cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
  • jurnal-pendidikan-teknik-mesin
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 372 Documents
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN TRAINER SISTEM PENGAPIAN PADA SISWA KELAS XI TEKNIK KENDARAAN RINGAN DI SMK NEGERI 1 JABON SIDOARJO BAYU PRASMADI, IRHAM; , MUHAJI
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakLatar belakang dalam penelitian ini adalah belum tersedianya modul pembelajaran yang baik, diukur melalui tingkat kevalidan dan kepraktisan, selain itu metode pembelajaran yang diterapkan masih bersifat konvensional dimana dalam penerapannya metode tersebut dianggap kurang mampu untuk membantu peserta didik menguasai kompetensi sesuai dengan yang diharapkan. Tujuan penelitian ini antara lain: (1) mengetahui validitas modul, (2) mengetahui respon siswa terhadap modul dan (3) untuk mengetahui hasil belajar siswa pada mata pelajaran kelistrikan kendaraan ringan pada kompetensi dasar memelihara sistem pengapian konvensional. Jenis penelitian ini menggunakan model pengembangan Dick and Carey dengan sepuluh tahap pengembangan. Penelitian dan pelaksanaan dilakukan di SMK Negeri 1 Jabon. Subjek yang diambil dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI TKR SMK Negeri 1 Jabon Sidoarjo dengan jumlah 34 siswa yang di bagi menjadi dua kelompok yakni 17 siswa menjadi kelompok eksperimen dan 17 siswa menjadi kelompok kontrol. Metode pemilihan sampel dilakukan secara acak dengan sistem undian. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Instrumen yang digunakan untuk mengukur nilai kevalidan dan kepraktisan modul adalah menggunakan angket pada dosen ahli materi, ahli bahasa, ahli desain, dan siswa pengguna modul dengan skala Likert 4 serta dilakukan uji-t untuk mengetahui hasil belajar antara nilai rata-rata pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh: (1) modul ini valid dengan penilaian dari ahli materi 76,13%, desain 76,60%, bahasa 84,72%. (2) Hasil respon siswa yaitu 83,08%. (3) Perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol karena hasil t_hitung> t_tabel dengan taraf signifikan 0,05 (6,54>2,03). Hal ini berarti proses belajar mengajar dengan menggunakan modul lebih baik dan efektif dalam pembelajaraKata Kunci: pengembangan modul, respon siswa, hasil belajar AbstractThe problem of this research is the unavailability of good learning modules, measured by the level of validity and practicality, in addition to the method applied learning which is still conventional in its application of the method is considered less able to help learners master the competencies as expected. The purpose of this study include: (1) determine the validity of the module, (2) study the response of the students, and (3) to assess student learning outcomes in subjects electrical light vehicles on the basis of competence maintain conventional ignition system. This research uses Dick and Carey model of development with ten stages of development. Research and implementation is done in SMK Negeri 1 Jabon. Subjects were taken in this study is a class XI student of SMK TKR 1 Jabon Sidoarjo by the number of 34 students were divided into two groups of 17 students into the experimental group and 17 students to a control group. Methods of sample selection is done randomly by lottery system.Analysis of the data used is descriptive quantitative analysis, The instrument used to measure the value of the validity and practicality of the module is using a questionnaire on faculty subject matter experts, linguists, expert design, and student users module with a Likert scale of 4 and do the t-test to determine learning outcomes between the average value of the pre-test and post-test. Based on the results of research on get: (1) This module is valid with the assessment of materials experts 76,13%, 76,60% designs, languages 84,72%. (2) Results of student response that is 83.08%. (3) The difference in learning outcomes between the experimental class and control class for resultst_hitung> t_tabel with significance level of 0.05 (6,54> 2,03).This means that the learning process by using the module better and more effective in learningKeywords: module development, student activities, learning outcomes.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN TRAINER SISTEM PENGAPIAN PADA SISWA KELAS XI TEKNIK KENDARAAN RINGAN DI SMK NEGERI 1 JABON SIDOARJO BAYU PRASMADI, IRHAM; , MUHAJI
