cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
  • jurnal-pendidikan-teknik-mesin
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 372 Documents
PENGEMBANGAN MODUL AUTOCAD UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI TPM 1 SMK PGRI 1 GRESIK SETIA DINATA, CHANDRA; SUWITO, DJOKO
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring perkembangan ilmu dan teknologi dunia, banyak upaya yang dilakukan untuk menunjang peningkatan kualitas pembelajaran. Salah satunya yaitu dengan mengembangkan modul pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan modul yang layak, mengetahui peningkatan aktivitas dan rata-rata hasil belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah model pengembangan 4D. Prosedur yang dilakukan adalah mendefinisi, merancang, mengembangkan, dan menyebarluaskan. Hasil kelayakan modul pembelajaran AutoCAD memiliki kategori sangat valid.Aktivitas belajar siswa menunjukkan adanya peningkatan dan rerata hasil belajar siswa setelah menggunakan modul pembelajaran AutoCAD mengalami peningkatan dibandingkan dengan rerata hasil belajar sebelum diberikan pembelajaran menggunakan modul AutoCAD. Kata Kunci: modul yang layak,aktivitas siswa, hasil belajar siswa
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE SAVI PADA PEMBELAJARAN GAMBAR TEKNIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X TPM DI SMKN 1 KALITENGAH LAMONGAN AFNI FEBRIYANI PUTRI, NUR; ACHMADI HASYIM, BUDIHARDJO
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSiswa kelas X TPM tahun ajaran 2017-2018 di SMKN 1 Kalitengah Lamongan kesulitan dalam memahami proyeksi Orthogonal pada mata pelajaran gambar teknik sehingga masih banyak siswa yang belum mencapai nilai KKM. Oleh karena itu, peneliti melakukan penerapan model pembelajaran Tipe SAVI (Somatic, Audiotory, Visual, Intellectual) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X TPM di SMKN 1 Kalitengah Lamongan. Ada 4 sintaks dalam model pembelajaran ini yaitu: 1) Somatic (belajar dengan bergerak dan berbuat); 2) Audiotory (belajar dengan mendengar dan berbicara); 3) Visual (belajar dengan mengamati dan menggambarkan); dan 4) Intellectual (belajar memecahkan masalah). Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian siswa kelas X Teknik Pemesinan SMKN 1 Kalitengah Lamongan yang berjumlah 32 siswa dan dilaksanakan secara sikluistis. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, angket, tes. Teknik analisis data menggunakan analisis data deskriptif kuantitatif dengan presentase yang dilakukan dengan menghitung skor kemampuan kolaborasi dan efektivitas pembelajaran, menyajikan data, dan menarik kesimpulan hasil belajar gambar teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kolaborasi siswa siklus I dan II masing-masong 64% dan 77% ; efektivitas pembelajaran siswa pada siklus I sudah mencapai indikator keberhasilan sebesar 67% ; dan hasil belajar siswa pada siklus yang sama masing-masing 62,5% dan 90,6%.Kata Kunci: Somatic Audiotory Visual Intellectual (SAVI), Hasil belajar.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI MEKANIK KELAS X TPM SMK NEGERI 2 SURABAYA SUGIANTORO, ANDRIK; ACHMADI HASYIM, BUDIHARDJO
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Guru memiliki beberapa kendala dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan. Penyampaian materi yang cenderung monoton karena model pembelajaran yang digunakan kurang efektif sehingga respon siswa kurang baik dalam menerima pelajaran. Dari masalah tersebut maka diterapkanlah model pembelajaran Team Assisted Individualization untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa setelah diterapkannya model pembelajaran Team assisted Individualization.Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan secara kolaboratif antara guru mata pelajaran Teknologi Mekanik dan peneliti. