cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
  • jurnal-pendidikan-teknik-mesin
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 372 Documents
OPTIMALISASI WAKTU KERJA MEKANIK PADA SERVICE MOBIL DENGAN METODE WORK SAMPLING DI BENGKEL LIEK SATU INVICTA TOYOTA PAMEKASAN DWI LESTARI, TIARA; , ISKANDAR
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK OPTIMALISASI WAKTU KERJA MEKANIK PADA SERVICE MOBIL DENGAN METODE WORK SAMPLING DI BENGKEL LIEK SATU INVICTA TOYOTA PAMEKASAN Nama : Tiara Dwi Lestari NIM : 14050524012 Prodi/Konsentrasi : S1 Pendidikan Teknik Mesin Jurusan : Teknik Mesin Fakultas : Teknik Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Dosen Pembimbing : Iskandar, S.T., M.T. PT. Liek Satu Invicta Toyota Pamekasan merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa pemasaran, penjualan, layanan jasa perbaikan perawatan dan penyediaan suku cadang. Jasa perawatan perbaikan merupakan kebutuhan primer untuk menunjang kegiatan di perusahaan. Perawatan dan perbaikan mobil harus dikerjakan dengan tenaga-tenaga teknis yaitu mekanik yang handal. Mekanik dalam sehari ditargetkan menyelesaikan service berkala non keluhan sebanyak 5 unit mobil. Dan target waktu yang harus diselesaikan adalah 75 menit. Akan tetapi ada beberapa mekanik yang tidak mengerjakan service berkala sesuai dengan target perusahaan. Ini akan menyebabkan waktu tunggu konsumen akan menjadi lama. Dan konsumen akan kehilangan peluang untuk melakukan aktifitas lain. Hal ini memang tidak bisa dihindarkan kecuali jika perusahaan mengambil tindakan konkret. Untuk itu pada penelitian ini berusaha menyelesaikan masalah jam kerja mekanik agar optimal. Pada penelitian ini, pengoptimalan jam kerja mekanik dilakukan dengan menggunakan menggunakan metode Work Sampling. Work Sampling merupakan metode pengamatan pekerjaan yang sifatnya berulang atau memiliki waktu yang relatif panjang. Hasil penelitian yang dilakukan menggunakan Metode Work Sampling didapatkan waktu baku SBE 10.000 KM adalah 81,47. Sedangkan pengukuran waktu baku untuk SBE 20.000 KM didapatkan waktu 84,73 menit. Dari data perusahaan waktu standar kerja mekanik adalah 75 menit. Sedangkan dari analisa yang didapat dilapangan waktu baku SBE 10.000 KM dan 20.000 KM melebihi waktu standar yang ditentukan oleh perusahaan. Akar utama penyebab waktu menjadi lama karena mekanik yang sebagian besar tidak memahami sikap kerja yang bagus, dan peletakan peralatan atau kunci tidak konsisten dengan prosedur. Kata kunci : waktu baku, Work Sampling, dan waktu standar PerusahaanABSTRACT OPTIMIZATION OF WORKING TIME AS MECHANICAL ON CAR SERVICE BY USING WORK SAMPLING METHODE AT THE LIEK SATU INVICTA TOYOTA PAMEKASAN Name : Tiara Dwi Lestari NIM : 14050524012 Study Program : Bachelor of Education Mechanical Engineering Concentration : Automotive Department : Mechanical Engineering Faculty : Engineering Instution : Surabaya State University Pembimbing : Iskandar, S.T., M.T. PT. Liek Satu Invicta Toyota Pamekasan is a company engaged in marketing services, sales, maintenance repair services and supply of spare parts. Repair care services are primary needs to support activities in the company. Car maintenance and repairs must be carried out with technical personnel, namely reliable mechanics. Mechanics in a day are targeted to complete 5 units non-complaint periodic service . And the target time to be completed is 75 minutes. However, there are some mechanics who do not work periodically according to the companys target. This will cause consumers to wait longer. And consumers will lose the opportunity to do other activities. This is inevitable unless the company takes concrete action. For this reason, this research tries to solve the problem of mechanical working hours in order to be optimal. In this study, optimization of mechanical work hours is done using the Work Sampling method. Work Sampling is a method of observing work that is repetitive or has a relatively long time. The results of research conducted using the Work Sampling Method found that the 10,000 KM standard SBE standard was 81.47. While the standard time measurement for SBE 20,000 KM is 84.73 minutes. From the company data the standard mechanical work time is 75 minutes. Whereas from the analysis obtained in the field, the SBE standard time is 10,000 KM and 20,000 KM is more than the standard time determined by the company. The main root causes time to be long because mechanics who mostly do not understand good work attitudes, and laying down equipment or keys are not consistent with the procedure. Keywords: Standard Time, Work Sampling, and Company Standard Time
