cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
ISSN : -     EISSN : 26565757     DOI : -
Core Subject :
Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat adalah Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 125 Documents
Model Multikomponen Pencegahan Hipertensi berbasis Komunitas: Integrasi Aktivitas Fisik, Edukasi Nutrisi Rendah Garam, dan Penguatan Akses Deteksi Dini melalui Tensi Corner Ana Noviana Ramadhan; Syalwa Fitria Wurandhani; Aini Dzuriyati Salma; Futikhah Rizqiyani; Assyifa Hasna Jauza; Fauziah Nurulita Addin; Lia Ayu Meylani; Mawaliya Najwa Sabrina; Asti Lathifat; Siti Halimah Fitriani; Susanti Alfitri Annisa; Dwi Linna Suswardany; Sri Utami
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi dan tingkat kesadaran rendah di masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan dan perilaku pencegahan hipertensi melalui model multikomponen berbasis komunitas. Metode pelaksanaan terdiri atas tiga komponen utama, yaitu: (1) edukasi kesehatan melalui demonstrasi pembuatan rolade tahu wortel rendah garam, (2) peningkatan aktivitas fisik dengan senam hipertensi bagi lansia, dan (3) penguatan deteksi dini melalui pembentukan Tensi Corner di tingkat RW. Kegiatan dilaksanakan di Desa Tegalsari, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, pada Oktober 2025 dengan melibatkan masyarakat usia ≥30 tahun, lansia, dan kader kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 70% peserta memahami pentingnya diet rendah garam, dua Tensi Corner aktif terbentuk di RW 1 dan RW 2, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemeriksaan tekanan darah dan kegiatan fisik rutin. Selain itu, senam hipertensi terbukti meningkatkan kebugaran dan kesadaran lansia dalam menjaga kestabilan tekanan darah. Secara keseluruhan, program ini menunjukkan bahwa pendekatan multikomponen yang melibatkan edukasi, aktivitas fisik, dan deteksi dini efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan, memberdayakan masyarakat, serta memperkuat upaya pencegahan hipertensi berkelanjutan di tingkat komunitas.
Gerakan Pengendalian Hipertensi berbasis Kearifan Lokal melalui Pemberdayaan Kader Kesehatan Kesehatan, PKK, dan Lansia di Desa Karakan, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo Erina Nafisyasyari; Andika Fajar Dwi Saputra; Radi Tia Sintia Dewi; Devia Nadia Kirana; Alfi Fadillah; Eka Inggrit Nur Hayati; Ajeng Puja Ningtyas; Intan Marisa; Nurlita Buana Jati; Mayang Hean Fadhilah; Mellyani Puspita Sari; Noor Alis Setyadi
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi masih Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kejadian hipertensi pada lansia di Desa Karakan, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, yang disertai rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan serta pengendalian hipertensi. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian masyarakat melalui pemberdayaan Kader Kesehatan kesehatan, PKK, dan lansia berbasis kearifan lokal. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan bentuk kegiatan berupa penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi faktor risiko hipertensi, pelatihan pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT), edukasi gizi seimbang, pelatihan akupresur, serta demonstrasi pembuatan jamu tradisional WANTI "Wedangan Anti Hipertensi" dari bahan lokal seperti jahe, daun salam, dan seledri. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta baik pada Kader Kesehatan PKK maupun lansia, dengan nilai pre-test dan post-test menunjukkan perbedaan bermakna (p<0,05). Rata-rata pengetahuan Kader Kesehatan meningkat sebesar 7,6% dan pada lansia sebesar 21,13%, diikuti dengan peningkatan keterampilan Kader Kesehatan dalam praktik akupresur, perhitungan IMT, dan pembuatan jamu herbal. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme tinggi terhadap penerapan pengobatan tradisional berbasis tanaman lokal yang mudah dilakukan secara mandiri. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam upaya pengendalian hipertensi, memperkuat peran Kader Kesehatan sebagai penggerak utama kesehatan masyarakat, serta mendorong pelestarian kearifan lokal dalam praktik promotif dan preventif. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan berbasis kearifan lokal efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pencegahan serta pengendalian hipertensi secara mandiri dan berkelanjutan.
