cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
ISSN : -     EISSN : 26565757     DOI : -
Core Subject :
Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat adalah Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 125 Documents
Hubungan Akses Informasi dan Pengetahuan Pedagang tentang Bahan Tambahan Berbahaya pada Jajanan SD di Wilayah Kecamatan Laweyan Surakarta Dewi Salsabila Widyawati Nadhiva; Windi Wulandari
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keamanan pangan jajanan anak sekolah merupakan isu penting di Indonesia. Pengetahuan pedagang tentang bahan tambahan berbahaya diduga dipengaruhi oleh akses informasi yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara akses informasi dengan pengetahuan pedagang tentang bahan tambahan berbahaya pada jajanan di sekitar sekolah dasar Kecamatan Laweyan, Surakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasional kuantitatif melalui pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh pedagang jajanan di 12 SD wilayah Kecamatan Laweyan; sampel berjumlah 80 pedagang diambil dengan teknik Accidental Sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner dengan skala Guttman untuk akses informasi dan pengetahuan. Uji validitas menghasilkan 33 butir valid dari 65 butir; nilai Cronbach's Alpha = 0,817. Analisis menggunakan uji Chi-Square dengan bantuan SPSS. Hasil menunjukkan sebagian besar pedagang memiliki akses informasi baik (52,5%), sementara pengetahuan terbagi merata antara kategori baik dan kurang baik (50%). Uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara akses informasi dengan pengetahuan pedagang (p = 0,073). Data pendukung deskriptif diperoleh dari uji laboratorium menggunakan test-kit pada 140 sampel jajanan. Dari 140 sampel, ditemukan 3 sampel positif bahan tambahan berbahaya (2,1%) yaitu 1 sampel formalin (tahu bulat) dan 2 sampel Rhodamin-b; boraks dan Methanil Yellow tidak terdeteksi. Temuan ini menunjukkan bahwa akses informasi saja belum cukup meningkatkan pengetahuan pedagang; diperlukan pendekatan edukatif yang lebih terarah dan intensif.
Hubungan Tingkat Stres dengan Kejadian Hipertensi pada Masyarakat di Kecamatan Banjarsari Nidya Elsa Dwi Ananda Putri; Ria Muslima Wati; Lutfiana Azzahra; Amelia Fitra Insani; Anisa Catur Wijayanti; Widya Galih Puspita
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan masalah kesehatan masayarakat yang menjadi penyebab utama penyakit kardiovaskular di dunia. Prevalensi hipertensi di Indonesia masih tinggi, termasuk di Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta yang memiliki kasus hipertensi tertinggi di Kota Surakarta. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan hipertensi adalah stres. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat stres dengan kejadian hipertensi pada masyarakat usia produktif di Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta. Metode: Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2026 di tujuh kelurahan di Kecamatan Banjarsari dengan jumlah sampel sebanyak 300 responden berusia 15-64 tahun yang dipilih menggunakan metode two-stage cluster sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner DASS-21 dan pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher's Exact. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (58,3%), berusia 26-35 tahun (32,7%), dan berpendidikan SMA (41,7%). Sebagian besar responden berada pada kategori tidak stres (97,7%), sedangkan tekanan darah terbanyak berada pada kategori prehipertensi (46,7%). Hasil uji Fisher's Exact menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kejadian hipertensi (p-value = 1,00). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat stres tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian hipertensi pada masyarakat usia produktif di Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta.
Prevalensi Kecacingan pada Siswa Sekolah Dasar Pascapengobatan Massal Kecacingan di Bombana dan Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara Rais Yunarko; Yona Patanduk; Syarif Hidayat; Nungki Hapsari Suryaningtyas; Alfin Harjuno Dwiputro
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Infeksi kecacingan akibat Soil-Transmitted Helminths (STH) paling umum terjadi pada anak usia sekolah di daerah tropis dan subtropis. Infeksi parasit usus dapat menurunkan status kesehatan, nutrisi, kecerdasan, produktivitas, dan kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi STH pada anak sekolah dasar pascapengobatan massal di Bombana dan Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah anak sekolah dasar kelas 2 dan 3 di Bombana dan Kolaka Utara. Spesimen yang dikumpulkan adalah sampel tinja yang diperiksa dengan metode langsung di bawah mikroskop. Dilakukan wawancara kepada wali responden terkait dengan umur dan riwayat minum obat antelmintik. Hasil: Sebanyak 151 siswa di Bombana dan 156 siswa di Kolaka Utara dipilih secara acak untuk berpartisipasi dalam penelitian ini dan memberikan sampel tinja. Hasil pemeriksaan tinja menemukan bahwa prevalensi STH di Bombana adalah 2% dan di Kolaka Utara 7%. Spesies yang ditemukan di Bombana adalah Trichuris trichiura dan di Kolaka Utara adalah Ascaris lumbricoides dan T. trichiura. Umur dan jenis kelamin tidak mempunyai hubungan dengan infeksi cacing STH. Riwayat mengonsumsi obat antelmintik dalam kurung dari satu tahun berhubungan dengan kejadian infeksi cacing STH di Kabupaten Kolaka Utara, dan mempunyai kecenderungan di Bombana.Kesimpulan: Prevalensi kecacingan di Kabupaten Bombana adalah 2% dan di Kolaka Utara 7%. Masih ditemukannya infeksi cacing STH dan khususnya infeksi T. trichiura, menunjukkan bahwa pengendalian dan pencegahan STH selain melakukan pengobatan massal perlu diperkuat dengan edukasi higiene, perbaikan sanitasi, dan intervensi kesehatan lingkungan.
