cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
  • jurnal-pendidikan-teknik-mesin
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 372 Documents
PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC LEARNING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA KELAS X TEKNIK KENDARAAN RINGAN DI SMK DHARMA BAHARI SURABAYA ULUM, RIYADLUL; MADE ARSANA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum efektifnya guru dalam menerapkan model pembelajaran dan memanfaatkan media pendukung pada mata pelajaran dasar. Idealnya dalam mengajarkan pengetahuan dasar seperti pada mata pelajaran Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif (PDTO) guru tidak hanya mengajarkan dalam bentuk ceramah, melainkan juga dengan mendemonstrasikan menggunakan media pendukung (benda nyata), sehingga siswa tidak hanya dapat meningkatkan kemampuan kognitif saja melainkan juga kemampuan psikomotor. Mengetahui permasalahan tersebut, peneliti ingin menerapkan sebuah model pembelajaran yang sesuai untuk membantu siswa dalam meningkatkan pengetahuan dasar. Model pembelajaran tersebut adalah pendekatan scientific learning dengan direct instruction (model pembelajaran langsung). Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). Subjek penelitian adalah siswa kelas X TKR 4 SMK Dharma Bahari Surabaya pada semester genap 2017-2018. Desain yang dipergunakan dalam penelitian tindakan kelas ini berbentuk spiral atau siklus Kemis dan MC Taggart. Analisis data menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar aktivitas siswa. Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan scientific learning dengan model pembelajaran langsung (direct instruction) dapat meningkatkan aktivitas siswa pada mata pelajaran Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif. Hal tersebut dibuktikan pada siklus I persentase aktivitas siswa sebesar 64% dengan kategori baik, kemudian meningkat meningkat pada siklus II menjadi 83% dengan kategori sangat baik. Kata Kunci: Model pembelajaran langsung, scientific learning, mata pelajaran Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif (PDTO), dan aktivitas siswa. Abstract This research is motivated by the ineffectiveness of teachers in applying the model of learning and utilizing supporting media on basic subjects. Ideally in teaching basic knowledge as in the subject of Basic Work of Automotive Engineering teachers not only teach in the form of lectures, but also by demonstrating using supporting media (real objects), so that students can not only improve cognitive skills but psychomotor skills. Knowing these issues, researchers want to apply an appropriate learning model to help students improve basic knowledge. Learning model is the approach of scientific learning with direct instruction (direct learning model). This type of research is a classroom action research. The subject of this research is the students of class X TKR 4 SMK Dharma Bahari Surabaya in the even semester of 2017-2018. The designs used in this classroom action research are spiral or Kemis cycle and MC Taggart. Data analysis using descriptive method by using quantitative approach. The research instrument used to collect data is a student activity sheet. The results of this class action research indicate that the application of scientific learning approach with direct instruction model (direct instruction) can increase student activity on the subjects of Basic Work of Automotive Engineering. This is evidenced in the first cycle of student activity percentage of 64% with good category, then increased in cycle II to 83% with very good category. Keywords: Direct learning model, scientific learning, Basic Automotive Engineering, and student activity.
PENGARUH NILAI MICROTEACHING TERHADAP KEMAMPUAN MENGAJAR MAHASISWA UNESA SEBAGAI CALON GURU DALAM KEGIATAN PROGRAM PENGELOLAAN PEMBELAJARAN (PPP) DI SMK TAMAN SISWA MOJOKERTO MARDIYANSYAH, VIQGEH; SUWITO, DJOKO
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Pengelolaan Pembelajaran (PPP) merupakan suatu program yang diwajibkan untuk mahasiswa program kependidikan jenjang S-1 yang mana program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, pemahaman serta keterampilan mahasiswa dalam pengelolahan pembelajaran yang relevan dengan kompetensi pedagogis, kepribadian, sosial dan profesional. Oleh karena itu, Tujuan Penilitian ini adalah (1) Untuk mengetahui nilai Microteaching mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA) di SMK Taman Siswa Mojokerto (2) Untuk mengetahui kemampuan mengajar mahasiswa Universitas Negeri Surabaya dalam PPP di SMK Taman Siswa Mojokerto (3) Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh nilai micro teaching terhadap PPP Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya di SMK Taman Siswa Mojokerto. Metode Penilitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mencari fakta terhadap pengaruh yang timbul dari adanya kegiatan microteaching terhadap kemampuan mengajar mahasiswa UNESA dalam melasanakan PPP yang akan dioleh berupa angka dari hasil observasi berupa angket data menggunakan instrumen penilaian. Hasil Penilitian ini menunjukan dari hasil nilai rata-rata micro teaching mahasiswa di SMK Taman Siswa Mojokerto Sebesar 76,09. Nilai tersebut menunjukan bahwa mahasiswa microteaching UNESA sudah memenuhi persyaratan untuk melakukan PPP. Dan pada nilai Kemampuan mengajar mahasiswa Universitas Negeri Surabaya dalam PPP di SMK Taman Siswa Mojokerto sangat memuaskan. Hal ini di tunjukan dari nilai rata rata mahasiswa sebesar 87,77. Dan dari hasil uji hipotesis menunjukan adanya pengaruh antara nilai microteaching kemampuan mengajar hal ini dibuktikan dari hasil perhitungan F0 > Fa yaitu 15,807 > 4,32 sehingga Ho (Tidak ada pengaruh antara nilai microteaching terhadap kemampuan mengajar mahasiswa pada PPP di SMK Taman Siswa Mojokerto) ditolak dan Ha (Ada pengaruh antara nilai microteaching terhadap kemampuan mengajar mahasiswa pada PPP di SMK Taman Siswa Mojokerto) diterima. Kata kunci : Microteaching, Kemampuan Mengajar, PPP.
EVALUASI PELAKSANAAN DAN FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT DAN PENDUKUNG TEACHING FACTORY DI SMK NEGERI 3 SURABAYA , NURILANWAR; GRUMMY WAILANDUW, A.
