cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
ISSN : -     EISSN : 26565757     DOI : -
Core Subject :
Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat adalah Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 125 Documents
Efektivitas dan Hambatan Layanan Kesehatan terhadap Kepatuhan Pengobatan Antiretroviral pada Orang dengan HIV/AIDS (ODHA): Literature Review Fitri Angraeni; Lusyta Puri Ardhiyanti
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Epidemi HIV/AIDS terus menjadi masalah di seluruh dunia, termasuk juga negara Indonesia. Layanan kesehatan termasuk tenaga kesehatan memegang peranan penting dalam memastikan perawatan yang optimal bagi ODHIV. Tujuan : Menganalisis efektivitas dan hambatan pelayanan kesehatan terhadap kepatuhan pengobatan ARV pada ODHA. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review, yang merujuk pada metode PRISMA. Pencarian referensi dilakukan pada tiga database, yaitu Pubmed, Science Direct, dan Google Schoolar. Sebanyak 8 artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Hasil: Literature review ini mengungkap dua tema utama, yaitu efektivitas dan hambatan layanan kesehatan terhadap kepatuhan minum ARV pada ODHA. Efektivitas terlihat melalui pemanfaatan mHealth dan layanan farmasi, sementara hambatan mencakup akses, ketersediaan obat, dan stigma dari tenaga kesehatan. Simpulan: Temuan ini menegaskan pentingnya peran strategis layanan kesehatan dalam mendukung keberhasilan terapi ODHA. Upaya peningkatan kualitas layanan serta pengurangan hambatan struktural dan sosial perlu menjadi fokus untuk memperkuat kepatuhan pengobatan antiretroviral secara berkelanjutan. Saran: Pendekatan multidimensi yang terintegrasi antara medis, sosial, dan teknologi, serta intervensi edukasi anti-stigma di masyarakat, diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan ODHA secara berkelanjutan.
Analisis Jenis Pekerjaan, Beban Kerja, dan Kelelahan Kerja pada Anggota Membangun Keluarga Utama (MKU) di Kabupaten Magelang Fahwa Nyssa Insyiroh; Sri Darnoto
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membangun Keluarga Utama (MKU) merupakan suatu komunitas yang beranggotakan ibu rumah tangga yang bekerja untuk meningkatkan perekonomian keluarga melalui berbagai jenis usaha. Seorang ibu rumah tangga yang bekerja harus menyeimbangkan tanggung jawab domestik dan pekerjaannya yang bisa mempengaruhi beban kerja dan tingkat kelelahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik ibu rumah tangga yang bekerja berdasarkan jenis pekerjaan, beban kerja, dan kelelahan kerja. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan total sampel sebanyak 70 orang anggota MKU di Kabupaten Magelang. Variabel jenis pekerjaan dan kelelahan kerja diukur menggunakan Kuesioner IFRC. Variabel beban kerja diukur menggunakan fingertip pulse oximeter untuk menghitung Cardiovascular Load (%CVL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden bekerja di sektor informal, dengan wiraswasta sebagai pekerjaan dengan frekuensi tertinggi (32,9%). Seluruh responden mengalami beban kerja ringan (100%) dengan tingkat kelelahan bervariasi yaitu (52,9%) mengalami kelelahan kerja rendah, (45,7%) mengalami kelelahan kerja sedang, dan (1,4%) mengalami kelelahan kerja tinggi. Meskipun beban kerja ringan, penting bagi ibu rumah tangga agar mengelola pekerjaannya untuk mencegah peningkatan kelelahan kerja.
