cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
  • jurnal-pendidikan-teknik-mesin
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 372 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TPS (THINK PAIR SHARE) MENGGUNAKAN APLIKASI MACH3 TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN CNC KELAS XII TEKNIK PEMESINAN DI SMKN 1 JETIS MOJOKERTO EKA ARISMA, NIKO; YASA UTAMA, FIRMAN
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 03 (2018): JPTM, Volume 06 Nomor 03 Tahun 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi dan hasil belajar siswa kelas XII Jurusan Teknik Pemesinan di SMK Negeri 1 Jetis Mojokerto. dengan diterapkannya model pembelajaran TPS (Think pair Share) menggunakan aplikasi mach3 diharapkan mampu membuat siswa termotivasi untuk mengikuti pembelajaran sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.Peserta didik yang dijadikan objek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 12 teknik pemesinan yang berjumlah 32 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian Pre-Experimental Design yaitu dengan menggunakan satu kelas yang dijadikan kelas eksperimen dengan memberikan pretest sebelum adanya treatment dan memberikan posttest setelah diberikan treatment.Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran TPS menggunakan aplikasi mach3 terhadap motivasi belajar siswa digunakan analisis regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil analisis regresi linier sederhana dapat diketahui bahwa pembelajaran menggunakan model tersebut mempengarui sebesar 54,1% motivasi belajar siswa. Peningkatan hasil belajar siswa dikategorikan sedang dengan perolehan nilai N-gain sebesar 0,5324. Dan aktivitas belajar siswa dikategorikan aktif, hal tersebut dapat diketahui dari nilai prosentase aktivitas belajar siswa berdasarkan observasi sebesar 67,5%. Kata Kunci: Model Pembelajaran, Mach 3 , Motivasi, Hasil Belajar Siswa.
PENGARUH PENGGUNAAN SIMULASI MACH 3 TURN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN CNC (COMPUTER NUMERICALLY CONTROLLED) KELAS XII TEKNIK PEMESINAN DI SMK NEGERI 2 SURABAYA WIJATMIKO, FENGKI; YASA UTAMA, FIRMAN
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 03 (2018): JPTM, Volume 06 Nomor 03 Tahun 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya media yang digunakan dalam proses pembelajaran pada mata pelajaran CNC (Computer Numerically Controlled). Berdasarkan kompetensi dasar (KD) yang tertera pada silabus, siswa dituntut untuk mampu membuat program pada mesin bubut CNC. Berdasarkan nilai ulangan harian, masih banyak siswa yang memperoleh nilai dibawah KKM (Kriteria Kelulusan Minimal). Oleh sebab itu, kami menggunakan media simulasi Mach 3 Turn untuk mengetahui seberapa besar peningkatan nilai hasil belajar dan adakah hubungan antara penggunaan media simulasi terhadap hasil belajar. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen yaitu True Experimental Design dengan bentuk Pretest-Posttest Control Group Design yang terdiri dari dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu pre-test, post-test dan angket respon siswa. Berdasarkan data hasil penelitian yang telah dianalisis, terdapat pengaruh positif antara penggunaan simulasi Mach 3 Turn terhadap hasil belajar siswa. Peningkatan nilai hasil belajar kelompok eksperimen lebih baik jika dibandingkan kelompok kontrol dengan rata-rata pre-test kelompok eksperimen ?56.482? dan hasil post-test ?82.778?, sedangkan rata- rata pre-test kelompok kontrol ?54.375? dan hasil post-test ?70?. Nilai N-GAIN kelompok eksperimen lebih besar dari nilai N-Gain kelompok kontrol (0.604 > 0.343). Respon siswa terhadap penggunaan simulasi Mach 3 Turn dalam proses pembelajaran sebesar 77 %. Kata Kunci : CNC, Simulasi Mach 3 Turn, Hasil Belajar Siswa, Respon siswa.
