cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 509 Documents
ANALISIS KARAKTERISTIK SOSIAL DAN EKONOMI PEDAGANG DI PASAR PLOSO DESA LOSARI KECAMATAN PLOSO KABUPATEN JOMBANG ISKANDAR DZUL QORNAIN ZEIN, MUHAMMAD
Swara Bhumi Vol 5, No 01 (2017): Volume 05 Nomor 01 Yudisium 90
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Menurut data Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Ploso dari komposisi pedagang di pasar Ploso lebih banyak pedagang dari luar kecamatan Ploso dari pada yang berasal dari kecamatan Ploso. Pedagang los (Tanpa atap) kebanyakan adalah asal kecamatan Ploso, sedangkan jenis kios dan toko kebanyakan adalah luar kecamatan. Tercatat dari 454 pedagang 165 pedagang berasal dari kecamatan Ploso dan 289 pedagang berasal dari luar kecamatan Ploso, hal ini dikarenakan disamping dari segi sosial yakni perbedaan daerah asal pedagang yang mempengaruhi hubungan sesama anggota pedagang, pelanggan dan klien juga dikarenakan perbedaan dari segi ekonomi atau hubungan pedagang dengan tersedianya pasokan-pasokan barang dan uang yakni modal dan pendapatan antar pedagang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat sosial dan ekonomi pedagang yang berasal dari kecamatan Ploso dan luar kecamatan Ploso, menganalisis motif pedagang asal kecamatan Ploso dan luar kecamatan Ploso berdagang di pasar Ploso. Jenis penelitian  ini adalah penelitian survei. Lokasi penelitian adalah di pasar Ploso desa Losari kecamatan Ploso kabupaten Jombang. Populasinya adalah 454 pedagang dengan sampel 78 pedagang yang berasal dari kecamatan Ploso dan 135 pedagang dari luar kecamatan Ploso. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan skoring dengan skala interval untuk mengetahui tingkat sosial dan ekonomi pedagang yang berasal dari kecamatan Ploso dan luar kecamatan Ploso serta mengetahui tingkat motifnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat sosial dan ekonomi pedagang yang berasal dari kecamatan Ploso tergolong sedang, sedangkan  pedagang yang berasal dari luar kecamatan Ploso tergolong tinggi. Tingkat motif pedagang untuk memanfaatkan fasilitas pasar Ploso yang berasal dari kecamatan Ploso tergolong sedang, sedangkan dari luar kecamatan Ploso tergolong tinggi. Kata kunci : Tingkat Sosial dan Ekonomi, Tingkat Motif, Pedagang Kecamatan  Ploso dan Pedagang Luar Kecamatan Ploso di Pasar Ploso. Abstract According to data of UPTD ( Regional Technical Implementation Unit) in Ploso Market, the number of the sellers in Ploso market who come from another area of ploso is more than sellers from ploso. ‘Los’ sellers (without roof) mostly come from Ploso while sellers who have stalls and shops mostly come from another area of ploso. Recorded from 454, 165 sellers who come from Ploso and 289 another area of Ploso. That happens because of social aspects, the difference of sellers’s domicile which affect to relationships among sellers, customers and clients. It is also caused by difference of aconomical aspects, relation between sellers with  the availability of goods supplies and money, capital and income among sellers The purposes in this study was to analyze the social and economical level of sellers coming from Ploso and another area of Ploso and to analyze the motives between sellers coming from Ploso and another area of Ploso. The type of this research was a survey research. The settings of this research was in Ploso Market, Losari-Ploso-Jombang. The population were 454 sellers in which the sample consisted of 78 sellers coming from Ploso and 135 from another area of Ploso. Data collection techniques in this study were using  observation, interview and documentation. While data analysis technique used scoring data analysis with interval scale on measurement scale to determine the social and economical levels of sellers coming from Ploso and another area of Ploso. And to know their motive level. The results of this research showed that the social and economical level of sellers coming from Ploso were classified as medium. While the social and economical level of sellers coming from another area of Ploso was classified  as high. And motive level of sellers coming from Ploso was classified as medium. While the motive level of sellers from another area of Ploso was classified as high. Keywords: Social and economical level, motive level, sellers who come from Ploso and another area of Ploso
ANALISIS POTENSI PENGEMBANGAN TAMAN KOTA SEBAGAI RUANG PUBLIK DI KOTA MADIUN (STUDI MULTIKASUS DENGAN PENDEKATAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS) Kartikasari, Fani
Swara Bhumi Vol 5, No 01 (2017): Volume 05 Nomor 01 Yudisium 90