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN CNC MILLING DENGAN PENGATURAN TITIK AWAL PAHAT PADA POSISI CENTER DI SMK NEGERI 5 SURABAYA DHIMAS WIDAYANTO, LUTHFI; YASA UTAMA, FIRMAN
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya media dan pemahaman siswa mengenai pemrograman CNC milling 3A pada pembahasan pengaturan titik awal pahatt pada posisi center dalam proses pembelajaran mata pelajaran CNC. Merujuk dari permasalahan tersebut peneliti membuat modul yaitu ?Modul Pembelajaran CNC Milling Dengan Pengaturan Titik Awal Pahat Pada Posisi Center Menggunakan Software Mach3? yang nantinya sebagai penunjang dalam proses pembelajaran sehingga membantu siswa secara individual mencapai tujuan belajar pada suatu proses pembelajaran. Modul pembelajaran yang akan diterapkan, nantinya dikembangkan menggunakan model pengembangan 4-D (four D model) yang terdiri dari 4 tahapan yaitu: (1) penetapan (Define), (2) perancangan (Design), (3) pengembangan (Develop), dan (4) penyebaran (Disseminate). Tahap pendefinisian meliputi analisis awal akhir, analisis siswa,analisis konsep, analisis tugas, dan spesifikasi tujuan pembelajaran. Tahap perancangan terdiri dari penyusunan tes, pemilihan media, pemilihan format, dan perancangan awal (desain awal). Pada tahap pengembangan terdiri dari validasi modul oleh dosen ahli, angket respon siswa, dan soal pretest postest untuk siswa. Sedangkan untuk penyebaran tidak dilakukan dikarenakan terbatasnya waktu penelitian. Hasil penelitian menunjukkan (1) persentase penilaian modul sangat layak digunakan (2) siswa menunjukkan respon positif terhadap modul yang dikembangkan (3) hasil belajar dari siswa mengalami peningkatan dengan kategori baik. Kata kunci: Modul CNC Milling, Software Mach3, Validasi Modul, Hasil Belajar Siswa, Respon Siswa. Abstract This research is based on the lack of media and students understanding of CNC milling 3A programming at the initial stage of the implementation of the central point in the learning process of CNC subjects. Referring from the problem the researcher make modules that is "CNC Milling Learning Module with Chisel Starting Point on Middle Position Using Mach3 Software" which then as a support in the learning process helps individuals to achieve the learning process. The learning module that will be implemented will then be developed using a 4-D development model (four-D models) consisting of 4 stages: (1) Define, (2) design (3), (3) development, and (4) distribution (Disseminate).The stage of defining the final initial completion, student analysis, concept analysis, task analysis, and specification of learning objectives. The design stage consists of the preparation of tests, media selection, format selection, and initial design (initial design). In the development stage consists of module validation by expert experts, student response questionnaires, and pretest posttest questions for students. Whereas for collection is not done because of the limited time for research.The results of this research indicats (1) developed module products are very feasible to use (2) students showed a positive response to the developed module (3) the learning outcomes of the improvement students with good category. Keywords: transmission module, 4 d learning (four D model), the results of the study
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN CNC MILLING MENGGUNAKAN SOFTWARE MACH3 PADA MATA PELAJARAN CNC DI SMK NEGERI 5 SURABAYA GUNTUR CHRISARDY, ELISA; YASA UTAMA, FIRMAN