Urgensi Edukasi Kesehatan Reproduksi dalam Mencegah Insecure Siswa Sekolah Menengah Pertama I Istijabath; Selvia Dini Aggraini; Dinda Putri Wulandari; Aurelia Pramudyasari Sutadi; Chalissa Septi Rachmaniar
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnya pemahaman remaja terhadap kesehatan reproduksi berpotensi memicu perilaku seksual menyimpang dan meningkatkan rasa tidak aman (insecure) yang berdampak negatif pada kesehatan mental dan sosial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengenai pentingnya kesehatan reproduksi dalam upaya mencegah rasa insecure dan membentuk perilaku sehat sejak dini. Program ini dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dengan metode edukasi interaktif berbasis gamifikasi bertajuk "LEVEL UP: Misi Sehat Remaja", yang menggabungkan drama edukatif, permainan interaktif, dan diskusi reflektif. Kegiatan dilakukan di salah satu SMP mitra dengan melibatkan siswa kelas VII dan VIII serta guru Bimbingan dan Konseling sebagai pendamping. Evaluasi program menggunakan pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa mengenai kesehatan reproduksi serta kesadaran diri terhadap pentingnya menjaga perilaku sehat. Respon peserta terhadap metode gamifikasi sangat positif karena materi disampaikan secara menyenangkan dan sesuai konteks usia. Namun, ditemukan bahwa penyampaian materi oleh guru BK masih terbatas sehingga perlu dukungan pelatihan lanjutan. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pendidikan kesehatan reproduksi yang disampaikan secara kontekstual dan inovatif efektif dalam mencegah rasa insecure dan membentuk sikap positif remaja terhadap kesehatan reproduksi.
Layanan Kesehatan Mental melalui Friday and Fun (FrindaFun) dalam Menangani Deprivasi pada Lansia Alda Anggoro Kasih; Fitriyatul Mahfudloh; Dwika Muhammad Ansori; Muhammad Rizky Ramdani; Muhammad Khusni Mubarok Jaelani; Dina Putri Anggraini; Vinisha Rahma Syahada
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Deprivasi sosial dan emosional merupakan tantangan signifikan yang dialami oleh lansia, terutama ketika interaksi social menurun dan dukungan emosional dari lingkungan berkurang. Kondisi ini dapat menimbulkan gangguan mental seperti kesepian, kecemasan, hingga depresi. Artikel ini membahas inovasi layanan kesehatan mental melalui program Friday and Fun, yaitu sebuah pendekatan berbasis aktivitas sosial- emosional yang dilakukan setiap hari Jumat secara rutin. Program ini dirancang untuk menciptakan suasana menyenangkan, meningkatkan interaksi sosial, serta memperkuat ikatan emosional antar lansia melalui berbagai kegiatan seperti permainan kelompok, seni, terapi tawa, dan diskusi ringan. Melalui pendekatan ini, lansia didorong untuk lebih aktif secara sosial, merasa dihargai, dan memiliki semangat hidup yang lebih tinggi. Hasil awal menunjukkan bahwa program Friday and Fun efektif dalam mengurangi gejala deprivasi serta meningkatkan kualitas hidup lansia secara keseluruhan. Artikel ini merekomendasikan penerapan program serupa di berbagai komunitas sebagai bentuk intervensi kesehatan mental yang preventif dan humanis bagi lansia.
Self Talk sebagai Upaya Resiliensi Ibu dengan Baby Blues Rossi Muhammad Iqbal; Oktavia Kartikasari; Putri Sulistyawati; Ainun Nisa Muharromah; Satria Rahmat Hidayat
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena baby blues merupakan kondisi psikologis yang umum dialami oleh ibu pasca melahirkan, ditandai dengan gejala emosional seperti kesedihan, kecemasan, dan mudah tersinggung. Kondisi ini, jika tidak ditangani dengan tepat, dapat berdampak pada hubungan ibu dan bayi serta proses adaptasi ibu dalam peran barunya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran self talk sebagai strategi resiliensi bagi ibu yang mengalami baby blues. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, menggunakan sumber dari buku, jurnal ilmiah, artikel, dan skripsi terkait periode 2010-2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa self talk, khususnya yang bersifat positif, dapat membantu ibu memahami dan mengelola emosinya secara lebih adaptif. Self talk memberikan pengaruh signifikan terhadap pola pikir, perasaan, hingga perilaku individu, serta mampu memperkuat kepercayaan diri dan motivasi. Kesimpulannya, self talk dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi mandiri yang efektif untuk meningkatkan resiliensi psikologis ibu pascapersalinan dalam menghadapi baby blues.
