cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 1,286 Documents
KUALITAS PELAYANAN PUBLIK MI GILA (MELEK IT GAUL INFORMASI LUAR BIASA) DI DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA PROVINSI JAWA TIMUR. NIKEN AULIA DWI ANUGRAH PUTRI; FITROTUN NISWAH
Publika Vol 7 No 7 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n7.p%p

Abstract

Abstrak Sebagai instansi penyelenggara layanan publik di lingkungan Provinsi Jawa Timur, Dinas Komunikasi Dan Informatika Provinsi Jawa Timur berupaya untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk memperoleh informasi yang terpercaya. Hal ini dilakukan dengan menerapkan sebuah program yaitu Mi Gila (Melek IT Gaul Informasi Luar Biasa). Mi Gila merupakan program yang memberi wadah masyarakat Jawa Timur belajar tentang IT (informasi dan teknologi) serta ICT (information and communication technology) atau permasalahan-permasalahan lain seputar teknologi informasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana kualitas pelayanan publik Mi Gila (Melek IT Gaul Informasi Luar Biasa) di Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan metode kualitatif.. Fokus penelitian berdasarkan lima dimensi kualitas pelayanan jasa menurut Philip Kotler (2012:284) yang meliputi Bukti Fisik (Tangibles), Empati (Empathy), Kehandalan (Reliability), Cepat Tanggap (Responsiveness), dan jaminan (Assurancee). Teknik pengumpulan data dilakukan melaului wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil Penelitian kualitas layanan Mi Gila (Melek IT Gaul Informasi Luar Biasa). Pertama dimensi bukti fisik menggambarkan bagaimana penampilan, kemampuan sarana dan prasarana fisik perusahaan yang dapat diandalkan. Kedua, dimensi empati (empathy), di dimensi ini pihak Diskominfo berusaha memberikan perhatian yang tulus dan bersifat individual atau pribadi yang diberikan kepada para pelanggan. Ketiga, dimensi kehandalan menjelaskan bagaimana kemampuan perusahaan untuk memberikan pelayanan sesuai dengan yang dijanjikan secara akurat dan terpercaya. Keempat, dimensi daya tanggap menjelaskan tentang daya tanggap perusahaan dalam memberi layanan bagi pelanggan dan memberikan jasa dengan sigap dan cepat dalam penanganan keluhan pelanggan. Kelima, dimensi jaminan meliputi beberapa komponen anatara lain komunikasi, kredibilitas keamanan, kompetensi dan sopan santun. Berdasarkan hasil penelitian, Diskominfo belum dapat mencukupi sarana prasarana yang dibutuhkan peserta pada saat pelaksanaan pelatihan. Akan lebih baik jika Diskominfo memastikan kecukupan sarana prasarana dengan jumlah peserta sebelum pelatihan dilakukan. Kata Kunci : Pelayanan Publik, Dimensi Kualitas Pelayanan, Pelayanan Mi Gila.
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM UPAYA PEMBERDAYAAN PENYANDANG TUNAGRAHITA MELALUI BUDIDAYA IKAN LELE DI DESA KARANGPATIHAN KECAMATAN BALONG KABUPATEN PONOROGO MIFTAHUL SOLIKHIN; TJITJIK RAHAJU
Publika Vol 7 No 7 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n7.p%p