IMPLEMENTASI KOLABORASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF THINK PAIR SHARE (TPS) DENGAN PEMBERDAYAAN BERPIKIR MELALUI PERTANYAAN (PBMP) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KELAS X TEKNIK PEMESINAN SMK NEGERI 3 SURABAYA WAHYUNINGTYAS, DYAN; WIYANTO WIBOWO, THEODORUS
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 03 (2018): JPTM, Volume 06 Nomor 03 Tahun 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas siswa, kesulitan pelaksanaan pembelajaran berdasarkan keterlaksanaan sintaks , respon siswa, dan hasil belajar dengan menerapkan pembelajaran kooperatif Think Pair Share (TPS) dengan Pemberdayaan Berpikir Melalui Pertanyaan (PBMP) pada mata pelajaran Pengetahuan Dasar Teknik Mesin (PDTM). Jenis penelitian yang dilakukan adalah Quasi Experimental Design dengan desain penelitian ?One Group Pretest- Posttest Design?. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan persentase aktivitas siswa pada pertemuan I sebesar 77,06% dan pertemuan II sebesar 85,88%. Kesulitan pelaksanaan pembelajaran berdasarkan keterlaksanaan sintaks memperoleh persentase sebesar 100% yang berarti bahwa sintaks TPS dengan PBMP terlaksana dengan baik. Respon siswa terhadap kolaborasi pembelajaran kooperatif TPS dengan PBMP didapatkan persentase sebesar 89,17%. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 60,33% dan post-test sebesar 85,33. Kata Kunci: TPS, PBMP, Aktivitas, Kesulitan Pelaksanaan Pembelajaran, Respon, Hasil Belajar.
IMPLEMENTASI PENGETAHUAN K3 DALAM PRAKTIK BUBUT DI BENGKEL TEKNIK PEMESINAN SMK NEGERI 1 PUNGGING MOJOKERTO NUR LAILA TAVIV, VENICA; WIYANTO WIBOWO, THEODORUS
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 03 (2018): JPTM, Volume 06 Nomor 03 Tahun 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui kondisi perangkat pembelajaran, tingkat pemahaman siswa terhadap kompetensi dasar K3L, mengevaluasi perilaku K3 siswa saat praktik, dan mengetahui kesulitan siswa dalam menerapkan perilaku K3 saat praktik.Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data yang diperoleh berupa data interval. Penelitian ini menggunakan dua jenis variabel, 1) variabel bebas, yaitu pengetahuan siswa pada kompetensi dasar K3L (X); 2) variabel tetap, yaitu perilaku K3 saat praktik bubut (Y). Teknik pengumpulan data menggunakan soal tes, lembar observasi, dan angket. Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas XI TPm-2 Jurusan Teknik Pemesinan SMK Negeri 1 Pungging Mojokerto yang berjumlah 32 orang. Teknik analisis data untuk hasil pre-test dan post-test adalah dengan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Sedangkan untuk analisis data hasil lembar observasi dan angket siswa adalah dengan menggunakan skala likert.Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa (1) Kondisi perangkat pembelajaran adalah tidak ada, sehingga peneliti mengembangkan sendiri perangkat pembelajaran yang akan digunakan; (2) Pengukuran tingkat pemahaman siswa terhadap kompetensi dasar K3L dibagi menjadi dua, yaitu menggunakan pre-test dan post-test. Nilai pre-test dan post-test untuk kompetensi dasar K3L tergolong rendah karena di bawah KKM dengan nilai 75, dengan hasil nilai rata-rata pre-test siswa adalah 53,7 dan nila post-test adalah 61,72; (3) Hasil observasi kesadaran berperilaku K3 saat praktik bubut memiliki persentase rata-rata 61% dan tergolong dalam kategori baik; (4) Terdapat kesulitan siswa dalam menerapkan perilaku K3 saat praktik bubut dalam aspek keterbatasan dalam ketersediaan sepatu safety saat praktik berlangsung dan ketidaksadaran siswa untuk menggunakan masker hidung saat praktik bubut sebesar 100%. Kata Kunci : Pengetahuan K3, Perilaku K3 saat praktik, Kesulitan menerapkan perilaku K3 saat praktik, Teknik Pemesinan, SMK Negeri 1 Pungging Mojokerto
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN SISTEM PENERANGAN MOBIL MATA PELAJARAN KELISTRIKAN DI SMKN 1 JATIREJO NURUL AFIFAH, DELIA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 03 (2018): JPTM, Volume 06 Nomor 03 Tahun 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran kelistrikan yang hanya terpusat pada peran pendidik mengakibatkan pembelajaran terkesan bersifat konvensional. Akibat keaktifan pebelajar cenderung rendah dan cepat bosan sehingga mempengaruhi hasil belajar peserta didik. Pengembangan modul ini bertujuan untuk memotivasi belajar siswa agar proses aktivitas pembelajaran lebih efektif sehingga mampu meningkatkan hasil belajar siswa yang cenderung rendah. Metode penelitian ini mengacu pada pengembangan model 4-D yang memiliki empat tahap ialah Difine (Pendefinisian), Design (Perencanaan), Develop (Pengembangan), Disseminate (Penyebaran), tetapi dalam penelitian pengembangan