cover
Contact Name
Yunika Triana
Contact Email
yunika@staff.uinsaid.ac.id
Phone
+6289518181336
Journal Mail Official
yunika@staff.uinsaid.ac.id
Editorial Address
Jl. Pandawa, Pucangan, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Indonesia.
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Al-Absah: Journal of Civilization, Language, Literature, and History
ISSN : -     EISSN : 31640273     DOI : https://doi.org/10.22515/alabsah.v2i1.139
Core Subject :
Al-Absah: Journal of Civilization, Language, Literature, and History aims to provide a scholarly platform for the publication of research articles related to the fields of adab, language, literature, and history. This journal welcomes interdisciplinary studies that explore these areas from various perspectives within language studies, literary studies, and studies of adab and Islamic culture.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "vol. 1 no. 2 (2025)" : 8 Documents clear
Tantangan Guru di Era Teknologi: Studi Kasus Guru SD, SMP, dan SMA di Solo Raya: Teacher Challenges in the Technology Era: Case Study of Elementary, Middle, and High School Teachers in Solo Raya Rachmawati Rinda Pratama; Ibna Resa; Putri Dwi Archningtia
Al-Absah: Journal of Civilization, Language, Literature, and History Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/alabsah.v1i2.6

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam melaksanakan sebagai pendidik profesional.  Guru profesional memainkan peran krusial dalam mengembangkan proses pembelajaran yang efisien dan berkualitas.  Penelitian ini menggunakan metodologi wawancara terhadap tiga orang pendidik yang mempunyai pengalaman mengajar di tingkat SD, SMP, dan SMA di Solo Raya.  Dari penelitian ini diperoleh data bahwa para guru memiliki kompetensi yang baik dalam menjalankan tugas mereka seperti pendidik profesional, termasuk sebagai sumber belajar, fasilitator, pengelola, demonstran, pembimbing, motivator, dan evaluator.  Mereka mampu menguasai materi pelajaran secara efektif, menumbuhkan lingkungan belajar yang kondusif, dan memotivasi siswa untuk terlibat dalam studinya.  Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi bahwa para guru menghadapi tantangan dalam menjalankan tugas mereka, seperti mengelola kelas yang besar dan beragam, berhadapan dengan siswa yang memiliki latar belakang dan kemampuan yang bervariasi, serta beradaptasi dengan kemajuan zaman dan teknologi.  Penelitian ini juga menunjukkan bahwa guru telah mengalami perubahan tanggung jawabnya sesuai dengan berjalannya waktu dan modifikasi kurikulum.  Mereka harus terus memperbarui pengetahuan dan keterampilannya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini dapat dijadikan pedoman untuk meningkatkan kompetensi guru dan kualitas pendidikan di Indonesia.
Makam Eyang Ki Kebo Kenongo:Titik Temu Sejarah Lokal, Spiritualitas Jawa, Dan Arsitektur Islam Awal: Eyang Ki Kebo Kenongo Tomb: The Intersection Of Local History, Javanese Spirituality, And Early Islamic Architecture Fakehufidin; Viky Khoirul Fuady; Yahya Nur Fadillah
Al-Absah: Journal of Civilization, Language, Literature, and History Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/alabsah.v1i2.22

Abstract

This research examines the Tomb of Ki Kebo Kenongo in Pengging, Boyolali, as a site rich in historical, archaeological, and religious values in the context of Javanese culture. Ki Kebo Kenongo, or Ki Ageng Pengging, was an important figure during the transition from the Majapahit Kingdom to the Demak Sultanate, known both as a nobleman and as a spiritual figure of Sheikh Siti Jenar's disciple. An interdisciplinary approach is used in thisresearch, including the historical method to trace the genealogy, socio-political role, and spiritual teachings of Ki Kebo Kenongo; the archaeological approach to analyze the structure, materials, and ornaments of the tomb; and the religio-cultural approach to understand the pilgrimage tradition that is still alive in the community. The results show that this tomb is an important spiritual center, reflecting the combination of Islamic values with local wisdom and Javanese culture. The architecture of the tomb shows the acculturation of Hindu-Buddhist and early Islam, with pilgrimage practices reflecting the diversity of the community's religious expressions. Pilgrimage traditions such as prayer recitation, flower sowing, and kenduri emphasize the function of the tomb as a spiritual space as well as a symbol of cultural identity. This study emphasizes the importance of recognizing local sites as part of Indonesia's cultural heritage and national history
Taste Memory: Food Serving Traditions In The Khol Agung Celebration Based On Serat Memulé At Mangkunegaran Palace In 1916-1944m: Memori Cita Rasa: Tradisi Penyajian Makanan Dalam Perayaan Khol Agung Berdasarkan Serat Memulé Di Pura Mangkunegaran Tahun 1916-1944m Nur Fadlilah; Sucipto; Muh. Fajar Shodiq; Latif Kusairi
Al-Absah: Journal of Civilization, Language, Literature, and History Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/alabsah.v1i2.26

