cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 509 Documents
DINAMIKA TUTUPAN DAN PENGGUNAAN LAHAN DI DAERAH TANGKAPAN MATA AIR KARST GOA GREMENG KECAMATAN PONJONG KABUPATEN GUNUNGKIDUL APRILIANA, TRIAS; BUDIYANTO, EKO
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakIndonesia memiliki luas daerah karst sekitar 20% dari total luas wilayah Indonesia yaitu sekitar 15,4 juta ha.Salah satu contoh kawasan karst yang terkenal di Indonesia adalah Karst Gunung Sewu yang terdapat di selatan pulauJawa. Kawasan karst gunungsewu termasuk daerah karst yang memiliki resiko kerentanan tinggi, karena akibat daripenggunaan lahan oleh masyarakat yang tidak sesuai sebagaimana mestinya. Salah satu daerah karst yang memilikikerentanan tinggi yaitu di daerah tagkapan mata air karst Goa Gremeng Kecamatan Ponjong KabupatenGunungkidul.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi kerentanan di daerah penelitian ditinjau dari tutupan danpenggunaan lahannya yang diukur dari segi vegetasi yaitu densitas vegetasi dan Normalized Difference VegetationIndex (NDVI).Jenis penelitian yaitu penelitian geografi kuantitatif dengan aspek yang diteliti adalah aspek fisik berupatutupan dan penggunaan lahan. Populasi tutupan dan penggunaan lahan area tangkapan mata air karst Goa GremengKecamatan Ponjong Kabupaten Gunungkidul. Sampel pada penelitian ini plot pengukuran tutupan dan penggunaanlahan sebayak 10 plot sampling diukur seluas 30mx30m atau memiliki luas sebesar 900m2. Teknik mengumpulkansampel yaitu dengan menggunakan tekniksampel purosif.Hasil penelitian menunjukkan nilai NDVI yang terdapat di area tangkapan mata air karst Goa GremengKecamatan Ponjong Kabupaten Gunungkidul pada saat musim penghujan menunjukkan nilai maksimum sebesar 0,8467dan nilai minimum sebesar 0,6188. Sedangkan pada saat musim kemarau nilai NDVI yang terdapat di area tangkapanmata air karst Goa Gremeng menunjukkan nilai maksimum sebesar 0,675 dan nilai minimum sebesar 0,28.Kata Kunci : Tutupan Lahan, Penggunaan Lahan, Densitas Vegetasi, NDVI.
HUBUNGAN CURAH HUJAN DAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP GENANGAN BANJIR DI KECAMATAN SIDOARJO KABUPATEN SIDOARJO EFFENDY, ZAENURIYAH; , DARYONO
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kecamatan Sidoarjo merupakan daerah muara Sub Daerah Aliran Sungai Pucang sebuah hilir daerah Daerah Aliran Sungai Brantas dengan memiliki luas 6256 Ha. Wilayah ini sering terjadi banjir pada saat musim penghujan tiba pada bulan oktober ? april. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo, Kecamatan Sidoarjo merupakan wilayah yang sering menimbulkan genangan banjir. Kecamatan ini merupakan salah satu daerah yang berpotensi tinggi terhadap genangan banjir di Kabupaten Sidoarjo. Dampak banjir di Kecamatan Sidoarjo yang tercatat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo, paling parah terjadi pada tahun 2011 di Desa Blurukidul dengan banjir setinggi 50 cm yang menggenangi permukiman sehingga mengakibatkan aktivitas warga terganggu dan tahun 2016 banjir setinggi 50 cm di permukiman Kelurahan Sidokare yang merupakan banjir terparah di wilayah tersebut. Tujuan penelitian ini bermaksud untuk mengetahui hubungan curah hujan dan penggunaan lahan terhadap genangan banjir di Kecamatan Sidoarjo. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan analisis korelasi antara variabel curah hujan dan penggunaan lahan terhadap genangan banjir. Penelitian ini terdapat dua persamaan korelasi yang terdiri dari variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas terdiri dari curah hujan (X1), lahan terbangun (X2), sedangkan variabel terikat yaitu genangan banjir meliputi, kedalaman genangan banjir dan luas genangan banjir (Y). Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel penggunaan lahan di Kecamatan Sidoarjo memiliki hubungan signifikan terhadap kedalaman dan luas genangan banjir. Pada variabel curah hujan tidak memiliki hubungan terhadap kedalaman genangan banjir maupun luas genangan banjir yang terjadi di Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo. Kontribusi hubungan variabel curah hujan dan lahan terbangun terhadap kedalaman genangan banjir sebesar 63,8% dan sisanya sebesar dijelaskan diluar variabel. Kontribusi pengaruh variabel curah hujan dan lahan terbangun terhadap luas genangan banjir sebesar 40,2% dan sisanya dijelaskan diluar variabel penelitian ini. Kata Kunci: curah hujan, penggunaan lahan, genangan banjir
