cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 509 Documents
KAJIAN PENYEBAB KEJADIAN DIFTERI DI KABUPATEN PASURUAN PUSPITALOKA AYUNING SANJANI, VIA; MARDIANI ZAIN, ITA
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peristiwa Kejadian Luar Biasa merupakan peristiwa yang terjadi di masyarakat yang bermakna epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu. KLB penyakit menular juga terdapat di Indonesia salah satunya wabah penyakit difteri, yang cukup serius khususnya wilayah Jawa Timur. Data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur tahun 2017 menunjukkan bahwa Kabupaten Pasuruan merupakan penyumbang terbesar angka kejadian penyakit difteri di wilayah Jawa Timur yaitu 53 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor ? faktor penyebab kejadian penyakit difteri di wilayah Kabupaten Pasuruan.Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan rancangan case control. Subyek kasus penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang dinyatakan terkena bakteri Corynebacterium diphtheriae dan positif terkena penyakit Difteri dengan matching jarak rumah responden terhadap tempat fasilitas kesehatan. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara dengan kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Data yang diuji menggunakan chi square dan regresi logistik berganda.Hasil analisis menggunakan chi square diketahui bahwa variabel yang berpengaruh signifikan terhadap kejadian penyakit difteri di Kabupaten Pasuruan pada faktor imunisasi adalah variabel Difteri dan Tetanus 1 (p=0,008). Faktor umur memiliki pengaruh signifikan dengan (p=0,000). Faktor jenis kelamin memiliki pengaruh yang signifikan (p= 0,007) dengan odd ratio sebesar 3,86. Faktor pengetahuan memiliki pengaruh yang signifikan (p=0,016) dengan odd ratio sebesar 4,45. Faktor ekonomi memiliki pengaruh yang signifikan (p=0,045) dengan odd ratio sebesar 3,99. Hasil penelitian melalui uji regresi logistik ganda diketahui bahwa variabel yang paling berpengaruh signifikan terhadap kejadian penyakit difteri di wilayah Kabupaten Pasuruan adalah jenis kelamin (p=0,004) dengan odd ratio sebesar 3,86, serta pola persebaran penyakit difteri di Kabupaten Pasuruan ialah pola tidak merata (random pattern) .Kata Kunci : KLB, Difteri, Anaisis Faktor
ANALISIS SEBARAN AIR LIMBAH AKTIFITAS PETERNAKAN SAPI TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI DI DESA BABADAN, KECAMATAN PACE, KABUPATEN NGANJUK AFITA YOLANDA ARI PUTRI, ELENA; , KUSPRIYANTO
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kualitas air yang baik menjadi syarat utama sebagai pendukung berlangsungnya pemenuhan fungsi air untuk mendukung keperluan manusia sehari-hari. Pembuangan limbah peternakan baik limbah padat maupun limbah cair ke badan sungai atau tidak maksimalnya pengolahan limbah peternakan akan menurunkan kualitas air sungai baik secara fisika, maupun kimiawi karena limbah organic memicu oksidasi yang cukup tinggi. Keadaan demikian yang mengakibatkan kualitas air sungai di Desa Babadan, Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk menurun. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan kualitas air sungai yang mengalir sebelum dan sesudah peternakan sapi di Desa Babadan, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk. Kualitas air dianalisis berdasarkan beberapa parameter seperti Fisika dan Kimia. Pencemaran sungai ditandai dengan adanya nilai kulaitas air yang melebihi baku mutu air golongan II seperti Chemical Oxygen Demand (COD), Biological Oxygen Demand (BOD), Total Suspended Solid (TSS), Amonia, Power of Hydrogen (pH), dan Suhu. Pengukuran kualitas air sungai dilakukan dengan observasi lapangan, pengambilan sampel pada enam titik air sungai pada saat musim penghujan, dan pengujian sampel di lapangan juga di laboratorium Balai Riset dan Standarisasi Industri (BARISTAND) Surabaya. Hasil penelitian meunjukkan bahwa pada enam titik sampel yang diuji dan di bandingkan dengan baku mutu air golongan II yang di muat di PP No. 82 Tahun 2001 ditemukan bahwa tingkat pencemaran pada titik B1, C1, C2, dan C3 (aliran sungai setelah peternakan) secara umum lebih tinggi dibandingkan pada titik A1, dan A2 (aliran sungai sebelum peternakan). Tingginya pencemaran ditandai dengan kandungan COD, BOD, TSS, dan Amonia yang melebihi batas ambang baku mutu air golongan II. Kata kunci: Kualitas Air, Pencemaran air, Limbah Organik
