cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 1,286 Documents
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM KAMPUNG UNGGULAN DI KOTA SURABAYA (STUDI KASUS KAMPUNG KUE DI RUNGKUT LOR GANG II, KELURAHAN KALI RUNGKUT, KECAMATAN RUNGKUT, KOTA SURABAYA) SANYEN PASARIBU; GALIH WAHYU PRADANA
Publika Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n2.p%p

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan suatu upaya yang dilakukan pemerintah untuk melepaskan masyarakat dari jeratan kemiskinan dan keterbelakangan demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Upaya pemberdayaan dapat ditempuh melalui berbagai macam cara salah satunya dengan pembinaan kampung yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Kampung Kue yang berlokasi di Rungkut Lor Gang II Kelurahan Kali Rungkut merupakan kampung yang dipilih oleh Disperdagain Surabaya untuk diberi pembinaan. Hal ini dikarenakan kampung kue memiliki potensi untuk dikembangkan yang dapat dilihat dari karakteristik masyarakatnya yang kebanyakan menggantungkan kehidupannya dengan berjualan kue. Mereka sudah memiliki usaha kue turun-temurun dari orang tuanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan pengolahan kue di Kampung Kue pada program Kampung Unggulan binaan Disperdagin Surabaya. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus pada penelitian ini adalah proses pemberdayaan masyarakat menurut (Suharto, 2010) yang meliputi pemungkinan, penguatan, perlindungan, penyokongan dan pemeliharaan. Dalam menentukan subyek penelitian menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, triangulasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan pengrajin kue di Kampung Kue Rungkut Lor Gang II, Kelurahan Kali Rungkut, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya apabila dilihat dari aspek proses pemungkinan menunjukkan adanya pemberian bantuan alat-alat dalam proses pembuatan kue, proses penguatan yakni diberikan pelatihan keterampilan dan manajemen pembukuan namun partisipasi dari para pengrajin kue masih cukup minim, proses perlindungan berupa pemberian legalitas usaha, HAKI dan pemberian label halal, namun masih sedikit para pengrajin kue yang memilikinya dikarenakan para pengrajin kue ada yang berpandangan bahwa legalitas usaha, HAKI dan pemberian label halal tidak dibutuhkan dan alasan kesibukan, proses penyokongan yakni diadakannya pameran di sejumlah Mall Surabaya, proses pemeliharaan adalah membantu mencarikan pasar penjualan bagi para pengrajin kue. Sehingga peneliti memberikan saran yaitu perlu diberikan sosialisasi terus menerus untuk masyarakat terkait pentingnya memiliki legalitas usaha, HAKI dan pemberian label halal, membuat terobosan baru guna meningkatkan partisipasi para pengrajin kue dalam pelatihan maupun keterampilan dalam pembuatan kue, mengatasi permasalahan bahan pokok pembuatan kue yang cenderung tidak stabil yang berdampak pada meruginya para pengrajin kue dan perlu diciptakannya inovasi pemasaran kue secara online yang dapat diakses masyarakat luas. Kata Kunci: Proses, Pemberdayaan Masyarakat, Kampung Kue
KERJASAMA PEMERINTAH KOTA SURABAYA DAN PT. SUMBER ORGANIK PADA PROGRAM PEMBANGKIT LISTRIK BERBASIS SAMPAH DI TPA BENOWO KOTA SURABAYA GYOVANY MANALU; MUHAMMAD FARID MARUF
Publika Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n2.p%p

