cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
  • jurnal-pendidikan-teknik-mesin
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 372 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MENGGAMBAR TEKNIK wibisono, galih
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 4, No 02 (2015): JPTM. Volume 04 Nomor 02 Tahun 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran langsung merupakan suatu model pengajaran yang bersifat teacher center. Model ini ditujukan pula untuk membantu siswa mempelajari keterampilan dasar dan memperoleh informasi yang dapat diajarkan selangkah demi selangkah. Ciri khas pembelajaran langsung yakni, adanya tujuan pembelajaran, sintaks dan alur kegiatan pembelajaran, serta sistem pengelolaan lingkungan belajar. Penelitian ini diawali dari temuan masalah yaitu rendahnya kompetensi menggambar teknik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan model pembelajaran langsung terbimbing yang bisa mengukur, memonitor dan menilai semua domain hasil belajar serta mampu meminimalisir perilaku menyimpang pelajar. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yang dilaksanakan di kelas XI Las 2 SMKN 1 Bendo, Magetan tahun pelajaran 2014/2015 dengan jumlah peserta didik 36 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan, tes pengetahuan, tes keterampilan yang diaplikasikan dalam bentuk instrumen penelitian. Dari analisis data disimpulkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran langsung terbimbing terjadi perubahan aktivitas siswa dari pertemuan I sampai pertemuan III, dalam arti aktivitas siswa meningkat dari aktivitas yang tidak mendukung ke aktivitas yang mendukung kegiatan belajar mengajar. Sedangkan ketuntasan klasikal kemampuan kognitif siswa pada pertemuan I sebesar 61,11% meningkat pada pertemuan II sebesar 88,88%; dan meningkat pada pertemuan III sebesar 100%. Kemudian hasil kemampuan siswa menggambar proyeksi pada pertemuan I sebesar 63,88%; meningkat pada pertemuan II sebesar 83,33% dan meningkat pada pertemuan III sebesar 100%. Kata kunci :pembelajaran langsung terbimbing, penelitian deskriptif, aktivitas siswa, kemampuan kognitif siswa, kemampuan siswa menggambar proyeksi.
PROBLEM BASED LEARNING MELALUI PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES UNTUKMENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOMPETENSI MEMPERBAIKI SISTEM PENGAPIANPADA SISWA SMK NEGERI 3 BOJONEGORO HERLAMBANG, ANDIK
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 4, No 02 (2015): JPTM. Volume 04 Nomor 02 Tahun 2015
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakProblem Based Learning adalah model pembelajaran yang menjadikan masalah sebagai dasar atau basisbagi siswa untuk belajar, Pendekatan keterampilan proses adalah pengembanganketerampilanketerampilanmemproseskan perolehan sehingga siswamampu menemukan dan mengembangkansendiri fakta dan konsep serta menumbuhkan dan mengembangkan sikap dan nilai yang dituntutsehingga menciptakan kondisi belajar siswa aktif.Selama ini pembelajaran di SMKN 3 Bojonegoromenggunakan metode ceramah konvensional, sehingga masih banyak siswa yang tidak memperhatikandan mengakibatkan hasil belajar siswa yang rendah. Terbukti pada mata pelajaran sistem pengapianhasil belajar siswa tengah semester pada tahun ajaran 2013/2014 kelulusan klasikal 63% dengan nilairata-rata 80. Siswa yang dijadikan objek penelitian adalah siswa kelas XI TKR di SMKN 3 Bojonegoropada semester gasal tahun ajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas(Classroom Action Research) dengan dua siklus setiap siklus mempunyai empat tahapanyaitu,perencanaan,tindakan,pengamatan, refleksi.Setelah melakukan penelitian menggunakan modelpembelajaran PBL melalui pendekatan keterampilan proses, diperoleh hasil pengamatan aktivitas siswaselama proses pembelajaran menunjukkan peningkatan