Abstract

Penyandang disabilitas yang merupakan bagian dari masyarakat Indonesia yang juga memiliki hak untuk hidup sejahtera, termasuk penyandang tunagrahita didalamnya. Kesejahteraan penyandang disabilitas tercantum dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016. Pemerintah Desa Karangpatihan berupaya mewujudkan kesejahteraan bagi penyandang tunagrahita berupa pemberdayaan melalui budidaya ikan lele. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis dan mendeskripsikan proses collaborative governance dalam upaya pemberdayaan penyandang tunagrahita melalui budidaya ikan lele di Desa Karangpatihan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan fokus penelitian menggunakan teori proses collaborative governance menurut Ansell dan Gash (2007:228) yang terdiri dari face to face dialogue, trust building, commitment to the procces, shared understanding, dan intermediate outcomes. Teknik pengumpulan data melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan merupakan teknik analisis data menurut Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian tersebut berdasarakan teori Ansell and Gash sebagai berikut: Face to face dialogue, dimana telah dilakukan pertemuan rutin antara Pemerintah Desa Karangpatihan bersama KSM Rumah harapan dan masyarakat, serta terdapat kunjungan-kunjungan dari KPw BI Kediri ke Desa karangpatihan; Trust building, yang dilakukan antar stakeholder dengan melakukan pertemuan-pertemuan yang intensif dan melakukan transparansi; Commitment to the process, masih terdapat beberapa pengurus KSM Rumah Harapan yang belum maksimal dalam mendampingi penyandang tunagrahita; Shared understanding dengan melalui pertemuan atau dialog maupun komunikasi antar stakeholder; Intermediate outcomes, dengan memastikan bahwa penyandang tunagrahita menguasai cara-cara budidaya ikan lele yang benar agar mampu melaksanakan budidaya ikan lele secara mandiri. Kata Kunci: Collaborative Governance, Pemberdayaan, Tunagrahita
IMPLEMENTASI PROGRAM KARTU JOMBANG SEHAT (KJS) NON-DATABASE STUDI PADA PASIEN RAWAT INAP DI RSUD KABUPATEN JOMBANG DINA HARDIYANTI; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 7 No 7 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n7.p%p

Abstract

Abstrak Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Sosial Kabupaten Jombang mengeluarkan program jaminan kesehatan berupa Kartu Jombang Sehat (KJS). Hal ini tercantum dalam Peraturan Bupati No 1 Tahun 2017. Tujuan dari adanya Kartu Jombang Sehat sebagai wujud salah satu program prioritas pemerintah yaitu Penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dengan kegiatan perlindungan dan Jaminan Sosial Layanan Kesejahteraan bagi masyarakat miskin. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan implementasi program Kartu Jombang Sehat (KJS) Non-Database di RSUD Kabupaten Jombang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini adalah kondisi lingkungan, hubungan antar organisasi, sumberdaya organisasi serta karakteristik dan kemampuan agen pelaksana. Teknik analisis data dilakukan melalui empat tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Masih terdapat beberapa hal yang belum maksimal ada indikator kondisi lingkungan masyarakat yang bertempat tinggal jauh dari pusat Kabupaten akan kesulitan dalam hal transportasi. Selain itu, faktor ekonomi maupun pendidikan juga sangat berpengaruh untuk respon masyarakat terhadap adanya perubahan kebijakan pemerintah. Pada indikator sumberdaya organisasi terjadi Pendanaan KJS beberapa tahun terakhir ini ditanggung oleh pihak RSUD karena biaya sudah melampaui anggaran APBD. Hal ini menyebabkan sarana prasarana kurang maksimal. Pada Indikator karakteristik dan kemampuan agen pelaksana salah satunya yaitu kurangnya kedisiplinan di beberapa kantor desa. Selain itu dalam hal prosedur pengurusan Kartu Jombang Sehat ini masih terlalu panjang dan rumit sehingga kurang efisien. Saran dalam penelitian ini yaitu pihak pelaksana program sebaiknya lebih maksimal dalam hal sosialisasi yaitu memperbanyak media sosialisasi. Selain itu dalam hal prosedur permohonan KJS Non-Database sebaiknya bisa disederhanakan agar lebih efektif dan efisien. Selain itu diharapkan pihak RSUD Kabupaten Jombang menambah jumlah ruangan rawat inap untuk mengatasi permasalahan ketika jumlah pasien rawat inap semakin banyak. Kata Kunci: Kata Kunci: Implementasi, Program, Kartu Jombang Sehat.
INOVASI LTSA PTKLN (LAYANAN TERPADU SATU ATAP PENEMPATAN TENAGA KERJA LUAR NEGERI) DI DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI (DISNAKERTRANS) KABUPATEN TULUNGAGUNG RINDA PARADISTA; MEIRINAWATI
Publika Vol 7 No 7 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n7.p%p