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakLatar belakang dalam penelitian ini adalah belum tersedianya modul pembelajaran yang baik, diukur melalui tingkat kevalidan dan kepraktisan, selain itu metode pembelajaran yang diterapkan masih bersifat konvensional dimana dalam penerapannya metode tersebut dianggap kurang mampu untuk membantu peserta didik menguasai kompetensi sesuai dengan yang diharapkan. Tujuan penelitian ini antara lain: (1) mengetahui validitas modul, (2) mengetahui respon siswa terhadap modul dan (3) untuk mengetahui hasil belajar siswa pada mata pelajaran kelistrikan kendaraan ringan pada kompetensi dasar memelihara sistem pengapian konvensional. Jenis penelitian ini menggunakan model pengembangan Dick and Carey dengan sepuluh tahap pengembangan. Penelitian dan pelaksanaan dilakukan di SMK Negeri 1 Jabon. Subjek yang diambil dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI TKR SMK Negeri 1 Jabon Sidoarjo dengan jumlah 34 siswa yang di bagi menjadi dua kelompok yakni 17 siswa menjadi kelompok eksperimen dan 17 siswa menjadi kelompok kontrol. Metode pemilihan sampel dilakukan secara acak dengan sistem undian. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Instrumen yang digunakan untuk mengukur nilai kevalidan dan kepraktisan modul adalah menggunakan angket pada dosen ahli materi, ahli bahasa, ahli desain, dan siswa pengguna modul dengan skala Likert 4 serta dilakukan uji-t untuk mengetahui hasil belajar antara nilai rata-rata pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh: (1) modul ini valid dengan penilaian dari ahli materi 76,13%, desain 76,60%, bahasa 84,72%. (2) Hasil respon siswa yaitu 83,08%. (3) Perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol karena hasil t_hitung> t_tabel dengan taraf signifikan 0,05 (6,54>2,03). Hal ini berarti proses belajar mengajar dengan menggunakan modul lebih baik dan efektif dalam pembelajaraKata Kunci: pengembangan modul, respon siswa, hasil belajar AbstractThe problem of this research is the unavailability of good learning modules, measured by the level of validity and practicality, in addition to the method applied learning which is still conventional in its application of the method is considered less able to help learners master the competencies as expected. The purpose of this study include: (1) determine the validity of the module, (2) study the response of the students, and (3) to assess student learning outcomes in subjects electrical light vehicles on the basis of competence maintain conventional ignition system. This research uses Dick and Carey model of development with ten stages of development. Research and implementation is done in SMK Negeri 1 Jabon. Subjects were taken in this study is a class XI student of SMK TKR 1 Jabon Sidoarjo by the number of 34 students were divided into two groups of 17 students into the experimental group and 17 students to a control group. Methods of sample selection is done randomly by lottery system.Analysis of the data used is descriptive quantitative analysis, The instrument used to measure the value of the validity and practicality of the module is using a questionnaire on faculty subject matter experts, linguists, expert design, and student users module with a Likert scale of 4 and do the t-test to determine learning outcomes between the average value of the pre-test and post-test. Based on the results of research on get: (1) This module is valid with the assessment of materials experts 76,13%, 76,60% designs, languages 84,72%. (2) Results of student response that is 83.08%. (3) The difference in learning outcomes between the experimental class and control class for resultst_hitung> t_tabel with significance level of 0.05 (6,54> 2,03).This means that the learning process by using the module better and more effective in learningKeywords: module development, student activities, learning outcomes.