POTENSI SUMBER MATA AIR KARST GOA GREMENG UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR DOMESTIK MASYARAKAT UMBULREJO KECAMATAN PONJONG KABUPATEN GUNUNGKIDUL AGUSTINA MS, RETNO; BUDIYANTO, EKO
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bentang lahan karst Gunungsewu tersusun oleh batuan yang didominasi oleh batuan karbonat sehingga sulit ditemukannya aliran air permukaan. Keadaan yang demikian membuat masyarakat Gunungkidul yang berada dikawasan karst banyak memanfaatkan mata air yang keluar dari Goa. Mata air Goa Gremeng merupakan mata air perennial yang mengalir sepanjang tahun yang dimungkinkan dapat menjadi sumber pemenuhan kebutuhan air domestik masyarakat sekitar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besar potensi mata air karst Goa Gremeng untuk pemenuhan kebutuhan air domestik masyarakat Umbulrejo, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul. Pengukuran debit pada mata air karst Goa Gremeng dilakukan dengan metode apung pada saat musim kemarau dan penghujan sebagai data ketersediaan air. Objek untuk pemenuhan kebutuhan air domestik musim kemarau dan penghujan adalah masyarakat disekitar mata air karst Goa Gremeng yaitu meliputi dua dusun, Dusun Blimbing dan Dusun Plalar. Teknik wawancara terstruktur digunakan untuk mendapatkan data penggunaan air domestik masyarakat diwilayah penelitian. Analisis neraca air dilakukan dengan membandingkan ketersediaan air dan kebutuhan air domestik masyarakat diwilayah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan perhitungan debit mata air karst Goa Gremeng pada musim kemarau sebesar 5,2 liter/detik dan musim hujan sebesar 1.719,12 liter/detik. Kebutuhan air domestik masyarakat sekitar mata air karst Goa Gremeng pada musim kemarau sebesar 163 liter/orang/hari. Kebutuhan air domestik masyarakat sekitar mata air karst Goa Gremeng pada musim penghujan sebesar 169 liter/orang/hari. Kondisi neraca ketersediaan air dan kebutuhan air domestik masyarakat disekitar mata air karst Goa Gremeng saat musim penghujan dalam keadaan defisit saat musim kemarau, dan surplus saat musim penghujan serta mampu mencukupi kebutuhan air domestik penduduknya sampai 32x lipat dari jumlah penduduk saat ini. Ditinjau secara temporal neraca mengalami defisit juga surplus. Hasil akumulasi volume air mata air karst Goa Gremeng selama satu tahun tidak akan mengalami defisit. Kata kunci: Debit Air, Ketersediaan Air, Kebutuhan Air Domestik, Mata Air Karst
POTENSI SUMBER MATA AIR KALKAL DAN SUMBER MATA AIR TAMAN DI DESA PAKAAN LAOK KECAMATAN GALIS KABUPATEN BANGKALAN , MUTAMMIMAH; HARIYANTO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kabupaten Bangkalan merupakan wilayah pegunungan yang terlipat dan membentuk antiklinorium yang memanjang dari arah barat ? timur. Daerah ini termasuk perbukitan landai hingga pegunungan berlereng terjal dengan sumber mata air dalam tanah yang melimpah. Kabupaten Bangkalan terdapat beberapan wilayah yang berpotensi kekeringan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan Wilayah Kabupaten Bangkalan memiliki resiko kekeringan yang tinggi salah satunya di Desa Pakaan Laok Kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besar potensi sumber mata air Kalkal dan sumber mata air Taman yang ada di Desa Pakaan Laok Kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan. Analisis potensi sumber mata air di dasarkan pada kemampuan wilayah tersebut dalam mendukung