cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
  • jurnal-pendidikan-teknik-mesin
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 372 Documents
PERSEPSI SISWA TENTANG KELENGKAPAN PERALATAN PRAKTEK TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA DIKLAT DASAR KOMPETENSI KEJURUAN DI KELAS X SMK NEGERI 2 LAMONGAN HADI PURWANTO, M
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2016): JPTM. Volume 05 Nomor 01 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Peralatan praktek yang lengkap bisa mendorong siswa untuk bersemangat dalam belajar. Untuk mengetahui kelengkapan peralatan praktek dibutuhkan persepsi dari siswa selaku pengguna peralatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa kelas X SMK Negeri 2 Lamongan terhadap kelengkapan peralatan praktek Dasar Kompetensi Kejuruan ditinjau dari jumlah dan kualitasnya, hubungan persepsi siswa terhadap hasil belajar mata diklat Dasar Kompetensi Kejuruan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, angket/kuisioner. Sumber data dari populasi keseluruhan siswa kelas X SMK Negeri 2 lamongan yang berjumlah 36 siswa. Instrumen yang digunakan berupa angket tertutup dan jobsheet.  Hasil penelitian persepsi siswa terhadap kelengkapan peralatan praktek diperoleh 33% siswa mengatakan sangat baik, 50% baik, dan 17% cukup baik. Capaian hasil belajar praktek siswa berkisar 78-89 dengan rata-rata 81, median = 80 dan modus = 78. Hasil tersebut menunjukkan hasil belajar siswa dalam kategori baik. Dengan adanya persepsi yang baik dari siswa terhadap kelengkapan peralatan praktek dapat mempengaruhi semangat belajar siswa dalam mengerjakan jobsheet yang menyebabkan meningkatnya nilai hasil belajar. Sehingga dapat disimpulkan dari penelitian ini bahwa persepsi siswa terhadap kelengkapan peralatan praktek Dasar Kompetensi Kejuruan kelas X SMK Negeri 2 Lamongan ditinjau dari segi jumlah dan kualitasnya dinyatakan baik. Ada hubungan yang signifikan antara persepsi siswa tentang kelengkapan peralatan praktek terhadap hasil belajarnya. Kata kunci : persepsi siswa, kelengkapan peralatan praktek, hasil belajar.
PENERAPAN PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PEMELIHARAAN MESIN OTOMOTIF KELAS X TKR DI SMK SIANG SURABAYA XAVERIUS ANDI SUGITO, FRANCISKUS
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2016): JPTM. Volume 05 Nomor 01 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran Peer Tearching adalah salah satu model yang dikembangkan untuk meningkatkan penguasaan isi akademis siswa terhadap materi yang diajarkan melalui dua tahap, yaitu Peer (Sebaya), dan Teaching (Tutor).Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas guru,aktivitas siswa, hasil belajar siswa dan respon siswa. dengan menggunakan model pembelajaran Peer Teaching pada mata pelajaran Pemeliharaan Mesin Otomotif  di kelas X TKR SMK Siang Surabaya agar dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research).Dalam penerapannya menggunakan siklus, terdiri dari siklus I dan II. Data yang diperoleh dari penelitian ini akan dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Metode tutor sebaya yang diterapkannya pada mata pelajaran Pemeliharaan Mesin Otomotif di kelas X TKR SMK Siang Surabaya dapat meningkatkan hasil belajar belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya hasil belajar, pada Post test dari 22 siswa hanya 8 siswa yang telah mencapai Standar Ketuntasan Minimal (SKM) ≥75, dengan nilai prosentase ketuntasan kelas 36,36% dan nilai rata-rata 66,93,  pada siklus II 19 siswa mampu mencapai SKM ≥75 dengan nilai prosentase ketuntasan kelas 86,36% dengan nilai rata-rata 83,30 yang telah mencapai indokator klasikal 80 %. Nilai prosentase aktivitas guru juga mengalami peningkatan, Nilai prosentase aktivitas guru juga mengalami peningkatan, pada siklus I 78,83%, siklus II 86,66%. Nilai prosentase aktivitas siswa juga mengalami peningkatan, pada siklus I 76,25%, siklus II  83,75%. Respon siswa dalam pembelajaran menggunakan model pembelajaran Peer Teaching sebesar 81,69%. Hambatan dalam proses pembelajaran menggunakan model Peer Teaching adalah, 1) Guru masih perlu belajar dalam menggunakan model pembelajaran Peer Teaching 2) Siswa masih canggung diajar oleh guru baru, dan cenderung meremehkan guru karena bukan guru dari SMK Siang Surabaya, 3) Siswa kurang teliti dalam menjawab soal-soal dalam pertanyaan, 4) Kurangnya pemanfaatan waktu dalam mengerjakan soal Post test, sehingga siswa kurang teliti dalam membaca dan memahami soal. Kata Kunci : Model Pembelajaran, Tutor Sebaya, Pemeliharaan Mesin Otomotif.
