cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 1,286 Documents
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN HYBRID PADA PEMBELAJARAN TATAP MUKA TERBATAS DI SMA NEGERI 13 SURABAYA Meilisa, Atika Dwi; Megawati, Suci
Publika Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n1.p1629-1642

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan pengaruh yang signifikan dalam dunia pendidikan. Sebagai upaya dalam pencegahan penyebaran virus, pemerintah mengeluarkan kebijakan berupa pembelajaran berbasis daring. Pembelajaran daring dilakukan secara inovatif pada masa pandemik Covid-19 yaitu menggunakan program berimprovisasi dengan teknologi baru yaitu zoom ataupun aplikasi smartphone yaitu whatsapp. Berdasarkan Peraturan pemerintah yang mengacu pada kebijakan PPKM dan SKB 4 mentri, daerah yang berstatus Level 1 dan 2 dapat memulai pembelajaran tatap muka (PTM) Terbatas atau hybrid learning, yang menggabungkan pembelajarn daring dan juga luring. Konsep pembelajaran hybrid kemudian diterapkan oleh SMAN 13 Surabaya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi pembelajaran hybrid di SMAN 13 Surabaya dilakukan dengan tolak ukur keberhasilan implementasi menggunakan teori Merilee S. Grindle. Jenis penelitiannya deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa implementasi model pembelajaran hybrid di SMA Negeri 13 Surabaya sudah berjalan dengan baik selama pandemi covid-19. Hal ini ditunjukkan dengan penyediaan sarana dan prasarana yang mendukung seperti protokol kesehatan dalam variabel yang sudah sesuai dengan standar serta memenuhi pedoman atau aturan dari pemerintah.beberapa variabel yang menjadi tolak ukur keberhasilan implementasi juga menunjukan hasil positif, diantaranya variabel manfaat, derajat perubahan yang diinginkan dan variabel lingkungan implementasi. Namun, masih perlu adanya evaluasi pada sistem pembelajaran hybrid karena beberapa kendala, yaitu penyediaan kuota jaringan internet dan juga swab antigen berkala yang dapat dilakukan untuk meminimalisir kekhawatiran pada orang tua. The COVID-19 pandemic has had a significant impact on various sectors of life, including the education sector. As an effort to prevent the spread of the virus, the government decided a policy in the form of distance learning or online-based learning from home. Over time, there are various problems that arise when implementing online learning, such as impaired internet access, lack of ability to master technology, teachers have difficulty designing subject matter, limited internet quotas, decreased student understanding of the material being taught, and so on. To overcome this, the government provides an alternative in the form of limited face-to-face learning. SMAN 13 Surabaya is one of the schools that implements this learning system. Therefore, this research was conducted with the aim of knowing the general description of the implementation of teaching and learning activities in the limited face-to-face learning period at SMAN 13 Surabaya. This research is a descriptive qualitative research. Sources of data obtained from observations in the field and in-depth interviews conducted between researchers and informants. So that it can be obtained the results that teaching and learning activities carried out during the face-to-face learning period are limited running well and have met health protocol standards.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM KAMPUNG PERIKANAN BUDIDAYA Di DESA KUPANG, KECAMATAN JABON, KABUPATEN SIDOARJO Putra, Trisnanto Setyo; Rahaju, Tjitjik
Publika Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n1.p1643-1654

