cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 1,286 Documents
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN DESA WISATA DI DESA JAMBU KECAMATAN KAYEN KIDUL KABUPATEN KEDIRI Novi Ekri Nurwahyuni; Muhammad Farid Ma'ruf
Publika Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n2.p109-120

Abstract

Desa Wisata Jambu berdiri sejak tahun 2018 berlokasi di Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri yang meraih penghargaan nominasi kategori desa wisata terbaik 2018 dan 2019 pada Penghargaan Anugerah Desa. Pada fase awal pembangunan desa wisata menggunakan modal anggaran yang berasal dari Alokasi Dana Desa (ADD) dengan tujuan untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat desa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, serta metode pengumpulan data dilakukan secara langsung turun ke lapangan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Focus penelitian ini adalah meneliti mengenai permasalahan yang diangkat yaitu sumber daya manusia yang kurang responsive terhadap pengelolaan desa wisata. Desa wisata jambu memiliki 17 spot wisata diantaranya yaitu Kebun Bibit Kediri, Wisata Edukasi Wiwit Padi, Permainan Outbond, Wisata Tubing Niagara, Wisata Edukasi Menangkap Lele, Agrowisata Petik Kelengkeng, Agrowisata Petik Alpukat, Agrowisata Buah Lokal, Wisata Edukasi Menanam Padi, Agrowisata Okulasi dan Tabulampat, Wisata Edukasi Angon Kerbau, Edukasi Pengolakah Yogurt, Edukasi Perah Kambing Ettawa, Edukasi Pengolahan Limbah Kayu “Ask Craft”, Wisata Sungai Sejuta Ikan, Edukasi Karawitan, Pasar Papringan. Pemerintah Desa Jambu gencar mengupayakan tumbuhnya pemberdayaan masyarakat dengan mengelola desa wisata. Tujuan pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan desa wisata Jambu yaitu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa serta mewujudkan masyarakat desa yang mampu berdaya saing dan mandiri. Dalam proses pengelolaan desa wisata terdapat kendala atau hambatan yang terjadi yaitu tanggapan masyarakat yang tidak responsive terhadap konsep spot wisata yang sudah disepakati. Selain itu kurangnya akses sarana dan prasarana spot wisata juga menjadikan kondisi desa wisata yang tidak kondusif sehingga akan menurunkan daya tarik wisatawan. Kata kunci : Desa Wisata, Alokasi Dana Desa, Pemberdayaan Masyarakat Jambu Tourism Village was founded in 2018, located in Kayen Kidul District, Kediri Regency, which won the nomination award for the best tourism village category 2018 and 2019 at the Village Award. In the early phase of tourism village development using budget capital from the Village Fund Allocation (ADD) with the aim of increasing the empowerment of village communities. This research is a descriptive study using a qualitative approach, and data collection methods are carried out directly in the field with interviews, observation, and documentation. The focus of this research is to examine the problems raised, namely human resources who are not responsive to the management of tourist villages. Guava tourism village has 18 tourist spots including Kediri Seed Garden, Wiwit Paddy Educational Tour, Outbound Games, Niagara Tubing Tour, Catfish Catching Educational Tour, Longan Picking Agro, Avocado Picking Agro, Local Fruit Agro Tourism, Paddy Planting Educational Tour, Grafting Agro tourism and Tabulampat, Education Tour for Buffalo Angon, Education for Yogurt Processing, Education for Ettawa Goat Milk, Education for Making Rengginang, Education for Wood Waste Processing “Ask Craft”, One Million Fish River Tour, Education for Karawitan, Papringan Market. The Jambu Village Government is aggressively seeking the growth of community empowerment by managing a tourist village. The purpose of community empowerment through the management of the Jambu tourism village is to improve the economy of the village community and create a village community that is able to be competitive and independent. In the process of managing a tourism village, there are obstacles or obstacles that occur, namely the response of the community that is not responsive to the agreed tourist spot concept. In addition, the lack of access to tourist spot facilities and infrastructure also makes the condition of the tourist village not conducive so that it will reduce the attractiveness of tourists. Keywords: Tourism Village, Village Fund Allocation, Community Empowerment
INOVASI PELAYANAN GADIS AYU (GERAKAN INDONESIA SADAR ADMINDUK KE POSYANDU) DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN LUMAJANG Dewi Rahmawati; Eva Hany Fanida
Publika Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n2.p121-136