PERSEPSI MASYARAKAT KELURAHAN SUMBERREJO TERKAIT KENYAMANAN TINGGAL DAN PENCEMARAN AKIBAT TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH BENOWO KECAMATAN PAKAL KOTA SURABAYA DAYU SUWENDAR, RHARA; , RINDAWATI
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak TPA Benowo menjadi barometer pengolahan sampah nasional dan dinilai merupakan tempat pengolahan sampah terbaik oleh Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Benowo sangat membantu mengurangi permasalahan sampah di Kota Surabaya namun di sisi lain, tempat pembuangan akhir Benowo memiliki dampak negatif terkait pencemaran udara dan pencemaran air yang terjadi di area sekitar tempat pembuangan sampah Benowo. Lokasi tempat pembuangan akhir Benowo yang berada dekat dengan pemukiman warga tentu akan mempengaruhi kehidupan masyarakat sekitar, hal penting yang perlu diperhatikan adalah pendapat atau persepsi masyarakat yang bersentuhan langsung dengan lingkungan TPA Benowo terkait dengan kenyamanan tinggal mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat terkait kenyamanan tinggal dan pencemaran air dan udara akibat adanya tempat pembuangan akhir sampah Benowo. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Data utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer berupa kuesioner yang disebarkan kepada 97 responden masyarakat Kelurahan Sumberrejo Kecamatan Pakal Kota Surabaya yang potensial. Kemudian dilakukan analisis terhadap data yang diperoleh berupa analisis kuantitatif dan diukur dengan menggunakan skala berupa skala Likert untuk mengetahui tanggapan responden terhadap masing-masing variabel. Selain menggunakan data primer berupa kuesioner dalam penelitian ini juga menggunakan data sekunder yakni observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Masyarakat yang tinggal di Kelurahan Sumberrejo Kecamatan Pakal Kota Surabaya merasa masih cukup nyaman tinggal di sekitar area tempat pembuangan akhir sampah Benowo Kecamatan Pakal Kota Surabaya. (2) Masyarakat yang tinggal di Kelurahan Sumberrejo Kecamatan Pakal Kota Surabaya menyadari adanya pencemaran air dan udara oleh TPA Benowo namun masih bisa mentoleransi hal tersebut. Kata kunci: pembuangan akhir, kenyamanan tinggal, pencemaran
KAJIAN TENTANG EKSISTENSI PETANI BUAH NAGA DIKECAMATAN GENTENG KABUPATEN BANYUWANGI PRASTYA BUDI ANANTA, VICHI; SRI UTAMI, WIWIK
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKecamatan Genteng merupakan wilayah penghasil buah naga di Kabupaten Banyuwangi. Petani diKecamatan Genteng dari tahun 2013-2018 mengalami peningkatan, sedangkan untuk strategi pemasaran petanimasih rendah sehingga menyebabkan harga buah naga rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuikarakteristik dan strategi pemasaran petani buah naga di Kecamatan Genteng Kabupaten Banyuwangi supaya tetapeksis pada saat panen raya buah naga..Jenis penelitian ini deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian di Kecamatan GentengKabupaten Banyuwangi dan subjek penelitian ini adalah petani buah naga di Kecamatan Genteng. Sampel petani buahnaga yang didapat di Kecamatan Genteng berjumlah 80 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan carawawancara dengan pedoman kuesioner kepada petani buah naga dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakanberupa kesimpulan dengan analisa deskriptif dan persentase (%).Hasil penelitian ini adalah petani buah naga dari tingkat pendidikan menempuh di tingkat SD sebanyak 30orang atau 37,5%. Pekerjaan petani buah naga seluruhnya adalah pekerjaan sampingan. Pengalaman bertani petani buahnaga paling banyak 4 ? 5 tahun sebanyak 69 orang atau 86,25%. Modal yang didapat seluruhnya milik sendiri. Strategipemasaran petani buah naga di Kecamatan Genteng melalui agen atau tidak langsung diambil oleh pedagang dankonsumen. Jangkauan pemasaran buah naga Kecamatan Genteng paling banyak di luar Kabupaten satu Provinsi.Promosi petani menggunakan media SMS. Peran pemerintah dengan petani di Kecamatan Genteng seluruhnyamengikuti pelatihan yang dilakukan oleh pemerintah. Petani buah naga seluruhnya menjawab pembayaran lunas dalammenentukan harga jual buah naga.Kata Kunci : Eksistensi, Petani Buah Naga, Pemasaran, Pekerjaan Sampingan
