cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 1,286 Documents
EVALUASI PROGRAM BANTUAN BERAS MISKIN DAERAH (RASKINDA) DENGAN MODEL E-VOUCHER DI DESA JEMUNDO KECAMATAN TAMAN KABUPATEN SIDOARJO AINUN KUSUDUR; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n1.p%p

Abstract

Program bantuan Raskinda dengan model e-voucher berpedoman pada Peraturan Bupati Sidoarjo Nomor 40 Tahun 2017 tentang Strategi Pengelolaan Raskinda Melalui Kerjasama Pihak Perbankan dengan Model E-voucher yang berfungsi untuk mengoptimalkan penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat miskin dan mengurangi beban pengeluaran rumah tangga melalui pemenuhan sebagian kebutuhan pokok dalam bentuk beras. Program ini menggunakan kartu e-voucher akan ditukarkan dengan agen penyalur yang diinginkan dan telah tersebar diberbagai wilayah di Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Evaluasi Program Bantuan Beras Miskin Daerah (Raskinda) dengan Model E-voucher di Desa Jemundo Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo. Jenis penelitian yang digunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian berdasarkan 6 (enam) kriteria evaluasi kebijakan menurut William N. Dunn yang meliputi: Efektivitas, Efisiensi, Kecukupan, Perataan, Responsivitas dan Ketepatan. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, model data, dan penarikan atau verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian Evaluasi Program Bantuan Beras Miskin Daerah (Raskinda) dengan Model E-voucher di Desa Jemundo Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo, yaitu: 1) Efektivitas telah berjalan sesuai dengan tujuan yaitu penyaluran bantuan beras kepada masyarakat namun masih terkendala belum semua pembagian kartu e-voucher dapat dilakukan. 2) Efisiensi terhambat dari proses pencairan bantuan yang terlambat. 3) Perataan belum terpenuhi karena tidak adanya agen penyalur di Desa Jemundo. 4) Ketepatan ditemukan masyarakat yang telah sejahtera namun masih menerima bantuan. 5) Kecukupan sudah berjalan secara baik dengan melihat kualitas dan kuantitas beras yang ditukarkan. 6) Responsivitas telah berjalan baik dengan sosialisasi dan respons masyarakat. Sedangkan Saran yang dapat diberikan, sebagai berikut Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo diharapkan menyelesaikan pendataan dan verifikasi pada sebagian penerima bantuan supaya segera mendapatkan kartu e-voucher dan agar tidak terjadi lagi keterlambatan pencairan, selain itu juga perlu menambah agen penyalur di desa-desa yang belum memiliki serta meningkatkan intensitas kunjungan di lapangan dalam hal pelaksanaan pengawasan. Kata kunci: Evaluasi, Program Bantuan, Beras Miskin Daerah (Raskinda), E-voucher The Raskinda assistance program using the e-voucher model is guided by Sidoarjo Regents Regulation Number 40 Year 2017 concerning Raskinda Management Strategy Through Banking Collaboration with the E-voucher Model which functions to optimize the distribution of food aid to the poor and reduce the burden of household expenditure through meeting part of the needs staple in the form of rice. This program uses an e-voucher card to be exchanged with the desired distribution agents and has been spread in various regions in Sidoarjo District. This study aims to describe the Evaluation of the Regional Poor Rice Assistance Program (Raskinda) with the E-voucher Model in Jemundo Village, Taman Sub-district, Sidoarjo District. This type of research used descriptive research with a qualitative approach. The focus of the study is based on 6 (six) policy evaluation criteria according to William N. Dunn which include: Effectiveness, Efficiency, Adequacy, Flattening, Responsiveness and Accuracy. Data analysis techniques are performed by data reduction, data models, and drawing conclusions or verification. The results of the evaluation of the Regional Poor Rice Assistance Program (Raskinda) with the E-voucher Model in Jemundo Village, Taman Sub-district Sidoarjo District, namely: 1) Effectiveness has been running in accordance with the objectives of distributing rice aid to the public but is still constrained. Not all e-voucher cards can be distributed. done. 2) Efficiency is hampered by the late disbursement process. 3) Leveling has not been fulfilled due to the absence of channeling agents in Jemundo Village. 4) Accuracy is found in people who are already prosperous but are still receiving assistance. 5) Adequacy has been going well by looking at the quality and quantity of rice exchanged. 6) Responsiveness has gone well with socialization and community response. While suggestions can be given, as follows the Sidoarjo District Social Service is expected to complete the data collection and verification of some beneficiaries to immediately get an e-voucher card and in order to avoid disbursement delays, in addition it is also necessary to add distribution agents in villages that do not yet have and increasing the intensity of field visits in terms of conducting supervision. Keywords: Evaluation, Assisteance Program, Regional Poor Rice (Raskinda), E-voucher.
EFEKTIVITAS PELAYANAN ADMINISTRASI 30 DETIK DI DESA PANGKAHKULON KECAMATAN UJUNGPANGKAH KABUPATEN GRESIK RISNAWA KARTIKA; MEIRINAWATI
Publika Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n1.p%p