Abstract

This study discusses the history of the tradition of serving food in the khol agung celebration at Pura Mangkunegaran in the period 1916–1944, based on the Serat Memulé manuscript. The tradition of serving food in khol agung is an important part of the ritual to commemorate the death of the Mangkunegaran king, which is held once every eight years. The purpose of this study is to trace the early history of the tradition of serving food in the khol agung celebration at Pura Mangkunegaran. The method used is the historical method with the stages of heuristics, verification, interpretation, and historiography. A linguistic approach is also used in studying the Serat Memulé manuscript. Historical data were obtained from the Serat Memulé manuscript, Reksa Pustaka archives, contemporary newspapers, interviews and literature. The results of the study show that this tradition is rooted in the religious customs of K.G.P.A.A. Mangkunegara I and was continued by the kings after him. The progress of Javanese literature during the reign of Mangkunegara VII produced the Javanese Serat Memulé manuscript. Serat Memulé records the favorite dishes of the Mangkunegaran kings from K.G.P.A.A. Mangkunegara I to K.G.P.A.A. Mangkunegara V presented in khol agung. This tradition has spiritual meaning, religious, social, and cultural values. This tradition influences the culture of society outside the palace through similar practices known as pancenan.
Analisis Penggunaan Bahasa Prokem Pada Podcast Deddy Corbuzier: Kajian Sosiolinguistik : Analysis Of The Use Of Prokem Language In Deddy Corbuzier's Podcast: A Sociolinguistic Study Erlin Atifah
Al-Absah: Journal of Civilization, Language, Literature, and History Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/alabsah.v1i2.29

Abstract

Bahasa prokem merupakan bahasa nonformal yang biasanya digunakan oleh kalangan remaja dan diadaptasi dari beberapa bahasa, terutama Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penggunaan bahasa prokem dalam vidio YouTube Deddy Corbuzier yang berjudul “Ibu Tiri Bareng Anak Tiri Kuliah Di UI, dan “Kuliah Gak Penting (Kasih Ortu Kalian Nonton)”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskripsi kualitatif berupa studi pustaka dan kegiatan yang dilakukan dengan cara mengumpulkan dan menganalisis data yang diperoleh dari transkip kata-kata yang diujarkan dalam vidio YouTube channel Deddy Corbuzier. Analisa data yang digunakan dalam prosses analisis penelitian ini yaitu menggunakan analisis gramatikal berupa menganalisis penggunaan tata bahasa dalam teks. Hasil penelitian menunjukan jika terdapat 45 data yang dijabarkan dalam 6 bentuk prokem dalam vidio YouTube Deddy Corbuzier yaitu: (1) Prokem berbentuk singkatan, (2) Prokem berbentuk akronim, (3) Prokem berbentuk reduplikasi, (4) Prokem berbentuk makna kiasan, (5) Prokem berbentuk kata yang memiliki makna baru, (6) Prokem berbentuk pengaruh bahasa Inggris. Bahasa prokem dapat berdampak positif apabila penutur mampu menyesuaikannya dengan situasi, kondisi, serta lawan tutur. Sebaliknya, bahasa prokem akan berdampak negatif apabila digunakan secara berlebihan dalam konteks resmi atau tanpa mempertimbangkan norma kesantunan berbahasa. Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk memahami dan menerapkan kesantunan berbahasa dalam berbagai situasi komunikasi.  
Digital Literary Proficiency of 4th Semester Student at UIN Raden Mas Said Surakarta: Kemampuan Literasi Digital Mahasiswa Semester 4 UIN Raden Mas Said Surakarta Idha Aulia Hasanah; Solikha Nur Dzulfiani; Yahya Nur Fadillah
Al-Absah: Journal of Civilization, Language, Literature, and History Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/alabsah.v1i2.31

Abstract

In today's digital world, being digitally literate is essential for university students to thrive both academically and socially. This research examines the level of digital literacy skills among 4th semester students at UIN Raden Mas Said Surakarta, using Ng’s (2012) framework, which includes the technical, cognitive, and socio-emotional aspects. A descriptive quantitative approach was used, involving a sample of 120 students from different faculties. Data were gathered through a validated questionnaire and examined using descriptive statistics. The results indicate that students have a high level of technical literacy (M = 4. 12), a moderate level of cognitive literacy (M = 3. 41), and a medium-high level of socio-emotional literacy (M = 3. 78). Although many students feel confident in using digital resources (Kirschner and De Bruyckere, 2017), there are still deficiencies in areas such as critical evaluation and digital ethics (List, 2019; Eshet- Alkalai, 2004). The study suggests that universities should incorporate digital literacy training into their curricula to better equip students with the necessary skills for the 21st century (UNESCO, 2018).
Representasi Gender dan Genderlect dalam Dialog Film Indonesia Home Sweet Loan: Gender Representation and Genderlect in Indonesian Film Dialogues Home Sweet Loan Nandika Dwi Prastio; Dilfam Aldisya Ervani; Maluha Nabla
Al-Absah: Journal of Civilization, Language, Literature, and History Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/alabsah.v1i2.32