Abstract

Inovasi pelayanan Gadis Ayu (Gerakan Indonesia Sadar Adminduk ke Posyandu) merupakan sebuah inovasi yang digagas oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Lumajang yang bekerja sama dengan kader posyandu dalam memberikan pelayanan pengurusan semua jenis dokumen kependudukan dan pencatatan sipil yang akses layanannya lebih dekat dengan masyarakat. Pelayanan ini diciptakan untuk percepatan pelayanan administrasi kependudukan dan mengatasi permasalahan pelayanan adminduk di desa-desa khususnya guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengurusan administrasi kependudukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan inovasi pelayanan Gadis Ayu di Dispendukcapil Kabupaten Lumajang. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian menggunakan teori komponen kapasitas inovasi yang dikemukakan oleh Emery et al. (2015) yaitu 1) innovative culture (budaya inovasi), 2) leadership (kepemimpinan), 3) expert knowledge (pengetahuan ahli), 4) stake holder engagement (keterlibatan pemangku kepentingan), 5) innovative work design (Desain Kerja yang Inovatif). Analisis data yang dilakukan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Dispendukcapil Kabupaten Lumajang telah memenuhi lima komponen kapasitas inovasi serta pelaksanaannya sudah berjalan dengan cukup baik, meskipun masih terdapat beberapa kendala. Budaya inovatif telah diterapkan pada aktivitas sehari-hari. Kepemimpinan memiliki tanggung jawab yang besar dengan menempatkan dirinya sebagai fasilitator yang mampu mengkoordinir pegawainya dan sebagai motivator yang mampu memotivasi dan menyemangati pegawainya. Pengetahuan ahli menunjukkan bahwa tanggung jawab dalam pelaksanaan sudah cukup baik dan mumpuni. Keterlibatan pemangku kepentingan menunjukkan bahwa semuanya telah mendukung. Desain kerja yang inovatif telah diterapkan dengan baik meskipun di beberapa desa pelayanan tuntas di tempat membutuhkan penambahan waktu karena antusias masyarakat. Kata Kunci: Inovasi, Pelayanan, Pelayanan Gadis Ayu The service innovation for Gadis Ayu (Indonesian Movement Awareness of Population Administration to Posyandu) is an innovation initiated by the Lumajang Regency Population and Civil Registration Service (Dispendukcapil) in collaboration with Posyandu cadres in providing services for managing all types of population documents and civil registration with closer service access. with the community. This service was created to accelerate population administration services and overcome administrative service problems in villages in particular in order to increase public awareness of the importance of managing population administration. The purpose of this study was to describe the service innovation for Gadis Ayu in the District Government Office of Lumajang. The type of research used is descriptive with a qualitative approach. The research focus uses the innovation capacity component theory proposed by Emery et al. (2015) namely 1) innovative culture (innovation culture), 2) leadership (leadership), 3) expert knowledge (expert knowledge), 4) stakeholder engagement (involvement of stakeholders), 5) innovative work design (Innovative Work Design) ). The data analysis conducted was data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study indicate that the Lumajang District Civil Service Office has fulfilled the five components of innovation capacity and its implementation has been running quite well, although there are still some obstacles. Innovative culture has been applied to daily activities. Leadership has a big responsibility by placing itself as a facilitator who is able to coordinate its employees and as a motivator who is able to motivate and encourage its employees. Expert knowledge shows that the responsibility for implementation is quite good and qualified. Stakeholder involvement shows that all have been supportive. Innovative work designs have been implemented well even though in some villages on-site complete services require additional time due to community enthusiasm. Keywords: Public Service, Service Innovation, Gadis Ayu Service
STRATEGI PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK MELALUI LAYANAN TRAFFIC ACCIDENT CLAIM SYSTEM (TACS) DI POLRES BOJONEGORO Mahfundoh Isnaini; Trenda Aktiva Oktariyanda
Publika Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n2.p83-96

