cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
  • jurnal-pendidikan-teknik-mesin
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 372 Documents
ANALISA MERK PAHAT DAN SUDUT POTONG PAHAT YANG BERBEDA PADA MESIN BUBUT KONVENSIONAL DALAM PROSES BUBUT RATA TERHADAP TINGKAT KEKASARAN PERMUKAAN BENDA KERJA ST 41 FIRSTA MARSYAH, ANGGI; MAHENDRA SAKTI, ARYA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas permukaan suatu benda kerja pada proses pemesinan terutama mesin bubut diantaranya adalah sudut potong pahat dan merk pahat dalam proses pembubutan nya, variasi kecepatan potong, posisi senter, getaran mesin, perlakuan panas yang kurang baik dan sebagainya (Munadi, 1988: 305). Pada penelitian ini penulis menggunakan 3 jenis sudut potong pahat dan juga 3 merk pahat yang bertujuan untuk menemukan merk pahat dan sudut potong pahat yang paling baik untuk pembubutan rata. Dalam penelitian ini 3 merk pahat yaitu : a. Pahat JCK HSS-E M2A1 ½?? x ½?? x 4??, b. Pahat JASON HSS ½?? x ½?? x 4??, c. HSS GS TUV 3/8?? x 4?? dan 3 sudut potong pahat yaitu a.80º b.85º c.90º. Merk pahat berpengaruh terhadap nilai kekasaran permukaan, dikarenakan perbedaan nilai kekerasan pada setiap pahat berbeda, pahat yang paling tinggi nilai kekerasan nya yaitu pahat HSS Jason dengan nilai kekerasan 68,17 Kg/mm2 dan menghasilkan nilai kekasaran paling rendah yaitu 1.998 µm, dan pahat yang nilai kekerasan nya paling rendah adalah pahat HSS GS TUV dengan nilai kekerasan 64,47 Kg/mm2 dan menghasilkan nilai kekasaran paling tinggi yaitu 3,42 µm. Jadi nilai kekasaran terendah dihasilkan oleh nilai kekerasan pahat yang paling tinggi. Sudut potong pahat berpengaruh terhadap nilai kekasaran permukaan, semakin kecil sudut potong utama pahat (Kr) maka gaya potong akan semakin lebar, dan tebal geram juga akan semakin besar, semakin besar tebal geram maka akan mempengaruhi tingkat kekasaran yang lebih besar juga. Sudut potong yang paling tinggi nilai kekasaran nya adalah 80?, dengan nilai kekasaran 3,42 µm. Sudut potong yang paling rendah nilai kekasaran nya dalah 90?, dengan nilai kekasaran 1.998 µm. Kata kunci: Kekasaran Permukaan, Pahat HSS, Sudut Potong, Pembubutan Rata, Kekerasan Permukaan Pahat.
ANALISA PENGARUH VARIASI KETEBALAN PLAT TERHADAP KEKUATAN TARIK PADA SAMBUNGAN LAS BUTT JOINT MILD STEEL SS 400 RENI PRASTIWI, AFIT; ARIF IRFAI, MOCHAMAD
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas uji statistik pengelasan dengan busur listrik elektroda berselaput (fluks) atau disebut juga dengan istilah Shield Metal Arc Welding (SMAW). Permasalahan yang sering terjadi adalah keretakan pada komponen alat berat seperti boom excavator. Metode penelitian yang digunakan statistika deskriptif kuantitatif. Uji Tarik dilakukan secara eksperimental dan simulasi pada softwere Solidwork, kemudian membandingkan data hasil eksperimen Uji Tarik dengan hasil simulasi Uji Tarik pada softwere Solidwork, dimana hasilnya berupa data kuantitatif. Dari data hasil Uji Tarik menunjukkan bahwa ketebalan plat pengganti pada sambungan las mild steel SS 400 berpengaruh terhadap nilai kekuatan tarik. Spesimen ketebalan 8 mm dan 12 mm memiliki nilai kekuatan tarik terendah dengan rata-rata 403,5 N/mm². Spesimen ketebalan 10 mm dan 12 mm memiliki nilai kekuatan tarik rata-rata 476,1 N/mm². Spesimen ketebalan 12 mm dan 12 mm memiliki nilai kekuatan tarik rata-rata 476,1 N/mm². Spesimen ketebalan 12 mm dan 14 mm memiliki nilai kekuatan tarik tertinggi dengan rata?rata 478,3 N/mm². Spesimen ketebalan 12 mm dan 16 mm memiliki nilai kekuatan tarik rata-rata 471,9 N/mm². Hasil kekuatan tarik berbasis simulasi softwere Solidwork secara numerik memiliki nilai kekuatan tarik yang sama dengan nilai kekuatan tarik yang dilakukan secara eksperimental. Kata kunci: Variasi Ketebalan Plat, Kekuatan Tarik, Sambungan Las Butt Joint, Mild Steel SS 400.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS APLIKASI SOLIDWORKS PADA MATA KULIAH CAD DI JURUSAN TEKNIK MESIN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA AHMAD FAUZI, TSALIS; , SOERYANTO
