cover
Contact Name
JURNAL KESEHATAN INDONESIA (JUKI)
Contact Email
juki.usy@gmail.com
Phone
+628114118778
Journal Mail Official
juki.usy@gmail.com
Editorial Address
BTN Andi Tonro Permai Blok A 22/5 Kab. Gowa Provinsi Sulawesi Selatan (Kampus 1 Universitas Syekh Yusuf Al Makassari Gowa)
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
jurnal admin istrasi kesehatan
ISSN : 31248349     EISSN : 31248349     DOI : -
Core Subject :
JUKI-USY adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Administrasi Kesehatan Universitas Syekh Yusuf Al Makassari Gowa. Jurnal ini menjadi sarana publikasi dan komunikasi ilmiah bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, dan praktisi di bidang kesehatan untuk menyampaikan gagasan, temuan penelitian, dan pemikiran strategis dalam upaya peningkatan derajat kesehatan. Terbit 2 (dua) kali setahun yaitu bulan Mei dan Desember. JUKI-USY menerima naskah ilmiah berupa penelitian asli (original research), tinjauan pustaka (systematic review), studi kasus (case study), praktik terbaik (best practice), dan artikel konseptual yang mencakup rumpun ilmu administrasi, kebijikan dan manajemen kesehatan dengan fokus jurnal meliputi: Manajemen Pelayanan Kesehatan Manajemen Rumah Sakit Manajemen Puskesmas dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Manajemen Mutu dan Keselamatan Pasien Manajemen SDMK Manajemen Keuangan dan Pembiayaan Kesehatan Sistem Informasi Kesehatan Transformasi Digital Layanan Kesehatan Kebijakan dan Regulasi Kesehatan Semua naskah yang dikirimkan akan melalui proses peer-review yang ketat dan mengikuti standar etika publikasi ilmiah. Artikel yang diterbitkan diharapkan memberikan kontribusi nyata terhadap pemecahan masalah kesehatan, khususnya di Indonesia dan kawasan global.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KAWASAN TANPA ROKOK (KTR) DI SMK NEGERI 8 KOTA MAKASSAR Adi Putra Pratama; Astrid Pratiwi Rufaedah Amir
JUKI-USY: Jurnal Administasi Kesehatan USY Vol 1 No 1 (2025): JUKI-USY: JURNAL ADMINISTRASI KESEHATAN
Publisher : Program Studi Administrasi Kesehatan Universitas Syekh Yusuf Al Makassari Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia menduduki peringkat satu dunia untuk jumlah perokok pria diatas usia 15 tahun. Hal ini berdasarkan data terbaru dari The TobaccoAtlas tahun 2015. Riset kesehatan dasar menyebutkan bahwa penduduk Indonesia berumur 10-14 tahun menjadi perokok. Perokok usia dini mengalami peningkatan 100% , pada tahun 1995 sebesar 8,9% dan angka tersebut terus meningkat pada tahun 2013 menjadi 18%. 64,9 persen laki-laki dan 2,1 persen perempuan masih menghisap rokok tahun 2013. Ditemukan 1,4 persen perokok umur 10-14 tahun, 9,9 persen perokok pada kelompok tidak bekerja. (RISKESDAS, 2013). Indonesia memiliki peraturan yang menyebutkan perlunya kawasan tanpa rokok atau kawasan bebas asap rokok. UndangUndang (UU) No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup yang mulai mencetuskan area bebas asap rokok untuk lingkungan sehat. Namun, peraturan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Indonesia cenderung kurang ditegakkan dan tidak tegas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan kawasan tanpa rokok berdasarkan Disposisi atau Sikap dan Stuktur Birokrasi di SMK Negeri 8 Makassar. Desain penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dan informasi mengenai implementasi Kawasan Tanpa Rokok di SMK Negeri 8 dengan wawancara mendalam dan observasi secara terus menerus selama penelitian berlangsung di lingkungan sekolah. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 8 orang. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sikap dalam implementasi kebijakan Kawasan Tanpa Rokok di SMK Negeri 8 Makassar informan mendukung Kawasan Tanpa Rokok di terapkan di SMK Negeri 8 Makassar dan struktur birokrasi dalam implementasi kebijakan Kawasan Tanpa Rokok di SMK Negeri 8 Makassar, selama ini belum belum memiliki SOP namun larang merokok diarea sekolah ini telah dimasukkan kedalam tata tertib sekolah. Perlu meningkatkan pengawasan implementasi kebijakan kawasan tanpa rokok pada tiap sekolah yang berada dalam naungan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan dan pembuatan sanksi yang tegas dari dinas pendidikan untuk menertibkan larangan merokok di kawasan sekolah.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TERJADINYA PENDING KLAIM BPJS KESEHATAN PASIEN RAWAT INAP DI RSUD KARDINAH KOTA TEGAL Raden Roro Amanda Resti Naradiya; Dewi Sulistyoningrum; Doni Hendri