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Taman kota merupakan bagian dari ruang terbuka yang dimanfaatkan sebagai kegiatan publik. Taman Lapangan Demangan, Taman Bantaran, dan Taman Alun-Alun berpotensi untuk dijadikan sebagai ruang publik. Ketiga taman tersebut belum bisa berfungsi secara optimal sebagai ruang publik karena kurang lengkapnya fasilitas publik yang disediakan bagi masyarakat untuk melakukan berbagai aktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana alternatif prioritas potensi pengembangan taman kota sebagai ruang publik di Kota Madiun, dilihat dari kriteria : Jumlah Pengunjung, Sarana dan Prasarana, Kemanfaatan, Pendukung Kegiatan, Aksesibilitas, Letak dan Lokasi dengan alternatif Taman Lapangan Demangan, Taman Bantaran, dan Taman Alun-Alun. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan operasi matematis. Lokasi penelitiannya adalah di Kota Madiun, dengan sumber data dari narasumber yang expert di bidang tata kota yaitu : DKP (Dinas Kebersihan dan Pertamanan), BAPPEDA (Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah), DIBUDPARPORA (Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olah Raga), Dosen Universitas Merdeka Madiun, dan anggota masyarakat. Penelitian ini analisis datanya menggunakan teknik analisis data AHP (Analytical Hierarchy process) dengan program Expert Choice. AHP merupakan salah satu teknik pengambilan keputusan, dimana operasi hitung pada AHP bersifat matematis. Proses keputusan kompleks dengan AHP dapat diuraikan menjadi keputusan-keputusan lebih kecil yang dapat ditangani dengan mudah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk kriteria persentase tertinggi yaitu jumlah pengunjung sebesar 39,2% dan alternatif Taman Lapangan Demangan sebesar 50,6%.  Jumlah pengunjung yang datang ke Taman Lapangan Demangan tidak terbilang banyak. Kondisi dari taman tersebut yang kurang terawat sehingga masyarakat jarang mengunjungi taman tersebut. Taman Lapangan Demangan diharapkan tetap terjaga baik dari segi fisik, karena apabila pengunjung kurang merasa puas dari apa yang dapat dirasakan dan terdapat di taman kota tersebut maka keinginan pengunjung untuk mendatangi taman kota ini menjadi berkurang. Taman Lapangan Demangan di Kota Madiun lebih diprioritaskan untuk dikembangkan sebagai ruang publik karena lebih luas dibandingkan taman-taman yang lain, aksesibilitas yang mudah, serta sarana dan prasarana yang lengkap dimungkinkan untuk ditingkatkan dengan cara menambah fasilitas penunjang taman kota sebagai ruang publik dan juga memperbaiki serta memelihara sarana dan prasarana yang sudah ada. Kata Kunci : Potensi, Taman Kota, Ruang Publik, AHP   Abstract City park is part of the open space used as a public activity. Those three parks can’t be functioned optimally as public space due to lack of complete public facilities provided for the community to conduct various activities. This study aimed to determine how to prioritize city park development potential as public space in Madiun City, by criteria given as follows: the number of Visitors, Infrastructures, Usefulness, Activity Support, Accessibility,  Setting and Location with alternatives, that was Demangan Square Park, Bantaran Parks , and Square Park . This research was a qualitative research using mathematical operations. The location of research was in Madiun City, with the sources of the data from persons who were experts in city planning : DKP (Department of  Hygiene and Gardening), BAPPEDA (Regional Planning and Development Agency)), DIBUDPARPORA (Tourism, Culture Youth and Sport  Agency), Lecturer of Madiun Merdeka University, and members of the community. Analysis of data used AHP (Analytical Hierarchy Process) with Expert Choice program. AHP was one of the decision making techniques, in which the arithmetic operation on AHP was mathematical. Complex decision processes could be decomposed into smaller decisions that can be handled easily with AHP. The results showed that the highest percentage criteria for the number of visitors was 39,2% and an alternative Demangan Square Park was 50,6%. The number of visitors who came to Demangan Square Park was not a lot. This was because the condition of the park was not well maintained so that people were reluctant to visit the park. Demangan Square Park was expected to stay well in terms of physical, because if visitors were less satisfied with the city park, the desire of visitors to visit the city park was reduced. Demangan Square Park in Madiun City was prioritized to be developed as a public space because it was more extensive than other parks, easy accessibility, complete facilities and infrastructure was possible to be improved by adding city park support facilities as public spaces and also improving and maintaining existing facilities and infrastructure. Keywords : Potential, City Park, Public Space, AHP
ANALISIS POTENSI PENYEBAB KONFLIK PADA PEMILIHAN KEPALA DESA  (STUDI KASUS DI DESA TLAMBAH KECAMATAN KARANG PENANG KABUPATEN SAMPANG) ROMLAH, SITI
Swara Bhumi Vol 5, No 01 (2017): Volume 05 Nomor 01 Yudisium 90