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode penelitian ini mengacu pada pengembangan model 4-D yang memiliki empat tahap ialah Define (Pendefinisian), Design (Perencanaan), Develop (Pengembangan), Disseminate (Penyebaran), tetapi dalam penelitian pengembangan modul ini peneliti tidak menggunakan tahap Disseminate (Penyebaran). Subyek penelitian yaitu siswa Kelas XII TPm SMK Negeri 5 Surabaya yang mengikuti Mata Pelajaran CNC. Instrumen penelitian digunakan untuk mengumpulkan data yang berupa lembar angket validasi modul. Hasil analisis data validasi dilakukan untuk mengetahui tingkat kelayakaan modul pembelajaran CNC Milling Menggunakan Software Mach3 yang dihasilkan. Hasil penelitian dengan dukungan software Mach3 menunjukkan skor validasi modul oleh dosen/pengajar kompetensi materi sebesar 3.64, kompetensi bahasa sebesar 3.8 dan kompetensi desain sebesar 3.26 , di mana persentase tersebut jika diinterpretasikan pada Skala Likert, masuk dalam kriteria sangat layak. Hasil respon siswa diperoleh dengan presentase sebesar 92% dengan kriteria sangat baik. Hasil belajar tahap pertama sebelum menggunakan modul persentase nilai belum memenuhi kriteria dengan nilai rata-rata 63,91 pada tahap kedua setelah pembelajaran menggunakan modul mendapatkan nilai rata-rata 79,68 dan tahap ini mengalami peningkatan. Hal ini membuktikan terdapat peningkatan hasil belajar pada siswa kelas XII jurusan Teknik Pemesinan SMK Negeri 5 Surabaya.Kata Kunci: Validasi Modul, Respon Siswa, Hasil Belajar Siswa
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TEKNIK DASAR OTOMOTIF (TDO) PADA SISWA KELAS X TKR I DI SMK NEGERI 1 MOJOKERTO YUSUF, AHMAD; MADE ARSANA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TEKNIK DASAR OTOMOTIF (TDO) PADA SISWA KELAS X TKR I DI SMK N 1 MOJOKERTO Nama : Ahmad Yusuf NIM : 14050524003 Program Studi : S1 Pendidikan Teknik Mesin Kosentrasi : Otomotif Jurusan/Fakultas : Teknik Mesin/Fakultas Teknik DosenPembimbing : Dr. I Made Arsana, M.T. Berdasarkan pengalaman pada saat Program Pengelolaan Pembelajaran (PPP) dan observasi di sekolah SMK Negeri 1 Mojokerto proses pendidikan masih menggunakan model pembelajran konvensional sehingga kurangnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, dimana pembelajaran lebih didominasi oleh keterlibatan guru. Oleh sebab itu, aktivitas siswa terhadap proses pembelajaran rendah, hal tersebut berpengaruh terhadap hasil belajar siswa yang masih rendah dengan ditunjukkan aktivitas belajar peserta didik yang kurang aktif dan cenderung pasif. Berdasarkan masalah tersebut dikembangkan suatu model pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran yaitu dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menggunakan dua siklus dengan subjek penelitian kelas X TKR SMK Negeri 1 Mojokerto tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 36 peserta didik. Pada mata pelajaran Teknik Dasar Otomotif (TDO) kompetensi dasar yang di ajarkan adalah memahami rangkaian kelistrikan sederhana yang dilakukan dalam dua siklus yang tiap siklus terdapat tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Siklus I materi yang diajarkan adalah rangkaian kelistrikan seri-pararel sedangkan pada siklus II materi yang diajarkan yaitu rangkain kelistrikan gabungan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes yang diaplikasikan dalam bentuk instrumen penelitian. Hasil penelitian Aktivitas peserta didik dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning pada siklus I sebesar 60,4% dan meningkat di siklus II menjadi 78%. Kemudian untuk hasil belajar peserta didik, ranah kognitif pada siklus I sebesar 61% dan meningkat di siklus II dengan hasil 86%. Kata Kunci: Model Pembelajaran Problem Based Learning, Aktivitas Belajar, Hasil Belajar Siswa ABSTRACT THE APPLICATION OF PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TO INCREASE THE LEARNING OUTCOMES OF AUTOMOTIVE BASIC TECHNIQUES IN GRADE X TKR I OF SMK N 1 MOJOKERTO Name : Ahmad Yusuf Number : 14050524003 Study Program : S1 Mechanical Engineering Education Consentration : Automotive Department/Faculty : Mechanical Engineering/ Engineering Advisor : Dr. I Made