cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta
ISSN : 27212882     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta diterbitkan dalam rangka seminar tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 532 Documents
Laporan Kasus: Tetanus Zaid Ziyaadatulhuda Ashshiddiiq; Andreas Sentot Suropati; Rusnaindah Ifta Firdausi
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tetanus merupakan penyakit sistem saraf yang disebabkan oleh tetanospasmin (neurotoksin yang diproduksi oleh bakteri Clostridium tetani). Tetanus umum adalah yang paling jenis umum dari tetanus (80% dari kasus yang dilaporkan), sedangkan tetanus neonatal adalah tetanus umum pada anak-anak kurang dari satu bulan. Di seluruh dunia, kematian akibat tetanus neonatal telah menurun insiden dari 490.000 pada tahun 1994 menjadi 49.000 pada tahun 2013. Pada tahun 2015, Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan total 13.532 kasus tetanus di seluruh dunia, tetapi insiden global diperkirakan setinggi satu juta kasus per tahun. Pada laporan kasus ini, kami menyajikan seorang pasien dengan tetanus yang mendapatkan pelayanan di rumah sakit kami selama 10 hari. Seorang laki laki 54 tahun datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) kami dengan keluhan kaku seluruh tubuh 2 hari sebelum masuk rumah sakit (SMRS). Keluhan tersebut dirasakan terus menerus dan menyebabkan gangguan aktivitas sehari hari.Pasien dilakukan perawatan dan pengobatan selama 10 hari di rumah sakit sebelum akhirnya diizinkan pulang. Keadaan pasien semakin membaik pada 20 hari setelah gejala pertama dirasakan. Penanganan yang tepat dan segera kunci keberhasilan tatalaksana tetanus sehingga diharapkan dapat menurunkan angka mortalitas dan morbiditas.
Cholelithiasis dengan Cholesystitis Akut: Laporan Kasus Ratnasari Bondan Wijayanti; Musrifah Budi Utami
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cholelithiasis adalah penyakit hepatobiler kronik yang disebabkan oleh terganggunya metabolisme dari kolesterol, bilirubin dan asam empedu yang ditandai dengan pembentukan batu empedu dalam saluran empedu hepatik atau di dalam empedu. Sedangkan kolesistitis akut (radang kandung empedu) adalah reaksi inflamasi akut dinding kandung empedu yang disertai keluhan nyeri perut kanan atas, nyeri tekan, dan demam. Gejala klinis kolelitiasis sering tanpa gejala, ikterus pada 20% kasus dan nyeri kolik kuadran kanan atas. Pencitraan pilihan pertama untuk mendiagnosis batu kandung empedu adalah Ultrasonography (USG). Pada kasus ini kami melaporkan pasien perempuan 43 tahun yang didiagnosis cholelithiasis dengan cholesystitis akut yang didapatkan dari anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang. Pada anamnesis ditemukan gejala nyeri perut sebelah kanan atas, mendadak dan hilang timbul. Pada pemeriksaan fisik inspeksi mata dan tulit tampak ikterik, palpasi abdomen didapatkan nyeri tekan regio hipokondriac dextra. Pemeriksaan penunjang darah rutin dan kimia darah menunjukkan adanya peningkatan bilirubin total, bilirubin direk, bilirubin indirek, SGOT dan SGPT. Hasil pemeriksaan USG abdomen didapatkan multiple cholelithiasis disertai cholesystitis akut.