Abstract

Abstrak Suatu negara tentunya memiliki tujuan untuk mensejahterahkan masyarakatnya. Untuk mewujudkan tujuannya, pastinya negara memiliki upaya yang akan dilakukan demi terwujudnya tujuan tersebut. Salah satu upaya mensejahterahkan masyarakat yakni dengan menyediakan pelayanan publik. Adapun di Desa Pangkahkulon Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik mempunyai keunggulan dalam bidang pelayanan yakni administrasi 30 detik yang bertujuan untuk memberikan pelayanan yang lebih mudah dan cepat tanpa harus menunggu lama, karena waktu yang dibutuhkan dalam penyelesaiannya hanya 30 detik. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui dan mendeskripsikan Efektivitas Pelayanan Administrasi 30 detik. Dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Fokus penelitian dengan menggunakan teori efektivitas pelayanan dari Peraturan MENPAN Nomor 15 Tahun 2014 meliputi persyaratan, prosedur pelayanan, waktu pelayanan, produk pelayanan, pengelolaan pengaduan, kompetensi pelaksana, perilaku pelaksana, sarana dan prasarana, jaminan keamanan. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi, teknik analisis menggunakan analisis data kuantitatif dan analisis deskriptif. Populasi dalam penelitian ini 543 dengan sampel 84 responden. Penelitian ini menggunakan teknik sampling incidental. Sembilan indikator yang telah digunakan oleh peneliti tersebut menunjukkan bahwa penelitian ini dapat dikatakan berhasil, meskipun ada kekurangan dalam pelaksanaannya. persyaratan memperoleh 75,1%, prosedur pelayanan memperoleh 73,6%, waktu pelayanan memperoleh 74,9%, produk pelayanan memperoleh 75,7%, pengelolaan pengaduan memperoleh 76,4%, kompetensi pelaksana memperoleh 75,5%, perilaku pelaksana memperoleh 76,9%, sarana dan prasarana memperoleh 77,2%, jaminan keamanan memperoleh 73,3%. Keseluruhan nilai persentase dari sembilan indikator efektivitas pelayanan memperoleh 73,0% yang berarti “Efektif”.Saran yang dapat peneliti berikan mengenai penelitian yaitu diadakannya sosialisasi mengenai persyaratan, prosedur dan waktu pelayanan yang jelas, untuk alur persyaratan diubah seperti dibuatkannya papan atau banner yang berisi tentang skema pelayanan, penambahan sarana dan prasarana yaitu kursi dan kipas angin dalam ruang pelayanan, ditambahkannya kapasitas memori atau ruang komputer sehingga dapat mencegah kelemotan pada saat pelayanan berlangsung. Kata Kunci : Efektivitas Pelayanan, Administrasi 30 detik Abstract A country must have a purpose for the welfare of the community. In order to realize its objectives, certainly the country has the effort to be made in order to materialize it. One of the efforts to enrich the community is by providing public services. In the village of Pangkahkulon in the district of Ujungpstepping Gresik Regency has an advantage in the field of service namely administration of 30 seconds that aims to provide services that are easier and faster without having to wait long, because the time required in the completion of only 30 seconds. The purpose of the study to know and describe the effectiveness of administrative services 30 seconds. By using quantitative descriptive research type. Research focus using the service effectiveness theory of regulation MENPAN number 15 year 2014 covering requirements, service procedures, service time, service products, complaint management, implementing competence, implementing behavior, facilities and infrastructure, security assurance. Data collection techniques using questionnaires and observations, analytical techniques using quantitative data analysis and descriptive analysis. The population in the study was 543 with a sample of 84 respondents. This research uses incidental sampling techniques. Nine indicators that have been used by the researcher show that this research can be said to be successful, although there is a deficiency in its implementation. Requirements gained 75.1%, service procedures gained 73.6%, service time gained 74.9%, service products gained 75.7%, complaint management gained 76.4%, implementing competence obtained 75.5%, implementing behaviour of 76.9%, facilities and infrastructure obtained 77.2%, security guarantees gained 73.3%. The overall percentage value of the nine service effectiveness indicators gained 73.0% which means "effective". Advice that researchers can give about the research that is holding a socialization of the requirements, procedures and time of service is clear, for the flow of requirements changed such as making it a board or banner that contains about the scheme of services, the addition of facilities and infrastructures that are seats and fans in the service room. Keywords: Effectiveness services, 30 seconds administrations.
EVALUASI KEBIJAKAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KAWASAN PERKOTAAN (Studi Pada Kampung Herbal Nginden Surabaya) WAHYU PURWANTI; WENI ROSDIANA
Publika Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n1.p%p