PENGEMBANGAN SOFTWARE SIMULASI TRAINER SISTEM PENERANGAN PADA MATA DIKLAT PEMELIHARAAN KELISTRIKAN KENDARAAN RINGAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN SMK NEGERI 7 SURABAYA NUR CAHYO, TRI
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2016): JPTM. Volume 05 Nomor 01 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media pembelajaran yang dikembangkan dalam pembelajaran sistem penerangan dan tanda adalah media pembelajaran berbasis komputer dalam bentuk software. Tujuan penelitian ini antara lain (1) mengetahui kelayakan produk media pembelajaran yang dibuat dalam bentuk software simulasi, (2) mengetahui respon siswa terhadap media pembelajaran software simulasi, dan (3) mengetahui hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan software simulasi trainer sistem penerangan dan tanda. Penelitian ini merupakan jenis penelitian & pengembangan dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop & Disseminate). Subyek uji coba adalah siswa kelas XI Jurusan TKR SMKN 7 Surabaya. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket dengan memberikan bobot. Media software simulasi dikatakan layak apabila hasil validasi dari ahli substansi, ahli media dan ahli bahasa memberikan nilai kategori baik serta respon siswa dengan tanggapan dengan nilai kategori minimal baik. Instrumen pengumpulan data berupa tes praktik dengan membandingkan nilai rata-rata pretest dan posttest serta membandingkan presentase nilai pretest dengan presentase nilai postest. Hasil penelitian ini yaitu kelayakan media pembelajaran software simulasi yang berdasarkan penilaian para ahli substansi, ahli media dan ahli bahasa sebesar 86,52% merupakan berkategori sangat baik sehingga media pembelajaran ini layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Respon siswa terhadap media software simulasi mendapatkan rata-rata skor rating 90,73%  nilai dengan kategori sangat baik. Presentase rata-rata hasil belajar siswa naik dari 52,55% menjadi 62,14% setelah menggunakan media pembelajaran software simulasi pada mata diklat pemeliharaan kelistrikan kendaraan ringan. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Software Simulasi, Sistem Penerangan.
PENGEMBANGAN MODUL OIL COOLER TRAINER UNTUK MENUNJANG PERKULIAHAN PERPINDAHAN PANAS MAHASISWA D3 TEKNIK MESIN UNESA YOSO A, AGYSTA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2016): JPTM. Volume 05 Nomor 01 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah (1) Mengetahui validitas modul pembelajaran oil cooler trainer yang dikembangkan berdasarkan validasi dari dosen ahli pada mata kuliah perpindahan panas, (2) Mengetahui respon mahasiswa terhadap modul pembelajaran oil cooler trainer pada mata kuliah perpindahan panas. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan untuk modul oil cooler trainer dengan menggunakan model pengembangan 4-D yaitu define, design, develop dan disseminate. Modul pembelajaran ini divalidasi oleh 3 dosen ahli yaitu ahli keteknikan, ahli bahasa dan ahli desain, kemudian diuji cobakan pada mahasiswa D3 kelas DA2 Teknik Mesin Fakultas Teknik UNESA, sebanyak 15 orang mahasiswa yang menempuh mata kuliah perpindahan panas pada semester genap tahun ajaran 2015/2016. Teknik analisa data yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Penelitian pengembangan ini menghasilkan produk berupa modul pembelajaran oil cooler trainer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran ini dapat digunakan pada pembelajaran mata kuliah perpindahan panas di Teknik Mesin UNESA. Hal ini ditunjukkan oleh hasil validasi modul yang dilakukan oleh dosen ahli yaitu tergolong sangat valid dengan rata-rata keseluruhan aspek komponen sebesar 4,51. Hasil angket respon mahasiswa terhadap modul pembelajaran oil cooler trainer yaitu tergolong sangat baik dengan rata-rata untuk keseluruhan aspek sebesar 82%. Kata kunci : Oil cooler trainer, Modul pembelajaran, Validasi dan Respon Mahasiswa.