Penyuluhan Kesehatan dan Demonstrasi Minuman Anti Hipertensi sebagai Alternatif Minuman Sehat untuk Mengelola Hipertensi Masyarakat Dusun 2 Desa Karanganyar Hanifah Auliya Fatin; Sherly Oktafiani; Marissa Usie Shania Devi; Hawa Eqyan Shifana; Adelia Lisa Andriyani; Sela Nurul Hikmah; Farizky Aji Nugroho; Fadillah Tri Hapsari; Bilqis Rahma Yantika; Selvi Tri Ardani; Marfita Arda Anggraini; Sasa Ocstarista Laksana Bintang; Salsabila Purnamasari
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di Dusun 2 Desa Karanganyar, Kecamatan Weru, akibat rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan pengendaliannya. Kegiatan penyuluhan dan pemaksaan pembuatan minuman herbal anti hipertensi melalui program DEMI NANTI (Demonstrasi Minuman Anti hipertensi) dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengendalian tekanan darah secara alami. Metode kegiatan meliputi penyuluhan interaktif dengan media leaflet, pemaparan langsung pembuatan dua jenis minuman herbal berbahan dasar nanas–kencur dan mentimun–jeruk nipis, serta evaluasi pengetahuan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil uji Paired Sample T-Test terhadap 78 responden menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada rata-rata nilai pengetahuan peserta, dari 50,77% menjadi 96,41% (p = 0,000 < 0,05) . Hal ini membuktikan bahwa kombinasi edukasi dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hipertensi serta mendorong penerapan gaya hidup sehat. Program ini juga memperkuat pemanfaatan bahan lokal sebagai alternatif pengendalian hipertensi yang mudah, murah, dan alami.
Peningkatan Pengetahuan Kader Posyandu tentang Hipertensi melalui Edukasi dan Pemanfaatan Daun Kelor sebagai Teh Herbal di Desa Karangmojo Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo Mochammad Faiq Abdillah; Alda Nabila Permata Sari; Amalia Natasyafira; Rahma Nur Amalia; Pumaya Vintarnuari Tria Choirinnisa; Ghefira Nazma Arroyan; Tazky Aulia Faradina; Wilansari Asih; Dhea Destiana; Halimah Muhtar; Yossa Windira; Sri Darnoto
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi, merupakan kondisi ketika tekanan darah meningkat secara tidak normal. Hipertensi dikenal sebagai "Silent Killer" karena sering kali tidak menimbulkan gejala, namun dapat menyebabkan komplikasi apabila tidak terdeteksi. Secara global, hipertensi masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama di dunia. Metode: Intervensi dilakukan melalui penyuluhan dan demonstrasi pembuatan teh daun kelor sebagai upaya non-farmakologis pencegahan hipertensi menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test yang menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan kader tentang hipertensi serta tindak lanjut penerapan hasil edukasi di masyarakat. Hasil: Dengan adanya edukasi tentang hipertensi serta pemanfaatan daun kelor ini para kader akan mendapatkan pengetahuan tentang faktor risiko hipertensi dan bagaimana mengenali hipertensi, serta meningkatkan keterampilan kader dalam mengolah daun kelor menjadi teh herbal. Melalui edukasi dan praktik pengolahan daun kelor menjadi teh herbal, kegiatan ini memperkuat kesadaran masyarakat dalam mengelola faktor risiko hipertensi, mencegah komplikasi, dan menciptakan lingkungan keluarga yang lebih sehat. Dari kegiatan tersebut diketahui bahwa terjadi peningkatan pengetahuan tentang hipertensi dari 53,8 % meningkat menjadi 91,9 %. Simpulan: Dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat lebih sadar dalam mengelola faktor risiko hipertensi dan melakukan pencegahan secara mandiri dan berkelanjutan melalui konsumsi teh daun kelor serta pengelolaan pola hidup sehat.
Pemanfaatan QGIS dalam Penentuan Wilayah Prioritas dan Pelaksanaan Kerja Bakti Bebas Jentik di Dusun Babadan, Desa Karangmojo Savira Nur Azizah; Yuli Kusumawati; Ananda Triana Ayuningtyas; Tyra Fitriya; Navisa Winayu Fitriani; Azka Hayyina Nur Faizah; Siti Rahma Fatkhiyah; Febriola Andriana; Danang Pangestu; Shahieza Kanza Putri Maharani; Nadhila Nur Anggrahini; Haniifah Husni Zaaidah
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya kasus DBD adalah rendahnya Angka Bebas Jentik (ABJ) di lingkungan masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan DBD dan melakukan pemetaan wilayah risiko menggunakan Quantum Geographic Information System (QGIS) di Dusun Babadan, Desa Karangmojo, Kecamatan Weru. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi pencegahan DBD, kerja bakti bebas jentik, pemberian bubuk abate dan ikan pemakan jentik, serta pemetaan spasial kasus dan titik positif jentik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan partisipasi masyarakat dalam gerakan PSN 3M Plus, serta tersusunnya peta sebaran kasus dan jentik sebagai acuan wilayah prioritas intervensi. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi antara pendekatan edukatif dan teknologi pemetaan spasial efektif dalam memperkuat pengendalian DBD berbasis masyarakat.

Page 13 of 13 | Total Record : 125