cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 1,286 Documents
Evaluasi Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Di Desa Lundo Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik INDAH RAHAYU NINGRUM; WENI ROSDIANA
Publika Vol 7 No 8 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n8.p%p

Abstract

Tanah merupakan salah satu aset yang berharga bagi manusia. Upaya pemerintah Republik Indonesia dalam mewujudkan terdaftarnya seluruh bidang tanah di wilayah Indonesia serta menjamin kepastian hukum hak atas tanah bagi Warga Negara Indonesia tertuang dalam Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional nomor 6 tahun 2018 tentang Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Program PTSL dilaksanakan diseluruh wilayah Indonesia, salah satunya di Desa Lundo Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik. Pada tahun 2018 jumlah pendaftar program PTSL di Desa Lundo adalah yang paling sedikit apabila dibandingkan dengan empat desa lain di Kecamatan Benjeng. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan evaluasi program PTSL di Desa Lundo Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 676 dengan responden sejumlah 87. Variabel dalam penelitian ini yaitu evaluasi program PTSL di Desa Lundo menggunakan enam indikator evaluasi menurut William N. Dunn yang meliputi efektifitas, efisiensi, kecukupan, perataan, responsivitas dan ketepatan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui kuisioner, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah deskriptif kuantitatif dengan metode persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persentase rata-rata pada keseluruhan indikator sebesar 78,6% atau berada pada kategori baik. Indikator efektivitas memperoleh persentase skor total 87%, indikator efisiensi memperoleh persentase skor total 65%, indikator kecukupan memperoleh persentase skor total 69%, indikator perataan memperoleh persentase skor total 86, indikator responsivitas memperoleh persentase skor total 76%, serta indikator ketepatan memperoleh persentase skor total 89%. Dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan program PTSL di Desa Lundo sudah berjalan dengan baik. Meskipun demikian masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan program PTSL di Desa Lundo. Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini yaitu 1) Perlu dilakukan sosialiasi yang lebih intens, 2) Sebaiknya tidak menggunakan tenaga kontrak dalam kegiatan pengukuran dan pemetaan bidang tanah, 3) Sebaiknya mempercepat proses sertifikasi dan lebih responsif terhadap kendala, 4) Sebaiknya menjelaskan lebih detail dan rinci tentang biaya persiapan yang harus dibebankan kepada masyarakat.Kata Kunci: Evaluasi, Program, PTSL
IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) DI DESA JEGULO KECAMATAN SOKO KABUPATEN TUBAN SITI ANNAFAAH; TJITJIK RAHAJU
Publika Vol 7 No 8 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n8.p%p