Radiografi Thorax pada Pasien Gambaran Bronkopneumonia dan Suspek Efusi Pleura Ramadhina Tria Sesanti; Tinton Budi Setianto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bronkopenumonia merupakan radang pada saluran pernapasan yang terjadi pada bronkus sampai dengan alveolus paru, yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae. Radiologi menjadi salah satu hal yang penting dalam menentukan diagnosis dan penyebab yang mendasarinya. Tujuan dari laporan kasus ini untuk melaporkan seorang laki laki berusia 83 tahun datang dengan sesak nafas dan batuk disertai dahak berwarna putih. Berdasarkan hasil pemeriksaan, diagnosis pasien mendukung ke arah bronkopneumoni dan efusi pleura. Kemudian dilakukan pemeriksaan radiologi thorax sebagai langkah penunjang untuk menegakan diagnosis pasien. Gambaran radiologi menunjukan corakan vaskuler ke dua lapang paru meningkat , tampak bercak pada perihilar kanan, dan lapang bawah paru kanan dan kiri, sinus costofrenicus kanan tampak suram dan sinus costofrenicus kiri tampak lancip ,kesan gambaran bronkopneumonia dan efusi pleura. Kesimpulan dari laporan kasus ini adalah radiografi foto polos berada di garis depan diagnostic jalur pencitraan, mengingat ketersediaan yang siap pakai, efektivitas biaya, dan kemampuan untuk menilai perkembangan klinis pada radiografi serial khususnya dalam kasus bronkopneumonia dan efusi pleura.
Seorang Laki-Laki Berusia 63 Tahun dengan Hipoglikemia dan Hipertensi Emergency: Laporan Kasus Lutfi Muflikha; Budi Hernawan
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah manifestasi gangguan keseimbangan hemodinamika sistem kardiovaskuler yang menjadi salah satu penyebab utama mortalitas dan morbiditas di Indonesia. Krisis hipertensi merupakan salah satu komplikasi akut utama hipertensi. Diperkirakan 1%-2% pasien hipertensi akan mengalami krisis hipertensi yang merupakan komplikasi dari hipertensi yang tidak diobati atau tidak terkontrol dengan baik. Hipertensi emergensi merupakan peningkatan tekanan darah yang berat yaitu > 180/120 mmHg, disertai dengan kerusakan organ baru atau perburukan kerusakan organ target. Hipoglikemia ditandai dengan menurunya kadar glukosa darah <70 mg/dL. Hipoglikemia adalah penuruanan konsentrasi glukosa serum dengan atau tanpa adanya tanda dan gejala sistem autonom, seperti adanya whipples triad. Pada penelitian ini menggunakan metode observasional. Laporan kasus : seorang laki-laki berusia 63 tahun dengan keluhan lemas dan penurunan nafsu makan, serta memiliki riwayat hipertensi, tekanan darah 185/90 mmHg, GDS 36 mg/dL. Dari laporan kasus didapatkan diagnosis hipoglikemia dan hipertensi emergency. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Tatalaksana yang dilakukan berupa tirah baring, diet bergizi seimbang serta pengobatan simtomatik dengan medikamentosa berupa Infus D10, D40% 3 flab, Omeprazole, Captropil, Antalgin. Kesimpulan: Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyebab kematian di dunia dengan presentase sebanyak 12.8%. sehingga memerlukan tingkat kewaspadaan tinggi pada gejala-gejala klinis yang disertai dengan komplikasi.
Anak 2 Tahun dengan Kejang Demam Kompleks, Febris Hari Pertama dengan Disentri Amuba Wilda Anggriani; Muhammad Iqbal Susanto Akramullah; Eva Musdalifah
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejang demam (Febrile Seizure) adalah salah satu masalah umum pada anak-anak. Kejang demam biasanya terjadi antara usia 6-60 bulan dengan suhu 380C dan lebih. Kejang demam terbagi menjadi 2 klasifikasi, yaitu kejang demam sederhana (Simple Febrile Seizure) dan kejang demam komplek (Complex Febrile Seizure). Kejang demam kompleks adalah kejang demam yang lama kejangnya lebih dari 15 menit, dan berulang dalam 24 jam. Disentri adalah penyakit diare akibat infeksi Entamoeba Hystolytica merupakan penyakit yang tersebar diseluruh dunia dengan terpusat dinegara berkembang dengan tingkat sanitasi yang rendah. Kami melaporkan kasus anak usia 2 tahun dengan berat badan 12 kg, datang ke IGD dengan keluhan kejang SMRS. Pasien mengalami kejang disertai demam 1 kali dengan durasi ±7 menit dan setelah masuk bangsal demam 1 kali durasi ±5 berulang selama 24 jam, kejang seluruh tubuh. BAB cair berwarna hijau dan kuning, terdapat ampas dan tidak ada lendir sejak 2 hari sebelum masuk rumah sakit sebanyak 2 kali. Batuk (+) Pilek (+). Pemeriksaan Feses Rutin menunjukan warna hijau, konsistensi lunak dan Amuba positif. Pada Hari rawat kedua dilakukan pemeriksaan fisik didapatkan stomatitis pada bibir Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang tersebut, diagnosis pasien adalah kejang demam kompleks, febris H-1 dengan disentri amuba, stomatitis.