PENERAPAN MODUL TRANSMISI OTOMATIS UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MEMELIHARA TRANSMISI PADA SISWA SMK KELAS XI-TKR DI SMK ATTANWIR BOJONEGORO ROHMAN, M.TAUFIQUR
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2016): JPTM. Volume 05 Nomor 01 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang masalah penelitian ini adalah adanya hambatan terhadap kegiatan mengajar  tentang sistem transmisi otomatis pada kompetensi memelihara transmisi, karena (1) kurangnya pengetahuan siswa tentang transmisi otomatis mobil, (2) belum adanya buku pegangan untuk siswa belajar mandiri mengenai transmisi otomatis mobil, (3) belum adanya bahan ajar dalam bentuk modul yang sistematis pada mata pelajaran sistem transmisi otomatis, (4) hasil belajar siswa kurang maksimal, ketuntasan klasikal masih dibawah 70%.Desain penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) mengacu pada model yang dikembangkan oleh Kemmis dan MC Taggart, yang dilaksanakan di kelas XI-TKR SMK ATTANWIR Bojonegoro tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 34 siswa.Variabel dalam penelitian ini adalah aktivitas siswa dan hasil belajar siswa.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar pengamatan aktivitas siswa dan lembar soal tes, diaplikasikan dalam bentuk instrumen penelitian.Indikator keberhasilan hasil belajar siswajika siswa dapat mencapai ketuntasan individu ≥ 75, serta ketuntasan klasiklal >80%.Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penerapan modul transmisi otomatis pada kompetensi memelihara transmisi dapat meningkatkan aktivitas siswa, dimana pada siklus I dengan presentase 69,44%, sedangkan pada siklus II mencapai 87,5%, sehingga terjadi peningkatan sebesar 18,06%. Penerapan  modul transmisi juga meningkatkan hasil belajar siswa, pada siklus I ketuntasan individu diperoleh dengan nilai  rata-rata 79,16, ketuntasan klasikal menunjukan presentase 70,58%, sedangkan pada siklus II ketuntasan individu mencapai nilai rata-rata 82,2, ketuntasan klasikal menunjukkan presentase 82,35%. Kata kunci: Modul Pembelajaran, PTK, Kompetensi Memelihara Transmisi
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN SISTEM PENGAPIAN CDI UNTUK MENINGKATKAN KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN SISWA KELAS XII TSM PADA MATA DIKLAT PERBAIKAN SISTEM PENGAPIAN DI SMKN 1 NGANJUK DWI SETIYAWAN, NANANG
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2016): JPTM. Volume 05 Nomor 01 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatkan efektivitas belajar dapat dilakukan dengan memilih perangkat pembelajaran yang sesuai, karena untuk mencapai keefektivitasan pembelajaran pengajar harus mampu melihat kebutuhan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul sistem pengapian CDI-DC yang layak digunakan pada pembelajaran sistem pengapian sepeda motor untuk siswa kelas XII jurusan TSM di SMKN 1 Nganjuk. Metode penelitian yang digunakan mengadopsi model pengembangan 4 D yang terdiri atas empat tahap, yaitu; pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop) dan penyebaran (disseminate). Setiap tahap dalam penelitian pengembangan modul ini divalidasi oleh validator ahli pada masing-masing aspek yang dimaksudkan untuk mendapatkan modul dengan kriteria penilaian layak. Penyebaran uji coba terbatas dimaksudkan untuk mengetahui tingkat respon siswa kelas XII TSM di SMKN 1 Nganjuk. Penilaian modul sistem Pengapian CDI-DC oleh ahli desain sebesar 75,1%, ahli isi 70,83% dan ahli bahasa 71,4%, serta oleh guru SMKN 1 Nganjuk  sebesar 96,35%. Hasil nilai tersebut menurut Skala Likert, menunjukkan kriteria modul yang dihasilkan adalah layak dan dapat digunakan sebagai media belajar sistem pengapian CDI-DC. Efektifitas modul terlihat dari uji coba terbatas terhadap 15 siswa kelas XII TSM yang memperoleh nilai aktivitas siswa sebesar 79,76% dengan kriteria aktif, sedangkan aktivitas guru saat penilaian adalah sebesar 86,9% dengan kriteria sangat aktif. Berdasarkan perolehan data tersebut disimpulkan kualitas belajar siswa pada mata pelajaran sistem pengapian sepeda motor di kelas XII TSM SMKN 1 Nganjuk tahun pelajaran 2015/2016 telah meningkat. Kata Kunci:  Modul, Sistem Pengapian CDI-DC, Efektifitas