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebutuhan tenaga kerja dituntut untuk dapat menghasilkan lulusan SMK yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan industri. Melalui Inpres No. 9 Tahun 2016 tentang perlunya pelaksanaan revitalisasi SMK, untuk menjalankan Inpres tersebut dijalankan program teaching factory di SMK. Teaching factory adalah konsep pembelajaran dimana sekolah melaksanakan produksi atau layanan jasa yang merupakan bagian dari proses belajar mengajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur dan mengetahui baik tidaknya pelaksanaan teaching factory ditinjau dari aspek proses pembelajaran & training serta aspek Sumber Daya Manusia (SDM) dan juga untuk mengetahui faktor menghambat dan pendukung pelaksanaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik kuesioner dan wawancara. Kedua instrumen ini digunakan untuk saling melengkapi dan memperkuat data penelitian sehingga didapat data yang benar-benar valid. Data yang didapat, diolah dan dicari nilai rata-rata dari hasil kuesioner dan wawancara. Selanjutnya dari nilai rata-rata tersebut dapat diperoleh Nilai Pencapaian Keberhasilan (NPK) dari pelaksanaan teaching factory dari aspek pola pembelajaran & training serta aspek SDM. Hasil penelitian yang dilakukan di SMKN 3 Surabaya pada program keahlian Teknik permesinan. Dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa kuesioner dengan responden sebanyak 12 guru maka diperoleh hasil bahwa pelaksanaan teaching factory dari aspek pola pembelajaran dan training dikategorikan sesuai dimana diperoleh Nilai Pencapaian Kualitas (NPK) sebesar 16,1 dengan persentase sebesar 74,54 %. Sedangkan dari aspek SDM dikategorikan sangat sesuai, dimana diperoleh hasil Nilai Pencapaian Kualitas (NPK) sebesar 14,4 dengan persentase 80%. Faktor penghambat dalam pelaksanaan teaching factory adalah: a). Pelaksanaan teaching factory belum menerapkan praktik pembelajaran kewirausahaan; b). Tidak didapatkannya kompetensi pengelasan yang didapatkan siswa dalam pembelajaran. Sedangkan faktor pendukungnya adalah: a). Kegiatan pengajar aktif dalam menjalankan program teaching factory; b). Guru memiliki kompetensi yang sejalan dengan pelaksanaan teaching factory; c). Memiliki team work yang baik dalam menjalankan teaching factory. Kata kunci: Evaluasi, Teaching Factory, Faktor Penghambat, Faktor Pendukung.AbstractThe needs of the labor required to produce a quality SMK graduates according to the needs of the industry. Through Presidential Instruction No. 9 of 2016 concerning the need for the implementation of vocational school revitalization, to carry out the Inpres, the factory teaching program was run in Vocational Schools. Teaching factory is the concept of learning in which schools carry out production or services that are part of the process of teaching and learning. The purpose of this study was to measure and determine whether or not the implementation of the teaching factory was reviewed in terms of aspects of the learning process and training as well as aspects of Human Resources (HR) and also to find out the inhibiting factors and supporting implementation. The methods used in this research is descriptive quantitative. The data obtained, processed and searched for the average value of the results of questionnaires and interviews. Both of these instruments are used to complement and strengthen the research data so that the data obtained are completely valid. The data obtained, processed and sought the average value of the results of questionnaires and interviews. Further from the average value can be obtained the value of achievement of success (NPK) from implementation of the teaching factory pattern of learning & training and HR aspects. The results of research conducted at SMKN 3 Surabaya at machining engineering program. By using the method of data collection in the form of a questionnaire with respondents as many as 12 teachers thus obtained the result that implementation of the teaching factory pattern of learning and training are categorized accordingly where the retrieved value to achieving quality (NPK) of 16.1 with the percentage of 74.54%. While the HR aspects of categorized very fit, where the value of achieving quality results obtained (NPK) by 14.4 percentage 80% with. The obstacle factor in the implementation of the teaching factory is: a). Implementation of teaching factory learning-practices apply yet entrepreneurship; b). There is no welding competence obtained by students in learning. While the supporting factors are: a). The teaching activities are active in running the program teaching factory; b). Teachers have a competency in line with the implementation of a teaching factory; c). Have a good team work in running teaching factory. Keywords: Evaluation, Teaching Factory, Factor Restricting, Factor Endowments.
PENGEMBANGAN MODUL TRAINER KONDUKSI UNTUK MENUNJANG PERKULIAHAN PERPINDAHAN PANAS MAHASISWA S1 PENDIDIKAN TEKNIK MESIN UNESA DEWI PUSPITASARI, ALIFIA; MADE ARSANA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Mata kuliah perpindahan panas merupakan mata kuliah pendukung di jurusan teknik mesin namun pembelajaran praktikum yang berlangsung selama ini belum sepenuhnya didukung dengan modul pembelajaran. Tujuan penelitian ini antara lain: (1) Mengetahui validitas modul trainer perpindahan panas konduksi yang dikembangkan berdasarkan validasi dari dosen ahli pada mata kuliah perpindahan panas, (2) mengetahui perbedaan hasil belajar mahasiswa sebelum dan sesudah penerapan modul trainer perpindahan panas konduksi pada mata kuliah perpindahan panas, (3) mengetahui respon mahasiswa terhadap modul trainer perpindahan panas konduksi pada mata kuliah perpindahan panas. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan terhadap perangkat modul yang mengacu pada model pengembangan 4-D Thiagarajan. Pada model pengembangan 4-D ini terdapat 4 tahap yang harus dilakukan peneliti, Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi modul dengan materi modul trainer perpindahan panas konduksi sesuai dengan kompetensi perpindahan panas konduktivitas paksa pada silabus perkuliahan perpindahan panas yang membahas tentang beberapa hal penting yang perlu diketahui agar peserta didik dapat mengetahui definisi perpindahan panas konduksi dengan media pembelajaran yang menunjukkan/memperagakan proses perpindahan panas melalui media penghantar yang dapat mendistribusikan suhu tanpa disertai perpindahan bagian-bagian media tersebut dan data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas modul trainer perpindahan panas konduksi dinyatakan valid dan layak digunakan oleh tiga validator ahli dengan persentase rata-rata sebesar 81%. Hasil belajar mahasiswa mengalami peningkatan dengan rata-rata persentase sebesar 69%. Sedangkan, penerapan modul trainer perpindahan panas konduksi juga memiliki respon positif dari mahasiswa, terbukti dari persentase rata-rata hasil respon mahasiswa sebesar 81% untuk keseluruhan indikator penilaian dengan kategori sangat baik. Kata Kunci: Perpindahan panas konduksi, pengembangan modul trainer.Abstract The course of heat transfer is a supporting course in the mechanical engineering department but the practicum learning that lasted so far has not been fully supported by the learning module.. Aim research this among others: (1) Knowing validity transfer trainermodule hot conduction developed based on validation from lecturer expert on eye lecture displacement heat, (2) knowing difference results learn college student before and after application transfer trainer module hot conduction on eyelecture displacement hot, (3) knowing response college student to transfer trainer module hot conduction on eye lecture displacement hot. Type research this is research development