kebutuhan manusia. Potensi sumber mata air suatu wilayah dalam menyediakan air di tentukan dari asupan curah hujan, yang menentukan jumlah air permukaan maupun air bawah permukaan. Jumlah air yang tersedia ditentukan berdasarkan kebutuhan air domestik dan jumlah penduduk. Teknik wawancara terstruktur digunakan untuk menggali data penggunaan air domestik masyarakat. Unit penelitian didasarkan pada dua sumber mata air dan pengguna sumber mata air Kalkal dan sumber mata air Taman. Hasil penelitian ini menunjukkan perhitungan debit sumber mata air dan diperoleh nilai ketersediaan air di dua sumber mata air: sumber mata air Kalkal musim kemarau 423.360 liter/hari, musim penghujan 1.848.960 liter/hari; sumber mata air Taman musim kemarau 648.000 liter/hari, musim penghujan 1.296.000 liter/ hari. Potensi sumber mata air Taman jika dilihat dari hasil perhitungan daya dukung air masih mampu mencukupi kebutuhan air domestik penduduk sekitar sampai 114x lipat dari jumlah pengguna sekarang. Sumber mata air Kalkal mampu menyongkong kebutuhan air domestik penduduk sekitar sampai lebih dari 244x lipat dari jumlah pengguna sekarang. Ketersediaan air di daerah penelitian sangat melimpah, namun distribusi sumber mata air dipengaruhi oleh musim sedangkan kebutuhan air domestik yang cenderung tetap bahkan meningkat sehingga perbandingan keduanya tidak tepat. Perlu diwaspadai terjadi kekurangan pasokan air di saat musim kemarau. Kata kunci: Sumber mata air, potensi air, kebutuhan air domestik, daya dukung air, Kabupaten Bangkalan
STRATEGI PENGHIDUPAN BERKELANJUTAN (SUSTAINABLE LIVELIHOOD) MASYARAKAT DI KAWASAN LAHAN KERING DESA KARANGPATIHAN KECAMATAN BALONG KABUPATEN PONOROGO AULIA ROHMAH, BINTA; HARI PURNOMO, NUGROHO
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDesa Karangpatihan Kecamatan Balong merupakan salah satu desa di Kabupaten Ponorogo. Sebagian besar lahan di Desa Karangpatihaan ini merupakan lahan yang diperparah oleh musim. Hal tersebut berdampak pada keberlangsungan hidup masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kehidupan masyarakat serta mengetahui strategi penghidupan berkelanjutan masyarakat berbasis asset untuk meningkatkan penghidupan dan menjaga keberlanjutan lingkungan di Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo.Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode survey. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan di Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo. Populasi dalam penelitian ini adalah penduduk Desa Karangpatihan sebanyak 526 Kepala Keluarga (KK) responden. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, dokumentasi dan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif yaitu data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan persentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) karakteristik kehidupan pada kategori usia responden 30-49 memiliki prosentase sebesar 28,57% dan kelompok 50-69 memiliki prosentase sebesar 71,43%. Kategori tingkat pendidikan responden di empat dusun tergolong rendah karena sebanyak 46,43% responden hanya lulusan SD, serta kategori tanggungan keluarga rata-rata responden memiliki 4 tanggungan keluarga dengan prosentase 36,91%. 2) Modal kehidupan menunjukkan bahwa aset tertinggi dimiliki oleh Dusun Tanggungrejo dan aset terendah dimiliki oleh Dusun Krajan yang dapat dilihat dari nilai masing-masing modal di 4 dusun tidak lebih dari 33,33% yang merupakan batas rendah.Kata kunci : Strategi Penghidupan, Aset Penghidupan
KAJIAN ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN MENJADI OBJEK WISATA DI DESA BANJARSARI, KECAMATAN BANDAR KEDUNG MULYO, KABUPATEN JOMBANG CHOFIFAH, IMTIHANA; , DARYONO