Abstract

Abstrak Sebagai pelaku pelayan harus memberikan pelayanan yang baik bagi penerima layanan, karena pelayanan yang baik mampu memberikan citra yang baik bagi instansi dan masyarakat merasa puas terhadap pelayanan tersebut. Maka Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tulungagung dituntut maksimal dalam memberikan Pelayanan kepada masyarakat. Akhirnya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi meluncurkan sebuah inovasi Layanan Terpadu Satu Atap Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri (LTSA PTKLN) yang bertujuan untuk mempermudah pelayanan dalam kepengurusan semua berkas yang diperlukan masyarakat Kabupaten Tulungagung terutama Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI). Inovasi ini muncul karena ada beberapa keluhan dari CPMI dan di Kabupaten Tulungagung itu sendiri mayoritas masyarakatnya bekerja di Luar Negeri. Pelaksanaan inovasi LTSA PTKLN ini dilaksanakan di wilayah Kantor Disnakertrans Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan inovasi Layanan Terpadu Satu Atap Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri (LTSA PTKLN) di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (DISNAKERTRANS) Kabupaten Tulungagung. Jenis penelitian yang digunakan ini adalah deskriptif yang menggunakan metode kualitatif. Sedangkan fokus penelitiannya menggunakan teori atribut inovasi menurut Rogers dalam Suwarno (2008: 16) meliputi Relative Advantage (Keuntungan Relatif), Compatibility (Kesesuaian), Complexity (Kerumitan), Triability (Kemungkinan dicoba), dan Observability (Kemampuan diamati). Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian tersebut menunujukan bahwa Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tulungagung berusaha keras dalam melaksanakan inovasi Layanan Terpadu Satu Atap Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri (LTSA PTKLN) guna untuk mengatasi semua keluhan masyarakat Kabupaten Tulungagung khususnya Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).serta terbentuknya kualitas pelayanan publik yang lebih baik dari sebelumnya. Dari kelima indikator yang digunakan sebagai teori penelitian tersebut sudah menggambarkan dapat mengatasi semua keluhan masyarakat Kabupaten Tulungagung khususnya CPMI serta menunujukan bahwa inovasi dapat dikatakan berhasil. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kekurangan yaitu yang pertama sosialisasi yang kurang merata, yang kedua fasilitas yang kurang serta yang terakhir letak kantor LTSA PTKLN yang kurang strategis. Sehingga peneliti memberikan saran yaitu petugas LTSA PTKLN terjun langsung ke masyarakat untuk mensosialisasikan inovasi tersebut, Penambahan fasilitas yang kurang, serta pemindahan letak kantor LTSA PTKLN di area tengah-tengah kota. Kata Kunci : Inovasi, Pelayanan Publik, LTSA PTKLN Abstract Tulungagung Regency Manpower and Transmigration Office (Disnakertrans) is demanded maximally in providing services to the community. Finally, the Department of Manpower and Transmigration launched an innovative One-Stop Integrated Service for Placement of Overseas Workers (LTSA PTKLN) which aims to facilitate services in managing all files needed by the people of Tulungagung Regency, especially Prospective Indonesian Migrant Workers (CPMI). This innovation arose because there were a number of complaints from CPMI and in Tulungagung District itself the majority of the community worked abroad. The implementation of PTSAs LTSA innovation was carried out in the area of the Tulungagung District Manpower Office. This study aims to describe the innovation of the One-Stop Integrated Service for Placement of Overseas Workers (LTSA PTKLN) in the Department of Manpower and Transmigration (DISNAKERTRANS) of Tulungagung Regency. This type of research used is descriptive which uses qualitative methods. While the focus of his research uses the theory of innovation attributes according to Rogers in Suwarno (2008: 16) including Relative Advantage, Compatibility, Complexity, Triability, and Observability. Data analysis techniques in this study used observation, interview and documentation techniques. The results of the study show that the Tulungagung District Manpower and Transmigration Office is striving to implement an innovative One-Stop Integrated Service for Foreign Workers Placement (LTSA PTKLN) in order to address all complaints from the people of Tulungagung Regency, especially Prospective Indonesian Migrant Workers (CPMI). better public service than before. Of the five indicators used as the research theory, it has been described to be able to overcome all the complaints of the people of Tulungagung Regency, especially CPMI, and show that innovation can be said to be successful. However, in its implementation there are still some shortcomings, namely the first is uneven socialization, the second is the lack of facilities and the last is the location of PTSAs LTSA office which is less strategic. So the researcher gave a suggestion that PTKLN LTSA officers went directly to the community to socialize the innovation, the addition of less facilities, and the relocation of the PTKLN LTSA office in the middle of the city. Keywords: Innovation, Public Services, LTSA PTKLN
KUALITAS PELAYANAN PAJAK ONLINE E-BILLING DI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA SIDOARJO BARAT YUSRI SIHAM; MEIRINAWATI
Publika Vol 7 No 8 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n8.p%p