Arsana, M. T. Based on experience during the Learning Management Program and school observations at SMK Negeri 1 Mojokerto, teaching and learning process used the conventional models that dominated by teacher and made the students less active. Therefore, the low activity of students towards the learning process affected students learning outcomes that were still low by showing learning activities of students who were less active and tend to be passive. Based on these problems, this research is aimed to develop a teaching and learning model which improve the quality of the teaching and learning process by applying Problem Based Learning model. This research based on Classroom Action Research (CAR) which used two cycles. The research trials were conducted on 36 students of SMK Negeri 1 Mojokerto grade X TKR in the 2018/2019 school year. In the Basic Automotive Engineering subject, the basic competencies are understanding the simple electrical circuit that is carried out in two cycles, each cycle of which is planning, implementing, observing and reflecting. The cycle I of material was a series of parallel electrical series, while in second cycle of the material was a series of electrical joints. Data collection techniques used the observation and tests which applied in the form of research instruments. The results of the students? activities with the application of Problem Based Learning model in the first cycle was 60.4% and increased in the second cycle to 78%. Then for the students learning outcomes, the cognitive domain in the first cycle was 61% and increased in the second cycle with a result of 86%. Keywords: Problem Based Learning, Students? activity, Learning
PENGEMBANGAN MODUL MEMPERBAIKI SISTEM REM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI TKR SMK AL HUSNA LOCERET NGANJUK FAJAR KHOIRAWAN, NOVI; MADE MULIATNA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENGEMBANGAN MODUL MEMPERBAIKI SISTEM REM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI TKR SMK AL HUSNA LOCERET NGANJUK Nama : NOVI FAJAR KHOIRAWAN NIM : 14050524074 Program Studi : S-1 Pendidikan Teknik Mesin Jurusan : Teknik Mesin Fakultas : Teknik Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Dosen Pembimbing : Drs. I MADE MULIATNA, M.Kes.Penelitihan ini bertujuan untuk menghasilkan modul yang layak digunakan siswa kelas XI SMK Alhusna Loceret Nganjuk, sehingga meningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran memperbaiki sistem rem, dan menambah referensi sarana pembelajaran disekolah. Metode yang digunakan dalam penyusunan modul ini adalah model 4-D (four-D) yang disarankan oleh Sivasailan Thiagarajan, Dorothy S. Semmel dan Melvyn I. Semmel. Model ini terdiri dari 4 tahap pengembangan yaitu : (1) Define, (2) Design, (3) Develop dan (4) Disseminat. Atau diadaptasikan menjadi model 4-P yaitu : Pendifinisian, Perancangan, Pengembangan dan Penyebaran. Intrumen yang digunakan dalam penelitihan pengembangan modul ini berupa angket validasi yang diberikan kepada : (1) Ahli Desain, (2) Ahli Bahasa, dan (3) Ahli Materi, dan uji coba keefektifan kepada kelompok terbatas dari 20 siswa kelas XI TKR SMK Al Husna Loceret Nganjuk melalui lembar soal pre test dan post test sebagai pengguna modul. Hasil penelitian ini dapat disampaikan bahwa : 1) Kelayaan modul memperbaiki sistem rem yang telah divalidasi dan diujikan mendapatkan hasil yang sangat valid. Sebagaimana hasil penilaian dari para validator ahli desain, ahli bahasa dan ahli materi diperoleh rata-rata skor sebesar 3,33 dengan katagori sangat valit. 