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSebagian lahan pertanian di Kabupaten Jombang yang mengalami alih fungsi lahan (konversi lahan) yaitu DesaBanjarsari, Kecamatan Bandar Kedung Mulyo. Lahan sawah seluas 10,45 ha yang semula merupakan tanah ganjaranmilik perangkat desa, kini dialihfungsikan menjadi objek wisata yang bernama Banjarsari Agro Community (BAC).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor pendorong terjadinya alih fungsi lahan pertanian menjadi objekwisata dan dampak ekonomi dari adanya alih fungsi lahan pertanian menjadi objek wisata.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknikpengambilan data dengan menggunakan wawancara secara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis datamenggunakan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab terjadinya alih fungsi lahan pertanianmenjadi objek wisata adalah berawal dari adanya acara gelar pembenihan yang diselenggarakan oleh Dinas PertanianProvinsi Jawa Timur. Acara gelar pembenihan didesain berupa taman yang indah dan rapi, menjadi viral yangkemudian banyak masyarakat baik dari desa setempat maupun dari luar desa Banjarsari yang antusias untuk datang.Acara gelar pembenihan selesai, perangkat desa berinisiatif untuk mengembangkan lahan yang digunakan untuk gelarpembenihan menjadi wisata. Lokasi wisata yang strategis dan mudah dijangkau untuk pengunjung juga menjadi faktorpendorong terjadinya alih fungsi lahan. Alih fungsi lahan pertaian menjadi wisata memberikan dampak ekonomi positifbagi masyarakat Desa Banjarsari yaitu dengan tersedianya lapangan pekerjaan dan adanya pendapatan untukmasyarakat yang terlibat dalam pengelolaan wisata. Masyarakat memanfaatkan adanya wisata dengan menjadi tenagakerja di wisata tersebut dan ada juga yang membuka usaha berjualan di stand warung sekitar area wisata. 14 orangpekerja di wisata dan sebanyak enam orang yang berjualan di stand warung wisata Banjarsari Agro Community.Kata Kunci: alih fungsi lahan, lahan pertanian, objek wisata
KAJIAN TERHADAP EKSISTENSI PERAJIN INDUSTRI KECIL COR KUNINGAN DI DESA MOJOTRISNO KECAMATAN MOJOAGUNG KABUPATEN JOMBANG KURNIA PRATIWI, WHILDA
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakIndustri cor kuningan di Desa Mojotrisno Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang berdiri sejak tahun1975. Menurut informasi yang diperoleh dari Kepala Desa Mojotrisno bahwa pada tahun 2005 hingga tahun 2008industri tersebut mengalami kemunduran yaitu penurunan permintaan produk dari konsumen. Hal tersebut disebabkankarena insiden bom bali dan krisis keuangan global yang terjadi di Amerika Serikat yang berdampak ke beberapanegara lain termasuk Indonesia. Pada tahun 2010 jumlah perajin sebanyak 73 perajin namun jumlah tersebut mengalamipenurunan yaitu menjadi 43 perajin pada tahun 2015. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui.1)Faktor yang menyebabkan perajin industri cor kuningan di Desa Mojotrisno Kecamatan Mojoagung KabupatenJombang tetap bertahan. 2)Faktor yang menyebabkan perajin industri cor kuningan di Desa Mojotrisno KecamatanMojoagung Kabupaten Jombang berganti mata pencaharian. 3)Peranan industri cor kuningan di Desa MojotrisnoKecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang terhadap pendapatan keluarga perajin yang masih bertahan.Jenis penelitian ini adalah survei. Populasi pada penelitian ini yaitu perajin cor kuningan berjumlah 73 perajinyang menjadi responden. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu purposive sampling. Pengumpulan datadilakukan dengan wawancara terstruktur dipandu kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakananalisis deskriptif kuantitatif dengan persentase.Hasil penelitian adalah sebagai berikut. 1)Faktor yang menyebabkan sebagian besar perajin industri corkuningan di Desa Mojotrisno Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang masih bertahan dalam menekuni usahanyayaitu sebanyak (46,51%) karena tidak memiliki keahlian lain. 2)Faktor yang menyebabkan sebagian besar perajinberganti mata pencaharian yaitu sebanyak (46,66%) karena terbatasnya pemasaran. 3)Kontribusi pendapatan corkuningan terhadap pendapatan keluarga perajin yang masih bertahan yaitu menyumbang sebanyak 94,22% ? 98,69%dari total pendapatan keluarga.Kata kunci : industri cor kuningan , peran industri, eksistensi, kontribusi pendapatan
