SMAW siswa kelas X TPM B tahun ajaran 2016/2017 yaitu : nilai 89-100 persentasinya 11,52%, nilai 78-88 persentasinya 23,25%, nilai 67-77 persentasinya 46,51%, nilai 56-66 persentasinya 13,96% dan nilai 45-55 persentasinya 4,66%. Dari nilai ini melakukan pengembangan modul guna untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Metode penelitian ini menggunakan model pengembangan Peter Fenrich dengan 5 tahap pengembangan yaitu Analysis, Planning, Design, Development, Implementation. Penelitian dan pelaksanaan dilakukan di SMK KAL-1 Surabaya. Instrumen yang digunakan guna mengukur nilai kevalidan modul adalah menggunakan lembar angket oleh dosen ahli materi, ahli bahasa, dan ahli desain dengan skala likert 4 pilihan jawaban. Sedangkan intrumen keaktifan siswa digunakan untuk mengamati keaktifan siswa oleh pengamat pada saat mengikuti proses pembelajaran dengan menggunakan modul. Guna mengukur hasil belajar siswa dengan melakukan uji coba menggunakan tes kognitif dan psikomotorik dengan membandingkan nilai rata-rata pre-test dan post-test. Hasil penelitian diketahui bahwa hasil validasi modul oleh dosen ahli materi, dosen ahli desain, dan validasi oleh dosen ahli bahasa diperoleh rata-rata 3,6 dengan persentasi kelayakan 91,89% dalam kriteria sangat valid. Penilaian keaktifan siswa oleh tiga pengamat memperoleh skor rata-rata 3,5 dengan persentasi keaktifan 88% dalam kategori sangat aktif. Hasil belajar dengan mengerjakan soal pretest memperoleh persentase peningkatan 40,64%, sedangkan hasil belajar dengan mengerjakan soal post test lebih tinggi yaitu memperoleh persentase peningkatan sebesar 78,28%. Maka dapat simpulkan bahwa dengan menggunakan modul yang layak dapat meningkatkan keaktifan belajar yang berdampak meningkatnya hasil belajar siswa kelas X TPM B SMK KAL-1 Surabaya. Kata Kunci: Pengembangan Modul, Validasi, Keaktifan Siswa, Hasil Belajar.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WEB UNTUK MATA PELAJARAN CAD DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 3 JOMBANG (SMKN 3 JOMBANG) TRYHABSAKTI RYANDOKO, GALUH; , YUNUS
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 03 (2018): JPTM, Volume 06 Nomor 03 Tahun 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas media pembelajaran berbasis web dengan materi Autodesk Inventor 2012 dalam hal tampilan, isi, bahasa dan interaktivitas berdasarkan tinjauan dosen, penilaian guru dan tanggapan dari siswa.Penelitian ini menggunakan model 4-D yang mana terdapat empat tahapan yaitu, define, design,develop, dan disseminate. Pertama, pengumpulan referensi untuk menyusun media pembelajaran yang akan digunakan. Kedua, penyusunan kerangka isi media pembelajaran. Ketiga, pembuatan media pembelajaran berbasis web dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP. Keempat, penilaian oleh guru CAD, dan siswa kelas XI TPm SMKN 3 Jombang. Hasil dari penelitian ini berupa media pembelajaran berbasis web dengan materi Autodesk Inventor 2012 yang dapat diakses melalui internet dengan alamat http://mesin.smkn3-jbg.sch.id/. Berdasarkan tanggapan dan penilaian reviewer terhadap web ini, diperoleh hasil yang dikategorikan layak. Hal ini menunjukkan bahwa web dengan materi Autodesk Inventor 2012 dapat digunakan sebagai media pembelajaran mandiri bagi siswa SMK.Kata kunci : Autodesk Inventor 2012, Pengembangan Media pembelajaran, Berbasis Web
ANALISIS PELAPISAN NIKEL-KROM TERHADAP LAJU KOROSI PADA KNALPOT SEPEDA MOTOR Danar Pratama, Sindhi; MAHENDRA SAKTI, ARYA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 03 (2018): JPTM, Volume 06 Nomor 03 Tahun 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Knalpot pada sepeda motor yang secara langsung terkena panas yang cukup tinggi akibat dari fungsinya yang sebagai saluran pembuangan sisa pembakaran dari sepeda motor tersebut. Selain terkena panas secara langsung dari fungsinya sebagai saluran sisa pembuangan, knalpot juga sering berkontak langsung dengan lingkungan sekitarnya yang pada akhirnya membuat korosi mudah terjadi. Maka dari