Abstract

Salah satu wilayah yang berpotensi kaya akan sumber daya alam laut adalah wilayah pesisir. Alhasil, banyak masyarakat pesisir yang berprofesi sebagai nelayan atau petani tambak untuk memanfaatkan potensi tersebut. Pemberdayaan masyarakat dalam sektor perikanan biasanya berkembang ke arah agrobisnis. Oleh karena itu, penting untuk mengambil tindakan yang tepat saat melaksanakan pemberdayaan masyarakat agar program berhasil dan membawa perubahan positif dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan pemberdayaan masyarakat melalui program Kampung Perikanan Budidaya di Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan metode kualitatif. Fokus penelitian ini adalah pendekatan pemberdayaan masyarakat 5P (pemungkinan, penguatan, perlindungan, penyokongan, pemeliharaan). Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan dengan persiapan dan penyusunan data, pendalaman awal, koding, pengkategorian dan pemberian tema, serta interpretasi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa pemberdayaan masyarakat telah berjalan dengan baik dengan melibatkan masyarakat pembudidaya rumput laut untuk berpartisipasi dalam program Kampung Perikanan Budidaya. Walaupun, masih terdapat kendala dalam pelaksanaannya seperti penyediaan fasilitas sarana, prasarana, pelatihan, serta perlindungan terhadap usaha budidaya rumput laut mengenai fluktuasi harga jual rumput laut maupun persyaratan kelayakan usaha untuk bisa ekspor secara mandiri. Maka dari itu, penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah dapat memperhatikan kebutuhan-kebutuhan yang dibutuhkan oleh masyarakat pembudidaya rumput laut di Desa Kupang. One possible area rich in marine natural resources is the coastline region. As a result, many coastal communities work as fishermen or pond farmers to capitalize on this potential. Empowerment in the fishing sector typically progresses toward agrobusiness. Therefore, it is important to take the right actions when implementing community empowerment in order for the program to be successful and affect positive change in people's lives. This study aims to describe community empowerment through the Aquaculture Fisheries Village program in Kupang Village, Jabon District, Sidoarjo Regency. This research uses a descriptive research type with a qualitative method approach. The focus of this research is the 5P community empowerment approach (enabling, strengthening, protecting, supporting, nurturing). Data collection techniques using interviews, observation, and documentation. Data analysis was carried out by prepa ring and compiling data, initial insight, coding, categorizing and giving themes, and interpretation. The results of this study found that community empowerment had gone well by involving seaweed cultivators to participate in the Aquaculture Fisheries Village program. Although, there are still obstacles in its implementation such as the provision of facilities, infrastructure, training, and protection for seaweed cultivation businesses regarding fluctuations in the selling price of seaweed and business feasibility requirements to be able to export independently. Therefore, this study recommends that the government pay attention to the needs of the seaweed cultivating community in Kupang Village.
POTENSI PENGEMBANGAN KAWASAN ALUN-ALUN CONTONG SEBAGAI KAWASAN WISATA KAMPUNG TUWO RELIGI KOTA SURABAYA Nuraini, Diana Alfi; Tauran, Tauran
Publika Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n2.p1681-1696