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak                  Desa Tlambah merupakan salah satu desa yang sering terjadi konflik pilkades di sampang. Konflik pilkades yang terjadi di desa Tlambah selalu terjadi antara Tlambah barat dan Tlambah timur dalam setiap pemilihan kepala desa berlangsung. Adanya Pembagian wilayah desa Tlambah barat dan wilayah Tlambah timur, dibagi pula wilayah kekuaasannya. Sehingga adanya gap kedua wilayah menyebabkan terjadinya konflik politik selama proses pemilihan kepala desa. Berdasarkan uraian diatas maka peneliti tertarik untuk mengetahui potensi penyebab konflik melalui studi kasus di desa Tlambah Kecamatan Karang Penang Kabupaten Sampang, sehingga penelitian ini berjudul “Analisis Potensi Penyebab Konflik Pada Pemilihan Kepala Desa (Studi Kasus  di Desa Tlambah Kecamatan Karang Penang Kabupaten Sampang )”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan potensi penyebab konflik pada pemilihan kepala desa melalui studi kasus di desa Tlambah kecamatan Karang Penang kabupaten Sampang terdiri dari : a) Faktor tokoh masyarakat dan Kyai, b) Eksistensi daerah, c) Status sosial, d) keterlibatan aktor.                Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan studi kasus dimana peneliti akan menggunakan berbagai sumber data yang digunakan untuk meneliti, menguraikan, dan menjelaskan secara konperhensif berbagai aspek individu, kelompok, program, organisasi dan peristiwa secara sistematik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisi data menggunakan tiga tahapan yaitu reduksi, penyajian, dan kesimpulan yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara dengan informan yang di pilih dengan teknik purposive dan snowball sampling.                Hasil penelitian menunjukkan potensi penyebab konflik pilkades di desa Tlambah disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, hegemoni masyarakat terhadap tokoh kyai dan tokoh bajing. Peran tokoh bajing dan kyai dalam pemilihan kepala desa mempunyai peran yang sama yaitu mengarahkan pemilih pada sosok calon kepala desa yang baik. Prakteknya tokoh bajing berkampanye di masyarakat dengan sistem politik pelopor atau politik kehadiran dengan bersilaturrahmi ke rumah penduduk  dengan menawarkan calon yang diusungnya, tidak jarang pula menggunakan money politic dan ancaman. Kyai lebih menggunakan politik dakwah dan pengajian umum dalam mengajak masyarakat dalam memilih calon yang diusung. Kedua, primodialisme yang masih sangat kental antara Tlambah barat dan timur, ingin menjadikan putra asli daerahnya sebagai kades. Ketiga, praktek patron klient yang terjadi di masyarakat disebabkan oleh rendahnya pendidikan, dan tingginya angka pengangguran sehingga masyarakat memilih berdasarkan patokan dan money politic. Keempat, ekonomi politik pilkades Tlambah yang menyebabkan pilkades Tlambah menjadi mahal karena adanya aktor-aktor yang berjudi. Jalannya perjudian relatif sederhana tapi mematikan. Preman akan mendatangi masyarakat yang mendukung pasangan calon lain untuk ditantang bertaruh dengan nilai uang atau taruhan seluruh kekayaan (harta) yang dimiliki tokoh. Sehingga dalam proses pilkades jika dirasa calon yang didukung kalah maka dihawatirkan akan terjadi konflik pilkades.   Kata Kunci : Potensi Penyebab Konflik Pada Pemilihan Kepala Desa, Hegemoni, Patron-Klient Abstract                  Tlambah is one of villages in Sampang where the electoral conflict for village head often happens. Conflict of village head election in Tlambah commonly occurs between West and East Tlambah. As a result of division between West and East Tlambah, the territory of both villages is also divided. Thus, there is gap that causes political conflict during election. Based on the elaboration above, the researcher was interested to know the potential causes of conflict through case study in Tlambah Village Karang Penang Sub-district Sampang Regency. Therefore, the researcher took study entitling “Analyzing Potential Causes of Conflict in Village Head Election(Case Study in Tlambah Village Karang Penang Sub-district Sampang Regency)”. The purpose of this study was to describe potential causes of conflict in village head election through case study in Tlambah Village Karang Penang Sub-district, Sampang Regency that consisted of: a) factors of socialites and sheiks b) the existence of region c) social status d) the involvement of actors.   Method of this research was qualitative with case stud. the researcher gathered various sources of data to observe, elaborate, and explain the aspects of individual, group, program, organization, and event comprehensively and systematically. To collect the data, the researcher used observation, interview, and documentation. Data analysis technique of this study used three stages that are reduction, presentation, and conclusion obtained from the result of observation and interview with the chosen informant by using purposive and snowball sampling techniques. The result of this study showed that potential conflict in village head election caused by several things: First, hegemony in society towards sheiks and socialites. Socialites and sheiks had the same role in village head election by directing voters to such potential candidate for village head. Practically, socialites did campaign by visiting villagers and offering the candidate whom they supported. In most cases, they also used money politics and threat. Where as, sheiks were more likely to persuade people for choosing candidate whom they supported. Second, very strong primordialism between West and East Tlambah desperately wanted to make the local candidate as village head. Third, the practice of patron client happened because of low education level and high unemployment rate so that people voted according to standard and money politic. Fourth, as a consequence of the actors who liked to do gambling, the political economy of Tlambah village head election was expensive. Gambling ran relatively simple yet it was pathetic. Hoodlums would challenge villagers who supported other competing candidate pairs to prepare amount of money or all the wealth the actors hadon the winner of village head election. Therefore, if the candidate lost in the process of village head election, worrying to conflict happening  in village head election might be risen.   Keywords: Potential causes of conflict in village head election, Hegemoni, Patron-Client