Abstract

Traffic Accident Claim System (TACS) merupakan aplikasi berbasis web besutan Satlantas Polres Bojonegoro untuk memudahkan masyarakat yang menjadi korban kecelakaan untuk mendapatkan penanganan dan perawatan medis, kepastian hukum,serta mendapatkan jaminan dari Jasa Raharja. TACS ini telah mendapatkan penghargaan dari Polda Jawa Timur, tetapi pada kenyataannya masih banyak ditemukan masyarakat yang belum mengetahui dan memahami adanya aplikasi ini. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan Strategi Pelayanan Publik Melalui Layanan TACS di Polres Bojonegoro. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan menurut Devry dalam Ibrahim (2008) tentang model pelayanan sukses yang mengandung 7 (tujuh) strategi menuju sukses yaitu Harga diri (self esteem), Memenuhi harapan (exceed expectation), Penambahan dan penemuan kembali (recovery), Pandangan kedepan (vision), Perbaikan Terus-menerus (improving), Perbaikan tanpa henti (kreatif), Penuh perhatian (core, empati), Akhirnya selalu mengadakan pemberdayaan (empowerment). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 7 (tujuh) strategi menuju sukses sudah dilakukan pihak Polres dengan baik. Hal tersebut dapat diketahui telah dilaksanakannya strategi self esteem melalui dukungan Kapolres Bojonegoro yang ditunjukkan dengan senantiasa memberikan arahan kepada seluruh pegawai. Strategi exceed expectation melalui kesediaan Polres Bojonegoro untuk jemput bola atau memastikan langsung ke lokasi terjadinya kecelakaan. Strategi recovery dilihat dari memperbarui data yang diperlukan, Strategi vision melalui selalu melakukan perbaikan pada sistem dan juga selalu melakukan sosialisasi terkait aplikasi TACS ini. Strategi improving dan kreatif dapat dilihat dari upaya mengupgrade sistem yang ada di TACS ini. Strategi core,empati disediakannya penilaian index kepuasan masyarakat dalam bentuk digital. Strategi empowerment melalui pemberian penghargaan dan sanksi juga pelatihan yang diberikan kepada para pegawai. Kata Kunci: Pelayanan Publik, Strategi Pelayanan, Traffic Accident Claim System Traffic Accident Claim System (TACS) is a web-based application made by Satlantas Polres Bojonegoro to make it easier for people who are victims of accidents to get medical treatment and care, legal certainty, and ger guarantees from Jasa Raharja. This TACS has received an award from the East Java Regional Police, but in fact there are still many people who do not know and understand this application. The purpose of this study is to describe the Public Service Strategy through TACS Service at the Bojonegoro Police. This type of research is descriptive with a qualitative approach. The theory uses according to Devry in Ibrahim (2008) about a successful service model rhet contains 7 (seven) strategies to success, namely self-esteem, meeting expectations, addition and recovery, future vision, Continous improvement (improving), improvement without stopping (creative), full of attention ( core, empathy), finally always empowering (empowerment). The results showed that 7 (seven) strategies for success had been carried out by the police well. It can be seen that the self-esteem strategy has been impelemented through the support of the Bojonegoro Police Chief, which is shown by constantly providing direction to all employees. The strategy of exceeding expextations is throught the willingness of the Bojonegoro Police to pick up the ball or make sure to go directly to the location of the accident. The recovery strategy is seen from updating the required data, the vision strategy is through always making improvements to the system and also always doing socialization related to this TACS application. The improving and creative strategy can be seen from the efforts to upgrade the existing system at TACS. The core strategy, empathy, provides a communiy satusfaction index assessment in digital form. Empowerment strategies through the provision of rewards and sansctions as well as training povided to employees. Keywords: Public Service, Service Strategy, Traffic Accident Claim System.
STRATEGI KOMPETITIF MELALUI PROGRAM PAHLAWAN EKONOMI DALAM PEMBERDAYAAN UMKM PASCA PANDEMI COVID-19 (Studi padaPemerintah Kota Surabaya) Ayu Aldania; Fitrotun Niswah
Publika Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n2.p137-148

Abstract

Pandemi COVID-19 berdampak pada ekonomi global dan menyebabkan resesi. Ketidakstabilan ekonomi yang disebabkan resesi mempengaruhi keberadaan UMKM. Pahlawan Ekonomi yang memberikan pelatihan dan pendampingan pada pemberdayaan UMKM dapat menjadi salah satu langkah untuk mendorong aktivitas ekonomi negara. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan strategi kompetitif melalui Pahlawan Ekonomi dalam pemberdayaan UMKM pasca pandemic COVID-19. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Berfokus pada Strategi Kompetitif Generik yang dibagi menjadi tiga strategi yaitu kepemimpinan biaya, diferensiasi, dan fokus. Teknik analisis data menggunakan interaktif kualitatif, yaitu pengambilan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, pengamatan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepemimpinan biaya dan strategi diferensiasi efektif untuk diterapkan di Pahlawan Ekonomi dimasa pandemic COVID-19. Karena tidak hanya mempertahankan UMKM dari resesi, tetapi juga meningkatkan penjualan. Salah satu saran yang dapat diajukan adalah memberikan pelatihan yang berjenjang sesuai kondisi masing-masing UMKM. Kata Kunci: Strategi Kompetitif Generik, Pahlawan Ekonomi, COVID-19. The COVID-19 pandemic is impacting the global economy and causing a recession. Economic instability caused by recession affects the existence of MSMEs. Pahlawan Ekonomi provides training and assistance on empowering MSMEs to be one of the steps to encourage the country's economic activities. The purpose of this study is to describe a competitive strategy through Economic Heroes in empowering MSMEs after the COVID-19 pandemic. The research method used is qualitative with a descriptive approach. Focusing on Generic Competitive Strategies which are divided into three strategies namely cost leadership, differentiation, and focus. The data analysis technique used interactive qualitative, namely data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Collecting data in this study using interviews, observations, and documentation. The results showed that the cost leadership strategy and differentiation strategy were effective to be implemented in Pahlawan Ekonomi during the COVID-19 pandemic. Because it not only defends MSMEs from recession, but also increase sales. One suggestion that can be put forward is to provide tiered training according to the conditions of each UMKM. Keywords:Generic Competitive Strategy, Economic Hero Program, COVID-19
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGANAN SAMPAH DI KECAMATAN TAMAN KABUPATEN SIDOARJO Patria Adhi Baskoro; Badrudin Kurniawan
Publika Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n2.p149-158