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X TPM SMK Negeri 2 Surabaya tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 32 siswa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran Team assisted Individualization dapat : (1) meningkatkan aktivitas siswa ; (2) respon siswa sangat mendukung ; (3) hasil belajar dari siklus 1 ke siklus 2 meningkat dan memenuhi target KKM >75.Kata kunci: Model Pembelajaran Team Assisted Individualization, Aktivitas Siswa, Respon siswa, dan Hasil Belajar AbstractTeachers have some constraints in creating a conducive atmosphere of learning and fun. The deliverying of material that tends to be monotonous because the learning model used less effective so that student response is less good in receiving lessons. The problem of diterapkanlah models of learning Team Assisted Individualization (TAI) to improve student learning outcomes. This research aims to know the increase in activity and student learning outcomes after learning model applied to Team assisted Individualization.This study uses the Classroom Action Research (CAR) method which is carried out collaboratively between the Mechanical Technology subject teachers and researchers. The subjects in this study were students of class X TPM SMK 2 Surabaya academic year 2018/2019 which amounted to 32 students. The results of this study indicate that the application of a learning model assisted individualization team can: (1) increase student activity; (2) student responses are very supportive; (3) learning outcomes from cycle 1 to cycle 2 increase and meet the KKM target> 75.Keywords: models of learning Team Assisted Individualization, Student Activities,student response, and the results of the Study
PENINGKATAN KOMPETENSI PESERTA DIDIK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING PADA MATERI PENDIDIKAN DASAR TEKNIK MESIN KELAS X TPM 1 DI SMKN 1 JETIS MOJOKERTO AGUS ARIFIN, FAISHOL; DWI KURNIAWAN, WAHYU
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar belakang penelitian ini adalah kebanyakan siswa kurang antusias dalam mengikuti proses belajar mengajar untuk pelajaran pendidikan dasar teknik mesin yang sedang berlangsung, terutama jika guru didalam kelas menyampaikan suatu materi hanya menggunakan metode konvensional seperti metode ceramah ketika membawakan suatu materi dan menempatkan siswa sebagai objek yang pasif. Siswa menjadi bosan dan pelajaran menjadi kurang efektif. Maka penelitian yang nantinya akan dilakukan adalah dengan menggunakan Model Pembelajaran Problem Posing untuk peningkatan kompetensi, aktivitas dan hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian dilakukan di SMK Negeri 1 Jetis Mojokerto. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data meliputi : Lembar Pengamatan Aktivitas Kelas, Lembar Penilaian Berfikir Kritis, Lembar Tes meliputi Kognitif, Psikomotor, dan Angket Respon. Analisis data dilakukan untuk mengetahui hasil belajar siswa didalam kelas ketika melaksanakan kegiatan Model Pembelajaran Problem Posing untuk pelajaran Pendidikan Dasar Teknik Mesin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran problem posing dapat meningkatkan aktivitas siswa dan Hasil belajar pendidikan dasar teknik mesin siswa. Hal ini ditunjukkan dengan presentase aktivitas belajar siswa dikelas siklus I sebesar 71,38% kategori ?baik ?dan siklus II sebesar 82,49% kategori ?sangat baik?. Aktivitas siswa dibengkel siklus I sebesar 76,69% kategori ?baik ?dan siklus II sebesar 80,19% kategori ?sangat baik?. Hasil belajar kognitif dengan persentase siswa tuntas siklus I sebesar 57,21% kategori ?sedang? dan siklus II sebesar 79,27% kategori ?baik?. Hasil belajar psikomotor dengan presentase siswa tuntas siklus I sebesar 40,90% kategori ?sedang? dan siklus II sebesar 91,41% kategori ?sangat baik?. Hasil peningkatan berfikir kritis siswa sebesar 0,66% kategori ?sedang?. Hasil respon siswa selama pembelajaran sebesar 77,58% dengan kategori ?baik?. Kata Kunci: Pembelajaran Problem Posing, Aktivitas Kelas, Berfikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa.