2) Terdapat peningkatan (perbedaan) hasil belajar siswa antara sebelum dan sesudah diberikan modul memperbaiki sistem rem. Hasil belajar siswa sesudah diberikan modul memperbaiki sistem rem mempunyai rerata skor sebesar 84,7 lebih tinggi dari hasil belajar siswa sebelum menggunakan modul memperbaiki sistem rem yang hanya mempunyai rerata skor sebesar 43,85. Kata Kunci : Pengembangan Modul, Sistem Rem, Hasil BelajarABSTRACTMODULE DEVELOPMENT IN IMPROVING THE REM SYSTEM TO IMPROVE THE LEARNING OUTCOMES OF CLASS XI STUDENTS OF AL HUSNA VOCATIONAL SCHOOL, LOCERET NGANJUKName : NOVI FAJAR KHOIRAWANNIM : 14050524074Study Program : Bachelor of Mechanical Engineering Education Majoring : Mechanical engineering Faculty : EngineeringInstitution Name : Surabaya State University Supervisor : Drs. I MADE MULIATNA, M.Kes.This research aims to produce a feasible module used by the class XI students of Alhusna Loceret Nganjuk Vocational High School, so as to increase student learning outcomes in subjects to improve the brake system, and add reference to learning facilities in schools. The method used in the preparation of this module is the 4-D (four-D) model suggested by Sivasailan Thiagarajan, Dorothy S. Semmel and Melvyn I. Semmel. This model consists of 4 stages of development, namely: (1) Define, (2) Design, (3) Develop and (4) Disseminate. Or adapted to the 4-P model, namely: Defining, Designing, Developing and Spreading. The instruments used in this module development research are validation questionnaires which are given to: (1) Design Experts, (2) Language Experts, and (3) Material Experts, and testing the effectiveness of a limited group of 20 students of Al Husna Vocational School XI class XI Loceret Nganjuk through the pre test and post test questions as module users. The results of this study can be stated that: 1) The modules feasibility improves the brake system that has been validated and tested to get very valid results. As the results of the evaluation of the design experts validators, linguists and material experts obtained an average score of 3.33 with a very valit category. 2) There is an increase (difference) in student learning outcomes between before and after being given a module to improve the brake system. Student learning outcomes after being given a module to improve the brake system have a mean score of 84.7 higher than student learning outcomes before using the module to improve the brake system which only has a mean score of 43.85. Keywords: Module Development, Brake System, Learning Outcomes
PENGEMBANGAN MODUL SISTEM PENDINGIN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI TKR SMK NU 1 KEDUNGPRING LAMONGAN IMAM SYA RONI, MOHAMAD; MADE MULIATNA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPENGEMBANGAN MODUL SISTEM PENDINGIN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMK NU 1 KEDUNGPRING LAMONGANNama : MOH. IMAM SYA RONINIM : 14050524075Program Studi : S-1 Pendidikan Teknik MesinJurusan : Teknik MesinFakultas : TeknikNama Lembaga : Universitas Negeri SurabayaDosen Pembimbing : Drs. I MADE MULIATNA, M.Kes. Penelitihan ini bertujuan untuk menghasilkan modul yang layak digunakan siswa kelas XI SMK NU 1 Kedungpring Lamongan, sehingga meningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran sistem pendingin, dan menambah referensi sarana pembelajaran disekolah.Metode yang digunakan dalam penyusunan modul ini adalah model 4-D (four-D) yang disarankan oleh Sivasailan Thiagarajan, Dorothy S. Semmel dan Melvyn I. Semmel. Model ini terdiri dari 4 tahap pengembangan yaitu : (1) Define, (2) Design, (3) Develop dan (4) Disseminat. Atau diadaptasikan menjadi model 4-P yaitu : Pendifinisian, Perancangan, Pengembangan dan Penyebaran.Intrumen yang digunakan dalam penelitihan pengembangan modul ini berupa angket validasi yang diberikan kepada : (1) Ahli Desain, (2) Ahli Bahasa, dan (3) Ahli Materi, dan uji coba keefektifan kepada kelompok terbatas dari 20 siswa kelas XI TKR SMK NU 1 Kedungpring Lamongan melalui lembar soal pre test dan post test sebagai pengguna modul.Hasil penelitian ini dapat disampaikan bahwa : 1) Kelayaan modul sistem pendingin yang telah divalidasi dan diujikan mendapatkan hasil yang sangat valid. Sebagaimana hasil penilaian dari para validator ahli desain, ahli bahasa dan ahli materi diperoleh rata-rata skor sebesar 3,3 dengan katagori sangat valit. 