STUDI KASUS TENTANG DAERAH ASAL DAN MOTIVASI SANTRI MONDOK DI PONDOK PESANTREN DARUL ULUM DESA PETERONGAN KECAMATAN PETERONGAN KABUPATEN JOMBANG MUAWANAH, ABIDAH
Swara Bhumi Vol 5, No 01 (2017): Volume 05 Nomor 01 Yudisium 90
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pendidikan adalah hal pokok yang akan menopang kemajuan suatu bangsa. Lembaga pendidikan pesantren memiliki posisi stategis dalam dunia pendidikan di Indonesia. Kabupaten Jombang merupakan pusat pondok pesantren di tanah Jawa karena hampir seluruh pendiri pesantren di Jawa pernah berguru di Jombang. Beberapa pondok pesantren yang terkenal dan merupakan pusat penyebaran Islam di Kabupaten Jombang adalah Pondok Pesantren Tebuireng, Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras, dan Pondok Pesantren Darul Ulum. Jumlah santri terbesar yang berasal dari luar Kabupaten Jombang dari keempat pondok pesantren tersebut adalah Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan Jombang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang daerah asal dan motivasi santri mondok di Pondok Pesantren Darul Ulum Desa Peterongan Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang. Populasi penelitian ini adalah seluruh santri di Pondok Pesantren Darul Ulum yang berasal dari luar Kabupaten Jombang yaitu sebanyak 5689 santri. Jumlah sampel ditentukan dengan menggunakan tabel Isaac dan Michael yaitu sebanyak 257 responden, sedangkan teknik pengambilan sampel dilakukan secara proporsional. Pengumpulan data dilakukan dengan angket. Teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan prosentase dan teknik analisis skoring. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar santri Pondok Pesantren Darul Ulum berasal dari luar Kabupaten Jombang dalam Provinsi Jawa Timur (57,59%). Alasan santri memilih mondok sebagian besar karena disuruh orang tua atau keluarga (72,37%). Motivasi santri memilih mondok sebagian besar untuk mendapatkan barokah Kyai (43,97%), sedangkan motivasi santri memilih mondok di Pondok Pesantren Darul Ulum sebagian besar karena fasilitas pendidikannya lengkap (56,81%). Harapan santri setelah lulus dari Pondok Pesantren Darul Ulum sebagian besar ingin mendapatkan ilmu yang bermanfaat (52,53%). Sebagian besar fasilitas Pondok Pesantren Darul Ulum dalam kondisi baik dan memadai. Pola mobilitas sebagian besar santri Pondok Pesantren Darul Ulum pulang ke daerah asal sebanyak dua kali dalam satu tahun selama lebih dari tiga minggu yaitu bertepatan pada libur semester dan tujuan kepulangannya adalah ingin bertemu dengan keluarga.   Kata kunci : Motivasi, Fasilitas Pesantren, Mobilitas Santri.   Abstract Education is important element to support national development. Educational institution like Islamic boarding schools has strategic position in the education. Jombang as the center of the Islamic boarding school in Java where most of founder of boarding school in Java ever studied in Jombang. Among  most those Islamic boarding school and the center of Islamic taught were  Mambaul Maarif Denanyar, Bahrul Ulum Tambak Beras, and Darul Ulum Islamic boarding school and only darul ulum Islamic boarding school at peterongan jombang has the biggest number of santri. The purposes of this study were to examine about the hometown of the santri and the motivation of to stay at  Darul Ulum Islamic boarding school Peterongan Jombang. The population of all santri at Darul Ulum Islamic boarding school who come from the outside of Jombang are 5689 respondents,. The number of sample are determined using Isaac and Michael tables were 257 respondents selected proportionally by sampling technique. Data collection technique was questionnaire. The analysis technique used quantitative descriptive and scoring analysis technique. The results showed that most of the santri or students of Darul Ulum Islamic Boarding School came from the outside of Jombang in East Java (57.59%). The reason of the santri or students to stay was because of their parent and family (72,37%). Motivation was to get blessing of Kyai (43,97%), whereas the motivation of santri to choose Darul Ulum Islamic boarding school because the education facilities were completed (56,81%). Santri expected to get useful knowledge after graduation (52,53%). The most of  the Darul Ulum Islamic boarding school Facility is in good condition and sufficient. The most santri  Darul Ulum Islamic boarding school went home twice in a year for more than three weeks on the semester holiday and the reason was to meet their family.   Keywords: Motivation, Islamic boarding school Facility, Mobility of the santri.