modul ini peneliti tidak menggunakan tahap Disseminate (Penyebaran). Subyek penelitian yaitu siswa Kelas XII TKR SMKN 1 Jatirejo yang mengikuti Mata Pelajaran Kelistrikan. Instrument penelitian digunakan untuk mengumpulkan data yang berupa lembar angket validasi modul. Hasil analisis data validasi dilakukan untuk mengetahui tingkat kelayakaan modul sistem penerangan mobil yang dihasilkan. Hasil penelitian meggunakan modul pembelajaran praktik Kelistrikan Otomotif Sistem Penerangan Mobil layak digunakan dalam pembelajaran mata pelajaran praktik Kelistrikan Otomotif. Hasil validasi modul oleh dosen/pengajar (kompetensi Isi, kompetensi Bahasa dan kompetensi Desain) mendapatkan rata-rata 3.6 , di mana persentase tersebut jika diinterpretasikan pada Skala Likert masuk dalam kriteria sangat layak. Hasil keaktifan siswa yang dilakukan oleh (pengamat 1, pengamat 2 dam pengamat 3) mendapatkan rata-rata 3.4, dimana hasil yang di peroleh masuk kriteria sangat aktif dan ditunjang dengan hasil belajar tahap pertama yang tidak menggunakan modul persentase nilai belum memenuhi kriteria dengan nilai rata-rata 40, pada tahap kedua mendapatkan nilai rata-rata 77 dan tahap ini mengalami peningkatan, Hal ini membuktikan terdapat peningkatan hasil belajar pada siswa kelas XII jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMKN 1 Jatirejo. Kata Kunci : Validasi Modul, Keaktifan Belajar Siswa, Hasil Belajar Siswa Abstract Teaching and learning activities on electrical subjects centered solely on the role of educators led to seemingly conventional learning. Due to the liveliness of learners tend to be low and quickly bored, thus affecting the learners learning outcomes. The development of this module aims to motivate student learning to process learning activities more effectively so as to improve student learning outcomes that tend to be low. This research method refers to the development of 4-D model which has four stages is difine (Define), Design (Planning), Develop (Development), Disseminate (Spread), but in research development of this module researchers do not use Disseminate stages. The subjects of the study were students of Class XII TKR SMKN 1 Jatirejo who followed the Electric Subject. The research instrument is used to collect data in the form of module validation questionnaire The result of validation data analysis is done to find out the level of module of car lighting system that produced The results of the study module utilizing the practice of Automotive Power Automotive Lighting System is feasible to use in learning subjects Automotive Electrical practice. Module validation results by lecturers (Competence competence, Language competence and Design competencies) earn an average of 3.6, in which the percentage if interpreted on a Likert Scale falls within criteria is very feasible. The result of student activeness conducted by observer 1 observer 2 and observer 3 gets average 3.4, where the result obtained is very active criteria and supported with first stage learning result which does not use percentage value module not yet fulfill the criterion with the mean value 40, in the second stage get an average score of 77 and this stage has increased, This proves there is an increase in learning outcomes in grade XII students majoring in Light Vehicle Engineering SMKN 1 Jatirejo. Keywords: Validation Module , Activity Learn Student , Results Learn Student
ANALISIS TENTANG ABSENTEISME KARYAWAN BAGIAN PENGELASAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA DI PT. DOK DAN PERKAPALAN SURABAYA (PERSERO) JAENURI, MOCH.; MADE MULIATNA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 03 (2018): JPTM, Volume 06 Nomor 03 Tahun 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi masalah karena berkurangnya produktivitas pekerja bagian pengelasan untuk jangka waktu tertentu yang secara tidak langsung akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan dan dapat menimbulkan keterlambatan dalam proses penyelesaian bangunan kapal baru maupun proses penyelesain reparasi kapal. Oleh karena itu, peneliti ingin menerapkan model Absenteisme (Kehadiran karyawan bagian pengelasan) untuk mengetahui tingkat produktifitas kerja .Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dan metode deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif yaitu yang menggunakan data tertulis dan langsung melalui catatan, wawancara, serta mengambil hasil akhir berupa kesimpulan terhadap analisa yang dilakukan. Penelitian deskriptif kuantitatif yaitu pengukuran dari suatu fenomena dengan data pendukung yang berupa angka-angka. Dalam penelitian ini diharapkan untuk dapat menganalisis apakah ada pengaruh absenteisme karyawan bagian pengelasan terhadap produktivitas kerja dan mengetahui tentang absentaisme karyawan bagian pengelasan terhadap produktivitas kerja di PT. DOK dan Perkapalan Surabaya (Persero). Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa hasil perhitungan analisis total karyawan (K1?K15) dari jumlah absensi (X) dan jumlah produktivitas (Y) bulan Februari 2017 ? Juli 2017 diperoleh nilai melalui perhitungan teknik analisis regresi linier sederhana menggunakan program komputer SPSS for Windows Release 23 yaitu nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,657, sehingga variabel tingkat absensi berpengaruh 65,7 % terhadap variabel produktivitas kerja total karyawan (K1-K15). Diperoleh juga nilai probabilitas kesalahan (p) sebesar 0,000 < 0,05. Maka Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti variabel tingkat absensi berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja total karyawan (K1-K15) pada bagian pengelasan konstruksi di PT. DOK dan Perkapalan Surabaya. Kata Kunci :Absenteisme, Pengelasan, Produktivitas Kerja Abstract This research is based on the problem because the decreasing of welding work productivity for certain period of time which indirectly will cause loss for company and can cause delays in the process of completion of new ship building and ship repair repair process. Therefore, the researcher wants to apply the Absenteism design (Attendance of welding employee) to know the level of work productivity. The research method used in this research is descriptive quantitative method and qualitative descriptive method. Qualitative descriptive research that is using the file written and directly through notes, interviews, and take the final result of the conclusion of the analysis conducted. Quantitative descriptive research is the measurement of a phenomenon with supporting data in the form of numbers. In this research is expected to be able to analyze whether there is influence absenteism welding employee to work productivity and know about absenteism employees welding to work productivity at PT. DOK dan Perkapalan Surabaya (Persero). From result of research can be seen that result of calculation of total employee analysis (K1-K15) from amount of absence (X) and amount of productivity (Y) in February 2017 - July 2017 obtained value by calculation technique of simple linear regression analysis using computer program SPSS for Windows Release 23 is the value of coefficient of determination (R2) of 0.657, so that the variable absence rate affects 65.7% of the total employee work productivity variables (K1-K15). An error probability (p) value of 0,000 <0,05 is also obtained. Then Ho is rejected and Ha accepted, which means variable absence rate significantly affect the total work productivity of employees (K1-K15) on the welding of construction at PT. DOK dan Perkapalan Surabaya (Persero). Keywords: Absenteism, Welding, Work Productivity
PENERAPAN METODE STATISTICAL QUALITY CONTROL (SQC) DALAM MEMINIMALISIR CACAT PRODUK PAVING BLOCK K300 – T6 DI PT.ASE GRESIK ZECKY VIKRI, MUHAMMAD
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 03 (2018): JPTM, Volume 06 Nomor 03 Tahun 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas suatu perusahaan tidak lepas dari konsumen serta produk yang dihasilkannya. Konsumen tentunya berharap bahwa barang yang dibelinya akan dapat memenuhi kebutuhan dan keinginannya sehingga konsumen berharap bahwa produk tersebut memiliki kondisi yang baik serta terjamin. Banyak sekali metode yang mengatur atau membahas mengenai kualitas dengan karakteristiknya masing-masing. Metode pengendalian kualitas yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode SQC (Statistical Quality Control). Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui persentase cacat produk serta penyebab terjadinya cacat produk pada paving block K300 T-6 (2) mengetahui solusi dalam mengatasi cacat produk pada paving block K300 T-6 dengan cara mendeskripsikan tingkat kecacatan, penyebab kecacatan produk, (3) berusaha untuk memberikan usulan perbaikan. Salah satu keuntungan menggunakan metode SQC adalah dapat tercegah dari terjadinya penyimpangan-penyimpangan dalam proses produksi dan sebagai pengawas di setiap proses produksi paving block. Hasil penelitian yang menggunakan sampling sebanyak 480 pcs, didapatkan jumlah cacat produk sebanyak 56 pcs dengan presentase sebesar 11,67 %. Daritotal 11,67 %, jenis cacat A(retak) sebanyak 19 pcs (3,96 %),jenis cacat B(tampilan kering) sebanyak 24 pcs (5 %),jenis cacat C(keropos) sebanyak 9 pcs (1,88 %),jenis cacat D(kuat tekan kurang dari yang ditentukan) sebanyak 4 pcs (0,83 %). Kata kunci :Cacat produk, Paving block K300-T6, Statistical Quality Control (SQC).
