cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 1,286 Documents
KUALITAS PELAYANAN PENGADUAN KELUHAN PELANGGAN DI PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) SURYA SEMBADA KOTA SURABAYA Sari, Dian Novita; Oktariyanda, Trenda Aktiva
Publika Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n2.p1793-1808

Abstract

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENYEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK DI ALUN-ALUN KABUPATEN SIDOARJO (STUDI PADA DINAS LINGKUNGAN HIDUP DAN KEBERSIHAN KABUPATEN SIDOARJO) Nurma Yusuf, Rofiatul Muhimmah; Kurniawan, Badrudin
Publika Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n2.p1779-1792

Abstract

Kedudukan ruang terbuka hijau menjadi penentu keseimbangan lingkungan hidup terlebih untuk taman kota, sebagai salah satu bentuk RTH di kawasan perkotaan. Penyediaan ruang terbuka hijau diperlukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan hijau yang memadai. Kedudukan ruang terbuka hijau menjadi penentu keseimbagan lingkungan hidup karena RTH merupakan paru-paru kota. Alun-alun Kabupaten Sidoarjo merupakan salah satu taman kota yang paling banyak dikunjungi masyarakat karena dilengkapi degan berbagai fasilitas umum. Penyediaan RTH diperlukan dalam memajukan wilayah Kabupaten Sidoarjo, namun dengan adanya keterbatasan lahan menjadi salah satu kendala untuk terciptanya ruang terbuka hijau yang seimbang serasi dan selaras. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 tahun 2007 mengamanatkan bahwa setiap Kabupaten/Kota harus memiliki Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebesar 30%, dimana 20% RTH publik dan 10% RTH privat. Penelitian kualitatif deskriptif digunakan dengan informasi yang dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Staff seksi pertamanan, pejabat fungsional analisis kebijakan, pengawas lapangan, staff perencanaan dan dukungan masyarakat adalah komponen kunci dari teori implementasi kebijakan Van Meter Van Horn, yang menjadi landasan teoritis untuk penelitian ini. Hasil yang terlihat masih memiliki kekurangan dalam kegiatan penyediaan RTH yang meliputi penyediaan lahan. Kurangnya SDM dan finansial yang masih belum terpenuhi. Perlu adanya pendekatan komunikasi agar koordinasi kegiatan sesuai dengan SOP. The position of green open space determines environmental balance, especially for city parks, as a form of green open space in urban areas. Provision of green open space is necessary to improve the quality of an adequate green environment. The position of green open space determines the balance of the environment because green open space is the lungs of the city. Sidoarjo Regency Square is one of the most visited city parks by the public because it is equipped with various public facilities. The provision of green open space is necessary in advancing the area of ??Sidoarjo Regency, but with limited land it is one of the obstacles to creating balanced and harmonious green open spaces. Based on Law Number 26 of 2007 mandates that each Regency/City must have a Green Open Space (GOS) of 30%, of which 20% is public green open space and 10% private green open space. Descriptive qualitative research is used with information collected through interviews, observation and documentation. Gardening section staff, policy analysis functional officers, field supervisors, planning and community support staff are key components of Van Meter Van Horn's policy implementation theory, which forms the theoretical foundation for this research. The visible results still have deficiencies in the activity of providing green open space which includes land provision. Lack of human resources and finances that are still not met. There needs to be a communication approach so that the coordination of activities is in accordance with the SOP.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGURANGAN PENGGUNAAN KANTONG PLASTIK DI PASAR WONOKROMO KOTA SURABAYA Listiani, Wana Eka; Prabawati, Indah
Publika Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n2.p1823-1834