ANALISA LAJU KOROSI PADA PROSES BLACKENING BAJA ST 41 BENTUK PLAT DAN SILINDER DENGAN VARIASI LAMA PENCELUPAN DAN MEDIA KOROSI SAKIN NUR HAZNA, GALUH; MAHENDRA SAKTI, ARYA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi merupakan kerusakan atau cacat logam akibat interaksi logam dengan lingkungannya. Blackening merupakan sebuah proses penghitaman atau pemberian warna hitam pada sebuah permukaan besi, stainless steel dan lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan terhadap korosi. Dalam penelitian ini dimaksudkan untuk memahami fenomena laju korosi secara teoritis dalam proses blackening material baja karbon rendah (ST41) akibat variasi lama pencelupan. Dengan proses blackening variasi suhu 150 ?C dan 200 ?C dan pencelupan dengan menggunakan air hujan di Sidoarjo dan Gresik selama 1 minggu, 3 minggu dan 5 minggu. Salinitas, pH, dan TDS diuji sebelum proses perendaman. Dengan menggunakan metode kehilangan berat akan didapatkan berapa besar laju korosinya. Dan Analisa Microscope perbesaran 1000x dimaksudkan untuk mengamati perubahan strukur kimia spesimen uji setelah terjadi korosi erosi pada proses pengujian.Hasil dari penelitian didapatkan bahwa variasi waktu dan media perendaman mempengaruhi terhadap proses laju korosi, laju korosi terbesar adalah pada waktu perendaman 1 minggu dengan temperatur 200?C yaitu sebesar 6,309 mpy, sedangkan dengan waktu perendaman selama 3 minggu laju korosi yang terjadi sebesar 4,006 mpy. semakin lama proses pencelupan makan semakin cepat laju korosinya. Salinitas, pH, dan TDS juga berpengaruh terhadap laju korosi Baja ST41. Dan dapat disimpulkan semakin besar TDS dan pH semakin basa maka semakin cepat laju korosi yang terjadi. Kata Kunci : laju korosi, proses blackening, analisa Microscope
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PEKERJAAN DASAR TEKNIK OTOMOTIF KOMPETENSI DASAR ALAT UKUR ELEKTRONIK KELAS X DI SMKN 1 MADIUN RUSY ANADY, NOVY; , WARJU
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) mengajarkan peserta didik dalam bidang penguasaan jasa perbaikan kendaraan ringan. Berdasarkan pengalaman peneliti sebagai alumnus SMKN 1 Madiun, peneliti menemukan sebuah masalah yaitu beberapa siswa kelas X tidak bisa mengukur tegangan baterai menggunakan alat ukur. Salah satu pelajaran yang mempelajari alat ukur adalah Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif (PDTO). Hasil wawancara dengan siswa kelas XII yang telah melaksanakan program Prakerin (praktek kerja industri) juga mengalami kesulitan menggunakan alat ukur terutama alat ukur digital yang dimiliki oleh perusahaan/industri yang mereka tempati. Sedangkan menurut wawancara dengan guru pengampu mata pelajaran PDTO menjelaskan bahwa mereka mengalami kesulitan karena keterbatasan alat ukur digital dan bahan ajar (modul) yang dimiliki oleh SMKN 1 Madiun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui validitas dan kelayakan modul yang divalidasi oleh 3 ahli, untuk mengetahui respon guru dan respon siswa terhadap penggunaan modul alat ukur elektronik. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (research and development) menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 fase, yaitu: 1) fase analysis (analisa), 2) fase design (perancangan), 3) fase development (pengembangan), 4) fase implementation (penerapan), dan 5) fase evaluation (evaluasi). Instrumen penelitian berupa lembar validasi dosen ahli serta lembar angket respon guru dan siswa. Analisa data menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil validasi modul dari ahli materi/isi 4,34 termasuk kategori valid dan persentase kelayakan modul sebesar 87% termasuk kategori layak. Sedangkan hasil validasi modul dari ahli bahasa 3,98 termasuk kategori cukup valid dan persentase kelayakan modul sebesar 79% termasuk kategori cukup layak. Sedangkan hasil validasi modul dari ahli desain 4,52 termasuk kategori sangat valid dan persentase kelayakan modul sebesar 88% termasuk kategori sangat layak. Respon guru terhadap penggunaan modul dilihat dari 6 aspek yaitu aspek suka atau tidak suka, aspek pemahaman, aspek pengaruh, aspek kepuasan, aspek ingin menemukan, dan aspek pendapat mendapatkan persentase hasil sebesar 93% dengan kategori sangat baik. Sedangkan hasil dari respon siswa kelas X TKRO sejumlah 30 siswa mendapatkan persentase hasil sebesar 85,10% termasuk kategori sangat baik. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa modul alat ukur elektronik yang dikembangkan dapat menunjang mata pelajaran PDTO (Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif) pada kompetensi alat ukur elektronik di SMKN 1 Madiun. Kata Kunci: validitas, kelayakan modul, respon siswa, respon guru, model ADDIE Abstract Automotive light vehicle engineering teaches the learners in the field of light vehicle repair services mastery. Based on the experience of the researcher as alumnus SMK N 1 Madiun, researcher founds a problem some students of the tenth class cannot measure the battery voltage using a measuring instrument. One of the lessons to learn the primary job is to automotive engineering gauge. The results of the interviews with the students of 12 class have been implementing industrial practice work also had trouble using the measuring instrument is primarily a digital measuring instrument that belongs to the company/industry that they inhabit. Meanwhile, according to interviews with teachers explained that they were having difficulty because of the limitations of the measuring instrument and digital learning materials (modules) that are owned by SMKN 1 Madiun. The purpose of the research is to find out the feasibility of the modules validation by three expert validation and to know the teacher response and student?s response. This type of research is a research and development use ADDIE model of development which consists of 5 phases, namely: 1) phase analysis, 2) phase design, 3) phase of development, 4) phase implementation and 5) phase of evaluation. Research instrument in the form of expert lecturers, as well as validation sheet and teachers and students response form. Data were analyzed by using the quantitative descriptive method. The results of the module validation of expert material/content categories include valid 4.34 and percentage of 87% module feasibility, including the worthy type. Whereas the results of a module validation from linguist 3.98 include quite specific categories and a portion of 79% module eligibility categories include pretty decent. While the results of the validation of the module design expert from 4.52, including the very specific type and the percentage of the eligibility module of 88% include the very worthy category. The teachers response against the use of the blade as seen from the six aspects namely like or dont like characters, elements, aspects of understanding the influence, satisfaction aspects, wanted to find points, and opinions get a percentage result of 93% with an excellent category. While the results of student response of tenth class, several 30 students get a percentage of the proceeds amounting to 85.10% including the very well group. Therefore, it can be concluded that the electronic measuring module developed support basic automotive engineering jobs subjects on the competence of the automatic measurement tool at SMKN 1 Madiun. Keywords: validity, feasibility of modules, student?s response, teacher?s response, ADDIE model