Abstract

AbstrakPenciptaan kualitas pelayanan publik yang merupakan upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan yang baik. Direktorat Jenderal Pajak sebagai institusi penghimpun penerimaan negara pada sektor perpajakan memberikan pelayanan e-billing (pembayaran pajak online). Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan Kualitas pelayanan e-billing (pembayaran pajak online) di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sidoarjo Barat. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengambilan sumber data dalam penelitian ini yaitu menggunakan tekhnik purpossive sampling. Fokus penelitian ini adalah kualitas pelayanan e-billing (pembayaran pajak online) di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sidoarjo Barat yang dilihat dari enam indikator kualitas pelayanan publik Sinambela (2014:6) yang diharapkan masyarakat tercermin dari: transparansi, akuntabilitas, kondisional, partisipatif, kesamaan hak, serta keseimbangan hak dan kewajiban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan e-billing (pembayaran pajak online) di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Sidoarjo Barat dikatakan cukup baik. Dalam indikator transparansi, layanan yang terbuka, memiliki prosedur yang mudah dan dapat dipahami oleh masyarakat. Dalam indikator akuntabilitas, pelayanan e-billing dapat dipertanggungjawabkan dalam peraturan perundang-undangan. Pada indikator kondisonal, pelayanan yang mempertimbangkan kondisi pemberi dan penerima layanan, indikator partisipatif, pelayanan ini mendorong peran serta partisipatif yang baik dari masyarakat. Indikator kesamaan hak, pelayanan ini bersifat non diskriminatif. Dalam indikator keseimbangan hak dan kewajiban terwujudnya pelayanan yang adil dan memenuhi harapan masyarakat untuk mendapatkan pelayananterbaik.Kata Kunci: Kualitas, Pelayanan, E-Billing
Dampak Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima di Pasar Krian Baru Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo FITRI NILAM SARI; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 7 No 8 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n8.p%p

Abstract

Pedagang kaki lima sudah menjadi bagian dari kehidupan di suatu wilayah yang padat penduduk. Keberadaan pedagang kaki lima kerap dianggap ilegal karena menempati ruang publik dan tidak sesuai dengan visi kota yang sebagian besar menekankan aspek kebersihan, keindahan dan kerapihan kota atau kita kenal dengan istilah 3K. Pedagang kaki lima seringkali menjadi target utama dalam kebijakan pembangunan yang dibuat pemerintah kota seperti relokasi dan penggusuran bagi pedagang kaki lima yang belum tertib dan teratur. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengeluarkan Peraturan Daerah nomor 3 tahun 2016 tentang penataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan dampak penataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima di Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian ini adalah dampak individual, dampak organisasional, dampak terhadap masyarakat, dan dampak terhadap lembaga sosial atau sistem sosial. Teknik pengumpulan data melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui empat tahap yaitu reduksi data, menampilkan data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian tersebut berdasarkan teori Finsterbusch dan Motz sebagai berikut : dampak individual adanya relokasi berdampak pada psikis, biologis, lingkungan, ekonomi dan sosial pedagang kaki lima. Dampak organisasional yakni adanya interaksi antar pedagang lebih mudah dan terciptanya rasa persaudaraan dan kerukunan antar pedagang semakin tinggi. Dampak terhadap masyarakat adanya relokasi memudahkan masyarakat dalam mengakses kebutuhan sehari-hari. Dampak terhadap lembaga sosial adanya relokasi ini menjadikan Pasar Krian Baru menjadi aman dari tindak kejahatan kriminal, selain itu Jl. Setiabudi dan Jl. Basuki Rahmat semakin bersih, dan tertata. Pemberdayaan yang didapatkan oleh pedagang yakni peningkatan kepampuan berusaha, fasilitas bantuan sarana dagang, kelembagaan, promosi, pembinaan dan bimbingan teknis, namun pedagang tidak mendapatkan bantuan terkait fasilitas askes permodalan dan fasilitas peningkatan produksi dari pemerintah. Pemberdayaan hanya berlangsung selama dua tahun saja dan tidak berlangsung hingga saat ini.Kata Kunci: Kebijakan Publik, Relokasi, Pedagang Kaki Lima
Implementasi Layanan Sistem Aplikasi Guru Surabaya (SIAGUS) Di Dinas Pendidikan Kota Surabaya YUDHISTIRO REKSO YUDHO; EVA HANY FANIDA
Publika Vol 7 No 8 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n8.p%p