JUKI-USY: Jurnal Administasi Kesehatan USY Vol 1 No 1 (2025): JUKI-USY: JURNAL ADMINISTRASI KESEHATAN
Publisher : Program Studi Administrasi Kesehatan Universitas Syekh Yusuf Al Makassari Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : BPJS Kesehatan merupakan sistem jaminan kesehatan di Indonesia yang bertujuan untuk memberikan perlindungan kesehatan kepada seluruh masyarakat. Namun, dalam pelaksanaannya sering terjadi masalah pending klaim yang dapat mempengaruhi pelayanan rumah sakit dan kepuasan pasien. Tujuan Penelitian : Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara faktor ketidaklengkapan berkas rekam medis, kurang tepatnya coding, kurangnya pemeriksaan penunjang, dan kurangnya evidence terapi dengan pending klaim BPJS kesehatan. Metode Penelitian : Penelitian observasional dan dimasukkan ke dalam desain penelitian studi kasus yang tertanam dalam desain penelitian analitik metode kuantitatif. Sampel penelitian adalah berkas rekam medis pasien rawat inap di RSUD Kardinah Kota Tegal sebanyak 94 berkas rekam medis. Pengumpulan data menggunakan lembar checklist. Analisis data menggunakan Fisher’s Exact Test.  Hasil Penelitian : Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara ketidaklengkapan berkas rekam medis dengan klaim BPJS Kesehatan (p-value = 0,593), dan ada hubungan antara kurang tepatnya coding, kurangnya pemeriksaan penunjang, kurangnya evidence terapi dengan klaim BPJS Kesehatan (p-value = 0,001). Kesimpulan : Dokter harus memperhatikan kejelasan dan kelengkapan isi rekam medis, petugas D3 RMIK harus dilatih untuk pengkodean akuisisi yang akurat dan menjalani pelatihan casemix, pelatihan internal dan eksternal rumah sakit.
PERAN KOMPETENSI SDM DAN KELAYAKAN SARANA DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS X KABUPATEN GOWA Musfirah; Nurul Mega Utami; Mutmainnah Latief
JUKI-USY: Jurnal Administasi Kesehatan USY Vol 1 No 1 (2025): JUKI-USY: JURNAL ADMINISTRASI KESEHATAN
Publisher : Program Studi Administrasi Kesehatan Universitas Syekh Yusuf Al Makassari Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi sumber daya manusia (SDM) dan kelayakan sarana terhadap kepuasan pasien di Puskesmas X Kabupaten Gowa. Kepuasan pasien merupakan indikator penting mutu pelayanan kesehatan, yang dipengaruhi oleh kualitas tenaga kesehatan dan sarana prasarana yang tersedia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif analitik dan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien rawat jalan, dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive/accidental sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan skala Likert, dan analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden menilai kompetensi SDM berada pada kategori tinggi (57%), dan kelayakan sarana pada kategori tinggi (47%). Tingkat kepuasan pasien juga tergolong tinggi (52%). Uji parsial (uji t) menunjukkan bahwa kompetensi SDM berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien (t-hitung = 5,842; p = 0,000), demikian pula kelayakan sarana berpengaruh signifikan (t-hitung = 3,967; p = 0,000). Secara simultan, kedua variabel tersebut memberikan kontribusi yang berarti dalam meningkatkan kepuasan pasien. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kompetensi tenaga kesehatan dan kelayakan sarana merupakan faktor penting yang menentukan tingkat kepuasan pasien di Puskesmas. Upaya peningkatan kompetensi melalui pelatihan serta perbaikan sarana prasarana perlu terus dilakukan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan primer. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengelola Puskesmas dalam merancang strategi peningkatan kualitas layanan demi tercapainya kepuasan dan kepercayaan pasien.