Abstract

Abstrak Kebijakan ruang terbuka hijau merupakan suatu kebijakan yang mengatur penyelenggaraan ruang terbuka hijau. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan sebagai dasar pengelolaan RTH. Ruang Terbuka Hijau adalah ruang atau area yang berada dalam kota, dengan wilayah yang cukup luas baik dalam bentuk kawasan maupun jalur memanjang. Salah satu bentuk ruang terbuka hijau ialah Kampung Herbal Nginden Surabaya, yang terletak di Jalan Nginden Gang 6i RT 9 RW 5, Kelurahan Nginden Jangkungan, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan evaluasi kebijakan ruang terbuka hijau di Kampung Herbal Nginden Surabaya. Peneliti menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif pada penelitian Kampung Herbal Nginden. Peneliti menggunakan jenis alternatif menetapkan fokus berdasarkaan teori, yang merujuk pada teori kriteria evaluasi kebijakan menurut Willian N. Dunn yang terdiri dari: Efektifitas, Efisiensi, Kecukupan, Perataan, Responsivitas, Ketepatan. Teknik analisis data yang dipergunakan berdasarkan teknik menurut Creswell. Hasil penelitian Evaluasi Kebijakan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan (Studi Pada Kampung Herbal Nginden Surabaya), yaitu: 1) Efektivitas, tujuan dari Kampung Herbal Nginden dapat menjadi sebagian kecil paru-paru kota dan sebagai lingkungan binaan yang berguna bagi kepentingan masyarakat. 2) Efisiensi, sumber daya pengelolaan Kampung Herbal Nginden berasal dari swadaya warga tetapi belum ada pembukuan keuangan, sehingga pemaksimalan pengguna dana yang tersedia tidak dapat diukur dari tingkat efisinsi. 3) Kecukupan, Kampung Herbal Nginden Surabaya belum sepenuhnya mencukupi menjadi Kampung Wisata Herbal. 4) Perataan, Pemerataan RTH di wilayah Nginden Jangkungan masih belum merata. Pemasaran produk Kampung Herbal Nginden dilakukan secara online dan offline. 5) Responsivitas, masyarakat di luar wilayah RT 9 RW 5 Nginden Jangkungan belum peduli dengan adanya Kampung Herbal Nginden di wilayah Nginden Jangkungan Surabaya. 6) Ketepatan, banyak pihak yang tidak keberatan menjadikan lahan fasum yang berada di Kampung Herbal Nginden Surabaya sebagai sarana ruang terbuka hijau. Pengelolaan Kampung Herbal Nginden belum sepenuhnya tepat dalam pelaksanaannya. Kata Kunci: Evaluasi, Ruang Terbuka Hijau, Kampung Herbal Nginden Surabaya Abstract Green open space policy is a policy that regulates the implementation of green open space. Regulation of the Minister of Public Works Number: 05/PRT/M/2008 concerning Guidelines for Provision and Utilization of Green Open Space in Urban Areas as the basis for managing RTH. Green Open Space is a room or area within a city, with a fairly wide area both in the form region and pathway extends. One form of green open space is Nginden Herbal Village in Surabaya , which is located on Jalan Nginden Gang 6i RT 9 RW 5, Nginden Jangkungan Village, Sukolilo District, Surabaya City . This study aims to describe the evaluation of green open space policies in Surabaya Nginden Herbal Village. Researchers used a descriptive study with a qualitative approach to the Nginden Herbal Village research. Researchers use alternative types to set focus based on theory, which refers to the theory of policy evaluation criteria according to Willian N. Dunn which consists of: Effectiveness, Efficiency, Adequacy, Flattening, Responsiveness, Accuracy. The data analysis technique used is based on the technique according to Creswell. The results of the Green Open Space Policy Evaluation in Urban Areas (Study of the Surabaya Nginden Herbal Village), namely: 1) Effectiveness, the goal of the Nginden Herbal Village can be a small part of the lungs of the city and as a built environment that is useful for the interests of the community. 2) Efficiency, the management resources of Nginden Herbal Village come from community self-help but there is no financial accounting yet, so the maximization of available funds users cannot be measured from the level of efficiency. 3) Adequacy, Surabaya Nginden Herbal Village is not yet fully sufficient to become Herbal Tourism Village. 4) Alignment, Green Equity Distribution in the Nginden Jangkungan area is still uneven. Marketing of Nginden Herbal Village products is done online and offline. 5) Responsiveness, people outside the RT 9 RW 5 Nginden Jangkungan area do not care about the existence of Nginden Herbal Village in the Nginden Jangkungan area of Surabaya. 6) Accuracy, many parties who do not mind making public facilities land in Nginden Herbal Village Surabaya as a means of green open space. The management of Nginden Herbal Village is not yet fully appropriate in its implementation. Keywords: Evaluation , Space Open Green , Kampung Herbal Nginden Surabaya
Kualitas Pelayanan Pendaftaran Pasien Melalui Sistem Informasi Antrian di Puskesmas Tarik (SIAP TARIK) Kecamatan Tarik-Sidoarjo PUTRI NOVIA AZHARI; FITROTUN NISWAH
Publika Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n1.p%p