Abstract

AbstrakProgram BPNT diselengarakan oleh pemerintah, dalam rangka untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi, ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial serta mendorong keuangan inklusif. Program BPNT merupakan program pengganti dari program Beras Sejahtera (RASTRA) yang memiliki beberapa permasalahan. Sejak Juni 2018 Kabupaten Tuban menjadi salah satu kabupaten yang menjadi penerima BPNT. Kecamatan Tuban terbagi menjadi 20 Kecamatan dan Kecamatan Soko menjadi Kecamatan dengan jumlah penerima terbanyak dengan jumlah 10.461 penerima dengan Desa Jegulo sebagai desa dengan penerima BPNT terbanyak yaitu 888 penerima. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Jegulo Kecamatan Soko Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan fokus penelitian menggunakan model implementasi kebijakan Donald Van Meter dan Carl Van Horn. Teknik pengumpulan data melalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menurut Sugiyono yang meliputi reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan dari enam indikator tersebut secara keseluruhan kebijakan yang diterapkan sudah dijalankan sesuai peraturan yang ada walaupun masih memiliki kekurangan. Pada indikator sumber daya, terdapat kendala pada Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai pelaksana sehingga menjadi masalah dan menghambat proses berjalannya implementasi program. Pada indikator komunikasi antar organisasi juga terdapat masalah yaitu, kurangnya koordinasi antara Dinas Sosial selaku penyelenggara dengan pemilik toko sembako (e-warong) sebagai salah satu agen penyalur. Adapun saran yang diajukan peneliti adalah penambahan sumber daya manusia tim koordinasi setiap kecamatan sesuai kebutuhan sebagai bagian dari penyelenggara kebijakan dan meningkatkan komunikasi antar organisasi pelaksana secara menyeluruh dengan memanfaatkan media sosial, sehingga ketika adanya masalah terkait implementasi program dapat segera diatasi.Kata Kunci: Implementasi, Program, BPNT AbstractBPNT program organized by the government, in order to improve the effectiveness and efficiency, precision targeting of social assistance and to encourage the distribution of financial inclusion. BPNT Program is a program of replacement of Rice Welfare program (Rastra) which has several problems. Since June 2018 Tuban be one of the potential beneficiaries BPNT district. Tuban sub-district is divided into 20 districts and the District Soko into Districts with the highest number of beneficiaries to 10,461 the number of recipients with Jegulo village as the village with the highest BPNT receiver is 888 recipients. The purpose of this study was to describe the implementation of the Food Aid in Kind program (BPNT) in the village of Soko Jegulo District of Tuban. This research use descriptive research with a qualitative approach. While the focus of the study uses a model of policy implementation Donald Van Meter and Carl Van Horn . Data collection through interview, observation and documentation. The data analysis technique according to Sugiyono, which includes data reduction, data presentation, conclusion and verification. The results showed of the six indicators are overall policy applied has been executed in accordance with existing regulations although it still has shortcomings. On indicators of resources, there are constraints on the Social Office of Womens Empowerment and Child Protection, as the executor so that it becomes a problem and hinder the process of passage of program implementation. At the inter-organizational communication indicator also has a problem, namely, the lack of coordination between the Office of Social Affairs as an organizer with the owner of the grocery store (e-Warong) as one of the agencies. The suggestions made by the researchers is the addition of human resources every district coordination team as needed as part of the organizers of the policy and improving communication between the implementing organization as a whole to take advantage of social media.Keywords: Implementation, Program, BPNT
ANALISIS PESTLE DALAM STRATEGI PENINGKATAN PELAYANAN BATAS PETIR (OBATI SAMPAI TUNTAS PENDERITA TUBERCULOSIS MULTIDRUG RESISTANT) DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH IBNU SINA KABUPATEN GRESIK NURMALA DWI MASTUROH; FITROTUN NISWAH
Publika Vol 7 No 8 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n8.p%p

Abstract

Upaya RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik untuk meningkatkan pelayanan publik dan meningkatkan angka keberhasilan pengobatan pasien tuberculosis multidrug resistent serta menurunkan jumlah pasien putus berobat yakni dengan mencetuskan inovasi pelayanan BATAS PETIR (Obati Sampai Tuntas Penderita Tuberculosis Multidrug Resistent) yang diciptakan dengan tujuan mengobati pasien TB MDR secara holistik, yang mana pengobatan pasien TB MDR tidak hanya pada medis melainkan juga pengobatan yang mencakup aspek biologi, psikologis, sosial dan spiritual bagi pasien dengan menyusun 5 strategi didalamnya.. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan fokus penelitiannya menggunakan teori Analisis PESTLE yang terdiri dari 6 faktor menurut William (2010:211) meliputi faktor politik, ekonomi, sosial, teknologi hukum, dan lingkungan dengan teknik snowball sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian tersebut menunjukkan inovasi BATAS PETIR telah terlaksana dengan baik oleh RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik, namun belum terdukung oleh faktor politik karena belum adanya peran pemerintah daerah yang tertuang dalam kebijakan pemerintah daerah. Faktor Ekonomi, memberikan dampak yang cukup besar karena bantuan uang tunai dari The Global Fund dan bantun pelatihan untuk meningkatkan produktifitas pasien dari Dinas Perikanan Kabupaten Gresik, Kelompok PKK dan Dharma Wanita Kabupaten Gresik. Faktor sosial, terbantu adanya sinergitas dengan Aisyiyah Care. Faktor Teknologi, digunakan dalam hal pencatatan data dan riwayat pengobatan pasien serta pendeteksian penyakit dengan alat Tes Cepat Molekuler. Faktor Hukum, diterapkan dalam perlindungan pasien dan petugas medis setempat. Faktor lingkungan, diterapkannya pemisahan poli untuk mencegah transisi penyebaran penyakit dan penerapan konsep ruangan terbuka bagi pasien tuberculosis MDR. Kata Kunci : Pelayanan Publik, Inovasi Pelayanan, Analisis PESTLE, BATAS PETIR
Kualitas Pelayanan Elektronik Cepet Mule (Cepat, Tepat, Mudah dan Tidak Bertele-tele) di Kantor Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo FRITA AYU PRIBADI; FITROTUN NISWAH
Publika Vol 7 No 8 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n8.p%p