PENGEMBANGAN MEDIA MAKET 3D PADA MATERI INTRUSI MAGMA MATA KULIAH GEOLOGI UMUM JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA SHOHIHAH, HIDAYATUS; PERDANA PRASETYA, SUKMA
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPembelajaran geografi hendaknya didukung dengan media pembelajaran yang mmapu memberikan gambbaran materi secara langsung. Seorang pengajar geografi harus mempu memberikan gambaran atau situasi nyata representatif dan realistik atas materi georafi yang diajarkan. Tujuan dari menggunakan media sebagai sumber belajar maupun alat bantu dalam proses komunikasi, diharapkan kegiatan pembelajaran lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media maket 3D intrusi magma pada materi vulkanisme mata kuliah geologi umum Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Negeri Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan Research & Development (R&D) dengan menggunakan model Borg and Gall, yang terdiri dari 10 tahapan, mulai dari Pendahuluan (Analisis Kebutuhan), Pengumpulan Data, Pengembangan Produk (Pembuatan media maket tiga dimensi (3D), Validasi ahli (validasi ahli media dan materi), Revisi produk, Uji Coba Skala Kecil, Revisi Produk, Tahap Diseminasi dan Implementasi Hasil Akhir Media Maket Tiga Dimensi (3D) pada materi intrusi magma. Tingkat kelayakan media didasarkan atas penilaian dari ahli media pembelajaran dan materi menggunakan lembar validasi ahli serta uji skala kecil terhadap mahasiswa menggunakan angket terdiri dari skala likert 5 kategori yang diadopsi dari ridwan. Hasil penelitian menyatakan bahwa media maket 3D mendapat penilaian kelayakan oleh ahli media pembelajaran dengan rerata nilai 4,42 dan dari ahli materi mendapat 4,00. Berdasarkan skala Likert keduanya termasuk dalam kategori ?sangat baik?. Mahasiswa memberikan respon ?sangat baik? terhadap media maket 3D pada materi intrusi magma dengan rerata sebesar 84,66%.Kata kunci: Media Pembelajaran, Maket 3D Intrusi Magma, Vulkanisme
KONTRIBUSI USAHATANI TEMBAKAU (NICOTIANAE TABACUM) TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA (PETANI TEMBAKAU) DI DESA KETANDAN KECAMATAN LENGKONG KABUPATEN NGANJUK ARIFATUS SADIYAH, BINTI; , RINDAWATI
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDesa Ketandan Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk adalah wilayah yang mempunyai luas baku lahanpaling tinggi dilihat dari data luas panen dan produksi perkebunan tahun 2015. Memiliki topografi 55,0 mdpl, berjenistanah regosol dan curah hujan sebesar 1876,0 mm, sangat mendukung masyarakat dalam membudidayakan pertaniantembakau. Ada 2 jenis tembakau yang dapat ditanam, yakni kasturi dan jinten, dalam pengelolaannya petani tembakautergabung dalam kelompok usahatani yang bekerja sama dengan Badan Penyuluhan Pertanian Kecamatan (BPPK).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar persentase (%) pendapatan dari usahatani tembakauterhadap usahatani lainnya dan kontribusi usahatani tembakau terhadap total pendapatan rumah tangga petani tembakaudi Desa Ketandan Kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk.Penelitian ini dilakukan dengan cara memberikan kuisioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan kepada petanitembakau untuk memperoleh jawaban yang dibutuhkan peneliti dalam mengelola data tentang pendapatan dan usahatani yang dikelola. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan populasi semua petani tembakau yangtergabung dalam 5 kelompok usahatani, yakni berjumlah 294 petani. Sampel diambil sebanyak 75 petani tembakau,sedangkan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakananalisis data deskriptif dan kuantitaf dengan tabel frekuensi tunggal.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pendapatan dari usahatani tembakau per hektar memiliki rata-ratapendapatan sebesar Rp. 3.453.333,00 perbulan. Kontribusi pendapatan dari hasil mengelola usahatani tembakauterhadap total pendapatan rumah tangga adalah sebesar 22,87%. Hasil tersebut berarti bahwa 22,87% total pendapatanrumah tangga diperoleh dari usahatani tembakau. Pendapatan yang diperoleh dari usahatani tembakau sangatmenguntungkan dibandingkan dengan tanaman pertanian non tembakau, sehingga sebagaian besar masyarakatmemenuhi kebutuhan hidupnya dari usahatani tembakau.Kata kunci : Usahatani tembakau, Pendapatan rumah tangga petani tembakau, Kontribusi usahatani tembakau