Abstract

Sampah menjadi problematika masyarakat Indonesia salah satunya sampah plastik yang digunakan sebagai kantong belanja. Sejalan dengan Perwali Kota Surabaya nomor 16 Tahun 2016 Tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik, Pasar Wonokromo merupakan salah satu pasar besar di Kota Surabaya. Peneliti menemukan transaksi jual beli menggunakan kantong plastik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Kebijakan Pengurangan penggunaan Kantong Plastik di Pasar Wonokromo. Manfaat penulisan sebagai masukan kepada Pemerintah Kota Surabaya dan khususnya kepada Pasar Wonokromo dalam mengimplementasikan Perwali 16 Tahun 2022. Fokus penelitian dengan teori implementasi kebijakan yaitu ukuran dan tujuan kebijakan; sumber daya; komunikasi antar organisasi; disposisi implementator; karakteristik agen pelaksana; kondisi lingkungan ekonomi, sosial, politik. Metode penelitian dengan pendekatan kualitatif dan penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui tahapan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data dengan tahapan pengumpulan data; kondensasi data; penyajian data; verifikasi data/kesimpulan. Hasil penelitian menyatakan bahwa 1. Variabel ukuran dan tujuan belum terealisasikan dengan baik tidak adanya kejelasan terkait standar keberhasilan kebijakan 2. SDM terbatas dan sumber daya finansial tidak ada 3. Komunikasi antar organisasi cukup baik dilakukan pelaksanaan pertemuan antara PD Pasar Surya dengan Pelaksana di Pasar Wonokromo 4. Disposisi implementator kurang dalam melakukan sosialisasi kepada pedagang dan pengunjung 5. Karakteristik agen pelaksana tugas dengan baik karena tidak ada sosialisasi rutin dan intens 6. Kondisi lingkungan ekonomi pedagang cenderung lebih memikirkan untung rugi daripada alternatif pengganti kantong plastik, sosial tingkat kepedulian rendah, politik komitmen pemerintah melalui penerbitan Perwali No 16 Tahun 2022. Saran perlu adanya standar keberhasilan, membentuk tim pengawasan, pemberian dana insentif dan meningkatkan sosialisasi. Garbage is a problem for the people of Indonesia, one of which is plastic waste which is used as shopping bags. In line with Surabaya City Mayor Regulation number 16 of 2016 concerning Reducing the Use of Plastic Bags, Wonokromo Market is one of the big markets in Surabaya City. Researchers found buying and selling transactions using plastic bags. This study aims to describe the implementation of the Policy on Reducing the Use of Plastic Bags in the Wonokromo Market. The benefits of writing as input to the Surabaya City Government and especially to Wonokromo Market in implementing Perwali 16 of 2022. The research focus is on the theory of policy implementation, namely the size and objectives of the policy; resource; inter-organizational communication; implementer disposition; the characteristics of the implementing agency; economic, social, political conditions. The research method with a qualitative approach and descriptive research. Data collection techniques through the stages of interviews, observation, and documentation. As for data analysis techniques with data collection stages; data condensation; presentation of data; data/conclusion verification. The results of the study stated that 1. Variable sizes and objectives had not been realized properly, there was no clarity regarding the standard of success of the policy 2. Human resources were limited and there were no financial resources 3. Communication between organizations was quite good, a meeting was held between PD Pasar Surya and the executors at the Wonokromo Market 4. The disposition of the implementer is lacking in outreach to traders and visitors 5. The characteristics of the agent carrying out the task well because there is no routine and intense socialization 6. The economic environmental conditions of traders tend to think more about profit and loss than alternatives to plastic bags, low social awareness, politics the government's commitment through the issuance of Perwali No 16 of 2022. Suggestions need to have standards of success, form a monitoring team, provide incentive funds and increase outreach.
KUALITAS PELAYANAN PUBLIK PASIEN BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL KESEHATAN DI PUSKESMAS KEPADANGAN KABUPATEN SIDOARJO Ningrum, Dwi Kurnia; Oktariyanda, Trenda Aktiva
Publika Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n2.p1809-1822