Seorang Laki-Laki 23 Tahun dengan Keratitis: Laporan Kasus Poetrie Wulandari Ruswandi; Ida Nugrahani
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keratitis ialah peradangan pada kornea. Gejala patognomik dari keratitis ialah terdapatnya infiltrat di kornea. Infiltrat dapat ada di seluruh lapisan kornea, dan menetapkan diagnosis dan pengobatan keratitis. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya keratitis, salah satunya dari usia dan pekerjaan. Keratitis dapat menyerang semua usia tetapi lebih sering pada dewasa. Pada kasus ini, pasien laki-laki 23 tahun, dengan keluhan utama rasa mengganjal di mata kiri disertai dengan mata berair, silau, ngeres seperti berpasir saat berkedip, dan penglihatan kabur. Keluhan dirasa sudah 5 hari sebelum datang ke poli mata RSUD Karanganyar. Pemeriksaan status lokalis pada mata tampak infilrat di korena pada mata kiri. Dari anamnesis dan pemeriksaan mata didapatkan diagnosis keratitis. Terapi pada pasien ini diberikan antibiotik C. Floxa tetes mata, pengganti air mata. C. Lyteers tetes mata, dan obat oral NSAID dengan natrium diklofenak. Keratitis yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan gangguan penglihatan permanen hingga kebutaan.
Seorang Wanita 48 Tahun dengan Glaukoma Sekunder Et Causa Uveitis Anterior: Laporan Kasus Khatifah Nur Aretha; Ida Nugrahani
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Glaukoma yang disebabkan oleh uveitis atau glaukoma uveitik merupakan salah satu komplikasi paling serius dari peradangan intraocular,meskipun jarang, penyakit ini dianggap sebagai salah satu penyebab utama kehilangan penglihatan yang dapat dicegah di seluruh dunia. Pathogenesis penyakit ini masih belum sepenuhnya dipahami sekalipun telah dikaitkan dengan spektrum penyakit inflamasi yang luas. Target utama pengobatan adalah untuk mengontrol peradangan dan mengurangi tekanan intraocular (TIO). Laporan kasus ini menjelaskan seorang wanita berusia 48 tahun dengan keluhan utama penglihatan kabur pada mata kanan sejak dua minggu sebelum datang ke poli mata RSUD Karanganyar. Keluhan disertai nyeri dan mata merah. Pemeriksaan status lokalis tampak konjuntiva bulbi hiperimes dengan pericorneal injeksi, keratic precipitate,kamera okuli anterior dalam dan keruh pada mata kanan. Dari anamnesis dan pemeriksaan mata didapatkan diagnosis glaukoma sekunder et causa uveitis anterior. Penatalaksanaan yang diberikan pada pasien adalah pemberian antibiotic C. Polydex tetes mata, penurun TIO C. Timol tetes mata, dan obat oral kortikosteroid dengan methylprednisolone.