Abstract

Abstrak Pelayanan publik dapat di artikan sebagai suatu bentuk pelayanan yang diberikan oleh pemerintah atau aparatur negara. Untuk memberikan pelayanan yang baik berupa jasa ataupun barang, yang digunakan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat dalam menyelesaikan kepentingan yang dibutuhkan oleh masyarakat, karena pelayanan publik sangat di perlukan dalam suatu negara untuk dapat membantu dan mengukur kesejahateraan masyarakat melalui pelayanan-pelayanan yang diberikan kepada publik. Adapun salah satu pelayanan yang diberikan oleh pemerintah yaitu berupa pelayanan kesehatan, pelayanan kesehatan sendiri dapat berupa kemudahan pendaftaran antrian seperti halnya yang di lakukan oleh Puskesmas Tarik. Pelayanan yang diberikan oleh Puskesmas Tarik yakni berupa aplikasi untuk mempermudah pendaftaran pasien yang dinamai dengan SIAP TARIK (Sistem Informasi Antrian di Puskesmas Tarik), aplikasi ini bertujuan untuk dapat mempermudah pasien mendapatkan nomor antrian secara online tanpa harus mengantri di puskesmas. Tujuan dari penelitian ini yaitu Kualitas Pelayanan Pendaftaran Pasien Melalui Sistem Informasi Antrian Di Puskesmas Tarik (Siap Tarik) Kecamatan Tarik-Sidoarjo. Dengan teori Parasuraman (2005) yang memiliki empat model untuk mengukur kualias pelayanan dengan menggunakan metode E-S-Qual oleh yaitu: Efficiency, Fullfilment, System Availability, dan privacy. Dari empat indikator yang digunakan pada penelitian ini menunjukan hasil dari kualitas pelayanan pendaftaran menggunakan SIAP TARIK sudah sesuai dengan standar pelayanan yang seharusnya. Hal tersebut dapat didukung oleh hasil perhitungan setiap indikator sebagai berikut : indikator Efficiency (Efisiensi) dengan jumlah prosentase sebesar 89,17%, indikator Fulfillment (Penyelesaian) dengan jumlah prosentase sebesar 83,85%, indikator System Availability (Ketersediaan sistem) dengan jumlah prosentase sebesar 81,17%, indikator Privacy (Rahasia Pribadi) dengan jumlah prosentase sebesar 86,90%. Dari hasil pada setiap item indikator tersebut dapat di ketahui jumlah keseluruhannya dengan hasil prosentase yaitu sebesar 85,54% dengan kategori sangat baik. Kata Kunci : Kualitas Pelayanan, E-S-Qual, SIAP TARIK, Puskesmas
EVALUASI PROGRAM BANK SAMPAH JW (JETIS WETAN) PROJECT DI RW 01 KELURAHAN MARGOREJO KECAMATAN WONOCOLO KOTA SURABAYA AFRILITA RUSI; WENI ROSDIANA
Publika Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n2.p%p