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSISTENSI INDUSTRI GERABAH DI DESA RENDENG KECAMATAN MALO KABUPATEN BOJONEGORO WAHYU PRABOWO, SASMITO; , RINDAWATI
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDesa Rendeng, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, adalah satu-satunya sentra industri gerabah di Kabupaten Bojonegoro yang masih tetap eksis sampai sekarang meskipun mengalami berbagai gempuran zaman, serta persaingan dengan industri gerabah dari kota atau kabupaten lain yang sama-sama memilki kualitas yang bagus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi eksistensi industri gerabah di Desa Rendeng Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro, strategi eksis pengrajin industri gerabah serta kondisi lingkungan fisik bahan baku tanah liat di bantaran sungai Bengawan Solo dan pegunungan kapur lahan milik perhutani.Jenis penelitian ini adalah survei. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Rendeng Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro, populasi dari penelitian ini adalah seluruh pengrajin industri gerabah yaitu 117 pengrajin gerabah. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 50% dari total pengrajin yaitu sebanyak 59 responden. Teknik pengambilan sampel dengan mengunakan Proportional random sampling, pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, angket/kuisioner dan dokumentasi, teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan prosentase sederhana.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor eksistensi industri gerabah adalah : a) bahan baku masih tergolong mudah didapatkan sebanyak 71,1% responden, b) modal sebagian besar berasal dari modal pribadi pengrajin sebanyak 71,1% responden, c) tenaga kerja kebanyakan berasal dari dalam desa sendiri sebanyak 81,3% responden, d) pemasaran dengan cara menjual barang melalui perantara atau pesanan sebanyak 61% responden, e) pendapatan pengrajin rata-rata sebesar Rp. 600.000 ? 1.500.000 sebanyak 59,9% responden. Strategi eksis yang dipakai oleh pengrajin yaitu dengan memaksimalkan jaringan pemasaran yang sudah ada dan membuat inovasi baru gerabah sebanyak 69,4% responden, kondisi lingkungan fisik bahan baku tanah liat di bantaran sungai Bengawan Solo dan lahan milik perhutani mengalami erosi dan longsor sehingga menghilangkan dua lapisan tanah yaitu lapisan tanah atas (topsoil) dan lapisan tanah bawah (subsoil) yang akan berpengaruh pada kesuburan tanah. Akan tetapi masyarakat tetap memiliki upaya menjaga kondisi lingkungan fisik agar tetap terjaga salah satunya dengan mempertahankan tradisi mengambil tanah liat secukupnya dengan tetap mengunakan cara tradisional dan melakukan penanaman pohon.Kata Kunci : eksistensi industri, strategi eksis, kondisi lingkungan fisik
STRATEGI ADAPTASI MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR KALI LAMONG DI KECAMATAN BENJENG KABUPATEN GRESIK PROVINSI JAWA TIMUR MUHAMMAD ALMUTHORI, FACHRI; HARI PURNOMO, NUGROHO
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBanjir merupakan limpasan air yang melebihi tinggi muka air normal sehingga melimpas dari palung sungai yang menyebabkan genangan pada lahan rendah di sisi sungai.Permasalahan banjir akibat meluapnya Kali Lamong sudah menjadi bencana rutin yang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Gresik. Kecamatan Benjeng merupakan wilayah kecamatan yang memiliki jumlah desa terdampak paling banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi, strategiadaptasi masyarakat dalam menghadapi banjir Kali Lamong di Kecamatan Benjeng.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah sampel proporsi dengan jumlah 100 responden dari tujuh desa. Variabel yang digunakan adalah tingkat kerawanan banjir, persepsi, dan strategi adaptasi masyarakat. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif berdasarkan hasil presentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki persepsi dalam kategori baik dengan 73,4% masyarakat memahami banjir yang terjadi akibat luapan KaliLamong. Sebanyak 46% dari responden tidak setuju dengan meninggikan jalan lingkungan, dikarenakan biaya yang dikeluarkan mahal, dan akan memindah air ke dalam rumah. Strategi adaptasi dengan cara meninggikan rumah atau membuat tanggul di depan teras rumah sebesar 43%. Strategi adaptasi melaluipenggunaan pompa air untuk membuang air yang masuk ke dalam rumah sebesar 64%.Kata Kunci: Banjir Kali Lamong, Persepsi, Strategi Adaptasi