Abstract

Abstrak Penerapan dan pengelolahan sampah menjadi isu penting di banyak negara termasuk Indonesia. Pengelolahan sampah di kota-kota besar seperti Surabaya juga dihadapkan pada keterbatasan tempat pembuangan. Masalah lingkungan yang paling dapat dilihat adalah permasalahan sampah tersebut. Terkait dengan masalah lingkungan, pemerintah perlu mengupayakan adanya kerjasama dari pihak pihak yang terkait dalam penanggulangan sampah tersebut. Surabaya menjadi salah satu kota di Indonesia yang dinilai mampu mengelola sampah dengan baik, melalui program 3R (reduce, reuse, recycle). Keterlibatan pihak ketiga dalam pengelolahan sampah di Surabaya menjadi penting untuk membantu pemerintah kota dalam mengelolah sampah yang bervolume sangat besar. Salah satu permasalahan sampah dan bekerjasama dengan pe yang paling menonjol terdapat di TPA Benowo. Penanganan persampahan Kota Surabaya menjadi tanggung jawab dari Dinas Kebersihan dan Ruang Terbua Hijau Kota Surabaya dengan PT. Sumber Organik. Pihak Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau selaku perwakilan dari Pemerintah Kota SurabayaUntuk mengetahui pelaksanaan kerjasama tersebut, peneliti akan menggunakan prinsip-prinsip dalam kerjasama menurut Keban (2009:9) diantaranya transparansi, akuntabilitas, partisipatif, efesiensi, efektivitas, konsensus, saling menguntungkan dan menghargai. Kata Kunci : Kerjasama, Pemerintah Kota, Sampah Abstract The application and management of waste has become an important issue in many countries including Indonesia. Waste management in big cities like Surabaya is also faced with limited landfills. The most visible environmental problem is the waste problem. Related to environmental problems, the government needs to seek cooperation from the parties involved in tackling the waste. Surabaya is one of the cities in Indonesia which is considered capable of managing waste properly, through the 3R (reduce, reuse, recycle) program. The involvement of a third party in managing waste in Surabaya is important to assist the city government in managing large volumes of waste. One of the problems of waste and collaboration with the most prominent people is found in the Benowo landfill. The handling of solid waste in the city of Surabaya is the responsibility of the Department of Cleaning and Green Space of the City of Surabaya with PT. Organic Sources. The Sanitation Office and Green Open Space as representatives of the Surabaya City Government To know the implementation of the collaboration, researchers will use the principles in cooperation according to Keban (2009: 9) including transparency, accountability, participation, efficiency, effectiveness, consensus, mutual benefit and respect. Keywords: Cooperation, Government, Waste
Kualitas Sistem SIMPEG Online di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sampang NADYA ALVI RIZQA FARADILLA; FITROTUN NISWAH
Publika Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n2.p%p

Abstract

Abstrak Besarnya angka pelayanan di bidang kepegawaian yang dilakukan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sampang melalui SIMPEG manual sering kali mengalami kesulitan karena kurangnya tenaga dalam proses pengolahan data pegawai. Banyaknya pegawai yang akan melakukan pembaharuan data tidak sebanding dengan jumlah operator yang menangani sehingga ketika memasukkan data sering terjadi kesalahan. SIMPEG manual juga dirasa kurang efektif karena banyak data pegawai yang hilang, tertukar, maupun data yang dihasilkan terkadang tidak up to date. Dengan adanya permasalahan tersebut dan didukung oleh kemajuan teknologi, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) mencoba untuk menerapkan SIMPEG berbasis online. Namun, setelah diterapkannya SIMPEG berbasis online ini dilapangan masih mengalami kendala, sehingga hal ini menarik bagi peneliti untuk mengukur tingkat kualitas sistem dari SIMPEG berbasis online di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sampang. Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada 100 responden dengan teknik pengambilan samplel menggunakan purposive sampling serta melakukan wawancara ke beberapa responden untuk mendukung hasil data yang didapat. Fokus penelitian dalam penelitian ini menggunakan teori menurut DeLone and McLean yang telah diperbaharui (2003) tentang analisis kesuksesan sistem informasi, namun peneliti hanya mengambil variabel “Kualitas Sistem” yang terdiri dari Easy of Use, Response Time, Reliablity, Flexibility, dan Security. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas sistem SIMPEG online di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sampang mencapai persentase 78,22% dan masuk dalam interval 61%-80% dengan kategori baik. Adapun rincian kualitas sistem dari setiap indikator antara lain indikator easy of use dengan persentase sebesar 79,87%, kemudian indikator response time dengan persentase sebesar 77,43%, indikator reliability dengan persentase sebesar 75,38%, indikator flexibility dengan persentase 78,45%, dan indikator security dengan persentase sebesar 80%. Kata Kunci: Kualitas sistem, aplikasi, SIMPEG online Abstract The amount of service in field of staffing which is conducted by Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang District via SIMPEG manual often have difficulty because lock off man power in the process of processing employee data. the number of employees who will perform data update not comparable with amount of operators who handle it, so when uploading data often an error occurs. SIMPEG manual is also considerd less affective, because lot of employee data lost. With the existence of these problems and support by technology advance Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) try to apply SIMPEG online based. But after the application of this online-based SIMPEG on the field still having problems. So this case interesting for researchers for measure quality system level from SIMPEG online-based in Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang district. Types of research which use by researcher is descriptive research with using quantitave approach. Data collection technique carried in away by distributing questionnaries to 100 respondent with sampling technique use purposive sampling and conducting interviews to some respondent to support the result of the data obtained. The focus of research of this study uses theory of deLone and McLean which is have been updated 2003 about system success analysis information, but researcher just choose the variable “quality system” which consist of easy of use, response time, reliablity, flexibility, and security. The result of this research is showing that SIMPEG based online quality level in Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang district reach a percentage of 78,22% and enter the interval 61%-80% with a good category. As for the details of the quality of system form every indicator is easy of use indicator with percentage by 79,87% then response time indicator with percentage by 77,43%, reliablity indicator with percentage by 75,38%, flexibility indicator with percentage by 78,45%, and security indicator with percentage by 80%. Keywords: Quality system, application, SIMPEG online-based
STRATEGI DALAM PENGEMBANGAN WISATA WATU RUMPUK DI DESA MENDAK KECAMATAN DAGANGAN KABUPATEN MADIUN REZAVELLINA INDAH SAPUTRI; MEIRINAWATI
Publika Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n2.p%p