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN SISTEM STARTER MOBIL PADA MATA PELAJARAN SISTEM STARTER JURUSAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN DI SMKN 1 JATIREJO BANIYYATUL KHOIRIYYAH, SITI; MADE ARSANA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 03 (2018): JPTM, Volume 06 Nomor 03 Tahun 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar belakang dari penelitian ini adalah belum tersedianya modul pembelajaran yang baik dan layak sebagai pendukung proses pembelajaran teori maupun praktik. Pengembangan modul ini guna meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sistem starter, terutama pada kompetensi dasar mengidentifikasi sistem starter dan memperbaiki sistem starter untuk kelas XII Jurusan Teknik Kendaraan Ringan di SMKN 1 Jatirejo. Tujuan dari penelitian yaitu menghasilkan modul yang layak dengan memiliki syarat validasi oleh validator yang memiliki tingkat validitas yang baik dan mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Metode penelitian ini menggunakan model ADDIE dengan 5 tahap proses pengembangan. Penelitian dan pelaksanaan dilakukan di SMKN 1 Jatirejo, Mojokerto. Instrumen yang digunakan untuk mengukur nilai kevalidan modul menggunakan angket kepada dosen ahli desain, materi, bahasa dan siswa. Instrumen sebagai pengukur nilai kelayakan modul dengan berupa uji coba terbatas secara dua tahap guna mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Data yang diperoleh kemudian dianalisa secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa hasil validasi modul oleh dosen ahli matei memperoleh persentase 92% dengan kriteria kelayakan modul sangat layak, validasi ahli bahasa mendapatkan persentase sebesar 84% dengan kriteria sangat layak serta validasi dari ahli desain mendapatkan persentase kelayakan sebesar 80% dengan kriteria layak. Peningkatan hasil belajar dengan menggunakan modul sistem starter mobil tipe konvensional dapat dilihat dari nilai rata-rata pre-test dan post-test yaitupre-test dengan nilai rata-rata 62,87 dan post-test memiliki nilai rata-rata sebesar 78,70. Kata Kunci: Pengembangan modul, sistem starter, hasil belajar. Abstract Background of the research is not yet the availability of learning modules is good and viable as a proponent of learning theory as well as practice. The development of this module to enhance the learning outcomes of students on subjects the starter system, especially on basic competencies to identify and repair the starter system starter system for class XII in Light Vehicle Engineering 1 Jatirejo. The purpose of the research is produce a worthy module by having the terms of the validation by the validator has a good level of validity and knowing the increase in student learning outcomes. This research method using model ADDIE with five stages of the development process. Research and implementation of 1 conducted in Jatirejo, Mojokerto. Instruments used to measure the value of the kevalidan module to use the question form to Professor expert design, material, and language students. The measuring instrument as a value of the eligibility module with either a limited trial in two stages in order to know the increase in student learning outcomes. The data obtained are then analyzed are descriptive. Based on the results of the research note that the results of the validation of the module by expert lecturers matei 92% earn a percentage with the eligibility criteria of the module is very worthy, validation of linguists get a percentage amounting to 84% with a very decent criteria as well as validation of design experts get a percentage of 80% with eligibility criteria. Improvement of learning results by using the car starter system modules of conventional types can be seen from the average value of pre-and post test-yaitupre test-test with a grade average of 62.87 and post-test has an average rating of 78.70. Keywords: Development of modules, System starter, the results of the study
ANALISIS PENINGKATAN KUALITAS LAYANAN TERHADAP PELANGGAN DALAM PEMAKAIAN ULANG JASA SERVICE DENGAN METODE QFD (QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT) DI PT. NGAGEL TAMA SURABAYA PRATIYAS, FANDI; WULANDARI, DIAH