Abstract

Penanganan sampah sangatlah penting untuk membantu pemerintah dalam menangani permasalahan sampah di Indonesia. Dengan adanya penanganan sampah ini masyarakat merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjalankan Implementasi Kebijakan yang telah ditetapkan didalam Peraturan Daerah Kabupaten Sidoarjo Nomor 6 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan Sampah Dan Retribusi Pelayanan Kebersihan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui implementasi kebijakan penanganan sampah di Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif, dengan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan untuk melakukan analisis adalah teori implementasi menurut Donald S. Van Meter dan Carl E. Van Horn dalam Widodo (2013), meliputi ukuran dan tujuan kebijakan, sumberdaya, karakteristik agen pelaksana, sikap/kecenderungan pelaksana, komunikasi antarorganisasi dan aktivitas pelaksana, lingkungan sosial ekonomi politik. Penanganan sampah di Kecamatan Taman masih perlu banyak perbaikan di dalam pelaksanaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya implementasi kebijakan penanganan sampah bertujuan agar daerah Jl. Bringin Bendo bebas dari sampah liar dan bau sampah yang dapat mengganggu lingkungan warga. Bertujuan untuk mendisiplinkan masyarakat agar tidak ada TPS yang ilegal dan tidak ada pencemaran tempat maupun udara. Saran penelitian ini adalah Pemerintah memberikan pendekatan terhadap masing-masing organisasi pelaksana untuk saling bertukar pendapat dalam mencapai tujuan bersama, Kata kunci: implementasi kebijakan, penanganan sampah, pemerintah Waste handling is very important to assist the government in dealing with waste problems in Indonesia. With this waste management, the community is part of the government's efforts to carry out the implementation of policies that have been stipulated in the Sidoarjo Regency Regional Regulation Number 6 of 2012 concerning Waste Management and Cleaning Service Retribution. The purpose of this study was to determine the implementation of waste management policies in Taman Subdistrict, Sidoarjo Regency. The type of research used is descriptive, with a qualitative approach. The theory used to carry out the analysis is the theory of implementation according to Donald S. Van Meter and Carl E. Van Horn in Widodo (2013), which includes size and policy objectives, resources, characteristics of implementing agents, attitudes / trends of executing, communication between organizations and implementing activities, socio-economic and political environment. Waste handling in Taman Subdistrict still needs a lot of improvement in its implementation. The results showed that the implementation of waste management policies aimed at the Jl. Bringin Bendo is free from illegal trash and the smell of garbage that can disturb the environment of residents. Aim to discipline the community so that there are no illegal polling stations and no pollution of places or air. The suggestion of this research is that the government provides an approach to each implementing organization to exchange opinions in achieving common goals. Keywords: policy implementation, waste handling, government
IMPLEMENTASI PROGRAM BERBASIS INOVASI PELAYANAN KEPEGAWAIAN SISTEM APLIKASI PELAYANAN KEPEGAWAIAN (SAPK) (STUDI PADA APLIKASI LAYANAN PENSIUN PEGAWAI DI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR) Zafrul Dedy Setyawan; Indah Prabawati
Publika Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n2.p159-170