Abstract

Abstrak Wisata Watu Rumpuk adalah wisata di Desa Mendak Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun yang mempunyai konsep wisata alam dengan panorama pegunungan selingkar wilis. Wisata ini dikembangkan melalui Badan Usaha Milik Desa ( Bumdes ) yang masuk pada Usaha Wisata. Pengembangan dilakukan oleh pemerintah Desa Mendak dengan Kelompok Sadar Wisata sebagai pengelola Wisata Watu Rumpuk. Persoalan yang terjadi di Wisata Watu Rumpuk yaitu akses jalan yang rusak dan begeronjal mengakibatkan menurunya minat pengunjung untuk datang ke Wisata Watu Rumpuk. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi desa dalam pengembangan Wisata Watu Rumpuk di Desa Mendak Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan fokus penelitiannya menggunakan teori tentang strategi pengembangan pariwisata menurut Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor PM.35/UM.001/MPEK/2012. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi dalam mengembangkan Wisata Watu Rumpuk di Desa Mendak Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun dilakukan dengan 4 indikator yaitu pertama startegi sumber daya pariwisata dan ekonomi kreatif dengan mengembangkan pedagangn di tempat wisata Watu Rumpuk yang berasal dari masyarakat desa sendiri serta penyediaan sarana dan prasarana bagi pengunjung yang sudah lengkap. Kedua startegi sumber daya manusia dengan memberdayakan masyarakat Desa Mendak sendiri, dengan adanya pelatihan – pelatiahan yang diberikan oleh pemerintah Desa maupun Dinas Pemuda olahraga dan Pariwisata Kabuapten Madiun. Ketiga strategi investasi pemerintah Dsa Mendak berupaya untuk mengoptimalkan potensi masyarakat Desa Mendak Sendiri, yaitu dengan memberikan kesempatan masyarakat Desa Mendak untuk ikut serta menjadi investor dalam pengembangan Wisata Watu Rumpuk. Keempat strategi pengolahan lingkungan yang ramah lingkungan dan hemat energy dengan menjaga Wisata Watu Rumpuk agar tetap bersih dan menjaga ekosistem flora dan fauna yang berada di sekitar Wisata Watu Rumpuk. Kata kunci : Strategi pengembangan, Wisata Watu Rumpuk Abstract Watu rumpuk tourism is a tour in Mendak Village, dagangan district, Madiun Regency, which has a natural tourism concept with a panorama of the wilis mountains. This tour was developed through a village-owned enterprise ( Bumdes ) which entered the tourism business. The development was carried out by the Mendak village government with the tourism awreness group as the manager of Watu Rumpuk Tourism. The problem that occurs in Watu Rumpuk Tourism is the access to damaged roads and chaotic resultng in a decline in the interest of visitors to come to Watu Rumpuk Tourism. The study aims to describe the village trategy in the development of Watu Rumpuk Tourism in Mendak Village, Dagangan District,Madiun Regency. The research method used is desciptive research method with a qualitative approach. While the focus of his research uses theories about tourism development strategies according to the Minister Of Tourism And Creative Economy Regulation Number PM.35/UM.001/MPEK/2012 The results of this study indicate that the strategy in developing Watu Rumpuk Tourism in Mendak Village, Dagangan District, Madiun Regency is carried out with 4 indicator, namely the first strategy of tourism resources and creative economy by developing merchants in Watu Rumpuk Tourism attraction originating from the village communities themselves and the provision of facilities and infrastructure for visitor who are complete. Second, the startegy of human resources by empowering the people of Mendak Village it self, through training provided by the village government as well as the sports and tourism youth office of Madiun Regency. The three investment strategies of the Mendak Village government are trying to optimize the potensial of the Mendak village community, namely by giving the Mendak village community the opportunity to become investors in the development of Watu Rumpuk Tourism. The four environmental managemant strategies that are environmentally friendly and energy efficient by keeping Watu Rumpuk Tourism in order to stay clean and maintain the ecosystem of flora dan fauna that are round Watu Rumpuk Tourism. Keywords: Development strategy, Watu Rumpuk Tourism
Collaborative Governance Dalam Upaya Merespon Pengaduan Masyarakat Terkait Lalu Lintas (Studi Pada Radio Suara Surabaya dan Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya) ASROPIN GUNAWAN; MUHAMMAD FARID MARUF
Publika Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n2.p%p