Peran Mediasi Sindrom Metabolik dalam Hubungan antara Generasi dan Sarkopenia: Studi Multisenter pada Populasi Perkotaan di Jakarta, Indonesia Bryan Anna Wijaya; Fiona Valencia Setiawan; Ajeng Tias Endarti; Yohanes Firmansyah; E Ernawati
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Peningkatan populasi usia lanjut disertai dengan meningkatnya beban gangguan muskuloskeletal, termasuk sarkopenia, yang kini dipahami sebagai kondisi multifaktorial dan tidak terbatas pada usia lanjut. Peran sindrom metabolik sebagai mediator dalam hubungan antara generasi dan sarkopenia masih belum banyak dikaji, terutama pada populasi perkotaan. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain potong lintang multisenter pada populasi perkotaan di Jakarta. Sampel ditentukan dengan metode total sampling (n=1551), dan analisis data dilakukan menggunakan korelasi Spearman serta Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil: Ditemukan bahwa generasi berasosiasi positif dengan sindrom metabolik (β=0,276), dan sindrom metabolik berasosiasi kuat dengan sarkopenia (β=0,590), sementara hubungan langsung generasi dengan sarkopenia menunjukkan arah negatif (β=-0,375), yang mengindikasikan adanya mediasi tidak konsisten. Model menjelaskan 36,6% variasi sarkopenia (R²=0,366). Kesimpulan: Sindrom metabolik berperan sebagai mediator penting dalam hubungan antara generasi dan sarkopenia, sehingga pengendalian faktor metabolik sejak usia dini menjadi strategi kunci dalam pencegahan sarkopenia.
Hubungan Kebiasaan Diet Makanan Junk Food di Usia Dini terhadap Perkembangan Tingkat Kecerdasan Kognitif Anak Usia Sekolah Dasar: Systematic Literature Review Laela Fauziyah; Gurdani Yogisutanti; Catur Aji Wibowo
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsumsi makanan cepat saji atau makanan ultra-proses (junk food) pada usia dini meningkat secara global dan berdampak terhadap perkembangan kognitif anak. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bukti empiris mengenai hubungan antara kebiasaan diet junk food pada masa prasekolah dan usia sekolah dasar dengan tingkat kecerdasan kognitif anak. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada delapan database (PubMed, Scopus, ScienceDirect, MDPI, WHO, Springer, Nature, dan Frontiers) untuk periode tahun 2013-2025. Seleksi alur PRISMA telah diidentifikasi dari 8 data base diperoleh 32 artikel,sebanyak 3 artikel duplikat dihapus, tersisa 29 artikel,kemudian 29 artikel diskrining berdasarkan judul dan abstrak menggunakan kriteria inklusi (artikel penelitian asli, populasi anak prasekolah/SD, bahasa Indonesia/Inggris, outcome kognitif). Sebanyak 18 artikel dikeluarkan karena topik berbeda, outcome tidak sesuai (emosi, perilaku, status gizi), populasi salah (remaja/dewasa), studi pada hewan, atau bukan artikel penelitian tersisa 11 artikel yang menjadi Eligibility: dari 11 artikel dinilai kelayakan full-text-nya dengan kriteria inklusi yaitu sesuai tujuan penelitian, desain kuantitatif, mengukur kognitif atau akademik sebagai outcome dan memiliki data yang dapat diekstrak. Sebanyak 7 artikel dikeluarkan karena desain kualitatif, atau merupakan systematic review/narrative review bukan studi primer tersisa 4 artikel dengan pendekatan kuantitatif yang dianalisis lebih lanjut, terdiri dari 1 studi ex post facto, 1 studi longitudinal cohort, dan 2 studi cross-sectional. Hasil menunjukkan adanya hubungan negatif yang konsisten antara konsumsi makanan junk food dan hasil kognitif atau akademik anak. Mekanisme yang diusulkan meliputi kekurangan mikronutrien, peradangan sistemik, dan gangguan metabolik akibat pola makan tinggi gula dan lemak. Kesimpulan: Pengendalian konsumsi makanan ultra-proses sejak usia dini penting untuk mendukung perkembangan kognitif anak usia sekolah dasar.