Abstract

Abstrak Pelayanan publik merupakan kebutuhan bagi setiap masyarakat.Oleh karena itu, setiap instansi publik perlu berupaya untuk memberikan pelayanan yang baik dan sesuai dengan perkembangan zaman.Salah satunya dengan menerapkan pelayanan publik berbasis elektronik. Oleh sebab itu, Kantor Kecamatan Tulangan membuat sebuah inovasi pelayanan elektronik Cepet Mule (Cepat, Tepat, Mudah dan Tidak Bertele-tele) untuk mempermudah pelayanan administrasi bagi masyarakat. Kata Cepet Mule diambil dari Bahasa Jawa yang berarti cepat pulang, hal ini diharapkan kepengurusan yang akan diajukan melalui pelayanan Cepet Mule agar cepat selesai, memudahkan masyarakat, dan cepat pulang.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas pelayanan elektronik Cepet Mule di Kantor Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah enam dimensi dari Papadomichelaki dan Mentzas (2012) tentang kualitas layanan e-Government (E-GovQual) yang meliputi ease of use (kemudahan penggunaan), trust (kepercayaan), functionality of interaction environment (fungsi interaksi lingkungan), reliability (keandalan), content and appearance (konten dan penampilan) dan citizen support (pendukung). Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan kualitas pelayanan elektronik Cepet Mule di Kantor Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo sudah baik.Walaupun masih terdapat kendala dan beberapa hal yang kurang didalamnya, seperti tidak adanya informasi kontak didalam website atau aplikasi, lamanya data kependudukan untuk diperbaharui, serta aplikasi Cepet Mule yang belum tersedia didalam playstore dan appstore.Sehingga peneliti memberi saran yaitu dengan menambahkan informasi kontak didalam website Cepet Mule serta diperlukan memperbaharui data, informasi dan tampilan didalam Cepet Mule secara berkala.Selain itu, aplikasi Cepet Mule agar didaftarkan didalam playstore dan appstore untuk mempermudah pengguna. Kata Kunci :Pelayanan Publik, Kualitas Pelayanan, E-GovQual, Pelayanan Cepet Mule Abstract Public services are a necessity for every community. Therefore, every public body needs to try to provide good services and in accordance with the times. One of them is by implementing electronic-based public services. Therefore, the Tulangan District Office makes innovative Cepet Mule electronic services (Fast, Right, Easy and Not Prolonged) to simplify administrative services for the community. The word Cepet Mule is taken from the Javanese language which means go home quickly, it is hoped that management will be delivered through the Cepet Mule service so that it is completed quickly, makes it easier for the community, and quickly returns home.The purpose of this study was to describe about the quality of service Cepet Mule in the Tulangan sub-district Office, Sidoarjo District. The type of research used in this research is descriptive research with qualitative approach. The theory used in this study was six dimensions about the quality of e-Government Services (E-GovQual) by Papadomichelaki dan Mentzas (2012), includes Ease of use, Trust, Functionality of interaction environment, Reliability, Content and appearance, and Citizen Support. Technique of data analysis was performed with data collection, data reduction, the presentation of the data, and draw conclusions.The results of this study showed the quality of service Cepet Mule in the Tulangan sub-district Office is already good. But there are still problems such as absence of contact information on the website or application, Old population data updated and Cepet Mule applications that are not yet available on Playstore and Appstore. So the researchers made a suggestion by adding contact information on the Cepet Mule website and it is necessary to update the data, information and appearance on Cepet Mule regularly. In addition, the Cepet Mule application should be registered in the playstore and appstore to make it easier for users. Keywords: Public Service, Service Quality, E-GovQual, Cepet Mule Service
Analisis Keberhasilan Teknologi Informasi SMART SOTO LA (Sistem Operasional Terpadu Online Lamongan) di Kantor Kepolisian Resort (Polres) Lamongan (Studi Pada Pelayanan Pengurusan Surat Izin Mengemudi) DIAH RESTU NUR NABILA; FITROTUN NISWAH
Publika Vol 7 No 8 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n8.p%p