Abstract

Abstrak Permasalahan lalu lintas merupakan sebuah masalah yang pasti dihadapi oleh negara berkembang seperti Indonesia, utamanya pada daearah perkotaan. Kota Surabaya menjadi salah satu kota besar di Indonesia setelah Bandung dan Jakarta yang mempunyai persoalan sama yaitu permasalahan lalu lintas. Dalam mengatasi permasalahan lalu lintas, Kota Surabaya memiliki hal unik yaitu dengan melaksanakan collaborative governance yang terjalin antara Radio Suara Surabaya, Polrestabes Kota Surabaya, serta masyarakat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian menggunakan teori proses colllaborative governance menurut Ansell and Gash (2007:228) yang terdiri dari Face to Face Dialogue, Trust Building, Commitmen to The Proces, Shared Understanding dan Intermediate Outcome. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 5 indikator dari proses colllaborative governance yang dikemukakan oleh Ansell and Gash (2007:228) telah dijalankan oleh masing-masing stakeholders. Kata Kunci : Pengaduan Masyarakat, Lalu Lintas, Collaborative Governance. Abstract The problem of traffic is a problem that must be faced by developing countries like Indonesia, especially in the urban area. The city of Surabaya has become one of the major cities in Indonesia after Bandung and Jakarta which has the same problem, namely traffic problems. In overcoming traffic problems, the City of Surabaya has a unique thing that is by implementing collaborative governance that exists between Radio Suara Surabaya, Surabaya City Police, and the community. This type of research is a descriptive study with a qualitative approach. The focus of research uses the theory of collaborative governance processes according to Ansell and Gash (2007: 228) which consists of Face to Face Dialogue, Trust Building, Commitment to The Process, Shared Understanding and Intermediate Outcome. The results showed that 5 indicators of the collaborative governance process proposed by Ansell and Gash (2007: 228) were carried out by each stakeholder. Keywords: Community Complaints, Traffic, Collaborative Governance.
Strategi Peningkatan Pelayanan Melalui Program Pelayanan Aministrasi dan Perijinan Terpadu dan Cepat (PASTI TEPAT) di Kantor Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban (Service Improvement Strategies through Integrated and Fast Licensing and Licensing Service Program (PASTI TEPAT) at Plumpang District Office in Tuban Regency) NIA PARADITA ASRI; FITROTUN NISWAH
Publika Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n2.p%p