Abstract

Pelayanan publik menjadi hal penting bagi pemerintah dalam rangka memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat. Kesejahteraan dapat dicapai melalui layanan kesehatan yang bermutu. Pemerintah menjamin kesehatan masyarakat melalui pembentukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan dengan program Jaminan Kesehatan Nasional. Selama ini dalam pelaksanaannya masih banyak ditemukan permasalahan pelayanan pasien BPJS yaitu antrian pelayanan, lamanya pengambilan tindakan kepada pasien, dan lamanya waktu tunggu pelayanan. Oleh karena itu diperlukan penelitian lebih dalam mengenai kualitas pelayanan yang diterima khususnya bagi pasien BPJS Kesehatan. Dengan adanya penelitian ini dapat mendeskripsikan kualitas pelayanan publik pasien BPJS Kesehatan di Puskesmas Kepadangan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus dalam penelitian ini adalah kualitas pelayanan pasien BPJS yang terlaksana di Puskesmas Kepadangan Kabupaten Sidoarjo. Dalam melakukan analisis, peneliti menggunakan teori Ida Hadiyati dkk (2017) tentang kualitas pelayanan berdasarkan harapan pasien JKN yang terdiri atas 11 aspek. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan pasien BPJS Kesehatan di Puskesmas Kepadangan cukup baik dan memuaskan. Aspek yang menunjang kualitas pelayanan adalah pelayanan medik, keamanan, akses, transparansi informasi, kesetaraan, iuran biaya, serta kualitas antar bagian. Sedangkan aspek yang masih perlu ditingkatkan adalah aspek sarana prasarana yakni kebutuhan ruangan, aspek karyawan yakni penambahan petugas di bagian rekam medis, aspek pelayanan administrasi yakni kejelasan waktu tunggu layanan, serta aspek kepercayaan yakni kenyamanan pasien atas kepastian waktu pelayanan. Saran yang bisa peneliti berikan kepada Puskesmas Kepadangan adalah menambah ruangan, menambah jumlah karyawan serta menepati standar waktu pelayanan dan menyampaikannya kepada pasien agar tidak mengganggu kenyamanan pasien. Public services are important for government to get welfare of the community.Welfare can be achieved through quality health services. Government guarantees public health through the establishment of BPJS Health with National Health Insurance program. But in its implementation, there are many problems with BPJS patient services such as service queues, length of time to take action patients, and length of time waiting for services. Therefore, deeper research is needed regarding the service quality especially for BPJS Health patients. With this research, it can describe sevice quality for BPJS patients at Kepadangan Public Health Center. This research is descriptive with qualitative approach. Focus in this study is quality of BPJS patient at Kepadangan Public Health Center, Sidoarjo District. Researchers analyze used theory of Ida Hadiyati et al (2017) regarding service quality based on JKN patients expectations which consists of 11 aspects. The results of this study indicate that quality service for BPJS Health patients at the Kepadangan Public Health Center is quite good and satisfactory. Aspects that support service quality are medical services, security, access, information disclosure, balance, costs, and quality between departments. While the aspects that still need to be improved are infrastructure aspect especially adding rooms, employee aspect especially addition of officers in medical records, administrative service aspect especially clarity of service waiting times, and trust aspect especially patient comfort with certainty of service time. Suggestions that can give to Kepadangan Public Health Center are adding rooms, adding employees, adhering service time standards and conveying time to patients.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN KAMPUNG EDUKASI SAMPAH DI KELURAHAN SEKARDANGAN KECAMATAN SIDOARJO KABUPATEN SIDOARJO Ningsih, Halimatus Syadiyah; Ma'ruf, Muhammad Farid
Publika Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n2.p1835-1848