PENGARUH PEMBELAJARAN ACTIVE KNOWLEDGE SHARING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA STANDAR KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN KELAS XI DI SMK BUBUTAN SURABAYA HARIYONO, ACHMAD
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2016): JPTM. Volume 05 Nomor 01 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh  proses  pembelajaran  menggunakan metode strategi Active Knowledge Sharing (AKS) terhadap hasil  belajar  siswa. Pembelajaran menggunakan metode AKS merupakan salah satu alternatif untuk mencapai hasil belajar siswa yang kurang maksimal pada standar kompetensi teknik kendaraan ringan.Sasaran penelitian yaitu siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan (TKR) di SMK Bubutan Surabaya tahun ajaran 2015/2016.  Sampel yang diambil adalah 2 kelas TKR 1 sejumlah 30 siswa, dan TKR 2 sejumlah 30 siswa. Metode penelitian  yang digunakan adalah quasi eksperimen, pengumpulan data diperoleh melalui soal tes setelah diberi pembelajaran AKS. Data dianalisis menggunakan uji t dengan bantuan software SPSS 17.Hasil nilai rerata ditunjukkan pada kelas yang diberi pembelajaran AKS adalah 82.00 dan kelas yang tidak diberi treatmen adalah 77.20. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa, ada perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan pembelajaran strategi AKS dengan hasil belajar siswa yang tidak menggunakan pelajaran stategi AKS. Kata Kunci : Strategi Active Knowledge Sharing dalam model pengajaran langsung, Hasil Belajar Siswa.
PENERAPAN METODE BELAJAR KOOPERATIF JIGSAW BERBASIS KARAKTER UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MEMAHAMI SISTEM REM KONVENSIONAL SISWA KELAS XI TSM DI SMK SIANG SURABAYA MISBAKHUR ROMADHANI, MUKHAMMAD
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2016): JPTM. Volume 05 Nomor 01 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI TSM di SMK Siang Surabaya dalam menyelesaikan kompetensi dasar memaham sistem rem konvensional. Pembelajaran menggunakan metode pembelajaran kooperatif jigsaw dalam menyelesaikan kompetensi dasar memahami sistem rem konvensional, dan untuk mengetahui apakah sudah sesuai dengan penanaman karakter yang baik pada anak. Sasaran penelitian ini yaitu siswa kelas Xi TSM di SMK SIANG Surabaya, sedangkan waktu penelitiannya dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2015/2016. Subjek penlitian ini adalah seluruh siswa kelas XI TSM di SMK SIANG surabaya. Metode penelitian dilakukan mengikuti prosedur penelitian tindak kelas (Classroom Action Research). Pengumpulan data diperoleh melalui soal pretest dan posttest. Metode tes dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mencari atau mengumpulkan data tentang prestasi hasil belajar siswa.Ketuntasan belajar siswa secara klasikal sudah tercapai karena 23 siswa dari 28 siswa sudah tuntas dan 5 siswa yang belum tuntas , jadi hasil belajar pada siklus II sudah tercapai karena hasil belajar menunjukan presentase 82% dari jumlah siswa. Sedangkan di siklus I ketuntasan hasil belajar siswa hanya mencapai 39%. Di simpulkan bahwa hasil belajar siswa yang menggunakan metode belajar kooperatif jigsaw berbasis karakter. Keyword: Metode belajar, kooperatif jigsaw berbasis kaarakter