Abstract

Abstrak Dinas Pendidikan Kota Surabaya menciptakan inovasi guna mendukung kinerja para pendidik. Inovasi yang adalah Sistem Aplikasi Guru Surabaya (SIAGUS) yang bertujuan memudahkan para pendidik dalam pengurusan kenaikan pangkat dengan sistem online. Sistem Aplikasi Guru Surabaya (SIAGUS) secara resmi diluncurkan pada tanggal 17 Mei 2017, merupakan inovasi pelayanan kenaikan pangkat pertama yang difokuskan pada tenaga pendidik atau guru dan satu-satunya di Kota Surabaya bahkan merupakan penggagas inovasi pertama layanan kenaikan pangkat di sektor Pendidikan di Indonesia. Implementor dalam layanan Sistem Aplikasi Guru Surabaya (SIAGUS) adalah Dinas Pendidikan Kota Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Implementasi Sistem Kenaikan Pangkat Online melalui Aplikasi SIAGUS Di Dinas pendidikan Kota Surabaya. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan fokus penelitiannya menggunakan teori Implementasi untuk Electronic Government menurut Shams Rahman, Nahid Rashid, Aswini Yadlapalli, dan Li Yiqun (2014), yang meliputi Faktor Institusional, Faktor Terkait Sumber Daya, Faktor Terkait Akses, Faktor Hukum/Peraturan dengan teknik Purposive Sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan melalui wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian tersebut menunjukkan Implementasi Sistem Kenaikan pangkat Online melalui aplikasi SIAGUS di Dinas Pendidikan Kota Surabaya sudah cukup baik yang dipengaruhi oleh Komitmen dan Tingkat Stabilitas dari Politik tertinggi dalam meningkatkan pelayanan publik, dukungan penuh dari pemimpin instansi. Terkait Sumber Daya, operator dipilih dari internal Dinas Pendidikan Kota dan tidak menjalin kerjasama dengan pihak eksternal, tetapi perlu dibentuk PIC atau Penanggung Jawab ditiap sekolah. Dinas Pendidikan Kota Surabaya memberikan pelayanan selama 24 jam terhadap guru dan tenaga kependidikan yang dilakukan didunia maya. Akan tetapi masih banyak Guru yang belum maksimal memanfaatkan aplikasi SIAGUS. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kekurangan seperti masih terdapat tenaga pendidik yang belum maksimal menggunakan aplikasi SIAGUS. Serta mencantumkan cara penggunaan setiap fitur di dalam aplikasi dan mengembangkan sekaligus memperketat sistem keamanan aplikasi. Kata Kunci: Implementasi, Layanan, SIAGUSAbstractSurabaya City Education Agency creates innovations to support the performance of educators. Innovation which is the Surabaya Teacher Application System (SIAGUS) which aims to facilitate educators in the promotion of promotion with an online system. The Surabaya Teacher Application System (SIAGUS) was officially launched on May 17, 2017, is the first promotion service innovation that is focused on educators or teachers and the only one in the city of Surabaya is even the initiator of the first innovation of promotion services in the Education sector in Indonesia. The implementer of the Surabaya Teacher Application System (SIAGUS) service is the Surabaya City Education Agency. This study aims to describe and analyze the Implementation of the Online Promotion System through the SIAGUS Application at the Surabaya City Education Office. This type of research used in this research is descriptive research with a qualitative approach. While the focus of his research uses Implementation theory for Electonic Government according to Shams Rahman, Nahid Rashid, Aswini Yadlapalli, and Li Yiqun (2014), which includes Institutional Factors, Resource Related Factors, Access Related Factors, Legal / Regulatory Factors with Purposive Techniques. Sampling. Data analysis techniques in this study used data analysis consisting of data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions through interviews and documentation studies. The results of the study showed that the implementation of the Online Promotion System through the SIAGUS application in the Surabaya City Education Office was quite good which was influenced by the Commitment and Stability Level of the Highest Politics in improving public services, full support from the agency leaders. Regarding Resources, operators are selected from the internal City Education Office and do not collaborate with external parties, but a PIC or Person in Charge needs to be formed in each school. Surabaya City Education Agency provides 24-hour services for teachers and education staff conducted in cyberspace. However, there are still many teachers who have not utilized the SIAGUS application optimally. However, in its implementation there are still some shortcomings such as there are still educators who have not used the SIAGUS application optimally. As well as stating how to use each feature in the application and develop while tightening the application security system. Keywords: Implementation, Service, SIAGUS
Efektivitas Aplikasi Sistem Operasional Terpadu Online Lamongan (SOTOLA) Di Polres Lamongan ALVIAN DWI OKTAVIAS; WENI ROSDIANA
Publika Vol 7 No 8 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n8.p%p