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah belum tersedianya modul pembelajaran yang layak yang diukur melalui tingkat kevalidan dan kepraktisan, guna meningkatkan hasil belajar yang belum tercapai. Diketahui hasil dari nilai UAS CAD (Solidworks) mahasiswa Jurusan Teknik Mesin di Universitas Negeri Surabaya tahun 2018 masih banyak mahasiswa yang belum mampu mendapatkan nilai diatas 60. Kelas 2018b yang belum mendapat nilai diatas 60 masih 60% sedangkan untuk kelas 2018c yang belum mendapat nilai di atas 60 masih 66,67%. Dari nilai ini peneliti akan melakukan pembuatan modul guna untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam bidang CAD (Solidworks). Metode penelitian ini menggunakan metode pengembangan 4-D, diamana metode pengembangan 4-D adalah metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Penelitian dan pelaksanaan dilakukan di Universitas Negeri Surabaya. Instrumen yang digunakan guna mengukur nilai kevalidan dan kepraktisan modul adalah menggunakan angket pada dosen ahli materi, ahli bahasa, ahli desain, dan siswa pengguna modul dengan skala likert 4 pilihan jawaban. Serta instrumen guna mengukur nilai kelayakan modul. Penelitian ini diharapkan menghasilkan output modul yang layak sehingga melalui proses pembelajaran menggunakan modul dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa lebih baik dari pada proses belajar tanpa menggunakan modul. Hasil penelitian dengan dukungan aplikasi Solidworks menunjukkan skor validasi modul oleh dosen kompetensi materi sebesar 3.63, kompetensi bahasa sebesar 3.56 dan kompetensi desain sebesar 3.6 , di mana persentase tersebut jika diinterpretasikan pada Skala Likert, masuk dalam kriteria sangat layak. Hasil respon siswa diperoleh dengan presentase sebesar 92% dengan kriteria sangat baik. Hasil belajar tahap pertama sebelum menggunakan modul persentase nilai belum memenuhi kriteria dengan nilai rata-rata 53,91 pada tahap kedua setelah pembelajaran menggunakan modul mendapatkan nilai rata-rata 80,41 dan tahap ini mengalami peningkatan. Hal ini membuktikan terdapat peningkatan hasil belajar pada mahasiswa kelas TMA17 pada mata kuliah CAD di Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Kata Kunci: Modul Solidworks, Model Pengembangan 4-D, Validasi Modul
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL ADOBE FLASH BERBASIS ANDROID PADA KOMPETENSI DASAR MEMAHAMI RANGKAIAN KELISTRIKAN SEDERHANA DIKELAS X TKR SMK N 1 SINGGAHAN SUHENDRI, AGUS; MADE ARSANA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media merupakan salah satu faktor penunjang tercapainya tujuan pembelajaran. Salah satu penyebab siswa kelas X TKR SMKN 1 Singgahan cenderung pasif dalam proses pembelajaran adalah belum adanya media pembelajaran yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Audio Visual berbasis Android, dan mengetahui tingkat kelayakan media. Metode penelitian ini merupakan jenis pengembangan dengan model 4-D yang dikembangkan oleh S. Thiagarajan. Jenis pengembangan ini terdiri atas empat tahap, yaitu; pendefinisian (develop), perancangan (design), pengembangan (develop) dan penyebaran (disseminate). Dalam empat tahapan yang dikembangkan oleh S. Thiagarajan peneliti hanya menggunakan tiga tahap yaitu pendefinisian (develop), perancangan (design), pengembangan (develop). Tahap ke empat tidak digunakan peneliti dikarenakan terbatasnya waktu dan juga biaya. Penentuan tingkat kelayakan media pembelajaran audio visual berbasis android berdasarkan uji validasi dari berbagai ahli diantaranya ahli materi, media dan bahasa dengan kriteria penilaian layak. Hasil uji validasi dari ahli materi sebesar 98,3% ahli media sebesar 89,2% dan ahli bahasa sebesar 90%. Hasil nilai tersebut menurut Skala Likert, menunjukkan kriteria media yang dihasilkan adalah sangat layak dan dapat digunakan media belajar kelistrikan sederhana.. Berdasarkan perolehan data tersebut disimpulkan bahwa media pembelajaran audio visual berbasis android pada konsep kelistrikan sederhana kelas X TKR layak diguakan.