dengan nilai persentase ketuntasan siswa padasiklus 1 sebesar 37,50% pada pelaksanaan siklus 2 menjadi 100%. Hasil pengamatan respon siswa jugamengalami peningkatan dengan nilai persentase ketuntasan siswa pada siklus 1 sebesar 74% (baik) padapelaksanaan siklus 2 menjadi 100% (sangat baik). Hasil belajar siswa meningkat karena aktivitas siswadan respon siswa dalam pembelajaran PBL melalui pendekatan keterampilan proses terlaksana danmendapatkan hasil yang sangat baik, sehingga terjadi peningkatan pada hasil belajar mulai dari siklus Idengan nilai persentase ketuntasan 30% kemudian pada siklus 2 mendapatkan nilai persentaseketuntasan 100%. Hasil pengamatan keterampilan proses siswa mengalami peningkatan dengan nilaipersentase siklus 1 sebesar 25% pada pelaksanaan siklus 2 menjadi 100%. Dan hasil pengamatan sikapsiswa selama pembelajaran siklus 1 mendapatkan hasil persentase ketuntasan 50% pada pelaksanaansiklus 2 menjadi 75%. Dengan demikian penerapan model pembelajaran Problem Based Learningmelalui pendekatan keterampilan proses dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada kompetensimemperbaiki sistem pengapian di SMK Negeri 3 Bojonegoro. Kata kunci : Model Pembelajaran Problem Based Learning, Pendekatan Keterampilan Proses, Respon,Aktivitas, Hasil Belajar Siswa.
PENGINTEGRASIAN PENDIDIKAN KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILL EDUCATION) DI SMK PGRI 5 SURABAYA UNTUK MENINGKATKAN KECAKAPAN PERSONAL SISWA AJI, SANTIKA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JPTM. Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek personal yang dilakukan oleh siswa selama pembelajaran pendidikan kecakapan hidup dan untuk mengetahui prestasi belajar pada mata diklat sistem bahan bakar bensin. Subyek  penelitian adalah 20 siswa kelas XI SMK PGRI 5 Surabaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Analisis data menggunakan diskriptif kualitatif. Instrumen  penelitian  meliputi lembar  penilaian kecakapan hidup dan  tes. Hasil belajar siswa tercapai jika dapat mencapai ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukan bahwa kecakapan  personal pada siklus I presentase 51,3% tergolong cukup baik ditinjau dari kemampuan mengolah informasi yang masih rendah. Pada siklus II presentase 79,3% tergolong baik terlihat dari siswa mengolah informasi dengan berdiskusi , dan pada siklus III terjadi peningkatan menjadi 90,3% tergolong sangat baik tercermin siswa mampu mengambil keputusan kelomok untuk memecahkan masalah. Hasil belajar siswa yang tuntas pada siklus I sebanyak 7 orang (35%), siklus II siswa yang tuntas 11 orang (55%) dan pada siklus III siswa yang tuntas sebanyak 17orang (85%). Untuk pengelolaan pembelajaran siklus I presentase 58% tergolong cukup baik, di siklus ke II meningkat 80% tergolong baik, dan di siklus ke III peningkatan mencapai 88% tergolong sangat baik.
PENGARUH CARA PENCATATAN MIND MAPPING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN DASAR-DASAR KELISTRIKAN OTOMOTIF KELAS X SMK NEGERI 2 PEMEKASAN HARSONO,
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JPTM. Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hasil belajar antara siswa yang diajarkan menggunakan metode cara pencatatan mind mapping pada mata pelajaran dasar-dasar kelistrikan otomotif. Penelitian ini merupakan penelitian control group design, sedang analisis data menggunakan analisis of covarians (anacova). Jumlah sampel dalam penelitian ini terdiri dari 2 kelas (X TMO-1 dan X TMO-2) dan jumlah dari setiap kelas terdiri dari 32 siswa. Dimana pada kelas X TMO-1 melakukan proses belajar mengajar menggunakan metode ceramah, sedangkan X TMO-2 melakukan proses belajar mengajar menggunakan metode pencatatan mind mapping. Data dikumpulkan melalui validasi perangkat pembelajaran (RPP dan Bahan Ajar) dan soal post-test dengan skala likert. Uji persyaratan analisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan uji hipotesis. Metode analisis yang digunakan adalah analisis of covarians (anacova). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh hasil belajar antara siswa yang diajarkan menggunakan metode ceranah dan metode pencatatan mind mapping pada mata pelajaran dasar-dasar kelistrikan otomotif dibuktikan pada tests of between-subjects effects angka untuk signifikan untuk peubah metode diperoleh sebesar 0.001<0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar pada mata pelajaran dasar-dasar kelistrikan otomotif terdapat perbedaan yang signifikan. Nilai rata-rata siswa yang diajarkan menggunakan metode ceramah sebesar 69.87 dan nilai rata-rata siswa yang diajarkan menggunakan metode pencatatan mind mapping sebesar 80.50. Kata kunci:  Mind Mapping, Ceramah, Pretest-Postest Control Group Design, Analisis Of Covarians, Hasil Belajar.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI (TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION) PADA MATA DIKLAT MESIN KONVERSI ENERGI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KELAS X TPM 2 DI SMK NEGERI 7 SURABAYA HANAFI, IMAM
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JPTM. Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penerapan pembelajaran ini adalah (1) untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa, (2) respon belajar siswa, (3) dan hasil belajar siswa setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif team assisted individualization pada mata diklat Mesin Konversi Energi SMKN 7 Surabaya. Jenis penelitian ini ialah penelitian tindak kelas. Penelitian ini harus melalui 2 siklus, siklus I menggunakan pre-test dan post-test, siklus II menggunakan post-tes. Data yang diperoleh diolah dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini dengan diterapkannya model pembelajaran team assisted individualizatin pada mata diklat Mesin Konversi Energi SMKN 7 Surabaya dapat meningkatkan aktivitas siswa, respon siswa, dan hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya hasil (1) aktivitas siswa dari siklus I yang nilai presentasenya 65,04% ke siklus II yang nilai presentasenya 82%, (2) respon siswa dari siklus I dengan nilai presentase 70,35% ke siklus II dengan nilai presentase 75%, (3) belajar siswa pada siklus I yang nilai klasikalnya 71,40% ke siklus II dengan hasil nilai klasikal 92,80%. Kata Kunci: Model team assisted individualization, penelitian tindak kelas, meningkatkan hasil belajar.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WEB UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DASAR-DASAR MESIN KELAS X DI SMK NEGERI 3 BUDURAN SIDOARJO Sunwinarti,
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JPTM. Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi informasi membawa banyak dampak positif  bagi dunia pendidikan. Salah satu pengembangan media pembelajaran yang populer adalah media pembelajaran berbasis web. Tujuan penelitian  ini adalah  menghasilkan produk media pembelajaran berbasis web, mengetahui respon siswa dan mengetahui rata-rata hasil belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah desain pengembangan ADDIE, langkah penelitian disesuaikan dengan tujuan penelitian pengembangan. Prosedur yang dilakukan adalah menganalisis, merancang, mengembangkan, menerapkan, dan evaluasi. Produk hasil penelitian ini beralamat otomotif.smknperkapalan.net. Respon siswa terhadap media pembelajaran berbasis web menunjukkan kategori sangat baik. Hasil rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan media pembelajaran berbasis web lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata hasil belajar siswa yang tidak menggunakan media pembelajaran berbasis web pada kompetensi memahami dan menerapkan dasar-dasar mesin. Kata Kunci: web, respon siswa, hasil belajar.