Abstract

Abstrak Pelayanan publik merupakan kebutuhan setiap masyarakat, sehingga setiap instansi publik berupaya memberikan kualitas terbaik kepada masyarakat. Bentuk pelayanan pemerintah bukan hanya didapat dari pelayanan jasa, barang dan kesehatan Bentuk perlindungan keamanan merupakan bentuk pelayanan yang diberikan pemerintah lewat kepolisian.Dengan adanya hal tersebut maka Polri memberikan program promoter yaitu peningkatan pelayanan yang mudah dan berbasis teknologi informasi.Salah satu yang yang melakukan program promoter yaitu Polres Lamongan yang membuat aplikasi SMART SOTO LA (Sistem Operasional Terpadu Online Lamongan). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan analisis keberhasilan teknologi informasi SMART SOTO LA (Sistem Operasional Terpadu Online Lamongan) di Polres Lamongan. Jenis penelitian yang digunakan ini yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Fokus penelitan menggunakan teori keberhasilan teknologi informasi Menurut O”Brien, James A. dan Marakas, George M.(2010:17) yang meliputi efisiensi dan efektivitas.Teknik analisis data terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi.Teknik analisis data dilakukan berdasarkan teknik oleh Miles dan Huberman.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Polres Lamongan sudah menunjukkan keberhasilan teknologi informasi yang cukup baik. Akan tetapi masih terdapat beberapa kendala seperti trouble-nya aplikasi, terdapat kesalahan bagi pihak pemberi pelayanan, banyaknya CCTV yang tidak berfungsi, dan aplikasi SMART SOTO LA tidak dapat diunduh melalui appstore. Saran dari peneliti adalah memperbaiki sistem agar tidak mengalami masalah yang sama, petugas harus selalu fokus dalam melayani masyarakat agar tidak terjadi kesalahan dalam pelayanan, dilakukan perawatan CCTV seharusnya dilakukan setiap bulan sekali dan apabila tdak berfungsi segera diperbaiki pihak instansi sebaiknya membuat aplikasi SMART SOTO LA yang dapat dibuka melalui browser. Sehingga semua pengguna smartphone dapat mengakses aplikasi SMART SOTO LA. Kata Kunci :Analisis Keberhasilan, Pelayanan Publik, Pelayanan Pengurusan Surat Izin Mengemudi Abstract Public services are the needs of every people. Therefore, every public agencies provide the best quality to society. The form of government services does “not only” come from services, goods, and health but also security. The form of security protection is the example of service that is given from the government through the police. In consequence, the national police give a program promoter that is an easy service improvement and based on information technology. One of the implementers of the promoter program is Lamongan Regional Police. They made the SMART SOTO LA (Lamongan Online Integrated Operational System) application. The purpose of this study is to describe the analysis of the success of the information technology SMART SOTO LA (Lamongan Online Integrated Operational System) at Lamongan Regional Police Station.The type of this research is descriptive with a qualitative approach. The focus of the study uses the theory of information technology success according to O”Brien, James A., and Marakas, George M. (2010:17), which complements efficiency and effectiveness. The data analysis technique was carried out based on the technique by Miles and Huberman. He results of the study showed that the Lamongan Regional Police Station had shown a good success in information technology. However, there are still some obstacles such as application difficulties, there are errors for service providers, many CCTVs that dont work, and the SMART SOTO LA application cannot be downloaded through the appstore. Suggestions from researchers are to improve the system so that it does not experience the same problem, officers must always focus on serving the community so that there are no errors in service, CCTV treatment should be done every month and if it does not function immediately, the agency should make the SMART SOTO LA application can be opened through a browser. So that all smartphone users can access the SMART SOTO LA application. Keywords:Succes Analysis, Public Services,Driver License Management Services.
Evaluasi Aplikasi e-Health di Puskesmas Jagir Kota Surabaya FANDI EKA SETYAWAN PUTRA; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 7 No 8 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n8.p%p