to device module that refers on the Thiagarajan 4-D development model in 4-D model of the development of this there are 4 stages that must be do researchers, Instruments used in research this is sheet validation module with material transfer trainer module hot conduction corresponding with competence displacement hot conductivity forced on syllabus I ectures displacement heat discusses about some important that is necessary known to participants educate could knowing definition displacement hot conduction with learning media that show/demonstrate the transfer process hot through delivery media that can distribute temperature with out accompanied displacement section of the media and data obtained on descriptive. Results research show that validity Transfer trainer module hot conduction declared valid and feasible used by three expert validators with the average percentage of 81%. Results learn college student experience enhancement with an average percentage 69%. Where as application transfer trainer module hot conduction also has response positive from student, proven from average percentage of results response college student of 81% for whole indicator assessment with category very good Keywords: Trainer modul development, conduction heat transfer
ANALISIS PERENCANAAN PERSEDIAAN SPARE PART MOBIL DENGAN METODE ABC (KONSEP 80-20 ) PADA GUDANG SUKU CADANG DI BENGKEL PT. LIEK SATU INVICTA TOYOTA PAMEKASAN AINI, QURROTUL; RIANDADARI, DYAH
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK ANALISIS PERENCANAAN PERSEDIAAN SPARE PARTMOBILDENGAN METODE ABC (KONSEP 80-20 ) PADA GUDANG SUKUCADANG DI BENGKEL PT. LIEK SATU INVICTA TOYOTA PAMEKASAN Nama : Qurrotul Aini NIM : 14050524024 Program Studi : S-1 Pendidikan Teknik Mesin Otomotif Jurusan : Teknik Mesin Fakultas : Teknik Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dyah Riandadari, S.T., M.T. PT. Liek Satu Invicta Toyota Pamekasan merupakan dealer satu-satunya dipulau Madura serta salah satu dealer resmi penjualan produk Toyota di Kota Pamekasan merupakan jaringan jasa penjualan, perawatan, perbaikan dan penyediaan spare part Toyota yang manajemennya dibawah jaringan PT. Toyota Astra Motor. Keberadaan persediaan dalam suatu usaha tidak dapat dihindarkan, hal tersebut dikarenakan persediaan merupakan modal yang berbentuk barang. Persediaan yang terlalu banyak menimbulkan modal yang tertanam terlalu besar, sebaliknya kekurangan persediaan akan mengganggu proses operasional kedua kondisi tersebut memiliki konsekuensi biaya yang besar, oleh karena itu diperlukan manajemen persediaan yang tepat. Untuk mengkondisikan tingkat persediaan yang optimal. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan bantuan analisis kuantitatifyaitu dengan mendeskripsikan data secara sistematis, faktual dan akurat mengenai hasil selama pengolahan data. Metode pengumpulan data menggunakan dua macam metode pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara.Perencanaan persediaan suku cadang yang dilakukan PT. Liek Satu Invicta Toyota Pamekasan dengan metode ABC bertujuan untuk Untuk mengetahui maksimalnya sistem pengendalian persediaan sehingga tidak terjadi kekurangan atau penumpukan barang spare part di gudang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hasil perhitungan Rata-rata MAD dan MSE dengan menggunakan 3 metode permalan, rata-rata untuk semua suku cadang hasil perhitungan kesalahan peramalan terkecil terdapat pada metode Linier dengan hasil peramalan pada suku cadang TGMO Bensin sejumlah 13.680 unit, TGMO Diesel sejumlah 10957 unit, Spark plug sejumlah 640 unit, Oil filter sejumlah2.044 unit, TGGO Gardan sejumlah 1.030 unit, TGGO Transmisi Manual sejumlah 1.250 unit dan Brake Fluid sejumlah 635 unit. Dari hasil perhitungan metode ABC (Konsep 80-20) didapat hasil kebijakan optimal seluruh suku cadang yaitu Analisis ABC yaitu kelompok A dengan item TGMO SYN10W-40SN Bensin dan TGMO SYN10W-40SN Diesel memiliki persen Akumulasi sebanyak 75% atau sejumlah Rp. 668.949.788 dari jumlah total biaya persediaan spare part Rp. 895.010.825., Kelompok B pada item Spark plug,Oil Filter dan TGGO Gardan adalah persen Akumulasi sebanyak 18% atau sejumlah Rp. 161.663.649 dari jumlah total biaya persediaan spare part Rp. 895.010.825. dan kelompok C pada item TGGO Transmisi Manual dan Brake Fluid adalah persen Akumulasi sebanyak 7% atau sejumlah Rp. 64.397.388 dari jumlah total biaya persediaan spare part Rp. 895.010.825. Hasil perhitungan persediaan pengamanan suku cadang TGMOSYN10W-40SN Bensin sebesar 485 unit, Reorder point pada suku cadang TGMOSYN10W-40SN Bensin sebesar 41.525. Untuk persedian maksimal pada TGMOSYN10W-40SN Bensin sebesar 83.051 unit, nilai rata-rata persedian pada suku cadang TGMOSYN10W-40SN Bensin sebesar Rp. 1.767.676.215 dan inventory turnover pada suku cadang TGMOSYN10W-40SN Bensin dilakukan sebanyak 0,2 kali. Kata Kunci: pesediaan, spare part, analisis ABC, Safety Stock, ROP, ITO.ABSTRACT ANALYSIS DESIGN INVENTORY CAR SPARE PART WITH METHODE ABC (CONSEP 80-20 ) ON THE WAREHOUSE PARTS IN WORKSHOP PT. LIEK SATU INVICTA TOYOTA PAMEKASAN Name : Qurrotul Aini NIM : 14050524024 Study Program : Bachelor of Education Mechanical Engineering Concentration : Automotive Department : Mechanical Engineering Faculty : Engineering Instution : Surabaya State University Pembimbing : Dyah Riandadari, S.T., M.T. PT. Liek Satu Invicta Toyota Pamekasan is the only dealer in the island of Madura and one of the authorized dealers selling Toyota products in the City of Pamekasan is a network of sales, maintenance, repair and supply of Toyota spare parts whose management is under the network of PT. Toyota Astra Motor. The availability of inventory in a business cannot be avoided, this is because inventory is capital in the form of goods. Inventories that cause too much embedded capital are too large, whereas a shortage of inventory will disrupt the operational process of both conditions has a large cost consequence, therefore proper inventory management is needed. To condition optimal inventory levels. This research method is descriptive research with the help of quantitative analysis that is by describing the data systematically, factually and accurately about the results during data processing. Data collection method uses two kinds of data collection methods namely observation and interview. Spare parts inventory planning conducted by PT. Liek Satu Invicta Toyota Pamekasan with the ABC method aims to determine the maximum inventory control system so that there is no shortage or accumulation of spare part goods in the warehouse. The results of this study indicate that the results of the calculation of the average MAD and MSE using 3 permalance methods, the average for all spare parts calculated from the smallest forecasting error is the Linear method with the results of forecasting TGMO Gasoline spare parts of 13,680 units, TGMO Diesel a number of 10957 units, Spark plug of 640 units, Oil filter of 2,044 units, TGGO Gardan of 1,030 units, TGGO Transmission Manual totaling 1,250 units and Brake Fluid of 635 units. From the calculation of the ABC method (Concept 80-20) obtained the optimal policy of all spare parts, namely ABC Analysis, namely group A with the TGMO SYN10W-40SN Petrol item and the TGMO SYN10W-40SN Diesel having accumulated percent of 75% or a total of Rp. 668,949,788 of the total cost of spare parts inventory of Rp. 895,010,825., Group B on Spark plug, Oil Filter and TGGO Gardan items are accumulated percent as much as 18% or as much as Rp. 161,663,649 of the total cost of spare parts inventory of Rp. 895,010,825. and group C on the TGGO Manual Transmission and Brake Fluid items are accumulated percent as much as 7% or a total of Rp. 64,397,388 of the total cost of spare parts inventory of Rp. 895,010,825. The results of the inventory calculation for the security of TGMOSYN10W-40SN Gasoline spare parts amounted to 485 units, the Reorder point for TGMOSYN10W-40SN Gasoline spare parts was 41,525. For maximum supply at TGMOSYN10W-40SN Gasoline of 83,051 units, the average value of supplies for TGMOSYN10W-40SN Gasoline spare parts is Rp. 1,767,676,215 and inventory turnover on TGMOSYN10W-40SN Gasoline spare parts was carried out 0.2 times. Keywords: Stock, spare parts, ABC analysis, Safety Stock, ROP, ITO