Abstract

Kota Surabaya memiliki banyak kampung tua yang memiliki ciri khas baik aspek sejarah, sosial, ekonomi, budaya dan fisiknya. Pemerintah Kota Surabaya berupaya untuk membangun city tourism dan pariwisata berbasis masyarakat, beberapa kampung telah berupaya membangun kampungnya menjadi destinasi wisata. Diantaranya kampung di kawasan Kelurahan Alun-Alun Contong mencoba mengembangkan kawasan wisata sejarah dan cagar budaya dengan sebutan Kampung Tuwo Religi. Beberapa penelitian menunjukkan pengembangan wisata berbasis masyarakat sangat bergantung pada kapasitas yang dimiliki oleh masyarakatnya. Tujuan penelitian ini memetakan potensi pengembangan kawasan Alun-Alun Contong sebagai kawasan wisata Kampung Tuwo Religi Kota Surabaya. Pemetaan potensi menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis aset. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan fokus pada aset primer dan sekunder yang dimiliki warga Kelurahan Alun-Alun Contong. Data diperoleh melalui obvervasi, wawancara, dan literature review. Subjek penelitian ini perangkat Kelurahan Alun-Alun Contong, POKDARWIS, tokoh dan masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan berbagai potensi yang terpetakan dalam aset primer: 1) Kapasitas individu dalam segi SDM memiliki tingkat pendidikan yang baik, namun belum memiliki ketrampilan dan kesadaran cukup dalam pengembangan wisata. 2) Asosiasi dan organisasi setempat menunjukkan potensi yang kuat terutama dalam asosiasi warga, asosiasi budaya serta keagamaan. Pada aset sekunder. 1) Asset organisasi swasta dan nirlaba cukup mendukung terbukti adanya kemitraan dengan institusi pendidikan tinggi dalam pembangunan kawasan wisata. 2) Institusi-institusi publik yang ada cukup mendukung pengembangan wisata. 3) Sumber daya fisik cukup mendukung terbukti dengan banyak bangunan beraksitektur unik dan ada setidaknya lima destinasi wisata meliputi Ujung Galuh, Makam Joko Jumput, Makam Kyai Sido Masjid, Gedung HBNU, dan Kawasan Pecinan. The city of Surabaya has many old villages which have characteristics in terms of historical, social, economic, cultural and physical aspects. The Surabaya City Government is trying to build urban tourism and community-based tourism, several villages have tried to develop their villages into tourist destinations. Among them, the village in the Contong Alun-Alun Village area is trying to develop a historical tourism area and a cultural heritage known as Tuwo Religious Village. Several studies have shown that the development of community-based tourism is highly dependent on the capacity of the community. The purpose of this study was training in the potential development of the Contong Square area as a tourism area in the Tuwo Religious Village, Surabaya City. Potential mapping uses an asset-based community empowerment approach. This study uses a qualitative descriptive method, with a focus on primary and secondary assets owned by the residents of Alun-Alun Contong Village. Data obtained through observation, interviews, and literature review. The subjects of this study were Contong Alun-Alun Village officials, POKDARWIS, local leaders and the community. The results of the study show various potentials mapped into primary assets: 1) Individual capacity in terms of human resources has a good level of education, but does not yet have sufficient skills and awareness in tourism development. 2) Local associations and organizations show strong potential, especially in community associations, cultural and religious associations. On the second asset. 1) Private and non-profit asset organizations sufficiently support the existence of proven partnerships with higher education institutions in the development of tourist areas. 2) The existing public institutions are sufficient to support tourism development. 3) Physical resources are sufficiently supportive as evidenced by the many unique architectural buildings and there are at least five tourist destinations including Ujung Galuh, Joko Jumput Tomb, Kyai Sido Tomb Mosque, HBNU Building, and Chinatown Area.
EVALUASI PROGRAM PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI GAPOKTAN (GABUNGAN KELOMPOK TANI) DI DESA KESAMBENWETAN KECAMATAN DRIYOREJO, KABUPATENGRESIK Mirna Indarti, Fais Ariska; Rahaju, Tjitjik
Publika Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n1.p1669-1680

Abstract

Program pemberdayaan petani melalui GAPOKTAN (gabungan kelompok tani ) merupakan suatu bentuk kelembagaan yang dibentuk oleh pemerintah untuk dapat melakukan pemberdayaan pada petani melalui kegiatan-kegiatan yang akan meningkatkan pengetahuan serta keahlian dari petani. Tujuan dari penelitian adalah untuk mendeskripsikan bagaimana program pemberdayaan petani melalui GAPOKTAN di Desa Kesambenwetan, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik ini dapat berjalan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data pada penelitian ini didapatkan dari kegiatan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan-kegiatan pemberdayaan petani yang dilakukan oleh GAPOKTAN Kesambenwetan ini dikaji dengan melihat dari indikator pengukuran evaluasi kebijakan dari William N.Dunn yaitu Efektivitas, Efisiensi, Ketepatan, Pemerataan, Responsivitas, dan Ketepatan. Dari keenam indikator tersebut menunjukkan bahwa program pemberdayaan petani melalui GAPOKTAN ini telah berjalan dengan baik, dengan adanya kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh GAPOKTAN Kesambenwetan untuk meningkatkan keahlian serat pengetahuan dari petani. Kegiatan-kegiatan ini berupa penyuluhan serta sosialisasi oleh pihak profesional yaitu penyuluh dari Balai Penyuluh Pertanian Driyorejo. Selain itu GAPOKTAN Kesambenwetan ini juga membantu para petani mulai dari masa tanam awal hingga menjual hasil tani mereka dengan menyediakan sarana prasarana serta membantu petani untuk mengolah serta memasarkan hasil tani mereka. The farmer empowerment program through GAPOKTAN (combined farmer groups) is an institutional form formed by the government to be able to empower farmers through activities that will increase the knowledge and expertise of farmers. The purpose of this research is to describe how the farmer empowerment program through GAPOKTAN in Kesambenwetan Village, Driyorejo District, Gresik Regency can run. This research is a type of descriptive qualitative research. Data collection methods in this study were obtained from observation, interviews and documentation. The farmer empowerment activities carried out by GAPOKTAN Kesambenwetan are studied by looking at the policy evaluation measurement indicators from William N. Dunn namely Effectiveness, Efficiency, Accuracy, Equity, Responsiveness, and Accuracy. The six indicators show that the farmer empowerment program through GAPOKTAN has been going well, with the activities carried out by the GAPOKTAN Kesambenwetan to increase the skills and knowledge of farmers. These activities were in the form of outreach and outreach by professionals, namely extension workers from the Driyorejo Agricultural Extension Center. Apart from that, GAPOKTAN Kesambenwetan also helps farmers from the early planting period to selling their agricultural products by providing infrastructure and helping farmers to process and market their agricultural products.
EVALUASI PENGELOLAAN BANK SAMPAH BERKAH PADA PERUMAHAN PERMATA KWANGSAN RESIDENCE KABUPATEN SIDOARJO Amalia, Ikhlasul; Tauran, Tauran
Publika Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n1.p1655-1668