Abstract

Partisipasi masyarakat menjadi hal yang penting dalam pembangunan, termasuk di Kabupaten Sidoarjo. Salah satu bentuk pembangunan yang dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Sidoarjo dalam bidang lingkungan adalah Program Sidoarjo Bersih dan Hijau (SBH). Program SBH ini mulai dilaksanakan pada tahun 2010. Pada periode 2017-2018, RT 23 RW 07 Kelurahan Sekardangan menjadi pemenang kampung terinovatif. Masyarakat RT 23 RW 07 Kelurahan Sekardangan terus mengembangkan pengelolaan lingkungan dan sampah, sehingga menjadi role model untuk kampung-kampung yang lainnya dan dikenal dengan nama kampung edukasi sampah. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan menggunakan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian ini adalah partisipasi masyarakat dengan menggunakan bentuk-bentuk partisipasi meliputi partisipasi dalam pengambilan keputusan, partisipasi dalam pelaksanaan, partisipasi dalam kemanfaatan, dan partisipasi dalam evaluasi. Subyek penelitian ini ditentukan dengan teknik Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam pengembangan Kampung Edukasi Sampah menggunakan bentuk-bentuk partisipasi berjalan baik. Partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan, masyarakat terlibat langsung ikut serta dalam memberikan ide pemikiran program kegiatan. Partisipasi dalam pelaksanaan, masyarakat mengikuti kegiatan pengembangan kampung edukasi sampah yang diselenggarakan. Partisipasi dalam kemanfaatan lingkungan yang bersih dan hijau, pengelolaan sampah menjadi peluang usaha, dan lain-lain. Partisipasi masyarakat dalam evaluasi, masyarakat memberikan kritik dan saran yang membangun untuk kampung edukasi sampah selanjutnya dapat menjadi lebih baik lagi. Community participation is important in development, including in Sidoarjo Regency. One form of development carried out by the Regional Government of Sidoarjo Regency in the environmental field is the Clean and Green Sidoarjo Program (SBH). The SBH program began in 2010. In the 2017-2018 period, RT 23 RW 07 Sekardangan Village won the most innovative village. The RT 23 RW 07 Sekardangan Village community continues to develop environmental, and waste management to become a role model for other villages and is known as the waste education village. The type of research used in this research is descriptive and uses a qualitative approach. The focus of this research is community participation by using forms of participation, including participation in decision-making, implementation, benefits, and evaluation. The purposive sampling technique determined the subject of this research. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques are data collection, reduction, presentation, and conclusion. The research results show that community participation in the development of the Waste Education Village using other forms of participation is going well. Community participation in decision-making, the community is directly involved in providing ideas for thinking about program activities. Participating in the implementation, the community participated in the waste education village development activities. Participation in the benefits of a clean and green environment, waste management as a business opportunity, and others. Community participation in the evaluation, the community provides constructive criticism and suggestions for the next garbage education village to be even better.
STRATEGI DINAS KEBUDAYAAN, KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA, SERTA PARIWISATA KOTA SURABAYA DALAM OPTIMALISASI WISATA TUNJUNGAN ROMANSA Tifany, Marisa; Meirinawati, Meirinawati
Publika Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n2.p1763-1778