ANALISIS PERAN PROGRAM UKM DAN UKP DALAM MENINGKATKAN CAKUPAN DAN MUTU PELAYANAN PUSKESMAS TAKALAR Firdayanti; sulfani; Darmawati
JUKI-USY: Jurnal Administasi Kesehatan USY Vol 1 No 1 (2025): JUKI-USY: JURNAL ADMINISTRASI KESEHATAN
Publisher : Program Studi Administrasi Kesehatan Universitas Syekh Yusuf Al Makassari Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) merupakan dua komponen utama pelayanan di puskesmas yang berperan dalam meningkatkan cakupan serta mutu layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran UKM dan UKP dalam meningkatkan cakupan dan mutu pelayanan di Puskesmas Takalar. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen terkait pelaksanaan program UKM dan UKP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UKM telah berjalan cukup efektif melalui kegiatan promosi kesehatan, surveilans epidemiologi, kesehatan lingkungan, imunisasi, serta pelayanan KIA, meskipun masih terdapat kendala seperti keterbatasan tenaga pelaksana dan rendahnya partisipasi masyarakat pada beberapa program. UKP menunjukkan mutu pelayanan yang baik terutama pada aspek kecepatan, ketepatan diagnosis, dan keramahan petugas, namun masih memiliki hambatan seperti keterbatasan sarana, antrian panjang, dan fasilitas ruang tunggu yang belum memadai. Integrasi UKM dan UKP terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan cakupan pelayanan dan mutu layanan melalui deteksi dini kasus, tindak lanjut klinis yang cepat, serta peningkatan kepuasan pasien. Secara keseluruhan, sinergi UKM dan UKP berperan signifikan dalam penguatan layanan primer di Puskesmas Takalar. Kesimpulannya, peningkatan cakupan dan mutu layanan dapat dicapai melalui penguatan integrasi program, perbaikan sarana prasarana, serta peningkatan partisipasi masyarakat.
MANAJEMEN KINERJA DALAM PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DALAM PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS GALESONG UTARA KABUPATEN TAKALAR satria Perdana; Zakiah Rahmatika; Nadian Nurhikmah
JUKI-USY: Jurnal Administasi Kesehatan USY Vol 1 No 1 (2025): JUKI-USY: JURNAL ADMINISTRASI KESEHATAN
Publisher : Program Studi Administrasi Kesehatan Universitas Syekh Yusuf Al Makassari Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan manajemen kinerja dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas Galesong Utara. Manajemen kinerja merupakan komponen penting dalam memastikan tercapainya indikator pelayanan kesehatan dan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan total sampel 35 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, tenaga gizi, sanitarian, farmasi, dan staf administrasi. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, wawancara terstruktur, dan observasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa distribusi frekuensi dan perhitungan nilai rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan manajemen kinerja di Puskesmas Galesong Utara berada pada kategori baik, dengan nilai rata-rata skor indikator sebesar 4,1. Indikator tertinggi terkait pengaruh penilaian kinerja terhadap mutu pelayanan dan efektivitas komunikasi antara pimpinan dan staf. Sementara itu, aspek sarana prasarana dan keseimbangan beban kerja masih memerlukan perhatian dan peningkatan. Temuan ini menegaskan pentingnya sistem manajemen kinerja berbasis evaluasi terstruktur, umpan balik, dan pengembangan kompetensi yang berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi manajemen kinerja berkontribusi signifikan terhadap peningkatan mutu pelayanan di puskesmas. Rekomendasi penelitian mencakup penguatan sistem reward, penyediaan pelatihan berkala, dan peningkatan fasilitas pendukung kinerja. Penelitian lanjutan disarankan menggunakan pendekatan mixmethod untuk analisis yang lebih mendalam. Kata kunci : Manajemen Kinerja, Mutu Pelayanan Kesehatan, Puskesmas
HUBUNGAN SHIFT KERJA DAN BEBAN KERJA TERHADAP KELELAHAN KERJA PERAWAT SHIFT DI RUANG RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LA PATARAI DI KABUPATEN BARRU muhammad riswal; Risman Ruslan
JUKI-USY: Jurnal Administasi Kesehatan USY Vol 2 No 1 (2026): JUKI-USY:JURNAL ADMINISTRASI KESEHATAN