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 03 (2018): JPTM, Volume 06 Nomor 03 Tahun 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Ngagel Tama Surabaya merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang jasa service, spare parts, pembuatan Box Mobil, dan lain sebagainya. Adanya fenomena yang dihadapi oleh perusahaan ini adalah belum maksimalnya pemberian layanan dan biaya perbaikan kendaraan yang mahal. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor pelayanan apa yang perlu ditingkatkan oleh pihak bengkel bagian service tune-up di PT. Ngagel Tama terhadap konsumennya dan cara meningkatkan kinerja bagian service tune-up di PT. Ngagel Tama berdasarkan metode QFD. Jenis penelitian ini penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi yang digunakan adalah pelanggan servis yang dilakukan di bengkel PT. Ngagel Tama Surabaya, dimana teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan Probability Sampling. Sedangkan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan melakukan penyebaran kuesioner. Analisa data penelitian ini menggunakan analisa planning matrix. Hasil penelitian ini adalah : 1) Faktor-faktor pelayanan yang perlu ditingkatkan oleh pihak bengkel PT. Ngagel Tama Surabaya berdasarkan hasil penilaian kinerja pelayanan (tingkat kepentingan konsumen) PT. Ngagel Tama Surabaya oleh konsumen, adalah penampilan karyawan (3.83), fasilitas fisik (3.79), melakukan layanan pada waktu yang ditentukan (3.79), merekomendasikan pelayanan ini kepada orang lain (3.76), dan peralatan yang digunakan untuk memberikan pelayanan (3.66). 2) Cara meningkatkan kinerja bengkel PT. Ngagel Tama Surabaya berdasarkan metode QFD adalah administrasi layanan (0.179), Penampilan Karyawan (0.073), Fasilitas Kerja (0.072), Hubungan Pelanggan (0.072), Operasional Layanan (0.071). Kata Kunci: Kualitas Layanan, Metode QFD, Pemakaian Ulang Jasa Service.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN TEKNOLOGI MEKANIK SISWA KELAS X TPM SMK N 1 DRIYOREJO AMIQ, BAHRUL; SUWITO, DJOKO
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 6, No 03 (2018): JPTM, Volume 06 Nomor 03 Tahun 2018
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media pembelajaran yang dikembangkan dalam pembelajaran teknologi mekanik pada penelitian ini adalah media pembelajaran berbasis Modul. Tujuan penelitian ini antara lain : 1) Bagaimana kelayakan media pembelajaran berbasis modul pembelajaran Teknologi Mekanik pada mata pelajaran Teknologi Mekanik, 2) Bagaimana respon siswa terhadap pembelajaran menggunakan modul Teknologi Mekanik pada mata pelajaran Teknologi Mekanik, 3) Bagaimana menigkatkan hasil belajar siswa kelas X TPM SMK Negeri 1 Driyorejo setelah diterapkan metode pembelajaran dengan modul Teknologi Mekanik.Penelitian ini merupakan jenis pene;itian & pengembangan dengan model pengembangan Four-D : Define (pendefinisian), Design (perancangan), Develop (pengembangan) dan Disseminate (penyebarluasan). Penelitian dan pengembangan dilakukan SMK Negeri 1 Driyorejo. Subyek uji coba adalah siswa kelas X TMP SMK Negeri 1 Driyorejo. Adapun obyek penelitian adalah media pembelajaran berbasis modul. Media pembelajaran berbasis modul dikatakan layak apabila rata-rata hasil validasi dari ahli bahasa, ahli materi dan ahli desain minimal klasifikasi valid serta respon siswa dengan tanggapan minimal klasifikasi baik. Sedangkan Instrumen pengumpulan data berupa soal tes dengan membandingkan nilai rerata pretest dan posttest jika mengalami kenaikan maka bisa dikata berhasil.Hasil penelitian ini yaitu kelayakan modul pembelajaran teknologi mekanik yang berdasarkan penilaian dari ahli materi 3,32 , ahli desain 3,29 dan ahli bahasa 3.71 dan memiliki kategori sangat valid, sehingga modul pembelajaran ini layak digunakan dalam pembelajaran. Hasil respon siswa mencapai 79% dan memiliki kategori baik. Dan hasil belajar siswa sebelum diberikan modul teknologi mekanik mencapai 47,5% dan hasil belajar siswa sesudah diberikan modul teknologi mekanik mencapai 75,5% hal ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa. Kata Kunci : Pengembangan Modul, Respon Siwa, Hasil Belajar