Abstract

ABSTRAK EFEKTIVITAS APLIKASI SISTEM OPERASIONAL TERPADU ONLINE LAMONGAN (SOTOLA) DI POLRES LAMONGAN Nama : Alvian Dwi Oktavias NIM : 15040674084 Program Studi : S1 Ilmu Administrasi Negara Fakultas : Ilmu Sosial dan Hukum Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Weni Rosdiana, S.Sos., M.AP. Pelayanan publik adalah segala bentuk pelayanan baik dalam bentuk barang publik maupun jasa publik yang pada prinsipnya sudah menjadi tanggung jawab dan dilaksanakan intansi pemerintah pusat, daerah, dan pada lingkungan Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah. Kepolisian Republik Indonesia membuat strategi 8-10-11 yaitu 8 misi, 10 program, dan 11 komitmen. Salah satu dari 10 program tersebut yang menarik adalah pelayanan publik yang lebih mudah bagi masyarakat dan berbasis teknologi informasi. Salah satunya ada di Polres Lamongan, bertujuan untuk mencegah adanya pungutan liar alias pungli yang kerap dilakukan oleh petugas kepolisian dan pengurusan surat-surat secara online kepada polisi dengan meluncurkan aplikasi SOTOLA. Dengan aplikasi SOTOLA masyarakat dapat mengadu, melapor mengurus SKCK, SIM, dan Izin keramaian. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus dari penelitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi dari efektivitas suatu program berdasarkan pemahaman program, tepat sasaran, tepat waktu, tercapainya tujuan, dan perubahan nyata. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah pengumpulan, reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi SOTOLA di Polres Lamongan belum berjalan secara efektif, karena ada beberapa indikator yang belum berjalan seperti masih kurangnya sosialisasi yang diberikan oleh petugas yang hanya sebatas di sekolah-sekolah sekitar kota dan perangkat desa saja sehingga masyarakat Lamongan masih banyak yang belum mengetahui aplikasi SOTOLA, selanjutnya tepat waktu dimana masyarakat harus tetapdatang ke Polres Lamongan untuk mengambil nomor antrian sebelum validasi data, meskipun sudah bisa mengisi data melalui aplikasi SOTOLA. Oleh karena itu peneliti memberikan saran agar pihak Polres lebih sosialisasi kepada masyarakat Lamongan mengenai aplikasi SOTOLA, berikutnya yaitu lebih mengembangkan aplikasi agar tampilannya lebih menarik minat masyarakat untuk menggunakan aplikasi tersebut. Kata kunci : Efektivitas, Pelayanan Publik, SOTOLA Abstract EFFECTIVENESS OF APPLICATION OF INTEGRATED ONLINE OPERATIONAL SYSTEM LAMONGAN (SOTOLA) IN THE POLICE OF LAMONGAN Name : Alvian Dwi Oktavias NIM : 15040674084 Study Program : S1 State Administration Science Faculty : Social and Legal sciences Institution Name : Surabaya State University Instructor : Weni Rosdiana, S. Sos., M. AP. Public services are all forms of services both in the form of public goods and public services which in principle have become the responsibility and executed the Governments institutions, the region, and the environment of State-owned enterprises and business entities Belong to the region. The Indonesian police created a 8-10-11 strategy of 8 missions, 10 programs, and 11 commitments. One of the 10 interesting programs is public service that is easier for the community and based on information technology. One of them is in the polres of Lamongan, aims to prevent the existence of a wild levy aka illegal levy which is often done by police officers and the management of letters online to the police by launching the application Sotola. With the application of SOTOLA the community can complain, report on the SKCK, DRIVERs license, and permit crowds. The type of research used is descriptive with a qualitative approach. The focus of this research is the factors that influence the effectiveness of a program based on Understanding of the program, right on target, timely, achieving goals, and real change. The data analysis techniques in this research are collection, data reduction, data presentation, verification, and conclusion. Results showed that the application of SOTOLA in Polres Lamongan has not run effectively, because there are some indicators that have not yet run like the lack of socialization provided by officers who are limited in schools Around the city and village devices only so that the people of Lamongan still many who do not know the application SOTOLA, then on time where the community should be fixed to the police of Lamongan to retrieve the queue number before data validation, although Can already fill data through the application SOTOLA. Therefore, researchers give advice so that the Polres more socialization to the community of Lamongan about the application SOTOLA, the next is to develop applications so that it looks more interested people to use the application The. Keywords: effectiveness, public service, SOTOLA
KUALITAS PELAYANAN SENIN MILITAN (JAM PIMPINAN, SOSIALISASI DAN CANGKRUKAN) DI POLRES PELABUHAN TANJUNG PERAK SURABAYA (Studi Kelurahan Asemrowo Kecamatan Asemrowo) AYU DEWI CAHYANI; MEIRINAWATI
Publika Vol 7 No 8 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n8.p%p