KARAKTERISTIK NYALA API DARI BIOETANOL BUAH TOMAT (SOLANUM LYCOPERSICUM) SINDUNATHA, SIDHI; , MUHAJI
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsumsi bahan bakar yang terus mengalami peningkatan sedangkan produksi minyak nasional tidak sebanding, jika kondisi tersebut berlangsung terus menerus maka Indonesia terancam mengalami krisis energi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik nyala api bioethanol dari buah tomat dan campurannya. Dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen deskriptif, kuantitatif dan kualitatif. Bahan bakar yang dipakai dalam penelitian ini adalah bioetanol buah tomat dengan campuran premium (E0, E5, E10, E15, E20, E25, E100) dimana E merupakan indikator dari persentase ethanol yang dicampurkan dengan bahan bakar premium. Instrumen yang digunakan meliputi thermocouple,thermocontrol ,kamera, stopwatch dan gelas ukur. Peralatan yang digunakan adalah kompor spiritus.Dari pengujian yang dilakukan diperoleh campuran yang terbaik yaitu E5 dengan nilai kalor 10665 Kcal/kg, temperatur rata rata tertinggi 517,6?C, nyala api rata rata tertinggi 25,7 Cm, dan dengan rata rata lama pembakaran terbaik 5 menit 19 detik. Kata Kunci : bioetanol, buah tomat, nyala api.
PENGEMBANGAN MODUL TEKNOLOGI MEKANIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KETERLAKSANAAN PEMBELAJARAN KELAS X JURUSAN TEKNIK PEMESINAN SMK PGRI 1 GRESIK NURUDDIN, MOCH.; SUWITO, DJOKO
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seiring perkembangan ilmu dan teknologi dunia, banyak upaya yang dilakukan untuk menunjang peningkatan kualitas pembelajaran. Salah satunya yaitu dengan mengembangkan modul pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan modul yang layak, mengetahui peningkatan keterlaksanaan pembelajaran dan rata-rata hasil belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah model pengembangan 4D. Prosedur yang dilakukan adalah mendefinisi, merancang, mengembangkan, dan menyebarluaskan. Hasil kelayakan modul pembelajaran Teknologi Mekanik memiliki kriteria sangat layak dan dapat digunakan sebagai bahan ajar. Keterlaksanaan pembelajaran menunjukkan peningkatan dengan kriteria sangat baik dan terdapat peningkatan hasil belajar siswa antara sebelum dan sesudah menggunkana modul teknologi mekanik dengan nilai rata-rata kelas dikategorikan tuntas. Kata Kunci: modul yang layak,aktivitas siswa, hasil belajar siswa.
UJI KARAKTERISTIK NYALA API DARI BIOETANOL KULIT DURIAN (DURIO ZIBETHINUS) HANIF FADHOLI, AZHAR; , MUHAJI
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan bahan bakar fosil untuk saat ini cukup tinggi sedangkan cadangan yang ada semakin menipis, berhubungan dengan hal tersebut perlu dicarikan bahan bakar pengganti, yaitu bahan bakar alternatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik nyala api (temperatur api, lama pembakaran dan tinggi api) menggunakan bioetanol kulit durian dan campurannya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen deskriptif, kuantitatif (temperatur, tinggi api, dan lama pembakaran), dan kualitatif (nyala api). Bahan bakar yang digunakan untuk penelitian ini adalah premium, bioetanol, dan campurannya (E0, E5, E10, E15, E20, E25, dan E100). Alat yang digunakan yaitu kompor tanpa sumbu sedangkan instrumen yang digunakan untuk penelitian ini adalah thermocoupel, data logger, stopwatch, high speed camera. Data hasil penelitian di analisis mengunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukan penggunaan campuran bahan bakar premium dengan bioetanol kulit durian dapat mempengaruhi temperatur api, lama pembakaran, tinggi api, dan nilai kalor. Dari eksperimen yang dilakukan hasil terbaik diperoleh pada campuran bioetanol kulit durian dan campuranya E5 karena meningkatkan temperatur, tinggi nyala api, dan lama pembakaran. Hasil terbaik temperatur nyala api E5 sebesar 513,3?C, tinggi terbaik nyala api E5 sebesar 25,5cm, dan lama pembakaran terbaik E5 dengan lama 4,44 menit, dan nilai kalor terbaik sebesar 10314 cal/gr pada campuran E5. Kata Kunci : karakteristik nyala api, bioetanol, durio zibethinus.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN THINK-PAIR-SHARE PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI DASAR OTOMOTIF UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X TKR 1 DI SMKN 1 SINGGAHAN TUBAN ANAS KUNESA, FAISAL; MADE ARSANA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu Penyebab rendahnya hasil belajar siswa adalah kurang varitaifnya model pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pengajar, sehingga muncul rasa bosan yang dirasakan siswa terhadap proses belajar mengajar. Untuk itu diperlukan suatu model pembelajaran yang lebih variatif untuk mendorong minat siswa agar tertarik dengan yang disampaikan oleh tenaga pengajar. Pembelajaran koorperatif merupakan pendekatan pembelajaran melalui penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar dalam mencapai tujuan belajar.Pembelajaran kooperatif didasarkan pada gagasan atau pemikiran bahwa siswa bekerja bersama-sama dalam belajar, dan bertanggung jawab terhadap aktivitas belajar kelompok mereka seperti terhadap diri mereka sendiri.Model yang diangkat dalam penilitian ini adalah model pembelajaran Think Pair Share yang dimana diharapkan mampu untuk meningkatkan hasil belajar dan kemampuan kolaborasi antar siswa. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindak Kelas Penelitian ini dilakukan dengan model siklus dari Kemming dan Taggart yang menggunakan dua siklus yang setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu : Tahap Perancanaan Tindakan, Tahap Pelaksanaan Tindakan, Tahap Pengamatan Tindakan, dan Tahap Refleksi.. Hasil validasi perangkat pembelajaran yang digunakan penelitian meliputi RPP,Silabus dan Butir Soal bisa dikategorikan layak digunakan. Hasil penelitian menunjukan model pembelajaran Think-Pair-Share dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan ketuntasan klasikal sebesar 54% pada siklus I, dan 82,85 % pada Siklus II sehingga masuk kategori baik, sedangkan persentase kemampuan kolaborasi siswa sebesar 52,92% pada siklus I, dan 76,42 %pada Siklus II dan dapat dikategorikan baik Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Think-Pair-Share terbukti dapat meningkatkan hasil belajar dan kemampuan kolaborasi siswa khususnya pada kelas X TKRO 1 yang berjumlah 35 siswa di Sekolah SMKN 1 Singgahan,Tuban
PENERAPAN MODEL STAD PADA MATA PELAJARAN PEMELIHARAAN CHASIS SEPEDA MOTOR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI TBSM DI SMKN 1 KALIANGET RAMADHAN NUR, HAMID; MADE ARSANA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENERAPAN MODEL STAD PADA MATA PELAJARAN PEMELIHARAAN CHASIS SEPEDA MOTOR UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI TBSM DI SMKN 1 KALIANGET Hamid Ramadhan NurS1 Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri SurabayaEmail: hamidnur@mhs.unesa.ac.id I Made ArsanaJurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri SurabayaEmail: madearsana@unesa.ac.id AbstrakBerdasarkan hasil observasi di SMKN 1 Kalianget, kurang dari 50% dari 28 siswa yang aktif, memperhatikan dan memahami penjelasan yang diberikan oleh guru mata pelajaran PCSM, hal ini dikarenakan guru masih menerapkan model pembelajaran konvensional dengan metode ceramah yang membuat siswa kesulitan dalam memahami materi ajar, sehingga hasil belajar siswa menjadi rendah. Solusi bagi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif yang bisa mebuat siswa lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pembelajaran kooperatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah Students Team Achievement Division (STAD). Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PCSM pada kelas XI TBSM di SMKN 1 Kaliaget. Penelitian ini sendiri menggunakan model PTK Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari dua siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan persentase ketuntasan hasil belajar PCSM siswa kelas XI TBSM di SMKN 1 Kalianget. Pada siklus I persentase ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 62,49% dengan nilai rata-rata kelas 72,85. Pada siklus II persentase ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 82,14% dengan nilai rata-rata 77,23, sehingga mengalami peningkatan 19.65%Kata Kunci : Hasil Belajar Siswa, Pembelajaran Kooperatif tipe STADAbstract Based on observations at Kalianget 1 Vocational School, less than 50% of 28 students are active, pay attention and understand the explanations given by PCSM subject teachers, this is because teachers still apply conventional learning models with lecture methods that make students difficult to understand the material teach, so student learning outcomes are low. The solution to these problems is to apply cooperative learning models that can make students more active in teaching and learning activities, so as to improve student learning outcomes. Cooperative learning used in this study is the Student Team Achievement Division (STAD). This type of research is Classroom Action Research aimed at improving student learning outcomes on PCSM subjects in class XI TBSM in Kaliaget 1 Vocational High School. This study itself uses the PTMmodel Kemmis and Mc Taggart which consists of two cycles. The results of this study indicate an increase in the percentage of completeness of PCSM learning outcomes in class XI TBSM students at Kalianget 1 Vocational High School. In the first cycle the percentage of completeness of student learning outcomes was 62.49% with a class average value of 72.85. In the second cycle the percentage of completeness of student learning outcomes amounted to 82.14% with an average value of 77.23, resulting in an increase of 19.65%Keywords: Learning outcomes, Cooperative Learning Type STAD
VISUALISASI PENGARUH VARIASI SUDUT KEMIRINGAN LEADING EDGE TERHADAP KARAKTERISTIK AERODINAMIKA KENDARAAN BUS FAHMI, WILDAN; GRUMMY WAILANDUW, A.