Abstract

Abstrak Program bank sampah sangatlah penting untuk membantu pemerintah dalam menangani pengelolaan sampah di Indonesia. Dengan adanya program ini masyarakat terutama mereka yang tinggal didaerah kumuh akan terbantu dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap lingkungan yang sehat, rapi dan bersih. Pada pengelolaan program bank sampah ini bagian dari upaya untuk menjalankan kegiatan Reduce, Reuse and Recycle (3R) melalui program bank sampah yang berbasis pada masyarakat. Sehingga Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 660.1/422/436.7.12/2017 tentang Pendirian Bank Sampah JW Project di Jalan Jetis Wetan VI/15 RW 01 Kelurahan Margorejo Kecamatan Wonocolo Kota Surabaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Evaluasi Program Bank Sampah Jetis Wetan (JW) Project di RW 01 Kelurahan Margorejo Kecamatan Wonocolo Kota Surabaya. Fokus dari penelitian ini adalah menggunakan Teori Evaluasi William N.Dunn, yaitu efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, ketetapan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatakan kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dokumentasi. Bank Sampah JW Project merupakan salah satu organisasi yang bergerak dalam bidang lingkungan dan merupakan suatu himbauan dari pemerintah. Hasil dari Evaluasi Program Bank Sampah JW Project ini dikatakan bahwa tujuan dari pogram tersebut tercapai dilihat dari meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan 3R melalui bank sampah sekitar 20% dalam pelaksanaan Program Bank Sampah JW Project sebagai salah satu upaya untuk mengurangi sampah dalam memanfaatkan sampah sebagai barang yang bernilai ekonomi dan menjadikan lingkungan tetap sehat, bersih dan rapi. Kata Kunci : Evaluasi, Pengelolaan Sampah, Program Bank sampah Abstract The Waste Bank Program is very important to assist the government in managing waste management in Indonesia. With this program, the community, especially those living in slums, will be helped and increase public awareness of a healthy, neat and clean environment. In managing the waste bank program, it is part of an effort to carry out Reduce, Reuse and Recycle (3R) activities through a community based waste bank program. So the Head of the Surabaya City Environmental Agency issued a Decree (SK) Number 660.1 / 422 / 436.7.12 / 2017 concerning the Establishment of the JW Project for Garbage Bank on Jalan Jetis Wetan VI / 15 RW 01 Margorejo Sub-District, Wonocolo Sub-District, Surabaya City. The purpose of this study is to describe the Evaluation of the Jetis Wetan Waste Bank Program (JW) Project at RW 01 Margorejo Sub-District, Wonocolo District, Surabaya City. The focus of this study is to use the William N.Dunn Evaluation Theory, namely effectiveness, efficiency, adequacy, equity, responsiveness, determination. This type of research is descriptive with a qualitative approach. Data collection used observation, interview, documentation. JW Project Waste Bank is one of the organizations engaged in the field of environment and is an appeal from the government. The results of the JW Project Trash Bank Program Evaluation said that the objective of the program was achieved as seen from the increasing public awareness about the management of the 3R through the waste bank about 20% in the JW Project Trash Bank Program implementation as an effort to reduce waste in utilizing waste as an item has economic value and keeps the environment healthy, clean and neat. Key Words : Evaluation, Waste Management, Waste Bank Program.
MANAJEMEN STRATEGI DALAM PENGEMBANGAN OBYEK WISATA BUKIT KAPUR JEDDIH MADURA (Studi pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangkalan) RADEN AJENG ALDILA FEBRYANDANI; MEIRINAWATI
Publika Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n2.p%p

Abstract

AbstrakBukit Kapur Jeddih Bangkalan merupakan objek wisata dengan jenis perpaduan antara wisata alam dan wisata buatan. Hal ini dikarenakan yang menjadi daya tarik utamanya adalah sebuah ornamen-ornamen sisa penambangan yang dapat dikategorikan sebagai buatan manusia, serta keindahan panorama bukit kapur dan pemandangan disekitarnya yang tergolong sebagai keindahan alam. Tujuan dari penelitian ini ada untuk mendeskripsikan tentang manajemen strategi dalam pengembangan obyek wisata. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ada teori proses pengembangan pariwisata menurut Suwontoro (2004) yang memiliki 5 indikator yaitu Objek atau Daya Tarik Wisata, Sarana Wisata, Prasarana Wisata, Tata Laksana atau Infrastruktur, dan Masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara,observasi dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan adalah reduksi data,penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi proses pengembangan pariwisata yang sudah dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangkalan adalah adanya pengembangan desa Jeddih. Pada desa Jeddih sendiri juga mengembangkan wisata Bukit Kapur Jeddih sebagai salah satu icon Kabupaten Bangkalan. Dengan adaya objek wisata Bukit Kapur Jeddih ini yang kemudian memotivasi dan memunculkan ide-ide baru terhadap masyarakat sekitar desa Jeddih untuk membuka suatu peluang usaha seperti membuka warung atau kios pusat oleh-oleh di sekitar objek wisata Bukit Kapur Jeddih. Saran dan masukan yang diberikan salah satunya adalah dengan dibangunnya sebuah pos keamanan sehingga pengunjung yang datang tidak merasa khawatir pada saat melintasi akses tersebut dan Perlu adanya penambahan fasilitas umum demi kenyamanan pengunjung wisata Bukit Kapur Jeddih yang sangat perlu diperhatikan.Kata Kunci : Manajemen Strategi,Pengembangan Objek Wisata, Bukit Kapur Jeddih AbstractKapur Bukit Jeddih Bangkalan is a tourist attraction with a blend of nature and artificial tourism. This is because the main attraction is an ornament from mining which can be categorized as man-made, as well as the beauty of the limestone hill panorama and the surrounding scenery that is classified as natural beauty. The purpose of this study is to describe the management of strategies in the development of attractions.This type of research is descriptive with a qualitative approach. The theory used in this research is the theory of the process of tourism development according to Suwontoro (2004) which has 5 indicators namely Tourism Objects or Attractions, Tourism Facilities, Tourism Infrastructure, Governance or Infrastructure, and Society. Data collection techniques are done through interviews, observation and documentation. Data analysis was performed by data reduction, data presentation and conclusion drawing.The results showed that the tourism development process strategy that had been carried out by the Bangkalan District Culture and Tourism Office was the development of the Jeddih village. In the village of Jeddih itself also develops Japurih Kapur Hill tourism as one of the Bangkalan Regency icons. With this Bukit Kapur Jeddih attraction, this then motivates and brings up new ideas for the community around the Jeddih village to open a business opportunity such as opening a stall or souvenir center stalls around the Bukit Kapur Jeddih attraction. One of the suggestions and suggestions given is the construction of a security post so that visitors who come do not feel worried when crossing the access and the need for additional public facilities for the convenience of visitors to the Bukit Kapur Jeddih tour that really needs to be considered.Keywords: Strategy Management, Tourism Object Development, Japurih Limestone
IMPLEMENTASI PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) DI PUSKESMAS PANGARENGAN KABUPATEN SAMPANG MADURA LILIK MAISAROH; WENI ROSDIANA
Publika Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n2.p%p