Abstract

AbstrakPada dasarnya setiap manusia pasti membutuhkan yang namanya sebuah pelayanan. Dengan adanya perkembangan jaman di era globalisasi sekarang ini yang semakin berkembang banyak di manfaatkan oleh pihakyinstansi untuk meningkatkan kualitas pelayanannya, karena pelayanan yang baik mampu memberikan citra yang baik bagi instansi tersebut. Dalam pelayanan yang diberikan oleh pihak kepolisian membuat masyarakat masih kurang mendapatkan sentuhan, sehingga Polres Pelabuhan Tanjung Perak membuat sebuah 6 program unggulan salah satunya yaitu Program Senin Militan. Pelayanan ini dilaksanakan setiap hari Senin dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan juga anggota/pegawai yang bertujuan untuk mendekatkan diri serta menjalin silaturahmi, dengan kegiatan cangkrukan kepada masyarakat dan kegiatan Jam Pimpinan pada anggota/pegawai kepolisian. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan, memahami dan menjelaskan mengenai kualitas pelayanan pada Senin Militan yang ada di Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Focus penelitian ini dengan menggunakan teori Kualitas Pelayanan menurut Parasurahman meliputi tangible (bentuk fisik), reliability (keandalan), responsiviness (ketanggapan), assurance (jaminan) dan emphaty (empati). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan observasi sedangkan teknik analisis datanya menggunakan analisis data kuantitatif dan analisis deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah 862 responden dengan sampel sejumlah 90 responden. Penelitian ini menggunakan teknik sampling incidental hasil sampel yang didapatkan yaitu 45 responden dari anggota/pegawai kepolisian dan sisanya masyarakat di kelurahan Asemrowo kecamatan Asemrowo yang berjumlah 45 responden. Dari kelima indikator yang digunakan sebagai teori penelitian tersebut hasil sudah menggambarkan dapat mengatasi semua keluhan masyarakat di Kelurahan Asemrowo serta menunujukan bahwa kualitas pada pelyanan Senin Militan dapat dikatakan berhasil, meskipun terdapat kekurangan dalam pelaksanaanya. Pada hasil penelitian ini menunjukan bahwa prosentase rata-rata pada semua indikator sebesar 83,21% atau berada di kategori nilai sangat baik. Indikator tangible memperoleh prosentase 83,48%. Indikator reliability memperoleh prosentase sebesar 83,47%. Indikator responsiviness memperoleh prosentase 84%. Indikator assurance memperoleh prosentase sebesar 82,72% dan pada inikator yang terakhir pada kualitas pelayanan yaitu emphaty memperoleh prosentase sebesar 82,27%. Saran yang dapat peneliti berikan mengenai penelitian ini yaitu pertama penambahan fasilitas yang kurang dalam pelaksanaan Senin Militan, kedua ditingkatkan kembali terkait gerak cepat dalam menangani permasalahan yang terjadi, ketiga perlu adanya evaluasi dalam pelaksanaan pelayanan Senin Militan, keempat perlunya mengikuti pelatian untuk lebih sigap dan menambah pengetahuan, dan kelima yaitu dijadikan sebuah motivasi atas apresiasi yang telah diberikan masyarakat kepada penyelenggara pelayanan Senin Militan. Kata Kunci: Pelayanan Publik, Kualitas Pelayanan, Sosialisasi.
Inovasi Layanan Bolam (Bioskop Literasi Anak dan Masyarakat) di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo RAHMANIA AZIZAH; MEIRINAWATI
Publika Vol 7 No 8 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n8.p%p