Abstract

Evaluasi tata kelola penting dilakukan agar dapat melihat kesesuaian implementasi dari Bank Sampah Berkah dengan Permen LHK No 14 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Sampah Pada Bank Sampah. Tujuan penelitian Penelitian ini digunakan untuk mengevaluasi tata kelola Bank Sampah Berkah yang berada di Perumahan Permata Kwangsan Residence Kabupaten Sidoarjo. Jenis penelitian menggunakan deskriptif kualitatif yang memberikan gambaran dari suatu objek yang diteliti. Sumber data yang digunakan berasal dari sumber data primer dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan hasil struktur kelembagaan mendapat nilai efektif, cakupan pelayanan mendapat nilai merata, nasabah mendapat nilai responsif, SOP mendapat nilai cukup efisien. Governance evaluation is important to do, that we can see the suitability of the implementation of the"Berkah" Waste Bank with the Minister of Environment and Forestry Regulation Number 14 of 2021concerning Waste Management in Waste Bank. This purpose of research was used to evaluate thegovernance of the "Berkah" Garbage Bank in Permata Kwangsan Residence, Sidoarjo Regency. This typeof research uses descriptive qualitative which gives an overview of an object under study. The data sourcesused come from primary data sources and secondary data sources. Data collection techniques using themethod of observation, interviews, and documentation. The results showed that the results of theinstitutional structure were scored as effective, service coverage was scored evenly, customers were scoredas responsive, SOP was scored as quite efficient.
KUALITAS PELAYANAN ONE GATE SYSTEM TERHADAP PENGURUSAN SIM DI SATLANTAS POLRES GRESIK Haweningrum, Widya; Fanida, Eva Hany
Publika Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n2.p1711-1722