PENERAPAN MODEL PEMBELJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS-GAMES-TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMK TAMAN SISWA SURABAYA HARYANTO, BUDI
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JPTM. Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya rasa keingintahuan siswa terhadap pembelajaran kompetensi menggunakan dan memelihara alat ukur dapat menyebabkan ketuntasan belajar siswa yang dicapai kurang maksimal. Metode belajar yang digunakan oleh guru cenderung menggunakan metode ceramah sehingga pemahaman siswa terhadap pembelajaran kompetensi menggunakan dan memelihara alat ukur kurang karena pembelajaran bersifat satu arah. Untuk mengatasi kenyataan permasalahan tersebut, ada bermacam cara untuk mencapai ketuntasan belajar siswa, salah satunya adalah penerapan model Pembelajaran Kooperatif tipe Teams-Games-Tournament (TGT). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas siswa, respon siswa, dan hasil belajar siswa kelas X SMK Taman Siswa Surabaya. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan One Shot Case Study yaitu penelitian yang dilakukan dengan melaksanakan suatu perlakuan tertentu pada subjek penelitian dan diikuti dengan pengukuran terhadap akibat dari perlakuan tersebut. One Shot Case Study digunakan peneliti karena hanya satu kelas saja yang dikenakan perlakuan tertentu tanpa adanya kelas kontrol dan tes awal. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X TKR SMK Taman Siswa Surabaya dengan jumlah 28 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data meliputi: lembar pengamatan aktivitas siswa, soal tes evaluasi, dan angket respon siswa. Metode analisis data yang digunakan dalam pembahasan hasil penelitian ini adalah metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa yang paling dominan pada pertemuan I dan pertemuan II  adalah melakukan diskusi dalam kelompok yaitu sebesar 20,48% dan 21,95%. Sedangkan pada pertemuan III adalah mengerjakan soal LKS dengan persentase sebesar 22,62%. Untuk aktivitas melakukan perilaku yang tidak relevan  mengalami penurunan dalam tiap pertemuannya, yaitu 16,87% ; 9,76 %, dan 4,76 %, hal ini menandakan siswa telah berperan aktif dalam pembelajaran. Hasil angket respon diketahui bahwa siswa mempunyai tanggapan yang positif terhadap Model pembelajaran kooperatif tipe Teams-Games-Tornament (TGT). Sedangkan hasil belajar siswa yang mendapat nilai ≥ 70 adalah sebanyak 25 siswa dan siswa yang mendapat ≤ 70 adalah sebanyak 3 siswa. Secara klasikal persentase ketuntasan belajar kelas mencapai  89,29%. Hal ini berarti ketuntasan kelas secara klasikal tercapai. Kata Kunci : Model pembelajaran kooperatif tipe TGT, Hasil belajar.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA MATA PELAJARAN MEKANIKA TEKNIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X TEKNIK PEMESINAN SMK NEGERI 3 BOYOLANGU, TULUNGAGUNG PRIYASUDANA, DANANG
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JPTM. Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas siswa, respon siswa dan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Mekanika teknik dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan model pembelajaran langsung. Data diambil dengan menggunakan angket respon siswa, lembar pengamatan aktifitas siswa dan hasil belajar siswa dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan paradigma sederhana adalah penelitian terdiri dari satu variabel independen. Subjek penelitian adalah siswa kelas X Teknik Pemesinan SMK Negeri 3 Boyolangu, Tulungagung pada semester ganjil tahun ajaran 2015-2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas, respon dan tes hasil belajar siswa selama proses pembelajaran mata pelajaran Mekanika teknik menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terjadi peningkatan yang signifikan. Aktivitas siswa mengalami perubahan karena siswa mampu berfikir kritis, mempunyai keterampilan komunikasi dalam kelompok, siswa lebih aktif dan berani untuk mengeluarkan pendapat di depan teman-temannya. Respon siswa terhadap keseluruhan aspek pada lembar angket respon siswa, maka dapat disimpulkan bahwa pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dikategorikan baik dan layak untuk digunakan dalam proses belajar mengajar (KBM). Hasil belajar siswa selama proses pembelajaran mata pelajaran mekanika teknik menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terjadi peningkatan hasil tes siswa. Untuk Tes dapat dilihat dari rata ? rata (mean) tiap kelas kelas X TPm 3 dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) adalah sebesar 76,80 dan untuk kelas X TPm 2 dengan model pembelajaran langsung adalah 73,37 artinya bahwa rata-rata nilai ujian kelas X TPm 3 lebih tinggi daripada rata-rata nilai ujian kelas X TPm. Kata kunci : Problem Based Learning (PBL), respon siswa, aktivitas siswa, hasil belajar siswa.
PENGEMBANGAN MODUL CNC SEMI PU GSK 928 TC UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XII SMK YPM 1 TAMAN SIDOARJO BACHRUL ULUM, MUCH.