Strategi Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan Reproduksi dalam Pencegahan Perilaku Seksual Berisiko pada Remaja: Literature Review Fathiyah Aulia Mumtaz; Mifthah Muliani Lubis; Een Kurnaesih
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan reproduksi remaja masih menjadi isu prioritas karena tingginya risiko perilaku seksual yang berdampak pada kesehatan fisik, psikologis, dan sosial. Mutu pelayanan kesehatan reproduksi berperan penting dalam upaya pencegahan perilaku seksual berisiko pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi dan sintesis bukti ilmiah mengenai strategi peningkatan mutu pelayanan kesehatan reproduksi dalam pencegahan perilaku seksual berisiko pada remaja. Metode: Literature Review berdasarkan pedoman Preffered Reporting Items for Systematic Reviews and Meta Analyses (PRISMA), diperoleh 10 artikel penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dari basis data Google Scholar, PubMed dan DOAJ (Directory of Open Access Journals) dengan fokus pada strategi peningkatan mutu pelayanan kesehatan reproduksi dalam pencegahan perilaku seksual berisiko pada remaja. Data diekstraksi meliputi identitas penelitian (penulis, tahun, dan lokasi), karakteristik responden, bentuk intervensi atau strategi peningkatan mutu pelayanan, serta temuan utama terkait pencegahan perilaku seksual berisiko pada remaja. Hasil: Hasil literature review mengidentifikasi empat tema utama, yaitu akses dan pamanfaatan layanan kesehatan reproduksi remaja; hambatan dan tantangan dalam pelayanan kesehatan reproduksi remaja; faktor pendukung peningkatan mutu pelayanan kesehatan reproduksi remaja; strategi dan upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan reproduksi remaja. Simpulan: Mutu pelayanan kesehatan reproduksi remaja masih dipengaruhi oleh berbagai hambatan seperti stigma, keterbatasan sumber daya, dan belum optimalnya implementasi PKPR, meskipun terdapat faktor pendukung dan strategi peningkatan layanan. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menilai efektivitasnya dalam menurunkan perilaku seksual berisiko pada remaja.
Pengaruh Konten Edukasi pada Akun TikTok @kanshue terhadap Pengetahuan Followers tentang Kesehatan Mulut dan Gigi Tata Dewi Kartika; Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan media sosial menjadikannya sebagai sarana efektif dalam penyebaran informasi kesehatan. TikTok sebagai platform dengan jangkauan pengguna yang luas di Indonesia memiliki potensi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, khususnya terkait kesehatan mulut dan gigi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konten edukasi pada akun TikTok @kanshue terhadap pengetahuan pengikutnya mengenai kesehatan mulut dan gigi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 119 responden yang dipilih menggunakan kriteria tertentu. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner tertutup yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sedangkan analisis data menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten edukasi berada dalam kategori cukup baik (54,6%) dan tingkat pengetahuan pengikut berada dalam kategori baik (78,2%). Uji regresi menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara konten edukasi terhadap pengetahuan pengikut dengan p-value sebesar 0,012 dan koefisien determinasi sebesar 53,5%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa konten edukasi pada akun TikTok @kanshue berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan pengikut mengenai kesehatan mulut dan gigi, meskipun kontribusinya masih terbatas sehingga diperlukan peningkatan kualitas penyajian konten agar lebih efektif dan mudah dipahami.
Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan terkait Hipertensi dengan Tekanan Darah pada Masyarakat di Kecamatan Jebres Salsabila Widi Ayuningtyas; Asyifa Nanda Fico; Najma Azizah Nurrahmah; Alya Tsurrayya
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang berkontribusi besar terhadap morbiditas dan mortalitas, serta dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya tingkat pengetahuan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan terkait hipertensi dengan tekanan darah pada masyarakat di Kecamatan Jebres. Metode: Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan sistem door to door, wawancara dengan responden. Sampel penelitian sebanyak 300 responden yang berusia >20 tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner Hypertension Knowledge-Level Scale (HK-LS) untuk mengukur tingkat pengetahuan dan pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter digital. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 172 (57,3%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan terkait hipertensi dengan tekanan darah pada masyarakat di Kecamatan Jebres (p=0,362). Meskipun mayoritas responden memiliki pengetahuan yang baik, kondisi tekanan darah dipengaruhi oleh berbagai faktor lain. Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan terkait hipertensi dengan tekanan darah pada masyarakat di Kecamatan Jebres.