Publisher : Program Studi Administrasi Kesehatan Universitas Syekh Yusuf Al Makassari Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar belakang : Kelelahan kerja adalah isu yang lazim terjadi di lingkungan profesional dan acap kali dihadapi oleh individu yang bekerja, khususnya dalam sektor layanan kesehatan seperti rumah sakit. Kelelahan dapat secara signifikan memengaruhi kesejahteraan profesional, baik dari aspek fisik maupun psikologis. Lebih lanjut, hal ini dapat berujung pada penurunan efisiensi kerja, peningkatan potensi kekeliruan dalam memberikan layanan, serta risiko kecelakaan kerja. Perawat, sebagai garda terdepan dalam sistem layanan kesehatan yang menerapkan jadwal kerja bergiliran, termasuk giliran malam, memiliki kerentanan yang lebih tinggi terhadap kelelahan kerja. Hal ini disebabkan oleh gangguan ritme sirkadian, tuntutan beban kerja fisik yang berat, dan tekanan psikologis yang intens.Tujuan penelitian : Untuk mengidentifikasi korelasi antara pola kerja bergiliran dan tingkat beban kerja dengan fenomena kelelahan kerja pada perawat yang bertugas di unit rawat inap RSUD La Patarai Kabupaten Barru pada tahun 2025.Teknik pengambilan sampel : Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah proportional random sampling, dengan menentukan jumlah responden sebanyak 56 individu dari total populasi 129 perawat yang bertugas di unit rawat inap. Metodologi Riset: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, mengadopsi pendekatan korelasional dengan rancangan cross-sectional. Variabel-variabel dalam studi ini diukur secara serentak pada satu titik waktu. Temuan Riset: Hasil studi ini mengindikasikan bahwa tidak terdapat korelasi antara jadwal kerja shift dengan tingkat kelelahan kerja (p=0,783). Namun, ditemukan adanya hubungan yang substansial antara kelelahan kerja dengan beban kerja fisik (p=0,000) dan beban kerja mental (p=0,000). Kesimpulan: Beban kerja, baik yang bersifat fisik maupun mental, merupakan faktor prediktif utama terhadap kelelahan kerja, bukan jadwal kerjashift secara independen. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi manajemen rumah sakit untuk menerapkan strategi pengelolaan beban kerja perawat guna mereduksi kelelahan kerja dan mempertahankan standar kualitas pelayanan kepada pasien. Kata kunci: Shift kerja perawat, Beban kerja perawat, Kelelahan kerja (work fatigue), Rumah sakit daerah, Pelayanan rawat inap
ANALISIS PERAN KOMUNIKASI ORGANISASI DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PASIEN DI HERMINA HOSPITAL MAKASSAR Nasir Nasir
JUKI-USY: Jurnal Administasi Kesehatan USY Vol 2 No 1 (2026): JUKI-USY:JURNAL ADMINISTRASI KESEHATAN
Publisher : Program Studi Administrasi Kesehatan Universitas Syekh Yusuf Al Makassari Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi organisasi merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit karena berpengaruh terhadap koordinasi kerja, efektivitas pelayanan, dan kepuasan pasien. Pelayanan kesehatan yang optimal membutuhkan sistem komunikasi yang baik antara pimpinan, tenaga kesehatan, petugas administrasi, dan pasien agar proses pelayanan dapat berjalan secara efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi organisasi dalam meningkatkan pelayanan pasien di Hermina Hospital Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pimpinan rumah sakit, petugas administrasi, tenaga kesehatan, dan pasien. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi organisasi di rumah sakit berlangsung melalui komunikasi vertikal, komunikasi horizontal, dan komunikasi interpersonal. Komunikasi vertikal berperan dalam penyampaian arahan, instruksi, dan evaluasi pelayanan dari pimpinan kepada pegawai sehingga membantu meningkatkan koordinasi kerja. Komunikasi horizontal antarunit pelayanan membantu mempercepat proses pelayanan pasien dan meminimalkan kesalahan informasi. Selain itu, komunikasi interpersonal antara tenaga kesehatan dan pasien mampu menciptakan kenyamanan dan meningkatkan kepercayaan pasien terhadap pelayanan rumah sakit. Namun demikian, masih terdapat hambatan komunikasi berupa keterlambatan penyampaian informasi dan kurang optimalnya koordinasi pada jam pelayanan yang padat. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi organisasi memiliki peranan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan pasien di Hermina Hospital Makassar.