STUDY ANALISIS KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DALAM IDENTIFIKASI BAHAYA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA PADA REPARASI MOBIL DI BENGKEL HYUNDAI WIYUNG SURABAYA ANGGAR SAFITRI, GEMA; MADE MULIATNA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK STUDY ANALISIS KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DALAM IDENTIFIKASI BAHAYA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA PADA REPARASI MOBIL DI BENGKEL HYUNDAI WIYUNG SURABAYA Nama : Gema Anggar Safitri NIM : 15050524014 Program Studi : S-1 Pendidikan Teknik Mesin Jurusan : Teknik Mesin Fakultas : Teknik Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Dosen Pembimbing : Drs. I Made Muliatna, M.Kes. Bengkel mobil Hyundai Surabaya merupakan salah satu produsen mobil terbesar di Korea yang bergerak dalam bidang penjualan mobil maupun spare part dan service kendaraan yang tersebar diwilayah Indonesia salah satunya di daerah Surabaya. K3 yang diterapkan maupun fasilitas yang ada di dalam perusahaan khususnya di dalam bengkel sangat kurang. Hal itu bisa dinyatakan bahwa simbol K3 yang ada di bengkel tidak ada, simbol-simbol APD maupun simbol-simbol dalam K3 sangat kurang, yang ada hanya simbol dilarang merokok dan selain pekerja dilarang masuk. Sehingga dengan demikian potensi bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja pada bengkel Hyundai bisa terjadi dan bisa saja berasal dari kegiatan ataupun aktivitas kerja dalam pelaksanaan kerja bengkel, selain itu bisa disebabkan karena kurangnya komitmen antara perusahaan, pekerja, maupun kondisi lingkungan. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan mengumpulkan informasi atau data yang kemudian dilakukan penilaian untuk menentukan tingkat bahaya yang ada. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan metode job safety analysis dan risk assessment, yaitu mengidentifikasi bahaya, menentukan resiko, serta evaluasi resiko dengan cara perkalian nilai severity dan likelihood. Hasil yang diinginkan dari penelitian ini yaitu agar bahaya di area kerja bisa berkurang, para pekerja tidak menyepelekan bahaya yang terjadi di area kerja walaupun bahaya kecil, pekerja selalu menggunakan alat pelindung diri sebagai pencegahan kecelakaan kerja, dapat menerapkan standart operasional prosedure, sehingga kecelakaan kerja yang timbul bisa berkurang. Kata kunci : job safety analisys, Keselamatan dan kesehatan kerja, kecelakaan kerja, bahaya.
PENGARUH KELAYAKAN PERALATAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP KEBIASAAN MENGGUNAKAN PERALATAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI BENGKEL OTOMOTIF SMK NEGERI 1 PUNGGING MOJOKERTO CHOIRUN NIDZOMI, FAJAR; RIANDADARI, DYAH
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak SMKN 1 Pungging Mojokerto merupakan sekolah menengah kejuruan yang memiliki berbagai macam jurusan atau program keahlian, salah satunya yaitu program keahlian Teknik Kendaraan Ringan (TKR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kelayakan peralatan keselamatan dan kesehatan kerja terhadap kebiasaan menggunakan peralatan keselamatan dan kesehatan kerja di bengkel Otomotif SMK Negeri 1 Pungging. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kelayakan peralatan dan kesehatan kerja terhadap kebiasaan menggunakan peralatan dan kesehatan kerja di bengkel otomotif SMKN 1 Pungging Mojokerto. Dalam melakukan perhitungan-perhitungan statistik, peneliti akan dibantu dengan menggunakan aplikasi SPSS. Kelayakan peralatan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam kategori sangat baik dengan persentase 21,67%, kategori baik dengan persentase 21,67%, kategori cukup dengan persentase 26,66 %,kategori kurang baik dengan persentase 13,34 % dan dalam kategori tidak baik dengan persentase 16,66 %. Kebiasaan menggunakan peralatan kesehatan kerja dalam kategori sangat baik dengan persentase 8,33%,kategori baik dengan persentase 40,00% ,kategori cukup dengan persentase 26,66 % ,kategori kurang baik dengan persentase 20,00 % dan kategori tidak baik dengan persentase 8,33 % Hasil penelitian ini mempunyai pengaruh yang signifikan dengan persamaan garis regresi Y= 17,646+0,316.X dan nilai rxy sebesar 0,461 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif. Kata kunci: persepsi siswa, keselamatan dan kesehatan kerja, kebiasaan menggunakan peralatan K3
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN MACH 3 TURN PADA PEMROGRAMAN MESIN CNC BERDASARKAN DESAIN CAD DI SMK NEGERI 12 SURABAYA AHMAD SAPUTRA, FANDY; YASA UTAMA, FIRMAN
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan sarana pembelajaran menjadi kendala dalam proses pembelajaran mesin CNC di SMK Negeri 12 Surabaya. Hal ini membuat siswa kesulitan dalam memahami materi ajar sehingga hasil belajar rendah. Pembelajaran mesin CNC yang masih menggunakan program CNC TU tidak relevan dengan kebutuhan di industri. Solusi bagi permasalahan tersebut adalah dengan memanfaatkan perangkat lunak berbasis komputer. Mach 3 Turn bisa menjadi media pembelajaran yang cocok dan relevan dengan kebutuhan di industri. Mach 3 Turn telah menerapkan program untuk mesin CNC PU. Mach 3 Turn dapat digunakan untuk mengaplikasikan program yang dibuat dalam bentuk tampilan yang interaktif dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon siswa terhadap Mach 3 Turn dan hasil belajar siswa. Desain penelitian menggunakan One Group Pre-test Post-test Design. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner respon siswa dan tes. Hasil penelitian diperoleh rata-rata nilai pretest sebesar 64,72 dan rata-rata nilai posttest tertulis sebesar 78,38 serta rata-rata nilai posttest Mach 3 Turn sebesar 76,90. Analisis data hasil uji t berpasangan diperoleh nilai t hitung -7,376 < -2,048 sehingga terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar siswa antara sebelum dan sesudah menerapkan media Mach 3 Turn. Analisis respon siswa terhadap Mach 3 Turn sebesar 85,23%. Hasil ini menunjukkan bahwa respon siswa terhadap Mach 3 Turn sangat positif. Kata Kunci : Mach 3 Turn, pemrograman mesin CNC.
PENGARUH PERSEPSI SISWA TENTANG KELAYAKAN BENGKEL DAN TINGKAT PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP HASIL BELAJAR PRAKTIK PEMELIHARAAN CHASSIS YUDI PUTRA, PANDU; SUWITO, DJOKO
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSMK PSM 2 Takeran Magetan merupakan sekolah menengah kejuruan yang memiliki berbagai macam program keahlian, salah satunya yaitu program keahlian Teknik Kendaraan Ringan (TKR). Program Keahlian TKR membekali peserta didik dengan keterampilan melalui pembelajaran praktik. Keberhasilan dalam proses pembelajaran praktik tentunya diperlukan sarana dan prasarana yang memadai dan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang sesuai prosedur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi siswa tentang kelayakan bengkel dan tingkat penerapan K3 terhadap hasil belajar praktik chassis sub bahasan sistem kemudi siswa kelas XII TKR SMK 2 PSM Takeran. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional serta regresi linier ganda. Teknik sampling yang digunakan pada penelitin ini yaitu sensus, dalam penelitian ini terdapat dua instrumen yaitu instrumen hasil belajar praktik perawatan chasis sub bahasan sistem kemudi berupa soal tes dan instrumen persepsi siswa tentang kelayakan bengkel dan tingkat penerapan K3 yang berupa angket yang sudah divalidasi oleh expert judgement dan diuji validitas butir-butis instrumennya. Dalam melakukan perhitungan-perhitungan statistik, peneliti akan dibantu dengan menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian ini adalah (1) Persepsi siswa tentang kelayakan bengkel mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar praktik pemeliharaan chassis sub bahasan sistem kemudi siswa kelas XII TKR SMK PSM 2 Takeran (2) Persepsi siswa tentang tingkat penerapan K3 mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar praktik pemeliharaan chassis sub bahasan sistem kemudi siswa kelas XII TKR SMK PSM 2 Takeran, (3) Persepsi siswa tentang kelayakan bengkel dan tingkat penerapan K3 mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar praktik chassis sub bahasan sistem kemudi siswa kelas XII TKR SMK PSM 2 Takeran. Kata kunci : persepsi siswa, kelayakan bengkel, keselamatan dan kesehatan kerja, hasil belajar
PENERAPAN MODEL MARKET PLACE ACTIVITY (MPA) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN ABAD 21 DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI DASAR OTOMOTIF KELAS X TKR 1 SMK NEGERI 1 KEDIR Baidowi, Achmad; , DEWANTO
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil refleksi yang didapat peneliti selama kegiatan PPP berlangsung di SMKN 1 Kediri, saat proses belajar mengajar kurang lebih sebanyak 50% siswa yang kurang dalam keterampilan kolaborasi dan keterampilan komunikasi sehingga penguasaan materi baik secara kelompok atau individu yang telah diberikan oleh guru kurang diterima dengan maksimal. Sedangkan di pembelajaran abad 21 sekarang ini dibutuhkan keterampilan yang memiliki ciri yang disebut sebagai 4C, yaitu: Communication, collaboration, critical thinking and problem solving, creativity and innovation. Kembali pada tujuan peneliti yang diharapkan mampu menerapkan model pembelajaran MPA sehingga keterampilan komunikasi, kolaborasi dan hasil belajar setelah kegiatan belajar mengajar dapat meningkat.Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dimana teknik analisis datanya bersifat sikluistis. Data dikumpulkan dengan menggunakan Teknik observasi, angket dan tes. Teknik analisis data digunakan untuk mengolah data menjadi suatu bentuk yang mudah dibaca dan diinterpresentasikan dalam pengolahan data. Analisis hasil belajar untuk mengetahui ketuntasan klasikal dan idividual, analisis observasi dan angket dianalisis menggunakan rumus persentase hasil obsrvasi atau angket dan analisis keterlaksaan pembelajaran dianalisis dengan menggunakan rumus keterlaksanaan pembelajaran. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X TKR 1 sebanyak 34 orang, dengan jenis kelamin laki-laki semuanya.Hasil yang dicapai dari penelitian ini adalah: 1) Keterlaksanaan model pembelajaran market place activity terlaksana sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran pada RPP. 2) Penerapan model market place activity dapat meningkatkan keterampilan komunikasi siswa pada mata pelajaran teknologi dasar otomotif. 3) Penerapan model market place activity dapat meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa pada mata pelajaran teknologi dasar otomotif. 4) Penerapan model market place activity dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran teknologi dasar otomotif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model Market Place Activity dapat meningkatkan keterampilan belajar abad 21 sehingga hasil belajar siswa kelas X TKR 1 SMK Negeri 1 Kediri juga mengalami peningkatan
PENERAPAN MATERIAL REQUIREMENTS PLANNING (MRP) DALAM PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PRODUK MULTI – PLY CONVEYOR BELT CONSTRUCTION DI PT. KARET NGAGEL SURABAYA WIRA JATIM DADANG FIRMANSYAH, MOCHAMMAD; RIANDADARI, DYAH