Abstract

Abstrak Program Pelayanan Administrasi dan Perijinan Terpadu dan Cepat (PASTI TEPAT) adalah suatu pengembangan inovasi dari Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) yang mana terbitnya dokumen dilakukan dalam satu tempat saja yaitu melalui satu loket pelayanan. Program PASTI TEPAT merupakan program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kecamatan Plumpang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi peningkatan pelayanan melalui program pelayanan administrasi dan perijinan terpadu dan cepat (PASTI TEPAT) di Kantor Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban. Lokasi penelitian ini di Kantor Kecamatan Plumpang yang terletak di Jl. Raya Plumpang No. 34, Tanggungan, Plumpang, Tuban. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Fokus dalam penelitian ini terdiri atas 4 indikator, yaitu: Atribut layanan pelanggan/masyarakat, pendekatan untuk penyempurnaan kualitas jasa, sistem umpan balik untuk kualitas layanan pelanggan dan implementasi manajemen. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi dan dokumetasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi dalam meningkatkan pelayanan melalui program PASTI TEPAT di Kantor Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban dilakukan dengan 4 indikator yaitu: Pertama atribut layanan pelanggan/masyarakat yang mengembangkan sarana dan prasana yang mendukung dan menunjang dalam pelaksaan program PASTI TEPAT serta penyampaian/pemasaranan layanan program PASTI TEPAT kepada masyarakat, Kedua Pendekatan untuk penyempurnaan kualitas jasa mengembangkan biaya pelayanan, waktu penyelesaian pelayanan serta pengaruh layanan program PASTI TEPAT yang dirasakan masyarakat. Ketiga sistem umpan balik untuk kualitas layanan pelanggan dengan mengembangkan kepuasan pelanggan serta kulitas layanan dari program PASTI TEPAT yang yang berfokus pada kepuasan masyarakat. Keempat implementasi manajemen mengembangkan seleksi dan pelatihan pegawai, pemantauan kepuasan pelanggan melalui saran da keluhan serta standarisasi dari pelaksanaan program PASTI TEPAT. Kata Kunci: Strategi, Pelayanan Publik, PASTI TEPAT Abstract The Integrated and Fast Licensing and Administration Services Program (PASTI TEPAT) is an innovation development of the Integrated District Administrative Services (PATEN) which is the administration of public services in the sub-district from the application stage to the publication stage of documents carried out in one place, namely through a service counter. The PASTI TEPAT program is a program that is directly in contact with the community in order to improve the quality of public services in Plumpang District. This study aims to describe the service improvement strategy through an integrated and fast administration and licensing service program (PASTI TEPAT) at the Plumpang District Office in Tuban Regency. The location of this study is in the Plumpang District Office located on Jl. Raya Plumpang No. 34, Tanggungan, Plumpang, Tuban. This type of research is a descriptive study using a qualitative approach. The focus in this study consists of 4 indicators, namely: Customer / community service attributes, approaches for improving service quality, feedback systems for customer service quality and management implementation. Data collection techniques in this study through interviews, observation and documentation. Data analysis techniques in this study were carried out by collecting data, reducing data, presenting data and drawing conclusions. The results of this study indicate that the strategy to improve service through the PASTI TEPAT program at the Plumpang District Office in Tuban is carried out with 4 indicators: First, the customer / community service attributes that develop the facilities and infrastructure that support and support the implementation of the PASTI TEPAT program and the delivery / marketing of services the PASTI TEPAT program to the community, Second Approach to improving service quality develops service costs, time of completion of services and the effect of the PASTI TEPAT program which is felt by the community. The three feedback systems are for the quality of customer service by developing customer satisfaction and service quality from the PASTI TEPAT program which focuses on community satisfaction. The four management implementations are developing employee selection and training, monitoring customer satisfaction through suggestions and complaints and standardizing the implementation of the PASTI TEPAT program. Keywoards: Strategy, Public Service, PASTI TEPAT
Evaluasi Program Gerakan Antisipasi Kejahatan Serta Penyelesaian Masalah Masyarakat Desa (Gajah Mada) di Polres Gresik (Studi Pada Kelurahan Kroman, Kecamatan Gresik) INTAN FRIDAY PUSPA SAPUTRI; TJITJIK RAHAJU
Publika Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n2.p%p