Abstract

Electronic government telah banyak diimplementasikan di berbagai instansi seperti pemerintah / instansi pemerintah Negeri bagian maupun swasta. Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Timur merupakan instansi pemerintah / Negeri bagian yang melaksanakan e-government. Sebagai lembaga pemerintah / Negeri yang mewadahi pejabat publik dalam pelayanan publik adalah Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian (SAPK). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan Sistem Aplikasi Layanan Kepegawaian (SAPK) khususnya penerapan layanan pensiun pegawai di BKD Provinsi Jawa Timur. Dalam penelitian ini, metode kualitatif digunakan untuk melakukan penelitian pustaka. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan sumber data tambahan yaitu studi tedahulu yaitu SAPK dalam peraturan BKD, SOP dan ASN di Provinsi Jawa Timur. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, representasi data, dan validasi data. Subjek kajiannya adalah keberhasilan implementasi kebijakan, yaitu: 1) Komunikasi ini bukan hanya layanan komunikasi, tetapi juga memperhitungkan data pegawai yang benar dan distribusi informasi jelas dan konsisten yang meminimalkan kurangnya komunikasi antara unit. 2) Sumber daya, yaitu pelaksana SAPK di Provinsi Jawa Timur adalah operator dalam aplikasi, terutama di bagian mutasi pegawai, serta asuransi komputer, aplikasi, softwear. 3) disposisi yaitu Sikap dan komitmen operator di BKD Provinsi Jatim khususnya dibagian mutasi dalam melaksanakan kebijakan tersebut sehingga kebijakan tersebut dapat tercapai sesuai dari sasaran kebijakan tersebut. dan 4) struktur birokrasi yaitu Tanggung jawab dan pembagian antar pelaksana kebijakan (SAPK) di BKD Provinsi Jatim khususnya di bagian Mutasi Pegawai berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) dijalankan atas dasar aturan hukum peraturan perundang-undangan ASN. Adapun saran mengoptimalkan sosialisasi sehingga pegawai dapat memanfaatkan fungsi dari program SAPK tersebut secara optimal sehingga partisipasi pegawai dalam menggunakan program dapat berjalan sesuai sasaran kebijakan, kemudian agar data kepegawaian dapat diakses setiap waktu, maka setiap instansi memberikan fasilitas jaringan internet yang baik. Sehingga data kepegawaain dapat dikelola dengan baik serta tepat waktu. Kata Kunci : Implementasi, Inovasi Pelayanan, Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian Electronic government has been implemented in various agencies such as government / state and private government agencies. The Regional Civil Service Agency of East Java Province is a state / government agency that implements e-government. As a government / state institution that accommodates public officials in public services is the Civil Service Application System (SAPK). The purpose of this study is to describe the application of the Employment Service Application System (SAPK), especially the application of employee retirement services in BKD, East Java Province. In this study, qualitative methods were used to conduct library research. Sources of data in this study use additional data sources, namely previous studies, namely SAPK in the BKD, SOP and ASN regulations in East Java Province. Data analysis techniques include data collection, data reduction, data representation, and data validation. The subject of the study is the success of policy implementation, namely: 1) This communication is not only a communication service, but also takes into account correct employee data and clear and consistent information distribution that minimizes the lack of communication between units. 2) Resources, namely SAPK implementers in East Java Province, are operators in applications, especially in the section for employee transfer, as well as computer insurance, applications, softwear. 3) disposition, namely the attitude and commitment of operators in the BKD of East Java Province, especially in the mutation section in implementing the policy so that the policy can be achieved in accordance with the policy objectives. and 4) bureaucratic structure, namely responsibility and distribution among policy implementers (SAPK) in the BKD of East Java Province, especially in the Division of Employee Movements based on Standard Operating Procedures (SOP) carried out on the basis of statutory rules and regulations of ASN. There are suggestions for optimizing socialization so that employees can take advantage of the functions of the SAPK program optimally so that employee participation in using the program can run according to policy goals, then so that employment data can be accessed at any time, each agency provides good internet network facilities. So that employee data can be managed properly and on time. Keywords: Implementation, Service Innovation, Personnel Service Application System.
MANAJEMEN STRATEGI DESA WISATA GRONJONG WARITI DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN DESA MEJONO KABUPATEN KEDIRI FAHMI AFRIZAL; Trenda Aktiva Oktariyanda
Publika Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n2.p171-184