Abstract

AbstrakProlanis adalah program yang diluncurkan oleh BPJS Kesehatan yang dilaksanakan di Faskes Tingkat Pertama yaitu Puskesmas. Puskesmas Pangarengan diwajibkan untuk melaksanakan program dari BPJS Kesehatan. Progran ini merupakan wujud dari kebutuhan masyarakat yang menderita penyakit hipertensi dan diabetes mellitus. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan dan menganalisis Implementasi Prolanis di Puskesmas Pangarengan Kabupaten Sampang Madura. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Fokus penelitian menggunakan enam indikator yaitu Ukuran da Tujuan Kebijakan, Sumberdaya, Karakteristik Agen Pelaksana, Komunikasi Antar Organisasi dan Aktivitas Agen Pelaksana dan Lingkungan Ekonomi, Sosial dan Politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran dan tujuan kebijakan belum tercapai secara maksimal karena kunjungan dari masyarakat Kecamatan Pangarengan yang menderita penyakit hipertensi dan diabetes mellitus belum berpatisipasi dalam program ini. Karakteristik agen pelaksana sudah cocok untuk melaksanakan program. Sikap dan kecenderungan pelaksana sudah baik dan tidak ada penolakan terhadap program. Komunikasi antar organisasi dan aktivitas pelaksana sudah berjalan dengan baik dan lancar. Sumberdaya manusia untuk pelaksanaan sosialisasi masih mengalami kendala yaitu kurangnya pelaksana promkes dari program prolanis, sedangkan sumberdaya anggaran masih terbatas dan sumberdaya waktu yang sudah baik dan konsisten sesuai dengan benutuhan masyarakat. Lingkungan ekonomi, sosial dan politik masih menghambat program yaitu kondisi ekonomi masyarakat yang menengah kebawah dan persepsi masyarakat mengenai kesadaran akan pentingnya menjaga dan mencegah timbulnya penyakit kronis masih kurang sedangkan lingkungan politik untuk agen pelaksana sangat mendukung semetara masyarakat masih antusias tinggi. Saran yang diajukan peneliti sebagai berikut Perlu adanya penambahan sumber daya manusia untuk promkes, Perlu adanya sosialisasi rutin setiap bulan untuk mengajak masyarakat agar dapat berpartisipasi dan menerima manfaat dari program, Mengelola antrian peserta dengan menambahkan jumlah pelaksana prolanis sehingga, peserta tidak perlu menunggu lama untuk mengikuti aktivitas dari kegiatan tersebut. Mengajukan peningkatan anggaran dana yang diberikan BPJS Kesehatan agar dapat mencukupi kebutuhan program prolanisKata Kunci : Implementasi, Prolanis, LansiaAbstractProlanis is a program launched by BPJS Health that is implemented at the First Level Health Center, namely the Puskesmas. The Pangarengan Community Health Center is required to carry out programs from the Health BPJS. This program is a manifestation of the needs of people who suffer from hypertension and diabetes mellitus. The purpose of this research is to describe and analyze the implementation of Prolanis in the Pangarengan Health Center, Sampang Madura Regency. This research is a descriptive study with a qualitative approach. Data were collected using interview, observation and documentation techniques. The focus of the study uses six indicators namely Size and Policy Objectives, Resources, Characteristics of Implementing Agencies, Inter-Organizational Communication and Activities of Implementing Agencies and the Economic, Social and Political Environment. The results showed that the size and objectives of the policy had not been maximally reached because visits from Pangarengan Subdistrict people suffering from hypertension and diabetes mellitus had not participated in this program. The characteristics of the implementing agency are suitable for implementing the program. The attitude and inclination of the executor is good and there is no rejection of the program. Communication between organizations and implementing activities has been going well and smoothly. Human resources for the implementation of socialization are still experiencing problems, namely the lack of health promotion implementers from the prolanis program, while the budget resources are still limited and the time resources are good and consistent with the needs of the community. The economic, social and political environment is still hampering the program, which is the economic condition of the middle class people and the communitys perception of the importance of maintaining and preventing the emergence of chronic diseases is still lacking while the political environment for implementing agents is very supportive while the community is still highly enthusiastic. Suggestions proposed by researchers as follows There is a need for additional human resources for health promotion, There is a need for regular socialization every month to invite the community to participate and receive benefits from the program, Manage the queue of participants by adding the number of prolanis implementers so that participants do not have to wait long to follow activities of these activities. Propose an increase in the budget of funds provided by BPJS Health to meet the needs of the prolanis program Keywords: Implementation, Prolanis, Elderly
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN RELOKASI PEDAGANG KAKI LIMA DI SENTRA PKL GAJAH MADA KABUPATEN SIDOARJO RIKO DWI RESTIANTO; TJITJIK RAHAJU
Publika Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n2.p%p