Abstract

Program Gajah Mada merupakan bentuk implementasi program Quick Wins dan Grand Strategy Polri guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Program Gajah Mada ini menyasar wilayah-wilayah yang memiliki potensi kriminalitas dan konflik di Kabupaten Gresik. Program Gajah Mada dibentuk pada tahun 2016 dan telah menyelesaikan beberapa permasalahan yang melanggar hukum dan meresahkan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan evaluasi pelaksanaan program Gajah Mada Polres Gresik yang dilaksanakan di Kelurahan Kroman Kecamatan Gresik. Fokus penelitian adalah evaluasi pelaksanaan program Gajah Mada dengan model evaluasi William N.Dunn meliputi 6 kriteria yaitu efektifitas, efesiensi, kecukupan, perataan, responsivitas dan ketepatan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian meliputi pengumpulan data, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian evaluasi berdasarkan kriteria efektifitas adalah sudah cukup baik terbukti dari pelaksanaan kegiatan kunjungan membuat citra Kepolisian semakin baik di masyarakat. Masyarakat menilai bahwa kegiatan kunjungan tim Gajah Mada ini positif karena mendekatkan polisi dan masyarakat. Pada efesiensi sumber daya manusia pelaksanaan program Gajah Mada belum efesien. Dari hasil penelitian dengan jumlah 100 personil Gajah Mada belum bisa menjangkau seluruh RT di Kelurahan Kroman. Pada sumber daya waktu program Gajah Mada belum efesien karena durasi waktu dalam pelaksanaannya cukup singkat sehingga tidak dapat menjangkau seluruh RT pada Kelurahan Kroman. Kriteria kecukupan tim Gajah Mada sudah baik terbukti dari pelaksanaan kunjungan yang berjalan mencukupi kebutuhan masyarakat. Pada kriteria perataan pada program ini belum baik karena pelaksanaan kunjungan belum dilaksanakan secara merata di berbagai wilayah Kabupaten Gresik dan pelaksanaan kunjungan di Kelurahan Kroman hanya mengunjungi 4 RT. Pada kriteria responsivitas masyarakat sangat antusias dengan adanya kunjungan yang dilakukan tim Gajah Mada, bahkan beberapa warga menyampaikan permasalahan terkait premanisme, pelaku pengedar narkoba, penjual miras dan masyarakat juga menyampaikan saran terkait kegiatan kunjungan yang dilakukan tim Gajah Mada. Hal tersebut menjadikan masyarakat lebih dekat dengan polisi. Pada kriteria ketepatan dinilai sudah baik karena program Gajah Mada merupakan program yang dibutuhkan oleh masyarakat guna melindungi dan melayani masyarakat dengan sitem kunjungan ke rumah-rumah warga dan menyelesaikan permasalahan yang meresahkan warga.
Implementasi Program Kesejahteraan Lansia di UPTD Pesanggrahan PMKS Mojopahit Kabupaten Mojokerto SHERYN WIJAYANTI; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n2.p%p