Abstract

Desa Wisata merupakan suatu terobosan bagi masyarakat di daerah untuk meningkatkan perekonomian, tata kelola Desa Wisata akan berjalan baik jika menerapkan manajemen publik dengan tepat, Manajemen publik diartikan sebagai aktivitas yang dilakukan dengan serangkaian keterampilan (skill) serta gabungan antara fungsi manajemen seperti Planning, Organizing, Actuating, Controlling dengan sumber daya manusia, keuangan, fisik, informasi, dan politik. Pertumbuhan sektor pariwisata di berbagai wilayah saat ini mulai meningkat, terutama didaerah pedesaan. Hal ini tidak terlepas dari kesadaran masyarakat desa untuk mengambangkan potensi wilayah yang mereka miliki, seperti halnya Desa Wisata Gronjong Wariti yang terletak di Desa Mejono Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri. Tetapi dalam implementasinya masih terdapat berbagai macam kendala seperti kurangnya kesadaran masyarakat akan pengembangan desa wisata, sarana dan prasarana yang kurang memadai seperti wifi dan perbaikan jalan (paving), serta kurangnya perhatian dari pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan Manajemen Strategi Desa Wisata Gronjong Wariti Dalam Meningkatkan Perekonomian Desa Mejono Kabupaten Kediri. Pendekatan yang digunakan penulis dalam melaksanakan penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Sedangkan fokus penelitian ini menggunakan tahapan manajemen strategi menurut David, tentang perumusan strategi, implementasi strategi, dan evaluasi strategi. Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah observasi, wawancara,dan, dokumentasi. Kata Kunci: Manajemen Publik, Manajemen Strategi, Desa Wisata Tourism Village is a breakthrough for people in the area to improve the economy, Tourism Village governance will run well if it applies public management appropriately, Public management is defined as an activity carried out with a series of skills and a combination of management functions such as Planning, Organizing, Actuating and Controlling with human, financial, physical, information and political resources.The growth of the tourism sector in various regions is starting to increase, especially in rural areas. This cannot be separated from the awareness of the village community to develop the potential of their territory, such as the tourist village of Gronjong Wariti which is located in Mejono Village, Plemahan Subdistrict, Kediri Regency, but in its implementation there are still various kinds of obstacles such as lack of community awareness of the development of tourism villages and inadequate infrastructure such as wifi and road repairs (paving), as well as a lack of attention from local governments. This study aims to describe the implementation of strategic management in the tourist village of Gronjong Wariti, the approach used by the author in conducting this research is a qualitative descriptive approach. Meanwhile, the focus of this research uses the stages of strategic management according to David 2011, regarding strategy formulation, strategy implementation, and evaluation and supervision. The data collection techniques used by the writer were observation, interview, and documentation. Keywords: Public Management, Strategic Management, Tourism Village
INOVASI APLIKASI SAMSAT RAME (SAMSAT RAMAH MERAKYAT) DALAM OPTIMALISASI PELAYANAN DI KANTOR BERSAMA SAMSAT GRESIK Shifani Fitri Sauli; Trenda Aktiva Oktariyanda
Publika Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n2.p185-200

Abstract

Pelayanan publik menjadi suatu tolok ukur kinerja pemerintah yang paling kasat mata. Seiring dengan perkembangan teknologi dan banyaknya tantangan yang harus dihadapi maka pelayanan publik harus diselaraskan dengan terobosan atau inovasi. Salah satu pelayanan publik yang perlu dioptimalkan adalah Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT). Oleh karena itu, Kantor Bersama Samsat Gresik membuat aplikasi yang diresmikan pada tanggal 14 Juli 2020 adalah SAMSAT RAME (Samsat Ramah Merakyat) yaitu sebuah aplikasi pelayanan pajak serta informasi terkait pengurusan perpanjangan masa berlaku surat tanda nomor kendaraan (STNK) bermotor. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana optimalisasi pelayanan Kantor Bersama Samsat Gresik melalui Inovasi Aplikasi Samsat Rame (Samsat Ramah Merakyat) sehingga mampu menjawab beberapa permasalahan pelayanan publik Teknik analisis data dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan studi literatur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi Samsat Ramah Merakyat (Samsat Rame) belum efisien karena input pelayanan masih memberatkan para pengguna jasa. Belum efektif karena tidak berhasil mencapai tujuan yang dikehendaki oleh penyelenggara. Serta kualitas hasil yang buruk dikarenakan faktor pendukung terkesan membuat aplikasi Samsat Rame di lakukan karena mendesak tanpa memikirkan jangka panjang. Sedangkan faktor penghambat lebih berpengaruh pada keberhentian inovasi Samsat Rame. Salah satu saran yang dapat diajukan yaitu meningkatkan sosialisasi dan promosi kepada masyarakat Kabupaten Gresik. Kata Kunci : Pelayanan Publik, Inovasi Pelayanan Pajak, Samsat Rame (Samsat Ramah Merakyat) Public service becomes the most visible measure of government performance. Along with technological developments and the many challenges that must be faced, public services must be aligned with breakthroughs or innovations. One of the public services that need to be optimized is the One-Stop One-Stop Administration System (SAMSAT). Therefore, the Samsat Gresik Joint Office made an application that was inaugurated on July 14, 2020, namely SAMSAT RAME (Samsat Ramah Merakyat), which is a tax service application as well as information related to the extension of the validity period for motorized vehicle registration certificates (STNK). The purpose of this study is to find out how to optimize the services of the Samsat Gresik Joint Office through the Samsat Rame Application Innovation (Samsat Ramah Merakyat) so that it is able to answer several public service problems. Data analysis techniques are data collection, data reduction, data presentation, and conclusion / verification. Data collection techniques through interviews, observation, documentation and literature study. The results of this study indicate that the Peoples Friendly Samsat application (Samsat Rame) is not efficient because service inputs are still burdensome for service users. Not yet effective because it failed to achieve the goals desired by the organizers. As well as the poor quality of results due to supporting factors that seem to make the Samsat Rame application done because it is urgent without thinking about the long term. While the inhibiting factor has more influence on the discontinuation of the Samsat Rame innovation. One of the suggestions that can be put forward is to increase socialization and promotion to the people of Gresik Regency. Keywords: Public Service, Tax service innovation, Samsat Rame (Samsat Ramah Merakyat)
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN TUBERKULOSIS DENGAN STRATEGI DIRECTLY OBSERVED TREATMENT SHORT-COURSE (DOTS) DI PUSKESMAS KECAMATAN BANGSAL KABUPATEN MOJOKERTO Febry Mega Kumalasari; Indah Prabawati
Publika Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n2.p201-214