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan semakin berkembangnya dunia industri sekarang ini, perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur mempunyai persaingan yang ketat dalam memproduksi produk-produk yang bermutu dengan harga jual yang murah. Dari pengamatan dan observasi di PT. Karet Ngagel Surabaya Wira Jatim, penentuan persediaan bahan baku di perusahaan yang selama ini tidak berdasarkan metode-metode yang sudah baku, melainkan berdasarkan pada pengalaman-pengalaman sebelumnya. Untuk membantu memecahkan permasalahan di atas, khususnya masalah perencanaan kebutuhan bahan baku, telah dikembangkan system Material Requirements Planning (MRP). MRP adalah penggunaan teknik lot sizing yang tepat. Lot sizing merupakan penentuan ukuran lot pengadaan material yang dimaksud. Dengan menerapkan sistem tersebut diharapkan pemenuhan kebutuhan bahan baku dapat dilakukan secara tepat, dan dapat ditetapkan seoptimal mungkin.Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada bab sebelumnya, dapat diambil simpulan bahwa peramalan permintaan bahan baku Multi ? Ply Conveyor Belt Construction di PT. Karet Ngagel Surabaya Wira Jatim pada 1 (satu) periode kedepan mulai bulan Mei tahun 2019 ? bulan April 2020 menggunakan teknik Moving Average (MA) dan didapatkan permintaan pada bulan Mei tahun 2019 sebesar 5.215 m2 , bulan Juni tahun 2019 sebesar 5.188 m2 , bulan Juli tahun 2019 sebesar 4.651 m2 , bulan Agustus tahun 2019 sebesar 4.212 m2 , bulan September tahun 2019 sebesar 3.979 m2, bulan Oktober tahun 2019 sebesar 4.023 m2, bulan November tahun 2019 sebesar 4.350 m2 , bulan Desember tahun 2019 sebesar 4.298 m2 , bulan Januari tahun 2020 sebesar 4.720 m2 , bulan Februari tahun 2020 sebesar 4.853 m2 , bulan Maret tahun 2020 sebesar 5.388 m2 , dan pada bulan April tahun 2020 sebesar 5.388 m2 . Perencanaan persediaan masing-masing bahan baku menggunakan lima perbandingan teknik lotting yaitu LFL (lot for lot) Fixed Period Requirement (FPR), Economic Order Quantity (EOQ), Fixed Order Quantity (FOQ), dan Period Order Quantity (POQ).Sesuai hasil penelitian di PT. Karet Ngagel Surabaya Wira Jatim metode yang tepat untuk melakukan pemesanan bahan baku produk Multi ? PLY Conveyor Belt Construction di tiap-tiap item bahan baku dengan mempertimbangkan biaya pemesanan dan biaya penyimpanan terendah yaitu dengan metode: Metode Lot for Lot (LFL) untuk bahan baku Karet Alam Ribbed Smoked Sheet (RSS) 1, Zinc Oxide (ZnO), Carbon Black (CB), Silika, C9 Petroleum Resin, Pentachlorothiophenol, dan Prevulcanization Inhibitor (PVI); Metode Fixed Periode Requirement (FPR) untuk bahan baku Petroleum Oils Parrafins, Petroleum Oils Naphthenes, Petroleum Oils Aromatics, Microcrystalline Wax, Belerang atau Sulfur, TMTD, dan CBS; Metode Fixed Order Quantity (FOQ) untuk bahan baku Karet Sintetis Styrene Butadiene Rubber (SBR), dan Magnesium Silikat; Metode Economic Order Quantity (EOQ) untuk bahan baku TMQ. Kata kunci: Perencanaan Persediaan, Material Requirements Planning (MRP), Lot Sizing, Multi ? Ply Conveyor Belt Construction.
PERENCANAAN PERSEDIAAN SPARE PART FORKLIFT TCM FD 30 PADA BIDANG MAINTENANCE DENGAN MENGGUNAKAN METODE CONTINUOUS REVIEW DI PT INDUSTRI KERETA API (PERSERO) MADIUN MUSONIF, ACHMAD; RIANDADARI, DYAH