2) Terdapat peningkatan (perbedaan) hasil belajar siswa antara sebelum dan sesudah diberikan modul sistem pendingin. Hasil belajar siswa sesudah diberikan modul sistem pendingin mempunyai rerata skor sebesar 79 lebih tinggi dari hasil belajar siswa sebelum menggunakan modul memperbaiki sistem rem yang hanya mempunyai rerata skor sebesar 49.Kata Kunci : "Pengembangan modul, sistem pendingin, hasil belajar"ABSTRACTDEVELOPMENT OF COOLING SYSTEM MODULE TO IMPROVE THE LEARNING OUTCOMES OF CLASS XI STUDENTS IN SMK NU 1 KEDUNGPRING LAMONGANName : MOH. IMAM SYA? RONINIM : 14050524075Study Program : Bachelor of Mechanical Engineering EducationMajoring : Mechanical engineeringFaculty : EngineeringInstitution Name : Surabaya State UniversitySupervisor : Drs. I MADE MULIATNA, M.Kes.This research aims to produce a feasible module used by the class XI students of NU 1 Kedungpring Lamongan Vocational High School, so as to increase student learning outcomes in subjects to improve coller system, and add reference to learning facilities in schools. The method used in the preparation of this module is the 4-D (four-D) model suggested by Sivasailan Thiagarajan, Dorothy S. Semmel and Melvyn I. Semmel. This model consists of 4 stages of development, namely: (1) Define, (2) Design, (3) Develop and (4) Disseminate. Or adapted to the 4-P model, namely: Defining, Designing, Developing and Spreading. The instruments used in this module development research are validation questionnaires which are given to: (1) Design Experts, (2) Language Experts, and (3) Material Experts, and testing the effectiveness of a limited group of 20 students of Al Husna Vocational School XI class XI NU 1 Kedungpring Lamongan through the pre test and post test questions as module users. The results of this study can be stated that: 1) The modules feasibility improves the brake system that has been validated and tested to get very valid results. As the results of the evaluation of the design experts validators, linguists and material experts obtained an average score of 3.33 with a very valit category. 2) There is an increase (difference) in student learning outcomes between before and after being given a module to improve the coller system. Student learning outcomes after being given a module to improve the brake system have a mean score of 79 higher than student learning outcomes before using the module to improve the brake system which only has a mean score of 46.Keywords: "Development of modules, cooling systems, learning outcomes"
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW BERBASIS VIDEO TUTORIAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PEMELIHARAAN CHASIS DAN PEMINDAH TENAGA KELAS XI TKR 2 DI SMK NEGERI 7 SURABAYA SETIAWAN, AGUNG; MADE ARSANA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Berdasarkan pengalaman mengajar pada saat Program Pengelolaan Pembelajaran (PPP) dan observasi di sekolah SMK Negeri 7 Surabaya proses pendidikan masih menggunakan model pembelajran konvensional sehingga kurangnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, dimana pembelajaran lebih didominasi oleh keterlibatan guru. Oleh sebab itu, pembelajaran siswa terhadap proses pembelajaran rendah, hal tersebut berpengaruh terhadap hasil belajar siswa yang masih rendah dengan ditunjukkan nilai siswa dibawah KKM yaitu 50%. Berdasarkan masalah tersebut dikembangkan suatu model pembelajaran yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran yaitu dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbasis video tutorial. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menggunakan dua siklus dengan subjek penelitian kelas XI TKR 2 SMK Negeri 7 Surabaya tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 25 peserta didik. Pada mata pelajaran Pemeliharaan Chasis dan Pemindah Tenaga kompetensi dasar yang di ajarkan adalah transmisi manual yang dilakukan dalam dua siklus yang tiap siklus terdapat tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes yang diaplikasikan dalam bentuk instrumen penelitian. Kemudian untuk hasil belajar peserta didik, ranah kognitif pada siklus I sebesar 64% dan meningkat di siklus II dengan hasil 88%, kemudian untuk rana psikomotorik pada siklus I sebesar 52% dan meningkat di siklus II dengan hasil 88%. Kata Kunci: Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, Hasil belajar siswa.