Abstract

Data Dinas kesehatan Kabupaten Mojokerto, jumlah penderita TBC positif sepanjang tahun 2018 mencapai 1.436 orang, dari jumlah itu 177 penderita dinyatakan sembuh dan 4 orang meninggal dunia. Puskesmas Bangsal melaksanakan kebijakan Directly Observed Treatment Short-course (DOTS) untuk penanggulangan penyakit TB berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 67 Tahun 2016 tentang penanggulangan tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan penanggulangan tuberkulosis dengan strategi DOTS di Puskesmas Bangsal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif menggunakan studi kepustakaan dan wawancara menggunakan teknik analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian pada implementasi kebijakan DOTS pada puskesmas Bangsal dalam lima ketepatan yaitu. Ketepatan Kebijakan sudah tepat, namun dalam pemecahan masalah masih kurang optimal pada kesadaran masyarakat dalam penghentian pengobatan sepihak jika sudah merasa sembuh oleh masyarakat dan ketakutan masyarakat terhadap ancaman virus COVID-19. Ketepatan pelaksanaan, pencapaian target strategi DOTS yang belum mencapai target karena dukungan pemerintah pada pendanaan untuk sosialisasi, penyuluhan dan promosi kesehatan terbatas. Ketepatan target belum optimal karena pada tahun 2020 Puskesmas Bangsal mendapatkan 43 kasus dan 250 orang yang diperiksa atausekitar 53% dari target yang telah ditetapkan. Ketepatan Lingkungan, komunikasi dengan Dinas Kesehatan belum optimal dalam monitoring dan evaluasi, pelaporan STIB. Ketepatan Proses, Puskesmas Bangsal mulai dari penemuan kasus, pengobatan hingga ke pelaporan sudah sesuai dengan SOP pelaksanaan kebijakan DOTS. Permasalahan yang terjadi adalah tenaga kesehatan kesulitan dalam melakukan pelaporan online (STIB). Saran yang dapat diberikan yaitu melakukan sosialisasi secara intensif. Dukungan pemerintah dalam menambah pendanaan untuk sosialisasi, penyuluhan dan promosi kesehatan. Meningkatkan koordinasi lintas sektoral dan memberikan pelatihan tentang tata cara pengisian SITB. Kata Kunci: Implementasi, Tuberculosis, Directly Observed Treatment Short-course (DOTS). Mojokerto District Health Office data, the number of positive TBC patients throughout 2018 reached 1,436 people, of which 177 patients were declared cured and 4 people died. Puskesmas Bangsal implements a Policy of Directly Observed Treatment Short-course (DOTS) for TB disease management based on Regulation of the Minister of Health No. 67 of 2016 on tuberculosis prevention. This study aims to analyze the implementation of tuberculosis control policies with the DOTS strategy at Puskesmas Bangsal, Mojokerto Regency. The research method used descriptive qualitative using literature study and interview with the analysis technique of Miles and Huberman. The results of research on the implementation of the DOTS policy at the Bangsal puskesmas were in five accuracy.The accuracy of the policy is right, but in managing the problemis not optimal in public awareness of treatment and the community's fear of the COVID-19. Accuracy of implementation, the DOTS target strategy has not yet reached the target due to the limited political commitment to budget funds for cadres, outreach, health education and promotion. The accuracy of the target is not optimal in 2020 the Puskesmas Bangsal received 43 cases and250 people were checked or about 53% of the target. Environmental accuracy, communication with the Dinas Kesehatan is not optimal in monitoring and evaluation, STIB reporting. Accuracy of Process, Puskesmas Bangsal starting from case finding, treatment to reporting are in accordance with the DOTS Policy. The problem is health workers have difficulty in conducting online reporting (STIB). The advice that can be given is to conduct intensive socialization. Government support in increasing funding for socialization, counseling, and health promotion. Improve cross-sectoral coordination and provide training on procedures for filling SITB application. Keywords: Implementation, Tuberculosis, Directly Observed Treatment Short-course (DOTS).
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN OBJEK WISATA ALAM (STUDI KASUS WISATA BUKIT KAPUR SETIGI,DESA SEKAPUK,KECAMATAN UJUNG PANGKAH KABUPATEN GRESIK) Nofita Bobsuni; Muhammad Farid Ma’ruf
Publika Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v9n2.p215-226