PENGARUH PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP KUALITAS DAN PRODUKTIVITAS KERJA MEKANIK DI BENGKEL TOYOTA AUTO 2000 HR. MUHAMMAD SURABAYA TAUFIK MAULANA, ALVIN; MADE MULIATNA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENGARUH PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP KUALITAS DAN PRODUKTIVITAS KERJA MEKANIK DI BENGKEL TOYOTA AUTO 2000 HR. MUHAMMAD SURABAYA Nama : Alvin Taufik Maulana NIM : 14050524045 Program Studi : S1 Pendidikan Teknik MesinKonsentrasi : Otomotif Jurusan : Teknik Mesin Fakultas : Teknik Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Drs. I Made Muliatna, M.Kes. Penerapan program keselamatan dan kesehatan kerja merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas kerja mekanik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan keselamatan dan kesehatan kerja terhadap kualitas dan produktivitas kerja mekanik. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Variabel bebas penelitian ini adalah penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. Variabel terikat penelitian ini adalah kualitas dan produktivitas kerja mekanik. Subjek penelitian adalah mekanik di bengkel PT. Toyota Auto 2000 HR. Muhammad Surabaya. Metode yang digunakan adalah metode observasi, metode penilaian kinerja serta metode angket. Penelitian ini dianalisis menggunakan uji hipotesis korelasi product moment dan uji T untuk mengetahui hubungan signifikan. Hasil Penelitian Menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara keselamatan dan kesehatan kerja terhadap kualitas kerja mekanik di bengkel Toyota Auto 2000 HR. Muhammad Surabaya, dengan nilai r hitung 0.762 dan hasil uji t diperoleh 3.72. Hasil perhitungan koefisien determinasi diperoleh 0.5806 atau 58.06%. Terdapat pengaruh antara keselamatan dan kesehatan kerja terhadap produktivitas kerja mekanik di bengkel Toyota Auto 2000 HR. Muhammad Surabaya, dengan nilai r hitung 0.696. dan hasil uji t diperoleh 5.13. Hasil perhitungan koefisien determinasi diperoleh 0.4844 atau sebesar 48.44%. Kata Kunci: Keselamatan Dan Kesehatan kerja, Kualitas Kerja, Produktivitas Kerja, Mekanik. ABSTRACT THE INFLUENCE OF IMPLEMENTATION OCCUPATIONAL HEALT AND SAFETY TO MECHANICS OCCUPATIONAL PRODUCTIVITY AND QUALITY AT TOYOTA AUTO 2000 HR. MUHAMMAD SURABAYA MACHINE SHOP Name : Alvin Taufik Maulana NIM : 14050524045 Courses : Bachelor of Mechanical Engineering Education Concentration : Automotive Department : Mechanical Engineering Faculty : Engineering Institution : Surabaya State University Supervisor : Drs. I Made Muliatna, M.Kes. Implementation of occupational health and safety programs is one way to improve mechanics occupational productivity and quality. The purpose of this research is to know influence implementation occupational health and safety to mechanics occupational productivity and quality. This research is a quantitative descriptive study. The independent variable in this study is occupational health and safety. The dependent variable in this study is mechanics occupational productivity and quality. The subject in this research were mechanics at Toyota Auto 2000 HR. Muhmammad Surabaya workshop. The methods that used in this research observation are observation method, work test method, and questionnaire method. Analize in this research used hipothesis test correlation product moment and T test to know signifikan correlation.. The result of the research showed that there were influence between occupational health and safety to mechanics occupational quality at Toyota Auto 2000 HR. Muhammad Surabaya workshop with count r value 0.762 and T test obtained 3.72. The result of count determination coefficient obtained 0.5086 or 58.06%. There is an influence between occupational health and safety to mechanics occupational productivity at Toyota Auto 2000 HR. Muhammad Surabaya machine shop with count r value 0.696 and T test obtained 5.13. The result of count determination coefficient obtained 0.4844 or 48.44% Keywords : occupational health and safety, occupational quality, occupational productivity, mechanics
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MACROMEDIA FLASH PADA MATA PELAJARAN DASAR TEKNIK MESIN TERHADAP HASIL BELAJAR DAN RESPON SISWA KELAS X PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK PEMESINAN DI SMK NEGERI 1 BLITAR SAIFUL ANAM, MOCHAMMAD; WIYANTO WIBOWO, THEODORUS
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran interaktif macromedia flash terhadap hasil belajar siswa dan respon siswa kelas X program keahlian teknik pemesinan pada mata pelajaran dasar teknik mesin di SMK Negeri 1 Blitar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas, yaitu kelas X TPm 1 sebagai kelas eksperimen dengan berjumlah 36 siswa dan kelas X TPm 3 sebagai kelas kontrol dengan jumlah 36 siswa. Proses pengumpulan data menggunakan metode tes, yaitu pengumpulan data menggunakan tes awal (pre-test) dan tes akhir (post-test) setelah diberi perlakuan (treatment) dan angket respon siswa. Uji validitas instrumen dilakukan dengan menggunakan pendapat validator ahli (expert judgment). Teknik analisis data hasil belajar menggunakan analisis statistik uji-t dengan bantuan SPSS dan data respon siswa dengan analisis prosentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Terdapat pengaruh dengan diterapkan pembelajaran interaktif macromedia flash. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Perbandingan hasil belajar siswa dengan menggunakan media pembelajaran interaktif macromedia flash lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Hal ini dapat dilihat dari uji-t, data hasil belajar siswa yang menunjukan bahwa thitung yaitu sebesar 6,042 > ttabel­ yang hanya sebesar 1,994. Selain itu nilai hasil belajar siswa kelas eksperimen yaitu sebesar 81,39 lebih tinggi dibandingkan nilai hasil belajar siswa kelas kontrol yang hanya sebesar 75,44. (2) Siswa memberikan respon yang positif dengan jumlah prosentase respon keseluruhan sebesar 80,93% masuk ke dalam kategori Baik dengan range (61%-80%). Hasil data tersebut dapat disimpulkan bahwa melalui media pembelajaran interaktif macromedia flash dapat memberikan pengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran dasar teknik mesin dan memberikan respon positif terhadap media pembelajaran tersebut. Kata Kunci: Media Pembelajaran Interaktf Macromedia Flash, Hasil Belajar, Respon Siswa.