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JPTM. Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada kegiatan pembelajaran, penggunaan modul adalah salah satu langkah yang tepat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pada siswa. Sebagai media pembelajaran yang dapat dipelajari secara mandiri, modul diharapkan dapat mengkondisikan kegiatan pembelajaran lebih terencana dengan baik, tuntas, dan dengan hasil yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah modul yang layak digunakan pada pembelajaran praktek CNC di Jurusan Teknik Mesin SMK YPM 1 Taman Sidoarjo. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Metode penelitian yang digunakan mengadopsi pada model pengembangan 4D (Four D Model) yang dimodifikasi menjadi 3D yaitu terdiri dari tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design) dan tahap pengembangan (develop). Sedangkan tahap penyebaran (disseminate) tidak dilakukan karena penelitian ini hanya sebatas uji kelayakan dan efektivitas modul praktek CNC dilihat dari peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian, ditunjukkan bahwa modul pembelajaran praktek CNC yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran mata pelajaran praktek CNC. Hal ini dapat dilihat dari hasil validasi modul oleh ahli bahasa, ahli desain, dan ahli materi dengan memperoleh rata-rata 84,43% dari skor kriterium, di mana persentase tersebut jika diinterpretasikan pada Skala Likert, masuk dalam kriteria sangat layak. Modul pembelajaran praktek CNC yang dikembangkan juga telah memenuhi kriteria efektivitas berdasarkan adanya peningkatan aktivitas yang memperoleh persentase 87,12% dengan kriteria sangat baik, dan didukung adanya peningkatan belajar siswa di rumah selama 10-15 menit, serta terdapat peningkatan hasil belajar dilihat dari pre test siswa yang tuntas memperoleh persentase sebesar 50% dan post test siswa yang tuntas memperoleh persentase sebesar 91,67%. Kata kunci: Pengembangan modul, Aktivitas Belajar, Hasil Belajar.
PENERAPAN MODEL PROBLEM SOLVING PADA STANDAR KOMPETENSI MELAKUKAN PEKERJAAN PENGELASAN DENGAN LAS BUSUR MANUAL TERHADAP HASIL BELAJAR KELAS XI TP SMK NEGERI 2 LAMONGAN HADI SAPUTRO, AFIF
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 4, No 03 (2016): JPTM. Volume 04 Nomor 03 Tahun 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui hasil belajar siswa sebelum dan sesudah kegiatan belajar menggunakan model problem solving pada standar kompetensi melakukan pekerjaan pengelasan dengan las busur manual di SMK Negeri 2 Lamongan, (2) Untuk mengetahui respon siswa terhadap penerapan model problem solving pada standar kompetensi melakukan pekerjaan pengelasan dengan las busur manual. Jenis dan desain penelitian ini adalah Deskriptif Kuantitatif, desain menggunakan The One Group Pretest-Posttest Design adalah Jenis ini terdapat pre-test sebelum diberi perlakuan. Sedangkan dalam penentuan sampel penelitian digunakan teknik sampling jenuh yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Jadi sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI TP SMK Negeri 2 Lamongan yang berjumlah 37 siswa. Analisis data untuk validasi perangkat pembelajaran menggunakan analisis deskriptif sedangkan analisis hasil belajar siswa untuk membedakan hasil belajar pada pre-test dan post-test digunakan uji-t dengan metode Paired-sample t-Test. Hasil dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa : (1) Berdasarkan hasil analisis uji-t dengan metode Paired-sample t-Test menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil belajar antara pre-test dan post-test. Hasil thitung adalah - 4,003 dan ttabel (?=0,05; dk = 37-1) adalah 2.023 sehingga thitung < ttabel (-4,003< 2,023). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa kelas XI TP SMK Negeri 2 Lamongan antara sebelum dan sesudah penerapan model problem solving pada standar kompetensi melakukan pekerjaan pengelasan dengan las busur manual. (2) Respon siswa terhadap penerapan model problem solving pada standar kompetensi melakukan pekerjaan pengelasan dengan las busur manual adalah sebesar 80%. Artinya, siswa merespon positif terhadap penerapan model problem solving pada standar kompetensi melakukan pekerjaan pengelasan dengan las busur manual. Kata kunci : Model Pembelajaran, Problem Solving, Hasil belajar, Respon siswa.

Page 6 of 38 | Total Record : 372