 JPTM. VOLUME 05 NOMOT 01 TAHUN 2016, 104-107 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG BERBASIS KARAKTER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR  PADA MATA DIKLAT SISTEM REM KELAS XI TSM SMK SIANG SURABAYA SUNU BASKORO, PUTRA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2016): JPTM. Volume 05 Nomor 01 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keresahan peneliti dengan proses pembelajaran khususnya proses penilaian yang dilakukan di sekolah yang menjadi tempat penelitian. Secara umum pembelajaran yang dilakukan masih berpusat pada pendidik dan penilaian yang dilakukan masih konvensional. Bentuk penilaian yang dilakukan belum bisa mengakomodasi seluruh hasil belajar peserta didik, artinya penilaian masih tertumpu pada satu aspek kompetensi keterampilan saja, sehingga cenderung mengabaikan aspek kompetensi sikap dan kompetensi pengetahuan. Permasalahan lainnya adalah sikap dan perilaku sebagain peserta didik yang menyimpang dan tidak semestinya dilakukan sebagai seorang pelajar sering terlihat, dibuktikan dengan masih banyaknya peserta didik yang mencontek, tidak sopan dan berkelahi. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model penilaian yang bisa mengukur, memonitor dan menilai semua domain hasil belajar (sikap, pengetahuan, dan keterampilan) serta mampu meminimalisir perilaku menyimpang yang dilakukan oleh pelajar.Desain penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) mengacu pada model yang dikembangkan oleh Kemmis dan winkel, yang dilaksanakan di kelas XI TSM SMK SIANG SURABAYA tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 28 peserta didik. Variabel variabel yang ditentukan dalam penelitian ini adalah hasil belajar peserta didik, perilaku berkarakter peserta didik, aktivitas peserta didik, aktivitas pendidik, respon peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumen portofolio, observasi dan angket yang diaplikasikan dalam bentuk instrumen penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter siswa  pada siklus I  mendapatkan presentase 52,55% tergolong cukup baik terlihat dari siswa masih mencontek saat mengerjakan tugas, pada siklus II mendapatkan presentase 76,5% tergolong baik terlihat dari siswa mengumpulkan tugas tepat waktu dan membantu kelompok dalam diskusi. Hasil belajar siswa menunjukan siswa yang tuntas pada siklus I sebanyak 17 siswa (55%), siklus II siswa yang tuntas sebanyak 23 siswa (82,14%). Kata kunci: pembelajaran langsung,karakter siswa,hasil belajar.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT (NUMBERED HEAD TOGETHER) PADA MATA PELAJARAN GAMBAR TEKNIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X TPM-1 DI SMK RADEN PATAH MOJOSARI HENDRA RACHMAN, FAJAR
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2016): JPTM. Volume 05 Nomor 01 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Tujuan penerapan pembelajaran ini adalah (1) untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa, (2) respon belajar siswa, (3) dan hasil belajar siswa. Setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif numbered head togetherpada mata diklat Gambar Teknik Di SMK Raden Patah Mojosari.Jenis penelitian ini ialah penelitian tindak kelas. Penelitian ini harus melalui 2 siklus, siklus I menggunakan pre-test dan post-test, siklus II menggunakan post-tes. Data yang diperoleh diolah dengan metode deskriptif kualitatif.Hasil penelitian ini dengan diterapkannya model pembelajaran numbered head together pada mata diklat Gambar Teknik Di SMK Raden Patah Mojosari dapat meningkatkan aktivitas siswa, respon siswa dan hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya hasil (1) aktivitas siswa dari siklus I yang nilai presentasenya 74% ke siklus II yang nilai presentasenya 89,33%, (2) respon siswa dari siklus I dengan nilai presentase 78,67% ke siklus II dengan nilai presentase 84,06%, (3) belajar siswa pada siklus I yang nilai klasikalnya 49% ke siklus II  dengan hasil nilai klasikal 84%. Kata Kunci: Model numbered head together, penelitian tindak kelas, meningkatkan hasil belajar.

Page 8 of 38 | Total Record : 372