PENGEMBANGAN MODUL SYSTEM AIR CONDITIONER (AC) MOBIL UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XII TEKNIK KENDARAAN RINGAN DI SMK KOSGORO 1 BALONGBENDO ISNAINI DHINARSARI, VALIESYA; MADE MULIATNA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENGEMBANGAN MODUL SISTEM AIR CONDITIONER (AC) MOBIL UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XII TEKNIK KENDARAAN RINGAN DI SMK KOSGORO 1 BALONGBENDO Nama : Valiesya Isnaini Dhinarsari NIM : 14050524033 Program Studi : S1 Pendidikan Teknik Mesin Konsentrasi : Otomotif Jurusan : Teknik Mesin Fakultas : Teknik Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Drs. I Made Muliatna, M.Kes. Permasalahan penelitian ini adalah belum tersedianya modul pembelajaran pada mata pelajaran sistem AC Mobil di SMK Kosgoro 1 Balongbendo. Kegiatan belajar mengajar yang berlangsung selama ini adalah menggunakan metode ceramah dengan memanfaatkan alat bantu papan tulis dan siswa hanya mendengarkan dan mencatat materi yang disampaikan oleh guru/pengajar. Akibat dari ketidak tersediaannya modul pembelajaran sistem AC Mobil pada SMK Kosgoro 1 Balongbendo berdampak pada rendahnya pengetahuan dan hasil belajar siswa tentang sistem AC Mobil. Untuk itu peneliti melakukan pengembangan modul Sistem AC Mobil di SMK Kosgoro 1 Balongbendo. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keaktifan dan hasil belajar siswa kelas XII TKR di SMK Kosgoro 1 Balongbendo. Model penelitian yang digunakan adalah model pengembangan 4-D yang dikembangkan oleh S. Thiagarajan, Dorothy S. Semmel dan Melvyn I. Semmel. Model pengembangan 4-D memiliki empat tahapan yang harus dilakukan yaitu Tahap Pendefinisian (Define), Tahap Perencanaan (Design), Tahap Pengembangan (Develop), Tahap Penyebaran (Disseminate). Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas XII TKR SMK Kosgoro 1 Balongbendo. Instrumen yang digunakan untuk mengukur peningkatan hasil belajar siswa berupa test uji coba yang dilakukan pada siswa kelas XII Teknik Kendaraan Ringan SMK Kosgoro 1 Balongbendo dengan memberikan pre-test dan post-test. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil sebagai berikut : hasil validasi tingkat kelayakan modul dari dosen ahli materi sebesar 80%, validasi ahli bahasa sebesar 94% dan validasi ahli desain sebesar 91% rata-rata skor validasi dari semua validator diperoleh prosentase sebesar 88% yang masuk dalam kategori sangat layak. Hasil pre-test siswa mendapat prosentase sebesar 38% dan post-est setelah diberikan modul mendapat rata-rata sebesar 81%. Aktivitas siswa, dari pengamatan yang telah dilakukan oleh 3 pengamat menunjukkan hasil rata-rata skor aktivitas siswa mendapatkan skor 81.7% yang masuk dalam kategori ?Sangat Aktif?. Hasil belajar siswa dari pre-test ke post-test mengalami peningkatan jumlah siswa yang tuntas dalam pembelajaran yaitu pada pre-test jumlah siswa yang mendapatkan nilai diatas KKM sebanyak 0 siswa dengan persentase 0% dan siswa yang belum tuntas sebanyak 23 siswa dengan persentase 100%, sedangkan pada tahap post-test jumlah siswa yang mendapatkan nilai diatas KKM sebanyak 21 siswa dengan persentase 91.3% sedangkan belum tuntas sebanyak 2 siswa dengan persentase sebanyak 8.7%. Kata kunci : pengembangan modul, sistem AC, aktivitas belajar, hasil belajar. ABSTRACT DEVELOPMENT OF CAR CONDITIONER (AC) SYSTEM MODULE TO IMPROVE ACTIVITIES AND RESULTS OF CLASS XII STUDENTS IN LIGHT VEHICLE ENGINEERING IN SMK 1 KOSGORO BALONGBENDO Name : Valiesya Isnaini Dhinarsari NIM : 14050524033Study Program : Bachelor of Mechanical Engineering Education Konsentration : AutomotiveDepartment / Faculty : Mechanical Engineering/Faculty of EngineeringSupervisor : Drs. I Made Muliatna, M.Kes. The problem in this research is unavailability of learning modules on subject of AC car system at SMK Kosgoro 1 Balongbendo. Teaching and learning activities that take place so far is to use lecture method by using the whiteboard aids and students just listen and send the material delivered to the teacher. As a result of the unavailability of learning module of AC car system at SMK Kosgoro 1 Balongbendo have an impact on the low of knowledge and result of student learning about AC car system. For that, the researchers will conduct the development of AC car System module in SMK Kosgoro 1 Balongbendo. The purpose of this research is to know the activity and learning outcomes of students class XII Light Vehicle Engineering SMK Kosgoro 1 Balongbendo. The research model used a 4-D development model developed by S. Thiagarajan, Dorothy S. Semmel and Melvyn I. Semmel. The 4-D development model has four stages to do, namely Define, Design, Development, Disseminate. Subjects in this study were the students of class XII SMK Kosgoro 1 Balongbendo who followed the lesson of the AC car system. Instrument used to measure the improvement of student learning outcomes in the form of test trials conducted on students class XII Light Vehicle Engineering SMK Kosgoro 1 Balongbendo by providing pre-test and post-test. The result from the research that has been done are: validation result of modification level of module from material expert lecturer 80%, material expert validation 94% and material expert validation 94% average validation score from all validator obtained percentage equal to 88% entered in the category is very feasible. The result of the pre-test of students gets the percentage of 38% and post-test after the given module gets an average of 81%. Student activity, from observations that have been carried out by 3 observers shows the results of the average score of student activity get a score of 81.7% which is in the category "Very Active". Student learning outcomes from pre-test to post-test experienced an increase in the number of students who completed learning in the pre-test of the number of students who scored above the KKM as many as 0 students with a percentage of 0% and unfinished students as many as 23 students with a percentage of 100% while in the post-test stage there were 21 students who scored above the KKM as many as 21 students with a percentage of 91.3% while not yet complete as many as 2 students with a percentage of 8.7% Keywords: module development, AC system, learning activity, learning outcomes.
PENGEMBAGAN MEDIA PEMBELAJARAN AUTOMATIC INJECTOR TESTER AND CLEANER PADA MATA PELAJARAN PRAKTIK INJEKSI MOTOR BENSI DI SMK NEGERI 1 JABON SIDOARJO BAKHRUL ILMI, MOHAMMAD; MADE ARSANA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPada saat ini teknologi sistem injeksi bukan lagi hal yang baru bagi semua orang, perkembangan teknologi dalam bidang ini sangat erat kaitanya dengan tenologi terbaru dalam memaksimalkan penggunaan bahan bakar pada engine motor bensin dengan menggunakan input data dari sensor-sensor dan pengaturan secara elektronik. Proses belajar yang masih menggunakan model pembelajaran ceramah tanpa menggunakan media penunjang belajar, sehingga respon siswa terhadap proses pembelajaran menjadi terasa membosankan, hal tersebut berpengaruh terhadap menurunnya semagat dan ketertarikan dalam belajar siswa. Berdasarkan kasus tersebut dikembangkan suatu media dengan menggunakan media pembelajaran Automatic Injector Tester and Cleaner yang mana berdasarkan hasil dari beberapa penelitian dapat meningkatkan keterampilan dan pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan Jenis penelitian ini adalah Research and Deevelopment yang menggunakan dua siklus dengan subjek penelitian siswa kelas XI TKR SMK Negeri 1 Jabon tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 33 siswa. Variabel dalam penelitian ini adalah hasil respon siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket, dan data yang di peroleh kemudian dianalisis secara deskriptif. Tujuan mengetahui validitas dan respon siswa terhadap Pengembangan Media Pembelajaran Automatic Injector Tester and Cleaner Pada Mata Pelajaran Praktik Injeksi Motor Bensin Kelas XI Jurusan TKR SMK Negeri 1 Jabon. Maka trainer automatic injector tester akan mempermudah peserta didik dalam mempelajari dan merawat komponen sistem injeksi. Salah satunya utuk menguji hasil semprotan bahan bakar pada injektor pada trainer sistem injeksi. Dengan trainer ini siswa akan lebih aktif karena dapat melakukan praktik pada trainer tersebut. Dengan demikian peserta didik menjadi tidak jenuh dan lebih mudah dalam memahami materi yang di ajarkan dalam proses belajar mengajar.Kata kunci: media pembelajaran automatic injector tester and cleaner, jobsheet, validitas, responAbstractAt present injection system technology is no longer new to everyone, technology development in this area is very closely related to the latest tenology