PENGELOLAAN LINGKUNGAN OLEH MASYARAKAT NELAYAN SESUDAH PEMBANGUNAN PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) DI DESA CAMPUREJO KECAMATAN PANCENG KABUPATEN GRESIK RAHMAWATI, DIAN
Swara Bhumi Vol 5, No 01 (2017): Volume 05 Nomor 01 Yudisium 90
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Wilayah pesisir merupakan wilayah yang mempunyai potensi sumber daya alam yang melimpah, namun  wilayah pesisir juga mempunyai kelemahan yaitu dijadikan tempat pembuangan berbagai limbah industri maupun sampah dari aktifitas manusia. Adanya pembangunan PPI dibangun sesuai dengan kebutuhan masyarakat nelayan Campurejo, namun dampak dari pembangunan juga dapat mempengaruhi ekosistem yang ada di kawasan pesisir dan sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah : Untuk mengetahui pengelolaan lingkungan masyarakat nelayan sesudah pembangunan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di Desa Campurejo Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian berada di Desa Campurejo Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik, sampel yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 73 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data deskriptif dan dibantu dengan menggunakan alat bantu SPSS for windows 16. Hasil Penelitian menujukkan bahwa pengelolaan lingkungan oleh masyarakat nelayan desa Campurejo tergolong buruk, hal ini dapat dilihat dari bagaimana masyarakat dalam perilaku mengelola sampah. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa 57,5% masyarakat tidak pernah memisahkan sampah basah dan kering, 58,5% masyarakat lebih memilih membuang sampah dari pada mengolah atau menjual, 35,6% membuang sampah 3 kali seminggu, 69,9% masyarakat sudah membuang limbah cair di septic tank rumah masing-masing, 98,6% tidak mempunyai industri/usaha, 63% masyarakat 5-6 kali melakukan kegiatan di PPI dan 57,5% pernah menjadikan pantai menjadi tempat sampah. Partisipasi langsung seperti kegiatan penyuluhan, 93,2% masyarakat tidak pernah mengikuti penyuluhan tentang pengelolaan lingkungan, 52,2% tidak pernah melakukan kerja bakti, 67,1% tidak pernah membersihkan sampah di kawasan pantai, 84,9% tidak pernah menanam mangrove. Partisipasi tidak langsung 67,1% pernah memberikan kontribusi utuk pengelolaan lingkungan dan 100% tidak pernah menyediakan alat untuk kegiatan pengelolaan. Enegi dalam pengelolaan lingkungan 98,6% menggunakan solar untuk kegiatan melaut dan tingkat kesulitan dalam memperoleh BBM sebesar 56,2% mudah dalam memperoleh BBM. Mayoritas masyarakat nelayan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari sebesar 80,8% sudah terpenuhi. Kata Kunci: Pengelolaan Lingkungan, Nelayan, Pangkalan Pendaratan Ikan   Abstract   Coastal area is an area which has abundant potential of natural resources, but it was also used as garbage dump of various industrial and family waste. In addition, the fish landing port built for the need of fishermen can also affect the existing ecosystem in coastal area. The purpose of this study iwas to know or find out the management of fishers’ enviroment after fish landing port was built in Campurejo village Panceng subdistrict Gresik district. The design of research used was survey research with quantitative approach. This research location was Campurejo village, Panceng subdistrict, Gresik district. The sample taken in this research was 73 people. Techniques of data collection were interview, observation, and documentation. While the technique of data analysis used was descriptive, supported by using a tool called SPSS for windows 16. The result of this research indicated that the enviromental management of fishers in Campurejo village was bad. It could be seen from how  people’s or society’s behaviour in managing them . Result showed that 57,5% of society never separated between wet and dry waste, 58,5% of society prefered throwing the waste to processing or selling it, 35,6% of them threw it 3 times a week, 69,9 % of them had a septic tank in their home as a place of exile of liquid waste, 98,6% had no business, 63% of society do their activities in the fish landing port 5 or 6 times and 57,5% ever used beach as a garbage dump. Direct participation such as counseling activities, showed that 93,2% of society never participated in program about enviromental management, 52,2% never did communal work, 67,1% never cleaned up the waste in coastal area, 84,9% never planted mangroves. While indirect participation, the result was 67,1% who gave  contribute to the enviromental management, and 100% never provided tools for management activities. Energy used for enviromental management is diesel oil, 98,6% of them was used  togo sea. Level of difficulty in obtaining the fuel was 56,2% easy to get it. In fulfilling their needs, 80,8% of the fishers have  fulfilled their daily needs.. Keywords : Enviromental Management, Fisher, Fish Landing Port.