HUBUNGAN PRESTASI PRAKTIK KERJA INDUSTRI TERHADAP MINAT BEKERJA MENJADI MEKANIK PADA SISWA KELAS XII TKR SMK NEGERI 1 PUNGGING MOJOKERTO ANAS GHOZALI, MUHAMMAD; RIANDADARI, DYAH
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prestasi praktek kerja industri siswa, minat bekerja menjadi mekanik dan mengetahui hubungan serta pengaruh prestasi praktik kerja industri terhadap minat bekerja menjadi mekanik pada siswa kelas XII di SMK Negeri 1 Pungging Mojokerto. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kuntitatif korelasional serta regresi sederhana. Populasinya adalah siswa kelas XII TKR SMK Negeri 1 Pungging Mojokerto tahun ajaran 2018/2019. Penelitian ini menggunakan teknik sampling , teknik sampling yang digunakan yaitu sensus artinya seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel. Terdapat tiga instrumen yaitu instrumen prestasi praktik kerja industri yang berupa soal tes, instrumen minat bekerja menjadi mekanik yang berupa angket , dan instrumen job sheet pekerjaan siswa selama prakerin yang berupa angket. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Instrumen prestasi praktik kerja industri terdapat 30 butir yang dipakai dengan nilai mean 75,76 dan standar deviasi 3,400 sedangkan instrumen minat bekerja menjadi mekanik terdapat 15 butir yang valid dengan nilai mean 45,98 standar deviasi 5,952. (2) Terdapat hubungan positif antara prestasi praktik kerja industri dengn minat bekerja menjadi mekanik yang ditunjukkan dengan nilai rxy 0,519 ? r tabel 0,236 P ? 0,05. (3) Terdapat pengaruh antara prestasi praktik kerja industri terhadap minat bekerja siswa menjadi mekanik yang ditunjukkan dengan nilai koefisien determinasi (R2 ) sebesar 0,269. Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa pengaruh prestasi praktik kerja industri terhadap minat bekerja siswa menjdi mekanik sebesar 26,9%. Kata kunci : prestasi praktik kerja industri, minat bekerja menjadi mekanik. Abstract The purpose of the study is to find out achievement student of industrial work practices, the interest of work to be mechanical and to find out relationship and the influence of work practice achievements towards work interest to be mechanical for student class XII TKR in The State Vocational High School 1 PunggingMojokerto. This study used quantitative correlational methods and simple regression. The population of this study were student class XII TKR in The State Vocational High School 1 PunggingMojokertoin 2018/2019. This study used a sampling technique, the sampling technique wasused the census that mean all members of the population as samples.There were three instruments, industrial work practice achievement instruments in the form of test, interest of working instruments to be mechanics in the form of questionnaires, and job sheet instruments for student during industrial work practices in the form of questionnaires. The results of this study indicates that: (1) There are 30 items in the industrial work practice achievement instrument with a mean value of 75.76 and a standard deviation of 3.400 while the interest of working instruments to be mechanical has 15 valid items with a mean value of 45.98 standard deviation of 5,952.(2) There is a positive relationship between achievement of industrial work practices towards workinterest to be mechanicalas indicates by the value of rxy 0.519 ? r table 0.236 P 5 0.05.(3) There is an influence between the achievement of industrial work practices towards work interest on students to be mechanicalwhich is indicates by the coefficient of determination (R2) of 0.269. Based on these results can be known that the effect of industrial work practice achievements on the student towards work interest to be mechanical is 26.9%. Keywords: industrial work practice achievement, interest of work to be a mechanical.