Peran Generasi dalam Fenomena FOMO: Dampaknya Terhadap Adiksi Media Sosial Happy Novriyanti Purwadi; Novita Dwi Wulan Suci; Dieta Nurrika; Kamaluddin Latief
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Media sosial berfungsi sebagai platform komunikasi dan pertukaran informasi, namun dapat pula memicu perilaku negatif seperti adiksi media sosial. Indonesia merupakan salah satu negara dengan pengguna media sosial tertinggi ketiga secara global dengan rata-rata penggunaannya lebih dari 2 jam 24 menit per hari. Penelitian bertujuan untuk melihat faktor generasi dan Fear of Missing Out (FoMo) terhadap adiksi media sosial di Indonesia. Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional yang dilakukan pada Juli hingga September 2024 dengan google form yang disebar melalui WhatsApp, Instagram, Facebook, TikTok, dan Twitter (x). Populasi penelitian adalah pelajar dan pekerja berusia lebih atau sama dengan 15 tahun. Sampel pada penelitian berjumlah 437. Variabel paparan adalah generasi dan FoMo. Variabel hasil adalah adiksi media sosial. Analisis yang digunakan yaitu distribusi frekuensi dan uji chi square. Hasil: Berdasarkan hasil analisa data dengan uji chi-square hubungan generasi dengan adiksi media sosial diperoleh nilai p value=0,000. Serta Ada hubungan signifikan antara FoMo dengan adiksi media social didapati nilai p value= 0,000. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media sosial mengadopsi sikap dan perilaku yang tidak menyenangkan seperti adiksi.
Pengembangan dan Uji Validitas Isi Media Edukasi Gizi Berupa Buku Saku Personal Hygiene untuk Pencegahan Diare bagi Anak Sekolah Dasar Fathiya Nuraini Azizah; Setyaningrum Rahmawaty
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Prevalensi diare pada anak sekolah cukup tinggi, sementara media edukasi terkait personal hygiene masih terbatas. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan media edukasi gizi berupa buku saku personal hygiene untuk pencegahan diare bagi anak sekolah dasar yang valid sesuai penilaian pakar. Metode: Tiga tahapan research and development (R&D) yaitu analysis, design, development (ADD) digunakan untuk mengembangkan buku saku. Content validity index (CVI) diuji oleh pakar gizi, media, dan bahasa (masing-masing 3 orang) untuk menilai kelayakan isi buku. Hasil: Buku saku berjudul personal hygiene untuk pencegahan diare bagi anak sekolah dasar didesain memakai Canva Pro dan ibis Paint X dengan ukuran A6, jumlah halaman 31, warna yang digunakan hijau, putih, coklat, kuning, biru, dan merah, serta memakai font lazord sans serif, shikhand, super foods ukuran 9-20. Nilai CVI untuk gizi, media, dan bahasa, masing-masing sebesar 1, 1, dan 0,93 yang berarti sangat layak. Simpulan: media edukasi gizi berupa buku saku personal hygiene yang dikembangkan layak digunakan sebagai media literasi gizi terkait personal hygiene untuk anak sekolah dasar.