Abstract

Manajemen strategis merupakan suatu keputusan dan tindakan dalam menghasilkan formulasi dan implementasi rencana-rencana guna mencapai tujuan. Konsep manajemen strategi ini mendorong partisipasi dari para stakeholder dalam setiap proses implementasi kebijakan, terutama dalam memajukan pembangunan nasional dan pembangunan ekonomi melalui sektor pariwisata. Pemerintah melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, serta Pariwisata Kota Surabaya meresmikan Tunjungan Romansa sebagai destinasi wisata kota heritage untuk dapat menarik kunjungan wisatawan yang lebih banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan strategi Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga, serta Pariwisata Kota Surabaya dalam optimalisasi Wisata Tunjungan Romansa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi literatur dan dokumentasi. Adapun fokus penelitian ini berdasarkan pada Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2020 yang terdiri dari aksesibilitas, amenitas, atraksi, dan promosi. Hasilnya, aksesibilitas Wisata Tunjungan Romansa yang terletak di pusat Kota Surabaya sangat mudah ditempuh dan menjangkau wisatawan dari berbagai arah dengan berbagai jenis moda transportasi. Dari segi amenitas, fasilitas serta layanan di Wisata Tunjungan Romansa dirasa telah memenuhi kebutuhan wisatawan, namun hanya perlu dilakukan evaluasi lebih lanjut. Dari segi atraksi, objek atau daya tarik Wisata Tunjungan Romansa sudah sesuai dengan konsep wisata kota modern dengan tema lifestyle-heritage yang menyuguhkan keindahan bangunan-bangunan kuno dan keunikannya seni lainnya. Serta untuk strategi promosi yang dilakukan sudah cukup efektif dan berhasil menarik wisatawan untuk berkunjung melalui berbagai media promosi dan sosialisasi secara luas. Strategic management is a decision and action in producing the formulation and implementation of plans to achieve goals. This strategic management concept encourages the participation of stakeholders in every policy implementation process, especially in advancing national development and economic development through the tourism sector. The government through the Department of Culture, Youth and Sports, and Tourism of the City of Surabaya inaugurated Tunjungan Romansa as a heritage city tourist destination to be able to attract more tourist visits. This research aims to identify and describe the strategy of the Department of Culture, Youth and Sports, and Tourism for the City of Surabaya in optimizing Tunjungan Romansa Tourism. This research uses a descriptive qualitative research type with data collection methods carried out through observation, interviews, literature studies and documentation. The focus of this research is based on the Regulation of the Minister of Tourism and Creative Economy/Head of the Tourism and Creative Economy Agency of the Republic of Indonesia Number 12 of 2020 which consists of accessibility, amenities, attractions and promotions. As a result, the accessibility of Tunjungan Romansa Tourism which is located in the center of Surabaya City is very easy to reach and reach tourists from various directions with various modes of transportation. In terms of amenities, facilities and services at Tunjungan Romansa Tourism are deemed to have met the needs of tourists, but it just needs further evaluation. In terms of attractions, the object or attraction of Tunjungan Romansa Tourism is in accordance with the concept of modern city tourism with a lifestyle-heritage theme that presents the beauty of ancient buildings and other unique arts. As well as for the promotion strategy that has been carried out is quite effective and succeeded in attracting tourists to visit through various promotional media and widespread socialization.
ANALISIS PERAN STAKEHOLDERS DAERAH DALAM PENGEMBANGAN CITY BRANDING "LAMONGAN MEGILAN" Febrianti, Eni; Eprilianto, Deby
Publika Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n2.p1849-1862

Abstract

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN PUBLIK TERHADAP TINGKAT KEPUASAN MASYARAKAT PADA PROGRAM PETE JAWA RASA TIMUN DI PUSKESMAS GEDONGAN KOTA MOJOKERTO Sintania, Jihan; Oktariyanda, Trenda Aktiva
Publika Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n2.p1863-1876

Abstract

Program Pete Jawa Rasa Timun hadir karena melihat adanya masalah kesehatan pada pekerja wanita. Wanita memiliki peran ganda sebagai seorang istri dan ibu yang memiliki risiko gangguan kesehatan seperti rendahnya pemberian ASI eksklusif pada anak, permasalahan gizi yang berakibat anemia, obesitas, dan lain-lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan publik terhadap tingkat kepuasan masyarakat pada Program Pete Jawa Rasa Timun di Puskesmas Gedongan Kota Mojokerto. Metode penelitian adalah asosiatif kuantitatif. Pengambilan sampel menggunakan teknik incidental sampling dengan jumlah 67 responden. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan koefisien korelasi, koefisien determinan, dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang positif dan signifikan sebesar 0,862 yang tergolong dalam kategori hubungan sangat kuat antara kualitas pelayanan dengan tingkat kepuasan masyarakat. Besarnya pengaruh kualitas pelayanan terhadap tingkat kepuasan masyarakat pada Program Pete Jawa Rasa Timun di Puskesmas Gedongan Kota Mojokerto adalah sebesar 74,3% dan sisanya sebesar 25,7% dipengaruhi oleh faktor lain. Program Pete Jawa Rasa Timun was created because it saw health problems among women workers. Women have a dual role as a wife and mother who have a risk of health problems such as low exclusive breastfeeding for children, nutritional problems that result in anemia, obesity, and others. The purpose of this research was to analyze the effect of the quality of public services on the level of community satisfaction in Program Pete Jawa Rasa Timun at the Gedongan Health Center, Mojokerto City. The research method is quantitative associative. Sampling using incidental sampling technique with a total of 67 respondents. Data collection techniques are observation, questionnaires, interviews, and documentation. Data anylisis technique use correlation coefficients, determinant coefficients, and simple linear regression. The results showed that there was a positive and significant relationship of 0.862 which was classified as a very strong relationship between the quality service and level of community satisfaction. The magnitude of the influence of service quality on the level of community satisfaction in the Program Pete Jawa Rasa Timun at Gedongan Health Center, Mojokerto City was 74.3% and the remaining 25.7% was influenced by other factors.
STRATEGI PELAYANAN DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN DALAM MENINGKATKAN WISATAWAN PADA OBJEK WISATA TELAGA SARANGAN KABUPATEN MAGETAN Yustikasari, Yustikasari; Meirinawati, Meirinawati
Publika Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n2.p1877-1888