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen persediaan merupakan aspek utama dalam pengelolaan sejumlah bahan baku atau spare part yang disimpan untuk memenuhi permintaan. Persediaan yang terlalu banyak menimbulkan modal yang tertanam untuk pengadaan terlalu besar. Sebaliknya jika terjadi kekurangan persediaan proses operasional akan terganggu dan produktivitas perusahaan akan menurun. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research). Penelitian ini dilakukan di PT INKA (persero) Madiun pada persediaan spare part Forklift TCM FD 30 dengan metode Continuous Review dimana bertujuan untuk menentukan ukuran lot pemesanan tetap (q0) dan titik pemesanan kembali (r) yang menghasilkan total biaya persediaan terkecil. Dalam menggunakan metode Continuous Review peramalan permintaan akan suku cadang sangat diperlukan untuk menghitung perencanaan inventory spare part.Berikut adalah hasil perencanaan peramalan yang didapatkan. Bearing Assy diramalkan sebesar 47 unit, Roller Mast sebesar 11 unit, Kampas Kopling sebesar 3 unit, King Pin Kit sebesar 14 unit, Filter Solar sebesar 29 unit, Seal Plunger sebesar 29 unit, Filter Air sebesar 25 unit, Battery sebesar 2 unit, Starters sebesar 1 unit, Filter Oil sebesar 30 unit, dan Brush Starter sebesar 15 unit. Berikut adalah hasil ukuran lot pemesanan tetap (q0) dan titik pemesanan kembali (r). Untuk Bearing Assy (q0) sebesar 47 dan (r) jumlahnya 20 unit, Roller Mast (q0) sebesar 19 unit dan (r) 4 unit, Kampas Kopling (q0) sebesar 11 unit dan (r) jumlahnya 3 unit, King Pin Kit (q0) sebesar 19 unit dan (r) jumlahnya 5 unit, Filter Solar (q0) sebesar 41 unit dan (r) jumlahnya 9 unit, Seal Plunger (q0) sebesar 46 unit dan (r) jumlahnya 8 unit, Filter Air (q0) sebesar 32 unit dan (r) jumlahnya 7 unit, Battery (q0) sebesar 2 unit dan (r) jumlahnya 1 unit, Starters (q0) sebesar 2 unit (r) jumlahnya 1 unit, Filter Oil (q0) sebesar 31 unit (r) jumlahnya 7 unit, dan Brush Starter (q0) sebesar 22 unit (r) jumlahnya 5 unit. Kata kunci: Inventory Management, Spare Part Forklift TCM FD 30, Model Continuous Review.
INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI TERBARU KENDARAAN MELALUI BROSUR BERBANTUAN MEDIA ONLINE SEBAGAI ALTERNATIF MENGATASI KETERBATASAN SARANA BELAJAR MAHASISWA RIZKY BACHTIAR, MOCH; YASA UTAMA, FIRMAN
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sarana belajar mahasiswa yang dimiliki bengkel otomotif Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik UNESA masih terjadi kurang sinkron antara kondisi di kampus dengan kondisi teknologi kendaraan yang berkembang saat ini. Di sisi lain, dengan membaca spesifikasi roda dua maupun roda empat yang terdapat pada brosur kendaraan, kita akan mengetahui informasi teknologi terbaru yang digunakan. Dari permasalahan dan kondisi yang ada, peneliti membuat media pembelajaran yang diintegrasikan dari brosur kendaraan dan berbantuan media online berupa modul ajar yang berjudul ?Perkembangan Teknologi Otomotif (Sistem Rem, Sistem Transmisi, dan Sistem Kemudi)? sebagai penunjang agar proses pembelajaran lebih efektif dan mampu menjadi alternatif dalam mengatasi keterbatasan sarana belajar mahasiswa. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4-D (four D model) yang terdiri dari 4 tahapan yaitu: (1) penetapan (Define), (2) perancangan (Design), (3) pengembangan (Develop), dan (4) penyebaran (Disseminate). Pada penelitian ini, hanya sampai pada tahap ke 3 (Develop). Subyek penelitian yaitu mahasiswa D3 Teknik Mesin yang mengikuti Mata Kuliah Konstruksi dan Stabilitas Kendaraan. Instrumen penelitian digunakan untuk mengumpulkan data berupa lembar angket validasi modul dan lembar angket respon mahasiswa. Hasil rekapitulasi validasi dosen-dosen ahli menyatakan modul ajar Perkembangan Teknologi Otomotif sangat layak yaitu sebesar 3,47 atau 87%. Respon mahasiswa setelah menggunakan modul pengembangan yaitu sebesar 89,8% dengan kategori sangat baik. Maka dapat disimpulkan bahwa modul ajar yang dikembangkan sangat layak dan dapat digunakan dalam perkuliahan Konstruksi dan Stabilitas Kendaraan. Kata kunci: Brosur Kendaraan, Modul Ajar, Model Pengembangan 4-D, Validasi, dan Respon Mahasiswa