KEBERADAAN INDUSTRI PT. KEONG NUSANTARA ABADI (WONG COCO) TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL DAN EKONOMI MASYARAKAT DI DESA MOJOAYU KECAMATAN PLEMAHAN KABUPATEN KEDIRI FRANATU SAKTI WIDODO, DEDY; , RINDAWATI
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakIndustri PT. Keong Nusantara Abadi (Wong Coco) berada di Desa Mojoayu Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri. Keberadaan industri tersebut menjadi salah satu faktor perubahan kondisi masyarakat terutama kondisi sosial dan ekonomi. Perubahan kondisi sosial yang muncul antara lain yaitu perubahan sikap, hubungan sosial dan kontribusi industri terhadap perkembangan desa. Perubahan ekonomi yang terjadi yaitu perub?ahan pendapatan dan pengeluaran masyarakat desa selama satu bulan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik industri, perubahan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat dengan keberadaan industri pengolahan lidah buaya.Jenis penelitian ini adalah penelitian survey dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Penelitian dilakukan di Desa Mojoayu Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri. Responden dalam penelitian ini antara lain yaitu kepala bidang pertanian, kepala Human Resource Department (HRD), PT. Keong Nusantara Abadi (Wong Coco) dan 100 Kepala Keluarga (KK) masyarakat Desa Mojoayu dengan menggunakan simple random sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu deskriptif persentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik industri pengolahan lidah buaya dilihat dari alasan pemilihan lokasi dan kerjasama dengan masyarakat. Sikap masyarakat mengalami perubahan dengan jumlah 50 KK atau 50%, hubungan sosial masyarakat mengalami perubahan dengan jumlah 69 KK atau 69%, kontribusi industri pengolahan lidah buaya terhadap perkembangan desa dalam kategori kurang aktif dinyatakan dengan jumlah 56 KK atau 56 %. Pendapatan dan pengeluaran masyarakat mengalami perubahan relatif kecil dinyatakan dengan jumlah pendapatan 45% atau 45 KK dan pengeluaran 46% atau 46 KK. Keberadaan industri pengolahan lidah buaya menjadi salah satu faktor yang memberikan perubahan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di Desa Mojoayu Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri.Kata Kunci: Industri, kondisi sosial, kondisi ekonomi, lidah buaya
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN WORD SQUARE DALAM MENINGKATKAN EFEKTIFAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN DINAMIKA DAN MASALAH KEPENDUDUKAN KELAS XI IPS SMAN 4 BANGKALAN MADURA NDAKULARAK, MELVI; PERDANA PRASETYA, SUKMA
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Permasalahan yang dihadapi guru geografi kelas XI IPS SMA Negeri 4 Bangkalan adalah masih rendahnya hasil belajar dan semangat belajar siswa pada mata pelajaran geografi. Hasil ulangan harian siswa diperoleh persentase nilai rata-rata ketuntasan XI IPS 1 sebesar 50% dan XI IPS 2 sebesar 49%. Media pembelajaran yang kurang menarik perhatian dan rasa ingin tahu siswa tentang materi dinamika dan masalah kependudukan yang ada pada pelajaran geografi. Permasalahan tersebut membuat peneliti ingin mengembangkan sebuah media pembelajaran word square.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Kelayakan media Word Square sebagai media pembelajaran. 2) Aktivitas siswa selama penerapan media pembelajaran Word Square. 3) Respon siswa terhadap penerapan media pembelajaran Word Square. 4) Hasil belajar siswa setelah penerapan media pembelajaran Word Square. 