in maximizing fuel use in petrol engine engines by using data inputs from sensors and electronic settings. The learning process is still using the lecture learning model without the use of learning support media, so the students response to the learning process becomes boring, it affects the downturn and interest in student learning. Based on the case, a media was developed by using the Automatic Injector Tester and Cleaner learning media which based on the results of several studies can improve the students skills and understanding of the material provided. This research type is Research and Development which uses two cycles with the subject of XI TKR SMK Negeri 1 Jabon school year 2018/2019 amounting to 33 students. Variables in this study are the results of student responses. Technique of collecting data that used is observation, questionnaire, and data that get and then analyzed descriptively. The purpose of knowing the validity and response of the student to the Learning Instruction of Automatic Injector Tester and Cleaner Learning In The Class of Gasoline Motor Injection Practice Class XI Department TKR SMK Negeri 1 Jabon. Then the automatic injector tester trainer will facilitate learners in studying and treating injection system components. One of them is to test fuel injection results on injectors on injection system trainers. With this trainer students will be more active because they can practice the trainer. Thus learners become unsaturated and easier to understand the material taught in the teaching and learning process.Keywords: learning media automatic injector tester and cleaner, jobsheet, validity, response
KOMPARASI KARAKTERISTIK BIOETANOL GEL DENGAN PENGENTAL KARBOPOL DAN CARBOXY METHYL CELLULOSE (CMC) SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF HANUN, VIRGINIA; HERU SUTJAHJO, DWI
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komparasi Karakteristik Bioetanol Gel Dengan Pengental Karbopol dan Carboxy Methyl Cellulose (CMC) Sebagai Bahan Bakar Alternatif Virginia Hanun S1 Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya Email: virgniahanun@mhs.unesa.ac.id Dwi Heru Sutjahjo Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya Email: dwiheru@unesa.ac.id Abstrak Menipisnya cadangan bahan bakar minyak khususnya bahan bakar yang tidak dapat diperbarui (unrenewable) dapat dicegah dengan cara melakukan usaha penghematan dan mencari sumber energi alternatif. Bioetanol merupakan produk etanol yang dihasilkan dari bahan baku hayati dan biomassa lainnya yang diproses secara bioteknologi. Mengubah bioetanol cair menjadi bioetanol gel diharapkan selama pembakaran tidak berasap, tidak menimbulkan jelaga, memudahkan dalam pengemasan dan juga pendistribusian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh penambahan prosentase Karbopol dan Carboxy Methyl Cellulose (CMC) yang dihasilkan dan menganalisa nilai ekonominya. Penelitian ini menggunakan metode. Obyek penelitian ini adalah karakteristik bioetanol gel dengan pengental karbopol dan Carboxy Methyl Cellulose (CMC). Penelitian dilakukan melalui tahap persiapan, tahap pembuatan bioetanol gel, tahap pengujian karakteristik bioetanol gel dan analisa. Tahap pengujian menggunakan metode ASTM meliputi nilai kalor (D 240), Titik nyala api (D 92), kadar air (D 6304-07), kadar abu (D 482), kerapatan (D 792-13), Specific Gravity (D 891-09) dan lama nyala api menggunakan Stopwatch. Uji karakteristik bioetanol gel dilakukan dengan masing-masing sampel terdiri dari 100 ml bioetanol, 100ml aquades, serta variasi berat pengental 3 gram, 4, gram, 5 gram, dan 6 gram. Berdasarkan pengujian, bioetanol gel menggunakan pengental Carboxy Methyl Cellulose (CMC) pada sampel 2D menunjukkan nilai hasil uji karakteristik yang lebih baik jika dibandingkan dengan sampel lainnya. Semakin banyak penambahan bahan pengental akan membuat nilai karakteristik bioetanol gel semakin baik. Secara keseluruhan, bioetanol gel dinilai lebih ekonomis daripada bahan bakar paraffin karena selisih harga bioetanol gel dengan paraffin cukup banyak yaitu Rp.9.799/Kg. Kata kunci : Bioetanol gel, Karbopol, Carboxy Methyl Cellulose (CMC), Bahan bakar alternatif, Karakteristik bioetanol gel. Abstract Depletion of the reserves of fuel oil in particular fuel that cannot be updated (unrenewable) can be prevented by means of doing business savings and look for alternative energy sources. Bioetanol is a product of ethanol produced from biological raw materials and other biomass processed in biotechnology. Change liquid into gel bioetanol bioetanol expected during burning smokeless, soot does not cause, facilitate in packaging and distribution as well. This research aims to analyze the influence of the addition of Karbopol and percentage Carboxy Methyl Cellulose (CMC) produced and analyzes its economic value. This research uses the method. The object of the research is characteristic of bioetanol gel thickener with karbopol and Carboxy Methyl Cellulose (CMC). Research is done through the preparation phase, the phase of making bioetanol gel, gel bioetanol characteristics testing phase and analysis. Test method ASTM phase includes a heat value (240 D), flame Point (D 92), moisture content (D 6304-07), the levels of gray (d. 482), density (D 792-13), Specific Gravity (D 891-09) and old flame using a Stopwatch. Test characteristics bioetanol gel is done with each sample consisted of 100 ml aquades 100 ml, bioetanol, as well as variations in weight thickener 3 grams, 4, grams, 5 grams and 6 grams. Based on testing, using gel thickener bioetanol Carboxy Methyl Cellulose (CMC) on 2D sample test result value shows better characteristics when compared to other samples. The more the addition of thickening will make the value of the characteristic bioetanol gel the better. Overall, bioetanol gel rated more economical than paraffin fuel due to price difference bioetanol gel with paraffin quite a lot that is Rp. 9.799/Kg. Keywords: Bioetanol gel, Karbopol, Carboxy Methyl Cellulose (CMC), alternative fuels, bioetanol gel Characteristics. PENDAHULUAN Angka pertambahan penduduk semakin bertambah mengakibatkan semakin menipisnya cadangan bahan bakar minyak khususnya bahan bakar fosil yang merupakan bahan baku untuk bahan bakar minyak, bensin dan beberapa produk kimia lainnya yang tidak dapat diperbarui (unrenewable). Mengingat energi bahan bakar sangatlah mempunyai peranan yang penting dalam kehidupan manusia saat ini, terutama pada sektor rumah tangga, sektor transportasi, dan juga sektor industri. Oleh karena itu, kelangkaan bahan bakar dapat dicegah dengan usaha penghematan energi dan mencari energi alternatif atau energi pengganti lainnya yang bersifat dapat diperbarui. Kebutuhan energi primer dunia diperkirakan akan meningkat cukup tinggi seiring dengan pertumbuhan populasi dan perkembangan ekonomi dunia (World Energy Outlook, 2013. IEA). Pada tahun 2011 kebutuhan energi fosil tercatat sebesar 10.668 juta TOE atau 82% dari total kebutuhan, dan meningkat menjadi sebesar 14.898 juta TOE pada tahun 2035 meskipun pangsanya turun menjadi sebesar 80%. Pada periode tahun 2011 sampai dengan 2035 kebutuhan batubara mengalami peningkatan terbesar dibanding bahan bakar fosil lainnya dan mulai tahun 2020 mengambil alih peran minyak atau terbesar dalam bauran energi primer. Pada tahun 2011 penggunaan batubara sebesar 3.773 juta TOE dan meningkat 44% pada tahun 2035. Bahan bakar minyak masih tetap menjadi bahan bakar yang penting dalam bauran energi primer global, meskipun pangasanya turun dari 31% pada tahun 2011 menjadi 27% pada tahun 2035. Kebutuhan minyak global pada tahun 2011 diperkirakan sebesar 86.7 Mb/d dan meningkat menjadi 101.4 Mb/d pada tahun 2035. Sumber: Dewan Energi Nasional Republik Indonesia. Indonesia memiliki keanekaragaman sumber daya alam yang tinggi yang dapat menghasilkan bioetanol dalam jumlah yang besar. Potensi bioetanol menurut Kementrian ESDM (2012), sumber yang berasal dari bahan bakar nabati yang berasal dari molases dan singkong dengan tingkat produksi hingga 15.5 juta ton atau setara dengan 17.8 juta SBM. Bioetanol merupakan bahan bakar alternatif yang sangat potensial karena sumbernya mudah untuk diperbarui. Menurut Peraturan Menteri ESDM NO.25 Tahun 2013 pengertian bioetanol adalah produk etanol yang dihasilkan dari bahan baku hayati dan biomassa lainnya yang diproses secara bioteknologi. Sedangkan menurut Sutjahjo (2010), bioetanol adalah bahan bakar etanol (C2H5OH) yang diproduksi dari bahan bakar nabati. Bioetanol merupakan suatu cairan bening yang tidak berwarna, apabila digunakan tidak menyebabkan polusi lingkungan, dan apabila dibakar sempurna, bioetanol menghasilkan gas asam arang (CO2) dan air (H2O). Bahan baku untuk produksi bioetanol bisa didapatkan dari berbagai tanaman dan limbah. Pembuatan etanol di Indonesia semakin berkembang sehingga produksi etanol semakin meningkat. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2006 menunjukkan besarnya ekspor bioetanol sebesar 25.590 ton. Berdasarkan data BPS tersebut menunjukkan bioetanol sangat cocok untuk dikembangkan lebih besar lagi. Beberapa kendala yang harus dihadapi apabila kita akan menggunakan untuk kepentingan masyarakat dikarenakan bioetanol hanya diproduksi di daerah tertentu, tidak setiap daerah di Indonesia memproduksinya. Bioetanol cair pada dasarnya cukup beresiko apabila didistribusikan dalam drum, karena bioetanol yang berwujud cair lebih beresiko mudah tumpah dan juga mudah meledak karena sifat bioetanol cair yang volatil. Untuk membuat bioetanol aman digunakan untuk pemakaian dan pendistribusian maka bioetanol cair di rubah menjadi bioetanol gel. Untuk membuat bioetanol gel dibutuhkan kalsium asetat, atau pengental lainnya seperti xanthan gum, karbopol, CMC , EZ-3 polimer dan berbagai material turunan selulosa Tambunan. Bioetanol gel memeliki beberapa kelebihan dibanding bahan bakar padat briket maupun parafin yaitu terbarukan, selama pembakaran tidak berasap, tidak menimbulkan jelaga. Bentuk dari bioetanol gel memudahkan dalam pengemasan dan juga pendistribusian. Menurut Lioyd and Visiage bioetanol gel membantu mengatasi masalah sedikitnya energi sehingga kemudian bisa menjadi alternatif bahan bakar. Bioetanol bila ditinjau dari segi emisi polutan yang dihasilkan sangat rendah sehingga membantu mengatasi permasalahan pada saat kita akan menggunakan untuk memasak. Berdasarkan penelitian sebelumnya yang telah dilakukan Mulyono (2010). "Pembuatan Etanol Gel Sebagai Bahan Bakar Padat Alternatif" menggunakan variasi etanol menunjukkan hasil konsentrasi etanol 70% lebih tinggi apabila dibandingkan dengan konsentrasi etanol 65% yaitu nilai kalor sebesar 82.105 kal/gr, lama nyala api selama 7.4 menit dengan etanol gel 5 gr. Berdasarkana penelitian sebelumnya yang telah dilakukan Ariyani (2013) "Perbandingan Karbopol dan Karboksimetil Sellulosa Sebagai Pengental Pada Pembuatan Bioetanol Gel" dengan konsentrasi bioetanol sebesar 70%, variasi karbopol sebesar 1.5 , 3, 4.5, 6 gram menyimpulkan bahwa semakin tinggi karbopol maka lama nyala api semakin meningkat yaitu pada karbopol tertinggi nilainya 5.28 menit/5gr , sedangkan semakin rendah karbopol maka semakin rendah lama nyala api sebesar 3.6 menit/5gr. METODE Jenis Penelitian Dalam penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, yaitu penelitian dengan cara mencari suatu hubungan sebab akibat antara beberapa faktor yang saling berpengaruh. Eksperimen dalam penelitian ini dilaksanakan di laboratorium dengan kondisi dan peralatan yang disesuaikan guna memperoleh data tentang karakterisasi bioetanol, bioetanol gel dengan pengental karbopol, dan bioetanol gel dengan pengetal Carboxy Methyl Cellulose (CMC). Tempat dan Waktu Penelitian Tempat Penelitian · Pembuatan bioetanol gel dilakukan di Laboratorium Bahan Bakar dan Pelumas jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. · Pengujian flash point, lama nyala api, kerapataan massa dan specific gravity dilakukan di Laboratorium Bahan Bakar dan Pelumas jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. · Pengujian nilai kalor, kadar abu, dan kadar air dilakukan di Laboratorium Motor Bakar jurusan Teknik Mesin Universitas Brawijaya Malang. Objek penelitian Objek yang digunakan dalam penelitian ini adalah bioetanol murni dengan kadar 96%, serta penambahan karbopol dan Carboxy Methyl Cellulose (CMC) sebagai pengental bioetanol. Variabel Penelitian Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya Sugiono (2010). Variabel- variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: · Variabel kontrol Variabel kontrol adalah variabel yang digunakan untuk mengendalikan variabel yang lain. Variabel kontrol dalam penelitian pembuatan bioetanol gel adalah: · Bioetanol dengan kadar 96%. · Proses pembuatan bioetanol gel memakai temperatur + 27ºC. · Kecepatan pengadukan 1000 rpm dengan waktu 25 menit. · Variabel terikat Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi. Dalam penelitian ini variabel terikatnya yaitu nilai kalor (heating value), kadar air (moisture content), kerapatan, Spesific Gravity, kadar abu (ash content), titik nyala (flash point), dan lama nyala api. · Variabel bebas Variabel bebas adalah variabel yang mendahului atau variabel penyebab. Variabel bebas dalam penelitian pembuatan bioetanol gel adalah karbopol untuk sampel 1 dan Carboxyl Methyl Cellulose (CMC) untuk sampel 2 dengan takaran dan jumlah yang divariasi sebagai berikut: Tabel 1. Variabel Bioetanol sampel 1 No Bahan Variabel 1A 1B 1C 1D 1 Bioetanol 96% (ml) 100 100 100 100 2 Aquades (ml) 100 100 100 100 3 Karbopol (gr) 3 4 5 6 Tabel 2 Variabel Bioetanol sampel 2 No Bahan Variabel 2A 2B 2C 2D 1 Bioetanol 96% (ml) 100 100 100 100 2 Aquades (ml) 100 100 100 100 3 CMC (gr) 3 4 5 6 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Data hasil penelitian yang disajikan merupakan nilai dari hasil pengujian pada masing-masing sampel. Hasil peneitian ini meliputi pengujian diantaranya nilai kalor, titik nyala api, lama nyala api, kadar air, kadar abu, kerapatan massa, dan spesific gravity. Data dan hasil Analisis penelitian disajikan dalam tabel dan grafik. Tabel 3. Data hasil pengujian karakteristik bioetanol gel. Sehingga dari semua pengujian dapat diketahui bahwa penambahan variasi berat pengental maupun jenis pengental dapat mempengaruhi nilai karakteristik bahan bakar bioetanol gel. Hasil dan Pembahasan · Nilai Kalor Pengujian nilai kalor perlu diketahui dalam pembuatan bioetanol gel, karena untuk mengetahui nilai panas pembakaran yang dihasilkan oleh bioetanol gel tersebut. Semakin tinggi nilai kalor yang dihasilkan oleh bahan bakar tersebut, maka akan semakin baik pula kualitasnya. Gambar 1. Grafik Nilai Kalor Bioetanol Gel. Berdasarkan gambar 1 menunjukkan bahwa nilai kalor dari bioetanol gel Carboxy Methyl Cellulose (CMC) lebih tinggi daripada bioetanol gel dengan pengental karbopol secara keseluruhan. Nilai kalor yang paling optimum yaitu sebesar 5232 kal/gr dengan komposisi bahan pengental Carboy Methyl Cellulose (CMC) sebesar 6 gram, 100 ml bioetanol dan 100 ml aquades. · Titik Nyala Api Titik nyala api merupakan temperatur terendah dari suatu bahan bakar untuk dapat diubah bentuk menjadi uap dan akan menyala (terbakar sekejap) bila terpapar busi pijar atau panas api. Pada dasarnya pengujian ini digunakan untuk keamanan, untuk mengetahui sampai suhu berapakah orang dapat bekerja dengan aman tanpa adanya bahaya kebakaran. Gambar 2. Grafik Titik Nyala Api Bioetanol Gel. Berdasarkan gambar 2 menunjukkan bahwa, semakin tinggi komposisi bahan pengental pada bioetanol