Abstract

Keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Indonesia menjadi problematika yang cukup besar terutama dalam segi ketentraman dan ketertiban umum. Sehingga perlu adanya upaya pemerintah untuk menata dan mengatur keberadaan PKL. Kabupaten Sidoarjo juga memiliki problem PKL yang cukup banyak meskipun persoalan PKL sudah diatur dalam Peraturan Bupati Sidoarjo Nomor 84 Tahun 2017. Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemkab Sidoarjo adalah melakukan relokasi ke Sentra PKL Gajah Mada pada awal tahun 2019. Tujuannya adalah untuk menata, mengatur, dan memperdayakan para PKL ke tempat yang lebih nyaman, dan tertata. Ditambah dengan fasilitas pendukung yang diberikan oleh pemerintah di Sentra PKL Gajah Mada. Setelah relokasi dilakukan, PKL di Sentra PKL Gajah Mada tampak sepi dari para pedagang. Oleh karena itu, perlu diketahui bagaimana Implementasi Kebijakan Relokasi Pedagang Kaki Lima di Sentra PKL Gajah Mada, Sidoarjo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi yang selanjutnya dianalisis menggunakan teori Richard Matland tentang keefektifan implementasi antara lain Ketepatan Kebijakan, Ketepatan Pelaksanaan, Ketepatan Target, dan Ketepatan Lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan apabila dilihat dari Ketepatan Kebijakan telah terlaksana dengan baik dengan berkurangnya PKL yang ada di trotoar, Ketepatan Pelaksanaan berjalan kurang optimal meskipun kerja sama yang dilakukan oleh beberapa instansi telah berjalan dengan baik namun dari segi penarikan iuran atau retribusi masih belum ditetapkan, Ketepatan Target juga berjalan kurang optimal karena masih adanya PKL yang meninggalkan sentra dan tingkat promosi sentra PKL yang kurang, dan Ketepatan Lingkungan sudah berjalan dengan baik dari sisi internal sumber otoritas kebijakannya namun dari sisi eksternalnya terlihat kurang baik yakni minimnya keterlibatan PKL dalam pelaksanaan relokasi tersebut. Kata Kunci : Implementasi, Relokasi, Pedagang Kaki Lima
EFEKTIVITAS PELAYANAN GERAKAN TENGOK BAWAH MASALAH KEMISKINAN (GERTAK) DI KABUPATEN TRENGGALEK RIZKI ROUDLOTUL JANNAH; EVA HANY FANIDA
Publika Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n2.p%p