Abstract

Pada tanggal 30 bulan Januari 2018 dua tahun lalu, Satuan Lalu Lintas Polres Gresik menciptakan inovasi baru yaitu pelayanan One Gate System. Yang melatar belakangi inovasi pelayanan ini adalah banyaknya orang membuka jasa pembuat SIM yang telah memanfaatkan pengurusan SIM dengan cara cepat dan mudah tanpa adanya tes teori dan tes praktik. Dimana dalam pengurusan SIM melalui prosedur yang telah di tentukan salah satunya melalui tes teori dan praktik. Sehingga pelayanan ini diciptakan untuk membantu masyarakat agar membuat SIM sesuai dengan prosedur yang sudah ditentukan dan diatur dalam peraturan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009. Inovasi ini berlokasi langsung di Kantor Satuan Lalu Lintas Polres Gresik yang beralamat di Jalan Randuagung No.1, Randuagung, Kebomas, Gresik. Tujuan dari penelitian ini ingin mengetahui seberapa besar Kualitas Pelayanan One Gate System Terhadap Pengurusan SIM di Satlantas Polres Gresik. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Fokus pada penelitian ini terdiri dari lima indikator diantaranya yaitu tangible (bukti fisik), reability (keandalan), responsiviness (daya tanggap), assurance (jaminan), emphaty (empati). Tenik pengumpulan data dapat dilakukan melalui angket (kuesioner), observasi dan dokumentasi. Dengan dianalisis menggunakan teknik analisis data menurut Parasuraman, et. Al (1990) dalam Kloter (2007:122) yakni pengumpulan data dengan cara menyebar kuesioner kepada 100 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling serta melakukan observasi dan dokumentasi saat di lokasi penelitian agar dapat mendukung hasil data yang didapat. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti di lapangan, secara keseluruhan Kualitas Pelayanan One Gate System Terhadap Pengurusan SIM di Satlantas Polres Gresik sangat baik hingga mencapai persentase sebesar 86,75 %dan masuk dalam interval 81% - 100% dengan kategori sangat baik. Adapun persentase pada setiap indikator yang digunakan yaitu tangible memiliki persentase sebesar 82,58%,selanjutnya reability memiliki persentase sebesar 86,75 %, berikutnya adalah responsiviness memiliki persentase sebesar 80,83%, yang keempat adalah assurance persentasenya sebesar 86,5%, dan yang terakhir yaitu emphaty memiliki persentase sebesar 84,25%. Dari lima indikator yang harus lebih dimaksimalkan dalam pelayanan One Gate System yaitu adanya inovasi baru dalam pendaftaran secara online. On January 30, 2018 two years ago, the Gresik Police Traffic Unit created a new innovation, namely the One Gate System service. The background for this service innovation is the number of people opening SIM maker services who have taken advantage of SIM processing in a fast and easy way without any theoretical tests and practical tests. Where in the SIM processing through predetermined procedures, one of them is through theoretical and practical tests. So that this service was created to help the public to make a SIM in accordance with the procedures that have been determined and regulated in Law Number 22 of 2009. This innovation is located directly at the Gresik Police Traffic Unit Office which is located at Jalan Randuagung No.1, Randuagung, Kebomas, Gresik. The purpose of this study was to determine how much the quality of the One Gate System service on SIM management at the Gresik Police Traffic Police.This type of research used in this research is descriptive research with a quantitative approach. The focus of this research consists of five indicators including tangible (physical evidence), reliability, responsiveness, assurance, empathy. Data collection techniques can be done through a questionnaire (questionnaire), observation and documentation. By analyzing using data analysis techniques according to Parasuraman, et. Al (1990) in Kloter (2007: 122), namely data collection by distributing questionnaires to 100 respondents with sampling techniques using purposive sampling and observing and documenting while at the research location in order to support the data obtained.Based on the results of research conducted by researchers in the field, overall the One Gate System Service Quality for SIM Management at the Gresik Police Traffic Police is very good until it reaches a percentage of 86.75% and falls in the 81% - 100% interval in the very good category The percentage of each indicator used is tangible which has a percentage of 82.58%, then reliability has a percentage of 86.75%, the next is responsiveness which has a percentage of 80.83%, the fourth is the assurance percentage of 86.5%, and the last one is emphaty which has a percentage of 84.25%. Of the five indicators that must be maximized in One Gate System services, there are new innovations in online registration.
IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PRODAMAS) PLUS PADA BIDANG EKONOMI DI KELURAHAN BANGSAL KOTA KEDIRI (STUDI PADA KOPERASI SEHAT SEJAHTERA ERWE 2 BANGSAL) Yulistya, Gebriel Irene; Rahaju, Tjitjik
Publika Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n2.p1697-1710

Abstract

INOVASI PELAYANAN MELALUI APLIKASI “AYO KE LOMBOK” UNTUK MENINGKATKAN MINAT WISATAWAN (STUDI DI DINAS PARIWISATA LOMBOK BARAT) Akbar, Baharudin; Oktariyanda, Trenda Aktiva
Publika Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n2.p1735-1746