PERSEPSI MASYARAKAT DESA PULOREJO TERHADAP PASAR DAWARBLANDONG KABUPATEN MOJOKERTO RACHMAD, BUDI
Swara Bhumi Vol 5, No 01 (2017): Volume 05 Nomor 01 Yudisium 90
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kecamatan Dawarblandong memiliki pasar tradisional, yaitu Pasar Dawarblandong. Pasar tersebut terletak di Desa Pulorejo yang dikelola oleh pemerintah desa setempat. Pasar Dawarblandong didirikan pada tahun 2009 dan belum berfungsi secara maksimal. Berdasarkan dari hasil survei diketahui bahwa jumlah kios yang berada di Pasar Dawarblandong sejumlah 216 buah kios, namun sampai saat ini hanya 22 atau 20% kios yang ditempati oleh pedagang. Pedagang yang berada di pasar sampai saat ini tidak mengalami pertambahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi masyarakat Desa Pulorejo terhadap Pasar Dawarblandong Kabupaten Mojokerto. Populasi penelitian ini adalah pedagang yang tinggal di Desa Pulorejo sebanyak 317 orang pedagang dengan sampel sebanyak 76 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan dijelaskan secara kualitatif. Hasil penelitian ini dapat dilihat sebagai berikut: 1) 61,84% responden berpendapat bahwa harga sewa kios di Pasar Dawarblandong mahal, 2) 43,42% berpendapat kondisi listrik di Pasar kurang layak, 3) 44,73% berpendapat kondisi air di kamar mandi pasar buruk, 4) 42,11% berpendapat kebersihan kamar mandi pasar kotor, 5) 42,11% berpendapat kondisi tempat parkir di pasar kurang layak, 6) 47,37% berpendapat tempat ibadah atau mushola di pasar kurang layak. Berdasarkan hasil analisis dari keseluruhan variabel bahwa yang paling berpengaruh terhadap persepsi masyarakat Desa Pulorejo terhadap Pasar Dawarblandong adalah harga sewa kios yang terlalu mahal. Pedagang di Desa Pulorejo lebih memilih berdagang di rumah masing-masing agar tidak perlu mengeluarkan biaya untuk menyewa kios dan lebih efisien serta efektif dari pada berdagang di pasar yang baru dibangun. Para pedagang juga takut jika berdagang di pasar pelanggan mereka menjadi berkurang. Kata kunci : Persepsi pedagang, harga sewa kios Abstract Dawarblandong sub-district has a traditional market, namely Dawarblandong market. That traditional market located in Pulorejo Village which manage by local village government. Traditional market of dawarblandong was built in 2009 and it hasn’t functioned optimally yet. Based on the result of survey, total of the stand on this market is 216 stands, but till now only 22 stands or 20% stand which functioned by merchant. There is no addition on the number of merchant. This research aims to determine perception of pulorejo village population on traditional market of dawarblandong in Mojokerto District. The population of this research is 317 merchants, and 76 merchants was for sampled. The technique of data collection is interview and documentation. This research is using quantitative descriptive analyzing and describe by qualitative way. The result of this research are: 1) 61,84 respondents have perception that cost of rent on Dawarblandong traditonal market is expensive. 2) 43,42% have perception that electrical at Dawarblandong traditonal market is unworthy 3) 44,73% have perception that water condition is unhealthy 4) 42,11% have perception that toilet at Dawarblandong traditional market is dirty 5) 42,11% have perception that parking area condition is unsafe 6) 47,37% have perception that prayer room is unworthy. Based on the result of all variables analyzing, expensive cost to rent is the most influence on perception of the population. Merchant on Pulorejo village is choosing to sell commodities in their own house so they don’t pay a cost for stand rent and more effective efficient than using stand at market which built a moment ago. Merchants also have a fear if they using stand at that market it will decrease their customer Keywords: Perception of merchant, stand rental price
PENGARUH FASILITAS BELAJAR, LINGKUNGAN KELUARGA, DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA IPS SMA NEGERI SE-KABUPATEN JOMBANG Faradilla,
Swara Bhumi Vol 5, No 01 (2017): Volume 05 Nomor 01 Yudisium 90
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Hasil belajar dipengaruhi oleh  beberapa faktor. Faktor yang dapat mempengaruhi  hasil belajar diantaranya adalah fasilitas belajar, lingkungan keluarga, dan motivasi belajar siswa. Mata pelajaran Geografi dibutuhkan tingkat pemahaman yang tinggi untuk memahami materi-materi didalamnya. Hal itu harus didukung dengan fasilitas belajar yang memadai, dibutuhkan dukungan dari lingkungan keluarga dan motivasi belajar dari siswa itu sendiri.Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui apakah terdapat pengaruh pengaruh fasilitas belajar, lingkungan keluarga, dan motivasi belajar terhadap hasil belajar Geografi siswa IPS SMAN Se-Kabupaten Jombang baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 3556  siswa IPS kelas X, XI, XII SMAN Se-Kabupaten Jombang. Sampel penelitian berjumlah 360  reponden dengan tingkat kesalahan 5%) dipilih dengan teknik random sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dan sebelumnya telah diuji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan dari fasilitas belajar, lingkungan keluarga, dan motivasi belajar baik secara parsial maupun simultan terhadap hasil belajar Geografi siswa IPS SMAN Se Kabupaten Jombang. Secara parsial, hasil uji regresi linier berganda untuk variabel fasilitas belajar memberikan pengaruh sebesar 0,358 atau sebesar 44,69%, untuk variabel lingkungan keluargamemberikan pengaruh sebesar 0,160 atau sebesar 19,97%, sedangkan untuk variabel motivasi belajar memberikan pengaruh sebesar 0,283 atau sebesar 35,33%. Secara simultan, nilai Adjusted R Square sebesar 0,420 atau sebesar 42% hasil belajar dipengaruhi oleh fasilitas belajar, lingkungan keluarga, dan motivasi