Abstract

ABSTRAKE-Government adalah penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi warganya, urusan bisnis, serta hal-hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan. Salah satu Pemerintah Daerah yang terkenal dengan berbagai inovasi e-Governement adalah Pemerintah Kota Surabaya. Pengembangan e-Government di Surabaya ini didukung dengan Peraturan Walikota Surabaya No. 5 Tahun 2013 tentang pedoman pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam penyelenggaraan pemerintah daerah. Puskesmas Jagir sendiri memiliki sarana dan prasarana yang digunakan untuk menunjang kebutuhan e-health, yaitu e-Kios, monitor, dan juga petugas pembantu dalam pengoperasian e-Kios di Puskesmas Jagir. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus dari penelitian ini adalah kriteria evaluasi berdasarkan William N. Dunn, (2003:21) yaitu efektifitas (effectiveness), efisiensi (efficiency), kecukupan (adequacy), perataan (equity), responsivitas (responsiviness), dan ketepatan (appropriateness). Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, penyajian data, dan verifikasi atau kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil evaluasi aplikasi e-Health di Puskesmas Jagir Kota Surabaya sudah berjalan secara baik, tetapi masih terdapat bebrapa kekurangan yang masih dapat di maksimalkan seperti kurangnya sosialasisai yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya, Dinas Kesehatan maupun Puskesmas Jagir. Sosialisasi selama ini hanya melalui Puskesmas Jagir melalui program Posyandu, tidak hanya itu saja koneksi yang masih mengalami trouble, aplikasi yang hanya diguakan oleh masyarakat pengguna smartphone berbasis android saja, dan juga sarana prasarana yang masih kurang. Dalam hal ini peneliti memberikan saran agar Pemerintah Kota Surabaya, Dinas Kesehatan Kota Surabaya, maupun Puskesmas Jagir agar lebih mensosialisasikan aplikasi e-Health kepada masyarakat, mengembangakan aplikasi yang berbasis IOS, dan juga memperbaruhi sarana dan prasaran yang sudah lama. Kata Kunci: Evaluasi, Kebijakan Publik, Puskesmas, E-Health. Abstract E-Government is the use of information technology by the government to provide information and services for its citizens, business affairs, and other matters relating to government. One of the Regional Government which is famous for various e-Governement innovations is the Surabaya City Government. The development of e-Government in Surabaya is supported by Surabaya Mayor Regulation No. 5 of 2013 concerning guidelines for the use of information and communication technology in the administration of local governments. This type of research is descriptive with a qualitative approach. The focus of this research is evaluation criteria based on William N. Dunn, (2003: 21), namely effectiveness, efficiency, adequacy, equity, responsiveness, and appropriateness. Data analysis techniques in this study are data collection, data presentation, and verification or conclusions. The results showed that the results of the evaluation of e-Health applications at the Surabaya City Jagir Puskesmas had run well, but there were still some shortcomings that could still be maximized such as the lack of socialization by the Surabaya City Government, the Health Office and Jagir Health Center. The socialization so far is only through the Jagir Health Center through the Posyandu program, not only is the connection still having trouble, the application is only used by the Android-based smartphone user community, and also the infrastructure is still lacking. In this case, the researcher gave a suggestion that the Surabaya City Government, Surabaya City Health Office, and Jagir Health Center should better socialize e-Health applications to the public, develop IOS-based applications, and also renew the facilities and infrastructure that has been long. Keywords: Evaluation, Public Policy, Health Center, E-Health
EVALUASI PROGRAM FASILITASI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT STUDI PADA PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI RT 037 RW 011 KELURAHAN MOJOROTO KOTA KEDIRI YOSA ANGGRAENI; TJITJIK RAHAJU
Publika Vol 7 No 8 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n8.p%p