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Tekanan Darah pada Usia Dewasa di Wilayah Kerja Puskesmas Gambirsari Kota Surakarta: Studi Cross-Sectional Amira Amalia Rodam; Aprilia Aldrianingtyas; Melia Putri Azkania; Fahrizal Adiansyah Abiyanto; Anisa Catur Wijayanti; Widya Galih Puspita
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berkontribusi besar terhadap morbiditas dan mortalitas akibat penyakit kardiovaskular. Aktivitas fisik merupakan salah satu faktor risiko dapat diubah yang berperan dalam pengendalian tekanan darah. Namun, hasil penelitian terkait hubungan aktivitas fisik dan tekanan darah masih menunjukkan hasil yang tidak konsisten. Tujuan: Mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah pada usia dewasa di wilayah kerja Puskesmas Gambirsari Kota Surakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan survei cepat epidemiologi. Sampel sebanyak 300 responden usia 20–59 tahun dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Aktivitas fisik diukur menggunakan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) WHO 2016, sedangkan tekanan darah diukur menggunakan tensimeter. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik tinggi (37,3%) dan berada pada kategori prehipertensi (58,7%). Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah (p=0,358). Kesimpulan: Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan tekanan darah pada populasi penelitian. Faktor lain seperti usia dan faktor gaya hidup lainnya kemungkinan berperan lebih dominan.
Faktor Internal dan Eksternal yang Berhubungan dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Novia Indriani Sudharma; Tri Yunis Miko Wahyono; Evi Martha; Harsheena Gobind
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Diabetes merupakan penyakit yang berlangsung lama dan mempunyai kecenderungan untuk timbulnya komplikasi, yang akan berdampak pada kualitas hidup pasien diabetes. Beberapa hal yang mempengaruhi kualitas hidup pasien diabetes baik faktor dari internal pasien sendiri seperti karakteristik pasien diabetes, karakteristik penyakit diabetes yang diderita, faktor personal, faktor psikologis, faktor metabolik, maupun faktor dari luar (eksternal) pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien diabetes yang berkunjung ke Puskesmas di Jakarta Selatan. Metode: Mixed-method penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan desain sekuensial eksplanatori. Penelitian kuantitatif melalui cross sectional dilakukan pada pasien diabetes yang datang berobat ke Puskesmas secara consecutive non random sampling, untuk menganalisis faktor internal dan eksternal yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien diabetes dan dianalisis dengan regresi logistik berganda, sedangkan penelitian kualitatif dilakukan pada 9 informan pasien yang memiliki kualitas hidup kurang dan 5 informan pasien dengan kualitas hidup baik, untuk menjelaskan mengenai perawatan mandiri (self-care) yang dilakukan pasien, dengan analisis tema. Hasil. Faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien diabetes adalah diabetes distress domain kesulitan dengan dokter (aOR 4.79 95% CI 1.44-15.96); diabetes distress domain beban emosional (aOR 3.99 95% CI 1.47-10.81); Self-care latihan fisik/olah raga (aOR 1.99 95% CI 1.11-3.61); serta self-care domain perawatan kaki (aOR 0.39 95% CI 0.21-0.74). Hasil: kualitatif didapatkan adanya kesulitan melakukan pengelolaan diabetes mandiri pada pasien-pasien dengan kualitas hidup yang kurang, dengan tema-tema yaitu kurangnya pengetahuan/persepsi, kesibukan, emosional, dan kurangnya edukasi. Sementara itu, pasien dengan kualitas hidup yang baik, dapat melakukan perawatan mandiri karena faktor pengalaman, pengetahuan, keluarga, dan adanya motivasi emosional. Simpulan. Diabetes distress dan perilaku perawatan mandiri berhubungan dengan kualitas hidup pasien diabetes, setelah dikontrol variabel lainnya. Kesulitan melakukan perawatan mandiri berkaitan dengan kurangnya pengetahuan/persepsi, kesibukan, emosional, dan kurangnya edukasi.

Page 11 of 13 | Total Record : 125