STUDI EXPERIMENTAL TURBIN ANGIN SAVONIUS TIPE C SATU TINGKAT DENGAN PENAMBAHAN FIX DRAG REDUCING PADA BLADE CAHYA SUBEKTI, RIYAN; HERLAMBA SIREGAR, INDRA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Semakin pesatnya perkembangan teknologi, ekonomi dan pertumbuhan penduduk menyebabkan semakin meningkatnya kebutuhan energi. Sumber energi minyak bumi masih mendominasi sebagai sumber energi utama. Permintaan energi minyak bumi dari tahun ketahun semakin meningkat hal ini dapat menyebabkan krisis energi. Dengan kondisi seperti ini maka perlu pengembangan sumber energi alternatif ramah lingkungan salah satunya adalah energi angin. Indonesia merupakan negara dengan potensi sumber energi angin yang sangat besar dikarenakan Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki garis pantai yang panjang. Angin yang berhembus di daerah pesisir pantai cukup tinggi, akan tetapi untuk daerah selain pesisir pantai memiliki kecepatan angin yang relatif rendah. Hal tersebut dapat diatasi dengan menggunakan turbin angin sumbu vertical. Turbin angin sumbu vertikal tidak bergantung pada arah angin untuk menghasilkan daya maksimal. Jenis penelitian ini adalah penelitian yang dilakukan saat ini berupa prototek turbin angin savonius tipe C yang diuji ditempat terbuka dengan variasi sudut bukaan 10?, 20?, 30?, 40?. Uji eksperimen ini untuk mengetahui efisiensi penambahan fix drag reducing terhadap kinerja turbin angin savonius tipe C satu tingkat dengan dua blade. Hasil penelitian didapatkan bahwa turbin angin jenis Savonius tipe C satu tingkat dua blade dengan penambahan variasi bukaan fix drag reducing 30° menghasilkan daya elektrik turbin sebesar 5,21 watt, efisiensi turbin sebesar 7,04% pada kecepatan angin 3,72 m/s dan mendapatkan terbaik dibandingkan degan variasi bukaan fix drag reducing yang lain. Kata kunci: Energi angin, sumbu vertikal, turbin angin savonius, sudu, fix drag reducing, blade.Abstract The more rapid development of technology, economics and population growth increasingly increases energy needs. Petroleum energy sources are still the main energy source. Demand for petroleum from year to year is increasing, this can lead to an increase in energy. With these conditions, it is necessary to develop environmentally friendly energy sources. One of them is wind energy. Indonesia is a country with a huge potential for wind energy because Indonesia is an archipelago that has a long coastline. The wind that blows on the coast of Coastal is quite high, but for areas other than Coastal the coast has relatively low wind speeds. This can be overcome by using a vertical axis wind turbine. Vertical axis wind turbines do not match the direction of the wind to produce maximum power. The type of this research is that the current research consists of a protoni savonius type C wind turbine offered in an open place with variations in the opening angle of 10?, 20?, 30?, 40?. This trial test to study the efficiency of fix drag repair on the performance of a one-level type C savonius wind turbine with two blades. The results obtained by Savonius type C one level two blade wind turbines with contributions to variations in openings improve the 30% reduction resulting in electric turbine power of 5.21 watts, turbine efficiency of 7.04% at wind speeds of 3.72 m / s and get best compared to the variation of drag reducing openings other. Keywords: Wind energy, vertical axis, wind turbine savonius, blade, drag reducing fix, blade.
PENGARUH MEDIA PENDINGIN TERHADAP KEKUATAN MEKANIK HASIL PENGELASAN ALUMINIUM PROSES GTAW IRBA RAGASANTRI, FIRDAUS; , YUNUS
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tangki penyimpanan air pada kapal LCU (Landing Craft Utility) menggunakan material aluminium 5083. Dalam pengerjaanya menggunakan proses pengelasan GTAW (Gas Tungsten Arc Welding). Untuk memperoleh hasil pengelasan yang baik dapat dilakukan proses pendinginan. Dalam proses pendinginan sebagian besar juru las menggunakan media pendingin air. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai kekuatan tarik dan kekuatan lengkung hasil pengelasan aluminium 5083 dengan proses GTAW menggunakan variasi media pendingin udara, air, air laut dan oli. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan variabel bebas adalah media pendingin udara, air, air laut dan oli. Variabel terikat kekuatan tarik dan kekuatan lengkung. Data hasil eksperimen dianalisis dengan metode analisis varian dan independent sample t-test. Hasil penelitian diperoleh nilai kuat tarik dengan menggunakan media pendingin udara 254,58 N/mm2, media pendingin air 274,98 N/mm2, media pendingin air laut 257,13 N/mm2, media pendingin oli 263,47 N/mm2. Untuk nilai kekuatan lengkung dengan menggunakan media pendingin udara 66,05 N/mm2, media pendingin air 69,49 N/mm2, media pendingin air laut 68,11 N/mm2 dan media pendingin oli 84,56 N/mm2. Pada penelitian ini nilai kekuatan tarik paling tinggi yaitu dengan menggunakan media pendingin air sebesar 274,98 N/mm2 dan nilai kekuatan lengkung yang paling tinggi yaitu dengan menggunakan media pendingin oli sebesar 84,56 N/mm2. Kata kunci : Pengelasan GTAW, Analisis Varian, Analisis Independent Sample T-Test, Media pendingin, Kekuatan Tarik, Kekuatan Lengkung
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID PADA MATA PELAJARAN CNC TU-2A UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI TPM SMK PGRI 1 GRESIK HIDAYATULLAH, RAHMAT; ACHMADI HASYIM, BUDIHARDJO
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh perkembangan teknologi smartphone yang sangat cepat. Namun pesatnya perkembangan teknologi ini tidak berbanding lurus dengan pemanfaatan oleh masyarakat terlebih pada bidang Pendidikan. Selain itu kurangnya media pembelajaran mata pelajaran CNC khususnya di sekolah SMK PGRI 1 Gresik, yang berakibat pada tidak maksimalnya hasil belajar pada siswa di sekolah SMK PGRI 1 Gresik. Merujuk pada permasalahan tersebut peneliti membuat media pembelajaran berbasis Android untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan memanfaatkan teknologi yang sering digunakan oleh siswa sehari-hari, yang nantinya diharapkan siswa dapat mereview pelajaran yang telah disampaikan di sekolah kapanpun, dan dimanapun. Selanjutnya pengaruh dari media yang dibuat diteliti menggunakan metode eksperimen dengan desain Pretest-Posttest Control untuk mengetahui kemampuan awal dan akhir antara kelompok eksperimen dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen menunjukkan rata-rata nilai sebesar 80.14 dengan rata-rata nilai awal sebesar 57.78, sedangkan kelompok kontrol menunjukkan rata-rata nilai sebesar 67.64 dengan nilai awal sebesar 58.2 Kata Kunci: CNC, Media Berbasis Android, Hasil Belajar Siswa.
PENGARUH LAMA WAKTU PEMANASAN PADA PROSES BLACKENING BAJA ST 41 BENTUK PLAT DAN SILINDER TERHADAP KETEBALAN DAN KEKILAPAN LAPISAN PERMUKAAN NOVEMIA HANY, FIRSTY; MAHENDRA SAKTI, ARYA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja ST 41 merupakan baja karbon rendah dengan kandungan karbon sekitar 0,37 ? 0,43% yang banyak digunakan untuk komponen mesin seperti gear, rantai, skrup dan poros yang mana merupakan komponen mesin dengan toleransi tinggi. Maka dari itu diperlukan pelapisan yang tidak menambah dimensi benda secara signifikan untuk menghambat laju korosi. Blackening atau pelapisan black oxide adalah proses konversi kimia yang terbentuk dari reaksi antara besi pada logam ferro dengan garam pengoksidasi hingga membentuk lapisan magnetite (Fe3O4) tipis pada substrat logam. Tujuan penelitian ini adalah meneliti pengaruh waktu dan temperatur pemanasan pada proses blackening baja ST 41 terhadap ketebalan dan kekilapan lapisan permukaan. Bahan uji berupa baja ST 41 bentuk plat dan silinder akan dipanaskan dalam larutan garam yang terbuat dari campuran 30% Natrium Hidroksida (NaOH), 10% Natrium Nitrat (NaNO3), 10% Natrium Nitrit (NaNO2), dan 50% Aquades (H2O) dalam variasi waktu 30 menit, 60 menit, dan 90 menit serta dengan variasi temperatur 150ºC dan 200ºC. Hasil penelitian diperoleh, nilai ketebalan lapisan permukaan tertinggi terjadi pada waktu pelapisan 90 menit dan temperatur pelapisan 200ºC dengan nilai ketebalan sebesar 20,27?m untuk spesimen uji bentuk plat dan 20,53?m untuk spesimen uji bentuk silinder. Serta, pada pengujian kekilapan nilai kekilapan tertinggi diperoleh pada waktu pelapisan 30 menit dan temperatur 150ºC dengan nilai kekilapan sebesar 67,16 GU untuk spesimen bentuk plat dan 66,96 GU untuk spesimen bentuk silinder. Kata Kunci: blackening, black oxide, baja ST 41, ketebalan, kekilapan.