Abstract

Abstrak Progam Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat adalah suatu program dari Pemerintah Kota Kediri yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan pembangunan masyarakat ditingkat kelurahan yang berbasis di wilayah RT sebagai upaya mewujudkan kemampuan dan kemandirian masyarakat dalam pembangunan infrastruktur, peningkatan ekonomi masyarakat, dan sosial kemasyarakatan. Program ini memiliki payung hukum yaitu Peraturan Walikota Kediri Nomor 22 Tahun 2017 Tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Walikota Kediri Nomor 40 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pelaksanaan Program Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat. Penelitian ini berfokus pada bidang infrastruktur, dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana pelaksanaan kegiatan pada bidang infrastruktur di Kelurahan Mojoroto Kecamatan Mojoroto Kota Kediri khususnya di RT 037 RW 011 pada tahun 2016 dan 2017. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang dilakukan bahwa pelaksanaan kegiatan infrastruktur yang dilaksanakan di RT 037 RW 011 Kelurahan Mojoroto sudah sesuai dengan tujuan program itu sendiri. Meskipun dalam pelaksanaan terdapat kendala, namun masih bisa diatasi. Sehingga pada tahun 2018 dapat masuk dalam nominasi Prodamas Award. Saran yang dapat diberikan yaitu jika kegiatan infrastruktur dilaksanakan lagi, diharapkan pembangunan yang dilaksanakan berdampak ataupun meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Serta diharapkan RT tetap memperhatikan semua usulan warga namun tetap mempertimbangkan mana saja usulan yang sekiranya sesuai dengan kebutuhan. Dan yang terakhir diharapka warga tetap ikut mengawasi jalannya kegiatan karena bagaimanapun kegiatan infratruktur tersebut dilaksanakan berdasarkan dari usulan dari mereka dan untuk kepentingan warga atau mereka sendiri. Kata Kunci : Evaluasi, Kebijakan, Program Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat Abstract The Community Empowerment Facilitation Program is a program from the City Government of Kediri that is used to carry out community development activities at the village level based in the RT area as an effort to realize the ability and independence of the community in infrastructure development, community economic improvement, and social society. This program has a legal umbrella namely Kediri Mayor Regulation Number 22 Year 2017 Regarding the Fifth Amendment to Kediri Mayor Regulation Number 40 Year 2014 Regarding Guidelines for Implementing Community Empowerment Facilitation Programs. This research focuses on the infrastructure sector, with the aim to find out and analyze how the implementation of activities in the infrastructure sector in Mojoroto Village, Mojoroto District, Kediri City, especially in RT 037 RW 011 in 2016 and 2017. This study uses descriptive research with a qualitative approach. Data collection techniques used were interviews and documentation. The analysis technique used is data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of research conducted that the implementation of infrastructure activities carried out in RT 037 RW 011 Kelurahan Mojoroto is in accordance with the objectives of the program itself. Although there are obstacles in the implementation, they can still be overcome. So that in 2018 can be included in the Prodamas Award nomination. Suggestions that can be given are if infrastructure activities are carried out again, it is hoped that the development carried out will have an impact or improve the economic welfare of the community. And it is expected that the RT will continue to pay attention to all the proposals of citizens but still consider which proposals are in accordance with the needs. And lastly, it is hoped that residents will continue to supervise the activities, because after all the infrastructure activities are carried out based on their proposals and in the interests of the residents or themselves. Keywords: Evaluation, Policy, Community Empowerment Facilitation Program
INOVASI APLIKASI REKONSILIASI DATA KEPEGAWAIAN (AREK) DI BIDANG PENSIUN KANTOR REGIONAL II BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA KOTA SURABAYA ADITYA GALUH PERSADA; EVA HANY FANIDA
Publika Vol 7 No 8 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n8.p%p