Analisis Kualitas Laboratorium di SMA Negeri 4 Jambi dalam Mencapai Standar Nasional Pendidikan (SNP) Eka Metha Natalia; Kayla Thahira; Ririn Fatma Sari; Muhammad Rafif Pulungan; Jamiah Tul Hanifah; Neneng Lestari
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laboratorium memiliki peran yang sangat penting dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Laboratorium berfungsi sebagai tempat untuk membuktikan teori-teori yang telah dipelajari, sehingga keberadaannya harus dikelola dan dijaga dengan baik. Pengelolaan laboratorium IPA di sekolah-sekolah mengacu pada standar yang telah ditetapkan dalam Permendiknas No. 24 Tahun 2007. Namun, sebagian besar laboratorium sekolah belum sepenuhnya memenuhi standar tersebut. Oleh karena itu, dilakukan penelitian terhadap Laboratorium IPA di SMA Negeri 4 Kota Jambi dengan tujuan untuk menganalisis, mengidentifikasi, dan mengoptimalkan laboratorium tersebut baik dari segi kualitas maupun sarana dan prasarana agar dapat mencapai standar nasional sesuai Permendiknas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Langkah awal dilakukan dengan kunjungan langsung ke laboratorium untuk melakukan pengamatan, dilanjutkan dengan wawancara bersama kepala laboran guna memperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai kondisi laboratorium. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sarana dan prasarana laboratorium sudah sangat memadai. Fasilitas yang tersedia telah tergolong baik, meskipun masih terdapat beberapa aspek yang perlu diperbaiki. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Laboratorium IPA SMA Negeri 4 Kota Jambi telah memenuhi standar Permendiknas No. 24 Tahun 2007, meskipun belum secara menyeluruh, dengan persentase pencapaian rata-rata sebesar 84,82%.
Hubungan antara Dukungan Keluarga dan Faktor Predisposisi dengan Keaktifan Ibu Balita di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Tumpaan Minahasa Selatan Chreisye K. F. Mandagi; Dumilah Ayuningtyas
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Melalui kegiatan posyandu, status gizi anak dapat dipantau sejak dini. Namun demikian masih didapati rendahnya keikutsertaan masyarakat dalam posyandu sehingga menyebabkan dampak negative pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan faktor predisposisi dengan keaktifan ibu balita di posyandu. Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tumpaan dari Bulan Juni sampai November 2024. Populasi penelitian mencakup seluruh ibu balita di desa tersebut yang memiliki anak berusia ≥ 12 bulan, berjumlah 65 orang yang dijadikan sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Uji hipotesis menggunakan Chi-square. Hasil: Uji hipotesis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dengan p-value 0,018 < 0,05, sikap dengan p-value 0,000 < 0,05, pendidikan dan keaktifan kunjungan dengan p-value 0,038 < 0,05, pekerjaan dengan p-value 0,000 < 0,05, dukungan keluarga dengan p-value 0,002 < 0,05. Simpulan: Dari hasil penelitian sangat diharapkan ibu aktif dalam kegiatan posyandu dengan membawa anak balitanya mengikuti jadwal kunjungan pada kartu menuju sehat (KMS) dan untuk posyandu dapat melakukan kegiatan interaktif untuk ibu balita.
Gambaran Pengetahuan Pencegahan Hipertensi pada Remaja Dusun Wonosari Qorri Putri Mahfudhoh; Ainaya Fatihah; Widya Herawati; Amara Wahyu Alfiana; Ajeng Faninda Fitri Ardiani; Bunga Cintantya Rudisty; Nur Riqqah Maulita; Tri Ismiyati; Anisa Catur Wijayanti
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan terjadinya peningkatan pada tekanan darah pada seseorang dengan sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dalam perkiraan waktu pengukuran selama lima menit dalam keadaan seseorang yang cukup istirahat atau tenang. Penyakit ini telah menjadi masalah utama dalam kesehatan masyarakat yang ada di Indonesia maupun di beberapa negara yang ada di dunia. Salah satu upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan pada remaja adalah melalui penerapan gaya hidup yang sehat. Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang perilaku pencegahan Hipertensi melalui penyuluhan kesehatan. Metode: Metode yang digunakan pada dalam kegiatan pengabdian ini adalah melalui penyuluhan kesehatan melalui ceramah menggunakan media poster. Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan peserta mengenai pencegahan hipertensi. Hasil: Skor pengetahuan rata-rata peserta meningkat dari 5,15 pada pre-test menjadi 8,54 pada post-test. Selain itu, jumlah peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 53,8% menjadi 92,3% setelah penyuluhan. Simpulan: Dengan Demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini berhasil mencapai tujuan utamanya, yaitu meningkatkan pengetahuan dan perilaku pencegahan hipertensi di kalangan remaja Dusun Wonosari.

Page 9 of 13 | Total Record : 125