gel maka titik nyala api semakin tinggi. Tingginya titik nyala api depengaruhi oleh adanya bahan pengental yang mengikat oksigen sehingga bahan bakar tidak mudah terbakar pada suhu rendah. · Lama Nyala Api Lama nyala api merupakan perhitungan waktu dari bahan bakar bioetanol gel menyala dalam sekejap saat pengujian titik nyala api. Pengujian ini mengambil 5 gram bioetanol gel dari setiap sampel, secara grafis hasil pengujian lama nyala api adalah sebagai berikut: Gambar 3. Grafik Lama Nyala Api Bioetanol Gel. Lamanya nyala api pada bioetanol gel dipengaruhi oleh banyaknya bahan pengental karbopol maupun Carboxy Methyl Cellulose (CMC) yang dicampur dengan aquades dan bioetanol. Semakin banyak bahan pengentalnya maka lama nyala api semakin berkurang. · Kadar Air Kadar air (moisture content) bahan bakar merupakan jumlah air yang terdapat pada bahan bakar, dinyatakan sebagai presentase berat material. Berat tersebut dapat disebut sebagai berat basah dan juga berat kering. Jika kadar air ditentukan atas dasar basah, berat air dinyatakan sebagai presentase dari jumlah berat air, abu, dan bebas dari abu dalam keadaan kering. Secara grafis hasil pengujian kadar air pada bioetanol gel adalah sebagai berikut: Gambar 4. Grafik Kadar Air Bioetanol Gel. Berdasarkan gambar 4 menunjukkan bahwa secara kesuluruhan, kadar air pada bioetanol gel dengan pengental Carboxy Methyl Cellulose (CMC) lebih tinggi daripada bioetanol gel dengan pengental karbopol. Kadar air tertinggi yaitu 74% pada sampel 2A dengan komposisi Carboxy Methyl Cellulose (CMC) 3 gr, bioetanol 100 ml dan aquades 100 ml sedangkan kadar air terendah yaitu 65% pada sampel 1D dengan komposisi karbopol 3 gr, bioetanol 100 ml dan aquades 100 ml. · Kadar Abu Kadar abu merupakan bagian dari sisa pembakaran yang sudah tidak memiliki unsur karbon. Semakin tinggi kadar abu maka semakin rendah kualitas bioetanol gel karena semakin tinggi kadar abu dapat menurunkan nilai kalor suatu bahan bakar. Gambar 5. Grafik Kadar Abu Bioetanol Gel. Berdasarkan gambar 5 nilai kadar abu pada pengujian bioetanol gel secara keseluruhan menunjukkan bahwa bioetaol gel dengan pengental karbopol memiliki kadar abu yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan nilai kadar abu pada bioetanol gel dengan pengental Carboxy Methyl Cellulose (CMC). · Densitas Densitas merupakan suatu besaran yang dinyatakan sebagai perbandingan massa dengan volume suatu benda. Kerapatan mempengaruhi nilai bakar suatu bahan bakar seperti bioetanol gel. Besar kecilnya nilai kerapatan dipengaruhi oleh ukuran dan keseragaman ukuran partikel. Hasil pengujian kerapatan massa pada bioetanol gel dapat dilihat pada gambar 4.6 sebagai berikut: Gambar 6. Grafik Densitas Bioetanol Gel. Berdasarkan gambar 6 nilai kerapatan jenis secara keseluruhan bioetanol gel dengan pengental Carboxy Methyl Cellulose (CMC) lebih tinggi jika dibandingkan dengan bioetanol gel dengan pengental karbopol. · Specific Gravity Specific Gravity merupakan sebuah perbandingan atau rasio antara kerapatan massa suatu substansi dengan kerapatan massa substansi standar Gambar 7. Grafik Specific Gravity Bioetanol Gel. Berdasarkan gambar 7, menunjukkan grafik spesific gravity dengan hasil perhitungan dimana kerapatan massa telah diketahui dari grafik gambar 4.6 dan 1000 kg/m³ sebagai pembaginya. Hasil perhitungan specific gravity diatas sudah memenuhi syarat yaitu dibawah 1. PENUTUP Kesimpulan Dari hasil penelitian, pengujian, dan analisa bioetanol gel dengan pengental karbopol dan Carboxy Methyl Cellulose (CMC) dapat diambil simpulan sebagai berikut: · Pengaruh penambahan berat (gram) karbopol yang terdapat pada kualitas bioetanol gel yang terbaik yaitu pada penambahan karbopol sebesar 6 gram dimana didalam pengujian memiliki nilai kalor sebesar 4137,776 kal/gr, titik nyala api pada suhu 84°C, nyala api selama pembakaran selama 190 detik, kadar air sebesar 65%, memiliki nilai kadar abu sebesar ,6%, nilai densitas sebesar 945 kg/m3 dan yang terkahir memiliki nilai specific gravity sebesar 0,945. Semakin banyak penambahan karbopol maka semakin baik pula kualitas pembakaran bioetanol gel yang dihasilkan. · Pengaruh penambahan berat (gram) Carboxy Methyl Cellulose (CMC) terhadapat kualitas bioetanol gel yang terbaik yaitu pada penambahan Carboxy Methyl Cellulose (CMC) sebesar 6 gram dimana didalam pengujian memiliki nilai hasil sebesar 5232,721 kal/gr yang terdapat pada nilai kalor, titik nyala api baru terbakar pada suhu 85°C, nyala api selama pembakaran selama 185 detik, kadar air sebesar 68%, memiliki nilai kadar abu sebesar 12,4%, nilai densitas menghasilkan nilai sebesar 945 kg/m3 dan yang terkahir memiliki nilai specific gravity sebesar 0,945. Semakin banyak penambahan Carboxy Methyl Cellulose (CMC) maka semakin baik pula kualitas pembakaran bioetanol gel yang dihasilkan. · Berdasarkan uji karakteristik dan perhitungan biaya produksi bioetanol gel dengan pengental karbopol dan Carboxy Methyl Cellulose (CMC), menunjukkan bahwa bioetanol Gel dengan pengental Carboxy Methyl Cellulose (CMC) pada sampel 2D dinilai layak jika dibandingkan dengan bahan bakar pada paraffin karena mempunyai nilai karakteristik terbaik yaitu nilai kalor sebesar 5232.721 kal/gr, titik nyala api 85°C, lama nyala api 185 detik, kadar air 68%, kadar abu 12.4%, densitas 945 kg/m³ dan specific gravity 0.945 serta biaya produksi sebesar Rp.23.815/Liter atau Rp. 25.201/Kg sedangkan harga paraffin dipasaran cukup mahal yaitu Rp. 35.000/Kg. Bioetanol gel dinilai lebih ekonomis daripada bahan bakar paraffin karena selisih harga bioetanol gel dengan paraffin cukup banyak yaitu Rp.9.799/Kg. · Bioetanol gel mempunyai kelebihan jika dibandingkan dengan bahan bakar lainnya yaitu tidak mudah terbakar, tidak berjelaga, tidak menimbulkan asap dan praktis karena bentuknya berupa gel mudah dibawa. SARAN Saran yang dapat peneliti sampaikan adalah sebagai berikut: · Perlu diadakan peelitian lagi mengenai bioetanol gel dengan menggunakan bahan pengental lainnya untuk mengetahui bahan pengental manakah yan terbaik untuk meningkatkan kualitas bioetanol gel. · Perlu adanya penambahan parameter pengujian untuk mengetahui karakteristik bahan bakar gel lebih detail. DAFTAR PUSTAKA Anonim. 2004. Annual Book Of ASTM Standards. Gaseous Fuels; Coal and Coke Vol. 05.06 No. D1070-03 - D6883-04 Ariyani, Sukma Budi dan Nana Supriyatna. 2013. Perbandingan Karbopol dan Karboksimetil Selulosa Sebagai Pengental Pada Pembuatan Bioetanol Gel. Pontianak: Jurnal Biopropal Industri Vol 4 No 2, 59-64 Dewan Energi Nasional Republik Indonesia. 2014. Outlook Energi Indonesia. Jakarta: Kementrian ESDM. Direktorat Bioenergi Dirjen EBTK Kementrian ESDM, 2013. Standar dan Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Nabati (Biofuel) Jenis Bioetanol, Jakarta: Direktorat Jendral EBTK Kementrian ESDM. 2012. Kajian Supply Demand Energy. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral Kementrian ESDM. Keputusan Dirjen Minyak dan Gas Bumi. 2008. Keputusan Dirjen Minyak dan Gas Bumi No: 23204.K/10/DJM.S/2008.Jakarta: Kementrian ESDM Lioyd, P.J.D and Visagie, E.M. A comparison of gel fuels with alternative cooking fuels. South Africa: Vol 18 No 3 pp. 26-31 Mulyono. 2010. Pembuatan ethanol gel sebagai bahan bakar padat alternatif. Surakarta: Skripsi Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Permen ESDM. 2008. Permen ESDM No.32/2008. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral Kementrian ESDM. Perry, Robert H. 1984. Perry?s Chemical Engineering Handbook. Singapura: McGraw-Hill Sugiono. 2010. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: AlfaBeta Sutjahjo, Dwi Heru. 2007. Diktat Kuliah Bahan Bakar dan Teknik Pembakaran, Universitas Negeri Surabaya. Tambunan, L. A. 2008. Bioetanol Antitumpah. Trubus. 2008. Vol XXXIX.pp.24-25.