Sinusitis Bola Jamur pada Penderita Karies Gigi: Laporan Kasus Rizky Hari Fernanda; Serafika Permoni Putri Manyakori
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rinosinusitis jamur adalah kondisi patologis pada sinus paranasal disertai inflamasi sinus yang disebabkan oleh infeksi jamur Aspergillus sp dan Candida sp. Insidensi rhinosinusitis jamur pada sinus paranasal beberapa tahun mengalami peningkatan. Rinosinusitis jamur pada sinus paranasal sering terjadi pada usia dewasa dan didominasi pada jenis kelamin perempuan. Sulitnya menegakan diagnosis sinusitis bola jamur dikarenakan mempunyai gejala yang tidak khas apalagi banyak penderita datang dengan gejala seperti rinosinusitis akibat bakteri, maka dari itu pada makalah ini akan bertujuan untuk melaporkan sebuah kasus sinusitis bola jamur pada penderita karies gigi mulai dari gejala, pemeriksaan fisik, hingga pemeriksaan penunjang yang dijumpai di Departemen Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala Leher RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo. Kesimpulan pada makalah ini pada penderita laki-laki dewasa dengan sinusitis bola jamur akibat kolonisasi jamur di sinus maksilaris terjadi akibat sakit gigi yang pada gigi molar atas dan pemeriksaan penunjang histopatologi sesuai uraian dibawah dapat digunakan untuk mendiagnosis pasti sinusitis bola jamur.
Seorang Pria 68 Tahun dengan Tetanus Generalisata Derajat 3: Laporan Kasus Slamet Ari Wibowo; Auliya Andriyati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tetanus merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Clostridium tetani. Penyakit ini ditandai dengan adanya peningkatan tonus dan spasme otot akibat dari eksotoksin yang dihasilkan oleh bakteri. Prevalensi tetanus di Negara berkembang dengan angka kejadian 1.000.0000 pasien setiap tahun di dunia. Di Negara Indonesia, insiden tetanus berkisar 0,2 dari 100.000 populasi. Kurangnya pemahaman dan pengetahuan mengenai risiko infeksi tetanus menyebabkan masyarakat kurang peduli dengan objek yang terkontaminasi sehingga meremehkan luka yang didapat dimana pada luka tersebut dapat berpotensi menimbulkan penyakit tetanus. Laporan kasus ini bertujuan untuk melaporkan sebuah kasus seorang laki-laki berumur 68 tahun datang ke RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo dengan keluhan utama berupa sulit menelan. Keluhan disertai dengan lidah dan rahang terasa kaku dan nyeri sehingga pasien sulit untuk berbicara. Pemeriksaan fisik ditemukan adanya trismus, risus sardonicus, kaku leher, perut teraba keras, serta luka pada kaki kiri berukuran 2x3 cm. Pemeriksaan penunjang seperti darah lengkap dan elektrokardiografi dalam batas normal. Pemeriksaan X-Ray menunjukkan adanya bronkitis dan kardiomegali. Pasien mendapatkan terapi berupa cairan, antitetanus, antibiotik, antiemetik, antihipertensi, antikejang, PPI, medikasi luka, dan fisioterapi pernapasan.
Efektivitas Hand Hygiene dalam Mencegah Transmisi Covid-19 Dinda Putri Dwi Agustin; Burhannudin Ichsan
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coronavirus disease 2019 (Covid-19) merupakan penyakit yang disebabkan oleh severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2), diketahui pertama kali penyakit ini berasal dari kota Wuhan, Cina. Penyakit ini dapat terjadi penularan dari manusia ke manusia sehingga faktor kebersihan dan sanitasi perlu menjadi perhatian para pembuat kebijakan dalam pengendalian Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebersihan tangan dengan penularan Covid-19. Desain penelitian menggunakan metode literature review dan sampel penelitian didapatkan dari pencarian secara daring menggunakan database, pubmed, sciene direct dan garuda ristekdikti. Hasil penelitian terdapat 924 jurnal yang ditemukan lalu dieksklusi sesuai kriteria retriksi, didapatkan 9 jurnal penelitian yang direview. Satu jurnal dengan metode Randomized Control Trial (RCT), tujuh jurnal cross sectional, dan satu jurnal analisis epidemilogi. Dalam penelitian menunjukkan bahwa mencuci tangan menggunakan sabun atau cairan berbahan alkohol dinilai efektif untuk mencegah transmisi Covid-19. Simpulan : Mencuci tangan menggunakan sabun selama selama 20 detik atau menggunakan cairan berbahan alkohol dinilai efektif untuk mencegah transmisi Covid-19. Akan tetapi pemakaian sabun atau cairan alkohol secara terus-menerus dapat menyebabkan kulit tangan menjadi iritasi atau terjadi dermatitis kontak.