itu perlu dilakukan suatu penanganan maupun pencegahan agar material itu bertahan dalam pemakaiannya. Pada penelitian terdahulu bahwa pelapisan dapat memperbaiki sifat mekanik pada suatu material. Penelitian yang akan dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi lapisan tegangan dan variasi kuat arus pelapisan terhadap uji laju korosi. Penelitian yang akan dilakukan merupakan penelitian eksperimen kuantitatif deskriptif. Dalam penelitian ini menggunakan variabel bebas dengan variasi tegangan pelapisan 2 volt, 3 volt, dan variasi kuat arus 3 ampere, 4 ampere, 5 ampere sedangkan variabel terikatnya adalah uji laju korosi dan ketebalan permukaan. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat ketahanan korosi pada knalpot sepeda motor setelah dilakukan proses pelapisan logam menggunakan nikel-krom dengan variasi tegangan dan kuat arus setelah itu dilakukan uji laju korosi dan ketebalan untuk mengetahui ketahanan material terhadap korosi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah data perhitungan laju korosi lapisan nikel-krom dengan variasi 2 volt, 3 volt, dan 3 ampere, 4 ampere, 5 ampere pada knalpot sepeda motor berbahan baja karbon AISI 1010 didapatkan hasil laju korosi paling lambat pada variasi tegangan 3 volt dengan kuat arus 5 ampere didapat hasil 118,904 mmpy pada media air hujan. Sedangkan laju korosi paling cepat terjadi pada variasi tegangan 2 volt dengan kuat arus 3 ampere didapat hasil 424,047 mmpy pada media air laut. Kata kunci: knalpot sepeda motor, laju korosi, pelapisan logam
PENGEMBANGAN MODUL AJAR TEKNIK MERANCANG SUB POKOK BAHASAN TRANSMISI (PULLEY, SPROCKET, DAN KOPLING) BERBANTUAN TEKNOLOGI INFORMASI MARDHANIS SAIYA, VALANTINO; PRIJO BUDIJONO, AGUNG
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjawab kesulitan dosen mengembangkan pemahaman mahasiswa terhadap Mata Kuliah Teknik Merancang khususnya pada pokok bahasan perancangan sistem transmisi masih banyak mahasiswa yang mendapatkan nilai dibawah SKM. Di dalam pokok bahasan ini terdiri dari: 1) pengertian dan karakteristik berbagai jenis transmisi 2) pertimbangan untuk memilih jenis transmisi dan tahapan perancangan, 3) tahapan perhitungan komponen transmisi, 4) pemilihan komponen transmisi pada katalog berdasarkan hasil hitungan. Selama ini mahasiswa kesulitan mengembangkan aspek kognitif dan psikomotor pada materi ini khususnya tentang transmisi pulley, sprocket, dan kopling, oleh karena itu peneliti melakukan penelitian pengembangan modul ajar yang menarik dan bisa membantu mahasiswa untuk mengembangkan aspek kognitifnya dengan judul, ?Pengembangan Modul Ajar Mahasiswa Sub Pokok Bahasan Transmisi (Pulley, Sprocket, dan Kopling) Berbantuan Teknologi Informasi?. Penelitian ini menggunaan model pengembangan 4-D (four D model) yang terdiri dari 4 tahapan yaitu: (1) penetapan (Define), (2) perancangan (Design), (3) pengembangan (Develop), (4) penyebaran (Disseminate). Tahap pendefinisian meliputi analisis ujung depan, analisis mahasiswa, analisis konsep, analisis tugas dan spesifikasi tujuan pembelajaran. Tahap perancangan terdiri dari penyusunan tes, pemilihan media, pemilihan format, dan perancangan awal (desain awal). Pada tahap pengembangan terdiri dari validasi modul oleh dosen ahli, angket respon mahasiswa dan soal pretest postest untuk mahasiswa. Sedangkan untuk tahap penyebaran tidak dilakukan dikarenakan terbatasnya waktu penilitian. Hasil dari penelitian menunjukkan (1) persentase penilaian validasi modul sebesar 88% dengan kategori sangat baik; (2) mahasiswa menunjukan respon positif terhadap modul yang ditunjukkan dengan 89% mahasiswa memberikan respon yang baik dan tertarik menggunakan modul transmisi; (3) hasil belajar dari mahasiswa mengalami peningkatan sebesar 53% dengan daya serap tinggi sebesar 90%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa modul ajar yang dikembangkan layak untuk digunakan dalam perkuliahan Teknik Merancang pokok bahasan transmisi. Kata kunci: modul ajar transmisi, 4D ( four D model), hasil belajar