Abstract

Abstrak Program Kesejahteraan Lansia merupakan program pemberian bantuan sosial kepada lanjut usia penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS), yang dilakukan baik di dalam panti maupun di luar panti dengan batas usia 55 tahun ke atas. Salah satu daerah yang melaksanakan Program Kesejahteraan Lansia adalah Kabupaten Mojokerto. Program Kesejahteraan Lansia dilaksanakan di luar panti berupa pemberian bantuan sosial dan di dalam panti dalam bentuk pemberian pelayanan dan rehabilitasi, salah satunya adalah di UPTD Pesanggrahan PMKS Mojopahit dengan cara menampung dan memberi pelayanan serta rehabilitasi kepada para lansia di Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Implementasi Program Kesejahteraan Lansia di UPTD Pesanggrahan PMKS Mojopahit Kabupaten Mojokerto. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian berdasarkan 4 (empat) indikator dalam implementasi kebijakan menurut George C. Edward III antara lain: Komunikasi, Sumberdaya, Disposisi, dan Strktur Birokrasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan yaitu dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian Implementasi Program Kesejahteraan Lansia Di UPTD Pesanggrahan PMKS Mojopahit Kabupaten Mojokerto, yaitu: 1) Komunikasi, masih belum konsisten karena dalam pelaksanaan kegiatan masih ada kegiatan yang tidak terlaksanan, komunikasi yang diberikan dalam setiap kegiatan pun sudah baik karena pelaksana selalu melakukan komunikasi dan koordinasi di setiap kegiatan, selain itu pesanggrahan juga menjalin kerjasama dengan instansi lain untuk menjalankan program kesejahteraan lansia, 2) Sumberdaya, masih kurang karena masih banyak fasilitas sarana prasarana yang perlu di ganti dan di perbaiki untuk kenyamanan keberlangsungan program kesejahteraan lansia, selain itu pesanggrahan juga masih bergantung pada sumber dana pihak ke 3 (tiga), 3) Disposisi, masih belum memenuhi karena masih ada kelompok sasaran yang merasa kurang puas atas sikap yang ditunjukan oleh para pelaksana dan membuat ketidak puasan kelompok sasaran, 4) Struktur Birokrasi, sudah menunjukan sturktur organisasi yang tidak terfragmentasi yaitu jelas, tidak berbelit-belit dan mudah dalam pengawasan. Dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan Program Kesejahteraan Lansia di UPTD Pesanggrahan PMKS Mojopahit Kabupaten Mojokerto belum berjalan dengan baik. Saran dari peneliti adalah lebih konsisten lagi dalam melayani lansia Program Kesejahteraan lansia, dan perlu adanya penambahan anggaran untuk meningkatkan sarana prasarana serta pengadaan kembali kegiatan yang sudah tidak terlaksana. Kata kunci: Implementasi, Kebijakan Sosial, Program Kesejahteraan Lansia Abstract The Elderly Welfare Program is a program that provides social assistance to the elderly with social welfare problems, this program conducted inside or outside the institution with an age limit of 55 years and over. One of the regions implementing the Elderly Welfare Program is Mojokerto Regency, The Elderly Welfare Program is implemented outside the institution in the form of providing social assistance and in the institution by providing services and rehabilitation, one of them in UPTD Pesanggrahan PMKS Mojopahit by accommodating and providing services and rehabilitation to the elderly in Mojokerto Regency. Aims to describe and analyze the Implementation of the Elderly Welfare Program in UPTD Pesanggrahan PMKS Mojopahit, Mojokerto Regency. The type of research used is descriptive with a qualitative approach. The focus of the research is based on 4 (four) policy implementation criteria according to George C. Edward III which include: Communication, Resource, Disposition, and Bureaucratic Structure. Data was collection through observation, interviews, and documentation. The data analysis is carried out by collecting data, reducing data, presenting data, and drawing conclusions. Research Results of the Implementation of the Elderly Welfare Program in UPTD Pesanggrahan PMKS Mojopahit, Mojokerto Regency, namely: (1) Communication, still not consistent because in the implementation of activities there are still activities that are not carried out, the communication provided in each activity is already good because the implementers always carry out communication and coordination in every activity, apart from that the pesanggrahan also establishes cooperation with other agencies to run the elderly welfare program, (2) Resource, still lacking because there are still a lot of infrastructure facilities that need to be replaced and repaired for the convenience of the sustainability of the elderly welfare program, besides that housing is also still dependent on third party funding sources, (3) Disposition, not satisfy because there are still target groups who are not satisfied with the attitude displayed by the implementers and make the target group dissatisfied (4) Bureaucratic Structure, has shown a fragmented organizational structure that is clear, straightforward and easy to supervise. Accuracy, the implementation of the Elderly Welfare Program in UPTD Pesanggrahan Mojopahit PMKS Mojokerto Regency has not been going well. Suggestions from researchers are more consistent in serving the elderly in the elderly Welfare Program, and the need for additional budgets to improve infrastructure and re-procure activities that have not been carried out. Keyword: Implementation, Social Policy, Elderly Welfare Policy
Inovasi Sistem Pelayanan Masyarakat (SemPelMas) dalam Meningkatkan Pelayanan Administrasi di Kelurahan Jagalan Kecamatan Kranggan Kota Mojokerto ENDIRA ARVIANTY; EVA HANY FANIDA
Publika Vol 8 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n2.p%p

Abstract

Hadirnya e-Government sebagai upaya menciptakan efisiensi, efektifitas, transparansi, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan. Seperti yang dilakukan oleh Kelurahan Jagalan dengan meluncurkan sebuah inovasi dalam pelayanan administrasi berbasis android yang dinamakan aplikasi SemPelMas. Diluncurkannya inovasi tersebut merupakan komitmen dan menjawab permasalahan yang masih terjadi di Kelurahan Jagalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan inovasi Sistem Pelayanan Masyarakat dalam meningkatkan pelayanan administrasi di Kelurahan Jagalan Kecamatan Kranggan Kota Mojokerto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Fokus dalam penelitian ini yaitu faktor sukses inovasi e-Government oleh Kalvet (2012) yang terdiri dari enam variabel, meliputi leadership and public sector competencies, adequate funding, legislative and regulatory support, development (strategic) information technology infrastructure, public-private partnership, serta private sector competencies. Teknis pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi aplikasi SemPelMas sukses dilaksanakan di Kelurahan Jagalan yang mana mempermudah masyarakat melakukan pelayanan administrasi dan berdasarkan faktor sukses inovasi e-Government oleh Kalvet, yaitu: 1) Leadership and public sector competencies, Kelurahan Jagalan dalam pembuatan inovasi ini merupakan komitmen dan rasa tanggung jawab pemimpin serta seluruh pegawai berkompeten dalam melaksanakan. 2) Adequate funding, pembuatan inovasi masih menggunakan dana yang berasal dari swadaya pegawai dan kurang memadai apabila untuk mengembangkan inovasi. 3) Legislative and regulatory support, tidak terdapat peraturan dasar khusus dan masih umum namun telah ada SOP walau hanya versi lisan. 4) Development (strategic) information technology infrastructure, dalam aplikasi memakai peragkat keras, perangkat lunak, dan sistem keamanan yang menjamin data masyarakat serta fitur tanda tangan digital semakin mempermudah pelayanan. 5) Public-private partnership, tidak ada kemitraan dalam pelaksanaan hanya koordinasi dengan beberapa pihak. 6) Private sector competencies, anggota karang taruna Kelurahan Jagalan berkompeten dalam membantu pegawai kelurahan mensosialisasikan inovasi aplikasi SemPelMas kepada masyarakat. Saran yang dapat diberikan peneliti adalah dengan mengusahakan kerjasama lebih serius dengan Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Mojokerto dan media massa lain di Kota Mojokerto serta dengan begitu dapat diadopsi oleh kelurahan lain untuk segera diintegrasikan dengan sistem pusat. Kata Kunci: e-Government, Inovasi Pelayanan, Aplikasi SemPelMas
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PARKIR PARK AND RIDE MAYJEND SUNGKONO PADA DINAS PERHUBUNGAN KOTA SURABAYA BANGKIT KRISNADY; TJITJIK RAHAJU
Publika Vol 8 No 3 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n3.p%p