PENGEMBANGAN MODUL AUTODESK INVENTOR PADA PEMBELAJARAN GAMBAR MANUFAKTUR SISWA KELAS XI JURUSAN TEKNIK PEMESINAN DI SMK NEGERI 1 PUNGGING MOJOKERTO NOER ARIFIN, MUHAMMAD; AINI SUSANTI, NUR
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media pembelajaran yang dikembangkan dalam pembelajaran Autodesk Inventor pada penelitian ini adalah media pembelajaran berbasis Modul. Tujuan Peneilitan ini antara lain: 1) Menghasilkan modul Autodesk Inventor guna menunjang proses belajar mengajar pada mata pelajaran gambar manufaktur menggunakan aplikasi Autodesk Inventor pada kelas XI TPm 1 di SMK Negeri 1 Pungging Mojokerto, 2) Dapat meningkatkan hasil belajar siswa menggunakan modul Autodesk Inventor pada kelas XI TPm 1 di SMK Negeri 1 Pungging Mojokerto. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan dengan model pengembangan Dick and Carrey. Penelitian dan pengembangan dilakukan di SMK Negeri 1 Pungging Mojokerto. Subjek uji coba adalah siswa kelas XI TPm SMK Negeri 1 Pungging Mojokerto. Adapun obyek penelitian adalah media pembelajaran berbasis modul. Media pembelajaran berbasis modul dikatakan layak dan valid apabila rata-rata hasil validasi dari ahli materi, ahli bahasa, dan ahli desain minimal mendapat kalsifikasi valid. Sedangkan instrument pengumpulan data untuk kelayakan dan kevalidan modul berupa lembar validasi, serta untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa menggunakan soal tes dengan membandingkan nilai rerata Pre-Test dan Post-Test. Hasil penelitian ini yaitu kevalidan modul pembelajaran Autodesk Inventor yang didasarkan penilaian dari ahli materi 3.56, ahli desain 3.53, ahli bahasa 3,57 dan memiliki kategori sangat valid. Serta peningkatan rata-rata total hasil belajar siswa dari pre-test dan post-test menunjukan kenaikan dari 66.3 menjadi 78.6, sedangkan untuk kelulusan klasikal kelas berada diatas angka 75% yaitu pada angka 86.6% yang menunjukan bahwa modul telah berhasil diterapkan dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI TPm SMKN 1 Pungging Mojokerto.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR PERENCANAAN ELEMEN MESIN POKOK BAHASAN PERHITUNGAN DAYA DAN PEMILIHAN MOTOR PENGGERAK PADA MATA KULIAH TEKNIK MERANCANG PRIYO WIDHIKDHO, ADE; PRIJO BUDIJONO, AGUNG
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama ini para dosen pengajar mata kuliah Teknik Merancang selalu mengajar menggunakan persepsi dan konsep masing-masing, antar dosen satu dengan yang lain memiliki otuput dan target standar yang tidak sama , serta buku-buku yang sering digunakan pada pembahasan tentang daya, teori yang ada belum pernah dihadapkan dengan kasus di lapangan mahasiswa hanya disajikan teori-teori dan rumus-rumus saja yang monoton tidak dikaitkannya dengan kasus di lapangan, sehingga membuat mahasiswa kurang menguasai dalam perhitungan dan penentuan daya, tidak disajikan bagaimana cara memilih motor penggerak yang sesuai dengan kebutuhan dan ada di pasaran. Merujuk dari permasalahan tersebut peneliti membuat media pembelajaran berupa modul yang berjudul ?Modul Ajar Perencanaan Elemen Mesin Pokok Bahasan Perhitungan Daya Dan Pemilihan Motor Penggerak? sebagai penunjang agar proses pembelajaran lebih efektif. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4-D (four D model) yang terdiri dari 4 tahapan yaitu: (1) penetapan (Define), (2) perancangan (Design), (3) pengembangan (Develop), dan (4) penyebaran (Disseminate). Subyek penilitian yaitu mahahsiswa D3 Teknik Mesin yang mengikuti mata kuliah Teknik Merancang. Instrument penelitian digunakan untuk mengumpulkan data berupa lembar angket validasi modul dan lembar angket respon mahasiswa. Hasil dari penelitian yaitu telah berhasil dikembangkan modul pembelajaran Teknik Merancang dengan pembahasan Perencanaan Elemen Mesin Pokok Bahasan Perhitungan Daya Dan Pemilihan Motor Penggerak yang sangat layak menggunakan pengembangan 4D Models, respon mahasiswa setelah menggunakan modul pengembangan mendapatkan respon sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa modul ajar yang dikembangkan sangat layak dan dapat digunakan dalam perkuliahan Teknik Merancang.