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI DOKTER DALAM MELAKSANAkAN PELAYANAN KESEHATAN TELEMEDICINE Sitti Khadijah Nurfajri; Widhy Widh
JUKI-USY: Jurnal Administasi Kesehatan USY Vol 2 No 1 (2026): JUKI-USY:JURNAL ADMINISTRASI KESEHATAN
Publisher : Program Studi Administrasi Kesehatan Universitas Syekh Yusuf Al Makassari Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi informasi saat ini memberikan berbagai manfaat dalam sektor pelayanan kesehatan, termasuk dalam implementasi telemedicine. Perlindungan hukum bagi dokter merupakan aspek yang sangat penting agar tenaga medis dapat menjalankan praktiknya sesuai dengan standar profesi kedokteran yang didasarkan pada indikasi medis yang jelas. Perlindungan ini juga bertujuan untuk melindungi dokter dari tuduhan malpraktik yang tidak memiliki dasar yang kuat, Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan menitikberatkan pada metode hukum normatif sebagai landasan utamanya. Kajian kepustakaan dalam penelitian ini memegang peran yang signifikan dan esensial karena berfungsi mengaitkan kerangka teoretis dengan isu yang diteliti, sehingga tahapan penelitian dapat tersusun secara terarah, runtut, dan sistematis. Berdasarkan pembahasan dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa telemedicine merupakan inovasi yang berperan penting dalam meningkatkan akses layanan kesehatan di Indonesia, terutama melalui pemanfaatan teknologi yang mampu menjangkau wilayah-wilayah terpencil seperti di kepulauan.
ANALISIS PENGGUNAAN APLIKASI MOBILE JKN SEBAGAI INOVASI PELAYANAN PUBLIK BERBASIS E-GOVERNMENT DALAM PERSPEKTIF DIFUSI INOVASI ROGERS Nazwa Goesiyah; Mutia Fanesha; Muhammad Hafiz Arfian; Muhammad Andi Septiadi
JUKI-USY: Jurnal Administasi Kesehatan USY Vol 2 No 1 (2026): JUKI-USY:JURNAL ADMINISTRASI KESEHATAN
Publisher : Program Studi Administrasi Kesehatan Universitas Syekh Yusuf Al Makassari Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi informasi mendorong pemerintah untuk menghadirkan layanan publik yang lebih modern, salah satunya melalui Aplikasi Mobile JKN yang dikembangkan oleh BPJS Kesehatan. Meski demikian, kehadiran teknologi saja tidak cukup apabila masyarakat selaku pengguna belum benar-benar memanfaatkannya secara optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan Aplikasi Mobile JKN sebagai inovasi layanan publik digital dengan menggunakan teori Difusi Inovasi Rogers. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan 14 pengguna Mobile JKN dan dilengkapi dengan studi dokumentasi dari berbagai sumber yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mobile JKN memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan, menghemat waktu, dan menyederhanakan proses administrasi. Aplikasi ini juga dinilai sesuai dengan kebutuhan pengguna, tidak terlalu rumit untuk digunakan, dan manfaatnya dapat dirasakan secara langsung. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala seperti koneksi internet yang tidak stabil, gangguan teknis pada sistem, serta masih rendahnya literasi digital pada sebagian pengguna. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang bagaimana masyarakat menerima dan menggunakan Mobile JKN, sekaligus menjadi masukan bagi BPJS Kesehatan untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan digitalnya agar lebih efektif dan merata.
DETERMINAN AKTIVITAS FISIK DAN ASUPAN ENERGI TERHADAP KEJADIAN OBESITAS SENTRAL syamsul ishak; Rezki Auliah; Asmarani Harma
JUKI-USY: Jurnal Administasi Kesehatan USY Vol 2 No 1 (2026): JUKI-USY:JURNAL ADMINISTRASI KESEHATAN
Publisher : Program Studi Administrasi Kesehatan Universitas Syekh Yusuf Al Makassari Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Obesitas sentral adalah jenis kegemukan yang ditandai dengan penumpukan lemak yang terjadi di area tubuh bagian tengah, terutama di sekitar rongga perut. Penyebab utama obesitas sangat erat kaitannya dengan gaya hidup, terutama pola makan yang tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi asupan energi dan aktifitas fisik terhadap obesitas sentral. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Salo pada bulan Juli tahun 2025. Populasi merupakan seluruh wanita dengan usia 35-44 tahun di wilayah kerja Puskesmas Salo berjumlah 239 responden. Sampel berjumlah 119 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner penelitian. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara asupan energi (P value: 0,000) dan tidak ada hubungan aktifitas fisik (P value: 0,137) terhadap kejadian obesitas sentral. Disarankan bagi responden untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan melakukan aktifitas fisik yang cukup.

Page 1 of 1 | Total Record : 10