Abstract

Objek wisata Telaga Sarangan merupakan icon objek wisata yang ada di Kabupaten Magetan yang mampu menarik ratusan ribu wisatawan dalam setiap tahunnya. Namun sering waktu berjalan, terjadi penurunan atau ketidak stabilan jumlah wisatawan pada objek wisata Telaga Sarangan. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan selaku pengelola objek wisata Telaga Sarangan, dinilai perlu menerapkan strategi pelayanan guna meningkatkan wisatawan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan strategi pelayanan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam meningkatkan wisatawan pada objek Wisata Telaga Sarangan. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun fokus penelitian menggunakan lima rumusan strategi peningkatan pelayanan publik menurut Osborne dan Plastrik 1997. Berikut lima strategi dan hasil penelitian, 1) Core Strategy (Strategi Inti), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan melakukan pembinaan sumber daya manusia (SDM) kepada pegawai yang berada pada objek wisata Telaga Sarangan, merawat fasilitas sarana dan prasarana pariwisata pada objek wisata Telaga Sarangan. 2) Consequences Strategy (Strategi Konsekuensi), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan mempunyai aturan sesuai dalam memberikan pelayanan yaitu maklumat pelayanan. 3) Customer Strategy (Strategi Pelanggan) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan memberikan pelayanan bagi para wisatawan dengan menyediakan fasilitas pelayanan 4) Control Strategy (Strategi Pengawasan) Pengawasan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan terhadap objek wisata Telaga Sarangan adalah dengan adanya arahan dan evaluasi dari pimpinan. 5) Culture Strategy (Strategi Budaya) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan memberikan pembinaan kepada anggota paguyuban dan pegawai agar sesuai dengan tupoksi. The Sarangan Lake tourist attraction is an icon of a tourist attraction in Magetan Regency which is able to attract hundreds of thousands of tourists every year. But often as time goes by, there is a decrease or instability in the number of tourists at the Sarangan Lake tourist attraction. The Magetan Regency Tourism and Culture Office as the manager of the Sarangan Lake tourist attraction, is deemed necessary to implement a service strategy to increase tourists. The purpose of this study is to describe the service strategy of the Tourism and Culture Office in increasing tourists at the Sarangan Lake Tourism object. This research method is a qualitative descriptive method of collecting data using observation, interviews, and documentation techniques. The research focus uses five formulations of strategies to improve public services according to Osborne and Plastrik 1997. The following are the five strategies and the results of the research are 1) Core Strategy, the Tourism and Culture Office of Magetan Regency conducts human resource (HR) training for employees who located at the Sarangan Lake tourist attraction, maintains tourism facilities and infrastructure at the Sarangan Lake tourist attraction, and cooperates with the relevant stakeholders. 2) Consequences Strategy, the Tourism and Culture Office of Magetan Regency has appropriate rules in providing services, namely service announcements. 3) Customer Strategu, The Office of Tourism and Culture of Magetan Regency provides services for tourists by providing service facilities 4) Control Strategy, Supervision of the Tourism and Culture Office of Magetan Regency for the Telaga Sarangan tourist attraction is with directions and evaluations from leader. 5) Culture Strategy, Office of Tourism and Culture of Magetan Regency provides guidance to community members and employees so that they are in line with their main duties and functions.
IMPLEMENTASI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (STUDI PADA PROGRAM BINA LINGKUNGAN PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM DELTA TIRTA KABUPATEN SIDOARJO) Jumiase, Jumiase; Meirinawati, Meirinawati
Publika Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n2.p1889-1902