Abstract

Abstrak Aplikasi Arek merupakan salah satu bentuk proses tranformasi menuju e-government yang dilaksanakan oleh Kantor Regional II BKN Surabaya. Aplikasi Arek berfungsi untuk me-rekonsiliasi data calon pensiun PNS, dari yang sebelumnya data di kumpulkan dan di kolektif secara manual, beralih ke era digital yang menggunakan konsep paperless dimana data yang berasal dari pengurus langsung masuk ke aplikasi dan di verifikasi secara otomatis oleh aplikasi tersebut sehingga data yang diterima lengkap dan terintegrasi. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Inovasi Aplikasi Arek di Kantor Regional II BKN Kota Surabaya dan untuk mengetahui bagaimana respon masyarakat dengan adanya inovasi tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini adalah Teori Karakteristik Inovasi yang dikemukakan oleh Rokhman Ali (2011) yang terdiri dari 5 (lima) indikator, yaitu relative advantage (keuntungan relatif), image (gambaran), compability (tingkat kompabilitas), ease of use (kemudahan penggunaan), dan use intensions (intensitas penggunaan). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Wawancara dilakukan dengan pihak BKN sebagai pemberi layanan dan pihak penghubung PNS sebagai penerima layanan, yaitu penghubung dari BKD Provinsi Jawa Timur dan BKD Kota Surabaya. Hasil penelitian membuktikan bahwa Kantor Regional II BKN Kota Surabaya telah berusaha untuk mempermudah pegawai di bidang pensiun dan mempermudah masyarakat (penghubung PNS) dibuktikan dengan diluncurkannya inovasi aplikasi Arek, Dengan Teori Karakteristik Inovasi dapat dianalis bahwa aplikasi Arek sudah berjalan dengan baik, karena dapat memangkas proses birokrasi dan mempermudah pekerjaan pegawai karena data pensiun telah tersistemasi dan terintegrasi. Dalam segi interaksi dan proses pelayanan menjadi lebih efektif dan fleksibel karena pihak penghubung PNS tidak memerlukan bertatap muka secara langsung dengan pegawai BKN, kecuali jika terdapat data yang bermasalah. Aplikasi Arek cukup user-friendly untuk dioperasikan oleh pemberi layanan maupun penerima layanan, meskipun pada awalnya dibutukan adaptasi teknologi karena faktor usia. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat saran terkait pelaksanaan inovasi Aplikasi Arek yaitu perlu adanya sosialisasi yang lebih untuk masyarakat (penghubung PNS) yang ada di Jawa Timur supaya aplikasi Arek menjadi lebih dikenal, serta perlu adanya perbaikan kualitas jaringan internet yang selama ini menjadi kendala aplikasi Arek. Kata Kunci: Inovasi, E-government, Aplikasi Kepegawaian. Abstract The Arek application is a form of the transformation process towards e-government implemented by the Regional Office II of BKN Surabaya. The Arek application functions to reconcile the data of prospective civil servant pensions, from which previously data was collected and collectively manually, shifting to the digital era using the paperless concept where data from administrators directly enters the application and is verified automatically by the application so that the data received is complete and integrated. The purpose of this study is to describe the Arek Application Innovation at the Regional Office II of BKN of Surabaya City and to find out how the publics response to the innovation. The type of research is descriptive using a qualitative approach. The theory used to analyze this research is the Innovation Characteristics Theory by Rokhman Ali (2011) which consists of 5 (five) indicators of relative advantage, image, compability, ease of use, and use intensions. The techniques of collecting data through interviews, documentation, and observation. Interviews were conducted with the BKN as the service provider and the government employees’ communicator as the service recipient, that is communicator from BKD of East Java Province and BKD of Surabaya City. The results of the research prove that the Regional Office II of BKN Surabaya City has tried to facilitate employees in the field of retirement and facilitate public (government employees’ communicator) as evidenced by the launch of the Arek application innovation. The Innovation Characteristics Theory can be analyzed that the Arek application has run well, because it can cut the process bureaucracy and simplify employee work because retirement data has been systemized and integrated. In terms of interactions and service processes, it becomes more effective and flexible because the government employees’ communicator does not require face-to-face meetings with BKN employees, unless there is problematic data. The Arek application is quite user-friendly to be operated by service providers and service recipients, although initially technology adaptation is needed because of age. Based on the results of the research, there are suggestions related to the implementation of Arek Application innovation such as, more socialization for the government employees’ communicator in East Java so that the Arek application becomes better known, as well as the need for improvement in the quality of the internet network which has been an obstacle for the Arek application. Keywords: Innovation, E-government, Employees Application.
EVALUASI PROGRAM INDONESIA PINTAR (PIP) di SMP NEGERI 1 DAWARBLANDONG KABUPATEN MOJOKERTO NOVIA MUQTI YUNISIA AINUR HAQIQI; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 7 No 8 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n8.p%p