Abstract

Abstrak Pelayanan yang memuaskan menjadi salah satu indikator keberhasilan pemerintah dalam mengakomodasi kebutuhan masyarakat, termasuk pelayanan di bidang kesejahteraan sosial. Gerakan Tengok Kebawah Masalah Kemiskinan menjadi salah satu program pelayanan dari Pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, pelayanan ini bertujuan untuk melayani dan mengakomodasi keluhan masyararakat miskin dan rentan miskin Kabupaten Trenggalek sehingga akan memudahkan pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan di daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan efektivitas dari pelayanan GERTAK di Kabupaten Trenggalek. Kelompok sasaran dari penelitian ini adalah masyarakat Kabupaten Trenggalek yang pernah atau sedang menjalani pelayanan di GERTAK. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dari peneltian ini adalah masyarakat Kabupaten Trenggalek yang pernah dan sedang menjalani pelayanan di GERTAK yang berjumlah 1.849 orang dan sampel yang menjadi target penelitian sejumlah 82 orang dengan teknik accidental sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui kuesioner (angket), observasi dan wawancara. Hasil penelitian menyatakan bahwa efektivitas pelayanan GERTAK di Kabupaten Trenggalek berjalan efektif dengan persentase 80,7%. Indikator efektivitas tertinggi terdapat pada sarana dan prasarana dengan persentase 84,4% dan apabila di klasifikasi menurut kelas interval efektivitas masuk pada nilai 81,00%-100% atau sangat efektif. Sedangkan indikator terendah adalah pengelolaan pengaduan pelayanan yang mendapat persentase 72,1% atau efektif. Saran yang diberikan oleh peneliti adalah selain mempertahankan performa yang baik, tetapi juga lebih menggiatkan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat Kabupaten Trenggalek, dibuatkannya skema pelayanan yang ditaruh di titik-titik tertentu di seluruh wilayah kabupaten serta menambah beberapa fasilitas seperti parkir mobil dan AC. Kata Kunci: Efektivitas, Pelayanan Publik, GERTAK Abstract Satisfactory services are one indicator of the success of the government in accommodating the needs of the community, including services in the field of social welfare. Gerakan Tengok Bawah Masalah Kemiskinan (GERTAK) is one of the service programs of the Trenggalek Regency Government to improve the welfare of its people, this service aims to serve and accommodate complaints from the poor and vulnerable poor people of Trenggalek Regency so that it will facilitate the government to alleviate poverty in the region. The purpose of this research is to find out and describe the effectiveness of GERTAK services in Trenggalek Regency. The target group of this research is the people of Trenggalek Regency who have or are currently serving in GERTAK. This research is a descriptive study with a quantitative approach. The population of this research is the people of Trenggalek Regency who have and are currently undergoing services at GERTAK, amounting to 1,849 people and the sample of the research target is 82 people with accidental sampling technique. Data collection techniques used were through questionnaires, observation and interviews. The results of the study stated that the effectiveness of GERTAK services in Trenggalek was effective with a percentage of 80.7%. The highest indicator of effectiveness is found in facilities and infrastructure with a percentage of 84.4% and when classified according to class the effectiveness interval is entered at a value of 81,00% -100% or very effective. While the lowest indicator is the management of service complaints that gets a percentage of 72.1% or effective. The advice given by the researchers is not only to maintain good performance, but also to intensify overall socialization to the people of Trenggalek Regency, to create a service scheme that is placed at certain points throughout the district and to add some facilities such as car parking and air conditioning. Keywords: Effectiveness, Public Services, GERTAK
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Kabupaten Sidoarjo ELLA NUR AINI; MUHAMMAD FARID MARUF
Publika Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n2.p%p

Abstract

Keberhasilan dan kemandirian pengelolaan keuangan daerah tidak hanya dilihat dari perwujudan realisasi pendapatan asli daerah (PAD) yang baik, tetapi dilihat juga dari kemampuan penyerapan anggaran yang baik sehingga tidak memicu adanya sisa lebih perhitunggan anggaran (SiLPA) karena penyerapan yang tidak optimal. Adapun SiLPA Kabupaten Sidoarjo pada tahun anggaran 2018 mencapai 1,028 T. Adanya SiLPA tersebut mengindikasi belum optimalnya pemanfaatan dana APBD oleh Pemda dalam penyediaan layanan publik dan pembangunan ekonomi di daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis mengenai faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi terjadinya sisa lebih perhitunggan anggaran (SiLPA) di Kabupaten Sidoarjo pada tahun anggaran 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus dalam penelitian ini mengunakan empat faktor yang mempengaruhi SiLPA oleh Badan Kebijakan Fiskal Kementrian Keuangan (2017), yang terdiri dari penetapan pagu PAD yang relatif moderat (terdapat senggangan), penetapan pagu belanja yang optimis, realisasi PAD yang melebihi target dan penyerapan yang terkonsentrasi pada akhir tahun. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis data yang dilakukan adalah dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulann. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kurang maksimalnya penyerapan anggaran merupakan faktor yang berpengaruh besar terhadap SiLPA, hal tersebut dapat dilihat dari penyerapannya yang terkonsentrasi pada triwulan ke IV dan secara keseluruhan penyerapnnya masih dibawah 90%. Selain itu realisasi PAD dan DHB yang melampaui dari yang ditargetkan, hal ini dikarenakan adanya senggangan pada penetapan target PAD dan kurang akuratnya data untuk potensi PAD yang dimiliki Kabupaten Sidoarjo. Dalam meningkatkan kinerja perencanaan dan pelaksanaan APBD Kabupaten Sidoarjo untuk mengurangi SiLPA perlu adanya perecanaan penyusunan yang akurat dalam pengalian data terkait potensi PAD dari Tim Anggaran tidak hanya menerima data tetapi turut mengkaji data tersebut secara internal maupun kerjasama dengan universitas atau pihak yang memahi terkait potensi PAD, agar data yang dijadikan pertimbangan lebih akurat dan valid Kata kunci : SiLPA, PAD, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)

Page 98 of 129 | Total Record : 1286