Abstract

Tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan suatu bentuk kepedulian perusahaan terhadap kondisi sosial dan lingkungan sekitar. Namun dalam implementasinya, mayoritas CSR di Indonesia hanya dijadikan sebagai ajang untuk membentuk citra positif perusahaan saja dan bukan merupakan kesadaran dari internal perusahaan untuk membangun sebuah perekonomian yang berkelanjutan. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Delta Tirta Sidoarjo adalah salah satu perusahaan yang memiliki kewajiban melaksanakan CSR. CSR yang dilakukan oleh PDAM Delta Tirta Sidoarjo ialah CSR pada program bina lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan deskripsi dan gambaran mengenai implementasi corporate social responsibility pada program bina lingkungan di PDAM Delta Tirta Sidoarjo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode studi pustaka. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PDAM Delta Tirta Sidoarjo telah melaksanakan program CSR bina lingkungan dalam program pemberian bantuan sosial berupa sembako. Berdasarkan prinsip keberhasilan implementasi CSR menurut Crowther dan Aras, ada 3 (tiga) aspek implementasi program CSR bina lingkungan di PDAM Delta Tirta Sidoarjo, yakni: a) Accountability (pertanggung jawaban), b) Transparency (keterbukaan), dan c) Sustainability (keberlanjutan). Pada aspek accountability sudah memenuhi tiga poin capaian keberhasilan. Pada aspek transparency hanya satu poin saja yang terpenuhi. Sedangkan pada aspek sustainability ada dua poin yang terpenuhi. Saran untuk penelitian ini adalah dalam meningkatkan aspek transparency sebaiknya laporan kegiatan dan pendanaan program CSR dapat diunggah di website resmi PDAM Delta Tirta Sidoarjo sebagai bagian dari laporan tahunan perusahaan. Corporate social responsibility (CSR) is a form of company concern for social conditions and the surrounding environment. However, in its implementation, the majority of CSR in Indonesia is only used as a platform to form a positive image of the company and is not an internal awareness of the company to build a sustainable economy. Regional Drinking Water Company (PDAM) Delta Tirta Sidoarjo is one of the companies that has an obligation to implement CSR. The CSR carried out by PDAM Delta Tirta Sidoarjo is CSR in the environmental development program. This study aims to provide a description and description of the implementation of corporate social responsibility in the environmental development program at PDAM Delta Tirta Sidoarjo. The research method used is descriptive method with a qualitative approach. The data collection technique was carried out using the literature study method. Data analysis techniques used are data collection, data reduction, data presentation and conclusion. The results of the study show that PDAM Delta Tirta Sidoarjo has carried out the CSR program for environmental development in a program of providing social assistance in the form of groceries. Based on the principle of successful CSR implementation according to Crowther and Aras, there are 3 (three) aspects of implementing the CSR program for environmental development in PDAM Delta Tirta Sidoarjo, namely: a) Accountability, b) Transparency (openness), and c) Sustainability. In the aspect of accountability, three points of success have been met. In the aspect of transparency, only one point is met. While in the aspect of sustainability there are two points that are fulfilled. The suggestion for this research is to increase the transparency aspect, it is better if the CSR program activities and financing reports can be uploaded on the official website of PDAM Delta Tirta Sidoarjo as part of the company's annual report.