5) Tingkat efektifitas pembelajaran siswa kelas XI IPS SMA Negeri 4 Bangkalan Madura setelah perlakuan media pembelajaran Word Square pada materi dinamika dan masalah kependudukan. Pengembangan media pembelajaram Word Square menggunakan desain R&D (Research and Development) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implement, Evaluate). Teknik pengumpulan data meliputi lembar validasi media, lembar observasi aktivitas siswa, angket respon siswa, dan tes hasil belajar siswa. Data validasi, observasi, dan angket akan dianalisis menggunakan ketentuan skala Likert, hasil belajar siswa dianalisis menggunakan uji independent sample t-test.Hasil penelitian menunjukkan: 1) Validasi media dari ahli media dan materi memperoleh persentase nilai kelayakan media 82% dan kelayakan materi 84%, termasuk kriteria sangat layak. 2) Aktivitas siswa menunjukkan perubahan yang baik selama penerapan media pembelajaran Word Square dengan persentase nilai rata-rata 71,87%. 3) Respon siswa terhadap penerapan media pembelajaran Word Square memperoleh persentase nilai rata-rata sebesar 84,55%, termasuk kriteria sangat baik. 4) Hasil belajar siswa pada kelas eksperimen memperoleh nilai rata-rata post-test79,18 dan kelas kontrol 73,50. Berdasarkan hasil uji independent sample t-test diperoleh perbedaan nilai rata-rata sebesar 5,068 dan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,001, maka p < ? ; 0,001 < 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini menunjukkan ada perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. 5) Tingkat efektifitas pembelajaran siswa kelas XI IPS SMA Negeri 4 Bangkalan Madura setelah perlakuan media pembelajaran Word Square pada materi dinamika dan masalah kependudukan hasil pembelajaran termasuk kategori efektif dengan kenaikan 69,74%.Kata Kunci : Media Pembelajaran, ADDIE, Word Square, Aktivitas siswa, Respon siswa, Hasil Belajar dan efektifitas hasil belajar siswa.
LAJU EROSI DESA BANARAN KECAMATAN PULUNG KABUPATEN PONOROGO LUWIH, AMBAR; HARI PURNOMO, NUGROHO
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakErosi adalah proses perpindahan atau pengangkutan tanah dari suatu tempat ke tempat lain yangdapat menimbulkan kerugian bagi manusia dan kerusakan pada lingkungan. Salah satu penyebabnyaadalah kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai dampak yang dapat ditimbulkan akibat erosi ini,selain itu penggunaan lahan yang diolah tanpa memperhatikan kaidah-kaidah konservasi juga menjadipenyebab yang tak kalah penting. Prediksi laju erosi pada wilayah ini diharapkan dapat menjadi sumberinformasi bagi pemerintah pada umumnya dan memberikan informasi tentang besarnya indeks bahayaerosi pada beberapa penggunaan lahan, sehingga dapat digunakan secara berkelanjutan. Tujuan penelitianini yaitu mengetahui besarnya laju erosi di Desa Banaran Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo.Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di DesaBanaran Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo dan analisis tanah dilaksanakan di LaboratoriumUniversitas Trunojoyo Madura. Penelitian ini menggunakan metode dokumentasi, pengolahan SIG dansurvei langsung dilapangan. Data yang digunakan yaitu erosivitas hujan, erodibilitas tanah, panjang dankemiringan lereng serta pengolahan tanaman dan tindakan konservasi. Kemudian hasil analisis tersebutdiolah dengan persamaan Universal Soil Loss Equation (USLE).Hasil penelitian menunjukan prediksi erosi yang terjadi di Desa Banaran berada pada skala ringansampai sangat berat. Erosi ringan terjadi pada lahan dengan penggunaan lahan sawah, semak belukar dantegalan atau ladang, dimana erosi yang terjadi nilainya 15-60 ton/ha/tahun. Erosi sangat berat terjadi padapenggunaan lahan pemukiman dengan nilai lebih besar yaitu 480 ton/ha/tahun, ini terjadi karena tidakadanya pengolahan tanaman dan tindakan konservasi. Perlunya pengetahuan mengenai besarnya laju erosidi daerah ini yaitu untuk mengurangi dampak buruk erosi yang dapat terjadi dikemudian hari denganmulai melakukan pencegahan-pencegahan sejak dini.Kata Kunci : Laju Erosi. Desa Banaran, USLE