Abstract

Wisata Alam Setigi merupakan wisata yang dibangun berdasarkan partisipasi masyarakat desa Sekapuk, memiliki keunikan tersendiri karena bekas galian tambang kapur yang sebelumnya tempat pembuangan sampah karena sudah tidak dipakai lagi untuk penambangan kapur. Kades Sekapuk melihat bahwa bukit tersebut akan menarik jika dikelola menjadi tempat wisata. Akhirnya lokasi bekas tambang kapur dan pembuangan sampah dikelola menjadi wisata Setigi yang selalu ingin dikunjungi,ditambah lagi dengan pahatan dari berbagai ornamen Pahatan yang menarik seperti Candi Topeng,Miniatur Masjid,dibangunnya jembatan peradaban,serta adanya tangga Derajat yang merupakan icon yang menambah keindahan wisata alam ini. Wisata Setigi merupakan potensi yang perlu dikembangkan,dapat membantu perekonomian warga Sekapuk yang mengelola objek wisata tersebut. Partisipasi masyarakat melalui pembentukan Taplus Invest,musyawarah bersama perwakilan masyarakat terkait persoalan di Sekapuk berupa dana untuk pengelolaan wisata setigi. Tujuan penelitian,untuk mengetahui paparan yang jelas terkait partisipasi masyarakat dalam proses pengelolaan Wisata Alam Setigi. Metode Penelitian, menggunakan penelitian metode deskriptif analisis dan jenis penelitiannya menggunakan metode pustaka dan penelitian lapangan, bahan-bahan pustaka yang didukung dengan wawancara dari beberapa narasumber terkait dengan pengelolaan wisata Setigi. Fokus penelitian,partisipasi masyarakat dari bentuk partisipasi Abu Huraerah:Partisipasi pemikiran, tenaga, harta benda, keterampilan dan kemahiran, partisipasi sosial. Hasil penelitian dari peneliti memperlihatkan bahwa dalam pengelolaan wisata Setigi ini masyarakat Sekapuk ikut antusias dalam pengelolaan wisata Setigi. Partisipasi masyarakat sekapuk juga membantu pertumbuhan perekonomian desa Sekapuk. Kata Kunci: Partisipasi , Masyarakat, Wisata Setigi Setigi Nature Tourism is a tour built based on the participation of the Sekapuk village community, which is unique because of the former excavation of a limestone mine that was previously a landfill because it is no longer used for limestone mining. Sekapuk village head sees that the hill will be attractive if it is managed as a tourist spot. Finally, the location of the former limestone mine and garbage disposal is managed to become Setigi tourism which is always wanted to be visited, coupled with carvings of various interesting carving ornaments such as Mask Temple, Mosque Miniature, construction of civilization bridge, and the existence of a Derajat staircase which is an icon that adds to the beauty of natural tourism this. Setigi tourism is a potential that needs to be developed, to help the economy of the Sekapuk residents who manage these tourist objects. Community participation through the formation of Taplus Invest, deliberations with community representatives regarding issues in Sekapuk in the form of funds for the management of Setigi tourism. The research objective was to determine a clear explanation regarding community participation in the management process of the Setigi Nature Tourism. Research Methods, using descriptive analysis method research and the type of research using library methods and field research, library materials supported by interviews from several sources related to the management of Setigi tourism. Research focus, community participation from the form of participation of Abu Huraerah: Participation of thoughts, energy, property, skills and skills, social participation. The results of the research from the researchers showed that in the management of Setigi tourism, the Sekapuk community was enthusiastic about managing Setigi tourism. The participation of the Sekapuk community also helps the economic growth of the Sekapuk village. Keywords: Participation,Community, Setigi Tourism

Page 14 of 129 | Total Record : 1286