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana gender diwakili lewat cara berbicara atau genderlect dalam percakapan film Home Sweet Loan (2023), dengan menekankan bagaimana interaksi antara karakter pria dan wanita mencerminkan konstruksi sosial mengenai peran gender. Dalam kajian ini, bahasa dilihat sebagai lebih dari sekadar alat komunikasi, melainkan sebagai praktik sosial yang kaya akan ideologi dan hubungan kekuasaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Analisis Wacana Kritis (AWK) menurut Fairclough, yang dikombinasikan dengan teori genderlect dari Deborah Tannen sebagai dasar analisis. Data yang digunakan adalah kutipan dialog film yang dianalisis berdasarkan tiga aspek: teks, praktik wacana, dan praktik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter wanita, terutama Kaluna, menggunakan cara berbicara yang bersifat afektif dan tegas untuk menegaskan kemandirian serta menantang norma patriarki. Sebaliknya, karakter pria cenderung menggunakan gaya berbicara yang dominan. Percakapan dalam film menunjukkan bahwa bahasa berfungsi sebagai alat ideologis yang tidak hanya mempertahankan, tetapi juga memberikan kesempatan untuk menentang stereotip gender. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa Home Sweet Loan tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga berperan sebagai ruang diskusi yang mencerminkan dan membentuk kembali pemahaman masyarakat tentang kesetaraan gender dalam budaya populer Indonesia.
Analisis Peran Sastra dan Cerita Rakyat terhadap Pembentukan Karakter Peserta Didik di Era Globalisasi: An Analysis of the Role of Literature and Folklore in Shaping Students Character in the Era of Globalization Yuga Bayu Prabowo; Jihan Nafisa Az-Zahra
Al-Absah: Journal of Civilization, Language, Literature, and History Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/alabsah.v1i2.34

Abstract

This study aims to analyze the role of literature and folklore in shaping students’ character in the era of globalization. Traditional literature, particularly folklore, has long been employed as a medium for instilling moral, religious, social, and cultural values that are closely related to everyday life. However, the rapid development of digital technology and the forces of globalization present serious challenges, as younger generations are increasingly exposed to global popular culture rather than local heritage. This research applies a library research method with a descriptive-analytical approach by examining primary and secondary sources, including scholarly articles, international reports, and digital content. The findings reveal that folklore remains relevant in character education because it conveys values such as honesty, responsibility, cooperation, courage, and respect for parents. On the other hand, digital globalization contributes to value shifts and cultural identity erosion among students. Therefore, revitalization strategies are necessary, particularly through adapting folklore into digital formats such as short films, digital comics, and multimedia content. This study concludes that literature and folklore continue to play a significant role in character education and will remain effective if creatively integrated into modern learning that is contextual with contemporary developments. Keywords: character, folklore, globalization, literature, local culture
Gaya Bahasa dalam Kolom Asal-Usul Karya Mahbub Djunaidi: Kajian Stilistika : Style of Language in Mahbub Djunaidi's Column on the Origins of His Work: A Stylistic Study Fathan Rizki Effendi; Dilfam Aldisya Ervani; Yahya Nur Fadillah
Al-Absah: Journal of Civilization, Language, Literature, and History Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Adab dan Bahasa UIN Raden Mas Said Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/alabsah.v1i2.38

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan gaya bahasaMahbub Djunaidi dalam kolom Asal-Usul melalui kajianstilistika. Mahbub dikenal sebagai kolumnis yang memadukanhumor, satire, dan kritik sosial-politik dengan bahasa yang sederhana, komunikatif, serta dekat dengan pembaca. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desaindeskriptif-analitik. Data berupa kata, frasa, dan kalimat dalam antologi Asal-Usul: Catatan-Catatan Pilihan dianalisismenggunakan teknik identifikasi, klasifikasi, dan interpretasiberdasarkan teori stilistika. Hasil penelitian menunjukkan bahwaMahbub konsisten menggunakan diksi populis yang akrabdengan bahasa rakyat, majas sindiran dan ironi sebagai saranakritik sosial, serta citraan visual yang kuat untuk memperkuatpesan moral. Struktur kalimat retoris berupa pertanyaanprovokatif juga sering digunakan untuk menggugah kesadaranpembaca tanpa bersifat menggurui. Humor berfungsi sebagaipintu masuk yang membuat tulisan lebih ringan, sedangkansatire mempertajam dimensi kritisnya. Dengan demikian, gayabahasa Mahbub bukan hanya mencerminkan estetika sastra, tetapi juga strategi komunikasi politik yang efektif pada masa Orde Baru. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajianstilistika di Indonesia dengan menegaskan bahwa teks jurnalistikdapat dianalisis layaknya karya sastra. Secara praktis, temuan ini menegaskan relevansi humor dan satire sebagai instrumenkomunikasi kritis dalam membangun kesadaran publik, baikdalam konteks historis maupun kontemporer.

Page 1 of 1 | Total Record : 8