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPada dasarnya dalam peningkatan efisiensi bahan bakar tidak hanya meliputi tentang bagian mesin saja. Namun, terdapat aspek lain yang dapat mempengaruhi efisiensi bahan bakar, yaitu tentang aerodinamis pada bodi kendaraan agar laju aliran udara yang melewati bodi kendaraan dapat dimanfaatkan dengan baik. Dalam meningkatkan sisi aerodinamis kendaraan terdapat beberapa faktor yang berpengaruh antara lain : dimensi utama berupa panjang, lebar, dan tinggi kendaraan, sudut diffuser, ground clearance, sudut kemiringan leading edge. Dengan melakukan metode dan teknik dalam pengambilan data secara visualisasi ini, dapat mengetahui dan memahami fenomena pada laju aliran secara nyata sesuai dengan kondisi real. Model uji dalam penelitian ini yang menyerupai kendaraan jenis bus yang dibuat dari PCB (printed circuit board) dengan skala 1:30 dari dimensi aslinya. Penelitian ini dilakukan dengan sudut standart leading edge 35,4° dan memvariasikan sudut leading edege 26,40; 44,40; 53,40 dengan menggunakan alat bantu smoke generator, open circuit wind tunnel subsonic dengan dimensi test section (365 mm x 365 mm x 1250 mm) dan Reynold number (Re) yang digunakan = 0,26x Hasil penelitian ini menunjukkan dengan variasi sudut kemiringan leading edge didapatkan hasil visualisasi yang berbeda. Pada variasi sudut kemiringan leading edge 53,40 memiliki garis alir yang yang lebih baik daripada variasi sudut kemiringan leading edge 35,40 (standar) dapat dilihat dari visualisasi aliran pada titik stagnasi, aliran saat terdefleksi ke bagian upper surface dan lower surface, lalu terjadinya bubble surface pada aliran, dan terjadinya titik separasi aliran ketika akan meninggalkan kontur kendaraan.Kata kunci: Visualisasi Leading Edge, Karakteristik aerodinamika,, dan Kendaraan busAbstractBasically in improving fuel efficiency not only covers the engine parts. However, there are other aspects that can affect fuel efficiency, which is about aerodynamics in the vehicle body so that the air flow rate that passes through the vehicle body can be utilized properly. In increasing the aerodynamic side of the vehicle there are several influential factors, among others: main dimensions in the form of length, width, and height of the vehicle, diffuser angle, ground clearance, leading edge tilt angle. By doing the methods and techniques in visualizing this data retrieval, it can know and understand the phenomena at the flow rate significantly in accordance with the real conditions. The test model in this study resembles a bus type vehicle made from a PCB (printed circuit board) with a scale of 1:30 from the original dimension. This study was conducted with a leading edge standard angle of 35.4 ° and varied the angle of leading edege 26.40; 44,40; 53.40 by using smoke generator tools, open subsonic wind tunnel circuits with test section dimensions (365 mm x 365 mm x 1250 mm) and Reynold number (Re) used = 0.26x The results of this study indicate the leading slope angle variations edge results are different visualizations. The variation in the leading edge of the leading edge 53.40 has a flow line that is better than the variation in the slope angle of the leading edge 35.40 (standard) can be seen from the visualization of flow at the point of stagnation, flow when deflected to the upper surface and lower surface, then occur bubble surface in flow, and the occurrence of flow separation points when it will leave the contour of the vehicle. Keywords: Leading Edge Visualization, Aerodynamic Characteristics, and Bus Vehicles