Abstract

Kota Surabaya termasuk dalam salah satu kota dengan penggunaan kendaraan bermotor paling tinggi. Salah satu upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan lahan parkir masyarakat yakni dengan menyelenggarakan fasilitas parkir “Park and Ride” Mayjend Sungkono Kota Surabaya yang didasari pada Peraturan Daerah Kota Surabaya No. 3 Tahun 2018. Tujuan penyelenggaraan fasilitas parkir tersebut adalah sebagai solusi dari beberapa permasalahan lalu lintas diantaranya maraknya tempat parkir illegal, trotoar jalan yang dialih fungsikan sebagai lahan parkir. Selain itu juga dipergunakan sebagai tempat transit masyarakat yang akan melakukan perpindahan moda transportasi umum. Akan tetapi, masih banyak masyarakat yang tidak mentaati aturan rambu lalu lintas dengan memarkir kendaraan pada tempat yang tidak diperbolehkan serta masih banyak masyarakat yang belum mengetahui terkait tujuan penyelenggaraan “Park and Ride” dan menganggap letak lokasi yang terlalu jauh. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi kebijakan parkir “Park and Ride” Mayjend Sungkono Kota Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi dan observasi yang selanjutnya dianalisis menggunakan teori Implementasi Kebijakan Jan Merse dengan indikator antara lain informasi, isi kebijakan, dukungan masyarakat serta pembagian potensi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan apabila dilihat berdasarkan penyampaian informasi dirasa sudah cukup baik, Namun perlu dilakukan beberapa upaya pendekatan. hal tersebut dibuktikan masih banyak masyarakat yang belum memahami terkait tujuan penyelenggaraan “Park and Ride” Mayjend Sungkono tersebut. Selain itu, isi kebijakan terkait penyelenggaraan fasilitas parkir telah dilakukan sesuai berdasarkan pedoman yang diberlakukan namun, perlu adanya aturan penguat atas terselenggaranya fasilitas “Park and Ride” tersebut. Pada dukungan masyarakat, partisipasi kelompok sasaran menjadi salah satu faktor keberhasilan dalam penyelenggaraan fasilitas parkir Mayjend Sungkono. Dalam implementasi kebijakan parkir Park and Ride Mayjend Sungkono, partisipasi masyarakat sudah cukup baik. Namun masih perlu dilakukan pendekatan-pendekatan kepada masyarakat agar dapat memanfaatkan fasilitas parkir tersebut. Sedangkan pada pembagian potensi pada tanggung jawab dan wewenang pelaksana dirasa kurang efektif sebab pembagian pengelolaan tersebut tidak berada pada satu wewenang dan tanggung jawab. Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah melakukan sosialiasi kepada masyarakat serta melakukan penyesuaian kapasitas parkir agar masyarakat memanfaatkan fasilitas parkir tersebut serta perlu adanya penetapan peraturan berupa Perwali terkait penyelenggaraan tempat khusus parkir. Kata Kunci : Implementasi kebijakan parkir, Park and Ride, Fasilitas transit.

Page 99 of 129 | Total Record : 1286