Abstract

Sesuai yang tertuang pada Peraturan Daerah NTB Nomor 5 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan Provinsi NTB Pasal 1 Ayat (5) urusan pemerintahan adalah fungsi-fungsi pemerintahan yang menjadi hak dan kewajiban pemerintah daerah provinsi untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi tersebut dalam rangka melindungi, melayani dan mensejahterakan masyarakat. Bentuk inovasi pelayanan yang diterbitkan oleh Dinas Pariwisata Lombok Barat adalah aplikasi Ayo Ke Lombok. Penelitian ini dilakukan di Dinas Pariwisata Lombok Barat yang bertujuan untuk mendeskripsikan inovasi pelayanan melalui aplikasi Ayo Kelombok. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Fokus penelitian yang akan dianalisis dengan menggunakan teori faktor sukses inovasi e-Government oleh Kalvet (2012). Teknik pengumpulan data dalam penelitian yaitu dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan studi literatur. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data yaitu, reduksi data, verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa inovasi pelayanan melalui aplikasi Ayo Kelombok sudah memenuhi enam faktor pendukung suksesnya inovasi e-Goverment berdasarkan teori Kalvet (2012). Faktor kepemimpinan, dimana pemimpin yang efektif adalah pemimpin yang mampu menyesuaikan gaya memimpin dan beradaptasi. Faktor pendanaan, dimana dana pembuatan aplikasi ini berasal dari Dana Insentif Daerah dan Dana Alokasi Umum. Faktor dukungan legislatif dan peraturan sudah terpenuhi dengan adanya dukungan anggota dewan dan Perda tentang Inovasi Daerah. Faktor pengembangan infrastruktur teknologi informasi (strategis) sudah terpenuhi berkat adanya ITEC sebagai pengembang aplikasi. Faktor kemitraan publik-swasta, dimana Dinas Pariwisata Lombok Barat berkerja sama dengan ITEC . Faktor kompetensi sektor swasta swasta sangat memenuhi karena latar belakang dari ITEC dan CV. Bima Jaya. As stated in the NTB Regional Regulation Number 5 of 2008 concerning NTB Provincial Government Affairs Article 1 Paragraph (5) government affairs are government functions which are the rights and obligations of the provincial regional government to regulate and manage these functions in order to protect, serve and welfare of society. The form of service innovation published by the West Lombok Tourism Office is the Ayo Ke Lombok application. This research was conducted at the West Lombok Tourism Office which aims to describe service innovation through the Ayo Kelombok application. Research using qualitative research methods. The research focus will be analyzed using the success factor theory of e-Government innovation by Kalvet (2012). Data collection techniques in research are observation, interviews, documentation and literature studies. Data analysis techniques use data analysis techniques, namely, data reduction, data verification and drawing conclusions. The results of this study indicate that service innovation through the Ayo Kelombok application has fulfilled six factors supporting the success of e-Government innovation based on Kalvet theory (2012). Leadership factors, where an effective leader is a leader who is able to adjust the style of leadership and adapt. The funding factor, where the funds for making this application come from the Regional Incentive Fund and the General Allocation Fund. Legislative and regulatory support has been fulfilled with the support of members of the council and the Regional Regulation on Regional Innovation. Information technology infrastructure development factors (strategic) have been fulfilled thanks to ITEC as an application developer. The public-private partnership factor, where the West Lombok Tourism Office is working with ITEC. The private sector competency factor is very fulfilling because of the background from ITEC and CV. Bima Jaya.
IMPLEMENTASI OPEN PARLIAMENT PADA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA Sasmita, Alvin Nanda; Rahaju, Tjitjik
Publika Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n2.p1723-1734

Abstract

Kebutuhan tentang adanya keterbukaan informasi publik dari lembaga negara di Indonesia telah menghasilkan UU no. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). DPR RI mengimplementasikan kebijakan keterbukaan informasi publik melalui Open Parliament yang bertujuan untuk memberikan informasi seputar parlemen serta menjaring aspirasi masyarakat melalui sarana teknologi informasi. Open Parliament merupakan perwujudan dari tiga indikator utama dalam parlemen modern, yakni transparansi, teknologi informasi, dan representasi. Untuk menganalisis keberhasilan kebijakan Open Parliament, digunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menganalisis pencapaian hasil akhir (outcomes) yang didasarkan pada proses perumusan kebijakan hingga pelaksanaan kebijakan. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode observasi, studi literatur, dan wawancara mendalam dengan menggunakan pendekatan teori Merilee S. Grindle mengenai implementasi kebijakan. Bentuk realisasi kebijakan Open Parliament dapat ditinjau dari komitmen yang telah dibuat serta hasil yang telah terlaksana seperti beragam aplikasi penunjang keterbukaan informasi dengan berbasis teknologi. Tujuan dari penelitian ini adalah agar dapat mengetahui sejauh mana implementasi kebijakan yang telah dilakukan serta dapat memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai kebijakan ini. The need for public information disclosure from state institutions in Indonesia has passed Law no. 14 of 2008 concerning Public Information Disclosure. The House of Representatives of the Republic of Indonesia implements a public information disclosure policy through the Open Parliament program which aims to provide information about parliament and capture people's aspirations through information technology means. Open Parliament is a manifestation of the three main indicators in a modern parliament, namely transparency, information technology and representation. To analyze the success of the Open Parliament policy, descriptive qualitative research methods are used by analyzing the achievement of the final results (outcomes) based on the process of policy formulation to policy implementation. Collecting data in this study used observation methods, literature studies, and in-depth interviews using Merilee S. Grindle's theoretical approach regarding policy implementation. The realization of the Open Parliament policy can be seen from the commitments that have been made and the results that have been implemented, such as various technology-based supporting applications for information disclosure. The purpose of this research is to be able to find out the extent to which policy implementation has been carried out and to provide insight to the public regarding this policy.
INOVASI APLIKASI PELAYANAN VIA ONLINE (PLAVON) DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN SIDOARJO Juprihantoro, Dwiky; Pradana, Galih Wahyu
Publika Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n2.p1747-1762