STUDI KIMIA AIR TANAH DANGKAL DI KELURAHAN TAMAN KECAMATAN TAMAN KABUPATEN SIDOARJO KUSUMAYANTI, SITHA; HARIYANTO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAir merupakan kebutuhan pokok bagi berbagai aktivitas manusia sehari ? hari seperti minum, memasak mencuci,mandi dan sanitasi. Selain itu juga dibutuhkan untuk aktivitas ekonomi dan sosial. Berdasarkan survei awal dari masyarakat Kelurahan Taman ditemukan perbedaan rasa pada sumur air tanah dangkalnya yaitu ada yang terasa tawar ,payau sampai asin. Mayoritas masyarakat memanfaatkan air sumur hanya untuk kebutuhan kamar mandi, cuci dan kakus. Pemenuhan kebutuhan air minum dengan membeli air minum dalam kemasan, sedangkan untuk kebutuhan memasak masyarakat membeli ledeng eceran dalam bentuk jerigen-jerigen. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui 1) persebaran keasinan air tanah dangkal 2) penyebab kondisi air tanah dangkal berasa asin di Kelurahan Taman Kecamatan Taman Kabupaten SidoarjoJenis penelitian ini adalah penelitian survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh sumur air tanah di Kelurahan Taman Kabupaten Sidoarjo dengan sampelnya ditentukan berdasarkan metode transek sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini 11 titik sumur air tanah kemudian dilakukan uji laboratorium. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif komparatif.Hasil Penelitian ini menunjukkan persebaran air tanah asin mengelompok di tengah wilayah penelitian ditunjukkan air tanah tawar pada sampel 1,2,3,5,8,9,10 dan 11, air tanah payau pada sampel 4 dan 7, air tanah asin pada sampel 7. Dari kandungan daya hantar listrik, air tanah yang aman digunakan untuk air bersih yaitu sampel 1,2,3,5,8,9,10 dan 11, sedangkan sampel 4,6 dan 7 digunakan untuk keperluan pertanian serta usaha perkotaan, industri dan pembangkit listrik. Dari analisis penyebab asinnya air tanah menggunakan metode perbandingan khlorida-bikarbonat menurut Ravelle, rasa asin dipengaruhi oleh penyusupan air laut pada batuan akuifer. Dari sifat hidrokimia tanah berdasarkan Diagram Trilinear Piper di wilayah penelitian meliputi empat sifat yaitu tipe Ca(Mg)Cl(SO4), tipe Na+HCO3, tipe Na(Cl)SO4, dan tipe Ca(Mg)HCO3.Kata kunci : Studi Kimia , Air Tanah Dangkal, Rasio Bikarbonat, Diagram Piper
PENGEMBANGAN MEDIA SIMULASI TSUNAMI 3D SEBAGAI BAHAN AJAR PADA MATERI ANALISIS DAN MITIGASI BENCANA ALAM UNTUK SISWA KELAS XI SMA AL-MUSLIM WARU SIDOARJO FITROTUN NASIHIN, MUHAMMAD; SIGIT WIDODO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakGeografi merupakan salah satu mata pelajaran yang di ajarkan di SMA. Sebagian besar materi yang ada didalam mata pelajaran geografi mempunyai cakupan yang luas dan membutuhkan waktu yang panjang. Gurumemerlukan suatu media dalam proses pembelajaran untuk memudahkan penyampaian materi pembelajaran. Adaberbagai macam media Pembelajran yang ada salah satunya media simulasi. Penelitian ini bertujuan untuk 1)Menghasilkan produk berupa media Pembelajaran simulasi tsunami 3D pada materi analisis dan mitigasi bencana alamyang layak untuk siswa kelas Xl IPS SMA Al-Muslim Waru Sidoarjo 2) Mengetahui kelayakan siswa terhadap mediapembelajaran simulasi Tsunami 3DModel pengembangan yang digunakan yaitu model pengembangan Analysis Desain DevelopmentImplementation dan Evaluation (ADDIE). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket validasiahli media pembelajaran dan ahli materi menggunakan skala likert, untuk respon siswa menggunakan Skala guttman.Hasil penelitian yang diperoleh setelah meninjau skor persentase validasi media dari ahli media pembelajaransebesar 85%. Skor persentase validasi media dari ahli materi sebesar 81,7%. Menurut skala likert dapat disimpulkanbahwa media pembelajaran sangat layak untuk diujicobakan. Hasil ujicoba terbatas respon siswa yang diperoleh sebesar83,35%. respon siswa terhadap media pembelajaran simulasi tsunami sangat baikKata kunci: Media Pembelajaran, Simulasi,Tsunami, Analisis dan Mitigasi Bencana Alam.