belajar, Sisanya 58% dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel yang digunakan dalam penelitian ini. Kata Kunci: Fasilitas Belajar, Lingkungan Keluarga, Motivasi Belajar, Hasil Belajar      Abstract Learning outcomes are influenced by several factors. Factors that can affect learning outcomes are learning facilities, family environment, and student learning motivation. Geography subjects, a high level of understanding was required to comprehend the materials. It should be supported with adequate learning facilities. It also required support from the family environment and student learning motivation themselves. The purpose of this research was to determine the level of influence between learning facilities, family environment, and learning motivation to the Geography learning outcomes of social students at SMAN of Jombang both partially and simultaneously. The research was a quantitative research using data were collected with questionnaires and documentation.The population in this study were 3556 students of class X, XI, XII social science class at SMAN Jombang. The sample of the study were360 respondents with error rate of 5% selected by random sampling technique. Analysis was conducted using multiple regression analysis previously tested classical assumptions. The results of research showed that there was significant influence of learning facilities, family environment, and learning motivation as partially or simultaneously to the Geography learning outcomes of social students at SMAN Jombang. Partially, the result of multiple linear regression test for learning facilities variable was 0,358 or equal to 44,69%, for family environment variable was 0,160 or equal to 19,97%, whereas for motivation learning variable was 0,283 or equal to 35 , 33%. Simultaneously, the value of Adjusted R Square of 0.420 or equal to 42% of learning outcomes was affected by learning facilities, family environment, and learning motivation. While58% the rest influenced by other variables outside the variables that were used in this research. Keywords : Learning Facilities, Family Environment, Learning Motivation, Learning Outcomes
KAJIAN TENTANG PERBATIKAN DI KAMPUNG BATIK DESA PASESEH KECAMATAN TANJUNG BUMI KABUPATEN BANGKALAN ARIESTA D., INTAN
Swara Bhumi Vol 5, No 01 (2017): Volume 05 Nomor 01 Yudisium 90
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak    Sentra kerajinan batik menjadi wisata budaya yang banyak dijadikan destinasi oleh para wisatawan baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Salah satunya berada di Kampung Batik Desa Peseseh Kecamatan Tanjung Bumi yang merupakan daerah industri batik terbesar di Kabupaten Bangkalan. Masih ada kendala dari wisata batik Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan berkaitan dengan tingkat kunjungan wisatawan yang tergolong rendah dan cenderung mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapat wisatawan tentang batik, strategi pedagang sekaligus pengrajin batik, dan aksesbilitas menuju Kampung Batik Desa Paseseh Kecamatan Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan. Penelitian ini menggunakan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pedagang sekaligus pengrajin batik dan wisatawan di Kampung Batik Desa Paseseh Kecamatan Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan. Pedagang sekaligus pengrajin batik terdapat sebanyak 20 orang yang semuanya digunakan sebagai responden. Sampel wisatawan ditentukan dengan metode Accidental Sampling dan dibatasi jumlahnya yaitu 50 orang. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan scoring skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapat wisatawan mengenai batik termasuk dalam kategori harga murah, kualitas bagus, corak sangat menarik, warna sangat menarik, kuantitas banyak dan kesan sangat senang. Strategi pedagang sekaligus pengrajin batik termasuk dalam kategori promosi kurang tepat, pemasaran luas, cara pembayaran kurang mudah, jaringan sedikit, tenaga kerja sangat terampil dan inovasi sangat jarang. Aksesbilitas dari pusat kota Bangkalan rendah karena termasuk dalam jarak jauh dan waktu tempuh lama walaupun biayanya tergolong murah. Aksesbilitas dari pusat kota Sampang termasuk sangat rendah karena jaraknya sangat jauh, waktu tempuh sangat lama dan biaya mahal.   Kata kunci: batik, pendapat wisatawan, strategi pedagang, aksesbilitas     Abstact   Batik craft center is one of the destinations visited by both domestic and foreign tourists. One of the biggest batik industries is Kampung Batik, located in Peseseh Village, Tanjung Bumi subdistrict, Bangkalan district. The obstacles happened was the level of tourist arrivals that was classified as low and tended to decrease from year to year. This research aimed to analyze the opinions of tourists about batik, trader strategy as well as batik craftsmen, and accessibility to Kampung Batik Paseseh Village, Tanjung Bumi subdistrict, Bangkalan district. This research uses survey method. The population in this study was all traders as well as batik craftsmen and tourists. The 20 treaders and batik were selected as respondents. Tourist samples were determined by Accidental Sampling method and limited by 50 persons. Sources of data in this research using primary and secondary data sources. Data collection was observation, interview and documentation. Data analysis technique using descriptive quantitative method with Likert scale scoring. The results showed that according batik was cheap prices, good in quality, very attractive patterns, very attractive colors, many product inventory and the impression very pleased. Merchant strategies as well as batik craftsmen were inappropriate promotional categories, extensive marketing, less easy payment methods, fewer networks, highly skilled workforce and innovation are very rare. The accessbility from district of Bangkalan is low because it is included in long distance and long travel time although the cost is cheap. Meanwhile, the accessbility from district of Sampang including very low because the distance is very far, the travel time is very long and expensive.   Keywords: batik, the opinions of tourists, trader strategy, accessibility 
PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR SISWA ANTARA SMP NEGERI 1 SIDOARJO DAN SMP NEGERI 6 SIDOARJO DILIHAT DARI JARAK TEMPAT TINGGAL DAN WILAYAH AKADEMIS SEKOLAH NISA, CHOIRUN
Swara Bhumi Vol 5, No 01 (2017): Volume 05 Nomor 01 Yudisium 90
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGEMBANGAN LKS BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING MATA PELAJARAN IPS KOMPETENSI DASAR 3.4 MEMAHAMI PENGERTIAN DINAMIKA INTERAKSI MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN ALAM, SOSIAL, BUDAYA, DAN EKONOMI KELAS VII DI SMP AL-ISLAH SURABAYA AISYATUL HIDAYAH, ANIK
Swara Bhumi Vol 5, No 01 (2017): Volume 05 Nomor 01 Yudisium 90
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran IPS banyak memuat materi yang bersifat abstrak dan menuntut hafalan yang kurang disukai oleh siswa terutama pada materi kompetensi dasar 3.4 memahami pengertian dinamika interaksi manusia dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi. Dimana banyak materi sejarah yang menggunakan istilah-istilah sulit. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan oleh siswa dan guru IPS menyatakan bahwa selama ini buku yang digunakan oleh siswa kurang menarik dan berisikan penjelasan yang sangat panjang sehingga kurang menarik minat baca siswa dikarenakan kurangnya ilustrasi dan contoh-contoh permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan siswa disekitarnya. Hal ini didukung dengan ketuntasan klasikal hasil belajar siswa di SMP Al-Islah Surabaya tergolong rendah.              Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui kelayakan LKS pembelajaran IPS yang telah dikembangkan 2) Untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah diberikan LKS Problem Based Learning (PBL). 3) Untuk mengetahui respon siswa terhadap LKS Problem Based Learning (PBL) yang telah dikembangkan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan model ADDIE yang mempunyai 5 tahapan yaitu Analyze (Menganalisis), Design  LKS Design (Mendisain), Develop (Mengembangkan), Implement (Melaksanakan), Evaluate (Menilai)   Penelitian ini dilakukan di kelas VII E sebagai kelas eksperimen dan VII F sebagai kelas kontrol. Metode pengumpulan data menggunakan telaah perangkat pembelajaran, hasil belajar siswa (pretest-posttest) dan angket siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) LKS berbasis Problem Based Learning (PBL) menurut ahli LKS mendapat presentase sebesar 88,33 % menurut skala likert tergolong “sangat layak” dan menurut ahli materi isi dalam LKS berbasis Problem Based Learning (PBL) mendapat presentase sebesar 81,66 % yang menurut skala likert tergolong “sangat layak 2) Berdasarkan pengolahan data menggunakan uji T-Test diperoleh hasil berbeda antara kelas eksperimen sebesar 81,25 dan kelas kontrol sebesar 75,16. Artinya kelas yang menggunakan LKS berbasis Problem Based Learning (PBL) mendapat nilai yang lebih tinggi dibandingkan kelas yang tidak menggunakan. 3) Respon siswa terhadap adanya LKS berbasis Problem Based Learning (PBL) ini juga sangat positif. Dilihat dari hasil respon siswa yang didapat dari pengisian angket didapat presentase sebesar 98,5 %.   Kata kunci: kurikulum 2013, PBL, hasil belajar, respon siswa Abstract                     Social studies contains a lot of material that is abstract and demands memorization that likeless by students. Especially on basic competence materials 3.4 understand the description of the dynamics of human interaction with the natural, social, cultural, and economic environment. Where much of history material uses difficult terms. Based on observations made by students and teachers of social studies. Stated that during this book used by students is less interesting and contains a very long explanation So less interest to read students Due to lack of illustrations and examples of problems related to the lives of the students around them.                     This study aims to 1) know the feasibility of learning LKS IPS that has been developed To know the result of student learning after given LKS Problem Based Learning (PBL). 3) To know the student response to LKS Problem Based Learning (PBL) that has been developed The type of research used is the research of the development of the ADDIE model which has 5 stages: Analyze, Design LKS Design, Develop, Implement, Evaluate This research is conducted in class VII E as an experimental class And VII F as control class. Methods of data collection using the study of learning tools, student learning outcomes (pretest-posttest) and student questionnaires.                     The result of the research shows that 1) Based on Problem Based Learning (PBL) based on LKS expert get 88,33% percentage according to Likert scale is "very feasible" and according to content material expert in LKS based on Problem Based Learning (PBL) get percentage of 81 , 66% which according to Likert scale is "very feasible. Based on data processing using T-Test obtained different results between the experimental class of 81.25 and the control class of 75.16. This means that the class using the LEX based Problem Based Learning (PBL) gets a higher value than the class that does not use Student response to LKS based Problem Based Learning (PBL) is also very positive. Judging from the results of student responses obtained from the questionnaire obtained a percentage of 98.5%   Keywords: Curriculum 2013, PBL, learning outcomes, student responses