Abstract

Kualitas pelayanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil di Kabupaten Sidoarjo kurang baik. Hal ini didukung dengan adanya data Ombudsman Republik Indonesia, Kabupaten Sidoarjo memperoleh 35 laporan masyarakat pada tahun 2020. Selain itu, kepemilikan dokumen kependudukan pada tahun 2020 bagi masyarakat belum mencapai target yang telah ditentukan. Sebanyak 33.687 jiwa penduduk yang belum memiliki KTP-el dan 6.120 jiwa penduduk yang belum memiliki akta kelahiran. Permasalahan ini disebabkan karena kinerja pelayanan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil melalui sistem hotline whatsapp belum memberikan hasil yang memuaskan. Hal ini dikarenakan sistem ini memiliki beberapa kekurangan yaitu keterbatasan kuota antrean pelayanan, berkas pemohon terkadang hilang dan ruang penyimpanan data masih terbatas. Berdasarkan latar belakang masalah yang terjadi, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sidoarjo merancang inovasi aplikasi pelayanan via online (PLAVON) berbasis website guna mempermudah dan mempercepat kepengurusan dokumen kependudukan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan inovasi aplikasi pelayanan via online (PLAVON) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Inovasi aplikasi PLAVON sudah berjalan cukup baik. Indikator ease of use sudah cukup baik. Indikator content and appearance of information sudah cukup baik. Indikator reliability sudah baik. Indikator citizen support sudah cukup baik. Indikator trust/security sudah baik. Indikator supporting in completing form sudah baik. Saran yang diberikan meliputi menambahkan opsi bahasa lain yang dapat digunakan, menambahkan animasi intuitif, menambahkan fitur halaman bantuan dan melakukan rekrutmen pegawai baru dan sosialisasi aplikasi PLAVON kepada masyarakat. The quality of population administration and civil registration services in Sidoarjo Regency is not good. This issupported by data from the Ombudsman of the Republic of Indonesia, Sidoarjo Regency obtained 43 community reports in 2021. Apart from that, ownership of population documents in 2020 for the community has not yet reached the predetermined target. A total of 33,687 residents do not have e-KTP and 6,120 residents do not have birth certificates. This problem is caused by the performance of population administration and civil registration services through the WhatsApp hotline system which has not provided satisfactory results. This is because this system has several drawbacks, namely limited service queue quota, requester files are sometimes lost and data storage space is still limited. Based on the background of the problems that occurred, the Sidoarjo Regency Population and Civil Registry Service designed an innovative website-based online service application (PLAVON) to simplify and speed up the management of population documents. The purpose of this research is to describe an innovative online service application (PLAVON) at the Population and Civil Registration Office in Sidoarjo Regency. This research uses a descriptive method with a qualitative approach. PLAVON application innovation has been going quite well. Ease of use indicator is good enough. Indicators of content and appearance of information are good enough. The reliability indicator is good. The citizen support indicator is good enough. Trust/security indicators are good. This supporting in completing form indicator is good. The suggestions provided include adding other language options that can be used, adding intuitive animations, adding a help page feature and recruiting new employees and socializing the PLAVON application to the community.