Abstract

Pelayanan publik merupakan kegiatan yang dilakukan bertujuan untuk mencapai kebutuhan masyarakat serta tujuan negara. Salah satu tujuan negara yiatu mencerdaskan kehidupan bangsa dapat dicapai melalui literasi yang oleh pemerintah salah satunya diwenangkan kepada perpustakaan. Perkembangan teknologi bagi literasi seakan bermata dua, dapat menjauhkan masyarakat dari buku dan dimanfaatkan sebagai perkembangan media literasi baru, literasi visual. Salah satu perpustakaan yang mengembangkan media literasi visual adalah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo melalui Inovasi Layanan Bolam (Bioskop Literasi Anak dan Masyarakat). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Inovasi Layanan Bolam (Bioskop Literasi Anak dan Masyarakat) di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian berdasarkan 5 (Lima) Faktor Keberhasilan Inovasi menurut Cook, Matthews dan Irwin dalam Ningtias (2018) yang meliputi: Kepemimpinan, Manajemen/Organisasi, Manajemen Risiko, Sumber Daya Manusia dan Teknologi. Teknik analisis data terdiri Dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan berdasarkan teknik oleh Miles and Huberman.Hasil penelitian inovasi Layanan Bolam: (1) Kepemimpinan, pemimpin memiliki peran, tanggungjawab dan komitmen serta kepedulian terhadap layanan perpustakaan; (2) Manajemen/Organisasi, starategi sosialisasi yang dipilih sudah baik, walaupun masih ditemui pemustaka yang tidak mengetahui layanan serta pembagian sesi layanan yang belum optimal; (3) Manajemen Risiko, sudah tedapat solusi untuk mengatasi kendala dalam inovasi layanan Bolam, yakni masalah yang berkaitan dengan pemustaka dan jam layanan; (4) Sumber Daya Manusia, pelaksana sudah melaksanakan tugas sesuai dengan tupoksi, meskipun tidak tedapat pelatihan secara khusus; (5) Teknologi, sudah baik walaupun terbatas pada alat teknologi hardware, seperti komputer, LCD, dan perangkat lainnya. Dapat disimpulkan bahwa Inovasi Layanan Bolam (Bioskop Literasi Anak dan Masyarakat) di Kabupaten Sidoarjo sudah berjalan dengan baik. Saran dari peneliti adalah melakukan update informasi website resmi sebagai media untuk promosi Layanan Bolam dan melakukan pembagian

Page 95 of 129 | Total Record : 1286