Abstract

Program Indonesia Pintar (PIP) adalah suatu program pemberian bantuan pendidikan kepada anak usia sekolah (usia 6-21 tahun) yang berasal dari keluarga miskin, rentan miskin (pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), peserta Program Keluarga Harapan (PKH), yatim piatu, penyandang disabilitas, dan korban bencana alam/musibah. Salah satu wilayah yang melaksanakan Program Indonesia Pintar (PIP) adalah Kabupaten Mojokerto. Program Indonesia Pintar (PIP) dilaksanakan diseluruh satuan pendidikan di Kabupaten Mojokerto, salah satunya adalah SMP Negeri 1 Dawarblandong. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Evaluasi Program Indonesia Pintar (PIP) di SMP Negeri 1 Dawarblandong Kabupaten Mojokerto. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian berdasarkan 6 (enam) criteria evaluasi kebijakan menurut William N Dunn yang meliputi: Efektivitas, Efisiensi, Kecukupan, Perataan, Responsivitas, dan Ketepatan. Teknik analisis data dilakukan berdasarkan teknik oleh Miles dan Huberman. Hasil Penelitian Evaluasi Program Indonesia Pintar (PIP) di SMP Negeri 1 Dawarblandong Kabupaten Mojokerto, yaitu: 1) Efektivitas, dapat dikatakan sudah efektif karena tidak pernah terdapat kasus siswa putus sekolah di SMP Negeri 1 Dawarblandong dan sudah berjalan sesuai dengan petunjuk teknis yang ditetapkan, 2) Efisiensi, masih kurang efisien karena proses pencairan yang tidak tepat waktu dan pihak sekolah kesulitan untuk memantau penggunaan dana bantuan, 3) Kecukupan, masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sekolah siswa yang kurang mampu, 4) Perataan, masih belum merata diberikan terhadap kelompok sasaran, 5) Responsivitas, yaitu respon yang diberikan pihak pelaksana dan kelompok sasaran sangat baik dan positif, 6) Ketepatan, Program Indonesia Pintar (PIP) masih belum tepat sasaran. Dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan Program Indonesia Pintar (PIP) di SMP Negeri 1 Dawarblandong belum berjalan dengan baik. Saran dari peneliti adalah lebih selektif dalam menentukan kelompok sasaran dan konsisten lagi dalam melakukan pengontrolan kepada peserta penerima Program Indonesia Pintar (PIP) dalam menggunakan dana bantuan. Kata kunci: Evaluasi, Kebijakan Pendidikan, Program Indonesia Pintar (PIP)
Efektivitas Program Rumah Bahasa di Balai Pemuda Kota Surabaya NATASHA SALSABILA UTOMO; MEIRINAWATI
Publika Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n1.p%p

Abstract

Pada era globalisasi saat ini, Manusia tidak hanya dituntut menguasai bahasa nasional, tetapi dituntut juga menguasai bahasa asing guna menunjang kebutuhan berkomunikasi dengan orang di seluruh dunia. Maka, Pemerintah Kota Surabaya mendirikan tempat pelatihan bahasa asing, yaitu Rumah Bahasa pada 4 Febuari 2014. Terkait kepengurusan struktural, Rumah Bahasa Surabaya berada di bawah Bagian Administrasi Kerjasama Pemerintah Kota Surabaya, sebagai penanggung jawab terhadap pelaksanaan program kerja. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan teori Efektivitas Program menurut Pertiwi dan Nurcahyanto (2017) meliputi sasaran program, pemahaman program, ketepatan sasaran program, tujuan program dan perubahan nyata. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuisioner, wawancara, dan observasi.Populasi dalam penelitian ini adalah 4083 responden, dengan sampel 98 responden. Penelitian ini menggunakan teknik sampling insidental. Dari kelima indikator yang digunakan sebagai teori penelitian tersebut menunjukkan bahwa program rumah bahasa berjalan sangat efektiv, meskipun terdapat kekurangan dalam pelaksanaannya. Indikator sasaran program mempeloreh prosentase 87,43%. Indikator sasaran program memperoleh prosentase 88,98%. Indikator ketepatan sasaran program memperoleh prosentase 92,61%. Indikator tujuan program memperoleh prosentase 82,68%. Indikator perubahan nyata memeperoleh prosentase 89,56%. Saran yang dapat peneliti berikan mengenai penelitian ini yaitu dengan meningkatkan sosialisasi dengan bekerjasama dengan mitra tertentu, memperbarui mengenai kegiatan yang dilakukan dirumah bahasa pada website, dan menambah jumlah sumber daya pengajar non bahasa inggris. Kata kunci : efektivitas rumah bahasa, pelatihan bahasa asing, program rumah bahasa

Page 96 of 129 | Total Record : 1286